You are on page 1of 4

Anestesi blok teknik Gow-Gates

:

Prosedur :

1. Posisi duduk pasien terlentang atau setengah terlentang.

2. Pasien diminta untuk membuka mulut lebar dan ekstensi leher

3. Posisi operator :

a. Untuk mandibula sebelah kanan, operator berdiri pada posisi jam 8 menghadap pasien.

b. Untuk mandibula sebelah kiri , operator berdiri pada posisi jam 10 menghadap dalam arah

yang sama dengan pasien.

4. Tentukan patokan ekstra oral : intertragic notch dan sudut mulut Daerah sasaran: daerah

medial leher kondilus, sedikit dibawah insersi otot pterygoideus eksternus.

5. Operator membayangkan garis khayal yang dibentuk dari intertragic notch ke Sudut mulut

pada sisi penyuntikan untuk membantu melihat ketinggian penyuntikan secara ekstra oral

dengan meletakkan tutup jarum atau jari telunjuk.

6. Jari telunjuk diletakkan pada coronoid notch untuk membantu meregangkan jari - ngan .

7. Operator menentukan ketinggian penyuntikan dengan patokan intra oral berdasarkan sudut

mulut pada sisi berlawanan dan tonjolan mesiopalatinal M2 maksila.

8. Daerah insersi jarum diberi topical antiseptik.

9. Spuit diarahkan ke sisi penyuntikan melalui sudut mulut pada sisi berlawanan, dibawah

tonjolan mesiopalatinal M2 maksila, jarum diinsersikan kedalam jaringan sedikit sebelah

distal M2 maksila.

10. Jarum diluruskan kebidang perpanjangan garis melalui sudut mulut ke intertragic notch pada sisi penyuntikan kemudian disejajarkan dengan sudut telinga kewajah sehingga arah spuit bergeser ke gigi P pada sisi yang berlawanan. kemudian digeser ke median untuk mencari linea obliqua interna (melalui trigonum retromolar). Spuit ditarik dan pasien tetap membuka mulut selama 1 – 2 menit . Jarum ditarik 1 mm . . kemudian digeser ke lateral untuk mencari linea obliqua eksterna. Jari telunjuk diletakan di belakang gigi terakhir. Jarum ditusukkan perlahan-lahan sampai berkontak dengan tulang leher kondilus. posisi tersebut dapat berubah dari M sampai I bergantung pada derajat divergensi ramus mandibula dari telingan ke sisi wajah. maka jarum ditarik kembali per-lahan2 dan arahnya diulangi sampai berkontak dengan tulang. 11. lalu jarum dimasukan kira- kira pada pertengahan lengkung kuku dari sisi rahang yang tidak dianestesi yaitu regio premolar sampai terasa kontak dengan tulang. sampai kedalamam kira-kira 25 mm. 14. 12. 2. Anestetikum tidak boleh dikeluarkan jika jarum tidak kontak dengan tulang. Setelah 3 – 5 menit pasen akan merasa baal dan perawatan boleh dilakukan. Jika jarum belum berkontak dengan tulang. Tahap Tehnik Fischer Posisi pertama 1. kemudian aspirasi. jika negatif depositkan anestetikum sebanyak 1. 13. Punggung jari harus menyentuh bucooklusal gigi yang terakhir.8 – 2 ml perlahan-lahan.

Syringe digeser ke arah sisi yang akan dianestesi. 2. kemudian lakukan aspirasi. Posisi ketiga . Lingualis. harus sejajar dataran oklusal.Posisi kedua 1. jarum ditusukan lebih lanjut sedalam kurang lebih 6 mm. larutan anestetikum dikeluarkan ½ cc untuk menganestesi N. Apabila aspirasi negatif.

Syringe digeser lagi ke arah posisi pertama tetapi tidak penuh yaitu pada regio caninus. . 2. apabila negatif maka keluarkan larutan anestetikum 1 cc untuk menganestesi N. Lakukan aspirasi lagi. Keluarkan jarum dari jaringan. 3. Alveolaris inferior.1. jarum ditusukan lebih dalam menyusuri tulang kurang lebih 10-15 mm sampai terasa kontak jarum dengan tulang terlepas.