You are on page 1of 12

MENGIKUTI SEMINAR

,
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :1/3
PUSKESMAS Arkadius Dominggo
ONEKORE NIP.197601131997031004
1. Pengertian 1. Seminar adalah sebuah pertemuan khusus yang memiliki teknis dan
akademis yang tujuannya untuk melakukan studi menyeluruh
tentang suatu topik tertentu dengan pemecahan suatu permasalahan
yang memerlukan interaksi diantara para peserta seminar yang
dibantu oleh seorang guru besar ataupun cendikiawan.
2. Pendidikan dan Pelatihan/seminar/seminar Eksternal adalah
pendidikan dan Pelatihan/seminar/seminar yang dilakukan oleh
instansi / instruktur / lembaga dari luar Puskesmas.
3. Pendidikan dan Pelatihan/seminar/seminar Internal adalah
Pendidikan dan Pelatihan/seminar/seminar yang dilakukan oleh
karyawan di lingkungan Puskesmas sendiri, termasuk magang
Pegawai, baik untuk Pegawai lama atau baru.
4. Menurut Gomes (2003:197), pelatihan adalah setiap usaha untuk
memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu
yang sedang menjadi tanggungjawabnya,atau satu pekerjaan yang
ada kaitannya dengan pekerjaannya.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk memastikan bahwa
karyawan mendapatkan pendidikan dan pelatihan/seminar sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Onekore..... tentang Kewajiban
Mengikuti Program Orientasi bagi Kepala Puskesmas, Penanggung
Jawab Program dan Pelaksana Kegiatan Yang Baru.
4. Referensi Program Tugas Belajar Sumber Daya manusia Kesehatan Departemen
Kesehatan RI. No 541/MENKES/PER/VI/2008
5. Langkah - 1. Pelatihan/seminar atas permintaan Dinas Kesehatan Kabupaten
langkah a. Kepala TU menerima surat undangan pelatihan/seminar dari
Prosedur Dinas Kesehatan Kabupaten
b. Ka TU mengagendakan surat masuk
c. Ka TU menyiapkan lembar disposisi
d. Ka TU membuat disposisi

Ka TU menerima surat permohonan dari calon peserta c. Kepala Puskesmas menyampaikan laporan serta foto copy sertifikat dan surat pengembalian atau tanda bukti lain kepada Ka TU q. Calon Peserta menerima surat dari Ka TU l. Kepala Puskesmas mengisi lembar disposisi menunjuk calon peserta sesuai dengan kompetensi dan rencana pengembangan karyawan h. Ka TU menyiapkan lembar disposisi d. Kepala Puskesmas mengisi lembar disposisi f. Kepala Puskesmas menerima laporan serta foto copy sertifikat dan surat pengembalian atau tanda bukti lain p. Setelah pelatihan peserta membuat laporan hasil pelatihan/seminar dan membuat Rencana Tindak Lanjut n. Hal – hal yang perlu di perhatikan 7. Rekaman . TU meminta tanda tangan i. Ka TU mengarsipkan laporan serta foto copy sertifikat dan surat pengembalian atau tanda bukti 6. e. Dokumen Buku Catatan Seminar dan Pelatihan Terkait 9. Kepala Pusk menyerahkan lembar disposisi kepada Ka TU g. Setelah pelatihan/seminar Peserta melapor dan menyerahkan laporan serta foto copy sertifikat dan surat pengembalian atau tanda bukti lain kepada kepala Puskesmas o. Ka TU menyerahkan lembar disposisi dan surat permohonan pelatihan/seminar kepada kepala Puskesmas e. Ka TU memberi nomor surat dan membubuhkan cap Puskesmas j. Ka TU memberitahu pada calon peserta pelatihan/seminar yang ditunjuk 2. Kepala Puskesmas membaca surat g. Calon peserta mengajukan surat permohonan pelatihan/seminar kepada kepala Puskesmas lewat Ka TU b. Ka TU menyerahkan surat tugas kepada calon peserta k. Calon peserta mengikuti pelatihan/seminar. PELATIHAN/SEMINAR ATAS PERMINTAAN SENDIRI a. Ka TU membuat surat tugas h. m. Unit terkait Seluruh bagian di Puskesmas Onekore 8. Kepala Puskesmas memanggil Ka TU untuk menindak lanjuti surat i. Ka TU menyerahkan surat kepada Kepala Puskesmas f.

Historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Perubahan diberlakukan PENINJAUAN KEMBALI TATA NILAI DAN TUJUAN PUSKESMAS No.197601131997031004 1... 3...tentang . Pengertian Peninjauan kembali tata nilai dan tujuan puskesmasr adalah suatu proses kegiatan yang urut yang harus dilakukan untuk mengevaluasi dan mengatasi permasalahan yang timbul dalam rangka mencapai tujuan dan tata nilai yang telah ditentukan dengan memanfaatkan SDM yang tersedia untuk hasil tata nilai dan tujuan Puskesmas sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna pelayanan. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk penyempurnaan tata nilai dan tujuan Puskesmas serta peningkatan pelayanan puskesmas kepada masyarakat.. Dokumen : No.. 2. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Onekore Nomor . Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman : PUSKESMAS Arkadius Dominggo ONEKORE NIP..

2. Petugas TU membuat surat rapat untuk lintas sektor. Permenkes No. 12. Prosedur PERTEMUAN DENGAN LINTAS SEKTOR 1. Penanggungjawab upaya melakukan evaluasi penyelenggaraan kegiatan pelayanan dengan dasar survei kepuasan pelanggan. Kepala Puskesmas menerima usulan dari petugas (pelaksana . Pengelolaan Puskesmas Onekore. 3. 5. Penanggungjawab upaya menganalisis hasil monev yang dilakukan tiap 6 bulan sebagai dasar penilian kembali tata nilai dan tujuan puskesmas pada kegiatan program dan pelayanan puskesmas. Undang – Undang No. undangan). Petugas TU membuat daftar acara pertemuan. 10. Petugas TU mempersiapkan perlengkapan pertemuan. Petugas TU menyampaikan kepada petugas yang ditunjuk untuk memberikan undangan kepada pihak terkait (lintas sektor). lintas program serta beberapa masyarakat dan kader melakukan peninjauan kembali terhadap tata nilai dan tujuan puskesmas dalam rapat tersebut. Petugas mengusulkan cara peninjauan kembali tujuan dan tata nilai puskesmas dengan menggunakan survei kepuasan pelanggan kepada Kepala Puskesmas 4. Referensi a. Petugas TU mengarsipkan semua kelengkapan rapat (notulen. Kepala puskesmas. telepon atau informasi secara langsung. Petugas menyiapkan tempat pertemuan. Kepala puskesmas meminta petugas TU untuk membuat surat undangan rapat. 11. 6. 4. 36 Tahun 2009 b. 2. 8. lintas sector. Petugas TU mengundang para penanggungjawab program di Puskesmas untuk membahas peninjauan kembali tata nilai dan tujuan Puskesmas melalui SMS. Petugas memberikan undangan rapat kepada para pihak terkait. petugas TU. 75 Tahun 2014 5. 4. 7. 3. 9. Petugas TU membuka acara. daftar hadir. SURVEI KEPUASAN PELANGGAN 1. Kepala Puskesmas melakukan tindak lanjut.

Unit terkait Semua Unit Terkait . Petugas melakukan analisis data survei. 14. Kepala Puskesmas menerima hasil survei dari petugas. 17. 16. 13. Ka. 6. 11. Petugas mendapatkan data penilaian tujuan dan tata nilai Puskesmas sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan 15. 10. TU memberikan surat tugas kepada yang ditugaskan oleh Kepala Puskesmas dalam melaksanakan survei kepuasan pelanggan. kegiatan dan penanggungjawab upaya) 5. Petugas melaksanakan survei. Petugas membuat jadwal pelaksanaan survei. Petugas melaporkan hasil kegiatan survei untuk peninjauan kembali tujuan dan tata nilai dan tujuan puskesmas apakah sudah relevan dengan harapan dan kepuasan pelanggan dan sasaran program kepada Kepala Puskesmas. Petugas menentukan responden yang dibutuhkan. Ka. Kepala Puskesmas mendisposisikan petugas untuk melaksanakan survei kepuasan pelanggan untuk menilai kembali tata nilai dan tujuan Puskesmas. Kepala Puskesmas bersama petugas merencanakan RTL. 9. TU membuat surat tugas. Petugas membuat kuesioner kebutuhan dan harapan pelanggan sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan program puskesmas. Kepala Puskesmas menugaskan penanggungjawab upaya untuk melaksanakan monev secara berkesinambungan. 8. TU untuk didokumentasikan. 12. 6. 7. Kepala Puskesmas menyerahkan hasil survei untuk peninjauan kembali tujuan dan tata nilai Puskesmas apakah sudah relevan dengan kebutuhan dan harapan pelanggan pada Ka.

. MISI... Tujuan Terwujudnya kesamaan pemahaman terhadap kebijakan dasar Puskesmas. Dokumen : No. .. TUJUAN DAN TATA NILAI PUSKESMAS No. KOMUNIKASI VISI. Revisi : Tanggal Terbit : SOP Halaman : PUSKESMAS Arkadius Dominggo ONEKORE NIP..hal yang berkaitan dengan kesehatan perorangan ataupun Kelompok masyarakat. 3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Onekore Nomor . Pengertian Komunikasi puskesmas dilaksanakan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat guna menyalurkan hal.Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk penyempurnaan tata nilai dan tujuan Puskesmas serta peningkatan pelayanan puskesmas kepada masyarakat. 2..197601131997031004 1.tentang Pengelolaan Puskesmas Onekore..

tujuan dan tata Nilai Puskesmas Penyampaian tentang visi. misi. Lintas sektor dan lintas Sektor dan Lintas program guna Program membicarakan visi. b. Permenkes No. misi. TU menyampaikan tujuan & tata nilai Puskesmas oleh kepada petugas Kepala Puskesmas untuk memberikan undangan kepada Puskesmas masyarakat. Petugas memberikan undangan rapat pada pihak terkait. e. TU membuat surat rapat untuk lintas Masyarakat.4. Penyampaian tentang visi. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas 5. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 pasal 5. tujuan dan tata nilai Puskesmas oleh kepala Puskesmas . Kepala Puskesmas Kepala Menginstruksikan Surat meminta TU untuk Tata Usaha Membuat Undangan membuat surat Puskesmas Rapat Surat undangan rapat.langkah Diagram Alir a. Referensi a. tentang pelayanan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas b. d. misi. Langkah . c.

Pengertian Pencatatan adalah kegiatan atau proses pendokumentasian suatu aktifitas dalam bentuk tulisan diatas kertas. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 3.197601131997031004 1. grafik.. Pencatatan dan pelaporan Puskesmas merupakan kegiatan pengumpulan data dan informasi di tingkat Puskesmas. Dokumen : No. PENCATATAN DAN PELAPORAN No. Revisi : Tanggal Terbit : SOP Halaman : PUSKESMAS Arkadius Dominggo ONEKORE NIP. baik faktor utama dan tenaga pendukung lain yang menyangkut Puskesmas untuk dikirim ke pusat.. gambar dan suara. Tujuan Mendapatkan data dan informasi secara akurat.75 tahun 2014 .. Referensi Permenkes No. file computer dan lain – lain disertai tulisan. tepat waktu dan mutakhir secara periodic dan teratur pengolahan program kesehatan masyarakat melalui Puskesmas di berbagai tingkat administrasi. 2. 4.

Bayi. Kartu Indeks Penyakit Kartu indeks penyakit merupakan alat bantu untuk mencatat identitas pasien. Kartu Rawat Jalan Kartu rawat jalan atau lebih dikenal dengan kartu rekam medic pasien merupakan alat untuk mencatat identitas dan status pasien rawat jalan yang berkunjung ke Puskesmas. Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Semua kegiatan pokok baik didalam maupun diluar gedung puskesmas. riwayat. Jenis formulir standar yang digunakan dalam pencatatan adalah sebagai berikut : a. Langkah – langkah 1. harus dicatat. Untuk memudahkan dapat menggunakan formulir standar yang telah ditetapkan dalam SP2TP. Bentuk Pencatatan a. Bentuk Pencatatan Berdasarkan Pada Sasaran. c. e. dan perkembangan penyakit. Kartu indeks penyakit diperuntukan khusus penderita penyakit TBC paru dan kusta serta 10 besar penyakit yang ada di Puskesmas. 2) Catatan Keluarga (Kesehatan KeluargaTertentu). d. Dalam pelaksanaannya keluarga yang menggunakan RKK diberi alat bantu kartu tanda pengenal keluarga (KTPK) untuk memudahkan pencarian berkas pada saat melakukan kunjungan ulang. Rekam Kesehatan Keluarga (RKK) Rekam kesehatan keluarga atau yang disebut family folder adalah himpunan kartu-kartu individu suatu keluarga yang memperoleh pelayanan kesehatan di Puskesmas. KMS Ibu Hamil Merupakan alat untuk mengetahui identitas dan mencatat perkembangan kesehatan ibu hamil dan janin serta pelayanan kesehatan yang diterima ibu hamil dan tindak lanjut. Register Register merupakan formulir untuk mencatat atau merekap data kegiatan didalam dan di luar gedung Puskesmas. b. 2. Dan Balita). Yaitu : 1) Catatan Individu (CatatanIbu. yang telah dicatat di kartu dan catatan lainnya.5. 3) Catatan Masyarakat (biasanya pada kegiatan survey komunitas .

3. 2) Catatan Pelayanan Kesehatan KB. KB dan lain-lain. Pencatatan harian masing-masing progam Puskesmas dikombinasi menjadi laporan terpadu Puskesmas atau yang disebut . 4) Catatan Keluar. Pencatatan dan pelaporan ini menggunakan family folder. Mekanisme Pencatatan Pencatatan kegiatan harian program Puskesmas dapat dilakukan di dalam dan di luar gedung a. 2) Catatan Pengembangan Berisi Kemajuan/Perkembangan Pelayanan. buku register dan sensus harian. 4) Catatan Imunisasi. 3) Catatan Pelayanan Kesehatan Ibu. b. 5) Catatan Kunjungan Rumah / PHN 6) Catatan Persalinan. dan lain-lain. c. 7) Catatan KematianI bu Dan Bayi. b. Dan 8) Catatan Rujukan. Pencatatan yang dibuat di dalam gedung Puskesmas Pencatatan yang dibuat di dalam gedung Puskesmas adalah semua data yang di peroleh dari pencatatan kegiatan harian program yang dilakukan dalam gedung Puskesmas seperti tekanan darah. kartu indeks penyakit. UKS. Pencatatan yang dibuat di luar gedung Puskesmas Pencatatan yang dibuat di luar gedung Puskesmas adalah data yang dibuat berdasarkan catatan harian yang dilaksanakan diluar gedung Puskesmas seperti Kegiatan posyandu. 3) Catatan Pindah. Yaitu : 1) Catatan Awal/Masuk. apabila ditemukan masalah komunitas yang lebih diarahkan pada ibu dan anak balita). Sementara Bentuk Catatan Berdasarkan Proses Pelayanan. Bentuk Catatan Berdasarkan Kegiatan. Yaitu : 1) Catatan Pelayanan Kesehatan Anak. kesehatan lingkungan. laboratorium.

590/BM/DJ/Info/Info/96. 4) Hasil rekapitulasi pelaksanaan kegiatan diolah dan dimamfaatkan untuk tindak lanjut yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja kegiatan. SP2TP inidikirim kedinas kesehatan Kabupaten atau kota setiap awal bulan. 3) Hasil rekapitulasi pelaksanaan kegiatan dimasukkan ke formulir laporan sebanyak 2 rangkap. 3) Hasil rekapitulasi dikoreksi. 5. Tingkat Kabupaten 1) Pengolahan data SP2TP di Dinas Kesehatan Banyuwangi menggunakan perangkat lunak yang ditetapkan oleh Depkes. Umpan balik tersebut harus dikirimkan kembali secara rutin ke Puskesmas untuk dapat dijadikan evaluasi keberhasilan progam 4. Mekanisme Pelaporan a. Tingkat Puskesmas 1) Laporan dari Puskesmas pembantu dan bidan di desa disampaikan ke pelaksana kegiatan di Puskesmas. bimbingan teknis ke Puskesmas dan . b. Pelaporan Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Kesehatan masyarakat No. diolah serta dimamfaatkan sebagai bahan untuk umpan balik. untuk disampaikan kepada koordinator SP2TP. dengan system pencatatan dan pelaporan terpadu Puskesmas (SP2TP). Formulir pelaporan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan/beban kerja di Puskesmas. pelaporan Puskesmas menggunakan tahun kalender yaitu dar ibulan Januari sampai dengan Desember dalam tahun yang sama. 2) Pelaksana kegiatan merekapitulasi data yang di catat baik di dalam maupun di luar gedung serta laporan yang di terima dari Puskesmas pembantu dan bidan di desa. kemudian ke Dinas Kesehatan kabupaten atau kota mengolahnya dan mengirimkan umpan baliknya ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Departemen Kesehatan Pusat. 2) Laporan SP2TP dari Puskesmas yang diterima Dinas Kesehatan Banyuwangi disampaikan kepada pelaksana SP2TP untuk direkapitulasi/entri data.

Bagan Alir Pelaksana Program Melakukan kegiatan Program Puskesmas Pelaksana program mencatat Kegiatan Hasil pencatatan disampaikan kepada Pemegang Program Pemegang program dan pelaksana Program membuat Laporan Laporan disampaikan kepada Kepala Puskesmas . tindak lanjut untuk meningkatkan kinerja program 6.