You are on page 1of 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Filariasis merupakan salah satu penyakit tertua dan paling melemahkan
yang dikenal didunia. Filariasis limfatik diidentifikasi sebagai penyebab
kecacatan menetap dan berjangka lama terbesar kedua di dunia setelah
kecacatan mental. Filariasis merupakan penyakit infeksi akibat parasit dan
ditularkan oleh nyamuk. Tiga spesies cacing filaria dikenal sebagai penyebab
penyakit filariasis limfatik yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan
Brugia timori (Novriani H, dkk, 1994)

Filariasis limfatik di Indonesia disebabkan oleh W. bancrofti, B. malayi
dan B. timori, menyerang kelenjar dan pembuluh getah bening. Penularan
terjadi melalui vektor nyamuk Culex spp., Anopheles spp., Aedes spp. dan
Mansonia spp. Dalam perjalanan penyakit, filariasis bermula dengan
adenolimfangitis akut berulang dan berakhir dengan obstruksi menahun dari
sistem limfatik, dengan masa prepaten/ inkubasi, gejala klinik akut dan
menahun (Kurniawan L, 1994)

Secara global, diperkirakan penyakit tersebut menginfeksi sekitar 120
juta penduduk di 80 negara teruma di daerah tropis dan beberapa daerah
subtropic, penyakit tersebut merupakan penyebab utama kecacatan, stigma
sosial, hambatan psikososial dan penerunan produktifitas kerja individu,
keluarga dan masyarakat sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar
(Depkes RI, 2002)

Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh
propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 tercatat
sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi
sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil
survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate
(Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan

terdapat lebih dari 8000 orang menderita klinis kronis filariasis yang tersebar diseluruh propinsi. Untuk mengetahui konsep medis dari penyakit filariasis. Sedangkan di Indonesia.3 Tujuan 1. 2007) Pada tahun 2004. dengan 6 juta penduduk diantaranya telah terinfeksi (Depkes RI. Apakah konsep medis dari penyakit filariasis? 2. 2007) WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global (The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020) Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan (Anonim. Bagaimana konsep asuhan keperawatan pada pasien dengan filariasis? 1. data ini mengindikasikan lebih dari 60 juta penduduk Indonesia berada di daerah yang beresiko tinggi tertular filariasis.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah ini adalah : 1. berdasarkan survey yang dilaksanakan pada tahun 2000 – 2004. BAB 4 . 2008) 1. 2. 2008) Pengendalian nyamuk vektor penular dengan memutus rantai penularan dan melakukan PHBS (Perilaku Hidup bersih dan Sehat) serta penggalakkan gerakan 3 M (menguras. menutup dan mengubur) tempat yang berpotensi untuk perindukan nyamuk adalah upaya untuk pencegahan penyakit filariasis (DinKes Tanggerang. secara epidemiologi. Untuk mengetahui konsep asuhan keperawatan pada pasien dengan filariasis. filariasis telah menginfeksi 120 juta penduduk di 83 negara diseluruh dunia terutama negara – negara di daerah tropis dan bebrapa daerah subtropis. sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas (Anonim.

Dapat juga dilakukan pembedahan. Cacing dewasa betina mengeluarkan mikrofilaria yang dapat ditemukan dalam darah. Selain itu mahasiswa juga mampu . Brugia malayi. Penyakit filariasis dapat disebabkan oleh berbagai macam spesies. Pencegahan penularan penyakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan seperti DEC ataupun dengan mengontrol vektor. sehingga gambaran klinisnya spesifik untuk masing-masing spesies. jaringan ikat di bawah kulit dan dalam rongga badan. dan Brugia timori. termasuk Indonesia. PENUTUP 4. usia maupun ras. sedangkan Loa loa ditandai dengan calabar swelling. hidrokel. Penyakit filariasis banayak ditemukan di berbagai negara tropik dan subtropik. dimana cacing dewasanya hidup dalam cairan san saluran limfe. Prinsip terapi ialah dengan menggunakan kemoterapi untuk membunuh filaria dewasa dan mikrofilarianya serta mengobati secara simpotomatik terhadap reaksi tubuh yang timbul akibat cacing yang mati. Penyakit ini sangat berbahaya dan hampir diseluruh dunia dapat ditemukan penyakit ini karena mudahnya dalam penyebaran penyakit ini. Onchocerca volvulus menyebabkan kebutaan dan pruritus pada kulit. dimana parasit dapat menyumbat saluran limfe dengan manifestasi terbentuknya elefantiasis.2 Saran Demikian makalah ini yang penulis susun dengan penuh keikhlasan. Prevalensi tidak banyak berbeda menurut jenis kelamin.1 Kesimpulan Filariasis merupakan kelompok penyakit yang mengenai manusia dan binatang yang disebabkan oleh parasit kelompok nematode yang disebut filaridae. kulit sesuai dengan sefat masing-masing spesiesnya. Diharapkan dengan adanya makalah opini mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai penyakit Filariasis. misalnya bentuk limfatik biasanya digunakan sebagai tanda bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh Wuchereria bancrofti. 4.

saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk dapat memperbaiki penulisan makalah ini selanjutnya. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah referensi akademik untuk melengkapi bahan pembelajaran dan motivasi mahasiswa untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang penyakit Filariasis. Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. .memahami secara teoritis mengenai penyakit ini serta mampu membuat asuhan keperawatan tentang kasus Filariasis.