You are on page 1of 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam pelaksanaannya Pembangunan Nasional sangat dipengaruhi oleh mutu

sumber daya manusia. Maka, perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas manusia dan

masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan

nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan da teknologi, serta

memperhatikan tantangan global. Hal ini menunjukan bahwa, pendidikan mempunyai

peranan dan kedudukan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup

suatu bangsa yang akan datang dengan wujud kehidupan bangsa yang berdaulat,

mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, kukuh kekuatan moral etikanya.
Pendidikan merupakan faktor utama yang mempunyai peranann penting.

Dengan pendidikan, manusia Indonesia bisa mendapatkan kecerdasan, kemampuan,

keterampilan sehingga bertanggung jawab dalam melaksanakan pembangunan. Dalam

Undang- undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab I

Pasal I ayat I dinyatakan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar

dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi

dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,

bangsa dan negara.

Pendidikan dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu pendidikan formal,

pendidikan nonformal dan pendidikan informal. Maka, sehubungan dengan hal ini

Coombs (1973) membedakan pengertian ketiga jenis pendidikan itu sebagai berikut:

Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis dan berstruktur, bertingkat,
berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan setaraf

dengannya. Perdidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia
sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan dan pengetahuan yang
bersumber dari pengalaman hidup sehari- hari, pengaruh lingkungan termasuk
didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan tetangga,
lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar perpustakaan dan media masa.
Pendidikan nonformal yaitu setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis diluar sistem
persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan kegiatan penting
dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik
tertentu di dalam mencapai tujuan belajarnya.

Perbedaan antara pendidikan nonformal dan informal dapat dikemukakan

sebagai berikut, yaitu pertama pendidikan non formal memiliki tujuan dan

kegiatanyang terorganisasi, diselenggarakan dilingkungan masyarakat, dan lembaga-

lembaga, untuk melayani kebutuhan belajar khusus para peserta didik. Sedangkan

yang disebut pendidikan informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar

yang diorganisasi. Kegiatan pendidikan yang kedua ini lebih umum, berjalan dengan

sendirinya, berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga, serta melalui media

masa,tempat bermaindan lain- lain.
Sehubungan dengan ini Tri-pusat pendidikan mengisyaratkan bahwa, program

pendidikan formal berpusat pada lingkungan sekolah,dengan satuan taman kanak-

kanak sampai Perguruan Tinggi, program pendidikan nonformal berpusat pada

lingkungan masyarakat dan lembaga, dengan berbagai jenis pendidikan, kemudian

program pendidikan informal berpusat pada keluarga dan lingkungan kegiatan belajar

secara mandiri.
Penelitian ini lebih sfesifik membahas tentang pendidikan informal yaitu

pendidikan anak dalam keluarga. Hal tersebut sesuai dengan apa yang dikemukakan

Muriel Brown, dalam Handbook of adult Education (1948) mengemukakan bahwa:

Pendidikan untuk kehiidupan keluarga merupakan cabang dari pendidikan orang
dewasa. Kegiatan berkaitan secara khusu dengan nilai- nilai, prinsip-priinsip, dan
kegiatan kehidupan keluarga. tujuannya yaitu, memperluas dan memperkaya
pengalaman anggota- anggota keluarga untuk berpatisipasi dengan terampil dalam
kehidupan keluarga sebagai suatu kesatuan kelompok.

Antara pendidikan dengan keluarga adalah dua istilah yang tidak bisa

dipisahkan. Sebab, dimana ada keluarga disitu ada pendidikan. Dimana ada orang tua

disitu ada anak, merupakan suatu kemestian dalam keluarga. Ketika ada orang tua

yang ingin mendidik anaknya, maka pada waktu yang sama ada anak yang

menghajatkan pendidikan dari orang tua. Dari sini munculah istilah “pendidikan

keluarga” Artinya, pendidikan yang berlangsung dalam keluarga yang dilaksanakan

oleh orang tua sebagai tugas dan tanggung jawabanya dalam mendidik anak dalam

keluarga.
Supaya pendidikan dalam keluarga ini tercapai, diharapkan adanya kesadaran

setiap masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dalam keluarga serta

kesadaran orang tua, bahwa mereka mempunyai peranan penting dalam mendidik

anak. Karena pendidikan yang utama dan pertama ada dalam keluarga. Keluarga

merupakan tempat individu dilahirkan, merupakan institusi sosial yang bersifat

universal dan fungsional. Oleh karena itu, keluarga memiliki tugas dan tanggung

jawab yang besar dalam menyelenggarakan pendidikan guna mendorong

pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Keluarga merupakan suatu kesatuan dari orang- orang yang berinteraksi dan

berkomunikasi, yang menciptakan peranan- peranan sosial bagi suami dan istri, ayah

dan ibu, putra dan putri, saudara laki- lakidan saudara perempuan. Peran- peran

tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing- masing keluarga diperkuat oleh

kekuatan melalui sentimen- sentimen yang sebagian merupakan tradisi dan sebagian

lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.
Oleh karena itu, kehidupan keluarga yang harmonis perlu dibangun atas dasar

sistem interaksi yang kondusif, sehingga pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

Keluarga merupakan, suatu institusiyang terbentuk oleh ikatan perkawinan antara

sepasang suami istri untuk hidup bersama, seia sekata, seiring, dan setujuan, dalam

membina mahligai rumah tangga untuk mencapai keluarga sakinnahdalam lingkungan

anaknya.macam. dididik dan berkembang. dan penuh tanggung jawab. memberikan rangsangan dan pendidikan. Ayah membebankan tugas pada setiap anggota keluarga. Melalui otoritas dan disiplin. Di dalamnya selain ada ayah dan ibu. sehingga pola asuh orang tua terhadap anaknya juga . Mulai dari dalam keluarga dan lingkunganlah anak mulai belajar. untuk dijadikan pola dan pedoman tata kelakuan bagi anak. karena konsep diri anak akan dipengaruhi oleh model orang tuanya. Maka. Kemudian Orang tua tetap bertanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang baik bagi anak. akan selalu melakukan segala yang dapat membutuhkan kemampuan anak untuk bertata kelakuan yang baik dan sesuai dengan etika keluarganya.anak. ayah merangsang orientasi realita anak. Orang tua yang baik. melindungi keluarga (protecsion) dan mencari nafkah (breadwinning) namun kemudian diperluas dalam hal. Kini semakin disadari. Ayah dan ibu seharusnya bahu.dan ridha Allah SWT. ia mendidik anak untuk melihat hidup secara realistis. Peran ibu meliputi hal. juga ada anak yang menjadi tanggung jawab orang tua. kemajuan sebuah keluarga turut ditentukan oleh peran orang tua yang harus berdiri pada posisi terbaik. Tugas seorang ayah secara tradisional yaitu.anaknya. memberikan afeksi dan perlindungan. merupakan pendorong bagi anak. karena pola asuh orang tua bersentuhan langsung dengan masalah tipe kepemimpinan orang tua dalam keluarga itu bermacam. Faktor yang tidak kecil pengaruhnya bagi perkembangan seorang anak yaitu lingkungan keluarga.hal yang menyangkut child management dan pendidikan. Orang tua memiliki misi yang sangat luhur. bahwa tingkah laku anak bisa sangat dipengaruhi oleh keluarga dan tempat anak tumbuh.hal seperti mengasuh dan menjaga anak. yang merupakan penunjang pencapaian kemajuan dalam suatu lingkungan keluarga.anaknya. Sedangkan ibu dengan kecederungannya untuk memberi kesenangan pada keinginan anak. Ayah biasanya menegakan disiplin bagi anak.membahu dalam mengasuh anak.

sehingga ia pun mengerti kapan saat yang tepat untuk melaksanakan peraturan dan kapan pula harus mengesampingkan. penulis merasa tertarik untuk meneliti secara ilmiahh tentang penerapan kedisiplinan pada anak usia dini di lingkungan keluarga. Pada sisi lain. akan selalu melakukan segala yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk bertata kelakuan yang baik dan sesuai etika keluarganya. supaya anak merasa tentram bila hidup teratur. yang hasilnya akan bisa membekasdan meningkat terus sampai anak mencapai kedewasaan. dalam imam Imam Ahmad Ibnu Nizar (2009:22) berpendapat bahwa ”Disiplin akan membantu anak itu untuk membanguin kontrol dirinya. Peraturan itu sendiri ada dalam keseharian hidupn anak. Kedisiplinan sangatlah penting.batasannya atau memaksakan suatu kehendakorang tua. bersifat laissez faire atau bertipe campuran antara demokratis dan otoriter. Dari mulai latihanj dan pembelajaran itu. Kondisi kejiwaannya memang masih butuh untuk diatur. Orang tua juga harus dapat membentukndan menerapkan atau meningkatan kedisiplinana anak dengan cara melatihnya. Amerika. kita harapkan sang anak bisa melaksakan kedisiplinan secara intens. D.berlainan. Menurut Marilyn E. Ed. seorang ahli pendidikan dari Univertsity of Georgia di Athens. dan membantu anak mengenali perilaku yang salah lalu mengoreksinya”. pola asuh orang tua itu bersifat demokratis atau otoriter.Gootman. Pemahaman ini menuntut orang tua untuk mengerti apa yang diharapakan oleh anak.. yaitu memberikan kebebasan namun ada batasan. dilihat dari pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat . guna membuntuk keljiwaan anak untuk memahami peraturan. Berdasarkan kenyataan dan permasalahan di atas.anaknya. Disatu sisi. Orang tua yang baik.

dan kasih sayang orang tua dalam mendidik anak. namun mengingat kurangnya kesabaran. memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan contoh.nilai yang dikembangkan oleh keluarga itu sendiri. maka akan membuyarkan penerapan disiplin pada anak. Melatih dan mendidik anak dalam keteraturan hidup kesehariannya akan memunculkan watak disiplin. permasalahan mendasar terutama di daerah perkotaan. sekitar dalam penelitian dengan judul “ Peranan orang tua dalam menanamkan kedisiplinan anak usia dini pada lingkungan keluarga (Studi kasus pada tiga keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga). 2. Pengaruh luar tersebut mendominasi nilai. C. orang tua sering tidak berfungsi memberikan contoh sebagaimana mestinya. Rumusan dan Pembatasan masalah Berdasarkan latar belakang masalah dalam identifikasi masalah maka.nilai positif. rumusan dan pembatasan masalah dalam penelitian ini dibuat ke dalam berupa pertanyaan sebagai berikut: 1. Sehingga. Identifikasi Masalah Sebagaimana telah diungkapkan diatas maka. Keluarga sebagai salah satu lembaga sosial. Namun mengingat berbagai keterbasanya. 3. penulis mengidentifikasi bahwa masalahnya sebagai berikut: 1. baik sikap maupun perilaku yang harus menceritakan akhlak yang mulia. konsentrasi. sering keluarga tidak bisa berperan dengan baik sebagai lembaga yang mewariskan nilai. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. senantiasa berinteraksi dengan pola budaya yang berkembang dilingkungannya. Bagaimana peranan orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga? . B.

2. Sebagai pertimbangan bagi orang tua dalam menerapkan disiplin yang tepat. Bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Kabupaten Purbalingga? 3. maka dalam penelitian ini terdapat beberapa tujuan penelitian yaitu: 1. Secara Praktis 1. Diharapkan memberikan masukan bagi pihak. 3. E. Untuk mengungkap data mengenai peranan orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. diharapkan dapat memperluas dan memperkaya wawasan. Kegunaan Penelitian 1. dan kapan pula untuk mengesampingkan serta membantu anak . Faktor apa yang menghambat penanaman disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga? D.pihak terkait yang akan meneliti fokus kajian yang sama. 2. Secara Konseptual Teoritis Secara konseptual teoritis kegunaan dari penelitian ini. menanamkan disiplin pada anak usia dini. Untuk mengungkap data mengenai upaya orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 RW 03 Desa majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. sehingga anakpun mengerti kapan saat yang tepat untuk melaksanakan peraturan. Tujuan penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Untuk mengungkap data mengenai faktor yang menghambat penanaman disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 RW 03 Desa majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. guna membentuk kejiwaaan pada diri anak untuk memahami peraturan. 2. konsep dan teori pendidikan Keluarga terutama dalam mengasuh. 2. serta mendidik dan membesarkan anak.

Anggapan Dasar Sebagai landasan pemikiran dalam penganalisaan ini maka terdapat suati anggapan dasar yaitu : 1. (Syaiful Bahri Djamarah. (Khairuddin. 2004 : 27) . 2008 : 48) 3. penguasaan teknis mendidik anak. memiliki kepercayaan diri. dan perbuatan jelek bagi anak.fungsi itu dalam kehidupan keluarga. Setiap pendidik hendaknya melakukan perbaikan dirinya terlebih dahulu. sikap baik guru dan orang tua di depan anak. serta fungsi sosialisasi yang berfungsi menunjuk pernanan keluarga dalam membentuk kepribadian anak.anak dalah yang ditinggalkan oleh pendidik.sifat seorang pemimpin dalam keluarga akan banyak menentukan berhasil tidaknya dalam memimpin sebuah keluarga itu sendiri. Fungsi pokok keluarga terdiri dari 3 yaitu. fungsi afeksi yang tumbuh sebagai akibat hubungan cinta kasih yang menjadi dasar perkawinan. Karena.anak adalah yang dikerjakan oleh pendidik. fungsi biologik yang merupakan dasar kelangsungan hidup masyarakat yaitu sebagai oang tua berfungsi melahirkan anak. Sifat. 3. karena perbuatan bagi anak. Diakui bahwa sifat. ketegasan dalam mengambil keputusan. kesadaran akan tujuan dan arah pendidikan anak.anak merupakan pendidikan yangpaling utama. antusiasme. dan dorongan pribadi. objektif. orang tua harus mampu melaksanakan dan memerapkan fungsi. ( Imam Ahmad Ibnu Nizar. 2009 : 177) 2. Hasil penelitia ini diharapkan dapat menambah wawasan pada peneliti dalam melakukan pengkajian lebih lanjut. melalui kegiatan penelitian dalam menanamkan disiplin anak sejak dini pada lingkungan keluarga. Maka. F. energi jasmani dan mental. keramahan dan kecintaan. cerdas. untuk mengembangkan kontrol dirinya. integritas kepribadian. stabilitas emosi.sifat yang harus dimiliki orang tua diantaranya yaitu. kemampuan mengenal karakteristik anak. dan membantu anak mengenali perilaku yang salah lalu mengoreksinya.

(Saeful Zaman.com/artikel/) G. 2. perkembangan intelektual otak mencapai 50% kemudian pada usia4. baik untuk menggapai kebahagiaan di dunia maupun di akherat. (http://priyonoph.4 tahun. Melatih dan medidik anak dalam keteraturan hidup kesehariannya akan memunculkan watah disiplin. Blom. 2008: 7) 5. tidak ada lagi waktu yang terbuang yang tanpa manfaat. sebagai orang tua haruslah memahami betul tugas. Orang tua yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu. Anak mempunyai potensi yagn sangat pesat. 2009 : 22) 6. Usia dini merupakan masa usia emas pertumbuhan dan perkembangan anak di masa awal yang akan menentukan masa depannya. 2008 : 9). Usia 0. terutama teladan yang diberikan oleh orang dewasa yang ada disekitarnya. 2008 : 9). membimbing dan memfasilitasi agar potensi. Penjelasan Istilah 1. 4. sebab keluarga sebagai tempat pertama kali anak belajar tentang segala aspek kehidupan. Disiplin merupakan sikap moral yang ada pada seseorang dan dapat diebntuk melalui proses pembelajaran.tugas yang harus dilaksanakan selaku orang tua yang ideal. baik dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup anak. Seperti maltih anak untuk menaati peraturan akan sama halnya dengan melatih meraka untuk bersikap disiplin. (Saeful Zaman. Yang maksud anak dalam penelititan ini yaitu. Keluarga dangat tepat sebagai tempat penanaman disiplin sejak awal. Sehingga.wordpress.18 tahun semakin menurun menjadi 20%.8 tahun menurun menjadi 30% dan usia 8. seorang manusia yang masih tumbuh dan . ( Keith Obson dan Benyamin S. Anak adalah manusia baru yang akan menjadi seseorang yang tepat sesuai dengan kapasitas kemampuan yang dimilikinya. Penanaman disiplin sangat tergantung pada lingkungan. ( Imam Ahamd Ibnu Nizar.potensi yang dimilikinya berkembang optimal dan berdaya guna bagi kehidupannya. Orang tua yaitu pendidik pertama dan utama didalam keluarga yang mempunyai tugas merangsang berbagai kemampuan anak.

2007 : 12). Keluarga yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu kesadaran untuk hidup bersama dalam satu atap sebagai suami istri dan saling interaksi dan berpotensi mempunyai anak dan akhirnya membentuk komunitas baru yang disebut keluarga. 2009 :22). dalam menunjang usaha pencapaian tujuan yang ditetapkan atau ukuran mengenai hubungan. hobby dan cita. ed. Ahli lain menjelaskan bahwa peranan adalah kedudukan seorang dalam sebuah sistem sosial sesuai fungsinya (Momon Abdurrahman. (Komarudin. (Imam Ahmad Ibnu Nizar. 7. berkembang sesuai keinginan. 4.hubungan dua variabel yang mempunyai hubungan sebab akibat. .anaknya. (Saeful Bahri Djamarah. 2004 : 16). 6.anak untuk mengembangkan komtrol dirinya. Peran adalah penilaian sejauh mana fungsi seseorang atau bagian. Keluarga adalah sebuah komunitas dalam satu atap. Disiplin adalah suatu upaya melatih.citanya yang menentukan kehidupan dimasa yang akan datang. 2. Anak Usia Dini adalah anak usia 0-6 tahun yang merupaka masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan selanjutnya. Cet. Yang dimaksud anak usia dini dalam penelitian ini yaitu seorang manusia yang berada dalam masa perkembangan dan pertumbuhan. 3. 2002 : 854). Fungsi orang tua disini adalah sebagai pendidik yang utama dan pertama terhadap anak. Peranan adalah tindakan yang dilakukan seorang dalam suatu peristiwa (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 3. serta akan membantu anak mengenali perilakuyang salah kemudian mengoreksinya. (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. 2002 : 8). mendidik serta mengontrol diri sang anak dalam keteraturan hidup kesehariannya sesuai aturan yang berlaku. 1994 :768) 5. Disiplin yang dimaksud dalam penelitianini yaitu disiplin akan mampu membantu anak.

Dalam penelitian ini subjek penelitian diambil sebanyak 3 keluarga utuh yagn teridiri dari ayah. strategi atau cara supaya anak memiliki kedisiplinan yang maksimal dalam kehidupan sehari. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah metode deskriptif tepatnya brupa studi kasus. dan keluarga yang ayah dan ibu tidak bekerja. atua usaha dalam memecahkan suatu masalah. Dalam penelitian deskkriptif. ed. 2. Penggunaan metode tersebut disesuaikan dengan permasalahan yagn penulis teliti yaitu tentang “peranan orang tua dalam menanamkan kedisiplinan anak usia dini pada lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga” dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Cet.hari. atau variabel berjalan sebagagai mana adanya. peneliti tidak melakaukan manipulasi atau memberikan perlakuan. keluarga yang ayah bekerja ibu tidak. Obervasi . Adapun pelaksanaan pengumpulan data menggunakan teknik 1. kejadian. aspek. 3. Subjek Penelitian Subjek penelitian yaitu sumber atau tempat memperoleh keterangan atau data penelitian. atua setrategi untuk mencari jalan keluar dari suatu permasalahanyang dihadapi (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 8. H. Maka. keadaan. ibu dan anak. Tetapi yagn menjadi subjek penelitian pada penelitian ini hanya tertuju pada ayah dan ibu saja. I. Dimana subjek penelitian dalam penelitian ini ditentukan secara purposive atau selektif. Tiga keluarga ini yaitu terdiri dari keluarga yang kedua orang tuanya bekerja . Upaya adalah usaha atau strategi yang dilakukan seorang untuk mencapai suatu maksud.langkah.perlakuan tertentu terhadap variabel atau merancang sesuatu yang diharapkan yang diharapkan terjadi pada variabel. diperlukan adanya langkah. 2002 : 1250). komponen. tetapi semua kegiatan. Karena orang tua berperan sebagai pendidik yang utama dan pertama dalam keluarga terhadap anak- anaknya.

. Dalam penelitian ini. bahwa saya sedang melakukan penelitian pada ketiga keluarga tersebut. Dalam observasi terus terang atau tersamar ini. Jadi. gambar. Observasi ialah suatu pengamatan yang sering dilakukan oleh seorang peneliti untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia atau keadaan. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku. buku materi. dan terjun langsung kelapangan pada 3 keluarga. untuk melihat dan mengamati keadaan objek penelitian yaitu keadaan lingkungan keluarga. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi ini bisa berbentuk tulisan. peneliti melakukan pengamatan langsung. 3.anak meraka yang masih berusia dini.keluarga dalam hal menanamkan disiplin anak yang ada di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. kondisi.buku materi tentang peranan orang tua dalam keluarga dalam hal menanamkan disiplin anak. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. mereka yang diteliti mgeteahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Dalam penelitian ini. atau karya- karya monumental dari sesorang. peneliti melakukan wawancara secara mendalam kepada kedua orang tua yang berada pada 3 lingkungan keluarga dengan tujuan untuk mengumpulkan data tentang “ Peranan orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga (Studi kasus pada tiga keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga)”. peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data. sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu. dari situasi lainnya. Wawancara Menurut Esterberg (2002) dalam Sugiyono (2008: 317) mendefinisikan wawancara yaitu merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasin dan ide melalui tanya jawab. 2. Observasi yang peneliti lakukan dalam penelitian ini yaitu observasi terus terang atau tersamar.

sumber yang akurat dari buku yang berada di perpustakaan yang membahas tentang bagaimana peranan orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Rt 01 Rw 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. selalu rukun dan damai dengan suatu tekad dan cita. yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data berbagai sumber data. Keluarga sebagai Institusi Keluarga merupakan sebuah institusi yang terbentuk karena ikatan perkawinan. Pengertian keluarga dapat ditinjau dari dimensi hubungan darah dan sosial. triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data yang telah ada. Triangulasi Dalam teknik pengumpulan data.cita untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera lahir batin. berat sama dipikul. Kelaurga dalam dimensi hubungan darah. Dalam penelitian ini. ringan sama dijinjing. sebenarnya peneliti mengumpalkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data. 4. peneliti melakukan peneltian dengan cara mencari data. Konsep Keluarga 1. Mereka hidup bersama sehidup semati. merupakan suatu kestuanyang diikat oleh . Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi maka. dan sumber. BAB II KAJIAN TEORITIS A. Didalamnya hidup bersama pasangan suami istri secara sah karena pernikahan.

. Keluarga adalah kelompk primer yang paling penting dalam masyarakat.hubungan darah antara satu dengan yang lainnya. Keluarga juga dapat diberi batasan sebagain sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki.sifat tertentu yang sama. Sedangkan dalam pengertian pendagogis . Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan sutau kesatuan sosial yang terdiri dari suami. menurut Soelaeman (2004 : 16) secara psikologis dan pendagogis yaitu: Kelaurga adalakh sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tingggal bersama dan masing. komunitas baru karena hubungan darah pun terbentuk pula. Berdasarkan dimensi hubungan darah ini. Pada dasarnya keluarga itu adalah sebuah komunitas dalam “satu atap”. bentuk perkawinan. keluarga adalah satu pesekutuan hidup yang dijalani oleh kasih sayang antara pasangan dua jenis manusia uang dikukuhkan dengan pernikahan. Di dalamnya ada suami. akhirnya membentuk komunitas baru yang disebut keluarga. Satuan ini mempunyai sifat. dimana saja dalam satuan masyarakat manusia. dimana suami istri diadakan dan dipeihara. yang dimaksud untuk saling menyempurnakan diri. Sifat keluarga yang terpenting adalah hubungan suami istri. Kesadaran dalam hidup bersama dalam satu atap sebagai suami istri dan saling interaksi dan berpotensi punya anak.saling memperhatikan dan saling menyerahkan diri. Sedangkan dalam dimensi hubungan sosial. saling berinteraksi diantara meraka melahirkan dinamika kelompok. Tetapi dalam konteks keluarga inti. milik atau harta benda keluarga. walaupun diantara mereka tidak terdapat hubungan darah. keluarga merupakan suatu kesatuan yang diikat oleh adanya saling berhubungan atau interaksi dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. susunan nama. istri dan anak- anak yang belum dewasa. Ketika sebuah keluarga terbentuk.masing anggota merasakan adanya pertauatan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi.nama dan istilah termasuk cara menghitung keturuna. dan pada umumnya keluarga itu mempunyai tempat tinggal bersama (rumah bersama).laki dan perempuan. Saling berhubungan. istri dan anak sebagai penghuninya. keluarga dapat dibedakan menjadi keluarga besar dan keluarga inti.

keluarga bahagia dan sejahtera sebagai suatu cita. paling tidak kita dapatkan menentukan ciri.persamaan dan ciripada semua keluarga. karena maslah ekomoni. Walaupun sulit menentukan atau mencari persamaan. serta antara ibu dan anak. konflik antara suami istri. Misalnya.hal yang berkenan dengan keorang tuaan dan pemeliharaan anak”. Ciri.cita bagi pasangan suami istri sukar diwujudkan. dan sebagainya.ciri Umum . pada umumnya konflik ringan dalam keluarga selalu saja ada dan hal itu sukar untuk dihindari. Tetapi. suatu keluarga tidak ingin ada konflik dalam keluarga mereka. bisa karena perbedaan pandangan. Siapapun orangnya dan bagaimana pun situasi dan keadaanya. Ciri. karena perbedaan latar belakang kehidupan. untuk menyelenggarakan hal. karena hal itu disadari atau tidak dapat mengancam keutuhan keluarga. konflik dalam keluarga harus diminimalkan untuk mewujudkan keluarga seimbang. yang akan terdapat pada keluarga dalam bentuk dan tipe apapun. harga diri. konflik antara ibu dan anak. “ keluarga pada dasarnya merupakan suatu kelompok yang terbentuk dari suatu hubungan seks yang tetap. bahkan konflik antara ayah ibu dan anak.ciri keluarga Menurut khairuddin (2008 : 5). Penyebabnya.intervansi orang ketiga dalam masalah keluarga.masingdan dapat dipercaya 2. Oleh sebab itu. yang penting agar konflk itu tidak sampai memicu kehancurankeutuhan keluarga. karena berbagai kepentingan yagn terkadang bisa memicu konflik dalam keluarga. Setiap anggota keluarga harus mengetahui tugas dan tanggung jawabmasing. antara ayah dan anak. dan konflik antara anak dan anak. Keluarga seimbang adalah keluarga yang ditandai oleh keharmonisan hubungan (relasi) antara ayah dan ibu. konflik ayah dan anak. Ciri.ciri kelurga secara umum dan khusus.ciri keluarga diantaranya : a). Ketika konflik lahir maka.

bentuk organisasi lainnya. Keluarga merupakan bentuk yang paling hampir universal diatara bentuk.ketentuan ekonomi yang dibentuk oleh angota. Merupakan tempat tinggal bersama. Hal ini merupakan kemampuan variasiyang tidak habis. kecil maupun besar yang terdapat didalam masyarakat. Ketentuan. Berbentuk perkawinan atau susunan kelembagaan yang berkenaan dengan hubungan perkawinan yang sengaja dibentuk dan dipelihara. rumah atau rumah tangga yang walau bagamaina pun tidak mungkin menjadi terpisah terhadap kelompok keluarga. tidak ada yang lebih penting dari keluarga dalam intesitas pengertian sosiologisnya.ciri khusus sebagai berikiut: 1).Ciri. b).ciri umum keluarga antara lain seperti yang dikemukakan oleh Mac Iver and Page dalam Khairudin (2008 : 6) yaitu: 1). dan perubahan.perubahan. . 5). pada semua tingkat perkembangan sosial.ciri khusus Dari seluruh organisasi. keluarga juga memiliki ciri. dan terdapat pada tingakatan manusia yang paling rendah sekalipun.anggota kelompok yang mempunyai ketentuan khusus terhadap kebutuhab.hal yang tak terhingga jumlahnya. Hal ini berpengaruh terhadap keseluruhan kehidupan masyarakat dalam hal. 3). Di dapat ditemui dalam semua masyarakat. Organisasi keluarga ini dalam beberapa hal tidaklah sama dengan asosiasi lainnya. Hampir setiap keadaan masusia mempunyai keanggotaan dari beberapa keluarga. juga seperti yang nyata kita lihat terdapat diseluruh struktur sosial.ribu species makhluk manusia. Kebersamaan. 4). Suatu sisten tata nama. Keluarga terbentuk oleh hubungan perkawinan 2). disamping memiliki ciri- ciri umum sebagai suatu organisasi lazimnya. Ciri.perubahannya.habisnya dan juga memperlihatkan kesinambungan yang luar biasa dan keuletannya dalam melalui perubahan. termasuk bentuk perhitungan garis keturunan.kebutuhan ekomoni yang berkaitan dengan kemampuan unuk mempunyai keturunan dan memberasarkan anak. diantara beribu.

dari cinta romantik sampai pada kebanggan akan ras.kondisi biologis yang tak dapat lebih tanpa kehilangan identitasnya. Ini bentengi oleh pria dengan arti yang mendalam dalam ikatan kelompok yang erat tentang emosi. dari kecemburuan yang dimiliki oleh individu sampai kepada hasrat untuk hidup abadi yang sangat menyusahkan. kesetian akan material dan perhatian orang tua. seperti perkawinan. khususnya terhadap semua struktur kepribadia individu. kerap di dalam masyarakat yang masih sederhana. maupun dalam masyarakat yang lebih maju. yang mempunyai tipe masyarakat patriakal. 3).kebiasaan organis maupun mental. Posisi Inti dalam Struktur Sosial.2). Hal ini merupakan lignkungan kemasyarakatan yang paling awal dari semua bentuk kehidupan yang lebiih tinggi. menjadi ayah. Keluarga merupakan kelompok yang terbatas ukurannya. 4). dimana keluarga secara utuh terpisah dari kelompok kekerabatan. termasuk manusia. dan pengaruh perkembangan yang paling besar dalam kesadaran hidup yang mana merupakan sumbernya. dan kasih sayang perkawinan sampai pada keinginan untuk menjaga perekonomian rumah tangga. struktur sosial .dasar Emosional. Dasar. dan khususnya dalam masyarakat yang sudah beradab. 5). Keluarga merupakan inti dari organisasi sosial lainnya. Ukuran yang terbatas.emosi sekunder. Pada khususnya hal ini membentuk akraker individu lewat pengaruh kebiasaan. Pengaruh perkembangan. Oleh sebab itu keluarga merupakan skala yang paling kecil dari semua organisai formal yang merupakan struktur sosial. Hal ini didasarkan pada suatu kompleks dorongan- dorongan yang sangat mendalam dari sifat organis kota. yang dibatasi oleh kondisi. Untuk mengenal pengaruh kekekalannya kita tidak perlu menganut pandangan bahwa pengaruh keluarga pasa masa pertumbuhan menentukan sekali.

fungsi ini.fungsi sosial. Keluarga berhenti untuk memenuhi fungsi. 3. Dari hubungan cinta kasih ini lahirlah hubungan persaudaraan.fungsi pokok yakni yang sulit dirubah dan digantikan oleh orang lain. Perubahan tempat tinggal keluarga dari desa ke kota b. Fungsi Biologik Keluarga merupakan tempat lahirnya anak.satuan keluarga.anak. Sulitnya fasilitas perumahan c. Banyaknya anak dipandang sebagai hambatan untuk mencapai sukses material keluarga d. Sedangkan fungsi.ibu yang bekerja diluar rumah h. seperti halnya pembagian kelas. Fungsi Afeksi Dalam keluarga terjadi hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi. Namun fungsi ini juga mengalami perubahan. demikian juga pada masyarakat lokal. Hanya dalam masyarakat yang kompleks dengan peradaban yang lebih tinggi. Makin banyaknya ibu. cenderung untuk pertahanankesatuan. Meningkatnya taraf pendidikan wanita mempunyain akibat berkurangnya fertilitannya f. persahabatan. keseluruhan dibentuk dari satuan. Makin meluasnya pengetahuan dan penggunaan alat kontrasepsi 2. 1. Hubungan afeksi ini tumbuh sebagai akibat hubungan cinta kasih yang menjadi dasar perkawinan. kebiasaan.kelas sosialnya.kestauan keluarga. fungsi biologik orang tua adalah melahirkan anak. Fungsi ini merupakan dasar kelangsungan hidup masyarakat. Dasar cinta kasih dan hubungan afeksi ini merupakan faktor penting bagi perkembangan pribadi anak. dan . persamaan pandangan mengenai nilai.nilai. Berubahnya dorongan dari agama agar keluarga mempunyai banyak anak g. sekuler.faktor : a. Dalam masyarakat yang makin impersonal. relatif lebih mudah berubah atau mengalami perubahan.fungsi lain atau fungsi.karena keluarga sekarang cenderung kepada jumlah anak yang sedikit. Kecenderungan kepada jumlah anak yang lebih sedikit ini dipengaruhi oleh faktor. Banyaknya anak dipandang sebagai hambatan untuk tercapainya kemesraan keluarga e. Fungsi Keluarga Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi. identifikasi.

Peranan Ayah Sebagai seorang ayah sudah pasti memegang perananyang sangat penting untuk kelangsungan kehidupan keluarganya.pola tingkah laku. Sedangkan Mac Iver and Page mengatakan ”The Primary Fuctions” dari keluarga modern adalah sebagai berikut: (a) Prokreasi dan memperhatikan serta membesarkan anak. 4. sikap. Peran Orang Tua Setiap anggota terdiri dari beberapa anggota keluarga. Maka. asing. (b) Kepuasan yang lebih stabil dari kebutuhan seks masing. suasana afeksi itu tidak terdapat dalam intitusi sosial yang lain. dan nilai. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan peranan anggota. maupun tujuan masyarakat pada umumnya. anggota keluarga memiliki peranan yang berbeda dengan yang lainnya sesuai dengan yang lainnya sesuai dengan kedudukan yang bersangkutan. lebih. Pelaksanaan peran mereka dalam hubungannya dalam keluarga jika diabaikan atau kekurangan dalam memainkan perannya anggota keluarga dapat mengabaikan keutuhan keluarga.masing pasangan.cita. pribadi sangat membutuhkan hubungan afeksi yagn terdapat dalam keluarga. kebudayaan dan kasih sayang.anggota keluarga sebagai berikut : a. Anak memandang anaknya orang yang tertinggi gengsinya atau prestisennya. dengan gabungan materialnya. Melalui interaksi sosial dalam keluarga itu akan mempelajari pola. Kegiatan seorang ayah dalam pekerjaannya sehari. keyakinan. dan senantiasa yang dihayati oleh setiap anggota keluarga yang bersangkutan.hari sungguh besar pegnaruhnya kepada anak.lebih kepada .akibat yang jauh. Pelaksanaannya ditujukan kepada pencapaian tujuan kehidupan keluarga dan kehidupan keluarga. dalam pelaksaannya akan mempunyai akibat. (c) Bagian dari rumah tangga. 3. sejahtera. yaitu kelaurga yang utuh.anaknya.nilai dalam masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadiannya. cita. Fungsi sosialisasi Fungsi sosialisasi ini menunjukn peranan keluarga dalam membentuk kepribadian anak.

serta dengan masyarakatnya. Ibu bersama ayah berperan sebagai semacam jembatan yang menghubungkan dunia anak dengan dunia lain. Ayah sebagai keluargapada umumnya bertanggung jawab terhadap keseluruhan keluarga itu.segi emosional. ibu yang selalu ada disamping kita sejak kita dilahirkan ke dunia ini. b. (f) Pembimbing hubungan pribadi”. serta tahapan perkembangan masing. c. b) sumber kekuasaan dalam rumah tangga. (e) Pendidik dalam segi. Menurut Ngalim Purwanto (1995: 83) bahwa: Peranan ayah dalam pendidikan anak.anaknya adalah sebagai. Peranan Anak Anak merupakan tokoh yang penting dalam kehidupan keluarga oleh karena itu.peranan tersebut terdapat pernanan lainyang begitu penting yaitu sebagai pengamat perkembangan anak. anak yang paling besar. melainkan dengan memperhatikan sifat dan pembawaan. ibu lah yang telah mengurus kita sejak kecil. ada seorang ibu yang amat sangat memegang peranan penting terhadap pendidikan anaknya. a) penghubung intern keluarga dengan masyarakat atau dunia luar. e) pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga. Pendidikan seorang ibu kepada anaknya merupakan pendidikan dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali.perananini tidak berlangusng dengan pola yang menetap. Maka.anaknya adalah sebagai: (a) Pengasuh dan pemelihara. Itulah sebabnya kebanyakan anak. Ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan. (b) Sumber dan pemberi kasih sayang.anak lebih dekat dengan ibunya dari pada kepada anggota keluarga lainnya. Karena. d) hakim atauyang mengadili jika ada perselisihan. kehidupan anak memang berbeda dengan kehidupan orang dewasa. f) pendidik dalam segi. Menurut Ngalim Purwanto (1995 : 82) sesuai dengan fungsinya serta tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga dapat disimpulkan bahwa: “Peranan ibu dalam pendidikan anak. perbedaan anak memang beda dengan .segi rasional. Peran Ibu Disamping ayah. c) pelindung terhadap ancaman dari luar. (c) Pengatur kehidupan dalam rumah tangga.masing anak. dalam pelaksanaan peranan. memberi kita makan dan minum. Pada pelaksanaanya peranan. dalam keluarga anak memainkan peranan penting. (d) Tempat mencurahkan isi hati.

perbedaan tersebut tidak sekedar perbedaan fisik dan usia. Keteladanan dan kebiasaan yang orang tua tampilkan dalam bersikap dan berperilaku tidak terlepas dari perhatian dan pengamatan anak. jadi perannya memerlukan bantuan orang lain. anak selalu ingin menuruti apa. ia belajar rendah diri. dan memaknai lingkungan. Anak merupakan seorang yang dijadikan anak didik. Sejak kecil. karena dia lah yang dapat mengubah dan menata situasi dan iklim pergaulan yang biasa dengan anaknya itu menjadi situasi pendidikan. Ia belum mampu menangkap dunia sesungguhnya. ia belajar berkelahi. akan mempengaruhi dalam perkembangan jiwa anak. Meniru kebiasaan hidup orang tua adalah suatu hal yang sering anak lakukan.hari dalam keluarga. maka ia belajar memaki. mempersepsikan. Ia belum mampu pula menghadapi dan megatasi persoalan hidupnya dan karena itu ia banyak perlu bantuan dan bergantung pada orang tuanya. jika anak dibesarkan dengan permusuhan maka. antar realita dan fantasi. anak sudah mendapatkan pendidikan dari kedua orang tuannya melalui keteladanan dan kebiasaan hidup sehari. Melainkan juga perbedaan cara mengungkap. Baik tidaknya keteladanan yang diberikan dan bagaimana kebiasaan hidup orang tua sehari- hari dalam keluarganya. Menurut Dorothy Law Nolte dalam Syaiful Bahri Djamarah (2004: 25) melalui sajaknya yang berjudul “ Anak belajar dari kehidupan” berpendapat bahwa: Jika anak dibesarkan dengan celaan. karena memang pada masa perkembangannya. jika anak dibesarkan dengan cemoohan maka. Anak selalu ingin meniru dalam pemdidikan. belum mampu membedakan antara kenyataan dan khayal. Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga Pendidiakn dalam keluarga memiliki nilai strategis dalam pembentukan kepribadian anak. kehidupan orang dewasa.apa yang orang tua lakukan. jika anak dibesarkan dengan penghinaan . peralihan anak didik ini orang tuanya harus aktif. Pendapat diatas tidak dapat dibantah. karena memang dalam kenyataanya anak suka meniru sikap dan perilaku orang tua dalam keluarga. dikenal dengan istilah anak belajar melalui imitasi. 5.

ia belajar menyenangi dirinya sendiri. Keterkaitan keluarga dan pendidikan Antara keluarga dan pendidikan adalah dua istilah yang tidak bisa dipisahkan. maka pada waktu yang sama. jika anak dibesarkan dengan dorongan maka. berlaku adil. menanamkan akidah tauhid. memberikan pendidikan akhlak. seiring dan setujuan. tanggung jaawab orang tua terhadap anaknya adalah bergembira menyambut kelahiran anak. ia belajar menentukan cinta dalam kehidupan. dalam membina mahligai rumah tangga untuk mencapai keluarga yang sakinnah dalam lindungan dan ridha Allah SWT. Sebab. Dari sinilah munculah istilah “Pendidikan keluarga”. 6. memperhatikan teman anak. memeperlakukan dengan lembut dan kasih sayang. jika ia dibesarkan dengan rasa aman maka. melatih anak mengerjakan sholat. ia belajar percaya diri. menanamkan rasa cinta sesama anak. Ketika ada orang tua yang ingin mendidik anaknya. menjauhkan anak dari hal. Didalamnya selain ada ayah dan ibu dan juga anak yang menjadi tanggung jawab orang tua. Secara garis besar. Pendidikan jika ditelusuri lebih jauh adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak. maka. jika anak dibesarkan dengan sebaik. mencegah perbuatan bebas. jika anak dibesarkan dengan dukungan maka. menghormati anak. ia belajar keadilan.sekata. Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik Anak Keluarga adalah suatu institusi yang terbentuk karena ikatan perkawinan antara sepasang suami istri untuk hidup bersama. 7. ia belajar menaruh kepercayaan. ia belajar menyesali diri. bila di garis bawahi maka.anak untukmemimpin perkembangan jasmani dan .hal porno (baik pornoaksi maupun pornografi). ada anak yang menghajatkan pendidikan dari orang tua. seia. dan masih banyak pula yang lainnya. dan terakkhir jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan maka. Dimana ada orang tua disitu ada anak merupakan suatu kemestian dalam keluarga. pendidikan yang berlangsung dalam keluarga dilaksanakan oleh orang tua sebagai tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik anak dalam keluarga. dimana ada keluarga disitu ada pendidikan. Artinya. memberi hiburan. Tanggung jawa oranng tua terhadap anaknya tampil dalam bentuk yang bermacam- macam. memberi nama yang baik.baiknya perlakuann maka.

yaitu menumbuh kembangkan potensi laten anak. (4) satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam masyarakat. keluarga sebuah intitusi pendidikan yang utama dan bersifat kodrati. (3) sanak saudara. Konsep keluarga dapat ditinjau dari berbagai aspek. rohaninya kearah kedewasaan. Salah satunya. Pendidikan dasar yang baik. pendidikan yang berlangsung dalam keluarga bersifat kodrati karena adanya hubungan darah antara orang tua dan anak. batih. “Orang Dewasa” dimaksud disini yaitu orang tua (ayah dan ibu) yang secara sadar mendidik anak- anaknya untuk mencapai kedewasaan. Berdasarkan hubungan darah antara satu dengan yang lainnya.bapak dengan anak.anaknya. kamu kerabat. keluarga adalah suatu kesatuanyagn diikat oleh adanya saling berhubungan atau interaksi dan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. seisi rumah. keluarga adalah: (1) ibu.anaknya yang hidup bersama dalam situasi yagn terbentuk karena ikatan perkawinan yang sah menurut hukum. Sebagai komunitas masyarakat terkecil. keluarga memeliki arti penting dan strategis dalam membangun komunitas masyarakat yang lebih luas. Dalam perspetif yang lain. keluarga disebut juga sebagai sebuah persekutuan antara ibu. Dalam konteks keluarga maka. Pendidikan Keluarga dalam Konsep Pendidikan Luar Sekolah . Sebagai lembaga pendidikan maka. kehidupan keluarga yang harmonis perlu dibangun siatas dasat sistem interaksi kondusif sehingga pendidikan dapat berlangsung dengan baik. 8. Berdasarkan hubungan sosial. sebagai wahana untuk mentransfer nilai. Oleh karena itu. harus diberikan kepada anggota keluarga sedini mungkin dalam upaya memerankan fungsi pendidikan dalam keluarga. Dari uraian diatas jelaslah bahwa. dimana di dalamnya ada interaksi (saling berhubungan dan mempengaruhi) antara satu dengan yang lainnya.nilai dan sebagai agen transformasi kebudayaan. (2) orang seisi rumahyagn menjadi tanggungan. bapak dengan anak. tergantung dari sudut mana melihatnya. walaupun diantara mereka tidak terdapat hubungan darah.

dan keluarga. dan informal. Pengaruh lingkungan termasuk didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga. Pendidikan informal termasuk pada pendidikan luar sekolah.tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.tujuan tertentu. lingkungan pekerjaan. Keluarga termasuk pada lembaga informal karena keluarga bersifat alami dan kodrati sihingga pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga. B. dan pendidikan luar sekolah berpusat pada lingkungan masyarakat.hari. Pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar) b. keterampilan dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari. perpustakaan dan media massa. pasar. yang dimaksud untuk memberikan pelayanan kepada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan. kecerdasan spiritual) c. nilai. yang disesuaikan dengan keunikan dan tahap. kecerdasan emosi. Konsep Pendidikan Anak Usia Dini 1.( 1975: 19) menyatakan bahwa : Pendidikan luar sekolah. sebagai kegiatan terorganisasi diluar sistem persekolahan yang mapan apakah dilakukan secara terpisah atau sebagai bagian penting dari kegiatan lebih luas. Secara umum pendidikan anak usia dini dimaksudkan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan meyeluruh sesuai dengan . Menurut Philip H. Sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi. hubungan dengan tetangga. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke beberapa arah yaitu: a. lembaga. dan permainan. Makna dan Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatuupaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Coombs dalam soelaeman Y. Kecerdasan ( daya fikir. daya cipta. yang diselenggarakan pada jalur formal. setiap orang memperoleh sikap. nonformal.

Membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) disekolah. Karena belajar adalah hak maka. Sementara itu.dasar aqidah dan keimanan c. berekreasi. Jadi.undang sistem Pendidikan Nasioanal No. Jadi. Fungsi pembentukan dan pembiasaan perilaku. atau membiarkan anak tidak mendapat pendidikan yang layak adalah tindakan kekerasan. dan memungkinkan anak menjadi termotivasi dan antusias. norma. Orang tua dan pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak dalam rangka program belajar. dan belajar dalam suatu pendidikan. PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun. Membentuk anak indonesia yang berkualitas. Secara garis besar terdapat lima fungsi utama anak usia dini. yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya.perilaku yang diharapkan d. sehingga memiliki kesiapan yang optimal didalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan dimasa dewasa. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini Ada dua tujuan diselenggarakn pendidikan anak usia dini yaitu: a. anak mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang. 20 Tahun 2003 pasal 28 ayat 1. Fungsi pengembangan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan e. belajar adalah hak anak. Sesuai dengan undang. menurut kajian rumpun ilmu PAUD dan penyelenggaranya di beberapa negara. bermain. b. kondusif. yaitu : a. beristirahat. satu sama lain semuanya merupakan sesuatu yang saling berkaitan dalam peruwujudannya dan menurut para ahli pengembangan potensi manusia sebagian besar terjadi pada masa usia prasekolah. yang termasuk anak usia dini adalah yang masuk dalam rentan usia 0-6 tahun. 2. sehingga anak merasa tertekan. Fungsi pengembangan motivasi dan sikap belajar yagn positif Lima fungsi pendidikan prasekolah tersebut sebenarnya sulit untuk dipisahkan karena. Ruang lingkup pendidikan Anak Usia Dini adalah sebagai berikut : . memaksa anak untuk belajar. bukan kewajiban. Fungsi pengembangan potensi b. Menurut undang.undang perlindungan anak. belajar harus menyenangkan. Fungsi penanaman dasar.norma dan nilai yang dianut.

Raudatul Athfal (RA) c. 2. Toddler (2-3 tahun) c. perkembangan ilmu pengetahuan. Karakteristik Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini seharusnya didasarkan pada berbagai sumber yakni. serta dinamika perilaku manusia dalam berbagai tahapan kehidupan. Dengan pertimbangan faktor- faktor tersebut. a.harapan yang berkembang pada masyarakat. program pendidikan anak usia dini itu lebih bersifat tidak berstruktur. C. Cakupan dari psikologi perkembangan ini adalah. Taman Kanak. dan mungkin seperti tidak direncanakan. Karakteristik pendidikan anak usia dini ini berdasarkan perkembangan anak dan cara belajarnya. karakteristik anak didik. Keluarga j. Pengertian perkembangan Masalah perkembangan (developmental). program pendidikan yang disediakan akan dapat mengarahkan anak kearah pencapaian tujuan yang dikehendaki dengan harapan tersajikan dengan cara- cara yang sesuai dengan tuntutan kondisi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Bina Keluarga Balita h. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) i. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung terhadap sifat dan isi program.proses dasar. Lingkungan 3. Busatnul Athfal (BA) d. Konsep Psikologi Perkembangan Anak 1. Sekolah Dasar Kelas Awal (Kelas 1. Taman Penitipan Anak (TPA)\ f. Infant (0-1 tahun) b. Early primary school (SD kelas awal/ 6-8 tahun Adapun satuan pendidikan penyelenggara PAUD adalah sebagai berikut : a.nilai dan harapan. Preschool/ kindergarten children (3-6 tahun) d. Kelompok Bermain (KOBER) e. masalah pertumbuhan dan kematangan individu baik segi kognitif. emosi maupun struktur kepribadiannya. serta nilai. . merupakan bagian dari ilmu psikologi yang menitik beratkan pada pemahaman proses. termasuk juga terhadap cara penyampaiannya. 3) g. informal.kanak (TK) b. Sesuai dengan karakteristik dan cara belajar anak.

Faktor Penentu Perkembangan Anak Makanan yang dikonsumsi ibu sangat sangat berpengaruh bagi janin. berpendapat bahwa “disiplin akan membentuk anak untuk mengembangakan kontrol dirinya. dalam Imam Ahmad Ibnu Nizar (2009: 22). yang diawali dari saat pembuahan dan berakhir dengan kematian. D. (1) Disiplin harus merupakan petunjuk atau pegangan bagi tingkah laku seseorang. dan mengembangkan kontrol diri sang anak. Unsur. Didalam istilah perkembangan juga tercakup konsep usia.tahun pembentuakan. melatih. Perkembangan secara luas menunjuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan. Menurut Marlyn E. sebab malnutrisi merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadapa kecacatan yang serius pada anak.masa terpenting dan kritis pada pada tahun. Kesalahan makanan akan membuat ibu dan bayi sama. Pengertian Disiplin Menurut kamus kata “ Disiplin” memiliki beberapa makna diantaranya. organisasi. Konsep Disiplin 1. “ Tujuan adalah membekali anak dengan pedoman perilaku yang disetujui dalam situasi tertentu” (Hurlock. Ed. Peraturan adalah ketentuan- ketentuan yang telah ditetapkan untuk menata tingkah laku seseorang dlam suatu kelompok. 3. dan membantu anak mengenali perilaku yang salah lalu mengoreksinya”. Riberu dalam Soegeng Santoso (2002 : 37) pembinaan disiplin harus memiliki empat unsur. 1999:85) 3. menghukum. Pendidikan dan Perkembangan Ayah dan ibu meskipun bukan seorang guru yang baik. namun paling tidak memiliki kekuatan besar dalam pendidikan bagi anak. Perlu diperhatikan apa yang perlu dimakan ibu selama hamil.Faktor Yang Mempengaruhi Cara Penanaman Disiplin Menurut Dr.unsur disiplin Salah satu unsur pokok disiplin adalah peraturan. amerika. Gootman.anaknya. (2) Disiplin harus disertai sanksi. Faktor.sama menderita. yaitu. Seorang ahli pendidikan dari Universitas Of Georgia di Athens. J. 2. Orang tualah yang mengontrol anak selama masa. sifat dan ciri- ciri yang baru. 2. institusi atau komunitas. D. khususnya sanksi .

akurat dan dapat dipertanggung jawabkan dalam sebuah penelitian. Dengan demikian. Metode Penelitian Untuk memeperoleh data yang valid. Langkah. penetapan metode penelitian merupakan tahap penelitian.dan merupakan langkah penting guna kelancaran. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian yaitu langkah. Ketepatan dalam memilih metode penelitian ini sangatlah penting dan harus direncanakan dan dikaji kelemahan dan kekuatannya. dan kesempurnaan sebuah penelitian sehingga semua permasalahan dapat terungkap dan terjawab dengan benar dan jelas. (3) Disiplin sebaiknya dikaitkan dengan imbalan atau penghargaan. negatif. serta prosedur pengolahan dan analisis data penelitian yang dijadikan sebagai dasar pedoman dalam melakukan penelitian serta dalam pengolahannya.langkah sistematis yang ditempuh untuk mengungkapkan data dan fakta dilapangan yang berkenaan dengan pertanyaan penelitian. instrumen penelitian dan teknik pengumpilan data. tetapi memberikan pelajaran kepada anak untuk bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukan dan bagaimana akibat perilaku itu terhadap orang lain. ketelitian. Tujuan Disiplin Tujuan dari disiplin adalah bukan hukuman. dan (5) ketegasan. A. subjek penelitian. 4. diperlukan metode penelitian yang dalam penentuannya didasarkan pada sifat dan karakteristik penelitian itu sendiri.langkah tersebut meliputi metode dan teknik penelitian. . (4) Disiplin harus konsisten.

Dalam penelitian ini observasi dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Kedisiplinan Anak Usia Dini Pada Lingkungan Keluarga di Desa Majapura Rt 01 Rw 03 Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Wawancara Wawancara menurut Moleong (2005:186) adalah percakapan dengan maksud tertentu. Dalam penelitian kualitatif. b. Dalam wawancara ini peneliti memminta supaya responden memberikan informan sesuai dengan yang dialami. Metode ini digunakan untuk memperoleh data atau informasi yang lebih lengkap. maka dalam melakukan pengamatan dilaksanakan melalui observasi non partisipan terutama pada saat berlangsungnya kegiatan program. natau dirasakan sehari. Data dan informasi yang diperolah melalui pengamatan ini selanjutnya dituangkan dalam tulisan. Metodologi yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif tepatnya berupa studi kasus.hari dalam hal menanamkan kedisiplinan kepada anak usia dini dalam lingkungan keluarga masing- masing. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik antara lain: a. Teknik observasi Pengamatan dilakukan sejak awal penelitian dengan mengamati keadaan fisik lingkungan maupun diluar lingkungan itu sendiri. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah saya sebagai peneliti sendiri. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data Suatu penelitian terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian. Percakapan itu dilakukan oleh 2 pihak. yaitu diantaranya kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Tujuan dilakukan wawancara adalah untuk menggali informasi secara langsung dan mendalam dari beberapa informan yang terlibat dalam progam Peranan Orang Tua Dalam Menanamkan Kedisiplinan Anak Usia Dini Pada Lingkungan Keluarga. B. diperbuat. . lebih mendalam dan terperinci.

yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti. Studi dokumentasi ini bisa berbentuk tulisan. Tahap pralapangan b. Pelaporan E.karya menumental dari seseorang. Teknik Pengolahan dan Analisis Data . Tahap pekerjaan lapangan c. Penggunaan studi dokumentasi dalam penelitian ini guna melengkapi data yang tidak diperoleh melalui wawancara dan observasi terus terang atau tersamar. dan (3) keluarga yang kedua orang tuanya tidak mempunyai pekerjaan tetap. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. yaitu sudi dokumentasi. menumbuhkan kepercayaan. serta hubungan yang akrab dengan individu- individu dan kelompok. Cara ini digunakan untuk mendapatkan data. yang menjadi sumber data. subjek dalam peneliti ini yaitu 3(tiga) keluarga yang berada di RT 01 RW 03 Desa Majapura Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. peneliti berusaha menciptakan hubungan baik. Adapun langkah. Studi dokumentasi ini digunakan penulis untuk mengumpulkan data peristiwa yang sudah berlalu. gambar.Langkah Pengumpulan Data Sebelum pengumpulan data dimulai. sebetulnya kita berbicara tentang unit analisis. Langkah. Berdasarkan hal tersebut. dimana menurut Arikunto (2006: 145) subjek penelitian adalah Subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika kita bicara tentang subjek penelitian. responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat. Ketiga keluarga tersebut memiliki latar belakang yang berbeda.langkah pengumpulan data antara lain: a. Dalam penelitian ini. atau karya. yaitu (1) keluarga yang kedua orang tuanya bekerja.data yang berhubungan dengan peranan orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga.c. D. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini diambil secara purposive. C. Studi dokumentasi Teknik pengumpulan data berikutnya yang digunakan oleh penulis. (2) keluarga yang salah satu orang tuanya bekerja.

com(14 November 2009: 13. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Berdasrkan hal tersebut diatas. (2009). menjabarkan kedalam unit. Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga. (1994) Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Membentuk dan Meningkatkan Disiplin Anak Sejak Dini.P. Ngalim. menyaring.php?pil=20&dn=20080719215144atur: www. mengukur. Remaja Rosda Karya Bandung . Erlangga. Sosiologi Keluarga. Dengan kata lain data masih bersifat mentah. memillih mana yang penting bagi diri sendiri maupun orang lain. Menimbang dan menyaring data itu ialah benar-benar memilih secara hati. dan mengklasifikasikan. Bahri Syaiful. F. cacatan lapangan.02) Khairudin. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. yaitu diinterprestasikan dan dianalisis secara terus menerus sejak awal hingga akhir penelitian. menyusun kedalam pola. DAFTAR PUUSTAKA Djamarah. Kartini Kartono. Mengatur dan mengklasifikasikan adalah menggolongkan.hati. Prantice Hall.unit. Elizabeth B. Data relevan tepat berkaitan dengan masalah yang telah diteliti. Data yang terkumpul dari hasil wawancara dan observasi belum merupakan hasil yang berarti. apabila belum dapat dibaca. Ibnu Ahmad Imam. dapat dikemukakan disini bahwa.kabarindonesia. Jakarta. Alih Bahasa: Istiwidayanti dan Soedjarwo. melakukan sintesa.Karikhttp://www. (2004). dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori.(1990: 76) mengemukakan bahwa: Mengolah data berarti menimbang. (1995).com/berita. Human Development: Life Span Approach. (2008). 2001. Rice. menyusun menurut aturan waktu. New Jersey. Pengolahan dan analisis data dilakukan sesuai dengan ketentuan penelitian kualitatif. Jakarta : Rineka Cipta Hurlock.. Yogyakarta : Diva Press Purwanto.cartoonstock. Jakarta : PT. Yogyakarta: Liberty Nizar. dan dokumentasi.