You are on page 1of 3

Nama : Santi Kartika Putri

NIM: 03061281419075

Sejarah Terbentuknya Kota
Proses terbentuknya kota sangat bervariasi namun mempunyai proses inti yang sama.
Terbentuknya kota diawali dengan terciptanya sebuah tempat pertemuan antara penduduk
sebuah desa dengan penduduk di sekitar desa itu baik untuk transaksi keperluan hidup,
tempat pengumpulan barang, atau tukar menukar barang. Lama-kelamaan ada yang
bermukim di sekitar tempat itu dan kemudian pemukiman itu menjadi semakin besar.
Berdatangan pula penduduk dari daerah sekitar ke tempat itu yang kemudian membentuk
sebuah kota atau bahkan menjadi kota besar. Perubahan ini kemudian membentuk beberapa
aspek untuk kehidupan kota yang lain dengan suatu perencanaan pada lahan kosong dimana
lahan kosong ini dibangun dengan tujuan tertentu seperti untuk membangun kota industri,
kota sebagai pusat pemerintahan, atau kota dagang. Kota merupakan hasil peradaban manusia
dimana peradaban ini mengalami sejarah pertumbuhan, perkembangan kemudian menjadi
kota besar kemudian kota ini yang menunjukkan pula dinamika masyarakat/manusia. Sebagai
gambaran, di Indonesia dahulu pernah terdapat kerajaan-kerajaan yang berdiri sebagai pusat
pemerintahan sekaligus sebagai kota besar dan pusat perdagangan.
Terbentuknya kota dapat bermula ketika ada kumpulan tempat tinggal manusia yang
lebih padat pada suatu kawasan tertentu dibanding dengan kawasan disekitarnya. Kawasan
yang disebut kota penduduknya bukan bermata pencaharian yang berkaitan langsung dengan
alam, melainkan di bidang pemerintahan, industri, dan jasa sehingga lebih menunjukkan
bahwa kota terbentuk melalui suatu proses. Tipe kota terbagi atas kota kuno, kota pra-
industri, kota industri, kota modern, kota post-modern, kota global, dan kosmopolitan. Kota
Kuno merupakan pengertian kota yang paling sederhana. Di kota kuno ini didapati pada gua-
gua, di lembah-lembah atau tempat berlindung, beberapa jalur tepi sungai yang letaknya
strategis dimana menjadi cikal bakal terbentuknya kota. Ciri utama kota ini adalah mata
pencaharian penduduknya non-agraris dan penduduknya memiliki pekerjaan dan kebutuhan
yang relatif heterogen. Di kawasan kota kuno ini juga dapat ditemui prasarana dan sarana
umum serta beberapa pusat pemerintahan yang hidup dengan nilai-nilai tertentu. Pada kota
kuno ini, kotanya mulai terbentuk pada tahap pastoral/tahap menetap. Tahap-tahap
perkembangan manusia sendiri dimulai dari hunting and fishing, pastoral, agricultural,
handicraft, dan industrial.
Kota Praindustri merupakan kota yang lebih berkembang dari kota kuno dimana kota
ini telah memiliki ciri seperti tahap agricultural yang menonjol sehingga penduduk mulai
mengenal teknik bertanam yang baik. Perpindahan penduduk juga mulai terlihat, kebutuhan
dikota semakin beragam dengan berdatangannya kelompok masyarakat ke kota maka
pemukiman dikota semakin menonjol serta pembangunan fisik dan prasarana kota pada kota
ini menjadi lebih teratur dan meluas. Pola perkotaan di kota pra-industri memiliki gejala yang
biasa ditemui 4 pusat kegiatan seperti pusat pemerintahan, ruang publik (tempat masyarakat
berinteraksi), tempat beribadah, pasar tradisional (tempat distribusi barang dari desa ke kota
atau sebaliknya), dan tempat pemenuhan barang-barang kebutuhan sehari-hari bagi
masyarakat desa dan kota. Pada masa ini status dan strata sangat kuat dipertahankan oleh
masing-masing kelompok strata membuat pola pemukiman masyarakat kota pra-industri ini
cenderung berkelompok-kelompok (pengelompokan berdasarkan status, etnis/suku bangsa,
dan ragam pekerjaan).
Kota Industri merupakan kota yang lebih berkembang dari kota pra-industri.
Kelahiran dunia industri di kota ini memerlukan banyak tenaga kerja baik tenaga terampil
tingkat atas, menengah, maupun kasar. Teknologi mulai berkembang dan pusat-pusat industri

teknologi. Sistem pemerintahan pada masa ini berubah dari sistem kekuasaan absolut ke bentuk baru yang lebih berpihak pada rakyat seperti sistem demokrasi. sistem kemasyarakatan agraris berubah menjadi industris. Kota Kosmopolitan merupakan kota yang masyakaratnya memiliki pandangan alam secara utuh menyeluruh. Masyarakat ini juga harus siap menerima kedatangan orang asing dengan segala potensi yang dimiliki kota itu. dan pelayanan. sisi negatif pada masa kota industri diatasi dengan ilmu pengetahuan. Pola pemukiman di kota industri ini tidak memiliki keteraturan sehingga menyebabkan penataan kota berjalan lambat. Kota post- modern memiliki tingkat globalisasi yang tinggi. Kota kosmopolitan terbentuk dengan prasyarat tertentu. Kota ini merupakan kota masa depan yang masih merupakan impian. Kosmopolitan sendiri merupakan akomodasi peradaban dari post- modernisme yang tumbuh secara linier. Masyarakat kosmopolitan akan menjaga secara seimbang antara keperntingan dirinya dengan kepentingan msyarakat. Kebutuhan hidup dipenuhi secara teknologis dan komputerisasi yang canggih. sistem pemerintahan republik. Aktivitas tertentu mewarnai kota di bidang sosial dan ekonomi yang menunjukkan status sebagai pusat-pusat aktivitas yang profesional dan potensi kota yang satu sering berdampak pada kota yang lain diantara dua negara atau lebih. sumber daya manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di dunia berakibat semakin pesatnya perkembangan teknologi dan penemuan-penemuan dalam berbagai bidang dan skala yang diperkenalkan pada dunia. Budaya dan seni lokal yang bersifat agraris-religius di masa ini akan ditinggalkan apabila tidak disertai inovasi atau dijaga keasliannya. perdagangan dunia.yang bertebaran di kota. Pada kota ini. Kota Post-Modern modernisasinya lebih berkembang lebih lanjut dimana teknologi dan ilmu pengetahuan diartikan kembali. Kemenangan rakyat/penduduk atas raja ini menandai perhatian teknologi dan ilmu pengetahuan untuk kepentingan rakyat banyak. Masyarakat lebih menghargai nilai pluraritas. Kota Global bisa dikatakan merupakan suatu kota dimana masyarakatnya memiliki kebiasaan untuk melakukan relasi dengan kota lain antarnegara. beragam. dan tak terkendali. Kota industri lahir karena masyarakat kota memiliki surplus tertentu dimana surplus ini tidak hanya surplus kapital tetapi juga teknologi. dan manusia. dan etika. . interaksi dan kerja sama yang saling menguntungkan dapat terjadi dengan kota yang lain dan kota post-modern ini diisi dengan era informasi. dimana kota berusaha ditata secara sempurna. Sistem ekonomi natural berganti menjadi kapital dan pada masa perubahan yang drastis ini menyebabkan kota mengalami kekacauan fisik dan manajemen. menduduki posisi nasional dan internasional. munculnya ide- ide baru. dan organisasi perusahaan tingkat dunia. sehingga lebih menunjukkan adanya surplus kapital pada masyakarat dan mereka memiliki kemampuan dalam pengumpulan modal untuk mendirikan suatu industri. Kota global memiliki kekuatan politik. Pada kota ini kegiatan industri sangat menonjol. yaitu penduduknya mampu menghargai dan menghormati keanekaragaman alam beserta isinya. Teknologi di era ini berkembang lebih jauh dan kota ini adalah kota dengan kebutuhan desain yang bersifat neo-universal (modernisme yang disentuh dengan seni modern). jadi interaksi yang bersifat timbal balik dibutuhkan untuk mencapai status sebagai kota global. liar. Ciri kota global yaitu sebagian masyarakatnya dalam pemenuhan kebutuhan tidak selalu berorientasi pada kotanya sendiri. dimana kelompok ini memiliki tujuan hidup yang mapan serta menjaga citra. dan digunakan untuk kegiatan seolah diluar pikiran masyarakat awam sebelumnya. Adanya pengaruh ini menyebabkan munculnya semangat revolusi industri dan menumbangkan kekuasaan raja yang absolut. teknologi dan ilmu pengetahuan berkembang lebih canggih. atau federal. Ada kecenderungan masyarakat kosmopolitan merupakan kelompok bangsawan baru. jasa. Gejala kosmopolitan tampak pada dominasi individu-individu penduduk kota yang memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi dan pemilikan industri berskala besar. Kota modern terbentuk setelah adanya masa industrialisasi pada abad 17.

Kota juga sebagai pusat pemerintahan pada umumnya banyak dijumpai pada zaman sebelum revolusi industri. kota dituntut mampu memberikan jasanya. dan jasa. pada awalnya kota ini masih dihantui dengan masalah kesenjangan sosial ekonomi antar negara satu dengan yang lain. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap. memberi dorongan untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan. kota juga memungkinkan penduduknya berkontak dengan orang asing. Kota dapat dipandang sebagai suatu gaya hidup. awalnya sebagai suatu tempat orang pulang-balik untuk berjumpa secara teratur sehingga memiliki kemudian menimbulkan daya tarik para penghuni yang ada diluar kota untuk mengadakan kontrak. Pada dasarnya kota terbentuk karena diikuti dengan kepadatan penduduknya. Kota sendiri baru akan muncul ketika terdapat suatu kelebihan yang berada di daerah pedalaman. serta kegiatan lain yang memiliki dinamika yang berbeda dengan keadaan di desa. kota menjadi pusat industri. antara kota satu dengan yang lain. mengalami aneka perubahan yang pesat. Kota juga mampu dikatakan sebagai suatu tempat pertemuan yang berorientasi keluar. .Namun. dan perubahan mobilitas sosial. Kebanyakan kota ini merupakan kota lama bekas kerajaan yang mampu bertahan sebagai ibukota sampai pada zaman modern. Penyebab kepadatan penduduk terjadi karena ada aktivitas tertentu yang menyebabkan orang-orang berdatangan. produksi. kemudian pada zaman modern. Setelah berdiri. tetapi terbentuknya menjadi sebuah kota yang “baru” haruslah mengalami perkembangan teknologi untuk menghasilkan sarana transportasi.