You are on page 1of 33

“PERMASALAHAN LALU LINTAS DI KOTA BOGOR”

Dosen : Achmad Pahrul Radji, S.T., M.T.

Makalah ini diajukan untuk melengkapi tugas Rekayasa Lalu Lintas di Jurusan Teknik
Sipil Universitas Krisnadwipayana

Oleh:
ABDUL ROCHIM
1470111066

JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA
JAKARTA
2017

1

HALAMAN DAFTAR ISI

HALAMAN
DAFTAR ISI 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
BAB II : DASAR TEORI 5
BAB III : METODOLOGI 20
BAB IV : PEMBAHASAN 22
BAB V : PENUTUP 32
DAFTAR PUSTAKA 34

2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup
masyarakat, peranan jalan yang dikembangkan melalui jaringan ditujukan demi
kesejahteraan hidup masyarakat Ketersediaan jalan yang baik dan stabil berpengaruh
terhadap kelancaran arus lalu lintas. Tingginya pertumbuhan lalu lintas sebagai akibat
pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi
dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Perbaikan sarana dan
prasarana dapat menunjang keberadaan sarana lalu lintas yang ada.
Permasalahan lalu lintas terjadi karena beberapa faktor baik karena kemacetan,
tingkat kecelakaan, kualitas angkutan umum, jadwal yang tidak teratur, kurangnya jaringan
kendaraan dan sebagainya. Pada penulisan makalah kali ini penulis membahas tentang
permasalahan kemcetan lalilintas di Kota Bogor. Bogor diketahui adalah kota penyangga
ibukota sehingga penduduk kota banyak yang mendirikan tempat tinggal di Bogor. Bogor
yang pertambahan penduduknya setiap tahun meningkat tidak dibarengi dengan
pertambahan fasilitas umum seperti jalan dan sarana lalu lintas yang memadai.
Kemacetan di Kota Bogor diakibatkan oleh keberadaan angkot yang banyak dan
fasilitas jalan yang belum seimbang dengan volume kendaraan. Angkutan umum Bogor
terlalu banyak yang mengantri terlebih di daerah bogor kota.

3

Apa saja permasalahan lalu lintas di Kota Bogor? 2. Mengetahui permasalahan lalu lintas di daerah Kota Bogor 2. Tujuan Dan Manfaat Penulisan 1.3. Solusi permasalahan lalu lintas di daerah Kota Bogor 4 .2. Bagaimanakah solusi penanggulangan permasalahan lalu lintas di Kota Bogor? 1. Rumusan masalah Dalam penulisan kali ini kami rumuskan tiga permasalahan penting 1.1.

c) Menentukan perjanjian-perjanjian/kompromi yang dipakai untuk pemilihan alternatif d) Menentukan alternatif mana saja yang harus dipertimbangkan e) Menentukan perimbangan antara batas pelayanan yang harus dicapai dengan besarnya sumber yang dipakai f) Menentukan perimbangan antara derajat ketelitian hasil dan tingkatan sosial. teknik-teknik. terminal. manusia. cepat. dan kendaraan. dan pergerakan dari alat- alat angkut tersebut secara keseluruhan menimbulkan lalu lintas. Pada 5 . ekonomi. perancangan geometrik dan operasi lalu lintas jalan raya serta jaringannya. cara-cara. BAB II DASAR TEORI 2. Bahkan secara lebih luas sistem lalu lintas merupakan bagian dari sistem yang lebih luas yaitu sistem transportasi. penggunaan lahan serta keterkaitannya dengan mode transportasi lain. leluasa dan nyaman. Sistem lalu lintas pada dasarnya terdiri atas tiga komponen utama yaitu: jalan. jadi dengan kata lain lalu lintas adalah keturunan kedua dari kebutuhan akan angkutan. alat-alat. lalu lintas terdiri atas beberapa komponen utama untuk dapat bermakna sebagai suatu lalu lintas yang disebut dengan istilah sistem lalu lintas. Dalam operasinya. Sasaran secara umum dari traffic engineering adalah penggunaan prinsip- prinsip ilmiah.1 Definisi Perkerasan Jalan Rekayasa lalu lintas Menurut Homburger & Kell (1981) adalah sesuatu penanganan yang berkaitan dengan perencanaan. dan penemuan-penemuan untuk mengatur lalu lintas sedemikian sehingga dapat dijamin pergerakan manusia dan barang dengan aman. Untuk mendapatkan hasil yang optimal traffic engineering harus menentukan langkah-langkahnya dalam penggunaan ketentuan-ketentuan di atas berdasarkan landasan-landasan: a) Menentukan obyek yang dilayani b) Menentukan keuntungan yang akan didapat dan konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat. dan teknologi masyarakat Untuk pengangkutan diperlukan alat-alat angkutan.

sehingga diperlukan angkutan jarak jauh. angkutan kereta api atau angkutan air adalah sangat sesuai. karenanya diperlukan angkutan. dapatlah secara kualitatif dianalisis hubungan antara tingkat kebutuhan angkutan dengan tingkat perkembangan ekonomi yang bersangkutan. Surplus lain. yang dapat dinyatakan dalam GNP/jml penduduk. Dengan meningkatnya aktivitas masing-masing anggota masyarakat tersebut. Hal ini terjadi karena adanya kepentingan kebutuhan dari manusia yang tidak dapat terpenuhi hanya di tempat itu. dan di mana distribusi pendapatan juga normal yaitu mengikuti lengkung distribusi Gauss (perkembangan normal adalah perkembangan yang menuruti logistic curve: dx/dt = cx (a – x). Dalam masyarakat yang demikian diperlukan tempat pengumpulan hasil produksi dan tempat untuk pemasaran. yang mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan angkutan yang bermacam-macam.. industri dan lain-lain. Maka dalam hal tersebut angkutan jalan raya adalah yang paling tepat. sehingga timbul jenis-jenis angkutan pipa. Arus lalu lintas terjadi karena adanya mobilisasi dari manusia ataupun barang. Perkembangan masyarakat dapat diukur dari income per kapita. Dengan demikian timbullah apa yang dinamakan market economic society. Setiap orang menginginkan akses yang baik yang dapat menunjang mobolitasnya. conveyor dan lain-lain. 6 . Di dalam suatu masyarakat yang berkembang secara normal. dalam hal ini. masyarakat agraris yang masih primitif kebutuhan akan angkutan adalah sangat kecil. Dalam perkembanganya surplus mungkin diperlukan atau harus ditukarkan dengan surplus dari satuan masyarakat yang lebih jauh. Parameter Arus Lalu Lintas Parameter lalu lintas adalah suatu ukuran yang digunakan sebagai tolak ukur dari kegiatan lalu lintas. Kebutuhan akan angkutan dapat dinyatakan dalam kendaraan x kilometer. Mobilitas ini menyebabkan adanya konflik di jalan. sehingga terjadi surplus. Perkembangan teknologi didapat misalnya dengan adanya pertambangan.

kendaraan rencana. yaitu arus (flow).Dalam bab ini akan diuraikan parameter yang mempengaruhi lalu lintas itu sendiri. yang termasuk di dalamnya yaitu. waktu persepsi dan reaksi serta karakteristik lain yang dimiliki oleh seorang pengendara. kecepatan (speed). variasi arus lalu lintas jam-jaman. kemampuan mengerem kendaraan. Kecepatan (speed) Kecepaan didefinisikan sebagai tingkat gerakan di dalam suatu jarak tertentu dalam satu satuan waktu. yang dinyatakan dengan rumus V= Dengan. Karakteristik arus lalu lintas dapat dijabarkan dalam bebagai variasi. penglihatan dari seorang pengendara. Serta yang ketiga adalah jalan menurut klasifikasi dan ciri geometrik jalan itu sendiri. B. A. dan persamaan jarak mengerem dan reaksi. diantaranya variasi arus dalam waktu yang meliputi. Arus (flow) Arus adalah jumlah kendaraan yang melintas ruas jalan pada waktu tertentu (pendek) dengan membedakan arah dan lajur yang dinyatakan dalam smp/ waktu atau kendaraan/ waktu. variasi arus lalu lintas kurang dari satu jam. variasi arus lalu lintas bulanan. V = kecepatan (km/jam) d = Jarak perjalanan (km) t = waktu perjalanan (jam) 7 . volume jam perancangan. dan volume perancangan menurut arah. kinerja percepatan kendaraan. dan kerapatan (density). Kemudian variasi arus dalam ruang dan variasi arus terhadap jenis kendaraan. Elemen-elemen Arus Lalu Lintas terdiri dari karakteristik pemakai jalan. variasi arus lalu lintas harian. yang termasuk di dalamnya yaitu. Yang kedua adalah kendaraan itu sendiri.

Perbedaan analisis dari kedua jenis kecepatan di atas adalah bahwa TMS adalah pengukuran titik. karena sulit diukur dilapangan. hal ini disebabkan dari karakteristik pengemudi yang berbeda-beda sehingga arus lalu lintas tidak mempunyai sifat kecepatan yag tunggal akan tetapi dalam bentuk distribusi kecepatan kendaraan individual. yaitu rata-rata kecepatan kendaraan yang menempati suatu segmen atau bagian jalan pada interval waktu tertentu. 2. yang merupakan jarak antara dua tempat dibagi dengan lama waktu bagi kendaraan untuk menyelesaikan perjalanan antara dua tempat tersebut. Ada dua jenis analisis kecepatan yang dipakai pada studi kecepatan arus lalu-lintas yaitu : a. yaitu kecepatan efektif kendaraan yang sedang dalam perjalanan antara dua tempat. Kerapatan Kerapatan adalah jumlah kendaraan yang menempati suatu panjang jalan atau lajur dalam kendaraan per km atau kendaraan per km per lajur. c. 3. Kecepatan setempat (Spot Speed). Time mean speed (TMS). Kecepatan bergerak (Running Speed). Dari distribusi kecepatan kendaraan secara diskrit suatu nilai rata–rata atau tipikal digunakan untuk mengidentifikasikan arus lalu lintas secara menyeluruh. Terdapat 3 jenis klasifikasi kecepatan yang digunakan yaitu : 1. b.Dalam suatu pergerakan kecepatan dari setiap kendaraan tidak mungkin akan sama. sementara SMS pengukuran berkenaan dengan panjang jalan atau lajur. Nilai kerapatan dihitung berdasarkan nilai kecepatan dan arus. Space mean speed (SMS). Biasanya 8 . yaitu rata-rata kecepatan dari seluruh kendaraan yang melewati suatu titik pada jalan selama periode waktu tertentu. yaitu kecepatan kendaraan pada suatu saat diukur dari suatu tempat yang ditentukan. Kecepatan perjalanan (Jeourney Speed). yaitu kecepatan kendaraan rata-rata pada suatu jalur pada saat kendaraan bergerak (tidak termasuk waktu berhenti ) yang didapatkan dengan membagi panjang jalur yang ditempuh dengan waktu kendaraan bergerak menempuh jalur tersebut. dengan lama waktu ini mencakup setiap waktu berhenti yang ditimbulkan oleh hambatan lalu lintas.

Namun demikian kepadatan dapat dihitung dari kecepatan dan volume. 9 . F = Arus lalu lintas (smp/jam atau kend/jam) S = kecepatan tengah berdasarkan ruang (km/jam) D = kepadatan (smp/km atau kend/km) Adapun hubungan antara tiga variable yang sudah dibahas yaitu.diperlukan titik ketinggian yang cukup sehingga kendaraan dapat diamati dalam suatu ruas tertentu. Arus dengan Kecepatan 3. Arus dengan Kerapatan Atau dapat ditunjukan seperti pada gambar dibawah ini. yang memunyai bentuk hubungan seperti ditunjukkan pada rumus berikut. F=SxD Dengan. 1. Kecepatan dengan Kerapatan 2.

Jadi kurva ini menggambarkan dua kondisi yang berbeda dimana lengan atas untuk kondisi stabil sedangkan lengan bawah menunjukan kondisi arus padat. Volume lalu-lintas yang diekspresikan dibawah satu jam (sub 10 . Volume maksimum terjadi pada saat kerapatan mencapai titik Dm (kapasitas jalur jalan sudah tercapai). kecepatan arus bebas akan terjadi apabila kerapatan sama dengan nol. Setelah mencapai titik ini volume akan menurun walaupun kerapatan bertambah sampai terjadi kemacetan di titi Dj. jam- jaman atau sub jam. harian. A. dan pada saat kecepatan sama dengan nol maka terjadi kemacetan (jam density) Hubungan mendasar antara arus dan kecepatannya adalah dengan bertambahnya volume lalu lintas maka kecepatan rata-rata ruangannya tercapai. Tingkat Pelayanan Tingkat pelayanan (level of service) adalah ukuran kinerja ruas jalan atau simpang jalan yang dihitung berdasarkan tingkat penggunaan jalan. C = kapasitas jalan). kecepatan. kepadatan dan hambatan yang terjadi. Volume Volume adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik atau segmen jalan selama selang waktu tertentu yang dapat diekspresikan dalam tahunan. Dalam bentuk matematis tingkat pelayanan jalan ditunjukkan dengan V-C Ratio versus kecepatan (V = volume lalu lintas. Setelah tercapai arus maksimum maka kecepatan rata-rata ruang dan arus akan berkurang. Hubungan antara kecepatan dan kerapatan menunjukan bahwa kecepatan akan menurun apabila kerapatan bertambah.Dari kurva diatas terlihat bahwa. Hubungan antara arus dan kerapatan memperlihatkan bahwa kerapatan akan bertambah apabila volumenya juga bertambah.

3 (4/2 0.35 0.25 UD) ≥ 1800 1. VJP digunakan sebagai dasar untuk perancangan jalan raya dan berbagai macam analisis operasional. Jalan raya harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu melayani pada saat lalu lintas konsisi VJP.25 UD) ≥ 3700 1.2 Namun demikian pengamatan lalu lintas ini diharapkan selama 24 jam perhari yang biasanya untuk mengetahui terjadinya volume jam puncak (VJP) sepanjang jam kerja baik itu pagi.5 0. Untuk mendapatkan nilai arus suatu segmen jalan yang terdiri dari banyak tipe kendaraan maka semua tipe-tipe kendaraan tersebut harus dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (smp). apakah itu terkait dengan pengendalian.jam) seperti.4 tak- terbagi 0 1. Faktor ekivalen mobil penumpang (emp) ditabulasi pada Tabel 1. Biasanya volume jam puncak diukur untuk masing – masing arah secara terpisah. Untuk analisis operasional.2 Empat lajur 0.4 tak- terbagi 0 1. 15 menitan dikenal dengan istilah rate of flow atau nilai arus. 11 .3 (2/2 0. siang maupun sore. Konversi kendaraan ke dalam smp diperlukan angka faktor ekivalen untuk berbagai jenis kendaraan. Arus lalu lintas Emp Tipe total dua arah MC jalan HV Lebar jalur lalu- (kendaraan/jam) tak lintas < > terbagi 6m 6m Dua lajur 0.

yaitu. namun demikian untuk jalan perkotaan digunakan volume jam puncak tertinggi yang ke 50.keselamatan. B. tingkat pelayanan A mewakili ondisi 12 . VJRD = Volume rancangan berdasarkan arah (smp/hari) LHR = lalu lintas harian rata – rata (smp/hari) K = proporsi lalu lintas harian yang terjadi selama jam puncak D = proporsi lalu lintas jam puncak dalam suatu arah tertentu Menurut McShane dan Roess (1990). Faktor D lebih bervariasi di mana pembangkit lalu lintas utama pada suatu kawasan untuk kawasan perkotaan misalnya nilai D berkisar antara 0. dibutuhkan untuk memperkirakan tingkat kemacetan pada fasilitas jalan raya. Pengukuran kualitatif yang menyatakan operasional lalu lintas dan pandangannya oleh pengemudi. Pengukuran tingkat pelayanan jalan didasarkan pada tingkat pelayanan dan dimaksudkan untuk memperoleh faktor-faktor. Volume jam puncak tertinggi yang ke 30 sering digunakan untuk perancangan dan analisis pada jalan raya luar kota. lingkungan. Tingkat pelayanan memiliki selang dari A sampai dengan F. dalam kegunaan untuk perancangan nilai K sering dinyatakan dalam bentuk proporsi LHR pada jam puncak tertinggi yang ke 30 selama satu tahun. Kapasitas harian sebaiknya tidak digunakan sebagai ukuran karena akan bervariasi sesuai dengan faktor-k.5 sampai 0.6. Catatan: Biasanya dinyatakan dalarn kend/jam atau smp/jam). Di dalam perancangan VJP kadang – kadang diestimasi dari proyeksi LHR sebagaimana ditunjukkan pada rumus : VJRD = LHR x K x D Dengan. kebebasan bergerak dan keamanan. waktu perjalanan. kecepatan. maka jalan raya harus mampu mengakomodasi kondisi ketika VJP. komposisi lalu-lintas dan sebagainya. Kapasitas Kapasitas adalah arus lalu-lintas maksimum yang dapat dipertahankan (tetap) pada suatu bagian jalan dalam kondisi tertentu (misalnya: rencana geometrik. kapasitas.

kepadatan lalu lintas sangat rendah dengan kecepatan yang dapat dikendalikan oleh pengemudi berdasarkan batasan kecepatan maksimum/minimum dan kondisi fisik jalan. Kebebasan memilih kecepatan yang diinginkan dan kebebasan bergerak dalam arus lalu lintas yang sangata besar. Tingkat pelayanan A dapat dikondisikan seperti : 1. Klasifikasi Tingkat Pelayanan Berkaitan dengan kecepatan operasi atau fasilitas jalan yang tergantung pada perbandingan antara arus terhadap kapasitas. Ukuran Tingkat Pelayanan Tingkat pelayanan suatu jalan menunjukkan kualitas jalan diukur dari beberapa faktor yaitu : Kecepatan dan waktu tempuh Kerapatan (density) Tundaan (delay) Arus lalu lintas dan arus jenuh (saturation flow) Derajat kejenuhan (degree of saturation) 2. tetapi terdapat sedikit penurunan dalam kebebasan bergerak dalam 13 . Dipakai oleh HCM. Tingkat pelayanan ditentukan dalam suatu skala yang terdiri dari enam tingkat pada kisaran A sampai dengan F. 2. Oglesby (1990) menerangkan bahwa kondisi operasi dari berbagai tingkat pelayanan jalan adalah sebagai berikut: a. 1. 1. Tingkat pelayanan A (Free Flow) LOS A mewakili free flow. Tingkat kenyamanan dan keandalan secara umu yang dibutuhkan oleh pengendara atau penumpang sangat baik.operasi pelayanan terbaik dan tingkat pelayanan F mewakili operasi pelayanan terburuk. Tingkat Pelayanan B (Stable Flow – Rural Road Design) LOS B berada dalam selang arus stabil. b. tetapi keberadaan pengguna laindalam arus lalu lintas mulai terasa. Kebebasan memilih kecepatan yang diinginkan relative terpengaruh. arus bebas dengan volume lalu lintas rendah dan kecepatan tinggi. Pengguna jalan tidak dipengaruhi oleh keberadaan variable lain dalam arus lalu lintas. Pengemudi dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkannya tanpa atau dengan sedikit tundaan.

pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan. Tingkat pelayanan C dapat dikondisikan seperti: 1.arus lalu lintas dibandingkan LOS A. arus mendekati tidak stabil dengan volume lalu lintas tinggi dan kecepatan masih ditolerir namun sangat terpengaruh oleh perubahan kondisi arus. kepadatan lalu lintas sedang karena hambatan internal lalu lintas meningkat. tetapi ditandai dengan awal operasi pengguna individu yang dipengaruhi oleh interaksi lain dalam arus lalu lintas. Tingkat pelayanan A dapat dikondisikan seperti : 1. d. tingkat kenyamanan dan keandalan jga agak kurang dari pada LOS karena keberadaan variable lain dalam arus lalu lintas mulai mempengaruhi keberadaan individu. kepadatan lalu lintas rendah hambatan internal lalu lintas belum memengaruhi kecepatan. arus stabil tetapi kecepatan dan pergerakan kendaraan dikendalikan oleh volume lalu lintas yang lebih tinggi. pindah lajur atau mendahului. Tingkat kenyamanan dan keandalan umumnya menurun pada LOS C. 3. Tingkat pelayanan D dapat dikondisikan seperti : 1. arus stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pemilihan kecepatan bergerak dalam arus lalu lintas memerlukan kewaspadaan masung –masing pengguna. c. pengemudi masih punya cukup kebebasan untuk memilih kecepatannya dan lajur jalan yang digunakan. 2. Tingkat pelayanan D (Approach Unstable Flow) LOS D mewakili kepadatan tinggi. 3. Kecepatan dan kebebasan bergerak terbatas secara acak dan pengalaman pengemudi umumnya mewakili tingkat kenyamanan dan keandalan yang buruk. tetapi arus stabil. Tingkat pelayanan C (Stable Flow – Urban Road Design) LOS C berada dalam selang arus stabil. 2. Sedikit penambahan arus lalu lintas umumnya menyebabkan masalah operasional pada LOS D. 14 .

Kondisi LOS Fterjadi jika jumlah lalu lintas menuju suatu titik nilai tertentu yang dapat menghentikan arus lalu lintas. Tingkat pelayanan F (Forced Flow – Stops. 3. 3. f. kepadatan lalu lintas sedang namun fluktuasi volume lalu lintas dan hambatan temporer dapat menyebabkan penurunan kecepatan yang besar. tetapi relative seragam. karena sedikit peningkatan arus atau gangguan kecil dalam arus menyebabkan gangguan pada arus secara keseluruhan. e. pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan. kepadatan lalu lintas tinggi karena hambatan internal lalu lintas tinggi. Tingkat kenyamanan dan keandalan sangat buruk sehingga jumlah pengemudi yang frustasi umumnya tinggi. pengemudi mulai merasakan kemacetan-kemacetan durasi pendek. Operasional LOS E biasanya tidak stabil.2. Kebebasan bergerak dalam lalu lintas sangat sulit dan secara umum untuk melakukan pergerakan kendaraan dilakukan dengan cara memaksa kendaraan lain member jalan untuk pergerakan kendaraan. Tingkat pelayanan E (Unstable Flow – Some Stops and Starts) LOS E mewakili kondisi opera sinal pada atau dekat dengan tingkat kapasitas. tetapi kondisi ini masih dapat ditolerir untuk waktu yang singkat. Jams) LOS F digunakan untuk mendefinisikan arus lalu lintas yang dipaksakan atau buruk. Tingkat pelayanan E dapat dikondisikan seperti : 1. Semua kecepatan menurun ke nilai yang kecil. 15 . kenyamanan rendah. arus lebih rendah daripada tingkat pelayanan D dengan volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dan kecepatan sangat rendah. 2. Queues.

kecepatan 0. > 1.00 F volume diatas kapasitas.80 - D kecepatan 0.70 . banyak berhenti 16 .90 rendah Arus tidak stabil.00 volume padat atau mendekati kapasitas Arus yang terhambat. kecepatan terbatas.80 lalu lintas. volume rendah. 0. 0. E 1. dipengaruhi oleh C 0.60 A kecepatan tinggi Arus stabil.60 - B volume 0. kecepatan 0. kecepatan rendah.70 sesuai untuk jalan luar kota Arus stabil. < 0. Tingkat V/C Pelayanan Keterangan RASIO jalan Arus lancar. rendah. volume sesuai untuk jalan kota mendekati arus tidak stabil.90 .

lalu diklasifikasi berdasarkan arah. sebenarnya didasarkan pada kerangka dasar desain terdahulu (Miller 1968b. Ini berarti bahwa setiap pergerakan memiliki karakteristik pengaturan sinyal tersendiri. Salah satu aspek penting di sini. mengganti konsep jumlah waktu hilang seluruh fase. dikategorikan sebagai suatu pergerakan (movement). Metode akcelik Metode hasil pengembangan lebih lanjut dari Rahmi Akcelik.Metode Analisis Simpang Bersinyal Simpang adalah suatu area kritis pada suatu jalan raya yang merupakan titik konflik dan tempat kemacetan karena bertemunya dua ruas jalan atau lebih (Pignataro. 1973). Juga penerapan waktu hilang persimpangan (intersection lost time). Pendekatan baru ini membuat pengertian lebih jelas atas hubungan pergerakan dan karakteristik fase sinyal serta memungkinkan penanganan terhadap sistem sinyal yang kompleks dengan multi-fase. Akcelik mengubah teknik tradisional yang didasarkan atas metode phase-related kepada pendekatan movement-related. Menurut Akcelik. Untuk menganalisis simpang bersinyal ada beberapa cara yaitu salah satunya metode akcelik dan sidra. berikut lajur menunggu maupun keluar untuk meninggalkan persimpangan. adalah penggunaan konsep movement lost time. setiap antrian yang terpisah (separate queue) yang sedang menuju persimpangan. yang didefinisikan sebagai jumlah waktu hilang pergerakan kritis. Karena merupakan tempat terjadinya konflik dan kemacetan maka hampir semua simpang terutama di perkotaan membutuhkan pengaturan. 17 . Dan pengalokasian hak berjalan bagi pergerakan individual ditentukan berdasarkan pengaturan fase sinyal. A. penggunaan lajur dan penyediaan hak berjalan melintasi persimpangan. Pergerakan dari masing-masing pendekat didasarkan atas hak berjalan tersendiri (pengaturan fase) dan alokasi lajur dengan karakteristik penggunaannya. Webster and Cobbe 1966). sebagai pengganti phase lost time.

Sebuah versi dengan kemampuan jaringan pemodelan saat ini sedang dalam pembangunan. Di Australia dan Selandia Baru. bundaran dengan sinyal metering. 18 . semua arah (4-way dan 3-way) menghentikan kontrol tanda. Pertama kali dirilis pada tahun 1984. Di Amerika Serikat. Metode Sidra Sidra Intersection (sebelumnya disebut Sidra dan aaSIDRA) adalah paket perangkat lunak yang digunakan untuk persimpangan (junction) kapasitas. tingkat layanan dan analisis kinerja oleh lalu lintas desain. Hal ini dapat digunakan untuk membandingkan pengobatan alternatif yang melibatkan persimpangan bersinyal. segmen jalan bebas hambatan dasar dan bersinyal dan penyeberangan tengah-tengah blok tanpa lampu lalu lintas untuk pejalan kaki. Sidra temu diakui oleh US Manual Kapasitas Jalan TRB / FHWA 2010 Panduan Roundabout (NCHRP Laporkan 672) dan berbagai panduan bundaran lokal. bundaran (tanpa lampu). dua arah berhenti dan memberikan arah (yield) Kontrol tanda. telah dalam pembangunan berkelanjutan dalam menanggapi umpan balik pengguna. operasi dan profesional perencanaan. penggabungan.B. Sidra Persimpangan merupakan alat evaluasi lalu lintas mikro-analitis yang menggunakan jalur-by-jalur dan model kendaraan berkendara siklus. single-titik susun perkotaan. Sidra temu didukung oleh Austroads.

1. BAB III METODOLOGI 3. Bagan Alir Penelitian Gambar 3.1 Flow Chart (Bagan Alir) Penelitian 19 .

3 Peta Jalan Daerah Bogor 20 .3.Sukatani.2 Lokasi Penelitian Daerah bogor Gambar 3. Tapos. Lokasi Lokasi pengambilan gambar di sepanjang Jalan Gas Alam.2. Depok Gambar 3.

Tingkat kemcetan bertambah pada saat jam sibuk atau jam pergi dan pulang kerja. Lebar jalan yang juga kurang mendukung sehingga terjadi kemacetam.1 Kemacetan Bogor di daerah Stasiun Bogor Dari gambar diatas terlihat angkutan umum mengantri ditambah dengan fasilitas pejalan kaki yang kurang. BAB IV PEMBAHASAN 4. Gambar 4.2 Kemacetan Bogor Dekat Terminal 21 .1 ANALISA VISUAL Gambar 4.

Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan.3 Lajur Jalan Kota Bogor Dari gambar diatas dapat dilihat fungsi lajur tidak seimbang antara satu dengan yang lainnya. Dalam UU RI Nomor 14 Tahun 1992. ditetapkan pengertian lalu lintas adalah gerak kendaraan. Pembangunan fasilitas terminal yang molor membuat bogor masih macet dan tidak teratur. sebaiknya kita pelajari terlebih dulu pengertian dari lalu lintas itu sendiri. Gambar 4. 4. Terlhat dari gambar juga bangunan masih belum teratur atau memenuhi aturan badan jalan. terutamanya yang tidak mempunyai 22 . orang dan hewan di jalan.2 ANALISA LITERATUR Sebelum membahas tentang pengertian kemacetan lalu lintas. Jadi.

Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut. B. Adanya bagian jalan yang rusak atau longsor. 2.transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. 7. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari Bogor. Ketersediaan badan jalan kurang sebanding dengan volume kendaraan. Arus kendaraan yang melewati jalan tersebut telah melampaui kapasitas jalan tersebut. 6. 8. Antrian angkutan umum khususnya di fasilitas umum seperti stasiun pasar dll 23 . Ketidak tahuan masyarakat akan aturan lalu lintas. Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik faktor-faktor penyebab terjadinya kemacetan di Bogor lalu lintas antara lain : 1. Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas. Adanya perbaikan jalan. Parkir kendaraan yang tidak tertata baik atau tidak pada tempatnya. 9. 3. misalnya Jakarta. 4. Terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut sehingga menimbulkan rasa ingin tahu warga yang menyebabkan warga berkerumun memadati jalan atau kendaraan yang terlibat kecelakaan yang belum dibersihkan atau disingkirkan dari badan jalan. 5.

Keempat. ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari total luas kota. yaitu karena banyaknya titik bottleneck. Ini tentu menghambat laju kendaraan.50 km2. Ketiga yaitu minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan penyeberangan orang. Bus dapat berupa trans antar tempat yang memiliki shelter.Saat ini. Kedua. Kelima karena banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki underpass atau lampu lalu lintas yang memadai. seperti di pintu-pintu masuk jalan tol. karena kebijakan perumahan perkotaan yang salah. 24 . Peraturan pendirian rumah yang belum seluruhnya sesuai atau menyesuaikan dengan kebutuhan jalan.Sedangkan. Menurut Andrinof. Keenam. Ketujuh yaitu karena kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta. moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar. yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan seperti mall dan ruko. Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai saat arus lalu lintas sedang tinggi. Terakhir. lahan jalan Kota Bogor kurang lebih hanya 3 persen saja dari total lahan keseluruhan atau 118. merupakan penyebab menyempitnya jalan di Bogor. angkutan umum utama di Bogor harusnya berupa bus dan kereta yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar. penyebab kemacetan di yang biasa terjadi di Kota Bogor : Pertama.

Selain pemborosan BBM. Jadi dampak yang diakibatkan oleh kemacetan lalu lintas sangat luas. Kemacetan juga menyebabkan laju kendaraan menjadi lambat dan pembakaran pun menjadi lama. mulai dari bidang kesehatan. Jadi. Selain itu. Akibatnya pekerjaan pun menjadi terganggu. Misalnya jarak 60 km bisa kita tempuh hanya dengan waktu 1 jam. Pemborosann BBM terjadi karena kemacetan menyebabkan kendaraan menjadi terhambat sehingga terjadi pembakaran yang tidak efektif. maka bila terjadi kemacetan dengan waktu yang sama mungkin kita hanya dapat menempuh jarak 10-20 km saja. pemborosan waktu serta menimbulkan polusi udara. ekonomi hingga produktivitas kerja. antara lain : a. karena kecepatan yang rendah. pembakaran yang lama akan menghasilkan karbondioksida sehingga akan menimbulkan polusi udara yanng semakin banyak. b. Karbondioksida mengandung racun yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat sehingga produktivitas menurun. Selain waktu dan biaya. karena kemacetan dapat menyebabkan banyak kerugian terhadap para pengguna jalan. Kadang-kadang akibat terburu-buru akan terjadi kecelakaan yang dapat mengancam nyawa para pengguna jalan. dampak yang ditimbulkan oleh kemacetan lalu lintas sangat banyak. Dampak kemacetan lalu lintas antara lain adalah pemborosan BBM. Pemborosan energi. Dapat disimpulkan kemacetan lalu lintas dapat menimbulkan dampak-dampak negatif. kemacetan juga dapat mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Kerugian waktu. 25 . kemacetan lalu lintas juga dapat menyebabkan stress dan menimbulkan emosi. bila terjadi kemacetan tentu kita juga akan rugi waktu. Dampak Kemacetan Lalu Lintas Kemacetan lalu lintas sangatlah tidak disukai oleh semua masyarakat. Bila produktivitas menurun maka perekonomian juga akan terganggu.C.

dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal. c. Manajemen lalu lintas meliputi: a. Meningkatkan stress pengguna jalan. d. Menyediakan dan mengoperasikan angkutan massal/umum perkotaan yang berkapasitas mencukupi dan dikelola secara profesional. Manajemen lalu lintas bertujuan untuk keselamatan. radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih sering. larangan atau perintah penggunaan jalan bagi pemakai jalan. pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan pengaturan lalu lintas c. f. Kegiatan perencanaan lalu lintasKegiatan perencanaan lalu lintas meliputi inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan. keamanan. 4. Menerapkan strategi kebijakan transportasi perkotaan yang komprehensif. karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi. Keausan kendaraan lebih tinggi. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. e. karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek. Maksud inventarisasi antara lain untuk mengetahui tingkat pelayanan pada setiap ruas jalan dan persimpangan. 26 . utamanya: 1. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans. Solusi Permasalahan Kemacetan Guna mengatasi kemacetan dan ketidakaturan lalu lintas kendaraan bermotor perlu ditempuh berbagai upaya (program aksi). Maksud tingkat pelayanan dalam ketentuan ini adalah merupakan kemampuan ruas jalan dan persimpangan untuk menampung lalu lintas dengan tetap memperhatikan faktor kecepatan dan keselamatan. b. penentuan kecepatan minimum dan maximum. 2. Kegiatan pengaturan lalu lintas meliputi: penataan sirkulasi lalu lintas. Menerapkan manajemen lalu lintas (traffic management) yang tepat dan efektif. D. Membangun ketersediaan prasarana perkotaan yang berkapasitas yang mampu melayani lalu lintas secara lancar. Meningkatkan polusi udara. akomodatif dan berwawasan masa depan. 3.

Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor. d. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas. b. c. yang dikenal sebagai Metro di Perancis. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah. MRT di Singapura. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum. Keberpihakan kepada angkutan umum Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain : a. Pengembangan kereta api kota. persimpangan tidak sebidang/flyover. Memperlebar jalan. Pembatasan kendaraan pribadi Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut: 27 . menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan. biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan. bea masuk kepada angkutan umum. 3.Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut : 1. c. Mengembangkan inteligent transport sistem. b. e. d. Peningkatan kapasitas jalan Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti : a. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta. Subway di Amerika. 2.

seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motormasuk jalan tol. selain membangun ruas jalan baru. Bila pemerintah berhasil menangani laju urbanisasi dan angka kelahiran. menambah jembatan peyeberangan dan memperbaiki jembatan penyeberangan yang rusak. Disamping itu. Setelah semua itu terlaksana. pemerintah perlu megupayakan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memaksimalkan kendaraan umum. pajak bahan bakar. pemerintah juga sebaiknya memperbaiki jalan yang rusak. Ada juga solusi dari dengan melibatkan peran pemerintah dan masyarakat. Untuk mencegah semakin parahnya keadaan lalu lintas. London. ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya. b. Stokholm. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). pemerintah tetap tidak 28 . pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan. bea masuk yang tinggi. pemerintah juga harus menetapkan batas kecepatan suatu kendaraan untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan kemacetan. Berarti pemerintah harus membatasi laju urbanisasi dan menekan angka kelahiran dengan cara menjalankan program keluarga berencana. pajak kendaraan bermotor. maka jumlah pengguna jalan juga akan terkendali. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya. yaitu : 1. ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura. a. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu. c. Peran Pemerintah Urbanisasi dan angka kelahiran yang tinggi menyebabkan pertumbuhan penduduk menjadi tidak terkendali. memperlebar jalan.

memperbaiki lampu lalu lintas serta sebisa mungkin menjadikan halte agar dapat menjadi lebih aman dan nyaman. Untuk para supir hendaknya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Pejalan kaki harus mau membiasakan diri berjalan di trotoar dan menyeberang di jembatan penyeberangan. meningkatkan pelayanan dan kenyamanannya baik di stasiun maupun di dalam kereta api itu sendiri. Supir angkutan umum tidak berhenti di sembarang tempat. Apabila ada kendaraan yang bersalah segera ditilang sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila ingin menggunakan angkutan umum. begitu pula bila ketika hendak turun. Selain semua itu. pemerintah juga harus mengajak para pengguna jalan agar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Peran Masyarakat Masyarakat sebagai pengguna jalan juga dapat membantu pemerintah dalam menangani kemacetan lalu lintas seperti dengan beralih ke angkutan umum yang tersedia dan lebih tertib berlalu lintas agar para pengguna kendaraan pribadi seharusnya mengikuti aturan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. maka kita harus menghentikan angkutan tersebut di halte yang telah di sediakan. sehingga banyak penggua jalan yang mau berpindah dari kendaraan pribadi ke kereta api. Selain itu pemerintah harus pula mengoptimalkan kereta api yang telah ada. Pedagang kaki 29 . motor yang berada di jalur kanan serta pejalan kaki yang tidak disiplin juga harus didenda agar mereka merasa jera dengan apa yang telah mereka lakukan. karena mereka juga masih harus memperbaiki rambu-rambu lalu lintas. Peraturan ditegakkan sehingga penduduk menjadi lebih disiplin. sehingga penumpang tidak menunggu lama dan waktu tempuh menjadi lebih cepat atau lebih singkat. Pada saat berhenti kendaraan dipinggirkan agar tidak mengganggu kendaraan lain dan jangan menjadikan perempatan atau pertigaan sebagai terminal.boleh langsung bersenang-senang. Busway dibuat lebih efektif dengan menambahkan jumlah armada. 2. kendaraan yang menerobos lampu merah. Misalnya angkutan umum yang berhenti bukan di halte.

begitu juga pejalan kaki untuk tidak membeli barang-barang di troatoar. Apabila menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya gunakan kendaraan yang kecil dan jangan mencoba untuk menerobos lampu merah jika terjadi kemacetan lalu lintas dan jangan menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan yang tidak penting.lima sebaiknya tidak berdagang di trotoar karena trotoar merupakan haknya pejalan kaki. Bagi para pengguna sepeda motor gunakanlah selalu jalur kiri dan dengan kecepatan yang tidak tinggi. 30 .

Kesimpulan Lalu lintas sudah sedemikian macetnya. BAB V PENUTUP A. pemerintah juga sebaiknya memperbaiki penegakan hukum tentang tata tertib berlalu lintas. 31 . pemborosan waktu serta dapat menimbulkan polusi udara. Dan itu sangat merugikan masyarakat karena kemacetan dapat menyebabkan pemborosan BBM. Kedisiplinan berlalu lintas para pengguna jalan memang masih sangat rendah. Untuk mengatasi kemacetan yang semakin bertambah bahkan untuk mengatasi terjadinya kemacetan total. serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan kereta api. Masyarakat juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan. Pemerintah harus bisa mengendalikan laju urbanisasi dan juga harus dapat menekan angka kelahiran secara serius. Hal ini merupakan salah satu masalah penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. meningkatkan kesadaran hukum tentang lalu lintas serta juga dapat dilakukan dengan cara mematuhi semua peraturan lalu lintas. Selain itu. Pemerintah segera membangun jalan satu arah. mungkin kemacetan lalu lintas akan sedikit berkurang. Bila semua itu dapat dilakukan dengan baik. maka seluruh masyarakat dan juga pemerintah harus segera memikirkan jalan keluarnya dari sekarang. misalnya dengan selalu tertib berlalu lintas. Dari tahun ke tahun kemacetan ini diperkirakan akan terus bertambah sebab pertambahan kendaraan bermotor 11 persen pertahun sedangkan pertambahan jalan hanya 1 persen pertahun. Dari perbandingan ini kita dapat membayangkan mengapa kemacetan lalu lintas itu sangat sulit untuk diatasi. trans bogor dan angkutan umum lainnya mulai dari sekarang.

2. 5. 3. 4.B. Pemerintah sebaiknya meningkatkan pelayanan angkutan umum. 32 . maka kendaraan tersebut menjadi tidak fungsional lagi. Melakukan pembatasan usia kendaraan karena jika kendaraan tersebut sudah terlalu tua. Pemerintah juga sebaiknya memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam lingkup sekolah dasar dan sekolah menengah. Aturan yang tegas dan ketat terhadap arus urbanisasi dengan cara yang lebih optimal. pejalan kaki dan pedagang kaki lima yang melanggar aturan. Penegakan hukum yang tegas terhadap pengguna jalan. agar masyarakat tertarik untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. dan hukuman dipertegas apabila ada yang melanggar. Saran 1.

http://www.org/wiki/Rekayasa_Lalu_Lintas/Kapasitas_jalan Solusi Kemaceta.DAFTAR PUSTAKA Rekayasa Lalu lintas.wikibooks.com/doc/301296809/Pengertian- Rekayasa-Lalu-Lintas Khisty. http://id. Introduction to Transportation Engineering and Planning. https://bogorkota.com %2F2012%2F05%2Ftranspsimpangsinyal.com/url? sa=t&rct=j&q=METODE+ANALISIS+SIMPANG+SIDRA&source=web&cd= 1&cad=rja&ved=0CCsQFjAA&url=http%3A%2F %2Fhmtsunsoed. Kota Bogor Dalam Angka 2016.com/kala-warga-berikan-solusi-atasi- kemacetan-kota-bogor/ Metode Analisis Simpang. https://www. Morlok.pdf&ei=HmdpUeWHLMfprAfmt IHYBw&usg=AFQjCNGpiirBV72YsSFyxo5RkKFLrRnwJw 33 . Transportation Engineering : An Introduction. 3rd Edition.php/publikasi/116 Kapasitas jalan.bps.go. http://beritametrolima. Jotin C dan B. Badan Pusat Statistik.scribd. Prentice Hall.id/index. 1978. Kent Lall. Edward K. Mc Graw-Hill.Inc. Pearson Education.files.google.wordpress. 2003. Pennsylvania.