You are on page 1of 7

I.

Pendahuluan
Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang
mempunyai pola penyebaran bercak, teratur dalam satu atau lebih area
terlokalisasi di dalam bronchus dan meluas ke parenkim paru yang
berdekatan di sekitarnya.1,2,3
Insiden penyakit ini pada negara berkembang hampir 30% pada
anak-anak di bawah umur 5 tahun dengan resiko kematian yang tinggi.
Menurut data mortalitas tahun 1990, pneumonia merupakan
seperempat penyebab kematian pada anak di bawah 5 tahun dan 80%
terjadi di negara berkembang, Sedangkan di Amerika pneumonia
menunjukkan angka 13% dari seluruh penyakit infeksi pada anak di
bawah umur 2 tahun. Mortalitas disebabkan oleh bakteremia S.aureus
dan S.pneumoniae selain karena malnutrisi dan kurangnya akses
keperawatan.1,2,3
Penyebab pneumonia adalah infeksi bakteri, virus, dan jamur. Pada
bayi yang lebih besar dan anak balita, biasanya disebabkan oleh infeksi
Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza tipe B, dan
Staphylococcus aureus, sedangkan pada anak yang lebih besar dan
remaja, selain bakteri tersebut, sering juga ditemukan infeksi
Mycoplasma pneumonia.1
Kelompok usia pada anak merupakan faktor penting yang
menyebabkan karakteristik penyakit berbeda-beda, sehingga perlu
dipertimbangkan dalam tatalaksananya. 1
Dasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan
kausal dengan antibiotik yang sesuai, serta tindakan suportif.
Komplikasi pneumonia pada anak meliputi empiema torasis, perikarditis
purulenta, atau infeksi ekstrapulmoner seperti meningitis purulenta.
Empiema torasis merupakan komplikasi tersering yang terjadi pada
pneumonia bakteri.1,2

II. Laporan Kasus

1

Selama panas. 2 . penderita belum mengalami buang air besar. Awalnya sifat batuknya adalah batuk kering. Penderita tidak mengeluhkan sesak. penderita juga mengeluhkan batuk. Tinggal di desa Palolo. kemudian penderita diberikan obat penurun panas. buang air kecil penderita seperti biasa. Masuk pada tanggal 19 Desember 2013. panas penderita hanya turun sebentar lalu naik lagi. muncul setelah penderita mengalami demam. Anamnesis kehamilan dan persalinan Penderita dilahirkan secara normal dengan usia gestasi cukup bulan dan berat yang lebih dari 2500 gr serta ditolong oleh bidan desa. Anamnesis makanan sejak bayi sampai sekarang Penderita mendapatkan ASI sampai usia 12 bulan. Sejak hari keempat selama sakit. Namun setelah minum obat. serta penderita tidak mengalami perdarahan spontan. Riwayat imunisasi Menurut ibu penderita bahwa penderita sudah diimunisasi secara lengkap. setelah beberapa hari. penderita menggigil dan panas penderita sifatnya terus menerus. panjang badan 86 cm. selanjutnya diberikan susu formula dan MP ASI. Penderita kadang-kadang mengeluhkan sakit perut. dialami sejak hari minggu (5 hari yang lalu). Anamnesis (Diberikan oleh ibu penderita) Keluhan utama adalah badan panas Penderita masuk dengan keluhan panas. Ibu penderita telah membawa ke Puskesmas pada hari kedua.Seorang anak perempuan umur 3 tahun 3 bulan. penderita tidak kejang Selain itu. dan sakit kepala. nyeri dada. tidak bercampur darah. Kadang-kadang penderita batuk sampai muntah. Batuk penderita muncul sejak hari selasa. Tetapi. Selama panas. batuk penderita menjadi berdahak. Dengan berat badan 11 kg.

Ambroxol syrup (15 ml) 0. Memiliki dapur yang juga berlantai keramik.Paracetamol 10 mg/KgBB .Nadi: 120 kali/menit  Status gizi: Berat Badan: 11 kg .CDC: BB/TB = gizi baik . Tanggal 20-12-2013 (hari pertama perawatan) Keluhan : .Masih panas. Sklera tidak ikterus. ada rhinore  Leher: tidak ditemukan adanya pembesaran kelenjar  Dada: Simetris.60C . turgor kembali cepat  Kepala: konjungtiva tidak anemis.Z-score: BB/TB = gizi baik  Kulit: tidak sianosis.Pernapasan: 48 kali/menit . peristaltik kesan normal. Minum air yang sudah dimasak dari sumber air sumur suntik Pemeriksaan Fisik  Keadaan umum : sakit sedang  Kesadaran : compos mentis  Tanda vital: .5 mg/kali (3x1 cth) Pemantauan lanjut 1. tidak anemis.2 %  PLT : 183 x 103/mm3 Diagnosis: Suspek Bronkopneumonia Terapi: . dan lingkungan Penderita tinggal bersama kedua orang tuanya serta saudaranya di rumah permanen yang berlantai bukan keramik. ditemukan rhonki  Abdomen: datar.39 x 106/mm3  Hb: 11. batuk berlendir. kebiasaan. nyeri perut tidak ada Pemeriksaan fisik: ditemukan rhonki Pemeriksaan penunjang: 3 .7 g/dL  HCT : 34. tidak ditemukan adanya pembesaran organ  Extremitas atas-bawah: akral hangat. muntah tidak ada. Keadaan sosial ekonomi. tidak ada edema Pemeriksaan Penunjang  WBC: 3 x 103/mm3  RBC: 4.Suhu: 38. vokal fremitus kanan-kiri simetris. Panjang Badan: 86 cm .IVFD RL 16 tets/menit .

masih batuk berlendir.34 x 106/μL . muntah tidak ada.HB: 11.Sudah tidak panas.5 % .HCT: 33.5 x 106/μL .5 % . masih batuk berlendir.PLT: 158 x 103/μL Terapi : .HCT: 34.Masih panas.1 g/dL . Tanggal 21-12-2013 (hari kedua perawatan) Keluhan : .Puyer batuk: Ambroxol 5 mg + Salbutamol 1 mg 3x1 pulv 2.Paracetamol 3x1 cth .IVFD RL . nyeri perut tidak ada Pemeriksaan fisik: ditemukan rhonki Pemeriksaan penunjang: .1 x 103/μL .Ceftriaxone 300 mg/12 jam/IV .Paracetamol 3x1 cth .Puyer batuk: Ambroxol 5 mg + Salbutamol 1 mg 3x1 pulv III.Bcom tab 2x1 .Bcom tab 2x1 .PLT: 189 x 103/μL Terapi : .Puyer batuk: Ambroxol 5 mg + Salbutamol 1 mg 3x1 pulv 3.Ceftriaxone 300 mg/12 jam/IV .IVFD RL .WBC: 2.RBC: 4.Bcom tab 2x1 . Tanggal 22-12-2013 (hari ketiga perawatan) Keluhan : . muntah tidak ada.HB: 11.9 g/dL .WBC: 4.Ceftriaxone 300 mg/12 jam/IV . .9 x 103/μL . Diskusi 4 .IVFD RL .RBC: 4. nyeri perut tidak ada Pemeriksaan fisik: ditemukan rhonki Terapi : .

Penderita seorang anak perempuan berumur 3 tahun 3 bulan. kejang. maka dalam upaya penanggulangan. dan gizi buruk. bahwa bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran bercak. terkadang ditemukan gejala infeksi ekstrapulmoner. gelisah. WHO mengembangkan pedoman diagnosis dan tatalaksana yang sederhana. Sesak napas dinilai dengan melihat adanya tarikan dinding dada. tetapi secara umum dapat dilihat berdasarkan 2 gejala yaitu. sakit kepala. Hal tersebut masih belum menguatkan untuk didiagnosis bronkopneumia. Dan pada pemeriksaan fisik ditemukan napas cepat dan adanya ronkhi. stridor. Gambaran klinis penumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi. Gejala gangguan respiratori. Penderita tidak mengeluhkan sesak. malaise. Gangguan infeksi umum berupa demam. dan sianosis. dan berbagai tanda bahaya agar anak dirujuk ke pelayanan kesehatan. nafas cuping hidung.1 5 . Sebagian besar gambaran klinis pneumonia pada anak berkisar antara ringan hingga sedang. sakit kepala. Napas cepat dinilai saat anak dalam keadaan tenang. keluhan gastrointestinal. sebelumnya batuk kering kemudian menjadi batuk yang produktif. gejala infeksi umum dan gejala gangguan respiratori. 1. takipneu. sesak napas. karena jika dihubungkan dengan teori yang ada. Selain itu penderita juga mengeluhkan batuk sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Tanda bahaya pada anak usia 2 bulan – 5 tahun adalah tidak dapat minum. sehingga dapat berobat jalan saja.5 Akibat tingginya angka morbiditas dan mortalitas pneumonia pada balita. sesak nafas. yaitu batuk. air hunger.3. retraksi dada. dan nyeri perut. kesadaran menurun. merintih. masuk rumah sakit dengan keluhan panas sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. penurunan nafsu makan. teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchus dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Gejala klinis tersebut meliputi napas cepat.2.

Untuk nyeri atau demam dapat diberikan analgetik atau antipiretik. Setyanto. dan strategi pengobatan. Usia pasien merupakan faktor yang memegang peranan penting pada perbedan dan kekhasan pneumonia anak. gambaran klinis. dapat diberikan antibiotik lain seperti gentamisin.id 6 . pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap dimana didapatkan hasil terjadi leukopenia. serta tindakan suportif. ________. Diakses dari URL: http://digilib. Jika tidak berespon. Jakarta: IDAI . Pada teori yang ada dikatakan bahwa. 2012 2. Supriyatno B.unimus. Buku ajar respirologi anak. 1.4 Daftar Pustaka 1. disertai dengan peningkatan corakan peribronkial.1.1. amikasin.000/mm3) menunjukkan prognosis yang buruk.ac.3 Dasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan kausal dengan antibiotik yang sesuai. terutama dalam spektrum etiologi. pilihan antibiotik lini pertama dapat menggunakan golongan beta-laktam atau kloramfenikol.2. bercak-bercak infiltrat yang dapat meluas hingga daerah perifer paru. Rahajoe NN. hasil pemeriksaan darah perifer lengkap tidak dapat membedakan antara infeksi virus dan infeksi secara pasti. Foto toraks pada bronkopneumonia ditandai dengan gambaran difus merata pada kedua paru. leukopenia (< 5. Bronkopneumonia [serial online]. Berdasarkan buku ajar respirologi anak IDAI dikatakan bahwa.3. 2012. atau sefalosporin.2 Pada kasus ini. Dan secara umum.

Bennet NJ.healthline.medscape. 2012.com 4. Diakses dari URL: http://www. Pediatric Pneumonia [serial online]. Jakarta: FKUI .3. 2013. 7 . Hassan R. Alatas H. 2007. Bronchopneumonia [serial online] . Buku kuliah ilmu kesehatan anak. Diakses dari URL: http://emedicine.com 5. Krucik G.