You are on page 1of 33

PROGRESS REPORT

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN: PT ALAM SUTERA
REALTY TBK

Analisis dan Penggunaan Laporan Keuangan
Sonya Oktaviana S.E., M.Ak.
Widya Perwitasari, MIS, CPMA

Oleh :

Dilla Andyana Sari (1306379580)

Irene Tamara (1306413012)

Raisa Putri Nabila (1306395211)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS INDONESIA
2016

STATEMENT OF AUTHORSHIP

“Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas
terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang
lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk
makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas
bahwa kami menyatakan dengan jelas menggunakannya.

Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan
atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.”

Nama Anggota/ NPM :

1. Dilla Andyana Sari (1306379580)
2. Irene Tamara (1306413012)
3. Raisa Putri Nabila (1306395211)

Mata Ajaran : Analisis dan Penggunaan Laporan Keuangan

Judul Makalah/Tugas: Progress Report Analisis Laporan Keuangan: PT
Alam Sutera Realty Tbk.

Tanggal : 28 November 2016

Dosen : Widya Perwitasari, MIS, CPMA

Tandatangan Anggota :

Dilla Andyana Sari Irene Tamara Raisa Putri Nabila

NPM. 1306379580 NPM. 1306413012 NPM. 1306395211

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul
“Progress Report Analisis Laporan Keuangan: PT Alam Sutera Realty Tbk.” tepat
pada waktunya.

Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Analisis dan Penggunaan Laporan Keuangan. Sehubungan dengan selesainya
penulisan makalah ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak
yang membantu dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya kepada Widya
Perwitasari, MIS, CPMA selaku dosen mata kuliah Analisis dan Penggunaan
Laporan Keuangan.

Kami sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempuranaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun
sangat kami harapakan untuk kesempurnaan dari kekurangan-kekurangan yang
ada, sehingga makalah ini dapat berguna bagi berbagai pihak.

Depok, 18 November 2016

Penulis

iii

......................................... 1 1........... 8 3.................4 Valuasi Ekuitas............................................................ 2 1............................................. 3 2..........................................1 Profil Perusahaan...............................................................................................................................2 Komparasi Performa Keuangan ASRI dan BSDE.........................2 Teknik Analisis Keuangan............ 8 3......................................... Daftar Pustaka........................................................................................ iii Daftar Isi...............3 Forecasted Financial Statement.3 Tujuan.......................................................... 3 BAB 3 Pembahasan.. BAB 4 Kesimpulan dan Rekomendasi............ 1 1...........................................................................2 Rumusan Masalah................ DAFTAR ISI Lembar Judul............................. ii Kata Pengantar..................................... 2 BAB 2 Kajian Pustaka ................................................................................................................................................................................................ iv BAB 1 Pendahuluan................................................................................ 18 3... 10 3.................................... iv ......................................................................................................1 Latar Belakang.....................................................................1 Ringkasan Analisis Keungan ASRI....................................... i Statement of Authorship............ 3 2.

Industri properti Indonesia merupakan sektor idustri yang cukup menarik meskipun suku bunga yang diprediksi akan tetap tinggi untuk jangka waktu menengah dan rebound cepat pada pertumbuhan PDB 1 . membandingkannya dengan industri sejenis. investor membutuhkan sebuah analisis yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan sehingga keputusan yang diambil tidak sampai salah dan merugikan investor dalam jangka panjang.1 Latar Belakang Keputusan dalam investasi adalah salah satu keputusan berat yang harus diambil oleh investor. Investor dapat melakukan analisis untuk kebutuhan investasi melalui berbagai macam cara. Perlu pertimbangan yang matang dalam pengambilan keputusan karena keputusan ini melibatkan kegiatan yang sifatnya jangka panjang. Analisis keuangan ini dapat dilakukan mulai dari melihat kinerja perusahaan melalui rasio keuangan. hingga sumber lain seperti website maupun majalah keuangan yang menyajikan pergerakan harga saham serta review dari kinerja perusahaan. Namun cara yang paling utama dan paling umum dilakukan adalah analisis keuangan. Sumber informasi yang bisa diperoleh investor dalam melakukan analisis keuangan bisa berasal dari annual report perusahaan yang didalamnya berisi laporan manajemen dan laporan keuangan. Analisis laporan keuangan ini biasanya dilakukan dengan menilai kinerja pada masa lalu dan masa kini guna membentuk ekspektasi mengenai kinerja yang mungkin didapatkan perusahaan di masa yang akan datang dan juga posisi keuangan perusahaan. Analisis keuangan ini didefinisikan sebagai sebuah proses penilaian kinerja perusahaan dalam konteks industri dan lingkungan ekonomi yang nantinya berujung pada pemberian rekomendasi dan keputusan. Dalam mengambil keputusan investasi. BAB I PENDAHULUAN 1. dan melihat kondisi perekonomian nasional dan global.

nasional besar kemungkinan tidak akan terjadi. Bagaimana kualitas laporan keuangan perusahaan? 1. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana valuasi perusahaan? 5. Bagaimana penyajian laporan keuangan perusahaan dalam kaitannya dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)? 2. 2 . industri propertibisa menjadi salah satu alternatif investasi yang mampu meningkatkan nilai investor. Bagaimana performa perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama? 4. Bagaimana kondisi dan kinerja perusahaan saat ini dilihat dari analisis rasio dan analisis common size laporan keuangan perusahaan? 3.3 Tujuan Makalah ini ditulis untuk memberikan analisis keuangan terhadap PT Alam Sutera Realty Tbk serta memberikan rekomendasi investasi bagi investor. Dalam makalah ini kami bertindak sebagai analis keuangan akan melakukan analisis keuangan pada perusahaan yang bergerak dalam industri properti yakni PT Alam Sutera Realty Tbk. Melihat kondisi tersebut. Hal ini disebabkan oleh harga properti Indonesia yang murah di antara negara ASEAN dan populasi demografi Indonesia yang tinggi sehingga permintaan terhadap properti diperkirakan akan tetap tinggi dari waktu ke waktu. Kami akan menganalisis laporan keuangan perusahaan ini dan melihat kinerja perusahaan dalam dua tahun terakhir untuk nanti pada akhirnya mampu memberikan rekomendasi investasi bagi investor.

perusahaan menjadi emiten melalui pencatatan saham di BEI dengan kode ASRI. merupakan perusahaan pengembang properti terintegrasi. perusahaan ini dibangun oleh Harjanto Tirtohadiguno beserta keluarga yang kemudian diberi nama PT Adhihutama Manunggal. neraca. tepatnya pada 18 Desember 2007. Input yang dipakai dalaam analisis ini di antaranya laporan laba rugi. Namun. Kegiatan usaha perusahaan ini berfokus pada pembangunan dan pengelolaan perumahaan.2 Teknik Analisis Keuangan 2. dan laporan arus kas perusahaan. Dibandingkan dengan teknik analisis lainnya. pada tahun 2007 dilakukan perubahan nama terhadap PT Adhihutama Manunggal menjadi PT Alam Sutera Realty. 2.1. area perbelanjaan. analisis rasio merupakan suatu alat analisis keuangan yang cukup populer dan sering digunakan. kawasan komersial. Sejak saat itu perusahaan kemudian berubah menjadi perusahaan publik yang kemudian dikenal dengan sebutan PT Alam Sutera Realty Tbk hingga saat ini. maupun area rekreasi. 3 . Pada akhir tahun 2007.1 Analisis Rasio Analisis rasio adalah metode perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan kondisi suatu perusahaan. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. kawasan industri. Berawal pada tahun 1993.1 Profil Perusahaan PT Alam Sutera Realty Tbk.

Semakin tinggi rasio likuiditas perusahaan maka semakin likuid perusahaan tersebut. kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang ada dapat dikatakan cukup baik. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek. Artinya. Terdapat 5 (empat) kategori rasio keuangan dalam analisis rasio di antaranya sebagai berikut: 1. Akan tetapi. 2. Beberapa rasio yang sering digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan ditunjukkan dalam tabel berikut. hasil rasio yang sangat tinggi tidak dapat diartikan bahwa kondisi perusahaan yang 4 . Rasio Aktivitas (Activity Ratio) Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki. Rasio ini ditunjukkan pada besar kecilnya aktiva lancar. Beberapa rasio aktivitas yang umum digunakan terangkum dalam tabel di bawah ini.

3. bersangkutan sangat baik. Terdapat dua jenis solvency ratio yakni debt ratio dan coverage ratio. Debt ratio fokus pada laporan posisi keuangan perusahaan. Sedangkan coverage ratio fokus pada laporan laba rugi perusahaan. Rasio ini mengukur posisi perusahaan dibandingkan dengan kompetitornya sekaligus kualitas dan efektivitas manajemen. melainkan hal ini dapat menjadi warning sign bahwa perusahaan tidak berani dalam melakukan pendanaan dan investasi terhadap kas yang dimilikinya. Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio) Rasio sovabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini mengukur relativitas debt capital dan equity capital. 4. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio) Rasio profitabilitas mengukur sejauh mana keefektivan modal yang ada dalam perusahaan dalam menghasilkan laba. 5 .

2. Rasio Valuasi (Equity analysis) Rasio valuasi digunakan dalam equity analysis di mana analisis ini mencakup proses mengevaluasi performa perusahaan dan menilai ekuitas perusahaan apakah menarik untuk dijadikan alternatif investasi. Balance Sheet Analisis Common-size Balance Sheet adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antara setiap pos aset dengan total aset dan setiap pos liabilitas dan ekuitas dengan total 6 .1. 5.2 Analisis Common Size 1. Beberapa rasio digunakan di antaranya sebagai berikut: 2. Income Statement Analisis Common-size Income Statement adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antara setiap pos pada laporan laba rugi dengan pos pendapatan dalam bentuk persentase.

Perbandinga tersebut ditampilkan dalam bentuk persentase. 3. Perbandinga tersebut ditampilkan dalam bentuk persentase. Analisis Tren Analisis Common-size Balance Sheet adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antara setiap pos aset dengan total aset dan setiap pos liabilitas dan ekuitas dengan total libailitas dan ekuitas pada laporan neraca. 7 . libailitas dan ekuitas pada laporan neraca.

arus kas. Alam Sutera Realty tbk pada tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Penurunan performa tersebut terlihat baik melalui tinjauan posisi keuangan. Ringkasan Analisis Laporan Keuangan PT. perusahaan mengalami kenaikan expenses secara signifikan oleh kerugian selisih kurs. quick ratio (-52%). laba rugi. dan cash ratio (-58%) serta peningkatan dalam debt-to-capital (2%) dan debt-to equity ratio (4%) perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan melakukan pelunasan seluruh bond pada nilai mata uang asing. 2014.1. maupun analisis rasio keuangan perusahaan. Perlambatan ekonomi makro maupun depresiasi nilai mata uang rupiah berdampak terhadap jumlah permintaan dan penjualan perusahaan pada periode tersebut. Di samping itu profitabilitas perusahaan pun juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnyayaitu dari 34. Di samping itu. 8 . Penurunan kondisi ekonomi dan regulasi yang berubah-ubah menjadi kendala utama yang dihadapi industri property sepanjang tahun 2015. Melalui analisis rasio keuangan perusahaan diketahui bahwa likuiditas dan solvabilitas perusahaan menurun sehingga hal ini mengindikasikan adanya peningkatan risiko keuangan yang dihadapi oleh perusahaan karena kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang ada menurun.7% di tahun 2015. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan current ratio (-37%). Secara keseluruhan kinerja perusahaan PT. BAB III PEMBAHASAN 3. Alasan dibalik penurunan keseluruhan kinerja pada tahun 2015 pada dasarnya telah dijelaskan oleh perusahaan pada bagian Kinerja Tahun 2015 dan Kendala yang Dihadapi dalam laporan tahunan. Alam Sutera Realty Tbk. regulasi yang selalu berubah memunculkan kekhawatiran bagi para investor yang kemudian berdampak pada penundaan keputusan investasi dan mampu mempengaruhi arus kas perusahaan. Meskipun gross profit margin perusahaan mengalami peningkatan.2% pada tahun 2014 menjadi 24.

perusahaan pada dasarnya memiliki reporting quality yang cukup baik karena telah memenuhi kriteria completeness. yakni tahun 2016 diperkirakan kondisi ekonomi nasional akan tetap berfluaktif. Melalui tinjauan arus kas. perusahaan telah merencanakan beberapa strategi antisipasi di mana salah satunya adalah melalui program kerja sama dengan pengembang property asing. Melalui analisis warning sign terhadap earning quality perusahaan pun diketahui bahwa tidak terdapat warning sign dalam laporan keuangan perusahaan. dan clear presentation. Dalam hal kualitas pelaporan keuangan. Jumlah OCF perusahaan pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar ±15% dari tahun 2014. unbiased measurement. Sedangkan untuk aktivitas pendanaan. Untuk mengatasi hal tersebut. Pelaporan juga memenuhi kriteria fair dan faithful representation. kualitas arus kas perusahaan pada tahun 2015 tidak terlalu baik. Sehingga hal ini juga akan berpotensi terhadap laba maupun arus kas perusahaan ke depan. Meskipun OCF perusahaan menunjukkan hasil yang positif. maka terjadi penurunan kas dan setara kas perusahaan pada tahun 2015 yang kemudian berdampak pada besar kas dan setara kas akhir perusahaan. akan tetapi besar OCF ini tidak mampu meng-cover aktivitas pendanaan dan investasi perusahaan. Atas kondisi tersebut.7 triliun menjadi Rp 49 miliar di tahun 2015. Di samping kas yang diperlukan untuk aktivitas investasi pada tahun menurunan dari Rp 1. Pada tahun mendatang. perusahaan mencatat kas yang diperlukan untuk aktivitas ini sebesar Rp 744 miliar. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi likuiditas perusahaan pada tahun 2015 yang ditunjukkan oleh penurunan rasio likuiditas perusahaan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perusahaan pun dalam penyajian keseluruhan laporan keuangan yang ada telah sesuai dengan PSAK yang berlaku. 9 .

kenaikan persediaan sebesar 31% atau Rp 1. Komparasi Performa Keuangan PT Alam Sutera Realty tbk dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk PT Bumi Serpoong Damai tbk atau disebut “BSDE” merupakan anak usaha yang tergabung dalam grup bisnis Sinar Mas Land. BSDE didirikan pertama kali pada 16 Januari 1984.2.2 triliun.2 triliun pada 2014 menjadi Rp 16. analisis laba rugi. atau meningkat 28% dari tahun sebelumnya Rp 28. a. melalui teknik analisis yang ada. dan analisis rasio keuangan.5 triliun.3 triliun. yang didorong oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar 117% atau Rp 3. dalam bagian ini kami mencoba membandingkan kinerja kedua perusahaan tersebut yang terdiri atas analisis posisi keuangan. Berdasarkan Anggara Dasarnya. BSDE maupun ASRI keduanya merupakan perusahaan yang masuk ke dalam daftar perusahaan LQ45 pada periode Februari – Juli 2016 lalu. Analisis Posisi Keuangan (dalam jutaan rupiah) Aset Jumlah aset BSDE per 31 Desember 2015 tercatat Rp 36 triliun.3. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya kenaikan aset lancar sebesar 50% dari Rp 11. dan uang muka diterima sebesar 38% atau Rp 768 10 . perusahaan berusaha dalam bidang pembangunan (real estate) beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan. analisis arus kas. Mengingat keduanya bergerak dalam industri serupa.8 triliun pada tahun 2015.

yakni meningkat 20% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 18.7 triliun. Jumlah ini relatif rendah dibandingkan dengan BSDE di mana peningkatan total aset dari tahun sebelumnya pun hanya sebesar 11%.2 miliar pada 31 Desember 2014 menjadi Rp 12.2 triliun dari Rp 17. Ekuitas BSDE mencatat jumlah ekuitas sebesar Rp 22. Hal ini terutama berasal dari persediaan dan tanah yang siap untuk dikembangkan. Jumlah liabilitas mengalami peningkatan dari Rp 10. utang usaha pihak ketiga yang naik Rp 160 miliar atau 103%.553. Aset tidak lancar juga berkontribusi terhadap kenaikan sebesar 13% atau Rp 2. jumlah aset ASRI per 31 Desember 2015 tercatat sebesar Rp 18.2 triliun pada 2015. Sedangkan jumlah liabilitas jangka panjang perusahaan naik sebesar 80% dari tahun 2014. Total liabilitas ASRI per 31 Desember 2015 juga mengalami peningkatan namun hanya sebesar 15% dari tahun sebelumnya.miliar.0 triliun pada 2014 menjadi Rp 19. Jumlah liabilitas jangka pendek naik 13% di tahun 2015 disebabkan oleh utang bank jangka pendek yang meningkat Rp 477 miliar atau 34%.8 triliun menjadi Rp 14. Di sisi lain. Liabilitas Di sisi liabilitas.107. jumlah liabilitas BSDE melonjak 43% pada tahun 2014 senilai Rp 9.5 miliar per 31 Desember 2015. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan liabilitas jangka pendek (terutama berasal dari utang usaha pihak ketiga) dan liabilitas jangka panjang perusahaan (meningkatnya utang bank jangka panjang).4 11 .1 triliun hingga 31 Desember 2015.0 triliun pada 2015. Berbeda dengan BSDE. Hal ini disebabkan adanya penerbitan obligasi. aset lancar pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 15%. Peningkatan jumlah aset ini disebabkan adanya kenaikan aset tidak lancar perusahaan sebesar 17%. yang disebabkan oleh kenaikan utang obligasi sebesar 115% atau Rp 3 triliun dari Rp 2. dan bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun senilai Rp 140 miliar.7 triliun pada 2015.6 triliun pada 2014 menjadi Rp 5.

8 triliun.602. b.371. dengan nilai nominal Rp 100 per saham.392 pada 2014.846. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang ditentukan penggunaannya yakni sebesar 100% dari Rp 2 miliar menjadi Rp 4 miliar pada tahun 2015. Analisis Laba Rugi (dalam jutaan rupiah) Pendapatan Usaha Peningkatan sebesar 11% atau senilai Rp 596 milar pada pendapatan usaha diraih BSDE sepanjang tahun 2015 (dari Rp 5. dan pendapatan dari pengelolaan gedung 4% atau senilai Rp 9 miliar. pendapatan sewa sebesar 24% atau senilai Rp 141 miliar. Namun 12 . jumlah ekuitas ASRI per 31 Desember 2015 mengalami peningkatan sebesar 4% menjadi Rp 6.8 triliun pada 2015.696. Di samping itu peningkatan ekuitas juga didorong oleh adanya peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya sebesar 13%. Jumlah saham perusahaan tercatat 19.2 triliun pada 2015).4 miliar dari Rp 6. Hal ini ditopang oleh peningkatan penjualan tanah dan bangunan sebesar 13% senilai Rp 536 miliar dari Rp 4.3 triliun pada 2014 menjadi Rp 4.2 miliar pada 31 Desember 2014. triliun akibat adanya penambahan modal disetor senilai Rp 1.246.371. Di sisi lain.6 triliun pada 2014 menjadi Rp 6. pendapatan arena rekreasi 54% atau senilai Rp 23 miliar.6 triliun dan kenaikan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar 21% atau Rp 1.192 saham pada 2015 dan 18.

ASRI justru mencatat adanya penurunan pendapatan usaha sebesar 23% pada tahun 2015. ruko. dan apartment. ASRI mencatat adanya penurunan beban pokok penjualan sebesar 45% dari Rp 1. Beban Pokok Penjualan Kenaikan beban pokok penjualan BSDE pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 125 miliar atau 9% dari Rp 1. Segmen lain seperti sewa. Namun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban pokok penjualan segmen real estate yakni rumah. Dengan peningkatkan revenue sebesar 11% dan beban pokok penjualan 9%.4 triliun menjadi Rp 1. Sedangkan untuk segmen tanah dan bangunan strata title laba kotor menjukkan penurunan sebesar 2%. hal ini memicu kenaikan gross profit BSDE sebesar 12% pada 2015. hotel. Melihat lebih rinci pada catatan atas laporan keuangan perusahaan. dan arena rekreasi berkontribusi 15% terhadap lonjakan laba kotor tahun 2015. Hal ini disebabkan utamanya oleh peningkatan beban pokok penjualan di segmen tanah dan bangunan dengan peningkatan sebesar 17%.6 triliun.6 triliun menjadi Rp 325 miliar pada tahun 2015.3 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 727 miliar di tahun 2015. dapat diketahui bahwa pendapatan di beberapa segmen pada dasarnya mengalami peningkatan namun dalam jumlah yang cukup kecil. Berkebalikan dengan BSDE. Laba kotor di segmen tanah dan bangunan mengalami peningkatan sebesar 11%. beban pokok penjualan di segmen tanah dan bangunan strata title turun 43% atau senilai Rp 90 miliar. Diungkapkan melalui laporan tahunan perusahaan bahwa penurunan pendapatan ini disebabkan oleh depresiasi nilai mata uang rupiah dan perlambatan ekonomi nasional yang pada akhirnya berimbas pada penurunan permintaan pada periode tersebut. pendapatan dari hotel di sisi lain turun 20% atau senilai Rp 20 miliar dari Rp 102 miliar pada 2014 menjadi Rp 82 miliar pada 2015. Kontribusi terbesar atas PT Alam Sutera Realty tbk penurunan pendapatan ASRI adalah pasa real estate berupa rumah dan ruko dari Rp 1. Akibat penurunan baik 13 . Di sisi lain.

1 triliun. dan kemudian turun kembali secara signifikan pada pada tahun 2015 sebesar 72%. laba bersih turun sebesar 26%. Laba Bersih Sepanjang tahun 2015. 14 . BSDE memiliki jumlah laba bersih ±2 kali dari laba bersih ASRI sejak tahun 2014 hingga tahun 2015. Di samping itu tren laba bersih BSDE sejak tahun 2012 mengalami peningkatan hingga tahun 2014. hal ini menyebabkan laba kotor perusahaan turun sebesar 11% dari tahun 2014. turun dari Rp 3. Sedangkan untuk ASRI. tren laba bersih perusahaan dapat dikatakan cukup tidak stabil dari tahun ke tahun. namun pada tahun 2015 laba bersih perusahaan menurunan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia. pada pendapatan usaha maupun beban pokok penjualan. Perusahaan berhasil mencatatkan Laba Bersih Rp 2. meningkat pada tahun 2014 sebesar 32%. Akan tetapi. Analisis Arus Kas (dalam jutaan rupiah) Jumlah kas yang digunakan untuk aktivitas operasi perusahaan BSDE pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 167 miliar atau dengan kata lain kas dari aktivitas operasi menujukkan hasil yang negatif (penurunan sangat signifikan). apabila dilihat pada besar nominal laba bersih perusahaan. Pada tahun 2013.8 triliun di 2014 atau sebesar 41%. Penurunan ini kurang lebih sama dengan penurunan yang dialami ASRI pada tahun 2015 yakni sebesar 42%. c.

5% di tahun 2015.625. OCF adequate to cover capital expenditure. dan sisanya digunakan sebagai modal kerja. 41% digunakan untuk pembangunan proyek perumahan. ASRI mencatat penurunan kas bersih sebesar 15.107. operating cash flow perusahaan menunjukkan hasil yang positif baik pada tahun 2014 maupun pada tahun 2015 Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi di tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya dikarenakan belanja modal Perusahaan untuk mengakuisisi tanah menurun. komersial. Jumlah kas dan setara kas akhir perusahaan meningkat cukup besar akibat peningkatan pada kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan perusahaan.5 triliun.0% dan pembayaran kas kepada kontraktor. and debt repayments. dan perkantoran. Di sisi lain.5 miliar dari sebelumnya Rp 1. Sedangkan untuk kas bersih dari aktivitas pendanaan ASRI juga ikut mengalami penurunan per 31 Desember 2015 menjadi Rp 744. Di samping itu peningkatan jumlah kas yang diperoleh melalui aktivitas pendanaan pada tahun 2015 (Rp 3. pemasok dan operasional mengalami penurunan sebesar 10. Meskipun demikian.1%. Secara keseluruhan kenaikan bersih kas dan setara kas pada BSDE tahun 2015 tercatat mencapai Rp 3 triliun. yang terdiri atas positive OCF.9 triliun dari Rp 664 miliar pada tahun 2014) juga berasal dari peningkatan modal saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. di mana hal ini terjadi karena adanya sedikit penurunan dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar 8.000. maka dapat disimpulkan 15 . Apabila melihat pada kharakteristik high-quality cash flow. BSDE melakukan penerbitan obligasi pada tahun 2015 di mana penerimaan yang diperoleh pun sangat signifikan yakni sebesar Rp 2.867.162. sementara tahun 2014 terjadi penurunan sebesar Rp 1.0 miliar yang terutama berasal dari pelunasan obligasi 2017. Sebesar 29% dari penerimaan ini digunakan untuk pembebasan tanah. OCF derived from sustainable sources. dividends.Hal ini disebabkan oleh adanya penigkatan dalam pembayaran untuk pembelian tanah 2x lipat dari tahun sebelumnya.

dapat diketahui bahwa ASRI memiliki risiko keuangan yang lebih besar atau dengan kata lain solvabilitas perusahaan lemah dibandingkan dengan BSDE. Hal ini ditunjukkan melalui besar debt perusahaan yang relatif besar pada ASRI. Di sisi lain kemampuan ASRI dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menurun dari tahun sebelumnya akibat adanya penurunan jumlah kas yang diperoleh melalui pelanggan dan peningkatan capital expenditure perusahaan pada tahun 2015. Hal ini dapat dilihat melalui besar kas dan setara kas BSDE yang sangat besar dari tahun ke tahun.bahwa kualitas arus kas ASRI lebih baik dibandingkan BSDE meskipun pada dasarnya arus kas aktivitas operasi ASRI tidak mencukupi untuk meng-cover pendanaan maupun pembayaran dividen. d.  Profitabilitas/ Rentabilitas 16 . Analisis Rasio Keuangan  Solvabilitas Melalui perhitungan rasio solvabilitas di atas. BSDE dapat dikatakan lebih likuid dibandingkan ASRI atau dengan kata lain kemampuan perusahaan BSDE dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya lebih baik dari ASRI. BSDE di sisi lain tidak memiliki free cash flow pada 2015 dikarenakan kas aktivitas operasi yang negatif dan tidak mampu menutupi pendanaan dan pembayaran dividen perusahaan. Melalui laporan keuangan diketahui bahwa dalam mengelola risiko likudiitas pihak manajemen BSDE selalu memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.  Likuiditas Dilihat dari sisi likuiditas.

Tidak hanya likuiditas yang baik. yakni 6. Alam Sutera Realty tbk. Oleh karenanya dari perhitungan rasio likuiditas di atas. BSDE berhasil mempertahankan likuiditas perusahaan dibandingkan ASRI di mana aset lancar ASRI hanya mampu menutupi 72% kewajiban jangka pendek perusahaan. Meskipun jumlah kas dari aktivitas operasi BSDE negatif dan perusahaan meningkatkan jumlah kas dan setara kas melalui penerbitan obligasi yang mengakibatkan jumlah kas dan setara kas akhir tahun sangat tinggi (melebihi rata- rata industri). Terbukti melalui keputusan 17 . lebih baik dibandingkan ASRI. Bumi Serpong Damai tbk. melalui analisis rasio profitabilitas di atas. pada dasarnya lebih baik dibandingkan PT. Meskipun pada tahun 2015 profitabilitas kedua perusahaan mengalami penurunan. solvabilitas dan profitabilitas BSDE pun dinilai lebih baik dari ASRI sehingga dapat dikatakan bahwa risiko keuangan perusahaan lebih kecil dari kompetitornya yaitu ASRI.53% dibandingkan ASRI yang hanya mampu men-generate return sebesar 4% dari total aset yang dimiliki. hal ini rupanya merupakan strategi perusahaan untuk meminimalisir risiko likuiditas pada periode tersebut. Kesimpulan Melihat analisis perbandingan keuangan kedua perusahaan di atas dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kinerja keuangan PT. Profitabilitas perusahaan BSDE. akan tetapi BSDE masih dianggap profitable dibandingkan ASRI berdasarkan jumlah laba bersih yang dihasilkannya dari tahun ke tahun. BSDE memiliki strategi yang cukup baik dalam mempertahankan beragam risiko yang ada maupun profitabilitas perusahaan. Di samping itu BSDE lebih efektif dalam menggunakan aset yang dimilikinya yang ditunjukkan melalui perhitungan rasio ROA di atas.

Alam Sutera Realty Tbk dan Entitas Anak Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Lain Komprehensif 31 Desember Historical Forecasted 2015 dan 2014 31-Dec-13 31-Dec-14 31-Dec-15 31-Dec-16 31-Dec-17 31-Dec-218 3.0 1.5 2.056.79 Usaha 19 637 094 3 4 0 Other income and 18 .1 (306.790. 3.484.60 1.535.166.26 2.836.4 (121.306.487. 1. 1.221.153 (370.01 968.700. penjualan perusahaan dapat dipertahankan dan ditingkatkan dari tahun ke tahun dikarenakan DUTI selalui memberikan kontribusi atas pendapatan usaha perusahaan setiap tahunnya.787 17 855 4 63 Gross 1.062.907.7 (133.811.105.765.957.718 2.846.195.914.32 (398. akuisisi pada tahun 2010 terhadap DUTI.627.486. COGS 800. 727.533.620.070.630.277.261.324.000.909.468 Operating 5) 87) 10) ) ) ) Expense Laba 1.492.34 3.637.736.2 profit 344 .5 (428.715 880.992.6 2.705.031 (518.865.085 Admin 5) 68) 03) ) ) ) expenses Total (304.711.239.5 (337.063 2.348. 2.715.38 3.7 3.392.536.26 1.783.78 3.4 1.224 .425.12 Sales 61 079 318 9.669.814. 2.165 (162.969.837. 3.684.204.440.334 (570.301.50 (245.2 (471.382 expenses ) 19) 07) ) ) ) General & (204.820 (152.169 (408.368.3 Forecasted Financial Statement 3 Years Forecasted Income Statement PT.400.952.304 34 98 58 Beban Usaha Selling (99.190.131.995.488.878 (147.131.183.80 4.

422.823.495) (90.704.110.148 131.081.326 829 .37 .853.1 (174.250. - Final 92) ) ) ) Hedging (41.218 46.243.023 918.999 the year 96 .260) redemption 98) 2) expenses Gain/ (loss) on sale of 68.955 684.679.287.647.269 (42.794.110) (3.221.5 (157.651 (172.28 (100.528 827.172.148) (17.909) (71.673.123 53 YoY Growth 19 .215. 1.5 1.052.368.696.716. 4) 70) 36) ) ) ) net (34.720 48.25 (195.005 (211.612.833 premium ) 9) 6) ) ) ) expense Bank (1.136.752.233 income Beban Pajak (142.735 35.909) (2.826 (67.885 38. expense Interest 31.274.564.201.838 charges and (7.1 EBT 834.7 (438.576.874 119.786.515 (110.687.918) (3.580.38 (138.996.487.010.654 94 58 Tax - -192199233 -74669541 (82.027.5 EBIT 086 .416 (190.016 41.092.600) (78.283.463) (19.86 (14.145) (99.804 917.327 30 73 30 63 Interest (119.658 .562) (3.586 fixed assets Foreign exchange (279.636.463.042.737.037.009.166. (64.2 1.405.904.384.647.047.857.273.988.221.783.176.550 (192.146.666 (121.775.861.009) ) 4) 0) 1.169 158.350.365 gain/(loss) .501.201.815.283.178.957.6 (158.921) ) povision Bonds payable (125.7 (58.4 1.405 expenses 7) 73) 36) ) ) ) 1.939 50.448.3 (481.061.460.385.766 758.3 1.159) expenses 208811531 Income for 889.787 (583.79 (91.170 (530.195.7 752.68 Others (15.5 1. 1.063 144.181 910.338.385.770.

Perekonomian pada tahun 2014 pun masih belum menunjukkan trend pemulihan. Yield Revenue -1% -23% 10% 10% 10% Gross Profit 26% -11% 10% 10% 10% Operating Profit 24% -15% Growth EBIT 32% -42% 10% 10% 10% EBT Growth 28% -45% NI 32% -42% 10% 10% 10% Margin Analysis COGS ( % of 50% 36% 26% 26% 26% 26% Revenue) Gross profit ( % of 50% 64% 74% 74% 74% 74% Revenue) EBIT (% of 33% 44% 33% 33% 33% 33% Revenue) EBT margin 29% 38% 27% 27% 27% 27% Tax Rate 18% 15% 10% 10% 10% 10% (%of EBT) NI margin 24% 32% 25% 25% 25% 25% operaing margin ( % 6% 7% 11% 11% 11% 11% of revenue) Assumption in Income Statement  Asumsi Revenue Growth Pada tahun 2014 terjadinya kenaikan bahan bakar minyak dan pergantian presiden baru. Selain itu perubahan regulasi pemerintah yang tidak pasti juga menyebabkan menurunnya permintaan 20 . Sedangkan pada tahun 2015 perekonomian makin memburuk karena nilai rupiah yang semakin melemah terhadap dollar.

Pengembang memprediksi penjualan naik sebesar 20% karena alasan tersebut kami berasumsi bahwa pada tahun 2017 penjualan akan naik sebesar 20%. Oleh karena itu penjualan dari tahun 2013-2014 selalu menurun terlebih lagi semakin menurun drastis di tahun 2015. Selain itu. Apabila dilihat dari segi pasar property pada tahun 2016. Selain itu terdapat pula pemerintah yang mendukung kebijakan suku bunga rendah sehingga permintaan konsumen terhadap rumah dapat meningkat. tren property menunjukkan perkembangan yang baik karena didorong oleh membaiknya perekonomian makro tersebut.akan rumah. Ditambah lagi adanya penurunan suku bunga acuan dan stabilitas nilai tukar rupiah yang berdampak langsung pada permintaan pelanggan akan property. BI memprediksi perekonomian di tahun 2017 meningkat sebesar 5. Pada tahun 2018. 21 . para pelaku ekonomi Indonesia merasa optimis bahwa perekonomian 2016 akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. pada tahun ini sektor property menjadi primadona para investor karena kebijakan dari tax amnesty.Selain itu. perekonomian ditargetkan agar dapat tercapai sebesar 6%. BI mengatakan bahwa pada kuartal II perekonomian sudah tumbuh sekitar 5% dan diprediksi akan terus tumbuh sampai akhir tahun 2016.5%. Sektor property juga diprediksi akan booming di tahun ini dan BI juga akan menurunkan suku bunga. Yang mendasari optimism ini juga adalah peningkatan business tendency index dan consumer confidence index serta kebijakan pengampunan pajak . berdasarkan informasi dari Kementrian Keuangan. Tahun 2016 pun perekonomian mulai bangkit.

154 125.388.561.520.252.408 6.307.787. Alam Sutera Realty Tbk dan Entitas Anak Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Per Tanggal Historical Forecasted 31 Desember 2015 dan 2014 (dalam ribuan 31-Dec-13 31-Dec-14 31-Dec-15 31-Dec-16 31-Dec-17 31-Dec-18 rupiah) Asset Asset Lancar Kas dan setara kas 890.139.39 6 0 7 Aset keuangan yang diukur 98.988.485 ribu (31 Desember 22 .38 880.31 7 1 9 Deposito Berjangka 446.11 392.856.369.51 379.358.38 327.89 638.711 374.95 300.64 117. 3 Years Forecasted Balance Sheet Balance Sheet Ratio Assumption PT.99 - pada nilai 7 wajar melalui laporan laba rugi Aset keuangan lancar lainnya 44.071.372 6 0 9 3 setelah dikurangi cadangan penurunan nilai sebesar Rp 9.14 471.616.782.181.753.180.646 Piutang usaha Pihak ketiga 70.

649.694.103 30.730.000.45 439.338 tanah 4 1 Uang muka investasi 312.3 54 18 43 Uang muka pembelian 647.10 7 1 0 Biaya dibayar di muka 898.156.763.820.820.100 ribu (31 Desember 2015) dan Rp 23 .67 2 3 39 4 0 4.564 Piutang lain- lain 13.845.240.638.142.625.00 571.406.34 1.615.550.601.000.5 30 55 59 Aset tidak lancar Aset keuangan tidak lancar 531.152.000 2.00 312.52 930.2015) dan Rp 3.880.339.083.637.618.165 Piutang pihak berelasi 728.078.0 58 14 35 setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 101.821.00 751.526.332.626 2.938 Uang muka dibayar 39.091.277.515.206 Tanah untuk dikembangkan 5.6 2.957 1.882.402 83.000 1.44 480.0 82 69 55 Pajak dibayar di muka 41.68 lainnya 0 0 8 Persediaan 2.0 8.217.800.366.000.000 4.814.300.480.042.43 Pajak dibayar di muka 290.287 60.188.2 827.645.698.756.04 97.094.711 74.000 Persediaan 937.401.938.260.462.811 Jumlah aset lancar 2.917.1 2.909 28.827.110.474.394.086.8 1.712.00 - 0 0 Properti investasi 1.120.6 4.175.985 ribu (31 Desember 2014) Pihak berelasi 11.7 1.75 1.28 355.893.4 7.76 909.436 2.000.7 3.300.894 2.

020 .107.924.587.755 74.280.329 ribu (31 Desember 2015) dan Rp 95.173 12.345.1 2.53 6.642.121.366 18.7 7.709.079.952.806 ribu (31 Desember 2014) Aset lain-lain 61.954 .718.100.553.464 Ekuitas 5.020.19 242. 837 799 567 Jumlah aset 14.6 94 34 62 Jumlah liabilitas dan 14.096.110.126 Liabilitas Utang Usaha 165. 16.602.193.110. 3 5 89 3.42 1.460 873 .922.806.139.366 18.082.752.010.661.17 220.097.185. 16.2 3.216 7 5 99 9 7 Liabilitas jangka pendek 3.74 160.870 ekuitas 567 .354.428.627 ribu (31 Desember 2014) Aset tetap 801.6 6.157.409.371.961. 10.113 Jumlah aset tidak lancar 11.7 8.275.762.377.428.924.2 58 88 51 Jumlah liabilitas 9.27 1.993.870 567 .069.40 842.082.189.033.680 64.297.467.2 15 32 13 Liabilitas jangka panjang 5.34 926.750.93 957. 16.736.784.803.65.627.276. 13.954 .8 200.9 6.20 81 setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 138.126 Assumption Historical Forecasted 24 .7 783.709.677.062.331.655.

kami berasumsi bahwa penjualan PT.71 4 4 4 Turnover 4. tidak signifikan kenaikannya karena jumlah persediaan yang tersedia sejalan dengan terjualnya persediaan. Yang menjadi dasar kami memilih 377 hari adalah karena ditahun-tahun berikutnya. DOS adalah 39. rasio perputaran persediaan akan naik sehingga DOH PT. ASRI masih menggunakan kebijakan kredit yang sama pada pelangganya. Angka 39 didapat dari rata-rata DOS dari tahun 2013-2015.37 377 377 377 Fixed Asset 4.88 299. Kami mengasumsikan jumlah persediaan naik secara konstan. DOH adalah 377 hari.88 2. ASRI akan selalu naik dan PT. Oleh karena itu.13 AP Days 19. maka perusahaan tentunya memproduksi unit lebih banyak sehingga memiliki nilai COGS yang selalu meningkat disetiap tahunnya.37 121 121 121  Account Receivable Days ( DOS) Untuk DOS. Angka 377 hari didapat dari rata-rata DOH dari tahun 2013-2015. Apabila penjualan naik. ASRI akan menurun. kami mengasumsikan bahwa untuk 3 tahun kedepan.85 44. Yang menjadi dasar kami memilih 39 hari adalah karena untuk di tahun-tahun berikutnya. kami berasumsi bahwa penjualan akan selalu naik. Kenaikan penjualan ini akan membuat rasio perputaran AR meningkat sehingga DOSnya menjadi lebih kecil.85 257.  Inventory Days ( DOH) Untuk DOH.  Fixed Asset Turnover 25 .AR Days 4 68 45 39 39 39 DOH 350.41 523. kami mengasumsikan bahwa untuk 3 tahun kedepan.

Angka 121 hari diperoleh dari rata-rata perputaran utang usaha dari tahun 2013-2015. 26 .  AP Days Untuk AP days. Untuk perputaran asset tetap. kami mengasumsikan bahwa untuk 3 tahun kedepan nilainya adalah 4. mengembangkan produk. Angka rasio 4 diperoleh dari rata-rata perputaran asset tetap dari tahun 2013-2015. Selain itu kenaikan asset tetap dapat didasari dari usaha perusahaan untuk memperoleh penjualan lebih. maka perusahaan tentunya memproduksi unit lebih banyak sehingga memiliki nilai COGS yang selalu meningkat disetiap tahunnya. Selain itu nilai asset tetap juga akan bertambah seiring tahun karena melihat trend tahun 2013-2015 nilai asset tetap selalu meningkat. Yang menjadi dasar asumsi kami adalah karena ditahun berikutnya penjualan diperkirakan akan selalu meningkat. Selain itu nilai utang usaha bertambah dalam jumlah yang stabil. Apabila penjualan naik. Dengan menggunakan FCF maka kita dapat mengetahui berapa sebenarnya kas yang ada di perusahaan yang nantinya dapat digunakan untuk memperluas produksi. 3 Years Forecasted Cash Flow FCF menjadi salah satu pertimbahan yang bagus karena kita tidak boleh terlalu fokus kepada earning dan mengabaikan kas yang benar benar ada dan dihasilkan oleh perusahaan tersebut. akuisisi. kami mengasumsikan penjualan akan selalu naik.

4 Equity Valuation Irene 27 . mengurangi hutang dan lainnya. membayar dividen. 3. kami menganalisis dengan menghitung berapa Free Cash Flow perusahaan pada tahun 2016-2018. perusahan memiliki CFC yang positif.dan mengembangkan bisnisnya. Berdasarkan hasil proyeksi. Oleh karena itu. Nilai positif ini akan menbantu PT. ASRI didalam mengatasi masalah keuangan. Yang menjadi asumsi didalam proyeksi ini adalah menggunakan pertumbuhan pendapatan 10%.

2 Rekomendasi 28 . BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 4.1 Kesimpulan 4.

A.L. 2015 Annual Report PT Bumi Serpong Damai Tbk. M. 2015 http://www.id 29 .com/mikro/GbmAQP4b-pasar-properti-diprediksi- kembali-menggeliat-di-akhir-2016 http://www.suara..id/lipimedia/single/2017-ekonomi-melaju-cepat/11296\ http://www.bbc. Pirie.go. 2014 Annual Report PT Alam Sutera Realty Tbk. E. Henry.com/bisnis/2016/10/27/085746/harga-properti-tahun-2017- diprediksi-naik-20-persen http://lipi. and Cope. 2014 Annual Report PT Bumi Serpong Damai Tbk. W. (2015).com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160805_indonesia_ekon omi_q2 http://mpi-update.metrotvnews.kemenkeu. 3rd Edition. A.co.R...go. International Financial Statement Analysis. T.T.. Broihahn. DAFTAR PUSTAKA Robinson..com/prospek-pasar-properti-di-akhir-2016-menanti-lepas- landas/ http://ekonomi. New Jersey: John Wiley and Sons Annual Report PT Alam Sutera Realty Tbk.idx.id/Wide/optimisme-perekonomian-indonesia-2016 www.