You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada era globalisasi ini, banyak perusahaan besar maupun perusahaan kecil yang
melalaikan Undang-Undang keselamatan kerja.Menurut Undang-Undang No.1 tahun
1970, syarat-syarat Keselamatan Kerja seluruh aspek pekerjaan yang
berbahaya serta jenis-jenis bahaya diatur dengan peraturan perundangan.
Undang-undang mengenai K3 ini,sangat penting disosialisasikan di lingkungan
perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara.Hal ini dilakukan untuk mencegah
kecelakaan kerja,mencegah penyakit akibat kerja dengan memicu penerapan K3 dalam
industri yang bisa berdampak pada hasil produksi dan keselamatan tenaga kerja.

Kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu aspek atau unsur kesehatan yang
erat hubungannya dengan lingkungan kerja dan pekerjaan secara langsung maupun tidak
langsung dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas tenaga kerja atau pekerja.

Menurut Suma’mur (2001:104), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha
untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang
bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Kesehatan dan kerja sangat erat hubungannya, sebab lingkungan kerja dapat
mempengaruhi kesehatan seseorang. Pekerja mungkin saja terpapar dengan mesin-mesin
berbahaya, bahan kimia berbahaya, ataupun situasi kerja penuh tekanan.

Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan kesadaran bagi para pekerja terhadap
kesehatan lingkungan kerja yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja.

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam pekerjaan atau
kegiatan hidup lainnya. Kesehatan kerja selalu dijadikan sebagai bahasan utama ketika
berbicara mengenai pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud adalah segala usaha yang
dilakukan manusia baik yang bersifat formal maupun informal.

Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja memang sudah seharusnya dipahami secara
umum oleh seluruh pekerja hal ini dikarena K3 ini memegang peranan penting dalam
pelaksanaan dan peningkatan kerja para pekerja.

Aspek keselamatan kerja memang harus dipahami oleh semua orang sebab dalam
konteksnya, keselamatan kerja ini untuk mencegah terjadinya kejadian negative/kejadian
yang tidak diinginkan dalam kehidupan setiap orang.

Pada aspek kehidupan, kejadian negative atau yang biasa kita sebut dengan kecelakaan
dapat saja terjadi. Hal ini dikarenakan setiap aspek kehidupan membawa serta ancaman
dibalik eksistensinya. Kita harus mewaspadai setiap kemungkinan yang ada dibalik
kondisi yang kita miliki.

Program Kesehatan dan Keselamatan dalam lingkungan kerja bertujuan untuk
mewujudkan lingkungan kerja yang aman,nyaman, dan sehat bagi seluruh
pegawai,pengunjung di dalam dan lingkungan industri.Sehingga kejadian pencemaran
lingkungan dan gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh kegiatan industri dapat
ditekan atau dihilangkan.

Mengacu pada pernyataan diatas kami melakukan observasi di tempat industri
yaitu di PT. Industri Sandang Nusantara- unit PATAL Lawang yang bertempat di jalan
Indrokilo No.1 Lawang-Malang.Bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh penerapan
Undang-Undang tentang K3 di industri tersebut.Selain itu observasi ini dilakukan juga
untuk memenuhi tugas mata kuliah K3 yang kemudian disajikan dalam bentuk makalah

B. RUMUSAN MASALAH

1. Proses produksi dan identifikasi permasalahan keslamatan kerja

2. Pemantauan dan metoda

3. Upaya pengetahuan, rekayasa pengendalian dan penanggualangan kecelakaan kerja

Industri Sandang Nusantara(PATAL-Lawang)? 9. Dapat menurunkan terjadinya kecelakaan pada pekerja. Bagainana pemantauan dan metodanya? 10.Industri Sandang Nusantara(PATAL. Bagaimana dengan penyesuaian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja? 13. Faktor yang mempengaruhi kesehatan tenaga kerja 5. C.Lawang)? 15. Bagaimana penerapan konsep kesehatan dan keselamatan kerja pada PT. 4. Apa macam-macam alat pelindung diri yang harus dikenakan pada industri? 14. Dapat meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan dan pentingnya jaminan kesehatan bagi pekerja. Industri Sandang Nusantara-Unit PATAL. rekayasa pengendalian dan penanggulangan kecelakaan kerja pada perusahaan tersebut? 11. Penyesuaian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja 6. 2. Bagaimana sejarah berdirinya PT. Menambah informasi mengenai UU yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Bagaimana proses produksi dan identifikasi keselamatan kerja? 8.Lawang? 7. TUJUAN 1. . 4. Apa faktor yang mempengaruhi kesehatan tenaga kerja? 12. Bagaimana upaya pengetahuan. Mengetahui seberapa tingkat penerapan K3 di industry 3. Bagaimana struktur organisasi PT.

Dari hasil survey tersebut telah ditetapkan bahwa.Untuk merealisasikan pembangunan proyek tersebut .adalah salah satu dari proyek- proyek sandang yang dibangun di Indonesia. tanah diantara desa Bedali dan desa Kalirejo Kecamatan Lawang merupakan daerah yang tepat untuk dibangun proyek tempat pemintalan. Mengetahui berbagai dampak penerapan K3 di industry terhadap hasil produksi. SEJARAH PATAL-LAWANG Proyek pembangunan Pemintalan di Lawang. Perusahaan Patal-Lawang mulai berdiri tahun 1961. 6.Perusahaan ini berdiri karena perintah dari pemerintah yang waktu itu dirasa sandang(pakaian) merupakan .maka pada tahun 1960 dilakukan survey pendahuluan oleh tim LP3I yang berpusat di Jakarta.dan pada tahun 1962 dimulainya proses pembangunan unit Patal-Lawang tersebut. Mengetahui cara untuk mengatasi serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja di industry. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 5.

baik manager.disamping kebutuhan pokok lainnya yaitu pangan(makanan) dan papan(tempat tinggal). Sarana Kesenian dan Olah Raga. Lapangan Tenis d.463 m²  Luas Bangunan Kompleks Pabrik : 19.staf maupun karyawan bagian proses produksi. Poliklinik j.meliputi c. Tempat Ibadah (Masjid) b.184 m²  Luas Bangunan Kompleks Rumah Dinas : 1860 m²  Jumlah Kapasitas Produksi yang Terpasang : 78 mesin  Jumlah Karyawan : 395 orang 2.namun tiap – tiap perusahaan dalam menerapkan system K3 berbeda. Koperasi k. Keselamatan dan kesehatan kerja sangatlah penting diterapkan di pabrik tekstil yang sangat besar mengalami kecelakaan kerja. 1. Seni Karawitan i. Lapangan Sepak Bola g. Lapangan voli f. Tenis Meja h. perusahaan Patal-Lawang mempunyai fasilitas-fasilitas pendukung antara lain: a. Lapangan Bulutangkis e. PENERAPAN K3 DI LAPANGAN Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan instrument penting yang harus ada di perusahaan atau pabrik yang memperkerjakan banyak karyawan dan untuk melindungi karyawan atau pekerja dari bahaya kecelakaan kerja. kebutuhan pokok yang sangat penting. seperti di PT INDUSTRI SANDANG NUSANTARA PATAL LAWANG ini dalam menerapkan system K3 perusahaan telah menyiapkan Alat Pelindung Diri ( APD) ialah sebagai berikut: a) Masker:  Dipakai oleh seluruh karyawan . Kondisi Fisik PATAL-LAWANG  Luas lahan : 140. Fasilitas-Fasilitas Untuk menunjang prestasi para karyawan. Ruang Pertemuan B. Perlindungan itu merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan.

CARA PENANGGULANGAN KECELAKAAN KERJA Semua jenis pekarjaan pasti akan menimbulkan kecelakaan kerja terutama bagi pabrik – pabrik besar yang banyak memperkerjakan para pekerja baik laki maupun perempuan oleh karena itu perusahaan menarapkan system K3 dan didalam system itu disebutkan juga bagaimana cara penanggulangan kecelakaan kerja yang disebabkan oleh manusia atau alat produksi sendiri. Bahan dari kulit: dipakai bagi petugas Bale Storage yang memotong Plat Packing List Kapas c. 1.  Sebagai pencegah Dust Waste / Debu kapas tersedak / terhisap  Pembagian / pengguntingan masker 2 minggu 1 kali  Ear Plug: i. Stik / tongkat: a. Sarung Tangan: a. Sebab – sebab kecelakaan kerja: . Dipakai oleh karyawan shift di Mesin R. Sebagai pelindung mata untuk karyawan dibagian blowing saat memproses kapas b.S. Bahan dari karet: dipakai bagi petugas Maintenance yang menggunakan Cairan kimia ( H2SO4) b.F ii. Kaca Mata Debu: a. Stik bambu / kili-kili: digunakan bagi petugas yang membersihkan waste di mesin Blowing carding drawing Speed Itulah beberapa Alat Pelindung Diri yang sudah disediakan oleh perusahaan. Dengan melihat kondisi ruang produksi benang yang begitu banyak dengan debu – debu dari proses pembuatan kapas menjadi benang sangat memungkinkan para pekerja bisa terkena penyakit pernafasan. Sebagai pelindung pendengaran dari kebisingan suara mesin iii. Stik kayu: digunakan bagi petugas pembenahan mesin Carding b. namun pada kenyataannya di lapangan tidak sedikit karyawan yang memakai APD itupun yang karyawan pakai hanyalah masker saja.pendengaran dan penglihatan C.

Kerusakan alat / bahan ii.2. Akibat kecelakaan kerja: B. Langsung: i. Terhentinya proses produksi iv. Inspeksi / pemeriksaan 5. Cara kerja A. Riset teknis . Standarisasi 4. Perbaikan / pergantian peralatan yang rusak dll 1. Proses produksi 5. Mesin dan peralatan 3. Tak langsung: i. Sifat pekerjaan 6. Tunjangan ganti rugi iii. Peraturan perundang – undangan 3. Menurunnya jumlah dan mutu produksi ii. Pencegahan kecelakaan kerja 2. Kerugian ekonomis i. Lingkungan kerja 4. Biaya tambahan karena berkurangnya tenaga kerja dll 1.

radiasi. Riset statistic 9. Latihan 11. Factor biologis: Bakteri.cairan beracun dll 1. Asuransi A. Factor kimia: Debu. Riset medis 7. Penyakit akibat kecelakaan kerja: Sebab: 1. Factor Psikologis: 2. FASILITAS YANG TERSEDIA UNTUK MENDUKUNG PENERAPAN K3 . Riset psikologis 8.6. Persuasi 12.kuman. Faktor Ergonomi: Konstruksi mesin.getaran dll 1.asap. Faktor fisik: Kebisingan.uap.virus dll 1. Riset pendidikan 10. Suasana kerja D.posisi kerja dst 1.penerangan.

Patal Sandang Nusantara di sediakan fasilitas ruang makan bagi seluruh pekerja. 3. serta daerah Serang(Jawa barat) ataupun impor dari Negara Amerika dan Australia terlebih dahulu. E. 4. 1. diagram alir dari proses produksi di perusahaan tekstil ini meliputi proses produksi bahan tekstil di perusahaan yang memproduksi benang yang berasal dari serat kapas dan diawali dengan: 1. Proses pertama pada mesin blowing. DIAGRAM ALIR PROSES PRODUKSI Dari hasil observasi yang telah dilakukan.bahkan bagi para pekerja yang lembur disediakan satu susu setiap hari.melakukan pembersihan. 2. Kemudian bahan baku yang telah tersedia dikelompokkan menurut kualitas seratnya. Ruang makan sangat penting bagi para pekerja karena dapat memperbaiki gizi para pekerja. .Cilacap. Mendatangkan bahan baku berkualitas dari daerah Bali.dan ditampung untuk disimpan pada gudang bahan baku pabrik (Balle Storage).pembentukan lap). Ruang makan Di pabrik PT.Fasilitas yang tersedia untuk mendukung penerapan K3 di Pabrik Patal Sandang Nusantara banyak sekali. Proses selanjutnya ialah memilah-milah serat kapas yang akan diproses Pada saat ini pemilahan dilakukan oleh para pekerja dengan memisahkan serat kapas dari biji- biji kapas( Pre Opening Mixing). Surat kesehatan atau Jamkesmas Para pekerja yang bekerja di suatu perusahaan atau pabrik harus memiliki Jamkesmas bagi pemeriksaan dan meringankan biaya pemeriksaan kesehatan.(pembukaan. Asuransi pensiunan Asuransi ini diberikan kepada para pekerja yang sudah pension atau sudah tidak bekerja lagi karena factor usia 1.melakukan pencampuran. antara lain yaitu: 1.

Proses kedua pada mesin carding (melakukan pembersihan.Sembilan perusahaan ini akan teus melakukan pemesanan ke Patal- Lawang.jaminan perusahaan akan semakin efektif. kondisi udara/debu. 11.sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini. F.mensejajarkan serat dengan melakukan penarikan) 7. Berdasarkan proses produksi pada industri tekstil.sehingga Patal lawang tetap bisa melakukan proses produksi.merubah lap menjadi sliver carding).mensejajarkan serat. Proses kelima pada mesin ring spinning (merubah rovring menjadi benang. Proses keempat pada mesin speed flyer (merubah sliver menjadi rovring.menggulung benang pada bobbin) 9. No Proses Produksi Faktor Lingkungan Kerja 1. Proses ketiga pada mesin drawing(menyempurnakan pencampuran. Penempatan bahan jadi yang telah dikemas rapi ditempatkan di gudang bahan jadi. Gudang bahan Penerangan. penyakit.Pada saat ini benang yang telah dikemas persatuan (1 cone) dikumpulkan menjadi satu karung yang berisi 20cone. jika perusahaan dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan – kecelakaan kerja. serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan kerja para pekerja.dan kemudian siap dikirimkan kepada sembilan perusahaan yang ada di Indonesia. 6.kebersihan .faktor lingkungan kerja memungkinkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan tenaga kerja.dan dijadikan persatu ball yang berisi enam karung. Faktor lingkungan kerja Faktor ini sangat berpengaruh terhadap meningkat atau tidaknya suatu tempat usaha seperti. Setelah semua proses yang menggunakan mesin industri selesai hasilnya dibawa ke gudang Packing.menggulung rovring pada bobbin) 8. 5. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN 1. Proses keenam pada mesin finishing-winding (menggulung benang sesuai volume yang diinginkan.memperkuat benang dengan penarikan dan pengglintiran. dan hal–hal yang berkaitan dengan stress.menggulung benang dalam bentuk cone 10.memisahkan serat panjang dan pendek.membersihkan twist/gintiran pada rovring.meratakan sliver.

Pengemasan Penerangan.kondisi udara/debu. kondisi udara/debu.kebersihan 4.2 adalah sebagai berikut: No Proses Produksi Potensi bahaya kecelakaan kerja 1 Gudang Bahan Bahaya kebakaran 2 Pemilahan serat kapas berdasarkan Penyakit akibat kerja (paru-paru.kebersihan 2.Namun demikian peraturan telah meminta agar setiap industri mengantisipasi dan meminimalkan bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan atau terancamnya keselamatan seseorang baik yang ada dalam lingkngan industri itu sendiri ataupun bagi masyarakat di sekitar industri. Jadi.B.berupa pengarahan berkala kepada karyawan untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya yang sewaktu waktu mengancam. kondisi udara/debu.kebersihan 5. Gedung tempat proses Penerangan. sebaiknya perusahaan tekstil maupun perusahaan lain lebih memperhatikan hal tersebut. tetapi suatu kecelakaan kerja bisa terjadi setiap saat. Hal hal yang menjadi permasalahan yang berkaitan dengan potensi bahaya kecelakaan kerja pada industri tekstil sebagaimana tercantum pada tabel 4. Finishing Penerangan. Suatu badan usaha/industri sebaiknya lebih memperhatikan hal ini karena bila terjadi suatu musibah pada karyawan akan merugikan perusahaan sendiri.kebersihan pemintalan benang 3. kondisi udara/debu. ispa. Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Perusahaan tekstil seperti halnya di tempat observasi ini tidak menginginkan suatu kecelakaan yang terjadi pada karyawan mereka. sesak . agar omset yang didapat lebih meningkat lagi. Setiap Industri memiliki potensi akan terjadinya bahaya dan kecelakaan kerja. 2. Pengecekan kualitas Penerangan.karena meskipun telah ada ganti rugi dari PT Jamsostek.namun hasil yang didapat akan menurun karena kehilangan atau berkurangnya seorang pegawai.

Kesalahan atau ketidakserasian antara peralatan dan sarana kerja dengan pegawai dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan para tenaga kerja dan akhirnya berdampak pada hasil kualitas produksi perusahaan. serta di ajari bagaimana cara mengoperasikan mesin tersebut.dll) Kelelahan 3 Pembuatan Benang dari serat kapas Resiko tersengat listrik menggunakan mesin industri Jari atau tangan terpotong karena mesin industri Kelelahan karena terlalu lama berdiri Pendengaran terganggu karena suara bising.Karena telah diajari terlebih dahulu bagaimana cara menggunakan mesin industri yang canggih. kualitas. Sesuai dengan hal tersebut perlu adanya penyesuaian mengenai keserasian alat dan sarana kerja dengan pekerja agar bisa terjadi kesinambungan. Kram otot 4 Pengecekan kualitas Kelelahan karena melakukan gerakan yang sama dan berulang-ulang. Migrain Kram otot 5 Finishing Kelelahan Migrain kebakaran 6 Pengemasan Kelelahan Migrain Kebakaran Tergores dan Bahaya jatuhan 3.sehingga nantinya dikala mereka sudah benar-benar bekerja mereka tidak merasa terbebani. hal ini juga bisa dimanfaatkan .Hal ini bisa dengan cara dengan memberikan training kepada pegawai baru. nafas. Keserasian peralatan dan sarana kerja dengan tenaga kerja Keserasian peralatan dan sarana harus diperhatikan pihak perusahaan dan disesuaikan dengan tenaga kerja yang dimilikinya agar kecelakaan kerja dapat diminimalisasi.

yaitu mesin pemotong serat. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan kesadaran bagi para pekerja terhadap kesehatan lingkungan kerja yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja. Faktor Teknis a. dan faktor tenaga kerja antara lain : a. Faktor lingkungan kerja Karena faktor ini sangat mempengaruhi adanya peningkatan maupun penurunan omset suatu badan industri.metode-metode untuk . yaitu kriteria yang telah ditentukan oleh perusahaan. Seharusnya sebagai karyawan harus bisa melindungi dirinya sendiri sehingga dia akan tetap merasa aman dan bisa terhindar dari hal yang tidak diinginkan. suatu alat pelindung diri seharusnya bisa memberi kenyamanan serta keamanan bagi si pemakai. sebab lingkungan kerja dapat mempengaruhi kesehatan seseorang.akhirnya berdampak pada hasil yang akan di hasilkan. Perlindungan bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai alat pelindung diri (APD) ketika sedang bekerja. Permasalahan yang terjadi pada faktor manusia meliputi faktor manajerial.kurang memperhatikan keselamatan kerja. Kesehatan dan kerja sangat erat hubungannya. Manajemen:  Pemahaman yang kurang tentang hiperkes dan keselamatan kerja  Tidak melaksanakan teknik-teknik hiperkes dan keselamatan kerja  Tidak menyediakan alat proteksi/pelindung diri b. seperti terjadinya kecelakaan kerja yang dilakukan si pekerja sendiri dan berakibat pada kesehatan pekerja serta merugikan perusahaan atau industri tempat si pekerja bekerja. 4. maka perlu adanya kajian yang membahas tentang hal ini. PEMANTAUAN DAN METODA KERJA 1.Jari-jari tangan pekerja mungkin saja terjepit mesin blowing dan carding. oleh pemilik usaha untuk menyeleksi orang-orang yang sesuai dengan kriteria yang ada. Tenaga kerja:  Tidak melaksanakan ketentuan-ketentuan K3  Tidak mengenakan alat proteksi yang telah disediakan  Tidak memeliki naluri cara kerja yang seh G. ataupun situasi kerja penuh tekanan. Faktor manusia Faktor ini biasanya diakibatkan karena seseorang kurang teliti.

Pengecekan kualitas Penerangan : bagus.tetapi segala sesuatu ditepatkan pada tempatnya.didapatkan keterangan . Gedung tempat proses Penerangan : cukup memadai dengan pemintalan benang dilengkapinya ventilasi cahaya dari luar ruangan dan lampu lampu dalam ruangan.mengurangi kecelakaan yang dikarenakan faktor lingkungan perlu diadakan di suatu tempat industri. Dari pemantauan yang kami lakukan pada perusahaan tekstil ini. karena terletak didepan pintu gudang dan disertai dengan lampu penerangan .meskipun telah dilengkapi dengan kompresor pada ruangan-ruangannya Kebersihan :kurang terjaga. Gudang bahan Penerangan : memadai. Kondisi udara dalam ruangan: kurang memadai karena banyaknya debu- debu yang bertebaran didalam ruangan.antara lain: No Proses Produksi Faktor Lingkungan Kerja 1. Kondisi udara dalam ruangan: berdebu. mengandalkan penerangan dari jendela dan ventilasi udara. Metode yang bisa diterapkan yaitu dengan:  Peringatan secara tertulis tentang mesin mesin industri yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya  Pengamatan dan pengendalian ruang kerja yang terlalu pengap dan sesak. 3.dan serat-serat bertebaran Kebersihan: cukup memadai 2.  Penyimpanan kotoran dan limbah yang tidak digunakan pada tempatnya.

Potensi bahaya kecelakaan kerja .Sedangkan limbah benang-benang yang tidak terpakai. Kondisi udara bagus Kebersihan terjaga 4. Pengemasan Penenrangan : Bagus Kondisi udara : Bagus karena banyak terdapat ventilasi udara pada ruangan Kebersihan : Kurang Pada setiap produksi pastinya menghasilkan limbah industri.Sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.tetapi kondisi ruangan kurang memadai.Hal ini tampak pada kkondisi atap yang rusak. b.Industri Sandang Nusantara (ISN) PATAL Lawang menghasilkan limbah yang masih dapat dimanfaatkan. Limbah tersebut yang masih berbentuk serat kapas rayon.yang dapat membahayakan kesehatan tenaga kerja maupun lingkungan sekitar. Finishing Penerangan : Bagus Kondisi udara : Bagus karena dilengkapi dengan kompresor Kebersihan cukup bagus.berdasarkan observasi dan wawancara yang kami lakukan. Kondisi ruangan yang kurang terawat .sehingga kondisi ruangan menjadi lembab.bisa dijual kepada rekanan.bisa dimanfaatkan untuk diproses menjadi media pembuatan jamur.sehingga memungkinkan benda jatuh dari atap. 5. untuk dimanfaatkan menjadi handuk ata ukain blacu.

Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik.  Karyawan bagian instalasi lstrik juga sering tersengat aliran listrik dan menyebabkan luka ringan  Kebakaran pada ruangan dapur umum. mental dan stabilitas emosi secara umum (Mathis dan Jackson 2002).akibat kompor meledak. berdasarkan informasi dari sub bagian penerangan. disana potensi kecelakaan yang pernah terjadi yaitu:  Terpotongnya tangan seorang karyawan bagian kebersihan karena terkena mesin carding yang sedang beroperasi. Sarana dan peralatan kerja  Peralatan peralatan industri yang terdiri dari mesin mesin produksi bertegangan listrik telah dilengkapi dengan ground pada kabel-kabel penghubungnya.  Kebakaran kecil pada gudang penyimpanan bahan baku kapas Maka dari itu perlu pencegahan agar hal tersebut dapat diminimalisir agar tidak sampai terjadi. Metode yang bisa terapkan yaitu dengan adanya perlindungan bagi diri seorang pekerja saat pekerja. Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Ditempat observasi yang kami datangi. Hal ini harus disertai dengan kesadaran pegawai tentang pentingnya memakai alat pelindung diri serta juga harus ada pengawasan pemimpin terhadap karywannya mengenai hal tersebut.  Ada juga yang terpotong jari-jari tangannya karena kurang berhati-hati mengoperasikan mesin blowing. . c. bisa menggunakan alat pelindung diri.tetapi hal ini segera dapat teratasi dengan dilengkapinya APAR pada setiap ruangan.

2007). melindungi rambut dari serat serat kapas yang . APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan-pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja. melindungi kepala dari benturan benda keras.dan apabila kecelakaan kerja tergolong berat.ada banyak pengertian mengenai alat perlindungan diri. 2. Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya.  Kursi yang digunakan karyawan staf cukup nyaman dengan penambahan spon ditempat duduknya.sehingga karyawan yang mengalami kecelakaan kerja ringan segara dapat ditangani.dan langkah selanjutnya akan dirujuk pada rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap.Alat pemadam tersebut antara lain Apar dan hydrant. faktor manusia a.  Alat pemadam kebakaran disediakan disetiap gedung atau ruangan.antara lain: Alat pelindung kepala (topi) Melindungi rambut pekerja supaya tidak tertarik mesin yang berputar.Pada aspek kebersihan. Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departement Tenaga Kerja Republik Indonesia. Alat perlindungan diri pada perusahaan tekstil ini ada berbagai macam. yang masing-masing memiliki tujuan untuk menanggulangi kebakaran kecil. APD merupakan cara terakhir untuk melindungi tenaga kerja setelah dilakukan beberapa usaha (Syamsul Mubarok.  Peringatan tentang tata cara penggunaan mesin dan himbauan secara tertulis yang menempel pada jenis mesin tersebut juga bertujuan untuk mengingatkan pekerja akan potensi bahaya yang bisa saja timbul pada saat mesin digunakan. Kesehatan tenaga kerja Kita amat tahu kesehatan tenaga kerja itu penting agar omset bisa meningkat. penjagaan terhadap kesehatan tenaga kerja bisa dilakukan dengan cara memberikan peraturan tentang penggunaan alat pelindung diri.  Poliklinik yang ada di dalam tempat kerja telah dilengkapi sarana yang cukup memadai.poliklinik dapat bertindak untuk pertolongan pertama.

Alat ini harus dikenakan oleh karyawan terutama yang bekerja di bagian produksi.tersandung dan mencegah tersengat listrik.agar kontak dengan suara yang bising dan terus menerus selama jam kerja.Para staf juga menggunakan pakaian kerja.Alat ini harus dikenakan oleh karyawan terutama yang bekerja di bagian produksi dan teknisi listrik f)Alat Pelindung telinga(ear protector).Alat ini harus dikenakan oleh karyawan terutama yang bekerja di bagian produksi dan teknisi listrik b)Alat pelindung pernafasan(masker) Digunakan untuk melindungi saluran pernafasan dari serat serat kapas yang halus.Hal ini dapat menyebabkan ketulian/gangguan pendengaran pada pekerja yang berada didalam ruangan mesin tersebut.sehingga terdapat aturan aturan khusus mengenai pemakaian seragam dinas.medis dan bagian dapur umum c) Pelindung tangan(sarung tangan) Hal ini penting untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam serta benda yang berat.bertebaran diseluh ruangan.mesin ring spinner dan mesin cone winder menghasilkan suara suara yang bising dalam pengoperasiannya. .karena perusahaan ini adalah Badan Usaha milik Pemerintah. Pakaian kerja diperlukan oleh seluruh pekerja terutama yang bertugas didalam ruangan atau gedung yang berhubungan langsung dengan proses produksi.pekerja yang mengurusi instalasi listrik dan operator mesin d) Pakaian kerja. Mesin Mesin Industri antara lain mesin flyer/speed.laborat.bahaya dari dampaknya dapat diminimalisir. Hal ini penting bagi semua pekerja.serta melindungi agar tidak terkena debu mesin dan ruangan. .Hal ini dapat mencegah pekerja dari penyakit ispa dan paru-paru.terutama pada pekerja bagian kebersihan. Pada tempat yang telah kami datangi sebagian sudah menggunakan APD terutama karyawan .Alat ini harus dikenakan oleh karyawan terutama yang bekerja di bagian produksiBerupa celemek) dan seragam dinas yang dipakai oleh para staf dan medis e)Alat Pelindung Kaki(sepatu) Berfungsi untuk melindungi kaki dari kejatuhan benda benda berat. . agar setelah selesai bekerja serat serat kapas dan potongan-potongan benang tidak menempel di baju serta baju tetap terlihat bersih.Untuk itu diperlukan alat pelindung telinga.

pada umumnya para karyawan di bagian produksi dan kebersihan tidak mengenakan alat pelindung diri. · Kesesuaian sikap. Tetapi pada karyawan magang dari sekolah sekolah SMK atau Perguruan tinggi telah menggunakan standar keamanan keselamatan dan kesehatan kerja.dengan memakai alat pelindung diri secara lengkap.Staf bagian personalia sangatlah mengerti tentang kemampuan para pegawainya. Semua alat pelindung diri yang pekerja sediakan dilandasi dengan kenyamanan dan pengalaman saat bekerja. Seorang tenaga kerja memiliki kemampuan tersendiri dalam hubungannya dengan beban kerja.mesin press wasted.mesin blowing.pelindung kepala atau topi. mental atau sosial. pada bagian staf. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan pekerja tentang APD itu sendiri.Mereka kurang mengindahkan keselamatan akan bahaya bahaya kecelakaan kerja yang mungkin saja terjadi.pre opening mixing.serta banyak lagi mesin yang ada di tempat tersebut.Padahal bagian tersebut memerlukan perhatian khusus terutama pada saat mesin industri beroperasi. cara dan sistem kerja Setiap pekerjaan merupakan beban bagi pelakunya. Peralatan yang ada di perusahaan tekstil ini beragam ada mesin balle storage. Penggunaan bantal kursi ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi pekerja karena dapat mengurangi rasa sakit saat duduk terlalu lama di kursi kerja.Macam- macam alat pelindung diri. Oleh sebab itu perlu adanya peraturan yang tegas. Akan tetapi penggunaan APD ini tidak diberlakukan pada semua aspek pekerjaan.mesin ring spinning. pengarahan dan pemberian informasi secara terus menerus kepada pekerja tentang penggunaan APD dan pentingnya penggunaan APD dilingkungan kerja untuk mencegah terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja.mesin carding. Beliau . Diantara mereka mungkin lebih cocok untuk beban fisik.mesin cone winder. Pada perusahaan yang kami observasi.Begitu pula dengan sarana dan peralatan kerja pada staf kantor misalnya saja kursi yang dilengkapi dengan sandaran agar sewaktu-waktu saat punggung terasa capek itu dapat direfleksikan pada sandaran kursi. mental dan sosial.mesin drawing. Beban tersebut dapat berupa beban fisik. Hal ini merupakan salah satu cara mencegah terjadinya penyakit akibat kerja.mesin flyer/speed. Selain itu kursi juga dilengkapi dengan bantal kursi.masker.alat pelindung telinga dan sepatu. berupa pakaian kerja.

tempat duduk seadanya.hal ini ditunjukkan dengan kelengkapan pelayanan KB untuk karyawan wanita. Dalam bekerja terlalu banyak berdiri.sehingga .karena laki laki mempunyai tenaga yang lebih kuat dibandingkan dengan wanita pada umumnya.melakukan Tenaga kerja adalah oang yang telah bisa . bila terjadi kesalahan pada bagian ini akan menyebabkan gangguan juga pada bagian yang lainnya sesuai atau tidak sesuainya hasil jadi bergantung pada bagian ini. Sebagian karyawan di tempat itu adalah laki-laki hal ini dikarenakan agar peralatan yang berat-berat bisa ditangani oleh mereka. 1 Pemilahan serat kapas yang dipisahkan Kondisi tempat duduk yang kurang dari biji-bijinya( Pre Opening Mixing). (pembukaan. No Proses Produksi Faktor Ergonomi . karena ujung tombak dalam memproduksi bahan tekstil dari bentuk serat sampai berupa benang ada di bagian tersebut. Berikut ini adalah tabel kesesuaian sikap.Karyawan wanita biasa ditempatkan pada staf kantor bagian pembukuan. Pada poliklinik ditempatkan karyawan yang telah ahli dibidang medis untuk memberikan pelayanan dan pertolongan pertama pada karyawan yang mengalami kecelakaaan kerja.melakukan sehingga menyebabkan kelelahan pada kaki pencampuran. faktor kelelahan tidak teratasi.sarana sarana kesehatan di poliklinik juga telah memadai.pada gudang bahan jadi bagian pengepakan. tanpa merasa kesulitan.juru masak di dapur umum dan pengiriman makanan pada karyawan di tiap tiap gedung. memadai.menempatkan orang orang yang telah terlatih dan ahli mengoperasikan mesin sebagai operator mesin industri yang canggih.cara dan sistem kerja pada karyawan bagian produksi.karena pekerjaannya memungkinkan untuk mengangkat angkat bahan baku yang akan dipilah 2. Kurang memperhatikan kesehatan pada saat bekerja Pada umumnya pekerja laki-laki. Proses pertama pada mesin blowing.

Operator mesin industri Sering terjadi kelelahan karena berdiri terlalu lama 8. Sistem jam kerja karyawan bagian produksi pada Industri PATAL-Lawang ini.memungkinkan pekerja mengalami kesemutan dan anemia.pembentukan lap).memisahkan serat panjang dan pendek. mengoperasikan mesin industri.menggulung rovring pada terkena sakit kepala bobbin).merubah lap menjadi sliver carding).00-14.antara pukul 06.00 . Packing Posisi duduk kayrawan bagian pengemasan kurang diperhatikan.membersihkan twist/gintiran disediakanya tempat duduk memungkinkan pada rovring.meratakan Tidak disediakanya tempat duduk sliver.Pagi.menggulung benang pada bobbin) 7. finishing.mensejajarkan serat. Proses ketiga pada mesin Operator mesin industri Sering terjadi drawing(menyempurnakan kelelahan karena berdiri terlalu lama. pencampuran. 4. terdiri dari 3(tiga) shift.mensejajarkan serat dengan memungkinkan terkena sakit kepala melakukan penarikan) 5. benang. pembersihan.yaitu: . 3. Proses kelima pada mesin ring spinning Operator mesin industri Sering terjadi (Merubah rovring menjadi kelelahan karena berdiri terlalu lama.karena posisi hasil industri yang dilantai.memperkuat benang dengan Tidak disediakanya tempat duduk penarikan dan memungkinkan terkena sakit kepala pengglintiran. Proses keempat pada mesispeed Operator mesin industri Sering terjadi flyer(merubah sliver menjadi kelelahan karena berdiri terlalu lama Tidak rovring. 6. Proses kedua pada mesin Operator mesin industri Sering terjadi carding(melakukan kelelahan karena berdiri terlalu lama pembersihan.

00-06. Memantau Tingkat Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Mewajibkan perusahaan – perusahaan untuk menyimpan catatan insiden – insiden kecelakaan dan kasus penyakit yang terjadi dalam perusahaan. Hal ini patut diterapkan dalam suatu Industri agar. setiap tahunnya ada pengevaluasian mengenai seberapa tingkat kecelakaan yang terjadi dalam satu tahun.yaitu dengan: 1. .1 Rekayasa teknologi pengendalian Dari hasil identifikasi permasalahan yang timbul pada perusahaan Patal.maka strategi–strategi dapat dikembangkan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya–bahaya kerja. kegawatan. dan frekuensi penyakit – penyakit dan kecelakaan sebelum dan sesudah strategi tersebut diberlakukan. UPAYA PENGETAHUAN. Untuk menentukan apakah suatu strategi efektif atau tidak. Perusahaan juga mencatat tingkat kegawatan dan frekuensi setiap kecelakaan atau kasus penyakit tersebut a) Tingkat Insiden Indeks keamanan industri yang paling penting adalah tingkat insiden yang menggambarkan jumlah kecelakaan dan penyakit dalam satu tahun. IV.00-22.Siang. REKAYASA PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN IV.Lawang tersebut.antara pukul 14.mendapatkan istirahat selama 1 jam untuk makan siang dan lain lain.antara pukul 22. perusahaan dapat membandingkan insiden. b) Tingkat Kegawatan Tingkat kegawatan menggambarkan jam kerja yang hilang karena kecelakaan atau penyakit. sehingga kecelakaan pekerja bisa lebih dikurangi.Hal ini cukup bagi para karyawan untuk mengembalikan kondisi tubuh dari rasa kelelahan..00 Dengan demikian selama kerja 8 jam.inilah akibatnya bila suatu industri kurang memperhatikan tentang keselamatan kerja.00 -Malam. Perusahaan juga menyediakan makan siang pada karyawannya dengan menu menu makanan yang sudah sesuai dengan nilai gizi dan empat sehat lima sempurna.

IV.karena kurangnya tenaga kebersihan. d) Mengendalikan Kecelakaan Cara terbaik untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja barang kali adalah dengan merancang lingkungan kerja sedemikian rupa sehingga kecelakan tidak akan terjadi. Beradasarkan observasi yang kami lakukan disana sebagian telah menerapkan berbagai kegiatan yang berkaitan penjagaan lingkungan.jumlah pekerja kebersihan kurang memadai dibandingkan dengan luas area kebersihan yang menjadi tanggung jawabnya.pada mesin industri disertai dengan adanya kantong untuk membuang sampah sehingga kebersihan bisa terjaga. Pencegahan dan penanggulangan dari aspek manusia 1. bukan sebaliknya. Penerapan ergonomi.sehingga banyak sampah menumpuk diluar gedung.Petugas kebersihan bertugas membersihkan ruangan kerja dan gedung produksi sebelum dan setelah jam kerja.penanggngjawab perusahaan dan penjamin utama yaitu pemerintah.Akan tetapi. karena hal ini merupakan cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja yaitu dengan membuat pekerjaan itu sendiri menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan bagi pekerja.2. Lingkungan kerja Lingkungan kerja memberi dampak pada kesehatan bagi pekerja.antara lain dari kesadaran pekerja sendiri. Ergonomis merupakan suatu proses penyesuaian pekerjaan dengan pekerja.badan usaha tersebut akan merugi dikarenakan omset yang didapat menurun. 3. Di tempat observasi kami sangat memperhatikan hal tersebut. pantauan dari pihak pengawas produksi. Keselamatan kerja Perlunya kesadaran dari berbagai pihak untuk dapat menjamin keselamatan kerja adalah sesuatu yang sangat penting . Penyakit akibat kerja . 2. 4. misalnya : bila tempat kerja tidak bersih maka kurang sedap dipandang. serta akan menimbulkan gangguan terhadap kesehatan diri seorang karyawan/pegawai.Hal ini terlihat pada daerah luar gedung yang kurang terjaga kebersihannya.

security (keamanan). dan safety (keselamatan).Kelelahan Kerja Adalah sejenis stress yang banyak dialami oleh orang orang yang bekerja dalam pekerjaan pekerjaan pelayanan 2. dan keamanan c) Stress Pekerjaan Penyebab umum stress bagi banyak pekerja adalah atasan. penghargaan. pengendalian diri. Sumber sumber potensial penyakit penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan sama beragamanya seperti gejala gejala penyakit tersebut.migrain dan lain lain b) Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah Bagi banyak pekerja. sikap tak alami dapat dihindari. konsumsi energi terkurangi dan kebutuhan peredaran darah hanya sedikit (Sastrowinoto.gaji. Selain itu pada saat duduk otomatis perut mengendor maka ini dapat mengakibatkan gangguan dalam saluran pencernaan dan paru- paru. Sikap dan sistem kerja Seorang staf kantor memang dituntut untuk duduk lebih lama dibandingkan dengan pekerjaan lain seperti pekerja dibagian produksi. bahaya bahaya di lingkungan tempat kerja dikaitkan dengan saluran pernafasan(ispa).ginjal. a) Kategori Penyakit Yang Berhubungan Dengan Pekerjaan Dalam jangka panjang. Akan tetapi untuk posisi duduk yang keliru dan terlalu lama tanpa adanya refleksi otot punggung dapat mengakibatkan sakit punggung. Aturan aturan kerja yang sempit dan tekanan tekanan yang tiada henti untuk mencapai jumlah produksi yang lebih tinggi adalah penyebab utama stress yang dikaitkan para pekerja dengan atasan. 1985). kepala menunduk. Paru paru. keinginan akan pemberdayaan dan keterlibatan dalam pekerjaan tantangan. prestasi. harga diri. punggung membungkuk serta leher menekuk dapat mengakibatkan penyakit dan kecelakaan kerja. Misalnya posisi duduk sekalipun pada saat duduk menurut tegangan pada kaki rendah. . keadilan. Kondisi staf kantor yang dominan berada dalam kondisi duduk. kehidupan kerja berkualitas rendah disebabkan oleh kondisi tempat kerja yang gagal untuk memenuhi rasa tanggung jawab.