You are on page 1of 5

Media Gizi Pangan, Vol.

XI, Edisi 1, Januari – Juni 2011 Intake of Vitamin A, children

ASUPAN SUMBER VITAMIN A ALAMI PADA ANAK BALITA
DI KELURAHAN TOGO-TOGO KECAMATAN BATANG
KABUPATEN JENEPONTO

1) 1) 1)
Nadimin Zainuri KS Sri Dara Ayu
1)
Jurusan Gizi Polteknik Kesehatan Makassar

ABSTRACT

Background: Vitamin A deficiency (VAD) is still a serious nutritional problems in
Indonesia, especially in children under five. One reason is limited food intake of natural
sources of vitamin A, both vegetable and animal foods. Jeneponto District is one of the
areas that have low rainfall and natural conditions are less suitable for agriculture, so that
crop production especially vegetables and fruits in the area are very low.

Objective: To determine a natural source of vitamin A intake among children under five
in Togo-Togo Village, Sub District Batang, Jeneponto District.

Methods: The study was conducted with descriptive method, total sample were 46
children under five were selected purposively sampling. Food intake using 24-hour recall
on a parent or caregiver. The data were analyzed using Nutrisurevy software.

Results: The mean intake of vitamin A from vegetable sources was 169.49 µg and can
meet 41.1% of nutrition requairement. While the average intake of animal source of
vitamin A reached only 135.05 µg and meet the adequacy of vitamin A was 28.5% of the
RDA. Number of children under five who have good sufficient of vitamin A intake was still
very low, only 19%.

Recommendation: Efforts to increased education and promotion about the importance
of vitamin A consumption of natural resources was very important and enhance the
efforts of food fortification with vitamin A locally, while still improving vitamin A capsule
supplementation coverage among children under five.

Keywords : Intake of Vitamin A, children

PENDAHULUAN
Kurang Vitamin A (KVA) masih menderita penyakit mata tingkat berat
merupakan masalah yang terbesar di seluruh (xeropthalmia), yang ¼ di antaranya menjadi
dunia, terutama di negara berkembang dan buta dan 60 % dari yang buta ini akan
dapat terjadi pada semua umur, terutama pada meninggal dalam beberapa bulan. KVA akan
masa pertumbuhan. KVA dalam tubuh dapat menyebabkan anak berada dalam resiko besar
menimbulkan berbagai jenis penyakit yang mengalami kesakitan, tumbuh kembang yang
termasuk “Nutrition Related Diseases”, yang buruk dan kematian dini (Sanjiv dkk, 2003).
dapat mengenai berbagai macam anatomi dan Anak yang kurang vitamin A, apabila
fungsi dari organ tubuh, seperti menurunkan terserang campak, diare atau penyakit infeksi
sistem kekebalan tubuh dan menurunkan lain, penyakit tersebut akan bertambah parah
epitalisme sel-sel kulit. Salah satu dampak dan dapat menyebabkan kematian. Infeksi
KVA adalah kelainan pada mata, yang akan menghambat kemampuan tubuh untuk
umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan menyerap zat-zat gizi. Pada saat yang sama
sampai 4 tahun, yang menjadi penyebab kondisi infeksi akan mengikis habis simpanan
utama kebutaan di negara berkembang vitamin A dalam tubuh. Kekurangan vitamin A
(Depkes RI, 2003). untuk jangka lama, juga akan mengakibatkan
Kekurangan vitamin A dalam makanan terjadinya gangguan pada mata, dan apabila
sehari-hari menyebabkan setiap tahunnya anak tidak segera mendapat vitamin A akan
sekitar 1 juta anak balita di seluruh dunia mengakibatkan kebutaan. Bayi-bayi tidak

21

Indonesia 1. dipengaruhi oleh harga makanan sumber terutama pada kadar serum retinol dalam vitamin A yang sangat mahal. sedangkan survei di rendah.3 Jenis kelamin: Laki-laki 23 50 Perempuan 23 50 Total 46 100 22 . Angka kebutaan di Indonesia adalah Konsumsi makanan sumber vitamin A tertinggi di kawasan Asia Tenggara. yang di antaranya lebih cenderung Namun. yang memacu adanya kasus tersebut. menggunakan kuesioner. sekitar 10 Kelurahan Togo-togo. Prevalensi KVA tersedia. dan HASIL PENELITIAN Tabel 1 menunjukkan bahwa anak yang tahun (58. atau sekitar hampir 3 kali sangat kurang tersedia makanan sumber lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan vitamin A. secara umum telah 20 juta balita beresiko KVA. yang diketahui tergolong setara dengan 3 juta orang. tahun berjumlah 46 orang yang dipilih secara Data konsumsi hasil recall selanjutnya puorposive sampling. XI. kebanyakan diantaranya berumur 1-3 seimbang masing-masing sebanyak 50%. Selain itu. Kecamatan Batang. kurang. secara sub klinis prevalensi KVA. Dilihat dari jenis kelamin. juta balita dari jumlah populasi target sebesar Kabupaten Jeneponto.3%) (G. dilakukan dengan motode recall 24 jam. Perihal tersebut hampir penglihatan dan pendengaran tahun 1993. (ASI) merupakan sumber vitamin A yang baik. Kabupaten Hasil penelitian memperlihatkan 50% Jeneponto merupakan salah satu kecamatan atau hampir 10 juta balita Indonesia tidak yang banyak ditemukan kasus gizi buruk. Oleh karena itu. Vol. Edisi 1. antara vitamin A di tingkat rumahtangga sangat lain pada xeropthalmia sebesar 0. bahwa angka kebutaan di makanan yang mengandung vitamin A atau Indonesia 1.7%).5% dari jumlah penduduk atau porovitamin A.33%. (Nadimin dkk. Sianturi. diolah melalui program Nutrisurvey. mendapatkan makanan yang cukup Ketersedian makanan sumber vitamin A di kandungan vitamin A. 2008).7%). dan Thailand (0. Kecamatan Batang. baik asal vitamin A (KVA) pada anak balita di Indonesia sumber nabati maupun hewani tersebut yang mencapai 14. menjadi sampel penelitian ini berumur 1-5 jumlah anak laki-laki dan perempuan tahun. Survei nasional xeropthalmia di keadaan alam yang cenderung gersang. yang kurang sangat mempengaruhi terjadinya Berdasarkan survey kesehatan indera kurang vitamin A. dapat dipastikan. 2004). sangat sulit untuk mendapatkan makanan India (0. Pengumpulan data Sampel penelitian adalah anak balita usia 1-5 dilakukan oleh petugas lulusan D-3 Gizi.5%) (Siswono. kemudian Pengumpulan data konsumsi vitamin A dianalisis melalui program SPSS. 2004). namun konsumsi makanan sumber menurut survei vitamin A tahun 1992.7 37 – 59 bulan 19 41. Jumlah ini jauh mahal. sehingga bagi masyarakat yang miskin lebih tinggi dibanding di Bangladesh (1%).3%. di darah (kurang dari 20 µg/dl pada balita Kabupaten Jeneponto sebagai daerah dengan sebesar 50%). melakukan penelitian untuk mengetahui Survei nasional yang mengalami kurang apakah tingkat asupan vitamin A. yang menjadi sumber vitamin A.34 %. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan data penunjang seperti karakteristik anak dan Togo-togo Kecamatan Batang Kabupaten orang tua dikumpulkan melalui wawancara Jeneponto pada tanggal 22 – 29 juni 2010.1%. children mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita Sulawesi Selatan tahun 2006 yang mengalami kekurangan vitamin A. karena Air Susu Ibu KVA pada pada anak balita mencapai 17. Januari – Juni 2011 Intake of Vitamin A. Di Indonesia. peneliti ingin WHO (XıB < 0.Media Gizi Pangan. disebabkan karena 1996 menunjukkan. Tabel 1 Sebaran anak balita berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin Variabel n % Umur anak 12 – 36 bulan 27 58.

Orang tua balita yang bekerja yaitu rata-rata 58. Mean ± SD (µg) % total AKG Pada usia 1-3 tahun asupan vitamin hewani 12 – 36 130.000.19 71. children Tabel 2 Sebaran anak balita berdasarkan pekerjaan dan pendidikan orang tua Ayah Ibu Variabel n % n % Pekerjaan: Petani 29 63 0 0 Wiraswasta 8 17.000-1.7 mencapai 33. Januari – Juni 2011 Intake of Vitamin A.000 perbulan (71.88 ± 190.5 4 8.96 ± 101.03% sehingga dapat sebagai PNS jumlahnya cukup kecil.7 2 4.000 . Pada tabel 4 menunjukkan.4 SMA 12 26.66 28. XI.49 ± 143.000.Media Gizi Pangan. Konsumsi sumber vitamin A Kelompok > 2.000 2 4.02 33.52 58.1 9 19. sedangkan pada usia 37 – 59 239 ± 164.5 tempat penelitian ini masih cuku rendah yaitu Pada tabel 5 menunjukkan.1 AKG. Tangga (93.40 60. anak balita bekerja sebagai petani (63%).85 47.5 Pendidikan: Tidak Sekolah 5 10. Dilihat dari tingkat tahun.6 PT 3 6.4 1 2. Asupan Konsumsi Sumber Vitamin A Nabati menurut vitamin A dari hewani hanya memenuhi 28. 43 93. Dilihat dari kelompok umur.000. . bahwa kurang dari Rp 500.7 0 0 IRT .3 umur (bln) % % Jumlah 46 100 Mean ± SD (µg) Total AKG 12 – 36 139.3 Pegawai Swasta 1 2. penghasilan orang tua Konsumsi Sumber Vitamin A Hewani Tabel 5 Pendapatan (Rp) n % Konsumsi Sumber Vitamin A Hewani menurut < 500. dan sehingga dapat Tabel 3 memenuhi 53% dari kebutuhan anak usia Sebaran anak balita berdasarkan tersebut.73 21.7%).7 SMP 15 32. bahwa konsumsi sumber vitamin A nabati di daerah 23 . Edisi 1.89 28.5%). pendidikan.7% dan ibu 4.2 PNS 4 8.000.3%.5 umumnya pendapatan orang tua balita di Total 135.000 11 24 1.1% AKG untuk anak umur 1-5 sebanyak 8. konsumsi sumber vitamin A hewani anak balita di adaerah penelitian ini rata-rata hanya Konsumsi Sumber Vitamin A Nabati mencapai 135 ug atau 38% dari rata-rata total Tabel 4 konsumsi vitamin A anak per hari.5% Total 169.5% kelompok umur AKG anak usia 1-5 tahun.1 3-5 tahun asupannya hanya mencapai 21. yaitu ayah memenuhi 41.05 ± 150.2.33 32.29 53.000 33 71.2 0 0 Sopir 4 8. kebanyakan ayah balita Dilihat dari kelompok umut tampak berpendidikan SMP(32. .1%). asupan vitamin A sumbar Konsumsi sumber vitamin A Kelompok hewani lebih banyak pada kelompok usia 1-3 umur (bln) % tahun disbanding kelompok usia 3-5 tahun. tinggi dibanding anak usia di bawah 3 tahun yaitu rata-rata 239 ug. bahwa anak umur 3-5 tahun mempunyai Sedangkan tingkat pendidikan ibu kebanyakan asupan sumber vitamin A nabati yang lebih adalah SMP(30.000. Vol.8 9 19.7 Jumlah 46 100 46 100 Tabel 2 menunjukkan kebanyakan ayah penelitian ini rata-rata mencapai 169.6 14 30.6% AKG.55 38.03 41.21 ± 176.6 Tabel 3 menunjukkan bahwa pada 37 – 59 96.49 ug.6 SD 11 24 10 21.6%) dan SMA (26.7 kelompok umur 500.7%). dan Bahan pangan nabati memberikan konstribusi pekerjaan ibu yang terbanyak adalah Ibu Rumah yang besar dalam asupan vitamin A balita.4%) dan SD (21.

adanya anggapan atau adat rendah. Konsumsi sayuran sebagian besar tidak tersedia untuk yang masih kurang disebabkan karena dikonsumsi sehari-hari. tidak mampu membeli bahan 24 .6 Kurang 37 80.5 46 anak balita rata-rata konsumsi sumber % AKG. sebagian besar hanya bekerja sebagai petani. Sayuran yang paling yang tinggi kandungan lemaknya. Konsumsi sumber vitamin A diperoleh kuning telur. bahwa banyak makan ikan akan Provitamin A yang terkandung dalam menyebabkan anak “cacingan”. terutama sayuran dan buah merupakan sumber protein. bahwa dari Tabel 6 46 anak balita terdapat tingkat kecukupan Sebaran anak balita berdasarkan Tingkat konsumsi vitamin A dengan kategori cukup 9 Kecukupan Konsumsi Vitamin orang (19. beranggapan. keju. infeksi. Namun.1 % AKG. jarang ditemui dalam susunan makanan sehari-hari (Sediaoetama (1987) dalam Arnitha Tingkat Kecukupan Konsumsi Vitamin A (2005). dan hati serta berbagai jenis ikan dari buah dan sayuran. Edisi 1. (Sediaoetama (1987) dalam Arnitha (2005). yang baik bagi yang berwarna kuning. yaitu 135. ini menyukai sayuran. disebabkan karena orang tua mereka yang selain memiliki harga relatif mahal. juga sebagian besar tidak tersedia kebiasaan dalam masyarakat yang untuk dikonsumsi sehari-hari. children Tingkat Kecukupan Konsumsi Vitamin A Pada tabel 6 menunjukkan.52 µg atau Provitamin A yang terkandung dalam 58. atau karena daya anak rata-rata konsumsi sumber vitamin A beli yang rendah. betakaroten.49 ± 143. 2005). Januari – Juni 2011 Intake of Vitamin A. kemampuan untuk membeli buah sangat Selain itu.4 Total 46 100 PEMBAHASAN Konsumsi Sumber Vitamin A Nabati hewani. Pada tabel 5 diketahui. padahal kebiasaan yang menyebabkan kegiatan metabolism dan kurang baik ini dapat mengakibatkan anak fungsi-fungsi jaringan berjalan dengan normal.Media Gizi Pangan. bahwa dari % dari total konsumsi vitamin A dengan 28. padahal ikan sayuran dan buah. Sumber vitamin A sayuran dan buah Dalam bahan makanan hewani. diare.05 ± 150. sedikitnya sayuran yang dikonsumsi oleh anak Dibandingkan konsumsi ikan dan telur. karena kebiasaan mereka yang kurang konsumsi ikan lebih rendah dari pada telur. sumber yang dalam keluarga bukanlah suatu hal yang kaya akan vitamin A adalah Hati. Sayuran berdaun hijau tua Konsumsi sumber vitamin A dalam merupakan sumber vitamin A yang lebih baik susunan hidangan rakyat Indonesia pada daripada sayuran yang berwarna muda umumnya sedikit karena lebih mahal harganya (Suhardjo dalam Arnitha. ISPA dan lain-lain. bahwa dari 46 tidak makan sayur dan buah. Sedang untuk jenis buah. bentuk retinol seperti susu.55 µg atau 38.6 %). vitamin A nabati yaitu 169.66 Pada tabel 4 menunjukkan. pada umumnya anak-anak Konsumsi vitamin A yang cukup adalah kurang suka atau bahkan ada beberapa di penting untuk menyediakan Vitamin A untuk antaranya yang tidak suka mengonsumsi keperluan jaringan-jaringan badan sehingga sayuran dan buah.4 %) Tingkat Kecukupan Jumlah Persen Vitamin A Cukup 9 19. ini sering dikonsumsi adalah buah pisang. XI. sedangkan yang kurang 37 orang (80. biasanya dalam bentuk kanak-kanak. Umumnya banyak dikonsumsi anak balita di daerah ini. Hal disebabkan karena harga daging relatif mahal ini disebabkan karena jenis sayuran dan buah sehingga kemampuan untuk membeli bahan ini cukup tersedia dalam rumah tangga untuk makanan tersebut sangat rendah dan dikonsumsi setiap hari. yang umumnya sumber vitamin A nabati yang sedang dari jenis daging sangat jarang. Vol. Sedang buah berasal dari ikan jenis ikan kering dan telur. campak. kekurangan vitamin-vitamin yang terdapat serta untuk mencegah terjadinya penyakit dalam sayuran dan buah. konsumsi sumber vitamin A hewani. Konsumsi vitamin A yang prekursornya Konsumsi Sumber Vitamin A Hewani kurang karena kebiasaan makan yang salah. yaitu yaitu jenis sayuran daun kelor.03 % dari total konsumsi vitamin A dengan sumber hewani biasanya terdapat dalam 41. mentega.

hewani Dan Suvita Sayuran pada anak Media Gizi Pangan.// www. pendistribusian kapsul vitamin A kepada anak jika terjadi kekurangan vitamin A nantinya balita melalui pendistribusian kapsul vitamin A pada anak mereka. 2002. (2005). Http. Skripsi. Pada rendah. Kabupaten Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara. Vol.Gizi. 2004. Volume 1(1). Untuk konsumsi vitamin A yang kurang Kecukupan vitamin A anak balita disebabkan oleh tingkat sosial ekonomi yang berdasarkan AKG yaitu 400 . sebagian besar tergolong kurang.55 µg atau 38. Berita Siswono.Net.450 RE. berasal dari hasil fortifikasi seperti mie instan. maka Puskesmas Togo-togo. Santyowibowo.4 % Hewani hanya mencapai rata-rata DAFTAR PUSTAKA Arifin. Zaenal. total konsumsi vitamin A dengan 41. Angka Kebutaan di Kecamatan Batang. 2007.6 %). Untuk Vitamin A yang setiap enam bulan sekali. kurang 37 orang (80. Diakses 2009 Gizi Mikro Di Indonesia : Penelitian Sediaoetama. 2003. Tingkat kecukupan konsumsi vitamin A AKG. Sedangkan konsumsi sumber vitamin A yang berasal dari jenis makanan yang berasal dari nabati.03 % atas AKG. Ignatius. Anemia. Herman. Fakultas Kesehatan Http . yaitu 2.infeksi.Media Gizi Pangan. Gambaran Status Gizi kecukupan Vitamin A melalui SUVITA Mikro Pada Balita di Sulawesi Selatan. Prosiding . dikonsumsi sedikit karena harganya mahal. Vitamin A untuk meningkatkan Kedokteran XI(2).1 % 3. Konsumsi sumber sedang jenis daging jarang dikonsumsi. (2008). Ibu dan Anak Sehat berkat Arifin N.49 ± 143. Susilowati dkk.com. diakses 2009 Masyarakat.66 % atas konsumsi sumber vitamin A nabati yaitu total konsumsi vitamin A dengan 28. Tingkat Konsumsi Sumber Vitamin A 80. Ilmu Khusus Pada Kurang Vitamin A (KVA). Hal ini menunjukkan pada jenis kecukupan vitamin A dengan kategori cukup makanan yang berasal dari hewani. Dian Rakyat. diakses 2009 suatu tinjauan biokimia. children makanan hewani yang kaya vitamin A dan kader Posyandu dan diberikan kepada balita karoten tersebut. (1995). Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi. Arnitha. (1999). ketersediaan bahan makanan dalam rumah bahwa dari 46 anak balita terdapat tingkat tangga. http://www. KESIMPULAN 1. yang salah satunya adalah konsumsi sumber vitamin A hewani. umumnya sebanyak 9 orang (19. Universitas Hasanuddin. kemudian Puskesmas perlu diadakan peningkatan pendistribusian mendistribusikan vitamin A tersebut ke setiap kapsul vitamin A secara optimal agar vitamin A Posyandu di Kelurahan atau Desa melalui nya dapat tercukupi. Tingkat Konsumsi Sumber Vitamin A konsumsi sumber vitamin A hewani yaitu Nabati hanya mencapai rata-rata 135. umumnya paling banyak adalah jenis sayuran daun kelor hanya mengonsumsi sumber vitamin A yang dan bayam. Akibat difesiensi vitamin A. Tarwotjo. dan Seng. Siswono. XI.A. //www.karena vitamin A yang kurang disebabkan karena harga daging cenderung mahal. vitamin A terhadap status kesehatan com. Studi Masalah http://www. oleh Dinas Kesehatan kabupaten Jeneponto Karena konsumsi sumber vitamin A di ke semua Puskesmas yang ada di Kabupaten daerah ini sangat rendah terutama untuk Jeneponto.sinarharapan.5 % 169. Bogor. 2007.52 µg atau 58. 2003. yaitu bulan Februari berasal dari hewani pada umumnya dan Agustus. Pada penelitian ini juga diketahui. Jakarta.suarapembaruan.com. Studi Tingkat Nadimin dkk. yang hewani maupun nabati sedikit. Edisi 1.05 ± 150. Jeneponto. Pengaruh kurang Vitamin A. Achmad Djaeni. Balita di Kelurahan Togo-togo.4%). bahwa pada umumnya responden mempunyai Kegiatan penanggulangan kekurangan pengetahuan atau pemahaman yang masih vitamin A dilaksanakan dengan intervensi kurang tentang vitamin A sehingga mereka kapsul vitamin A kepada anak balita melalui sama sekali tidak tahu apa dan bagaimana. Januari – Juni 2011 Intake of Vitamin A. daya tahan tubuh dan Kesehatan Mata. sedang yang yang banyak dikonsumsi yaitu ikan dan telur. yang akan berpengaruh pada hasil pengolahan data pada tabel 6 diketahui. diakses 2009 25 . Puslitbang.