You are on page 1of 101

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG

SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN
SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)
(SRPMM)

TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas – tugas
dan memenuhi syarat untuk menem
menempuh
puh
ujian sarjana Teknik Sipil

Disusun oleh :

SOFFI DIAN FAUZIAH RAMBE
070 424 003

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSION
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

LEMBAR PENGESAHAN

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG
SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN
SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi
Syarat untuk menempuh Ujian Sarjana Teknik Sipil

Disusun Oleh

SOFFI DIAN FAUZIAH RAMBE
070 424 003

Pembimbing

Ir. Syahrir Arbeyn
NIP.19490928 198103 1 001

Penguji I Penguji II Penguji III

Prof.Dr.Ing.Johannes Tarigan Prof.Dr.Ir.Bachrian Lubis,M.Sc Ir.Sanci Barus,MT
NIP. 19561224 198103 1 002 NIP. 19480206 198003 1 003 NIP. 19520901 198112 1 002

Diketahui :
Koordinator PPE Departemen Teknik Sipil Ketua Departemen Teknik Sipil

Ir. Faizal Ezeddin, M.Sc Prof.Dr.Ing.Johannes Tarigan
NIP. 19490713 198003 1 001 NIP. 19561224 198103 1 002

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSION
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

ABSTRAK

Dalam perancangan struktur gedung, pengaruh gempa merupakan salah satu
hal yang penting untuk dianalisa, terutama bangunan-bangunan yang berada dalam
wilayah yang sering dilanda gempa besar. Mengingat bahwa wilayah kepulauan
Indonesia terletak didaerah yang rawan gempa. Oleh karena itu, diperlukan suatu
perancangan yang baik terhadap bahaya gempa agar tidak terjadi tingkat kecelakaan
dan kerugian yang besar.
Dalam tugas akhir ini akan direncanakan struktur gedung beton bertulang
menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem
Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) sesuai dengan SNI 03-2847-2002
dan SNI 1726-2002. Dimana bangunan model Sistem Rangka Pemikul Momen
Khusus (SRPMK) akan menggunakan konsep Strong Column and Weak Beam
(kolom kuat dan balok lemah). Struktur yang akan direncanakan adalah gedung
perkantoran 6 lantai dan terletak di wilayah gempa zona 5 dan zona 3, dimana
ditinjau dengan menggunakan analisa pengaruh beban statik ekuivalen. Sistem
Rangka Pemikul Momen adalah Sistem rangka ruang dalam mana komponen-
komponen struktur dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi
lentur, geser dan aksial. Dengan adanya sistem ini diharapkan suatu bangunan dapat
berperilaku daktail yang nantinya akan memencarkan energi gempa serta membatasi
beban gempa yang masuk ke dalam struktur.
Diharapkan dengan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen
Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) ini
dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya pada daerah rawan
gempa tinggi dan menengah sebagai cara sosialisasi kepada masyarakat luas
mengingat peraturan-peraturan yang digunakan adalah peraturan baru.

Kata-kata kunci : SRPMK, SRPMM, strong column weak beam, SNI 03-2847-
2002, SNI 1726-2002.

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

SpPD dan Hj. Judul tugas akhir ini adalah “PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG. 2.Syahrir Arbeyn Siregar. untuk dukungan dan semangatnya. 5. Irbar Darmansyah Alwi. bantuan serta dorongan dari semua pihak.Dr.Ing. 2010. Tugas Akhir ini merupakan persyaratan untuk mencapai gelar sarjana Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.Johannes Tarigan. sebagai sekretaris departemen teknik sipil Universitas Sumatera Utara. Ir.Ilma Wati Harahap) yang senantiasa penulis banggakan yang dalam keadaan sulit pun tetap memperjuangkan penulis untuk menyelesaikan perkuliahan ini sesuai dengan rencana. Bapak/Ibu seluruh staf pengajar departemen teknik sipil Universitas Sumatera Utara serta seluruh pegawai administrasi yang telah memberikan bantuannya selama ini. 3. tenaga dan pikiran dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Faurika. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada: 1. H. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Abdul Jalil Rambe. Yusen Wijaya. Erwin Gultom dan rekan-rekan mahasiswa teknik sipil ekstension angkatan 2007 atas semangat dan bantuannya.MT selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu. Prof.Terunajaya. SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH (SRPMM)” Penulis juga menyadari bahwa selesainya tugas akhir ini tidak terlepas dari bimbingan. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua (Dr. . 4. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memeberikan rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar kepada penulis sehingga selesainya Tugas Akhir ini. sebagai ketua departemen teknik sipil Universitas Sumatera Utara. 6. Bapak Ir.Msc.

. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini mash memiliki kekurangan- kekurangan yang tidak disadari oleh penulis. Medan. Desember 2009 Soffi Dian Fauziah Rambe 070 424 003 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya pemahaman penulis. Akhir kata penulis mengharapkan semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Untuk itu segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan dari semua pihak demi perbaikan dimasa yang akan datang. 2010.

..................2 Maksud dan Tujuan ... 6 2..1 Beban Mati (DL) ……………………………………………….. xiii BAB I PENDAHULUAN 1.................2...... 4 1.............................. 1 1............................2.. v DAFTAR NOTASI………………………………………………………................ iii DAFTAR ISI………………………………………………………………............... 6 2. 7 2............................2.... 3 1.... ix DAFTAR TABEL………………………………………………………..............1 Pendahuluan .........................1 Pembebanan ……………………………………………………….......2 Beban Hidup (LL) ……………………………………………....2........ 3 1............... ........5 Metodologi ......2....................................... 7 2........................4 Pembatasan Masalah .................3 Permasalahan ........................ DAFTAR ISI LEMBAR ASISTENSI TUGAS AKHIR ………………………………... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2................. 8 2...1 Latar Belakang ............2...4 Arah Pembebanan Gempa ……………………………………… 11 2............ 2010... 3 1.......2.2..........2 Deskripsi Pembebanan ……………………………………………........2..........2... ii KATA PENGANTAR……………………………………………………............................................... 6 2......3 Kombinasi Pembebanan …………………………………………… 12 2....2....................................3 Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) ……………………………………………………………… 13 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).................................................. 7 2.................2 Ketentuan Perencanaan Pembebanan ......3 Beban Gempa …………………………………………………...6 Sistematika Pembahasan ....................… xii DAFTAR GAMBAR………………………………………………………......... i ABSTRAK………………………………………………………………….......................................

1 Ruang Lingkup ………………………………………………….. 23 2.…………………………………… 28 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)............ 2. 14 2.... 2010............. 25 BAB III APLIKASI PERHITUNGAN 3.................4..... 13 2.2...1 Material ……………………….............2 Kuat Geser ………………..3.………...2 Balok dan Kolom ………………………………………………….. 20 2..5 Persyaratan Kuat Geser ………………………………………… 19 2.… 21 2........1 Komponen Struktur Lentur pada SRPMK ……………….3..3...…....2 Tulangan Longitudinal ……………………………………….2.3.3.....4 Tulangan Transversal …………………………………………… 17 2... 13 2...… 20 2... 23 2. 16 2.3......4 Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) ………………………………………………………….........3.………………………………….3 Preliminari Struktur ..1.4.3.........3 Pelat ………………………...2..2 Data Geometrik Struktur .3 Tulangan Transversal ………………………………………….4.3 Hubungan Balok Kolom ………………………………………….. 13 2.…………………………………….. 16 2....3...... 16 2.2 Tulangan Transversal ……………………………………….1..1.....3.4 Kolom ………………........... 17 2.3.......... 28 3.3...… 24 2.4.…... 27 3..... ............. 27 3.3 Balok ………………...3...1 Ruang Lingkup ………………………………………………....3..………….2...4 Pondasi ………………………..1 Detail Penulangan ………….....3.....………………………………………….3....……………………………………….……………………………………… 28 3...3...3. 15 2......3..1 Deskripsi Model Struktur ..4 Persyaratan Kuat Geser ……………………………………….3 Kuat Geser ……………………………………………………… 21 2......2..2 Komponen Struktur Yang Menerima Kombinasi Lentur dan Beban Aksial pada SRPMK …………………………………………….…………………………………...........3 Tulangan Memanjang …………………………………………..4 Panjang Penyaluran Tulangan Tarik …………………………… 22 2....3......1......3...3.2 Kuat Lentur Minimum Kolom ……………………....... 27 3...3.....… 23 2..3.1 Ketentuan Umum ……………………………………………. 26 3..

……………………………… 58 3. 61 3.. 46 3.7 Pengekangan Kolom ……………………….6 Penulangan Transversal …………………..3 Beban Hidup Pada Atap ………………………. 34 3. 36 3.……………………………… 41 3..4.…………….....……………………….……………………….5.. 29 3.. 51 3..6.……………………...5 Penulangan Memanjang Kolom ………….. 38 3. 57 3..6..5 Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus ....5...4. 64 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)......3 Perencanaan Balok Tumpuan …………….7.. 62 3..……………………….……………………....5 Desain Tulangan Geser Balok …….5....1 Beban Mati …………………………………..5.……………………….………………………...6. 29 3.……………………………. 41 3.4 Beban Gempa ……………………….2 Perencanaan Tulangan Balok Akibat Momen Lentur …………….6.7..…………………………….5 Desain Tulangan Geser Balok …….. 34 3..… 29 3..………………… 29 3.1 Perencanaan Tulangan Balok …………….7.. 48 3...………………………. 44 3...... 63 3.. .6 Penulangan Memanjang Kolom …….8 Penulangan Transversal ……………... 60 3. 3...1 Analisis Terhadap T Reyligh ……………..9 Persyaratan Strong Coloum Weak Beam ……………. 53 3. 60 3.5..2 Beban Hidup pada Pelat Lantai ………………………..………………………....7..4 Pembebanan Struktur ………………………………………………… 28 3.....……………….4 Perencanaan Balok Lapangan …………….4.5.....4 Perencanaan Tulangan Geser Balok …………….3 Perencanaan Balok Lapangan ……………. 47 3.6 Penulangan Memanjang Kolom …………….2 Perencanaan Tulangan Balok Akibat Momen Lentur …………….4.……………………….6.5..4 Perencanaan Balok Lapangan …………….1 Analisis Terhadap T Reyligh ……………..…………...………………………...………………………..7.2 Perencanaan Balok Tumpuan …………….7 Struktur Biasa ………………………………………………………… 60 3.……….……………………..………………………...………….6 Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah ………………………… 51 3.7.5....…… 59 3.6.6.5.3 Perencanaan Balok Tumpuan ……………. 55 3.……….. 62 3. 2010..7 Penulangan Transversal ………………………………..

.................................. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4........ xv LAMPIRAN II …………………………………………………....................1 Kesimpulan ……………..................... .... 65 4........... 67 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………......................… xiv LAMPIRAN I …………………………………………………….......…..... 2010..2 Saran ...............…… xvii Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM)..............…… xvi LAMPIRAN III ………………………………………………….....................................................

EQY1 30% dari beban gempa EQX 1 dengan arah tegak lurus EQX 1. (MPa) fy adalah kuat leleh tulangan yang disyaratkan. (mm 2) As adalah luas tulangan tarik non-prategang. b adalah lebar efektif flens tekan dari komponen struktur. EQX2 Beban gempa dengan arah horizontal timur-barat pada struktur. (mm) di adalah Simpangan horizontal lantai tingkat i dari hasil analisis 3 dimensi struktur gedung akibat beban gempa nominal static ekivalen yang menangkap pada pusat massa taraf lantai-lantai tingkat. EQX1 Beban gempa dengan arah horizontal utara-selatan pada struktur. (mm) db adalah diameter batang tulangan. (mm 2) Ag adalah luas bruto penampang. (mm2). (mm 2) Ash adalah luas penampang total tulangan transversal (termasuk sengkang pengikat) dalam rentang spasi s dan tegak lurus terhadap dimensi h e. atau gaya dan momen dalam yang berhubungan dengan beban tersebut. Fi adalah Beban gempa nominal static ekivalen yang menangkap pada pusat massa pada taraf lantai tingkat ke-i struktur atas gedung. E adalah pengaruh beban gempa. f’c adalah kuat tekan beton yang disyaratkan. (mm). 2010. bw adalah lebar badan dari komponen struktur (mm) C adalah Faktor Respons Gempa dinyatakan dalam percepatan gravitasi yang nilainya bergantung pada waktu getar alami struktur gedung dan kurvanya ditampilkan dalam Spektrum Respons Gempa Rencana. Ac adalah luasan daerah tekan beton akibat lenturan. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). . H adalah tebal total komponen struktur. DAFTAR NOTASI A adalah Percepatan puncak Gempa Rencana pada taraf pembebanan nominal sebagai gempa masukan untuk analisis respons dinamik linier riwayat waktu struktur gedung. (MPa) g adalah Percepatan gravitasi. d adalah tinggi efektif penampang. EQY2 30% dari beban gempa EQX 2 dengan arah tegak lurus EQX 2. (mm).

Vu adalah total geser horizontal berfaktor dari lantai yang ditinjau. Q adalah nilai yang disebut indeks stabilitas. Vn adalah kuat geser nominal (KN). (KNm) Mpr adalah Kuat momen lentur mungkin dari suatu komponen struktur. Pu adalah beban aksial terfaktor yang terjadi pada suatu elemen. Mn adalah Momen nominal suatu penampang. Ig adalah Momen inersia bruto dari penampang kolom. (mm). (mm). (KNm). dimana harus disediakan tulangan transversal. diukur dari muka join sepanjang sumbu komponen struktur. he adalah dimensi inti kolom diukur dari sumbu ke sumbu tulangan pengekang. (KN). Pn adalah beban aksial nominal. dihitung berdasarkan waktu getar alami fundamental struktur gedung beraturan tersebut. (mm). (KN). lo adalah panjang minimum. s adalah spasi tulangan transversal. (mm0. (KN). (mm 4) ld adalah panjang penyaluran batang tulangan lurus. sx adalah spasi longitudinal tulangan transversal dalam rentang panjang l o. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). V adalah Beban (gaya) geser dasar nominal static ekivalen akibat pengaruh Gempa Rencana yang bekerja di tingkat dasar struktur gedung beraturan dengan tingkat daktalitas umum. (KN). factor pengali dari pengaruh Gempa Rencana pada berbagai kategori gedung. I adalah Faktor keutamaan gedung. (KNm). (mm). . ln adalah bentang bersih yang diukur dari muka ke muka tumpuan. Vc adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton. ldh adalah panjang penyaluran batang tulangan dengan kait standar. Mu adalah Momen terfaktor. (mm). 2010. dengan atau tanpa beban aksial. R adalah faktor reduksi gempa. smax adalah spasi maksimum tulangan transversal. (KN). (mm). (mm) T adalah Waktu getar alami struktur gedung dinyatakan dalam detik yang menentukan besarnya Faktor Respon Gempa struktur gedung dan kurvanya ditampilkan dalam Spektrum Respons Gempa Rencana.

?m adalah defleksi ultimit pada daerah layan. (KN/m). Wi adalah Berat lantai tingkat ke-i struktur atas gedung. termasuk beban hidup yang sesuai. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). termasuk beban hidup yang sesuai. ?s adalah defleksi maksimum pada atau dekat daerah setengah tinggi akibat beban layan. . bergantung pada wilayah gempa. Wt adalah Berat total gedung. Wu adalah beban terfaktor per meter panjang. (m). 2010. F (phi) adalah faktor reduksi kekuatan SMe adalah Jumlah momen nominal terendah yang konsisten dengan gaya aksial terendah yang bertemu pada suatu kolom SMg adalah Jumlah momen nominal dari balok-balok yang bertemu di Hubungan Balok Kolom ? (zeta) adalah koefisien pengali dari jumlah tingkat struktur gedung yang membatasi waktu getar alami fundamental struktur gedung. (mm). ? adalah ratio tulangan tarik non-prategang ?g adalah ratio luas tulangan total terhadap luas penampang kolom. zi adalah ketinggian lantai tingkat ke-i suatu struktur gedung terhadap taraf penjepitan lateral. (mm).

16 Resume Momen Desain untuk balok (B298) pada Struktur Biasa Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). .5 Analisis T Reyligh SRPMK Tabel 3.11 Kapasitas momen kolom yang bertemu di HBK Tabel 3.2 Faktor Keutamaan I Tabel 3.4 Gaya Gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah Tabel 3.1 Klasifikasi Sistem Rangka Pemikul Momen beserta faktor R dan O 0 Tabel 2.2 Berat Struktur untuk SRPMM dan SRPMK Tabel 3.3 Gaya Gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus Tabel 3.13 Analisis ?S akibat gempa pada SRPMM Tabel 3.14 Analisis ?m akibat gempa pada SRPMM Tabel 3.8 Resume Momen Desain untuk balok (B298) pada SRPMK Tabel 3.15 Resume Momen Desain untuk balok (B298) pada SRPMM Tabel 3.1 Nilai Koefisian ? Tabel 3.9 Resume Beban Axial dan Momen di kolom (K184) Tabel 3. DAFTAR TABEL Tabel 2. 2010.6 Analisis ?S akibat gempa pada SRPMK Tabel 3.7 Analisis ?m akibat gempa pada SRPMK Tabel 3.10 Kapasitas momen balok yang bertemu di HBK Tabel 3.12 Analisis T Reyligh pada SRPMM Tabel 3.

2 Diagram Interaksi kolom bujur sangkar pada K184 Gambar 3.3 Mbalance pada diagram interaksi kolom K148 SRPMK Gambar 3. DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Denah Struktur yang direncanakan Gambar 3.3 Contoh Sengkang Tertutup yang dipasang bertumpuk Gambar 2.4 Diagram interaksi kolom yang bertemu di HBK pada struktur SRPMK Gambar 3. 2010. .7 Gaya Lintang Rencana untuk SRPMM Gambar 3.4 Perencanaan geser untuk balok-kolom Gambar 2.1 Wilayah Gempa Indonesia Gambar 2.5 Diagram interaksi kolom bujur sangkar K184 pada struktur biasa Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).6 Luas efektif hubungan balok-kolom Gambar 2.1 Respons Spektrum Gempa Rencana Gambar 2.2 Kombinasi Arah Beban Gempa Gambar 2.5 Contoh tulangan transversal pada kolom Gambar 2.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Indonesia terletak di daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko akibat
bencana gempa tersebut perlu direncanakan struktur bangunan tahan gempa.
Berdasarkan SNI 1726 tahun 2002, Kota Medan telah diklasifikasikan kedalam
daerah yang memiliki resiko gempa sedang (zona yang berwarna hijau) yang
memiliki percepatan gempa 0.15 gravitasi (0.15 g).

Gambar 1.1 Wilayah Gempa Indonesia
Sumber: SNI-1726-2002

Jika bangunan tahan gempa tidak direncanakan dengan baik dapat
mengakibatkan kerugian jiwa dan materi yang sangat besar. Perencanaan tahan
gempa umumnya didasarkan pada analisa elastis yang diberi faktor beban untuk
simulasi kondisi ultimit (batas). Kenyataannya, perilaku runtuh struktur
bangunan saat gempa adalah pada saat kondisi inelastis. Dengan merencanakan
suatu struktur dengan beban gempa, banyak aspek yang mempengaruhinya

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

diantaranya adalah periode bangunan. Periode bangunan itu sangat dipengaruhi
oleh massa struktur serta kekakuan struktur tersebut. Kekakuan struktur sendiri
dipengaruhi oleh kondisi struktur, bahan yang digunakan serta dimensi struktur
yang digunakan. Evaluasi untuk memperkirakan kondisi inelastis struktur
bangunan saat gempa perlu untuk mendapatkan jaminan bahwa kinerjanya
memuaskan pada saat terjadinya gempa. Bila terjadi gempa ringan, bangunan
tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non struktural maupun
pada komponen strukturalnya. Bila terjadi gempa sedang, bangunan boleh
mengalami kerusakan pada komponen non strukturalnya, akan tetapi komponen
strukturalnya tidak boleh mengalami kerusakan. Bila terjadi gempa besar,
bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non struktural maupun
komponen strukturalnya, akan tetapi penghuni bangunan dapat menyelamatkan
diri.
Pada Tugas Akhir ini struktur bangunan direncanakan dengan
menggunakan material beton bertulang. Struktur bangunan yang akan
direncanakan adalah model Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah
(SRPMM) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Kedua jenis
bangunan ini (SRPMM dan SRPMK) akan direncanakan dengan konsep Strong
Column and Weak Beam (kolom kuat dan balok lemah). Sistem Rangka Pemikul
Momen adalah Sistem rangka ruang dalam mana komponen-komponen struktur
dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan
aksial.
Dalam Tugas Akhir ini juga akan dibuat Contoh Perhitungan untuk
Bangunan 6 lantai dengan bantuan Software SAP 2000 V.10, dan perhitungan
gaya / beban gempa yang bekerja dengan metode Analisis Statik Ekivalen.

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

1.2. Maksud dan Tujuan
Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah :
a) Merencanakan komponen struktur gedung beton bertulang tahan gempa
dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan Sistem Rangka
Pemikul Momen Khusus kemudian menganalisa kedua model struktur
gedung beton bertulang tersebut berdasarkan peraturan SNI 03-2847-2002.
b) Menghasilkan kesimpulan yang dapat membantu pengguna bukan dalam hal
mendesain saja tetapi juga untuk menuntun pengguna untuk mendapatkan
gambaran mengenai perilaku komponen struktur tersebut.

1.3. Permasalahan
Semakin banyaknya masalah yang terjadi pada perencanaan dan
pembangunan suatu gedung dengan material beton bertulang diantaranya adalah:
Dimensi bangunan yang tidak sesuai dengan beban yang dipikul oleh
bangunan;
Pondasi yang tidak sesuai dengan jenis tanah dan bangunan;
Bangunan yang direncanakan tidak memperhitungkan pengaruh gempa;
Tidak sesuainya desain dan analisis struktur pada daerah yang rawan gempa.

1.4. Pembatasan Masalah
Ruang Lingkup pembahasan Tugas Akhir ini dibatasi pada :
Analisa Model Struktur gedung beton bertulang dengan Sistem Rangka
Pemikul Momen Menengah dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus ;
Aspek – aspek yang ditinjau :
Dimensi Balok dan Kolom ;
Gaya Dalam ;
Berat Struktur ;
Pengaruh P delta (P delta effect) tidak diperhitungkan ;
Kondisi tanah keras dan tidak mengalami pergerakan ;
Asumsi Hubungan Balok Kolom merupakan sambungan kaku (Rigid) ;
Perhitungan gempa menggunakan analisis stasis ekuivalen.

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

2010.5. 1. Metodologi Prosedur penulisan Tugas Akhir ini mengikuti diagram alir sebagai berikut: Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). .

hasil-hasil perhitungan dalam perencanaan struktur bangunan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan analisis yang dilakukan berdasarkan batasan- batasan yang sudah ditetapkan dalam ruang lingkup dan batasan pembahasan.6. maksud dan tujuan. metodologi dan sistematika penulisan. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 1.10. . BAB III APLIKASI PERHITUNGAN Bab ini berisi pemodelan struktur bangunan dengan menggunakan bantuan program SAP2000 V. batasan masalah. Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara garis besar isi setiap bab yang akan dibahas pada tugas akhir ini. 2010. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi uraian tentang kriteria pembebanan gempa dan konsep perencanaan struktur bangunan tahan gempa dengan menggunakan model struktur bangunan beton bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan yang dapat diambil dari seluruh kegiatan tugas akhir ini dengan menitikberatkan pada kinerja dan perilaku kedua sistem struktur bangunan tersebut. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah.

Komponen struktur yang diperbolehkan untuk mengalami kelelehan. Pembebanan Berdasarkan peraturan – peraturan diatas. 3) Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SKBI-1987). 2010. 2. 2) Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI 1726-2002) . Agar memenuhi konsep perencanaan struktur bangunan tahan gempa tersebut. Ketentuan Perencanaan Pembebanan Perencanaan pembebanan ini digunakan beberapa acuan standar sebagai berikut: 1) Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847- 2002) .1. . geser dan aksial. Beban Gempa (Earthquake Load). Pendahuluan Filosofi dasar dari perencanaan bangunan tahan gempa adalah terdapatnya. 2. dinyatakan dengan lambang E. 2. struktur sebuah gedung harus direncanakan kekuatannya terhadap beban – beban berikut : 1. Beban Mati (Dead Load). Komponen struktur yang lelah tersebut merupakan komponen yang menyerap energi gempa selama bencana gempa terjadi. dinyatakan dengan lambing LL . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. maka pada saat gempa kelelehan yang terjadi hanya pada balok. yaitu Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK).1. Sistem Rangka Pemikul Momen adalah Sistem rangka ruang dalam mana komponen-komponen struktur dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur. Oleh karena itu kolom dan sambungan harus dirancang sedemikian rupa agar kedua komponen struktur tersebut tidak mengalami kelelehan ketika gempa terjadi. Dalam bab ini akan dibahas dua konsep perencanaan dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Beban Hidup (Live Load). 3.2. dinyatakan dengan lambang DL .2.

2010.2.2. Beban Mati (DL) Beban mati yang diperhitungkan dalam struktur gedung bertingkat ini merupakan berat sendiri elemen struktur bangunan yang memiliki fungsi struktural menahan beban.2 meter) Beban tersebut harus disesuaikan dengan volume elemen struktur yang akan digunakan. Karena analisis dilakukan dengan program SAP2000. maka berat sendiri akan dihitung secara langsung.2. .1. 2. Beban Hidup (LL) Beban Hidup yang diperhitungkan adalah beban hidup selama masa layan.2. Beban hidup yang direncanakan adalah sebagai berikut : a) Beban Hidup pada Lantai Gedung Beban hidup yang digunakan mengacu pada standar pedoman pembebanan yang ada.2.2. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Beban dari berat sendiri elemen – elemen tersebut diantaranya sebagai berikut : Beton = 2400 kg/m 3 Tegel + Spesi = 45 kg/m 2 Plumbing = 10 kg/m 2 Ducting AC = 20 kg/m 2 Plafon + Penggantung = 18 kg/m 2 Dinding ½ bata = 250 kg/m2 (hanya dipasang pada bagian samping bangunan. dan pada lantai ke 5 dipasang setinggi 1. 2. Deskripsi Pembebanan Beban – beban yang bekerja pada struktur bangunan ini adalah sebagai berikut: 2. Beban hidup selama masa konstruksi tidak diperhitungkan karena diperkirakan beban hidup masa layan lebih besar daripada beban hidup pada masa konstruksi. yaitu sebesar 250 kg/m2. b) Beban Hidup pada Atap Gedung Beban hidup yang digunakan mengacu pada standar pedoman pembebanan yang ada. yaitu sebesar 100 kg/m2.2.

Untuk merencanakan struktur bangunan tahan gempa. Beban Gempa Beban gempa adalah beban yang timbul akibat percepatan getaran tanah pada saat gempa terjadi. wilayah Indonesia dapat dibagi ke dalam 6 wilayah zona gempa. Berikut ini adalah grafik dan table Respons Spektra pada wilayah gempa Zona 3 dan wilayah gempa Zona 5 untuk kondisi tanah lunak.2. . Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. 2. perlu diketahui percepatan yang terjadi pada batuan dasar. 2010.1 Respons Spektrum Gempa Rencana (Sumber: SNI 1729-2002) Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).2. dan keras. sedang.3. Gambar 2. Struktur bangunan yang akan direncanakan terletak pada wilayah gempa 3 dan wilayah gempa 5.

2) Bila digunakan dinding partisi pada perencanaan lantai maka harus diperhitungkan tambahan beban sebesar 0.Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah 5. 4) Beban tetap total dari seluruh peralatan dalam struktur bangunan harus diperhitungkan. Berat total struktur Wt ditetapkan sebagai jumlah dari beban – beban berikut ini: 1) Beban mati total dari struktur bangunan .5 2. Berdasarkan SNI 1726-2002.Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus 8. N I adalah Faktor keutamaan gedung C adalah Nilai Faktor Respons Gempa yang didapat dari Spektrum Respons Gempa Rencana untuk waktu getar alami fundamental dari struktur gedung. . Analisis yang digunakan dalam perencanaan beban gempa ini adalah metode analisis Statik Ekivalen yang bekerja pada gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa tersebut.5 2.8 lentur. Beban Lateral dipikul rangka terutama melalui mekanisme 3. Tabel 2.8 dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi 2. Klasifikasi Sistem Rangka Pemikul Momen Beserta faktor R dan O0 (Sumber: SNI 1729-2002) Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).2) Wt adalah berat total struktur.Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa 3.8 secara lengkap.5 kPa . Sistem Struktur Deskripsi R O0 Sistem rangka Pemikul Momen (Sistem Rangka yang pada 1. 3) Pada gudang – gudang dan tempat penyimpanan barang maka sekurang – kurangnya 25% dari beban hidup rencana harus diperhitungkan . N R adalah faktor modifikasi respon (lihat tabel 2.5 2.1. beban geser dasar nominal statik ekivalen V yang terjadi di tingkat dasar dapat dihitung berdasarkan persamaan : c I V Wt [10] R Dimana: V adalah gaya geser dasar rencana total. 2010.

maka 0. Untuk menentukan waktu getar alami struktur gedung beraturan dalam arah masing-masing sumbu utama dapat ditentukan dengan rumus Reyligh sebagai berikut : n 2 Wi di i 1 T 6. . Apabila rasio antara tinggi struktur gedung dan ukuran denahnya dalam arah pembebanan gempa sama dengan atau melebihi 3.0 1. instalasi air bersih.4 1. zi = ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral . asam.2. tangki diatas menara 1.0 1. perniagaan dan perkantoran 1.0 Monumen dan bangunan monumental 1.1 V harus dianggap sebagai beban horizontal terpusat yang menangkap pada pusat massa lantai tingkat paling atas. Faktor Keutamaan Kategori Gedung I1 I2 I Gedung umum seperti untuk penghunian .6 1. 1.0 1.0 1.6 bumi. termasuk beban hidup yang sesuai .5 1. pembangkit tenaga listrik. 2010.3 n [10] g Fi di i 1 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). sedangkan 0. pusat penyelamatan dalam keadaan darurat. produk minyak 1. dan televisi Gedung untuk menyimpan bahan berbahaya seperti gas.9 V sisanya harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung menjadi beban-beban gempa nominal statik ekivalen. dan beracun Cerobong. Faktor Keutamaan I (Sumber: SNI 1729-2002) Gaya geser nominal V harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung menjadi beban-beban gempa nominal statik ekivalen Fi yang menangkap pada pusat massa lantai tingkat ke i menurut persamaan : Wi Zi Fi n V [10] Wi Zi i 1 Keterangan : Wi = berat lantai tingkat ke i.6 1.0 1.5 Tabel 2.0 1.4 fasilitas radio.6 Gedung penting pasca gempa seperti rumah sakit. n = nomor lantai tingkat paling atas.

Berikut adalah 4 kombinasi gempa: Gambar 2. n = nomor lantai tingkat paling atas . Hal ini telah ditetapkan pada SNI 1726-2002 pasal 5. Untuk menstimulasikan arah pengaruh Gempa Rencana yang sembarang terhadap struktur gedung.2.4. Keterangan : Wi = berat lantai tingkat ke-i. sehingga pengaruh terbesar terhadap unsur-unsur subsistem dan sistem struktur secara keseluruhan. g = percepatan gravitasi sebesar 9810 mm/detik 2 2.2 Kombinasi Arah Beban Gempa Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). arah utama pengaruh Gempa Rencana harus ditentukan sedemikian rupa. Arah Pembebanan Gempa Dalam perencanaan struktur gedung. termasuk beban hidup yang sesuai .2. di = simpangan horizontal lantai tingkat ke-i dinyatakan dalam mm .2.8. zi = ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral . 2010. . pengaruh pembebanan gempa dalam arah utama yang ditentukan harus dianggap efektif 100% dan harus dianggap terjadi bersamaan dengan pengaruh pembebanan gempa dalam arah tegak lurus pada arah utama pembebanan tadi. tetapi dengan efektifitasnya hanya 30%.

0E [10] Keterangan : D = Beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanent. .2DL + 1. atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda bergerak .2DL + 1.0E . Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Kombinasi Pembebanan Dengan mengacu pada kombinasi pembebanan SNI 1729-2002. 0. dan lain – lain . termasuk kejut. L = Beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung.0LL ± 1. termasuk dinding.5 (A atau R) . 2. peralatan. tidak termasuk yang diakibatkan genangan air .2DL + 1. 2010. dan peralatan layan tetap .6LL + 0.9DL ± 1. W = Beban angin . standard kombinasi pembebanan sebagai berikut : 1. A = Beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja. atap. plafond. 0.6W + 0. 1. 1.9DL ± 1. hujan.2. R = Beban hujan. E = Beban gempa. partisi tetap.3.5 (A atau R) . 1. tangga. dan material.4DL . lantai.0LL ± 1. tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti angin.6W .

2.3.3. Komponen Struktur Lentur pada SRPMK (SNI 03-2847-2002 Pasal 23. Sekurang-kurangnya harus ada dua batang tulangan atas dan dua batang tulangan bawah yang dipasang secara menerus.1. 2010. 2) Bentang bersih komponen struktur tidak boleh kurang dari empat kali tinggi efektifnya.2.3.1.1. .1.025.3.3. Tulangan Longitudinal 1) Pada setiap irisan penampang komponen struktur lentur: Jumlah tulangan atas dan bawah tidak boleh kurang dari [9] Tidak boleh kurang dari 1. Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) 2.4bwd/fy [9] Rasio tulangan ? tidak boleh melebihi 0. Baik kuat lentur negatif maupun kuat lentur positif pada setiap penampang di sepanjang bentang tidak boleh kurang dari seperempat kuat lentur terbesar yang disediakan pada kedua muka kolom tersebut. 2. Lebih lebar dari lebar komponen struktur pendukung (diukur pada bidang tegak lurus terhadap sumbu longitudinal komponen struktur lentur) ditambah jarak pada tiap sisi komponen struktur pendukung yang tidak melebihi tiga perempat tinggi komponen struktur lentur. 2) Kuat lentur positif komponen struktur lentur pada muka kolom tidak boleh lebih kecil dari setengah kuat lentur negatifnya pada muka tersebut. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 3) Perbandingan lebar terhadap tinggi tidak boleh kurang dari 0.1Agf’c. 4) Lebarnya tidak boleh: a. Kurang dari 250 mm b. Ruang Lingkup Komponen struktur lentur pada SRPMK harus memenuhi syarat-syarat dibawah ini: 1) Gaya aksial tekan terfaktor pada komponen struktur tidak boleh melebihi 0.3) 2.

Pada daerah hingga dua kali tinggi balok diukur dari muka tumpuan ke arah tengah bentang.3. . Spasi sengkang yang mengikat daerah sambungan lewatan tersebut tidak melebihi d/4 atau 100 mm. Daerah hingga jarak dua kali tinggi balok dari muka kolom. 3) Sambungan lewatan pada tulangan lentur hanya diizinkan jika ada tulangan spiral atau sengkang tertutup yang mengikat bagian sambungan lewatan tersebut. 2) Sengkang tertutup pertama harus dipasang tidak melebihi dari 50mm dari muka tumpuan. c. Tempat-tempat yang berdasarkan analisis. 3) Pada daerah yang memerlukan sengkang tertutup. memperlihatkan kemungkinan terjadinya leleh lentur akibat perpindahan lateral inelastis struktur rangka. 5) Sengkang atau sengkang ikat yang diperlukan untuk memikul geser harus dipasang di sepanjang komponen struktur. sengkang dengan kait gempa pada kedua ujungnya harus dipasang dengan spasi tidak lebih dari d/2 di sepanjang bentang komponen struktur. b. Jarak maksimum antara sengkang tertutup tidak boleh melebihi: d/4. Tulangan Transversal 1) Sengkang tertutup harus dipasang pada komponen struktur pada daerah- daerah dibawah ini: a. 2. 24 kali diameter batang tulangan sengkang tertutup. delapan kali diameter terkecil tulangan memanjang. Sambungan lewatan tidak boleh digunakan pada: a. Daerah hubungan balok kolom. 300 mm. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).1. Disepanjang daerah dua kali tinggi balok pada kedua sisi dari suatu penampang dimana leleh lentur diharapkan dapat terjadi sehubungan dengan terjadinya deformasi inelastik struktur rangka. di kedua ujung komponen struktur lentur. tulangan memanjang pada perimeter harus mempunyai pendukung lateral. b. 4) Pada daerah yang tidak memerlukan sengkang tertutup. 2010.3.

6) Sengkang tertutup dalam komponen struktur lentur diperbolehkan terdiri dari dua unit tulangan. bila: a. Gambar 2. Momen-momen dengan tanda berlawanan sehubungan dengan kuat lentur maksimum.4. Pada pengikat silang yang berurutan yang mengikat tulangan memanjang yang sama. Gaya geser akibat gempa yang dihitung sesuai dengan gaya rencana mewakili setengah atau lebih daripada kuat geser perlu maksimum di sepanjang daerah tersebut. Contoh Sengkang Tertutup yang dipasang bertumpuk 2.3.3. . Jika tulangan memanjang yang diberi pengikat silang dikekang oleh pelat lantai hanya pada satu sisi saja maka kait 90 derajatnya harus dipasang pada sisi yang dikekang. 2010. dan komponen struktur tersebut dibebani dengan beban gravitasi terfaktor disepanjang bentangnya. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). yaitu: sebuah sengkang dengan kait gempa pada kedua ujung dan ditutup oleh pengikat silang. kait 90 derajat harus dipasang secara berselang-seling. M pr. 2) Tulangan Transversal Tulangan transversal sepanjang daerah yang ditentukan harus dirancang untuk memikul geser gempa dengan menganggap Vc = 0. Persyaratan Kuat Geser 1) Gaya Rencana Gaya geser rencana Ve harus ditentukan dari peninjauan gaya statik pada bagian komponen struktur antara dua muka tumpuan.1. harus dianggap bekerja pada muka-muka tumpuan.

4 Perencanaan geser untuk balok-kolom 2.2.3. 2. tidak kurang dari 300mm. Gaya aksial tekan terfaktor. Gambar 2.1.2. Ruang Lingkup Komponen struktur pada SRPMK harus memenuhi syarat-syarat berikut ini: 1) Ukuran penampang terkecil. Kuat Lentur Minimum Kolom 1) Kuat lentur setiap kolom yang dirancang untuk menerima beban aksial tekan terfaktor melebihi Agf’c/10.3. termasuk akibat gempa. .2.2. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).4. 2010. 2) Perbandingan antara ukuran terkecil penampang terhadap ukuran dalam arah tegak lurusnya tidak kurang dari 0. b. lebih kecil dari Agf’c/20. diukur pada garis lurus yang melalui titik pusat geometris penampang.4) 2. Komponen Struktur Yang Menerima Kombinasi Lentur dan Beban Aksial pada SRPMK (SNI 03-2847-2002 Pasal 23.3.

3.2. Tulangan Memanjang Rasio penulangan ? g tidak boleh kurang dari 0.06 2.10) tidak dipenuhi maka kolom pada hubungan balok- kolom tersebut harus direncanakan dengan memberikan tulangan transversal yang dipasang disepanjang tinggi kolom. adalah jumlah momen pada pusat hubungan balok-kolom. sehubungan dengan kuat lentur nominal kolom yang merangka pada hubungan balok-kolom tersebut. .3. tulangan pelat yang berada dalam daerah lebar efektif pelat harus diperhitungkan dalam menentukan kuat lentur nominal balok bila tulangan tersebut terangkur dengan baik pada penampang kritis lentur. Tulangan Transversal 1) Ketentuan mengenai jumlah tulangan transversal a. 2) Kuat lentur kolom harus memenuhi [9] adalah jumlah momen pada pusat hubungan balok-kolom.2.4.3. Kuat lentur kolom harus dihitung untuk gaya-gaya aksial terfaktor. 3) Jika persamaan (2. 2010. tidak boleh kurang dari: [9] Dan tidak boleh kurang dari: [9] Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).01 dan tidak boleh lebih dari 0. 2. yang menghasilkan nilai kuat lentur yang terkecil. dimana pelat dalam keadaan tertarik pada muka kolom. Rasio volumetrik tulangan spiral atau sengkang cincin ? s. yang sesuai dengan arah gaya-gaya lateral yang ditinjau. sehubungan dengan kuat lentur nominal balok-kolom yang merangka pada hubungan balok-kolom tersebut/ Pada konstruksi balok-T.

Dengan fy adalah kuat leleh tulangan spiral. Tebal selimut di luar tulangan transversal tambahan tidak boleh melebihi 100 mm. . Bila kuat rencana pada bagian inti komponen struktur telah memenuhi ketentuan kombinasi pembebanan termasuk pengaruh gempa maka persamaan (2.5. e. Gambar 2.11) dan (2. Tiap ujung tulangan pengikat silang harus terikat pada tulangan longitudinal terluar. tidak boleh diambil lebih dari 400 MPa. d. Bila tebal selimut beton di luar tulangan transversal pengekang melebihi 100 mm. tulangan transversal tambahan perlu dipasang dengan spasi tidak melebihi 300 mm. Luas total penampang sengkang tertutup persegi tidak boleh kurang dari: [9] [9] c. Tulangan transversal harus berupa sengkang tunggal atau tumpuk. Contoh tulangan transversal pada kolom Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).12) tidak perlu diperhatikan. 2010. b. Tulangan pengikat silang dengan diameter dan spasi yang sama dengan diameter dan spasi sengkang tertutup boleh dipergunakan. Pengikat silang yang berurutan harus ditempatkan secara berselang-seling berdasarkan bentuk kait ujungnya.

dan gaya aksial tersebut berasal dari komponen struktur lainnya yang sangat kaku yang didukungnya. 500 mm. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Ve. maka kolom tersebut harus diberi tulangan transversal pada seluruh tinggi kolom. Tinggi penampang komponen struktur pada muka hubungan balok-kolom atau pada segmen yang berpotensi membentuk leleh lentur. c.3. 2010. harus ditentukan dengan memperhitungkan gaya- gaya maksimum yang dapat terjadi pada muka hubungan balok-kolom pada setiap ujung komponen struktur. M pr. Gaya-gaya pada muka hubungan balok- kolom tersebut harus ditentukan menggunakan kuat momen maksimum. b. 3) Tulangan pengikat silang tidak boleh dipasang dengan spasi lebih daripada 350mm dari sumbu-ke-sumbu dalam arah tegak lurus sumbu komponen struktur. Persyaratan Kuat Geser 1) Gaya-gaya rencana Gaya geser rencana. 2. 1/6 bentang bersih komponen struktur. c. 4) Tulangan transversal harus dipasang disepanjang l o dari setiap muka hubungan balok-kolom dan juga sepanjang lo pada kedua sisi dari setiap penampang yang berpotensi membentuk leleh lentur akibat deformasi lateral inelastic struktur rangka. 5) Bila gaya-gaya aksial terfaktor pada kolom akibat beban gempa melampaui Agf’c/10. Nilai sx tidak perlu lebih besar daripada 150 mm dan tidak perlu lebih kecil daripada 100 mm. 6) Bila tulangan transversal tidak dipasang diseluruh panjang kolom maka pada daerah sisanya harus dipasang tulangan spiral atau sengkang tertutup dengan spasi sumbu-ke-sumbu tidak lebih daripada nilai terkecil dari enam kali diameter tulangan longitudinal kolom atau 150 mm. b. . Panjang lo ditentukan tidak boleh kurang daripada: a. ¼ dari dimensi terkecil komponen struktur. 6 kali diameter tulangan longitudinal. 2) Tulangan transversal harus diletakkan dengan spasi tidak melebihi daripada: a.5. misalnya dinding.2.

. Gaya geser rencana tersebut tidak perlu lebih besar daripada gaya geser rencana yang ditentukan dari kuat hubungan balok-kolom berdasarkan kuat momen maksimum.1. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).25fy. Bila digunakan beton ringan maka dimensi tersebut tidak boleh kurang daripada 26 kali diameter tulangan longitudinal terbesar balok. Gaya tekan aksial terfaktor termasuk akibat pengaruh gempa tidak melampaui Agf’c/20. 4) Bila tulangan longitudinal balok diteruskan hingga melewati hubungan balok-kolom.3.5) 2. Hubungan Balok Kolom (SNI 03-2847-2002 Pasal 23. Gaya geser rencana. Ketentuan Umum 1) Gaya-gaya pada tulangan longitudinal balok di muka hubungan balok-kolom harus ditentukan dengan menganggap bahwa tegangan pada tulangan tarik lentur adalah 1.3. 2) Tulangan transversal pada komponen struktur sepanjang l o. b. dimensi kolom dalam arah parallel terhadap tulangan longitudinal balok tidak boleh kurang daripada 20 kali diameter tulangan longitudinal terbesar balok untuk beton berat normal. 2010. M pr. harus direncanakan untuk memikul geser dengan menganggap Vc = 0. tidak boleh lebih kecil daripada geser terfaktor hasil perhitungan analisis struktur. dari komponen struktur transversal yang merangka dari hubungan balok-kolom tersebut. bila: a.3. Gaya geser akibat gempa mewakili 50% atau lebih dari kuat geser perlu maksimum pada bagian sepanjang lo tersebut. 3) Tulangan longitudinal balok yang berhenti pada suatu kolom harus diteruskan hingga mencapai sisi jauh dari inti kolom terkekang.3. Ve. 2. dari komponen struktur tersebut yang terkait dengan rentang beban-beban aksial terfaktor yang bekerja. 2) Kuat hubungan balok-kolom harus direncanakan menggunakan faktor reduksi kekuatan.

2) Pada hubungan balok-kolom dimana balok-balok. Untuk hubungan balok-kolom yang terkekang pada keempat sisinya Untuk hubungan yang terkekang pada ketiga sisinya atau dua sisi yang berlawanan ………. Kuat Geser 1) Kuat geser nominal hubungan balok-kolom tidak boleh diambil lebih besar daripada ketentuan berikut ini untuk beton berat normal. merangka pada keempat sisinya. terutama bila kekangan tersebut tidak disediakan oleh balok yang merangka pada tulangan tersebut.3. dengan lebar setidak- tidaknya sebesar ¾ lebar kolom. tulangan transversal harus dipasang pada hubungan tersebut untuk memberikan kekangan terhadap tulangan longitudinal balok yang berada diluar daerah inti kolom.3. Untuk hubungan lainnya…………… Luas efektif hubungan balok-kolom A j ditunjukkan pada gambar 2. dengan lebar balok lebih besar daripada kolom. Tulangan Transversal 1) Tulangan berbentuk sengkang tertutup harus dipasang dalam daerah hubungan balok-kolom. Tulangan transversal ini dipasang di daerah hubungan balok- kolom disetinggi balok terendah yang merangka ke hubungan tersebut.3. 2010.6 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). spasi tulangan transversal dapat diperbesar menjadi 150 mm.2. Pada daerah tersebut.3. 3) Pada hubungan balok-kolom. kecuali bila hubungan balok-kolom tersebut dikekang oleh komponen-komponen struktur. 2.3. harus dipasang tulangan transversal setidak-tidaknya sejumlah ½ dari yang ditentukan. . 2.

Panjang Penyaluran Tulangan Tarik 1) Panjang penyaluran ldh untuk tulangan tarik dengan kait standard 90 0 dalam beton berat normal tidak boleh diambil lebih kecil daripada 8db.3. Gambar 2. dan 1. Luas efektif hubungan balok-kolom Suatu balok yang merangka pada suatu balok-kolom dianggap memberikan kekangan bila setidak-tidaknya ¾ bidang muka hubungan balok-kolom tersebut tertutupi oleh balok yang merangka tersebut. . Untuk beton ringan.16). 2.25 kali nilai yang ditentukan persamaan (2. kuat geser nominal hubungan balok-kolom tidak boleh diambil lebih besar daripada ¾ nilai-nilai yang diberikan oleh ketentuan kuat geser.3. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Kait standard 900 harus ditempatkan di dalam inti terkekang kolom atau komponen batas. 2010. 150 mm.4. 190 mm. 2) Untuk beton ringan.6. dan nilai yang ditentukan oleh: [9] Untuk diameter tulangan sebesar 10 mm hingga 36 mm. panjang penyaluran tulangan tarik dengan kait standard 900 tidak boleh diambil lebih kecil daripada 10d b. Hubungan balok- kolom dapat dianggap terkekang bila ada empat balok merangka pada keempat sisi hubungan balok-kolom tersebut.

2) Untuk diameter 10 mm hingga 36 mm. E.4 harus dipenuhi kecuali bila dipasang tulangan spiral sesuai persamaan 2. 3) Tulangan tanpa kait yang berhenti pada hubungan balok-kolom harus diteruskan melewati inti terkekang dari kolom atau elemen batas. dimana nilai E diambil sebesar dua kali nilai yang ditentukan dalam peraturan perencanaan tahan gempa. Detail Penulangan Bila beban aksial tekan terfaktor pada komponen struktur tidak melebihi (Agf’c/10). b. bila ketebalan pengecoran beton dibawah tulangan tersebut melebihi 300 mm.4.1. . Persyaratan Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) (SNI 03-2847-2002 Pasal 23.4. Setiap bagian dari tulangan tanpa kait yang tertanam bukan di dalam daerah inti kolom terkekang harus diperpanjang sebesar 1. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). panjang penyaluran tulangan tarik l d tanpa kait tidak boleh diambil lebih kecil daripada: a. Tiga setengah kali panjang penyaluran.10) 2. maka 2. 2) Gaya lintang maksimum yang diperoleh dari kombinasi beban rencana termasuk pengaruh beban gempa. 2. Bila beban aksial tekan terfaktor pada komponen melebihi (A gf’c/10). kolom dan konstruksi pelat dua arah yang memikul beban gempa tidak boleh kurang daripada: 1) Jumlah gaya lintang yang timbul akibat termobilisasinya kuat lentur nominal komponen struktur pada setiap ujung bentang bersihnya dan gaya lintang akibat beban gravitasi terfaktor.2.11. 2010.4. Dua setengah kali panjang penyaluran.6 kali. bila ketebalan pengecoran beton dibawah tulangan tersebut kurang dari 300 mm. Kuat Geser Kuat geser rencana balok.

7 Gaya Lintang Rencana untuk SRPMM 2. Gambar 2. Baik kuat lentur negative maupun kuat lentur positif pada setiap irisan penampang disepanjang bentang tidak boleh kurang dari seperlima kuat lentur yang terbesar yang disediakan pada kedua muka-muka kolom di kedua ujung komponen struktur tersebut. 2) Pada kedua ujung komponen struktur lentur tersebut harus dipasang sengkang sepanjang jarak dua kali tinggi komponen struktur diukur dari muka perletakan kearah tengah bentang.3. Sengkang pertama harus dipasang pada jarak tidak lebih daripada 50 mm dari muka perletakan. 2010.4. . Balok 1) Kuat lentur positif komponen struktur lentur pada muka kolom tidak boleh lebih kecil dari sepertiga kuat lentur negatifnya pada muka tersebut. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).

b. Panjang l0 tidak boleh kurang daripada nilai terbesar berikut ini: a. 500 mm 2) Sengkang ikat pertama harus dipasang pada jarak tidak lebih daripada 0.5 s 0 dari muka hubungan balok-kolom. Seperenam tinggi bersih kolom. yang dikekang pada keempat sisinya dan oleh balok atau pelat yang mempunyai ketebalan yang kira-kira sama. b. Spasi s0 tersebut tidak boleh melebihi: a. Kolom 1) Spasi maksimum sengkang ikat yang dipasang pada rentang l 0 dari muka hubungan balok-kolom adalah s0. 3) Tulangan hubungan balok-kolom harus memenuhi: Pada sambungan-sambungan elemen portal ke kolom harus disediakan tulangan lateral dengan luas tidak kurang daripada yang diisyaratkan dalam persamaan dan dipasang di dalam kolom sejauh tidak kurang daripada tinggi bagian sambungan paling tinggi dari elemen portal yang disambung. b. Delapan kali diameter tulangan longitudinal terkecil. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 2010. 300 mm. 24 kali diameter sengkang. Delapan kali diameter sengkang ikat. Spasi maksimum sengkang tidak boleh melebihi: a. d. Setengah dimensi penampang terkecil komponen struktur. 300 mm.4. 24 kali diameter sengkang ikat. d. c. 4) Spasi sengkang ikat pada sembarang penampang kolom tidak boleh melebihi 2 s0. . d/4.4. 3) Sengkang harus dipasang di sepanjang bentang balok dengan spasi tidak melebihi d/2. kecuali untuk sambungan yang bukan merupakan bagian dari sistem utama penahan beban gempa. c. c. Dimensi terbesar penampang kolom. 2.

BAB III APLIKASI PERHITUNGAN 3. Struktur dimodelkan tiga dimensi (portal ruang) sebagai portal terbuka dengan bantuan program SAP 2000. dengan arah sumbu x dan sumbu y bangunan memiliki 6 segmen dengan masing- masing bentang sepanjang 6 meter sedangkan tinggi lantai pertama sebesar 4 meter dan lantai selanjutnya adalah 3. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847- 2002) . Dimensi dari struktur bangunan yang akan direncanakan adalah 30 m x 30 m. Denah Struktur yang direncanakan Perencanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan – ketentuan sebagai berikut : 1. . 2.1. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (SNI 1726-2002) . Deskripsi Model Struktur Dalam Tugas Akhir ini. Model yang direncanakan adalah struktur bangunan gedung dengan 6 lantai.1. akan dilakukan analisis statik ekivalen untuk dua sistem struktur yang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Berikut adalah denah bangunan yang akan direncanakan : Gambar 3. 2010.80 meter.

3. 4. kolom. 3. Preliminari Struktur Komponen Struktur yang terdapat pada bangunan ini meliputi balok.3. Data karakteristik geometri bangunan adalah sebagai berikut : 1. 3.53. 3. Struktur utama direncanakan dengan sistem portal terbuka. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SKBI- 1. Pengerjaan dimulai dengan menggambar pemodelan struktur bangunan pada program SAP 2000. pelat. 2. Material Material yang akan digunakan dalam merencanakan dan membangun struktur bangunan ini adalah material beton bertulang. dan pondasi akan direncanakan terlebih dahulu dimensi awal dari komponen struktur bangunan (Pra Perencanaan). Lokasi pembangunan terletak pada wilayah gempa Zona 3 dan Zona 5 dengan kondisi tanah keras .1987).80 meter .10. Tinggi lantai dasar adalah 4 meter dan tinggi antar lantai tipikal selanjutnya adalah 3. Bangunan perkantoran 6 lantai . 2010. Pendefinisian material akan dilakukan pada program SAP 2000 Ver. . konstruksi kolom dan balok menggunakan struktur beton bertulang. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 3. pelat atap dan pelat lantai menggunakan pelat beton bertulang dengan tebal 140 mm. 3. Data Geometri Struktur Pada Tugas Akhir ini akan dimodelkan suatu struktur bangunan perkantoran 6 lantai dengan lokasi wilayah gempa 3 dan 5.2.1.2. Material beton bertulang yang akan digunakan pada struktur bangunan ini mempunyai mutu f’c 40 MPa dan fy 400 MPa.

.53.4 Pondasi Pemodelan pondasi dilakukan dengan menganggap bahwa pondasi memberikan kekangan translasi dan rotasi yang cukup pada semua arah sumbu bangunan. Pondasi yang direncanakan menggunakan Pondasi tiang pancang beton bertulang pra tegang (Pre Stressed Concrete Pile) dan dipancang hingga kedalaman tanah keras. Pelat Pelat yang digunakan pada model struktur bangunan ini menggunakan Pelat beton bertulang. sehingga pada perhitungan gaya gempa. yaitu pada ujung-ujung bawah kolom lantai dasar. Berdasarkan asumsi yang digunakan tersebut pondasi dimodelkan sebagai perletakan jepit pada lantai dasar bangunan. Pembebanan Struktur Perencanaan pembebanan adalah pendefinisian beban-beban yang bekerja pada struktur sesuai dengan Pedoman Perencanaan untuk Rumah dan Gedung (SKBI-1.3.3.1987). Balok dan Kolom Komponen struktur balok dan kolom dihubungkan dengan sambungan yang kaku sehingga tempat terjadinya sendi plastis adalah pada kedua ujung balok dan pada ujung bawah kolom lantai dasar.2.3.4. Seluruh beban yang telah didefinisikan akan bekerja pada model struktur bangunan ini. Pelat beton bertulang kombinasi dengan metal deck digunakan sebagai pelat untuk pelat atap dan pelat lantai dengan ketebalan masing-masing 140 mm. Beban-beban yang akan bekerja pada struktur bangunan ini antara lain : Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). diasumsikan kondisi tanah diatas pondasi adalah tanah keras dan tidak mengalami pergerakan. Dengan dimensi yang akan disesuaikan untuk menahan beban yang diberikan pada bangunan ini. 2010. 3. 3. Balok dan Kolom dibuat dari beton bertulang.3. 3. 3.3.

4. beban ini juga disesuaikan dengan kegunaannya sebagai gedung perkantoran. 2010.2.4.3.1. Beban Hidup pada Atap Beban hidup yang direncanakan dan diperhitungkan adalah sebesar 100kg/m2 untuk beban pelat atap. 3.4. Beban Gempa Beban gempa adalah semua beban statik ekivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa itu. 3. Beban ini disesuaikan dengan kegunaannya sebagai gedung perkantoran. Beban Hidup pada Pelat Lantai Beban hidup yang direncanakan dan diperhitungkan adalah sebesar 250 kg/m2 untuk beban pelat lantai. . Beban Mati Beban mati adalah seluruh bagian dari komponen struktur bangunan yang bersifat tetap dan tidak terpisahkan dari bangunan tersebut selama masa layannya.4.4. 3. Beban mati yang diperhitungkan untuk struktur bangunan ini antara lain : Beton = 2400 kg/m 3 Tegel + Spesi = 45 kg/m 2 Plumbing = 10 kg/m 2 Ducting AC = 20 kg/m 2 Plafon + Penggantung = 18 kg/m 2 Dinding ½ bata = 250 kg/m2 (hanya dipasang pada bagian samping bangunan) 3. Kemudian ditambah dengan Beban Partisi sebesar 100 kg/m 2 luas lantai karena diasumsikan partisi tersebut dapat dipindah-pindah sesuai kebutuhan. Beban geser nominal statik ekivalen V yang terjadi di tingkat dasar yang dapat dihitung menurut persamaan berikut : c I V Wt R Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).

7677 detik Untuk mencegah penggunaan struktur bangunan gedung yang terlalu fleksibel. 2010. Tinggi gedung (hn) = 23 Meter Ct = 0.3 n g Fi di i 1 Dimana di adalah simpangan horizontal lantai ke-i akibat beban Fi yang dinyatakan dalam mm dan g adalah percepatan gravitasi yang ditetapkan sebesar 9.2. zi adalah ketinggian lantai tingkat ke-i diukur dari taraf penjepitan lateral. n [10] Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). bergantung pada koefisien ? untuk wilayah gempa dan jenis struktur bangunan gedung.2. Waktu getar alami fundamental struktur gedung beraturan dalam arah masing-masing sumbu utama dapat ditentukan dengan rumus Reyligh sebagai berikut: n 2 Wi di i 1 T 6.810 m/detik2. Taksiran waktu getar alami (T) secara empiris berdasarkan UBC Section 1630. . Wi Zi Fi n V Wi Zi i 1 Dimana Wi adalah berat lantai tingkat ke-i. menurut persamaan : T 1< ? .0731 [11] 3/4 Tempiris = Ct (hn) [11] = 0. Beban geser nominal V harus dibagikan setinggi tinggi struktur bangunan gedung menjadi beban – beban gempa nominal statik ekivalen Fi yang bekerja pada pusat massa lantai tingkat ke – i menurut persamaan .0731 (23)3/4 = 0. nilai waktu getar alami fundamental T1 dari struktur bangunan harus dibatasi.

25 detik untuk SRPMK sebagai taksiran awal perencanaan. 2010.15 Tabel 3. dimana ditentukan terlebih dahulu berat total struktur yang dimana memerlukan dimensi awal dari profil beton bertulang yang akan digunakan. Dalam satu bangunan kita harus meninjau pembebanan gempa dalam dua arah baik dalam arah x maupun arah y bangunan.19 3 0.22 detik untuk SRPMM dan 1.22 detik Tempiris ˜ 1. Berikut adalah dimensi profil awal kolom dan balok pada konstruksi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah.18 x 6 Tempiris < 0.16 x 6 Tempiris < 1.16 6 0.18 4 0.17 5 0.1. Beban gempa seharusnya diperhitungkan terhadap 4 kombinasi pembebanan pada arah gempa utama 100% serta arah tegak lurusnya 30% (hanya dipergunakan pada perhitungan Struktur 3 Dimensi) Untuk perhitungan beban gempa yang bekerja pada struktur bangunan tersebut. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).08 detik Tempiris < 0.20 2 0.96 detik Tempiris ˜ 1. Dimana n adalah jumlah tingkat dan koefisien ? ditetapkan menurut tabel berikut ini : Wilayah Gempa ? 1 0.25 detik Jadi digunakan waktu getar alami sebesar 1. Nilai Koefisien ? (Sumber: SNI 1729-2002) Gedung mempunyai tinggi 23 meter dan memiliki jumlah tingkat 6 sehingga : Untuk SRPMM (WG 3) Untuk SRPMK (WG 5) Tempiris < 0. maka dibuat pra perencanaan. .

24 478.24 534.5 R SRPMK = 8.2 1104540 21207168 8.5 209308.4 1104540 17009916 8.5 209308.82 2 7.78 4 15.04 3 11. Kolom untuk SRPMM dan SRPMK: 50 x 50 Balok untuk SRPMM dan SRPMK: Balok untuk Lantai 1. .5 Perhitungan Gaya Gempa Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus : Wi x hi Lantai Tinggi W SRPMK SRPMK R V SRPMK F SRPMK Lantai (Kg) SRPMK (Kg) (KNm) (Kgm) 1 4 1109700 4438800 8. Balok untuk Lantai 6 digunakan 55 x 40 Perhitungan Berat Total Struktur untuk SRPMM dan SRPMK: Lantai Total Mati (Kg) Total Hidup (Kg) Total Beban (Kg) 1 794700 315000 1109700 2 789540 315000 1104540 3 789540 315000 1104540 4 789540 315000 1104540 5 789540 315000 1104540 6 736140 90000 826140 Tabel 3. Berat Struktur untuk SRPMM dan SRPMK Untuk menghitung koefisien dasar gempa V data – data yang harus diketahui sebagai berikut : c SRPMM = 0.6 1104540 12812664 8.4 dan 5 digunakan 60 x 40.3 Gaya Gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).19 (Tanah keras dan WG 3) c SRPMK = 0.68 Tabel 3.3.24 428.24 111.5 209308.5 209308. 2010.5 209308.24 322.51 5 19.24 217.5 209308.8 1104540 8615412 8.2.2.28 (Tanah keras dan WG 5) I = 1 (Faktor keutamaan untuk Perkantoran) Wt SRPMM = 6354000 Kg Wt SRPMK = 6354000 Kg R SRPMM = 5.25 6 23 826140 19001220 8.

0.5 219501.5 219501. Rekapitulasi Hasil Analisa Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah dengan menggunakan Program SAP2000 akan ditampilkan pada lampiran.9DL + 1.5 219501.1.0EQX2 + 1.0EQY2.2DL + 1.2DL + 1. 0.1.27 6 23 826140 19001220 5.2DL + 1.82 117.2 1104540 21207168 5.0EQX2 . 0.99 Tabel 3.82 449.4DL .0EQY1.9DL .5 219501.2DL + 1.0EQX1 + 1. Dan gaya gempa sudah merupakan gaya gempa yang telah diamplifikasi.2DL + 1.6LL .0EQX1 .4 1104540 17009916 5. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).1.1. 2010. 1. Kombinasi ini berdasarkan pada SNI 1726-2002.38 5 19.82 501.5 219501.8 1104540 8615412 5.61 3 11.1.0EQX2 + 1.6 1104540 12812664 5.0EQY2 . Perhitungan Gaya Gempa Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah : Wi x hi Tinggi W SRPMM R V SRPMM F SRPMM Lantai SRPMM Lantai (Kg) SRPMM (Kg) (KNm) (Kgm) 1 4 1109700 4438800 5. Dalam hal ini EQY1 merupakan 30% dari EQX1 dan EQY2 merupakan 30 % dari EQX2.1.0LL + 1.0EQX1 + 1. 1. .9DL + 1.1.0EQY1 .82 227. 0.27 2 7. 1.0EQX1 .50 4 15. 1.0EQY1 .0LL + 1.0EQY2. 1.82 338.0EQX2 .9DL .0LL .0LL .0EQY2.1.82 560.4 Gaya Gempa untuk Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah Kombinasi Pembebanan yang digunakan untuk Analisa Struktur dengan SAP2000: 1.5 219501.OEQY1 .

1.4 428. 2010.82 5.4 11045.04 12.56 8389573 14724 6 23 8261. d i2 F . Ig = 0. . Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus 3. Analisis dilakukan dengan program SAP2000 dan sudah dilakukan sebelumnya.2 11045.4 478.25 27.2. Untuk komponen kolom Inya = 0. di ke (m) (KN) (KN) (mm) 1 4 11097 111.3 n g Fi di i 1 [10] Besarnya T yang dihitung sebelumnya sesuai dengan pasal 6. Untuk komponen balok (dalam hal ini balok T) Inya = 2 x Ibalok = 2 x 35% .2.68 29.7 Ig [9] 2.8 11045. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan retak sepanjang komponen struktur.7 Ig Berikut adalah tabel analisis T reyligh Lantai hx wi F di w i .22 1649392 2652 3 11. harus dilakukan analisis struktur 3 dimensi untuk mengetahui defleksi lantai ke-i.4 217. Analisis Terhadap T Reyligh Besarnya T yang dihitung sebelumnya memakai cara-cara empiris harus dibandingkan dengan T reyligh dengan rumus: n 2 Wi di i 1 TR 6.61 7243200 14174 S 27699196 48367 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Akibat dari retak ini maka kekakuan (Inersia) dari tiap-tiap komponen tereduksi sebagai berikut: 1.5.6 11045.78 18.85 6282872 10220 5 19. tidak boleh menyimpang lebih dari 20% hasil T reyligh 80%TR < T < 120%TR [10] Untuk menghitung T reyligh maka.51 23.60 3821267 6004 4 15.5.31 312982 594 2 7.4 322. 3.4 534.

41 Oke Tabel 3.4 23.3 n g Fi di i 1 27699196 = 6.41 Oke 6 23 29.60 6.2 27.522 Syarat yang harus dipenuhi: 80%TR < T < 120%TR 1.38 13. Tabel 3.91 13.6 18.31 5.56 3. 2010.826 ………………Oke Kinerja batas layan (?S) dan kinerja batas ultimit (?m) [10] Syarat kinerja batas layan (?S) = x hi = x 3800 = 13.02 x hi = 0.05 13.5 Analisis T reyligh SRPMK n 2 Wi di i 1 Maka T reyligh = 6.61 2.8 12.02 x hi = 0.25 13.41 Oke 5 19.41 Oke 4 15.22 6.02 x 4000 = 80 mm Syarat drift Lantai hi ?S Drift ? S antar antar tingkat Keterangan ke (m) (mm) tingkat (mm) (mm) 1 4 5.02 x 3800 = 76 mm = 0.6 Analisis ?S akibat gempa pada SRPMK Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).25 < 1.71 13.218 < 1.41 mm = x hi = x 4000 = 14. .12 mm Syarat kinerja batas ultimit (?m) = 0.3 9810x48367 = 1.21 Oke 2 7.41 Oke 3 11.85 5.31 14.

8 6.19 76 Oke Tabel 3.87 Tumpuan Kiri -35.2 SNI 1726 2002 dimana ? m = 0.181 1.15 Tumpuan Kanan -27.59 80 Oke 2 7.78 Tumpuan Kiri -89.11 76 Oke 3 11.06 Gempa E Tumpuan Kanan -95.7 Analisis ?m akibat gempa pada SRPMK Drift ? m antar tingkat dihitung sesuai pasal 8.31 31.38 37. ? S (antar tingkat) 3.71 22. Berikut adalah tabel resume momen desain untuk balok (B298) Beban Lokasi Momen (KNm) Tumpuan Kiri -83.5. 2010. Seperti yang terlihat pada lampiran I. .07 76 Oke 6 23 2.59 Tumpuan Kiri -117.7R. Lantai hi Drift ? S antar Drift ? m antar Syarat drift ? m Keterangan ke (m) tingkat (mm) tingkat (mm) (mm) 1 4 5.25 31.91 41.4 5.24 76 Oke 5 19.29 Tumpuan Kanan -66.05 12.616 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).602 Tumpuan Kanan -93.7 Dead Lapangan 48. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui apakah SAP (dengan peraturan ACI 318-2005) sama dengan SNI 1726-2002.63 Live Lapangan 21.6 6.96 76 Oke 4 15.2 3. akan dipakai program SAP2000.2.4 DL Lapangan 67. Perencanaan Tulangan Balok Akibat Momen Lentur Dalam perencanaan tulangan balok. Akan diberikan juga perhitungan perencanaan secara manualnya untuk beberapa balok yang ditentukan oleh penulis.

.858 Tumpuan Kanan -124.789 Tumpuan Kiri -109.8 Resume Momen Desain untuk balok (B298) pada SRPMK Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).736 Tumpuan Kanan -79.9D+1EQX+0.449 Tumpuan Kiri -48.060 Tumpuan Kanan -88.454 1.973 0.3EQX Lapangan 80.370 0.751 Tumpuan Kiri -162.101 Tumpuan Kanan -155.425 Tumpuan Kiri 13.3EQX Lapangan 46.2D+1L-1EQX-0.717 1.9D+1EQY+0.025 Tumpuan Kanan -203.914 Tabel 3.3EQY Lapangan 95.2D+1L+1EQX+0.431 1.626 Tumpuan Kiri -225.3EQX Lapangan 77.9D-1EQY-0.034 1.688 0.3EQY Lapangan 79.3EQX Lapangan 42.696 Tumpuan Kanan -136.286 Tumpuan Kiri -101.114 1.116 Tumpuan Kanan -12.710 0.9D-1EQX-0.2D+1L-1EQY-0.3EQY Lapangan 66.684 Tumpuan Kiri -47.2D+1L+1EQY+0. 2010.411 Tumpuan Kiri -164. Tumpuan Kiri -157.6L Lapangan 91.3EQY Lapangan 50.888 Tumpuan Kanan -31.2D + 1.351 Tumpuan Kanan 35.

425 KNm Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.710 KNm Momen tumpuan kanan negatif maximum = -203.626 KNm Momen tumpuan kanan positif maximum = 35.2 m ……….225.667 > 0.5d = 400 < 500 + 1.764 TR [9] Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).114 KNm Dimana : m = = 11.5. sebagai berikut: Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0. Perencanaan Balok Tumpuan Kiri Momen Negatif Diketahui : Mu negatif maximum kiri = . Perencanaan Balok Tumpuan Diketahui : bw = 400 mm h = 600 mm d = 600 – 50 = 550 mm (asumsi 1 layer tulangan) f’c = 40 MPa fy = 400 MPa fys = 275.2 SNI 03-2847-2002 untuk WG 5 dan 6.5 m > 4 x 550 mm 5.Oke Ratio = = 0.3 bw = 400 mm > 250 mm bw = 400 < lebar kolom + 1. . Momen tumpuan kiri negatif maximum = -225.114 KNm Momen tumpuan kiri positif maximum = 13.3.5 (550) = 400 mm < 1325 mm ………….1 A g f’c) Bentang bersih minimum harus lebih besar dari 4d Bentang bersih = 6 m – 0.Oke 3. 2010.7903 MPa A.5 m > 2.

550 = 770 mm = 869. 2010.00581 [9] Maka : Asperlu = b.15 mm2 (5Ø19 = 1417.025 .114 = 112.d [9] = . 550 = 5500 mm2 (pasal 23.025 . bw.5 mm2) Asmin = . Perencanaan Balok Tumpuan Kiri Momen Positif Diketahui : Mu negatif max kanan = 13. Mu yang dipakai untuk desain = 112.71 KNm atau Mu = ½ M negatif max kiri = ½ x 225.557 KNm [9] maka.626 mm2 Asmax = 0. .d atau Asmin = .bw.bw.400 . 400. 400 .1.2.d [9] = .557 KNm Dimana : m = 11.400.7647 Q = = 0.SNI 03-2847-2002) Asmax > Asperlu > Asmin ……………Oke B.d [9] = 0. Q = = 0. 550 = 1325.0029 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 550 = .3.

626 mm2 (4Ø19 = 1134 mm2) Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Perencanaan Balok Tumpuan Kanan Momen Positif Diketahui : Mu negatif max kanan = 35.7647 Q = = 0.5 mm2) Asmin = 869. Perencanaan Balok Tumpuan Kanan Momen Negatif Diketahui : Mu negatif maximum kiri = -203.d [9] = .626 mm2 Asmax = 5500 mm2 Asmax > Asperlu > Asmin ……………Oke D.41 mm2 (5Ø19 = 1417. 550 = 649.400 . Mu yang dipakai untuk desain = 101.626 mm2 (4Ø19 = 1134 mm2) Karena Asperlu < Asmin. 2010.626 mm 2 C. 550 = 1195.27 mm2 Asmin = 869. .425 KNm atau Mu = ½ M negatif max kiri = ½ x 203. Jadi luas tulangan (AS) = AS min = 869.00526 Maka : Asperlu = b. Maka : Asperlu = b.400 .813 KNm Nilai Mu yang ada sudah pasti lebih kecil dari M Rminimum. maka As yang dipakai adalah 869.626 KNm Dimana : m = 11.813 KNm [9] maka.626 = 101.d [9] = .

3. Desain Tulangan Geser Balok Sebagaimana diatur oleh pasal 23.3.3. maka d = 550 mm > 20db 20db = 20 x 19 = 380 mm (db = diameter tulangan memanjang yang akan dipakai) 3.5.4. gaya geser rencana V c harus ditentukan dari peninjauan gaya statik pada bagian komponen struktur antara 2 muka tumpuan.279 KNm. Ini sudah dipenuhi pada perhitungan diatas.4 Bila tulangan menembus.116 KNm Nilai Mu yang ada sudah pasti lebih kecil dari M Rminimum. 3. Perencanaan Balok Lapangan Diketahui: Mu lapangan = 95.½a) [9] Dimana: a = [9] dan Ø = 1 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Selanjutnya perlu dikontrol pula pemenuhan ketentuan-ketentuan berikut ini: a) Pasal 23. memberikan kuat momen MRmin = 186. Mpr dihitung dengan persamaan: Mpr = Ø AS (1.2.5.2 Kuat momen positif terpasang dimuka kolom > ½ kuat negative.626 mm2 (4Ø19 = 1134 mm2) Setelah tulangan pada balok (B298) dihitung. b) Pasal 23. Momen Mpr dengan tanda berlawanan dianggap bekerja pada muka- muka kolom tadi dan komponen tersebut dibebani penuh beban gravitasi terfaktor.2.869 KNm. Ini sudah terpenuhi dengan ASmin = 869. d) Pasal 23.2 Ditiap potongan sepanjang balok tidak boleh ada kuat momen positif ataupun negatife yang kurang dari ¼ kuat momen maximum = ¼ x 225.5.1 Tiap potongan baik sisi bawah maupun sisi atas harus ada 2 batang tulangan. Ini dipenuhi oleh tulangan minimum. c) Pasal 23.626 mm2.114 = 56.4. 2010.2. Jadi luas tulangan (AS) = AS min = 869.fy)(d .3.5.1.25. .

½. Pada Tumpuan Kanan Momen Negatif Diketahui : AS = 1195.971 mm Mpr+ kiri = Ø AS (1.25.31.971) = 232.400) x (550 .fy)(d .196 KNm B.603 KNm Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).626 mm2 Maka: Mpr+ kanan = 232.276 KNm C.400) x (550 . .48.41 x (1.400) x (550 .½a) = 1 x 869. A.25.25.kiri = Ø AS (1.95) = 315.72) = 348.25.43.½.41 mm2 Maka: a = = = 43. Pada Tumpuan Kiri Momen Positif Diketahui : AS = 869.fy)(d .fy)(d .626 x (1.95 mm Mpr.15 x (1.½.½a) = 1 x 1325.626 mm2 Maka: a = = = 31. 2010.25.kanan = Ø AS (1.25.72 mm Mpr. Pada Tumpuan Kiri Momen Negatif Diketahui : AS = 1325.15 mm2 Maka: a = = = 48. Pada Tumpuan Kanan Momen Positif Diketahui : AS = 869.½a) = 1 x 1195.196 KNm D.

5 total geser (akibat Mpr + beban gravitasi) maka VC = 0 Dalam hal ini gaya geser akibat gempa saja = 110. VC ? 0 Gaya axial tekan < [9] Karena gaya axial tekan pasti sangat kecil sekali.65 KN < 0. . 2010. dengan anggapan VC = 0 akan menghasilkan desain yang konservatif.5 x 239. maka V C = 0 Dari kedua syarat diatas hanya syarat no. Jika gaya geser akibat gempa saja (akibat M pr) > 0.14 KN Cek apakah beton memberi sumbangan geser atau tidak ? 1. Maka gaya geser maximum ? Vn = 239.85 KN Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).14 = 110. = 318.57 KN Maka.65 KN < 119.2 yang terpenuhi. Maka.

550. = . = .6. maka: = 349. = ½ x 538.3.bw.6.1 .f’c 0. Penulangan Memanjang Kolom Syarat dimensi kolom menurut pasal 23.3.250 mm di tengah bentang. Sesuai dengan pasal 23.1 harus dipenuhi bila: Kolom sebagai bagian SPBL Menerima beban axial berfaktor lebih besar dari 0.. 5002. diperoleh s sebesar: = 113.5.1 hoop pertama 2Ø12 mm dipasang 50 mm dari muka kolom di kedua ujung balok.85 KN ……….8) VSmax = . = 463.3. = 927.400.5.bw. .6 mm .Oke VS = . = 134.3.3.4.400.d. tidak boleh lebih besar dari (Pasal 23. 300 mm Dipakai s = 100 mm.1.1) . 8 db tulangan longitudinal = 152 mm .550.468 KN (pada jarak 1200 mm) = 139. Kontrol kuat geser nominal tidak boleh lebih besar dari V Smax (pasal 13.1A S.85 KN ……….45 mm Smax sepanjang sendi plastis diujung balok 2h = 2 x 600 mm = 1200 mm.3.. 2010.Oke Dengan menggunakan tulangan geser 2Ø12 (Av = 226mm2).4 dan Vu = 104.25 mm Jadi dipasang begel 2Ø12 . 40 = 1000 KN Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 24 db hoop = 288 mm ..3. Pemasangan begel di luar sendi plastis (di luar 2h) mengikuti pasal 23.29 KN Jika dipakai begel 2Ø12 (Av = 226 mm2).d.3.4 dan pasal 13.3.2) : .601 KN > 318.49 mm Syarat pemasangan begel di luar sendi plastis (pasal 23.3 = 269.8 KN > 318. 3.

483 -91.242 2414.4 DL 1569.441 80.8 ? jika Pu < 1000 KN (Ø di asumsi = 0.4 ………….9D+1EQY+0.521 276.3EQX 953.013 2860.397 1.358 94.553 96. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).2D+1L+1EQY+0. diagram interaksi dengan tulangan kolom sebesar 8D20 (2512 mm2).959 -24.3EQX 1064.3EQX 1721.913 141.405 1.041 0.186 1.538 251.65 ? jika Pu > 1000 KN Ø = 0.538 -52.363 1832.643 -109.846 2844.9D-1EQY-0.218 -61.2D + 1.2D+1L-1EQY-0.9 Resume Beban Axial dan Momen di kolom (K184) Ø = 0.597 1.3EQX 1611.793 -125.928 129.3EQY 1483.2D+1L+1EQX+0.514 2648.3EQY 1191.234 1032. Ukuran penampang terkecil 500 mm > 300 mm ………Oke Ratio > 0.378 179.969 62.3EQY 826.65 – 0.030 1636. Seperti terlihat pada gambar 3.748 0.9D-1EQX-0. .3EQY 1848. 2010.036 167.8) Berdasarkan kombinasi beban diatas maka kolom K184 cukup diberi tulangan 1% tersebar merata disemua sisi.2.866 163.033 30.235 Tabel 3.120 1.274 0.020 -83..567 1191.019 156.678 0.6L 1859.Oke Berikut dibawah ini adalah resume beban Pu dan Mu pada kolom K184 Jenis Beban Pu (KN) Pu / Ø Mu (KNm) Mu / Ø 1.2D+1L-1EQX-0.718 2282.9D+1EQX+0.050 2478.

4.1. 2010.2 oleh tulangan transversal (Ash) lo = h = 500 mm = 1/6 ln = 1/6 3400 mm = 566. ujung-ujung kolom sepanjang l o harus dikekang dengan spasi sesuai pasal 23.longitudinal = 6 x 20 = 120 mm = 150 mm < 100 mm Sehingga s diambil = 100 mm Ash min diperoleh sesuai pasal 23.4. . Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).4.5.4.4. f yh = 400 MPa. dengan asumsi s = 100 mm.2. Diagram interaksi kolom bujur sangkar pada K184 3.4. Gambar 3.67 mm = 500 mm lo dipakai 570 mm Dengan s memenuhi ketentuan berikut: ¼ x 500 mm = 125 mm 6 Øtul.7. Pengekangan Kolom Memenuhi pasal 23. selimut beton = 40 mm dan Øs = 12 mm.4.

dari setiap ujung komponen struktur yang bertemu di HBK yang bersangkutan.2x40 – 20) x 40/400] = 360 mm2 Untuk memenuhi pasal 23.4. 2010. 3.09 [100 x (500 . fy = 1.4.1 harus ditentukan dari kuat momen maximum.4.5.f’c/fy) [9] = 0.2x40 – 20) x 40/400]. Mpr diambil = Mbalance dari diagram interaksi dari kolom yang bersangkutan momen pakai fs = 1.66 mm2.3 dipasang A sh 4Ø13 = 530.3 [100 x (500 .3 (s.09 (s. M pr. Ash = 0.hc.f’c/fy)(Ag/Ach – 1) [9] = 0.25 x 400 = 500 MPa didapat M balance = 648 KNm Gambar 3.5.68 mm2 atau Ash = 0. . untuk menentukan kebutuhan tulangan geser kolom menurut pasal 23.25. Mbalance pada Diagram interaksi kolom K184 SRPMK Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Mpr ini ditentukan berdasarkan rentang beban axial terfaktor yang mungkin terjadi dengan Ø=1.[(500 2/(500 – 2x40)2 – 1] = 500. Penulangan Transversal Gaya geser rencana VC.3.hc.8.

544 262.474 B .Oke Dengan sisa panjang kolom harus tetap dipasang tulangan transversal : s = 6 db tul.120 mm di tengah bentang kolom 3.86 815.08 866.5.232 Kanan 40 400 400 550 1326. fy (d .9.62 174.111 278.memanjang = 6 x 20 = 120 mm = 150 mm Jadi dipasang begel 4Ø13 . . fy (d . Karena Mpr diatas dan dibawah kolom adalah sama.808 B . = AStop .51 185.½a) [9] Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Persyaratan Strong Coloum and Weak Beam Persyaratan Strong Coloum and Weak Beam untuk K148 SMe > SMg [9] Dimana: = Jumlah momen nominal terendah yang konsisten dengan gaya aksial terendah yang bertemu pada suatu kolom = Jumlah momen nominal dari balok-balok yang bertemu di HBK A Stop ASbot MR+ MR- Bottom Positif Negatif Balok f’c fy b d Top steel steel Moment Moment Kiri 40 400 400 550 1244. 2010.½a) [9] MR..298 Tabel 3.10 Kapasitas Momen Balok yang bertemu di HBK MR+ = ASbot . maka Ve = = 341.053 KN Nilai Ve > Vu (hasil dari analisis struktur) ………….

4.11 Kapasitas Momen Kolom yang bertemu di HBK Gambar 3.884 513 513 Tabel 3. .(KNm) K – 154 (atas) 1444.125 471 471 K – 148 (bawah) 1725. Kolom Axial force M R+ (KNm) MR. 2010. Diagram interaksi kolom yang bertemu di HBK pada struktur SRPMK Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).

.808 = 453.17 > 1.2 2.474 = 447. 2010. .2 2.17 dan 2.198 > 1.Oke Kondisi II (berlawanan arah jarum jam) SMg = 185.2 …………..Oke Jika nilai pada kondisi I dan II yaitu 2.352 KNm SMe = 471 + 513 = 984 KNm Syarat SCWB ? > > 1.585 KNm SMe = 471 + 513 = 984 KNm Syarat SCWB ? > > 1.198 dibandingkan dengan hasil SAP2000 yaitu 2.544 + 278.154 dan 2.182 didapat hasil yang mendekati. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Kondisi I (searah jarum jam) SMg = 174. Setelah membandingkan hasil output dari SAP2000 (berdasarkan ACI 318-2005) dengan hasil hitungan manual (berdasarkan SNI 03-2847-2002) maka penulis mengambil kesimpulan bahwa SAP2000 dapat dipakai untuk mendesain bangunan tahan gempa di Indonesia dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus.111 + 262.2 ………….

Akibat dari retak ini maka kekakuan (Inersia) dari tiap-tiap komponen tereduksi sebagai berikut: 1. Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah 3.50 19. 3.6.4 11045. di F .6.56 343048 652 2 7. Untuk komponen balok (dalam hal ini balok T) Inya = 2 x Ibalok = 2 x 35% . harus dilakukan analisis struktur 3 dimensi untuk mengetahui defleksi lantai ke-i. di ke (m) (KN) (KN) (mm) 1 4 11097 117.3 n g Fi di i 1 [10] Besarnya T yang dihitung sebelumnya sesuai dengan pasal 6.8 1809678 2913 3 11.4 501.4 560.27 5. Untuk komponen kolom Inya = 0. Analisis Terhadap T Reyligh Besarnya T yang dihitung sebelumnya memakai cara-cara empiris harus dibandingkan dengan T reyligh dengan rumus: n 2 Wi di i 1 TR 6.2 11045.5 4200013 6601 4 15. tidak boleh menyimpang lebih dari 20% hasil T reyligh 80%TR < T < 120%TR [10] Untuk menghitung T reyligh maka.8 11045.38 25 6903375 11235 5 19.4 227.61 12.2.4 449. 2010.7 Ig Berikut adalah tabel analisis T reyligh Lantai hx wi F di w i .4 338.27 28.12 Analisis T reyligh SRPMM Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).99 31.1.7 Ig [9] 2.2. .05 7964836 15587 S 30446180 53179 Tabel 3. Analisis dilakukan dengan program SAP2000 dan sudah dilakukan sebelumnya.6 11045. Ig = 0.9 9225229 16192 6 23 8261. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan retak sepanjang komponen struktur.

02 x 3800 = 76 mm ? untuk lantai atas Dan Syarat kinerja batas ultimit (? m) = 0.73 mm ? untuk lantai atas ?S = 21.02 x hi = 0.02 x hi = 0.02 x 4000 = 80 mm ? untuk lantai bawah Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). n 2 Wi di i 1 Maka T reyligh = 6.82 mm ? untuk lantai bawah Syarat kinerja batas ultimit (? m) = 0.826 ………………Oke Kinerja batas layan (?S) dan kinerja batas ultimit (?m) [10] Syarat kinerja batas layan (?S) = x hi = x 3800 = 20.3 9810x53179 = 1. .522 Syarat yang harus dipenuhi: 80%TR < T < 120%TR 1.2176 < 1. 2010.22 < 1.73 mm dan Syarat kinerja batas layan (?S) = x hi = x 4000 = 21.3 n g Fi di i 1 30446180 = 6.82 mm Ambil yang terkecil yaitu ? S = 20.

Akan diberikan juga perhitungan perencanaan secara manualnya untuk beberapa balok yang ditentukan oleh penulis.4 5.73 Oke 6 23 31. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui apakah SAP (dengan peraturan ACI 318-2005) sama dengan SNI 1726-2002.5 6.56 21.18 76 Oke 5 19.73 Oke Tabel 3.8 7.2.9 3.05 2.2 3.87 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).15 20.6 19.29 Tumpuan Kanan -66.41 80 Oke 2 7.87 76 Oke 3 11. 2010.24 20. Syarat drift Lantai hi ?S Drift ? S antar antar tingkat Keterangan ke (m) (mm) tingkat (mm) (mm) 1 4 5.73 Oke 3 11.2 28.8 12.02 76 Oke 6 23 2. Berikut adalah tabel resume momen desain untuk balok (B298) Beban Lokasi Momen (KNm) Tumpuan Kiri -83.28 76 Oke Tabel 3.56 21.24 27.73 Oke 4 15.8 76 Oke 4 15. Seperti yang terlihat pada lampiran II.8 7. akan dipakai program SAP2000.7 25.56 5.9 15.6.13 Analisis ?S akibat gempa pada SRPMM Lantai hi Drift ? S antar Drift ? m antar Syarat drift ? m Keterangan ke (m) tingkat (mm) tingkat (mm) (mm) 1 4 5.15 8.5 20. .6 6.82 Oke 2 7.14 Analisis ?m akibat gempa pada SRPMM 3.5 21.70 Dead Lapangan 48.9 20.4 25 5. Perencanaan Tulangan Balok Akibat Momen Lentur Dalam perencanaan tulangan balok.7 20.73 Oke 5 19.

3EQX Lapangan 47.3EQY Lapangan 51.9D+1EQX+0.217 Tumpuan Kanan 40.684 Tumpuan Kiri -42.137 1.4 DL Lapangan 67.012 1.181 1.071 Tumpuan Kiri 18.481 Tumpuan Kanan -160.441 1.2D + 1.036 0.697 0.268 0.195 Tumpuan Kanan -30.2D+1L+1EQX+0.707 1.616 Tumpuan Kiri -157.15 Tumpuan Kanan -27.78 Tumpuan Kiri -93.89 Tumpuan Kiri -103.167 Tumpuan Kanan -7.9D-1EQX-0.24 Tumpuan Kiri -117.3EQX Lapangan 80.3EQY Lapangan 68.147 Tumpuan Kiri -164.858 Tumpuan Kanan -124.2D+1L-1EQY-0. 2010.631 Tumpuan Kanan -138.435 Tumpuan Kiri -108. .602 Tumpuan Kanan -93.6L Lapangan 91. Tumpuan Kiri -35.689 Tumpuan Kanan -208.3EQY Lapangan 79.2D+1L-1EQX-0.271 Tumpuan Kiri -229.766 Tumpuan Kiri -168.9D-1EQY-0.053 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).3EQY Lapangan 96.454 1.39 Gempa E Tumpuan Kanan -100.925 Tumpuan Kanan -77.63 Live Lapangan 21.3EQX Lapangan 77.2D+1L+1EQY+0.

1 SNI 03-2847-2002 untuk WG 3.1 A g f’c) [9] 3.6.764 [9] Q = = 0.10.3EQX Lapangan 41.9D+1EQY+0.229.441 KNm Momen tumpuan kiri positif maximum = 18. .311 Tabel 3.441 KNm Dimana : m = = 11.3. Perencanaan Balok Tumpuan Diketahui : bw = 400 mm h = 600 mm d = 600 – 50 = 550 mm (asumsi 1 layer tulangan) f’c = 40 MPa fy = 400 MPa fys = 275.271 KNm Momen tumpuan kanan positif maximum = 40. sebagai berikut: Beban aksial balok sudah pasti sangat kecil (Pu < 0. 2010.071 KNm Sebelum dilakukan penulangan baiknya dilakukan kontrol syarat-syarat komponen beton bertulang yang merupakan bagian SPBL tersebut di pasal 23.15 Resume Momen Desain untuk balok (B298) pada SRPMM Momen tumpuan kiri negatif maximum = -229.393 0.995 Tumpuan Kanan -90.481 KNm Momen tumpuan kanan negatif maximum = -208.7903 MPa A. Tumpuan Kiri -47. Perencanaan Balok Tumpuan Kiri Momen Negatif Diketahui : Mu negatif maximum kiri = .00593 [9] Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).

550 = 1353.5 mm2) Asmin = .48 KNm Dimana : m = 11.795 mm2 Asmin = 869.d = .d [9] = . 550 = 5500 mm2 (pasal 23.400.bw. maka As yang dipakai adalah 869. Maka : Asperlu = b. 400 .626 mm 2 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Perencanaan Balok Tumpuan Kiri Momen Positif Diketahui : Mu negatif max kanan = 18.626 mm2 (4Ø19 = 1134 mm2) Karena Asperlu < Asmin.400 . 550 = 440.59 mm2 (5Ø19 = 1417.550 = 770 mm = 869.7647 Q = = 0.00198 Maka : Asperlu = b.bw.400 . 2010.441 = 76.SNI 03-2847-2002) Asmax > Asperlu > Asmin ……………Oke B.481 KNm atau Mu = ? M negatif max kiri = ? x 229. Mu yang dipakai untuk desain = 76.48 KNm [9] maka.025 .2.d atau Asmin = . . 550 = .025 .d [9] = .1.626 mm2 Asmax = 0. 400.d [9] = 0. bw.3.

7647 Q = = 0.271 = 69.5 mm2) Asmin = 869. Perencanaan Balok Tumpuan Kanan Momen Negatif Diketahui : Mu negatif maximum kanan = -208. Mu yang dipakai untuk desain = 69. 2010.626 mm2 (4Ø19 = 1134 mm2) 3. Jadi luas tulangan (AS) = AS min = 869.424 KNm Nilai Mu yang ada sudah pasti lebih kecil dari M Rminimum.d = . Perencanaan Balok Lapangan Diketahui: Mu lapangan = 96.626 mm2 Asmax = 5500 mm2 Asmax > Asperlu > Asmin ……………Oke D.400 .4. Jadi luas tulangan (AS) = AS min = 869.626 mm2 (4Ø19 = 1134 mm2) Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).6. Perencanaan Balok Tumpuan Kanan Momen Positif Diketahui : Mu negatif max kanan = 40.071 KNm atau Mu = ? M negatif max kiri = ? x 208. 550 = 1223.424 KNm [9] maka. C.63 mm2 (5Ø19 = 1417.271 KNm Dimana : m = 11. .167 KNm Nilai Mu yang ada sudah pasti lebih kecil dari MRminimum.00538 Maka : Asperlu = b.

626 mm2.888 KNm.10. Setelah tulangan pada balok (B298) dihitung. Maka gaya geser maximum ? Vu = 200. 3.10.6. .5.1 Kuat momen positif terpasang dimuka kolom > ? kuat negative. Selanjutnya perlu dikontrol pula pemenuhan ketentuan-ketentuan berikut ini: a) Pasal 23. memberikan kuat momen MRmin = 186. gaya geser rencana V u harus ditentukan dari peninjauan gaya statik pada bagian komponen struktur antara 2 muka tumpuan.441 = 45.3. Ini sudah terpenuhi dengan ASmin = 869.1 Ditiap potongan sepanjang balok tidak boleh ada kuat momen positif ataupun negatife yang kurang dari kuat momen maximum = x 229. Desain Tulangan Geser Balok Sebagaimana diatur oleh pasal 23.10.44 KN Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).4. Momen Mn dengan tanda berlawanan dianggap bekerja pada muka- muka kolom tadi dan komponen tersebut dibebani penuh beban gravitasi terfaktor. Ini sudah dipenuhi pada perhitungan diatas.869 KNm. b) Pasal 23. 2010.4.

f’c 0. = .25 KN Kontrol kuat geser nominal tidak boleh lebih besar dari V Smax (pasal 13. = 267. Sesuai dengan pasal 23.250 mm di tengah bentang.6.10.d.5. 24 db begel = 288 mm .1 .3) .4..21 KN > 267.2) : .5. Diagram interaksi kolom bujur sangkar pada K184 tulangan yang didapat sebesar 8Ø20 (A s = 2512 mm2).10. 8 db tulangan longitudinal = 152 mm .25 mm Jadi dipasang begel 1Ø12 . Dengan ratio tulangan 1%.1 KN > 267..10.25 KN ……….538. 40 = 1000 KN Dengan Pu dan Mu yang sama. .2 harus dipenuhi bila: Kolom sebagai bagian SPBL Menerima beban axial berfaktor lebih besar dari 0. 5002.bw.Oke VS = .1A S.bw.8) VSmax = .4. = 908. 3.538. 300 mm Dipakai s = 120 mm.5. dapat di lihat dari Gambar 3. tidak boleh lebih besar dari (Pasal 23.25 KN ……….2.d. = 454. = 134..6.1 mm2).10.71 mm Smax sepanjang sendi plastis diujung balok 2h = 2 x 600 mm = 1200 mm.6. 2010.3 = 269.400. = ½ x 538.Oke Dengan menggunakan tulangan geser 1Ø12 (Av = 113. Syarat pemasangan begel di luar sendi plastis (pasal 23. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).6 mm . = .400. Penulangan Memanjang Kolom Syarat dimensi kolom menurut pasal 23.2 begel pertama 1Ø12 mm dipasang 50mm dari muka kolom di kedua ujung balok. diperoleh s sebesar: = 67.

5.7.6.952 KN Dengan menggunakan tulangan geser 1 Ø12 (A s = 113. Berikut adalah tabel resume momen desain untuk balok (B298) Beban Lokasi Momen (KNm) Tumpuan Kiri -83.10.7. Struktur Biasa 3. .7 Dead Lapangan 48.4 DL Lapangan 67.78 Tumpuan Kiri -117.616 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Vu = 72. 2010. panjang lo sama dengan SRPMK yaitu 570 mm.15 Tumpuan Kanan -27.952 KN …. Dengan s memenuhi ketentuan berikut: ½ x 500 mm = 250 mm 8 Øtul.1.7. Perencanaan Tulangan Balok Dalam perencanaan tulangan balok struktur biasa hanya dipakai perhitungan akibat beban gravitas.1 mm2) dan s = 150 mm.63 Live Lapangan 21. Penulangan Transversal Memenuhi pasal 23. untuk menentukan kebutuhan tulangan geser kolom menurut pasal 23.longitudinal = 8 x 20 = 160 mm 24 Øtul.transversal = 24 x 12 = 288 mm 300 mm Sehingga s diambil = 150 mm Gaya geser rencana Vu. Oke Jadi dipasang begel 1Ø12 – 150 mm di tengah bentang kolom.181 1.29 Tumpuan Kanan -66.602 Tumpuan Kanan -93. 3.87 Tumpuan Kiri -35.3 harus ditentukan dari kuat momen maximum. 3.10. = 123.84 KN > 79.

0042 .5 .9 = 478.684 Tabel 3. Perencanaan Balok Tumpuan Diketahui : bw = 400 mm h = 600 mm d = 600 – 50 = 550 mm (asumsi 1 layer tulangan) f’c = 40 MPa fy = 400 MPa Mu maksimum = -157.2D + 1.9 mm2) Tulangan Tekan As’ = 0.95 mm2 (2Ø18 = 509 mm2) Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 957. .858 Tumpuan Kanan -124.6266 [9] ? = = 0.b.2.0042 [9] ? min < ? ……. 2010.454 KNm Dimana : m = = 11.16 Resume Momen Desain untuk balok (B298) pada Struktur Biasa 3.5 As [9] = 0. 550 = 924 mm2 (4Ø18 = 957. Oke Maka : Tulangan Tarik As = ?.454 1.d [9] = 0.6L Lapangan 91.7. Tumpuan Kiri -157.764 k = = = 1. 400 .

2010.9 mm2) Tulangan Tekan As’ = 0.d = . 228.4.11 KN FVc = 0.7.b.400.7.541.9 = 478.95 mm2 (2Ø18 = 509 mm2) 3. 957.bw.27 KN ½ FVc = ½ 148.0024 [9] ? min > ? …….0035 Maka : Tulangan Tarik As = ?. Perencanaan Balok Lapangan Diketahui: Mu lapangan = 91. 3. .9489 [9] ? = = 0.3.791 KN L = 6000 mm bw = 400 mm h = 600 mm d = 541 mm Vc = . 550 = 770 mm2 (4Ø18 = 957.d [9] = 0.858 KNm Dimana : k = = = 0. Oke ? yang digunakan adalah ?min = 0.65 .27 = 74.5 As [9] = 0.11 = 148. Perencanaan Tulangan Geser Balok Diketahui : Vu = 135.135 KN ½ FVc Vs Vu < FVc Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).5 .10-3 = 228. 400 .0035 .

5....98 KN Vs max = .5 mm Ambil sengkang 1Ø10 – 250 mm Vs = = = 67.08. ..42 KN Vs < Vs max . memenuhi syarat 0. Dengan kombinasi diagram interaksi kolom bujur sangkar didapat tulangan memanjang kolom 8Ø20 (A s = 2512 mm2). Diagram interaksi kolom bujur sangkar K184 pada Struktur Biasa Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 2010. Maka : Direncanakan tulangan geser balok 1Ø10 (A v = 78.bw. Gambar 3...541 = 912.54 mm2) s = = 235.d = .400.6 untuk struktur biasa hanya digunakan Beban Axial dan Momen akibat beban mati dan gravitasi.62 mm smax = ½ d = 270.01 < ? < 0. Ratio tulangan sebesar 1 %.5.7.. Oke 3. Penulangan Memanjang Kolom Dari hasil Tabel 4.

2010.longitudinal = 16 x 20 = 320 mm 48 Øtul. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).7. Penulangan Transversal Direncanakan untuk sengkang menggunakan tulangan Ø10 mm.transversal = 48 x 10 = 480 mm h = 500 mm Sehingga s diambil = 320 mm Jadi dipasang begel 1Ø10 – 320 mm di sepanjang bentang kolom. . 3.6. Dengan s memenuhi ketentuan: 16 Øtul.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. 4Ø19 (As=1134 mm2) untuk tumpuan tekan dan 4Ø19 (As=1134 mm2) untuk lapangan. yaitu R = 5. semakin besar pula pengaruh beban lateral gempa pada struktur . Pada perhitungan tulangan longitudinal balok 298 didapat hasil yang sama pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) yaitu 5Ø19 (A s=1417.5. Di dalam SNI 1726-2002 diberikan batasan T = ? x n untuk mendapatkan perencanaan yang cukup efisien dan tidak terlalu fleksibel .6%.5 mm2) untuk tumpuan tarik.66 mm2) sepanjang lo dan 4Ø13 – 120 (As=530. Tulangan transversal pada kolom 184 adalah 4Ø13 – 100 (A s=530. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Semakin lunak kondisi tanah.08 mm2) pada jarak 2h dan 2Ø12 – 120 (As=226.5 .66 mm2) di tengah bentang. Pada perhitungan tulangan longitudinal kolom 184 didapat hasil yang sama untuk semua struktur yaitu 8Ø20 (As=2512 mm2). sedangkan untuk SRPMM direncanakan dengan faktor reduksi yang lebih kecil. 2010. yaitu R = 8.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil perencanaan bangunan dengan struktur SRPMK dan SRPMM. Karena struktur bangunan model SRPMK direncanakan dengan faktor reduksi yang lebih besar.08 mm2) diluar jarak 2h. Gaya gempa tidak memberikan tambahan gaya aksial kolom pada struktur model ini. dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Gaya gempa yang bekerja pada struktur bangunan model SRPMK lebih kecil dibandingkan dengan bangunan model SRPMM yaitu sebesar 4. Dari hasil perhitungan Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) didapat: Tulangan transversal pada balok 298 adalah 2Ø12 – 100 (A s=226. .

66 mm2) di sepanjang tengah bentang. Struktur pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus lebih kaku dibandingkan dengan struktur pada Sistem Rangka Pemikul Momen Mengengah dan Struktur non gempa. .9 mm2) untuk lapangan. Tulangan transversal pada kolom 184 adalah 1Ø12 – 150 (A s=530. Tulangan transversal pada balok 298 adalah 1Ø10 – 250 (A s=78.1 mm2) pada jarak 2h dan 1Ø12 – 250 (As=113.54 mm2) pada jarak ¼L dan 1Ø10 – 500 (As=78.54 mm2) pada jarak ½L ditengah bentang.9 mm2) untuk tumpuan tarik.1 mm2) diluar jarak 2h. 2010. Dari hasil perhitungan Struktur biasa didapat: Tulangan longitudinal balok 298 adalah 4Ø18 (A s=957. Tulangan transversal pada kolom 184 adalah 1Ø10 – 320 (A s=78. Dari hasil perhitungan Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) didapat: Tulangan transversal pada balok 298 adalah 1Ø12 – 120 (A s=113.54 mm2) disepanjang bentang. 2Ø18 (As=509 mm2) untuk tumpuan tekan dan 4Ø18 (As=957. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). sehingga dapat diambil suatu hubungan antara pembebanan.2. sehingga model dan mekanisme keruntuhan jika terjadi gempa besar dapat direncanakan. Untuk pengembangan studi lebih lanjut dapat digunakan analisis dinamik non linier untuk struktur bangunan yang lebih tinggi . . 2010. harus dimulai dengan desain SRPMK atau daktilitas penuh. terutama dalam hal tinggi bangunan. 4. Perlu untuk meninjau model struktur yang lain sehingga dapat di analisis beberapa variasi ukuran gedung baik variasi panjang bentang maupun jumlah tingkat. Untuk desain yang ekonomis. Sangat penting untuk memperhitungkan pengaruh gempa pada suatu perencanaan bangunan gedung dan mengaplikasikannya pada daerah yang rawan gempa tersebut. desain gedung bertingkat seperti struktur model ini. Saran Berdasarkan hasil pengerjaan tugas akhir ini. dalam hal mengurangi resiko yang besar. saran-saran yang dapat saya berikan untuk pengembangan lebih lanjut antara lain : Penggunaan analisis beban gempa statik ekivalen memberikan keterbatasan dalam desain model yang di analisis. bentang. dan jumlah tingkat terhadap gaya–gaya rencana dalam kaitannya dengan beban gempa . Namun dalam desain ini perlu untuk menerapkan push over analysis.

Desain Struktur Rangka Beton Bertulang di Daerah Rawan Gempa. Gideon Kusuma dan Takim Andriano. Jakarta. 4. Schodek. Erlangga. Surabaya. DAFTAR PUSTAKA 1. Uniform Building Code 1997 – UBC – Volume 2. Jakarta. 2. Erlangga . 5. 9. Jakarta. Jakarta. Analisis Perancangan Gedung Tahan Gempa. 1993. 1993. Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang.C. Jakarta. Analisis Struktur.53. Jakarta. Jakarta. Jakarta. ITS Press. 13. Istimawan Dipohusodo. SK. 12. 8. Kiyoshi Muto. 2001. 7. Struktur Beton Bertulang (berdasarkan SK-SNI T-15- 1991-03). Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Structural Engineering Design Provisions. 3. Surabaya. Struktur. SKBI 1.Vis dan Gideon Kusuma. 2010. . 1987. W. Benny Kusuma Tavio.2. 10. 1999. 2009.C.SNI 03-2847-2002. Istimawan Dipohusodo. 6. Gramedia Pustaka Utama. Desain Sistem Rangka Pemikul Momen dan Dinding Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa. Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa – Sesuai SNI-1726 dan SNI-2847.SNI 1726-2002. 2006. Daniel L. W.Vis dan Gideon Kusuma. 1999. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Badan Standardisasi Nasional.1987. Perencanaan Pembebanan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. Erlangga. Erlangga. 1993. Badan Standardisasi Nasional. SK. 1993. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung. Jakarta. Erlangga. Grafik dan Tabel (berdasarkan SK-SNI T-15- 1991-03). Rahmat Purwono. ITS Press. Perhitungan 11. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 2010. .

795 0.13E-16 -82.422 -48.235E-16 128.348 2.879 11.939E-17 102.097 -4.915 2.272E-17 7.1 1.060 91.510 -86.6 -4.4D 3 -3.6 -3.4 -1.302 3.9 1.6 2.501E-17 -41.178 1.815E-17 12.519 1.2 -4.6 -2.458 -86.229E-17 51.453 65.825 -16.777E-17 72.1 -8.299 45.909E-18 -20.017E-16 -109.188E-17 33.210 1.4 -8.625 1.742 1.504 27.858 3.957 -11.657 5.4 -9.722 3.591 15.038 4.524E-17 72.877 4.96E-16 -133.791 -157.906 85.939E-17 98.503 2.646 -93.828 63.678 6 -1.222 -41.271 -64.022 0.810 5.201 0.939E-17 100.532 2.875 0.6 1.769 2.13E-16 -84.49E-17 -55.4 -1.815E-17 10.129 43.096 89.691 67.078 67.192E-16 -102.017E-16 -113.790 13.756 -117.339E-16 92.468 4.454 0.885 -117.519 59. 2010.339E-16 95.800 3.861 -46.597E-17 39.505 4.017E-16 -111.6 1.8 -7.8 -8.137 4.235E-16 124.85E-17 -81.3 1.258 -74.925 57.293E-17 -64.96E-16 -135.764 3.3 -2.879 2.811 53.3 -3.4 1.959 2.775 2.1 -9.130 3.8 -9.277 4.5 5.597E-17 43.7 -8.132 5.942 73.192E-16 -100.7 -1.8 5.96E-16 -131.066 85. TABLE: Element Forces .436 62.49E-17 -51.85E-17 -86.896 -36.2D+1.015 -6.597E-17 41.524E-17 74.16E-17 -16.134 3.234 1.272E-17 9.722 14.6 -5.453 5.806 -55.124 1.777E-17 74.2 -7.5 -7.671 0.102 78.842 5.638 1.056 -5.774 45.066 63.8 1.431 -29.229E-17 55.2 1.5 -6.8 1.104 5.062 1.2 -5.501E-17 -39.720 -77.293E-17 -61.799 1.943 44.135 -56.977 60.442 6 -1.4 1.347 32.6 1.7 -1.9 -4.4 -8.616 B298 0 1.181 0.056 3 -1.2 1.909E-18 -22.188E-17 30.815E-17 8.188E-17 28.024 4.501E-17 -36.684 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).366 4.8 4.131 85.293E-17 -59.524E-17 70.998 1.2 -6.186 -8.235E-16 126.85E-17 -83.774 4.13E-16 -80.909E-18 -24.321 1.1 1.9 -5.777E-17 77.16E-17 -18.838 5.185 44.5 4.739 61.332 -34.9 1.Frames (SRPMK) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 2.2 5.49E-17 -53.703 77.582 10.428 3 -8.674 33.030 91.2 4.3 2.272E-17 5.979 19. .555 37.4 -1.441 57.16E-17 -13.192E-16 -98.6L 3 -2.229E-17 53.083 0.493 -124.602 3.339E-16 97.7 -1.999 5.577 4.8 -6.

TABLE: Element Forces - Frames (SRPMK)
Frame Station OutputCase Shear Axial Moment
Text m Text KN KN KN-m
0 4.84E-11 -80.052 -47.034
0.3 4.84E-11 -78.016 -23.324
0.6 4.84E-11 -75.981 -0.224
0.6 1.093E-11 -66.423 1.248
0.9 1.093E-11 -64.388 20.870
1.2 1.093E-11 -62.352 39.881
1.2 1.888E-11 -45.651 40.934
1.5 1.888E-11 -43.615 54.324
1.8 1.888E-11 -41.580 67.103
1.8 5.405E-11 -20.904 67.704
2.1 5.405E-11 -18.868 73.670
2.4 5.405E-11 -16.832 79.025
2.4 4.436E-11 5.768 79.132
2.7 4.436E-11 7.803 77.096
3 4.436E-11 9.839 74.450
1.2D+1L+1EQX+0.3EQY
3 1.699E-11 33.351 74.036
3.3 1.699E-11 35.387 63.725
3.6 1.699E-11 37.422 52.804
3.6 -1.875E-11 61.164 51.859
3.9 -1.875E-11 63.200 33.204
4.2 -1.875E-11 65.236 13.939
4.2 -5.538E-11 88.637 12.463
4.5 -5.538E-11 90.673 -14.433
4.8 -5.538E-11 92.709 -41.940
4.8 -5.521E-11 115.437 -43.934
5.1 -5.521E-11 117.473 -78.871
5.4 -5.521E-11 119.509 -114.418
5.4 -6.427E-11 142.560 -116.868
5.7 -6.427E-11 144.595 -159.942
6 -6.427E-11 146.631 -203.626
B298
0 -4.84E-11 -155.828 -225.114
0.3 -4.84E-11 -153.792 -178.671
0.6 -4.84E-11 -151.756 -132.839
0.6 -1.093E-11 -129.666 -130.153
0.9 -1.093E-11 -127.631 -91.558
1.2 -1.093E-11 -125.595 -53.574
1.2 -1.888E-11 -103.073 -51.379
1.5 -1.888E-11 -101.037 -20.762
1.8 -1.888E-11 -99.001 9.244
1.8 -5.405E-11 -75.605 10.919
2.1 -5.405E-11 -73.569 33.295
2.4 -5.405E-11 -71.533 55.060
2.4 -4.436E-11 -47.750 56.205
2.7 -4.436E-11 -45.714 70.224
3 -4.436E-11 -43.679 83.633
1.2D+1L-1EQX-0.3EQY
3 -1.699E-11 -20.011 84.244
3.3 -1.699E-11 -17.975 89.942
3.6 -1.699E-11 -15.940 95.030
3.6 1.875E-11 6.998 95.116
3.9 1.875E-11 9.034 92.711
4.2 1.875E-11 11.070 89.696
4.2 5.538E-11 32.381 89.278
4.5 5.538E-11 34.416 79.258
4.8 5.538E-11 36.452 68.628
4.8 5.521E-11 54.710 67.745
5.1 5.521E-11 56.745 51.026
5.4 5.521E-11 58.781 33.697
5.4 6.427E-11 72.687 32.422
5.7 6.427E-11 74.723 10.311
6 6.427E-11 76.758 -12.411

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

TABLE: Element Forces - Frames (SRPMK)
Frame Station OutputCase Shear Axial Moment
Text m Text KN KN KN-m
0 -4.84E-11 -104.028 -164.370
0.3 -4.84E-11 -102.501 -133.391
0.6 -4.84E-11 -100.975 -102.870
0.6 -1.093E-11 -86.139 -101.111
0.9 -1.093E-11 -84.613 -75.498
1.2 -1.093E-11 -83.086 -50.343
1.2 -1.888E-11 -69.916 -48.878
1.5 -1.888E-11 -68.389 -28.133
1.8 -1.888E-11 -66.863 -7.845
1.8 -5.405E-11 -54.141 -6.684
2.1 -5.405E-11 -52.614 9.329
2.4 -5.405E-11 -51.088 24.884
2.4 -4.436E-11 -38.614 25.745
2.7 -4.436E-11 -37.087 37.100
3 -4.436E-11 -35.560 47.997
0.9D-1EQX-0.3EQY
3 -1.699E-11 -23.417 48.563
3.3 -1.699E-11 -21.890 55.359
3.6 -1.699E-11 -20.363 61.697
3.6 1.875E-11 -8.803 61.977
3.9 1.875E-11 -7.276 64.388
4.2 1.875E-11 -5.749 66.342
4.2 5.538E-11 4.740 66.351
4.5 5.538E-11 6.267 64.700
4.8 5.538E-11 7.794 62.591
4.8 5.521E-11 16.296 62.353
5.1 5.521E-11 17.823 57.235
5.4 5.521E-11 19.350 51.659
5.4 6.427E-11 24.783 51.211
5.7 6.427E-11 26.309 43.547
6 6.427E-11 27.836 35.425
B298
0 4.84E-11 -28.252 13.710
0.3 4.84E-11 -26.726 21.956
0.6 4.84E-11 -25.199 29.745
0.6 1.093E-11 -22.896 30.290
0.9 1.093E-11 -21.370 36.930
1.2 1.093E-11 -19.843 43.112
1.2 1.888E-11 -12.494 43.434
1.5 1.888E-11 -10.968 46.953
1.8 1.888E-11 -9.441 50.015
1.8 5.405E-11 0.560 50.101
2.1 5.405E-11 2.087 49.704
2.4 5.405E-11 3.613 48.849
2.4 4.436E-11 14.904 48.672
2.7 4.436E-11 16.430 43.972
3 4.436E-11 17.957 38.814
0.9D+1EQX+0.3EQY
3 1.699E-11 29.946 38.354
3.3 1.699E-11 31.472 29.142
3.6 1.699E-11 32.999 19.471
3.6 -1.875E-11 45.363 18.720
3.9 -1.875E-11 46.890 4.882
4.2 -1.875E-11 48.416 -9.414
4.2 -5.538E-11 60.997 -10.463
4.5 -5.538E-11 62.524 -28.991
4.8 -5.538E-11 64.050 -47.977
4.8 -5.521E-11 77.024 -49.326
5.1 -5.521E-11 78.550 -72.662
5.4 -5.521E-11 80.077 -96.456
5.4 -6.427E-11 94.655 -98.080
5.7 -6.427E-11 96.182 -126.705
6 -6.427E-11 97.709 -155.789

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

TABLE: Element Forces - Frames (SRPMK)
Frame Station OutputCase Shear Axial Moment
Text m Text KN KN KN-m
0 2.281E-11 -106.638 -109.431
0.3 2.281E-11 -104.602 -77.745
0.6 2.281E-11 -102.567 -46.670
0.6 8.723E-12 -88.604 -44.772
0.9 8.723E-12 -86.569 -18.496
1.2 8.723E-12 -84.533 7.170
1.2 7.534E-12 -65.779 8.624
1.5 7.534E-12 -63.744 28.052
1.8 7.534E-12 -61.708 46.870
1.8 1.394E-11 -40.067 47.847
2.1 1.394E-11 -38.031 59.562
2.4 1.394E-11 -35.996 70.666
2.4 9.334E-12 -12.969 71.136
2.7 9.334E-12 -10.934 74.722
3 9.334E-12 -8.898 77.696
1.2D+1L+1EQY+0.3EQX
3 1.239E-12 14.680 77.641
3.3 1.239E-12 16.715 72.932
3.6 1.239E-12 18.751 67.612
3.6 -7.094E-12 42.222 67.028
3.9 -7.094E-12 44.258 54.056
4.2 -7.094E-12 46.293 40.473
4.2 -1.837E-11 68.974 39.368
4.5 -1.837E-11 71.009 18.370
4.8 -1.837E-11 73.045 -3.238
4.8 -1.781E-11 94.220 -4.844
5.1 -1.781E-11 96.255 -33.415
5.4 -1.781E-11 98.291 -62.597
5.4 -2.031E-11 118.155 -64.637
5.7 -2.031E-11 120.190 -100.389
6 -2.031E-11 122.226 -136.751
B298
0 -2.28E-11 -129.242 -162.717
0.3 -2.28E-11 -127.206 -124.250
0.6 -2.28E-11 -125.170 -86.393
0.6 -8.723E-12 -107.485 -84.133
0.9 -8.723E-12 -105.450 -52.193
1.2 -8.723E-12 -103.414 -20.863
1.2 -7.534E-12 -82.944 -19.068
1.5 -7.534E-12 -80.908 5.510
1.8 -7.534E-12 -78.873 29.477
1.8 -1.394E-11 -56.441 30.776
2.1 -1.394E-11 -54.406 47.403
2.4 -1.394E-11 -52.370 63.419
2.4 -9.334E-12 -29.013 64.200
2.7 -9.334E-12 -26.977 72.599
3 -9.334E-12 -24.942 80.387
1.2D+1L-1EQY-0.3EQX
3 -1.239E-12 -1.340 80.639
3.3 -1.239E-12 0.696 80.736
3.6 -1.239E-12 2.732 80.221
3.6 7.094E-12 25.941 79.947
3.9 7.094E-12 27.976 71.860
4.2 7.094E-12 30.012 63.161
4.2 1.837E-11 52.044 62.374
4.5 1.837E-11 54.080 46.455
4.8 1.837E-11 56.115 29.926
4.8 1.781E-11 75.928 28.655
5.1 1.781E-11 77.963 5.571
5.4 1.781E-11 79.999 -18.123
5.4 2.031E-11 97.092 -19.809
5.7 2.031E-11 99.128 -49.242
6 2.031E-11 101.163 -79.286

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan
Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM), 2010.

421 33.4 -1.239E-12 14.394E-11 -17.551 -2.060 0.350 39.9D+1EQY+0.218 46.394E-11 -18.7 9.785 -16.837E-11 25.596 2.6 -8.424 0.024 10.603 30.4 -2.389 1.274 41.2 7.432 -36.931 31.031E-11 50.837E-11 42.8 1.676 2.279 3.635 5.2 -7.801 38.692 46.7 2. 2010.263 5.031E-11 73.334E-12 -0.28E-11 -77.973 0.632 1.4 -1.7 -2.714 -16.4 1.6 -2.730 0.5 -1.4 -9.4 1.837E-11 27.275 4.9 -8.781 1.723E-12 -45.2 -8.6 2.723E-12 -42.334E-12 -3.781E-11 57.745 44.806 -10.780 42.568 1.094E-12 26.3 -1.2 -7.465 0.5 1.4 9.8 1.957 3.960 3.474 17.623 11.860 -44.239E-12 -1.243 2.3 2.327 34.733 4.6 1.334E-12 -19.688 0.6 7.924 33.250 -45.031E-11 49.401 1.239E-12 -4.781E-11 58.787 -16.8 -7.550 40.387 -9.2 8.239E-12 12.514 23.848 5.723E-12 -60.8 1.723E-12 -43.666 43.441 4.334E-12 -18.28E-11 -74.031E-11 71.031E-11 70.837E-11 24.449 B298 0 2.877 33.041 11.7 -9.1 -1.236 5.094E-12 27.006 6 2.838 -48.333 -27.889 4.281E-11 -53.404 39. TABLE: Element Forces .312 -32.537 4.490 2.723E-12 -62.860 3.031E-11 52.861 1.812 4.152 3.077 -15.781E-11 55.281E-11 -54.9 -7.750 0.4 2.334E-12 -16.781E-11 37.436 1.779 5.091 0.958 -55.152 6 -2.3EQX 3 1.8 -1.3 1.2 -1.261 -1.808 3.701 0.2 1. .094E-12 11.681 1.139 46.914 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).534E-12 -48.28E-11 -75.193 39.597 3 9.948 25.020 5.888 3.120 4.239E-12 -3.6 8.781E-11 39.889 3.162 5.447 4.781E-11 40.570 29.905 -17.808 4.474 3 -9.244 2.837E-11 44.333 16.394E-11 -15.077 35.723E-12 -63.304 -88.567 -0.777 -67.5 -7.394E-11 -34.094E-12 29.970 0.534E-12 -32.9D-1EQY-0.334E-12 -2.6 -1.1 1.823 44.124 1.8 -1.897 4.6 -7.437 2.451 23.3EQX 3 -1.734 12.394E-11 -33.833 40.457 23.173 2.9 7.096 20.5 7.2 7.534E-12 -31.094E-12 13.8 7.239E-12 11.281E-11 -51.978 13.8 -1.442 -101.1 -1.9 8.837E-11 41.534E-12 -46.206 5.3 -2.534E-12 -29.389 -56.188 -1.Frames (SRPMK) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 -2.394E-11 -31.915 -78.1 1.307 41.534E-12 -49.348 3.133 1.241 -31.740 2.094E-12 10.

325 4 -934.980 2 1.238 K184 0 -1182.2D+1L-1EQY-0.925 172.883 -91.354 0 -956.4D -1552.241 76.3EQX -945.227 -21.2D+1L+1EQX+0.045 2 1.000 0 -1613.839 2 1.75 22.866 29.352 -21.377 76.527 -0.140 4 -1040.365 4 -1161.105 76.621 0 -1061. .127 0 -1718.703 -35.215 -55.358 0 -1859.860 0 -1492.700 4 -1585.264 29.394 23.689 64.9D-1EQX-0.960 2 1.612 11.258 22.3EQY -824.829 -15.924 4 -1463.893 64. TABLE: Element Forces .699 4 -1536.291 64.741 31.679 41.227 -83.3EQY -1826.352 -20.3EQX -1704.187 -23.6L -1844.827 -29.3EQY -1172.2D+1.267 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).9D+1EQX+0.549 4 -813.883 -7.499 -35.704 60. 2010.915 -23.227 40.704 -58.829 -61.495 0 -834.928 0 -1840.925 -134.242 22.2D+1L+1EQY+0.925 -0.337 2 0.815 41.215 -102.34 11.746 -102.530 2 1.951 41.883 76.476 11.129 -0.877 31.101 -35.9D+1EQY+0.925 18.468 29.352 -22.474 4 -1830.3EQX -1050.746 156.013 31.827 -53.990 4 -1812.394 -47.2D+1L-1EQX-0.028 2 0.051 -23.215 -9.746 27.548 2 0.704 1.3EQX -1599.Frames (SRPMK) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 -1569.9D-1EQY-0.3EQY -1478.354 2 1.856 2 0.827 -6.829 29.235 4 -1690.394 -118.

.Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 2010.

815E-17 12.3015 3.272E-17 9.8794 2.293E-17 -59.1 -8.977 60.7 -8.8378 5.5 -7.646 -93.5319 2.Frames (SRPMM) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 2.8097 5.7 -1.422 -48.3 2.79 13.2 -5.51 -86.939E-17 102.131 85.815E-17 10.501E-17 -39.188E-17 30.7224 3.4 1.6842 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).597E-17 41.0622 1.2096 1.739 61.2D+1.7999 3.6L 3 -2.339E-16 97.097 -4.774 45.258 -74.017E-16 -109.6714 0.519 59.9 -5.8 4.16E-17 -16.942 73.909E-18 -22.815E-17 8.339E-16 95.9 1.775 2.5025 2.6247 1.134 3.777E-17 74.272E-17 7.8747 0.2 4.4 1.1044 5.7685 2.2 -7.0831 0.1806 0.501E-17 -41.1321 5.7735 4.4276 3 -8.811 53.6 -5.957 -11.1 1.2 1.4684 4.828 63.2 1.192E-16 -100.436 62.03 91.16E-17 -18.703 77.2 -4.2 -6.192E-16 -98.4 -9.96E-16 -133.9588 2.5 4.691 67. 2010.0221 0.597E-17 43.4 -1.7 -1.5 5.49E-17 -55.056 -5.8 -7.6 2.96E-16 -131.299 45.791 -157.453 65.3481 2.5 -6.332 -34.909E-18 -24.13E-16 -80.186 -8.2344 1.135 -56.49E-17 -53.8768 4.493 -124.674 33.096 89.229E-17 53.616 B298 0 1.722 14.8 1.4 -8.885 -117.582 10.896 -36.1778 1.939E-17 98.879 11.6384 1.85E-17 -86.2774 4.293E-17 -61.3 -2.16E-17 -13.3661 4.066 63.8 5.235E-16 128.235E-16 124.7637 3.1302 3.4D 3 -3.8421 5.0243 4.9988 5.13E-16 -82.555 37.5765 4.909E-18 -20.222 -41.347 32.6784 6 -1.861 -46.943 44.8 -8.9 -4.825 -16.9145 2.8575 3.229E-17 51.4416 6 -1.229E-17 55.102 78.6 1.4 -1.906 85.06 91.49E-17 -51.524E-17 74.8 1.272E-17 5.1365 4.501E-17 -36.7 -1.2007 0.806 -55.777E-17 72.524E-17 70.1 1.458 -86.9976 1.6 -3.591 15.8 -9.017E-16 -111.4533 5.7421 1.9 1.293E-17 -64.72 -77.3 1.066 85.13E-16 -84.6 1.4 -8.0555 3 -1.441 57.188E-17 28.4 -1.6 -2.4542 0.1235 1.7954 0. TABLE: Element Forces .7988 1.3 -3.6 -4.0376 4.078 67.96E-16 -135.2 5.271 -64.5046 4.6574 5.1 -9.6021 3.979 19.5191 1.235E-16 126.6 1.339E-16 92.925 57.504 27.431 -29.192E-16 -102. .756 -117.8 -6.188E-17 33.185 44.597E-17 39.015 -6.129 43.524E-17 72.3213 1.85E-17 -83.85E-17 -81.017E-16 -113.939E-17 100.777E-17 77.

4 -7.2 -2.5971 4.334E-11 75.4 2.5 3.4 5.4404 0.296 5.6 2.27 54.518E-11 120.263 3 2.5 -6.851 23.1 5. .539 74.314 2.0883 3.937E-11 -62.9977 0.0493 5.1439 4.049 81.2 -2.713E-11 -104.3 -5.014 91.3 -2. TABLE: Element Forces .597 -136.306 37.5345 4.6074 2.257 -120.648 73.1824 5.449E-11 92.5793 3.979 83.713E-11 -40.4581 5.8 -6.6 -2.633 -182.8448 1.802E-11 66.898 32.014 70.599E-11 7.3 5.948 -82.802E-11 5.7586 4.4956 5.4 -2.211 -42.6 2.518E-11 53.167 -94.2 2.778 3.6475 2.599E-11 -49.984 -118.2 2.937E-11 -127.838 1.8 3.48 50.085 71.2 6.682 96.05 55.449E-11 90.1568 4.6 -2.236 96.713E-11 -42.0781 6 -7.4 -5.599E-11 -47.1483 1.7657 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).518E-11 118.6 2.334E-11 73.575 69.772E-11 -153.4 5.334E-11 144.0572 3 -2.7 -7.0264 5.449E-11 94.6213 1.6472 5.599E-11 11.599E-11 -17.772E-11 -78.4 -5.139 74.1669 3.4471 6 7.6 -5.772E-11 -155.9 2.22 56.5392 2.3 2.468 -53.2D+1L+1EQX+0.061 -7.004 10.308 84.7 2.2 -3.599E-11 36.599E-11 -44.669 -229.432 -22.0609 0.397E-11 -19.518E-11 57.334E-11 146.068 79.6268 4.5361 4.8 -3.4924 3.104 77.5 -3.4 7.334E-11 70.8 6.754 91.4455 0.1 -5.1511 1.185 68.713E-11 -102.552 12.802E-11 7.6887 2.2 -6.7095 4.937E-11 -129.599E-11 34.3EQY 3 -2.2 3.397 7.2713 B298 0 -5.449E-11 31.599E-11 9.651 2.7074 0.3452 0.2266 1.934 9.2897 1. 2010.9 -2.683 63.256 43.7879 3.802E-11 64.862 54.075 -44.293 -164.1 5.14 2.272 90.9 2.913 -46.503 79.937E-11 -64.6 -2.8561 1.718 94.1769 1.397E-11 -72.397E-11 -15.2D+1L-1EQX-0.599E-11 38.8 -5.8081 3.509 1.5863 1.937E-11 -60.0839 2.599E-11 -21.4407 0.478 2.5495 0.713E-11 -44.0985 4.518E-11 116.7 -2.397E-11 -17.328 -208.6011 1.7 7.772E-11 -157.937E-11 -131.802E-11 9.772E-11 -76.04 -16.334E-11 148.3EQY 3 2.518E-11 55.816 42.713E-11 -100.772E-11 -74.9 -2.0556 3.8 -5.599E-11 -19.3143 4.8 5.8 5.234 70.449E-11 33.449E-11 35.1 -5.6 5.516 31.175 -19.887 4.397E-11 -74.025 14.397E-11 -76.203 -133.989 36.Frames (SRPMM) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 5.802E-11 62.719 51.132 -55.0163 5.5 6.

772E-11 -24.3EQY 3 -2.802E-11 -10.7306 0.623 -52.713E-11 -8.2288 2.204 49.769 28.676 -104.518E-11 16.3 -2.449E-11 65.884 25.677 1.9 2.242 38.295 18.5046 3.772E-11 -102.0711 B298 0 5.4449 3.5 6.802E-11 49.4313 2.2 3.8382 5.257 38.937E-11 -19.411 18.0547 5.3EQY 3 2.518E-11 14.4807 2.306 45.436 4.942 49.397E-11 1.599E-11 -38.6687 3.5903 0.8342 4.612 47.599E-11 32.4 -2.342 -137.6 2.334E-11 96.449E-11 4.1828 4.36 33.8 -3.5 -3.802E-11 -7.599E-11 34.387 36.2548 4.88 -130.2 -3.8107 3.2 2.311 -51.4 7.7 -7.0363 0.1062 3.2199 0.599E-11 -36.6 -5.679 17.553 -100.258 -9.1 5.417 -50.364 -12.1653 0.449E-11 3.599E-11 16.599E-11 -21.47 -8.7 7.3294 4.518E-11 80.713E-11 -11.3821 1.8 -5.4 -7.816 -106.937E-11 -87.599E-11 19.348 60.8 5.449E-11 63.2773 4.2 6.4205 1.8 -6.2296 1.0391 5.685 2.1386 3 2.6612 1.397E-11 -53.874 55.943 8.9669 0.518E-11 17.4 -5.8179 5.599E-11 31.1 -5.2676 4.6 -2.397E-11 -55.334E-11 24.449E-11 62.119 63.7777 1.6 2.9 2.914 25.9763 4.4 5.713E-11 -69.518E-11 78.1875 2.2174 4.861 48.406 -160.4345 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).599E-11 -23.518E-11 81.449E-11 6.937E-11 -84.869 -168.697 0.2506 1.334E-11 23.7067 5.937E-11 -18.3 -5.7 -2.2 -6.6638 4.Frames (SRPMM) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 -5.358 32.334E-11 97.802E-11 48.099 45.206 3.772E-11 -104.2 2.8 5.7 2.334E-11 26.772E-11 -105.0275 3.397E-11 4.9 -2.66 62.599E-11 17.713E-11 -71.573 48.8 6.732 -11.3 5.937E-11 -86.4 -5.592 65.8 3.802E-11 -8.6138 1.937E-11 -21.1212 1. TABLE: Element Forces .6837 6 7.026 -75.302 2.9D+1EQX+0.416 50.3479 2.9569 1. .373 68.6 5.2576 5.397E-11 3.821 65.6 2.713E-11 -68.1 -5.9 -2.6 -2.3909 5.0916 0.802E-11 46.085 54.3034 0.7225 3.4823 0.397E-11 -52.4 2.499 -52.8416 6 -7.149 -78.599E-11 -24.9D-1EQX-0.5 3.731 44.417 24.833 39.9327 3 -2.9 66.334E-11 99.713 48.891 -31.1 5.0662 5.599E-11 -39.065 68. 2010.889 51.9956 3.6 -2.8 -5.784 -29.186 55.4 5.353 -101.772E-11 -23.2 -2.5 -6.713E-11 -9.427 65.138 40.046 51.3 2.0641 2.2 -2.772E-11 -26.

791 -164.618E-11 -127.2963 1.7 -3.4 1.8896 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 2010.6 -2.3 3.523E-12 -10.0894 0.729 80.9 1.8085 4.297E-11 -63.6 2.2 1.028E-11 27.9252 3.074 7.735 -63.511E-12 15.2D+1L+1EQY+0.6309 1.7 3.633 62.4 1.284E-11 120.105E-11 51.581 72.669 48. TABLE: Element Forces .2924 1.771E-11 77.483 29.3 -3.666 -65.5 -2.3621 5.8 -1.2 -1.292 4.9 1.9 -1.3 2.7 -2.5 1.702 -101.Frames (SRPMM) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 2.944 -85.3058 3.104 72.0115 0.5181 5.8 -1.4519 1.284E-11 96.105E-11 53.771E-11 75.7425 3.618E-11 -129.284E-11 122.325 4.421 17.5442 1.6575 5.3585 0.3611 2.8 1.478E-11 -103.0546 1.5 2.511E-12 17.633 59.366E-11 -56.544 74.7262 5.297E-11 -61.8 -2.8574 2.9623 1.668 47.2 -1.618E-11 -102.478E-11 -88.367 72.9995 6 2.554 -17.58 -18.8 1.2609 3.616 63.5684 3.651 -77.284E-11 118.618E-11 -125.069 77.8 -1.4 2.1474 B298 0 -2.362 9.053 -76.523E-12 -8.755 -125.028E-11 44.511E-12 19.4 -1.284E-11 100.0115 1.6 -1.361 -19.307 80.704 30.2 1.478E-11 -105.519 6.7407 1.11 -17.342 80.6 -1.105E-11 55.4683 5.6 3.8154 0.3EQX 3 -3.1 1.028E-11 46.297E-11 -83.7125 4.4 -1.6314 6 -2.5 -1.9 -1.6 1.9221 4.366E-11 -52.771E-11 98.2 -1.8421 2.0317 2.523E-12 -25.0429 5.297E-11 -65.291 47.738 -138.366E-11 -39.028E-11 42.6 1.1076 2.017 -45.511E-12 2.7201 5.618E-11 -104.618 66.689 39.385 38.29 29.7047 0.4 -3.5471 3 -3.511E-12 -1.145 -43.773 3 3.8506 1.3045 2.028E-11 25.653 53.284E-11 98.618E-11 -106.2D+1L-1EQY-0.8 2.839 30.456 -4.511E-12 0.3797 0.1 1.105E-11 69.72 -87.028E-11 29.2 1.331 80.327 28.1373 4.105E-11 73.2 2.478E-11 -84.771E-11 96.1 -1.598 70.5997 1.0439 4.523E-12 -12.1 -1.6774 5.366E-11 -37.2 -2.4 3.6877 4.8 1.579 71.3EQX 3 3.664 -5.366E-11 -54.6771 1.297E-11 -79.7314 4.9325 4.089 -108.508 77.768 63.6153 0.478E-11 -107.14 67.873 -21.7 -34.523E-12 -27.297E-11 -81.7 2.6234 4.909 -53.402 64.6 -3.7141 3.771E-11 94. .3 -2.262 2.478E-11 -86.545 80.616 -47.366E-11 -35.105E-11 71.7119 3.523E-12 -29.2433 2.1366 0.4 -2.5278 3.771E-11 79.804 47.

777 -28.105E-11 43. 2010.284E-11 73.74 39.3415 3.3892 0.745 15.798 -10.9514 1.1587 3.4 1.9 -1.417 -56.9D-1EQY-0.2039 1.565 11.679 35.511E-12 14.152 30.617 1.6486 3 3.771E-11 56.1 -1.7 2.618E-11 -74.511E-12 -3.4 -1.618E-11 -77.8 -1.8 -2.203 -14.938 -57.1215 3.763 6 2.663 41.3592 4.4 -2.618E-11 -52.204 -17.891 -36.134 45.9946 0.3949 6 -2.523E-12 -1.3008 4.771E-11 59.882 4.7355 0.028E-11 11.8 2.6 1.4 3.5718 2.9 1.3 2.771E-11 38.8914 2.266 33.8 1.0672 2.797 40.849 23.105E-11 27.2 1.1 1.284E-11 70.5792 4.1 -1.105E-11 41.7 -2.028E-11 9.762 -46.0302 3.511E-12 -2.9187 5.3105 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).376 12.0688 5.7266 5.271 3.297E-11 -50.5 2.478E-11 -61.271 43.8867 3.762 -31.364 -18.297E-11 -48.478E-11 -43.2 1.478E-11 -62.3 -2.19 38.917 41.0494 5.4 2.105E-11 44.618E-11 -76.151 11.9693 4.678 -2.816 33.7964 1.618E-11 -54.6 2.0476 0.618 -14.478E-11 -41.8156 0.Frames (SRPMM) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 -2.4 -1.289 -68.618E-11 -51.3132 1.2291 1.6 -1.9 -1.297E-11 -29.366E-11 -33.297E-11 -30.366E-11 -32.993 40.123 0.666 2.1536 5.0528 B298 0 2.5 1.1 1.966 1.6 3.4083 1.8 1.6 -1.105E-11 23.4 1.213 44.284E-11 51.523E-12 -3.9D+1EQY+0.87 16.0815 1.771E-11 40.2679 0.7 3.2 -2.2 -1.679 21.6588 2.9 1.366E-11 -35.4 -3.6 -2.205 30.081 47.2 1.0765 5.284E-11 72.511E-12 11.366E-11 -16.092 -1.028E-11 12.523E-12 -20.3352 0.284E-11 48.046 24.676 0.596 12.7735 0.2 2.478E-11 -64.3 -3.9727 3.284E-11 50.028E-11 29.443 40.1947 3.366E-11 -15.3929 0.9373 5.478E-11 -44.511E-12 13.322 33.6944 4.8 1.991 -103.7158 5.5 -1.771E-11 57.006 4.7 -3.028E-11 26.523E-12 -17.464 -80.0809 4. .289 -47.2 -1.343 25.6 1.0995 0.206 11.304 -45.39 41.8446 2.2406 1.511E-12 -5.028E-11 28.297E-11 -47.523E-12 -0.1415 2.717 33.5747 3.1295 4.236 -15.5688 4.3 3.608 46.523E-12 -18.6 -3.069 24.7578 2.729 -30.815 -90.297E-11 -32.744 47.366E-11 -18.251 -11.4227 3 -3. TABLE: Element Forces .5 -2.8 -1.771E-11 37.3EQX 3 -3.105E-11 25.152 40.3EQX 3 3.8 -1.2 -1.519 32.

8704 4 -932.159 67.356 -137.9D+1EQY+0.826 30.612 78.356 20.829 -61.2D+1L+1EQX+0.5381 2 0.646 -57.3EQY -815.6L -1844.521 2 1.242 42.71 79.2D+1L-1EQX-0.699 4 -1536.0502 2 1.9804 2 1.446 -25.0357 2 1.098 -8.4D -1552.846 79.3EQY -1180.3EQY -1469.778 11.177 -105.877 31.761 67.428 30.227 -21.3EQX -1053.3576 0 -1859.033 2 0.829 -15.825 -125.2D+1L+1EQY+0.9014 0 -1483.3EQX -1596.2D+1L-1EQY-0.356 179. TABLE: Element Forces .098 -30.234 -37.378 42.9135 0 -1611.825 26.363 -1.28 K184 0 -1191.612 -6.013 31.9D+1EQX+0.03 -37.965 -1.2455 4 -1582.741 31.433 62.7078 0 -1064.242 22.227 40.0185 2 0.258 22.646 -6.081 -21.177 163.Frames (SRPMM) Frame Station OutputCase Shear Axial Moment Text m Text KN KN KN-m 0 -1569.433 -59.3693 4 -805.612 -91.4408 0 -953.914 11.081 -24.8098 4 -1820.567 -1.514 42. .3EQY -1834.582 -25.686 4 -1042.718 -25.9D-1EQY-0. 2010.632 -37.3EQX -1707.646 -109.689 4 -1693.5526 2 0.4529 0 -826.7443 4 -1455.1805 Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).825 -49.2D+1.574 79.363 67.227 -83.081 -19.4738 4 -1830.03 30.05 11.177 29.3EQX -942.433 1.829 29.1684 0 -1721.098 -52.5355 2 1.1849 4 -1170.9281 0 -1848.75 22.9597 2 1.9D-1EQX-0.

Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). . 2010.

2010.Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). .

.Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). 2010.

. 2010.Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).

.com. 2010. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.This document was created with Win2PDF available at http://www. Soffi Dian Fauziah Rambe : Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM).daneprairie.