You are on page 1of 7

II.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Morfologi dan Klasifikasi Jagung Manis

Secara morfologi tanaman jagung manis merupakan tanaman berumah satu

(monoecious) dengan letak bunga jantan terpisah dari bunga betina pada satu

tanaman. Bunga jantan terdiri dari beberapa malai dan setiap malai memiliki

spikelet-spikelet yang akan membuka saat bunga telah masak (Hallauer, 1986

dalam Fehr, 1987). Tanaman jagung manis juga dibedakan atas dua bagian yaitu

bagian vegetatif dan bagian generatif. Bagian vegetatif tanaman jagung manis

meliputi akar, batang, dan daun. Sedangkan bagian generatifnya meliputi bunga

dan buah. (wikipedia.org/wiki/Jagung).

Klasifikasi ilmiah

Regnum : Plantae

Divisio : Angiospermae

Kelas : Monocotyledon

Ordo : Poales

Familia : Poaceae/Gramineae

Genus : Zea

Spesies : Zea mays saccharata [Sturt.] Bailey

Pada dasarnya varietas jagung digolongkan ke dalam dua golongan varietas.2 Syarat Tumbuh Tanaman Jagung Manis Jagung manis di Indonesia umumnya ditanam di dataran rendah baik di tegalan. karena tanaman jagung memerlukan aerasi dan drainase yang baik. yaitu varietas bersari bebas. Sebagian terdapat juga didaerah pegunungan pada ketinggian 1. Tanah yang dikehendaki adalah tanah gembur dan subur. Yang dimaksud dengan varietas bersari bebas adalah varietas yang benihnya dapat dipakai terus-menerus dari setiap pertanaman.org/wiki/Jagung). sawah tadah hujan maupun sawah irigasi.800 m di atas permukaan laut. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.000—1. Jagung manis dapat tumbuh baik di dataran rendah baik sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. 1977).Jagung manis (Zea mays saccharata [Sturt. (wikipedia. 2. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya.000—1. Jagung manis dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah.] Bailey) termasuk dalam kelas Monocotyledone famili graminae. Hal .800 m di atas permukaan laut. Sebagian terdapat didaerah pegunungan pada ketinggian 1. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap kemiringan tanah. Benih yang digunakan tentunya berasal dari tanaman atau tongkol yang mempunyai ciri-ciri dari varietas tersebut (Sparague. Jagung manis merupakan tanaman semusim (annual) satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80—100 hari.

Tanaman jagung manis tergolong pendek. Suhu sekitar 25 ºC akan mengakibatkan perkecambahan biji jagung lebih cepat dan suhu tinggi lebih dari 40 ºC akan mengakibatkan kerusakan embrio sehingga tanaman tidak berkecambah. Umur tanaman lebih genjah. 1988). daya gabung merupakan konsep umum untuk mengklasifikasikan inbred secara relatif menurut penampilan hibridanya (Hallauer dan Miranda. Daya gabung umum relatif lebih penting dari daya gabung khusus untuk galur-galur murni yang belum diseleksi. Keasaman tanah (pH) yang terbaik untuk jagung manis adalah sekitar 5. Faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian sinar matahari.ini dilakukan untuk mencegah erosi yang terjadi pada waktu turun hujan deras (Gunawan. temperatur. 2002). pangkal batang jagung manis juga mengekspresikan warna hijau. Jagung manis dapat dipanen pada 60—75 hari setelah tanam (hst). Selain malai dan rambut. Warna hijau tersebut dapat dilihat 5 hari setelah tanam (hst) (Hikam. Pada awalnya.0. Jagung manis memiliki malai dan rambut berwarna putih. Keadaan suhu yang dikehendaki tanaman jagung adalah suhu yang optimal antara 23 ºC – 27 ºC.3 Daya Gabung Umum dan Daya Gabung Khusus Pada Jagung Manis Faktor utama yang menentukan keunggulan hibrida adalah daya gabung inbred. Jagung manis dapat tumbuh pada semua jenis tanah. asalkan drainase baik dan persedian pupuk yang cukup (Iskandar. tongkol jagung manis lebih kecil. kelembaban dan angin. 2. 2003). 2009). Sebaliknya. daya gabung khusus lebih . curah hujan.5 –7.

ataupun three.. Di dalam Briggs.penting dari daya gabung umum untuk galur-galur murni yang telah diseleksi sebelumnya terhadap peningkatan hasil (Sprague dan Tatum. yakni evaluasi terhadap seluruh kombinasi hibrida silang tunggal dari sejumlah galur murni (Stoskopf dkk. double cross. Dengan demikian pengembangan kearah hibrida lebih ditekankan pada daya gabung khusus tetuanya. 1993). 1942). 2. 1967). yaitu fenotipe merupakan ekspresi langsung genotipe dengan mengabaikan pengaruh lingkungan (Fehr. Daya gabung umum relatif lebih penting daripada daya gabung khusus untuk menduga kemampuan inbred yang belum diseleksi. Daya Gabung Umum mengukur penampilan zuriat hibrida hasil persilangan dua inbred dibandingkan dengan rerata sampel acak atau seluruh zuriat hibrida yang dihasilkan. sedangkan untuk pengembangan kearah varietas sintetik lebih ditekankan pada daya gabung umumnya. 1987). Daya gabung umum adalah kemampuan suatu tetua untuk bergabung dengan fasilitas lain membentuk suatu kombinasi persilangan (Chaudhary.way cross (Sprague and Tatum. Konsentarsi sukrosa pada jagung manis mencapai puncaknya pada . 1982). Dengan demikian rasa manis merupakan sifat kualitatif. Daya gabung khusus adalah kemampuan suatu inbred untuk bergabung dalam suatu persilangan khusus misalnya single cross. Pengujian daya gabung dapat dilakukan dengan metode diallele cross.4 Genetika Tanaman Jagung Manis Rasa manis pada endosperma jagung dikendalikan secara monoalelik homozigot resesif.

tongkol yang lebih panjang. pati adalah polimer sukrosa yang mempunyai bobot molekul yang tinggi. manis maupun nirmanis. 1968). dan epistasis (σ2I).5 Ragam genetik (σ2g) dan Heritabilitas Broad-Sense (h2BS) Ragam genetik suatu sifat dipengaruhi oleh tiga komponen. dominan (σ2D). 1988). Tujuan lain meliputi perbaikan sifat tanaman dan tongkol. biji manis yang kaya akan hidrofolik sukrosa akan menguapkan airnya sehingga endosperm mengisut. serta kelobot yang menutupi penuh hingga ujung tongkol untuk mengurangi masuknya hama (Rubatzky dan Yamaguchi. Segregasi bentuk biji pada saat tersebut belum tampak. Pada prakteknya. yaitu aditif (σ2A). Pada jagung manis seleksi kemanisan endosperm dilakukan pada tongkol muda (umur 20 hst) melalui pengukuran kadar sukrosa pada cairan biji muda maupun secara uji organoleptik. Ragam fenotipe suatu sifat kuantitatif (σ2F) . tampak bulat penuh. misalnya batang yang lebih kuat. kekisutan biji matang merupakan marka genetik jagung manis. 2. Kebanyakan pati berbentuk dari campuran dua jenis polimer amilose dan amilopektin dengan nisbah 3 : 1. misalnya perkecambahan dan pertumbuhan yang jelek. tunas liar yang lebih sedikit. Tujuan penting dalam pemuliaan jagung manis adalah memanfatkan gen mutan tanpa disertai sifat yang tidak diinginkan. Menurut Smith (1984). Setelah melampaui usia matang fisiologis (87 hst).16 hari setelah polinasi (hsp) sedangkan kandungan pati meningkat setelah 20 hsp kemudian konstan (Creech. seluruh biji.

silang dalam (inbreding). Heritabilitas (h2BS) merupakan proporsi ragam genetik terhadap fenotipe total h2BS (Chaudhary. Sedangkan heritabilitas yang kecil menunjukkan besarnya pengaruh lingkungan terhadap fenotipe. Heritabilitas merupakan penduga kemampuan tetua mewariskan sifat yang diinginkan kepada zuriatnya (Fehr. 1987). 1991). Secara definisi heritabilitas berarti nisbah keragaman genotipe ( σ2g) terhadap keragaman fenotipe (σ2f). Bila populasi tanaman atau individu tanaman di dalam populasi yang sama dapat dibedakan.h2 = σ2g/σ2f (Welsh. 1982). Besarnya heritabilitas suatu sifat mengindikasikan bahwa seleksi terhadap sifat yang bersangkutan dapat dimulai pada generasi awal. dan aspek seleksi lain. Untuk penduga heritabilitas tak bias diperlukan sehingga sifat dari tetua ke zuriat akan stabil pada . sehingga seleksi lebih efektif apabila dilakukan pada generasi berikutnya. Hubungan ini dapat dirumuskan sebagai : σ2f = σ2g + σ2i untuk σ2i = σ2g l.dibagi ke komponen genetik (σ2g) dan lingkungan (σ2e). Heritabilitas suatu fenotipe mempunyai pengaruh besar terhadap teknik yang digunakan untuk perbaikan populasi. Penggunaan heritabilitas bertujuan agar komponen keragaman didalam suatu fenotipe terpisah sehingga perbedaan kinerja genetik dapat diduga (unbiased estinate). Ragam genetik merupakan bagian dari ragam fenotipe yang dianggap sebagai perbedaan dari lingkungan yang berbeda. seleksi menjadi efektif. Keefektifan seleksi untuk suatu sifat terletak pada faktor genetik dan lingkungan dalam perbedaan fenotipe diantara genotipe dalam populasi.

Hal tersebut dapat mengurangi kendala melakukan budidaya jagung manis. . Adanya keragaman genetik memungkinkan dilakukan seleksi pada pool gen tersebut. 2010).kisaran lingkungan yang besar. karena hibrid yang dihasilkan memiliki bentuk biji bulat dengan daya kecambah tinggi. alel dominan akan terekspresikan. 2) Setiap individu membawa sepasang gen. 2. Ini adalah konsep mengenai alel. Secara garis besar. hukum ini mencakup tiga pokok: 1) Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter. 3) Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda. Hukum pertama Mendel yang dikenal dengan hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet. Alel resesif yang tidak terekspresikan.6 Segregasi Jagung Manis dalam Bentuk Biji Segregasi genetik merupakan pemisahan alel pada fenotipe suatu sifat yang terdapat pada hibrid akibat adanya persilangan. tetapi dengan rasa manis seperti jagung manis. satu dari tetua jantan dan satu dari tetua betina. tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk (Hikam. kedua gen yang merupakan pasangan alel itu akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari alelnya. Persilangan antara jagung nirmanis dengan jagung manis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan jagung dengan tampilan seperti jagung nirmanis.