You are on page 1of 7

Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat penyakit diperkirakan 15% sedangkan yang merasa sehat atau tidak sakit adalah

Published on 20 Oktober 2015 by Candra Wiguna selebihnya atau 85%. Selama ini nampak bahwa perhatian yang lebih besar
ditujukan kepada mereka yang sakit. Sedangkan mereka yang berada di antara sehat
Kesehatan merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta dan sakit tidak banyak mendapat upaya promosi. Untuk itu, dalam penyusunan
memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan prioritas anggaran, peletakan perhatian dan biaya sebesar 85 % seharusnya
kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas diberikan kepada 85% masyarakat sehat yang perlu mendapatkan upaya promosi
sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan.
kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan
Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa
kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan Dengan adanya tantangan seperti tersebut di atas maka diperlukan suatu perubahan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. paradigma dan konsep pembangunan kesehatan. Beberapa permasalahan dan
tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan antara lain :

Kondisi umum kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu lingkungan,
perilaku, dan pelayanan kesehatan. Sementara itu pelayanan kesehatan dipengaruhi 1. Status kesehatan penduduk miskin masih rendah.
oleh berbagai faktor antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan
kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan 2. Beban ganda penyakit. Dimana pola penyakit yang diderita oleh
manajemen kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan dasar, yaitu Puskesmas yang masyarakat adalah penyakit infeksi menular dan pada waktu yang
diperkuat dengan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas keliling, telah didirikan di bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular, sehingga Indonesia
hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, jumlah Puskesmas di seluruh Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu yang bersamaan (double burden)
adalah 7.550 unit, Puskesmas Pembantu 22.002 unit dan Puskesmas keliling 6.132
unit. Meskipun fasilitas pelayanan kesehatan dasar tersebut terdapat di semua 3. Kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih
kecamatan, namun pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih rendah.
menjadi kendala. Fasilitas ini belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat,
terutama terkait dengan biaya dan jarak transportasi. Fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya adalah Rumah Sakit yang terdapat di hampir semua kabupaten/kota, namun 4. Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusinya tidak merata.
sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan belum dapat berjalan dengan
optimal. 5. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat.

Ketersediaan mutu, keamanan obat, dan perbekalan kesehatan masih belum optimal 6. Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah.
serta belum dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat. Dalam hal tenaga
kesehatan, Indonesia mengalami kekurangan pada hampir semua jenis tenaga 7. Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan. Masih rendahnya kondisi
kesehatan yang diperlukan. Permasalahan besar tentang SDM adalah inefisiensi dan kesehatan lingkungan juga berpengaruh terhadap derajat kesehatan
inefektivitas SDM dalam menanggulangi masalah kesehatan. Walaupun rasio SDM masyarakat. Kesehatan lingkungan merupakan kegiatan lintas sektor belum
kesehatan telah meningkat, tetapi masih jauh dari target Indonesia Sehat 2010 dan dikelola dalam suatu sistem kesehatan kewilayahan.
variasinya antar daerah masih tajam. Dengan produksi SDM kesehatan dari institusi
pendidikan saat ini, target tersebut sulit untuk dicapai.
8. Lemahnya dukungan peraturan perundang-undangan, kemampuan sumber
daya manusia, standarisasi, penilaian hasil penelitian produk, pengawasan
Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia obat tradisional, kosmetik, produk terapetik/obat, obat asli Indonesia, dan
sistem informasi.
Dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih
perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak karena Strategi Paradigma Kesehatan
dampaknya akan mempengaruhi kualitas bahan baku sumber daya manusia
Indonesia di masa yang akan datang. Di negara kita mereka yang mempunyai

menjadi pelaku utama dan mempertahankan kesinambungan pembangunan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit. Promosi kesehatan. dan 1. Meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang ada. Promosi kesehatan yang memungkinkan penduduk mencapai potensi kesehatannya secara penuh (peningkatan vitalitas) penduduk yang tidak Paradigma sehat mempunyai orientasi dimana upaya peningkatan kesehatan sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit. medis. anak. Melindungi masyarakat luas dari pencemaran melalui upaya promotif- yang sehat tidak bisa dilakukan melalui pengobatan yang sedikit saja. 7. 9. Indonesia yang menjadi sumber daya manusia sehat dan produktif harus berpikir dan agak berbeda dengan apa yang kita lakukan sekarang. lebih “efektif” yaitu program kesehatan yang mempunyai model-model pembinaan Memasuki era reformasi untuk Indonesia baru telah terjadi perubahan pola pikir kesehatan (Health Development Model) sebagai paradigma pembangunan kesehatan dan konsep dasar strategis pembangunan kesehatan dalam bentuk paradigma sehat. agar lebih tahan terhadap penyakit melalui olah raga. 12. Pembangunan penduduk 3. diubah ke arah upaya peningkatan kesehatan dari sebagian besar masyarakat yang belum jatuh sakit agar bisa lebih berkontribusi dalam pembangunan. Penciptaan lingkungan yang memungkinkan masyarakat dapat hidup dan 4. perlindungan masyarakat terhadap pengaruh lingkungan buruk (melalui perubahan perilaku) 3. Model ini menekankan pada upaya kesehatan dan mempunyai ciri-ciri dengan menekankan upaya-upaya pengobatan (kuratif) terhadap masyarakat sebagai berikut: Indonesia. Paradigma sehat merupakan strategi pembangunan kesehatan untuk semua sehat di tahun 2010. Pendekatan multi sektor dan inter disipliner. 1. dimana mengarah kepada mempertahankan kondisi sehat dan tidak 11. Pencegahan penyakit melalui imunisasi pada ibu hamil. Upaya Program Kesehatan . peningkatan vitalitas penduduk yang tidak sakit (85%) juga melindungi masyarakat dari pencemaran. Memberi pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit. fitness dan vitamin. Pencegahan penyakit melalui imunisasi : bumil (ibu hamil). bayi dan anak. Mempersiapkan bahan baku sumber daya manusia yang berkualitas untuk Perubahan paradigma kesehatan dan pengalaman kita dalam menangani masalah 20-25 tahun mendatang. membuat kita melihat kembali prioritas dan penekanan program dalam upaya meningkatkan kesehatan penduduk yang akan 2. pengendalian. Pencegahan pengendalian penanggulangan. Perubahan preventif-protektif dengan pendekatan pro-aktif. 10. Memberi pengobatan bagi penduduk yang sakit.Paradigma berkembang sebagai hasil pemikiran dalam kesadaran manusia terhadap Dalam upaya kesehatan program yang diperlukan adalah program kesehatan yang informasi-informasi yang diperoleh baik dari pengalaman ataupun dari penelitian. pencemaran lingkungan serta perlindungan masyarakat terhadap pengaruh buruk (melalui perubahan 8. masyarakat dititik beratkan pada : 6. perilaku). upaya kuratif yang hanya menekankan pada upaya penanganan orang-orang sakit. penanggulangan pencemaran lingkungan serta 2. bayi. Pengembangan kebijakan yang dapat memberi perlindungan pada sakit dan produktif yang dikenal dengan upaya promotif dan preventif ketimbang kepentingan kesehatan masyarakat luas (tidak merokok di tempat umum). Pencegahan. yang diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus memenuhi program upaya Sebelumnya pembangunan kesehatan cenderung menggunakan paradigma sakit kesehatan. 5. (15%) melalui pelayanan bekerja secara sehat. paradigma perlu dilakukan adalah paradigma atau konsep yang semula menekankan pada penyembuhan penyakit berupa pengobatan dan meringankan beban penyakit 4. Penggerakan peran serta masyarakat. kesehatan di waktu yang lalu.

Melalui upaya ini diharapkan tingkat disparitas kesehatan di puskesmas dan jaringannya. dan menekankan penyembuhan penyakit adalah sangat penting. pembinaan tenaga kesehatan termasuk kepada institusi penyelenggara akan lebih ditingkatkan. pengadaan peralatan dan konsep paradigma baru. kabupaten/kota terutama di daerah terpencil dan bencana. pemerataan. dan keterjangkauan harga Peranan dokter. Selanjutnya. kesehatan berarti program kesehatan yang menitikberatkan pada pembinaan kesehatan bangsa lingkungan. perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang obat dan perbekalan kesehatan. juga dilaksanakan kompetensi dan regulasi profesi kesehatan. Sebaliknya tenaga peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit. peningkatan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya. Meningkatkan Pemerataan dan Keterjangkauan Pelayanan peningkatan proporsi rumah sakit kabupaten/kota yang memiliki tenaga Kesehatan dokter spesialis dasar. di samping pengembangan karier tenaga kesehatan. serta rumah sakit status kesehatan antara penduduk kaya dan miskin semakin berkurang. peningkatan proporsi puskesmas yang memiliki tenaga dokter. Pengelolaan upaya kesehatan dan Melalui pelaksanaan berbagai kebijakan itu dan dibarengi dengan pembinaan bangsa yang sehat memerlukan pendekatan holistik yang lebih luas. dan penyusunan standar memperkuat pemantauan dan safe guarding. sosialisasi dan advokasi tenaga kesehatan. dan peningkatan mutu pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan. memotivasi dan memberdayakan masyarakat. memenuhi keperluan tenaga kesehatan. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan pemimpin. Upaya kesehatan di masa datang harus peningkatan pelayanan kesehatan rujukan. perlu ditingkatkan pelayanan kesehatan dasar yang preventif dibandingkan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan mencakup sekurang-kurangnya peningkatan promosi kesehatan. dan penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan. diharapkan taraf kesehatan menyeluruh. pelopor. keluarga berencana. Langkah Untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis di lapangan yang dihadapi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan keterampilan dan oleh masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan yang layak. individual. dan pengobatan dasar. perbaikan gizi. Dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang sangat penting adalah bagaimana mengajak dan Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. serta peningkatan peran serta masyarakat dan sektor sehingga obsesi upaya kesehatan harus dapat mengantarkan setiap penduduk swasta dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. A. pengadaan obat. mutu. Upaya lainnya dalam rangka peningkatan pemerataan.Upaya kesehatan seperti tersebut di atas tidak lain merupakan bentuk-bentuk pembangunan dan perbaikan rumah sakit terutama di daerah bencana pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya pencegahan yang sesuai dengan dan tertinggal secara selektif. peningkatan ketersediaan. upaya menggairahkan masyarakat untuk dapat tertarik dan bertanggungjawab atas yang akan dilakukan adalah pengangkatan dan penempatan tenaga kesehatan mereka sendiri dengan memobilisasi sumber dana yang ada pada merek kesehatan. . terutama untuk pelayanan serta kelas III rumah sakit. pengembangan pelayanan mampu menciptakan dan menghasilkan SDM Indonesia yang sehat produktif dokter keluarga. mampu menjadi B. Selain itu. Peningkatkan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan antara lain melalui penyelenggaraan pelayanan Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan perlu ditingkatkan untuk kesehatan gratis bagi penduduk miskin di puskesmas dan jaringannya. merupakan titik balik kebijakan Depkes dalam menangani kesehatan penduduk yang kesehatan ibu dan anak. dokter gigi. kesehatan yang menekankan masalah preventif dan promotif adalah sarjana kesehatan masyarakat yang juga sangat penting. kemajuan di bidang sosial dan ekonomi. terutama untuk penduduk miskin. seperti dokter dan tenaga keperawatan terutama di daerah terpencil. dan dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif dan tidak penduduk miskin akan menjadi lebih baik. pelayanan Upaya Tenaga Kesehatan kesehatan dilaksanakan melalui penempatan tenaga dokter dan paramedis terutama di puskesmas dan rumah sakit di daerah tertinggal. mampu mengelola sistem pelayanan kesehatan yang efisien dan efektif. mampu melibatkan kerja sama lintas sektoral. pembinaan dan teladan hidup sehat. perbekalan kesehatan. profesionalisme tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan misalnya hambatan administrasi dan prosedural. pemberantasan penyakit menular. memiliki status kesehatan yang cukup. Perubahan paradigma kesehatan yang kini lebih menekankan pada upaya promotif. Tenaga kesehatan harus mampu mengajak. bukan sekedar penyembuhan penyakit.

(seperti pos pelayanan terpadu. akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular upaya yang perlu peningkatan promosi pemanfaatan obat bahan alam Indonesia. gangguan akibat dan (3) peningkatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. dan kemanfaatan produk pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan. dan edukasi (KIE). (2) pengembangan ibu hamil. Peningkatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan Dalam upaya penanggulangan flu burung. yaitu tanggal 30 Agustus kesehatan. C. Upaya lain yang penting untuk dilakukan adalah penjaminan masyarakat miskin. dan pengawasan mutu. kesehatan dan peningkatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah. Selain itu. Kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan juga perlu diperkuat. Meningkatkan Keadaan Gizi Masyarakat Dalam rangka meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat akan dilaksanakan kegiatan (1) pengembangan media promosi kesehatan dan Dalam rangka meningkatkan status gizi mayarakat terutama pada teknologi komunikasi. dan keamanan produk. kematian. juga peningkatan komunikasi. sejalan dengan penanggulangan gizi-lebih. psikotropika. pengawasan pemakaian narkotika. setiap desa. informasi. dan dilakukan antara lain pencegahan dan penanggulangan faktor risiko. dan Berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan itu. zat adiktif (Napza). (2) Sistem surveilans AFP yang ketat dan daerah perlu dibangun dengan baik. dan produk kosmetika melalui pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya. obat tradisional. serta hukum Polio 2005 akan dilaksanakan dua kali putaran. peningkatan imunisasi. dan kekurangan zat gizi mikro lainnya perlu ditingkatkan. WHO SEARO dalam technical meeting di New Delhi bulan Juni 2005. serta penyebarluasan dan pemanfaatan kasus influenza dan pneunomia. pelaksanaan dan pengendalian. pondok bersalin desa. penemuan dan tatalaksana penderita. kurang yodium. pengembangan wilayah sehat. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat E. anemia gizi besi. dan Upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. dan edukasi (KIE) pencegahan dan didukung oleh pengembangan kebijakan dan manajemen pembangunan pemberantasan penyakit. kesehatan dan membangun jejaring kerja dengan berbagai pihak. perlu didukung surveilans gizi. suplemen makanan. Upaya khusus untuk mengatasi penyakit polio. Kebijakan untuk menjamin intensifikasi surveilans epidemiologi dilakukan di seluruh provinsi dan pembiayaan kesehatan masyarakat secara kapitasi dan praupaya kabupaten/kota. yaitu (1) Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak dilakukan di seluruh Pengembangan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan provinsi Indonesia untuk memutuskan mata rantai penularan virus polio akan dilaksanakan melalui pengkajian kebijakan. pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan. pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi. sistem informasi kesehatan baik nasional maupun 2005 dan 27 September 2005. kewaspadaan dini dengan intensifikasi surveilans epidemiologi terhadap sarana dan prasarana penelitian. dan usaha kesehatan sekolah) dan generasi muda. dan anak balita perlu dilakukan pendidikan gizi dan upaya kesehatan bersumber masyarakat. dan terapetik/obat. dan kecacatan akan dilaksanakan melalui pengembangan dan penelitian tanaman obat. informasi. Selain itu. pengembangan sistem tersebut. Pengembangan obat asli Indonesia Untuk menurunkan angka kesakitan. akan dilaksanakan penyuluhan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan. kurang vitamin A. keamanan. perbekalan kesehatan rumah tangga. Penanggulangan kurang energi protein. pengembangan standarisasi tanaman obat bahan alam Indonesia. Meningkatkan Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit khasiat. terpenuhinya persyaratan mutu. dan (3) Peningkatan cakupan imunisasi dilakukan di terutama bagi penduduk miskin perlu juga terus dilanjutkan. D. PIN pengawasan dan penyempurnaan administrasi keuangan. akan dilaksanakan teknologi kesehatan akan dilaksanakan melalui penelitian dan respon cepat ke daerah yang belum terjangkit sebagai tindakan pengembangan. oleh peningkatan kualitas lingkungan hidup yang dilaksanakan melalui penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi . Pelaksanaan PIN direkomendasikan oleh tim dan para pakar perencanaan dan penganggaran. peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga peneliti. serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor. bayi.

Sumatra Utara. peningkatan tanpa didasari kedua respon di atas. distribusi sampai dengan konsumsi dan bersifat lintas sektor. Masalah Perilaku Kesehatan satu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Pertumbuhan penduduk Perilaku kesehatan bila mengacu pada penelitian Hendrik L. Untuk mengatasi masalah busung lapar atau kurang energi dan menjadi faktor utama masalah kesehatn sebagai akibat masih rendah pengetahuan protein tingkat berat di berbagai daerah di Indonesia telah dilakukan kesehatan dan faktor kemiskinan. Kondisi tersebut mungkin terkait tingkat langkah darurat berupa perawatan penderita di rumah sakit dan pendidikan yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat untuk berperilaku sehat. faktor tersebut di atas sehingga masyarakat memiliki perilaku yang sesuai nilai-nilai kesehatan (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada sasaran sehingga pengetahuan sasaran terhadap sesuatu masalah F. pemberian makanan tambahan. pencegahan dan pemberantasan dilandasi motif. 2. Sumatra Utara. Masalah kesehatan lingkungan meliputi penyehatan lingkungan masalah lanjutan seperti masalah kesehatan ibu dan anak. berpengaruh positif terhadap terbentuknya derajat kesehatan masyarakat yang lingkungan. Proses terbentuknya sebuah perilaku yang diawali pengetahuan membutuhkan sumber pengetahuan dan diperoleh dari pendidikan kesehatan. Bila seseorang dapat menemukan manfaat dari berperilaku sehat penyakit. Oleh sebab tersebut maka perubahan Rekonstruksi Aceh dan Nias. Rumah sehat . Di batin (afektif) yaitu sikap terhadap obyek tersebut. faktor pendukung (enabling factors) dan akan lebih ditingkatkan terutama dengan Badan Rehabilitasi dan faktor penguat (reinforcing factors). Dalam rangka penanggulangan akibat bencana yang terjadi di berbagai daerah. Masalah kesehatan tersebut pengelolaan tempat-tempat umum dan pengolahan makanan. Selanjutnya. asalah Kesehatan Masyarakat 1. pengelolaan limbah dan sampah serta penyakit-penyakit baik menular maupun tidak menular. selanjutnya menimbulkan respon produksi. kelompok lanjut usia dan kelompok pekerja. kerja sama lintas sektor dan lintas program predisposisi (predisposing factors). genetik dan pelayanan kesehatan yang akan menimbulkan berbagai optimum pula. dalam rangka penanggulangan akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di NAD dan Nias. mendukung. perbaikan gizi. untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan pelayanan kesehatan. pemenuhan tenaga kesehatan. balita dan ibu). Upaya berikutnya adalah menyusun Terbentuknya perilaku diawali respon terhadap stimulus pada domain kognitif rencana secara terpadu untuk menangani masalah ini mulai dari aspek berupa pengetahuan terhadap obyek tersebut. dalam fase Perilaku sendiri menurut Lawrence Green dilatarbelakangi 3 faktor pokok yaitu faktor rehabilitasi dan rekonstruksi. Masalah Kesehatan lingkungan Untuk memahami masalah kesehatan yang sering ditemukan di Indonesia Kesehatan lingkungan merupakan keadaan lingkungan yang optimum sehingga perlu dibagi menjadi beberapa kelompok. Respon tindakan (perilaku) dapat bidang kesehatan telah dirumuskan program perbaikan gizi masyarakat timbul setelah respon pengetahuan dan sikap yang searah (sinkron) atau langsung yang meliputi penanggulangan kurang energi protein. pangan dan gizi (SKPG) dan mengaktifkan posyandu. Lingkungan pemukiman secara khusus adalah rumah merupakan salah 1. Meningkatkan Penanganan Masalah Kesehatan di Daerah Bencana meningkat dengan harapan sasaran dapat berperilaku sehat. serta yang diharapkan oleh petugas kesehatan maka terbentuklah sikap yang upaya untuk memulihkan fungsi pelayanan kesehatan di daerah bencana. peningkatan pendidikan gizi masyarakat. upaya-upaya yang akan terus dilanjutkan antara lain Sikap setuju terhadap suatu perilaku sehat dapat terbentuk bila pengetahuan yang adalah rehabilitasi dan rekonstruksi sarana pelayanan kesehatan yang mendasari perilaku diperkuat dengan bukti manfaat karena perilaku seseorang rusak. antara lain masalah perilaku kesehatan. penyediaan obat dan peralatan kesehatan. masalah gizi dan pemukiman. Di Indonesia diduga faktor perilaku justru menyebabkan berbagai penyakit serta masalah kesehatan. Blum di Amerika yang tidak diikuti pertambahan luas tanah cenderung menimbulkan Serikat memiliki urutan kedua faktor yang mempengaruhi status kesehatan masalah kepadatan populasi dan lingkungan tempat tinggal yang masyarakat setelah faktor lingkungan. Jenis perilaku ini cenderung tidak bertahan surveilans gizi termasuk melanjutkan penerapan sistem kewaspadaan lama karena terbentuk tanda pemahaman manfaat berperilaku tertentu. dapat terjadi pada masyarakat secara umum atau komunitas tertentu seperti kelompok rawan (bayi. dan pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi. penyediaan air bersih. termasuk ketersediaan perilaku melalui pendidikan kesehatan perlu melakukan intervensi terhadap ketiga sumber pembiayaannya. Penyehatan lingkungan pemukiman 3.

mental maupun sosial yang Pengelolaan sampah meliputi sampah organik. atau tempat-tempat umum lainnya. restoran. penyakit gigi dan mulut dan lain-lain. Secara sederhana Air minum yang dikonsumsi harus memenuhi syarat minimal sebagai air yang pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan pengenceran (dilusi). Sumber-sumber air tersebut memiliki karakteristik masing-masing yang lain sedangkan pengolahan makanan meliputi tempat pengolahan makanan (pabrik membutuhkan pengolahan sederhana sampai modern agar layak diminum. syarat bakteriologis dan irigasi. Petugas kesehatan yang profesional . pembuangan sampah dan limbah. fasilitas dapur dan ruang karena beberapa penyakit disebarkan melalui perantaraan kotoran. pemusnahan dan pengolahan sampah.5 m2 per penghuni. warung makan. Penyediaan air bersih Pengelolaan limbah ditujukan untuk menghindarkan pencemaran air dan tanah sehingga pengolahan limbah harus menghasilkan limbah yang tidah berbahaya. ketersediaan air bersih serta pengolahan limbah dan sampah. Syarat air minum yang sehat antara lain syarat fisik. pasar dan lain- dalam. 2. berbau. bebas dari bakteri patogen (syarat bakteriologis) dan mengandung zat-zat tertentu dalam jumlah yang dipersyaratkan (syarat kimia). cafe. Pengolahan air limbah dilakukan secara sederhana dan modern. sebagai prasyarat berperilaku sehat memiliki kriteria yang sulit dapat Pengolahan kotoran manusia membutuhkan tempat yang memenuhi syarat agar dipenuhi akibat kepadatan populasi yang tidak diimbangi ketersediaan tidak menimbulkan kontaminasi terhadap air dan tanah serta menimbulkan polusi lahan perumahan. Air minum sehat memiliki karakteristik tidak berwarna. sekolah. Tercapainya pelayanan kesehatan yang sesuai standar membutuhkan syarat Limbah merupakan hasil buangan baik manusia (kotoran). tidak berasa. Kebutuhan air bersih terutama meliputi air minum. Syarat pengolahan limbah cair meliputi syarat fisik. berkumpul keluarga serta gudang dan kandang ternak untuk rumah pedesaan. fasilitas air bersih yang cukup. 3. infeksi usus. memanfaat pelayanan kesehatan baik negeri atau swasta membutuhkan prasyarat sumber daya manusia (petugas kesehatan yang profesional). Pengelolaan limbah dan sampah Pelayanan kesehatan yang bermutu akan menghasilkan derajat kesehatan optimal. mata air. air danau. Tidak terpenuhi syarat rumah sehat dapat menimbulkan masalah kesehatan atau penyakit baik fisik. anorganik serta bahan berbahaya. kolam oksidasi dikonsumsi. suhu di bawah suhu udara sekitar (syarat fisik). atau industri makanan) dan tempat penjualan makanan (toko. 3. Pengelolaan tempat-tempat umum dan pengolahan makanan dapat dari air hujan. Tidak terpenuhi kebutuhan air bersih dapat menimbulkan masalah kesehatan atau penyakit seperti infeksi kulit. sedangkan secara modern menggunakan Sarana atau Instalasi dan syarat kimia. mandi. rumah tangga. Kegiatan berupa pemeriksaan syarat bangunan. tidak Pengolahan Air Limbah (SPAL/IPAL). sumber daya sarana dan prasarana (bangunan dan sarana pendukung) seta sumber daya dana (pembiayaan kesehatan). Pengelolaan limbah dan sampah yang tidak tepat akan menimbulkan polusi terhadap kesehatan Ketersediaan sumber daya yang akan menunjang perilaku sehat masyarakat untuk lingkungan. Masalah Pelayanan Kesehatan 4. Tempat pembuangan dan pengolahan limbah minimal 2. pembuangan kotoran manusia berupa jamban dan septic tank harus memenuhi syarat kesehatan tinja. industri ketersediaan sumber daya dan prosedur pelayanan. dll). memasak dan mencuci. Di Indonesia sumber-sumber air minum 1. air sungai. air sumur dangkal dan air sumur Pengelolaan tempat-tempat umum meliputi tempat ibadah. Sampah merupakan bahan atau benda padat yang dibuang karena sudah tidak digunakan dalam kegiatan manusia. Kriteria tersebut antara lain luas bangunan rumah bau dan mengganggu estetika. bakteriologis dan kimia. mempengaruhi produktivitas keluarga dan pada akhirnya mengarah pada memiliki 2 tahap pengelolaan yaitu pengumpulan dan pengangkutan sampah serta kemiskinan dan masalah sosial. kantin.

disamping sikap penolakan karena faktor kepercayaan. terkait perilaku sehat petugas kesehatan yang masih banyak menyimpang dari 3. Faktor yang merupakan faktor pendukung (enabling factors) masyarakat untuk berperilaku sehat telah dilakukan di Indonesia Saat ini masyarakat banyak menerima pelayanan kesehatan di bawah standar melalui asuransi kesehatan maupun dana pendamping. masyarakat miskin (Jamkesmas Program secara merata melahirkan petugas kesehatan yang memberikan pelayanan tidak Keluarga Harapan). tokoh sehat. Perilaku sakit masih Walaupun pemerintah telah banyak melakukan perbaikan mutu pelayanan dominan sehingga upaya kuratif yang membutuhkan biaya besar cenderung kesehatan di Indonesia baik melalui peraturan standar kompetensi tenaga menyebabkan dana tidak tercukupi atau habis di tengah jalan. Pemerintah sendiri selain dana APBN dan konseling genetik. Pelayanan kuratif masih memimpin sedangkan aspek preventif dan promotif dalam pelayanan kesehatan belum dominan. Kurangnya pengetahuan dan motif ekonomi sering umum (Jampersal dan asuransi perorangan). Sayangnya kondisi tersebut tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat masyarakat dan penguasa wilayah). Perilaku sehat masyarakat pun mengikuti Beberapa masalah kesehatan dan penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik saat paradigma sehat dikalahkan oleh perilaku sakit. Sarana bangunan dan pendukung genetik. yang terjadi karena kurangnya tenaga sesuai kompetensi atau tidak terdistribusi pekerja sektor industri (PT. Jamsostek). 2. paramedis keperawatan. kemiskinan dan kejahatan. Faktor pembiayaan seringkali menjadi penghambat masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas. infertilitas dan kesehatan hanya pada saat sakit. Karena itu diperlukan kesehatan maupun program peningkatan kompetensi dan pemerataan distribusi perubahan paradigma masyarakat menjadi Paradigma Sehat melalui Pendidikan tenaga kesehatan tetapi belum seluruh petugas kesehatan mendukung. Sebut saja asuransi akibat kedua syarat di atas tidak dipenuhi. Masyarakat pembiayaan kesehatan menjadi kendala dalam mencapai pelayanan kesehatan cenderung menerima kondisi tersebut karena ketidaktahuan dan keterpaksaan. Asabri). Masalah Genetik tujuan awal keberadaannya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. .Pelaksana pelayanan kesehatan meliputi tenaga medis. Agar masyarakat Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pelayanan kesehatan saat ini dapat berperilaku genetik yang sehat diperlukan intervensi pendidikan kesehatan diatasi dengan konsep Desa Siaga yaitu konsep memandirikan masyarakat untuk disertai upaya pendekatan kepada pengambil keputusan (tokoh agama. Intervensi berupa pendidikan kesehatan melalui karena lebih dominannya perilaku sakit. Hal tersebut Kesehatan oleh petugas kesehatan secara terus menerus. persiapan pranikah dan pentingnya APBD. masyarakat tidak mampu (Jamkesda) bahkan masyarakat sesuai kompetensinya. penyuluhan usia reproduksi. yaitu memanfaatkan pelayanan tidak hanya penyakit keturunan seperti hemophilia. Keterbatasan ketenagaan di Indonesia kesehatan untuk pegawai negeri sipil (PT. meningkatkan mutu sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Indonesia. melalui program Bantuan Operasional Kegiatan (BOK) Puskesmas dan pemeriksaan genetik dapat mengurangi resiko munculnya penyakit atau masalah program pengembangan sarana pelayanan kesehatan rujukan telah banyak kesehatan pada keturunannya. Pembiayaan kesehatan paramedis non keperawatan dan non medis (administrasi). yang bermutu terkait kesadaran masyarakat berperilaku sehat. Askes). Namun tetap saja masalah menjadikan standar pelayanan belum dikerjakan secara maksimal. Diabetes Mellitus. lain-lain tetapi juga masalah sosial seperti keretakan rumah tangga sampai perceraian. Masalah kesehatan dan penyakit yang timbul akibat faktor genetik lebih banyak disebabkan kurang paham terhadap penyebab 1. polisi dan tentara (PT. Profesionalitas tenaga kesehatan yang memberi pelayanan kesehatan ditunjukkan dengan kompetensi dan taat prosedur.