You are on page 1of 126

PERAN K.

H AHMAD SANUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK)
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I)

Disusun Oleh:
Maya Maryati
NIM. 109011000291

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1435 H/2014 M

.

.

02/09 No. Jambu Rt. Ahmad Basuni. 20 April 2014 Maya Maryati .H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam. Tanggal Lahir : Jakarta.A NIP : 1949 1126 1979 0110 01 Dosen Jurusan : Pendidikan Agama Islam Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap menerima konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi ini bukan hasil karya sendiri Jakarta. adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan dosen: Dosen Pembimbing : Drs. 28 Desember 1990 Nim : 109011000291 Jurusan : Pendidikan Agama Islam Angkatan Tahun : 2009 Alamat : Jl. 63. SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Maya Maryati Tempat. Jakarta Barat. H. 11810. Prepedan Gg. M. MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA Bahwa skripsi yang berjudul: Peran K. Kelurahan-Kamal Kecamatan-Kalideres.

Jawa Barat. Dari sinilah. Sedangkan pelajaran yang berharga dari K. dan Dokumenter. Kitab Ilmu Mantiq. Diketahui bahwa. Kitab Hadits.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam diantaranya meliputi: Keaktifan K. Serta Keaktifan K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan tersebut. yaitu semangat untuk mendirikan pesantren. Untuk mengetahui beberapa peran K. Kedua: Masih kurangnya pembahasan mengenai peran K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. Ketiga: Minimnya kajian tokoh Islam di Indonesia dan minimnya kajian tokoh Islam tradisional di Indonesia.H Ahmad Sanusi dengan banyaknya karya-karya beliau hingga seratus lebih.H Ahmad Sanusi dirikan dengan menjadikan suatu lembaga hingga berdiri sampai sekarang ini. i .H Ahmad Sanusi adalah dapat memberikan semangat atau motivasi pada generasi umat maupun penerus ulama selanjutnya dengan cara mengikuti jejak langkah beliau dalam memajukan pendidikan Islam antara lain. yang diterapkan dari kebanyakan para ulama saat ini hanya berceramah dan mengajar.H Ahmad Sanusi tidak hanya dikenal sebagai ulama tradisional melainkan ulama yang produktif dalam karya-karyanya. Wawancara. Kitab Jum’ah. Kitab Ilmu Tauhid. Kitab Ilmu Bahasa Arab.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam.H Ahmad Sanusi pada organisasi yang didirikannya sendiri dengan nama Al-Ittihadiat al-Islamiyah (AII) yang merupakan organisasi masa hasil fusi antara PUI dan PUII. Karena K.H Ahmad Sanusi yang ada di pesantren yang didirikannya di Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran K. Kitab Akhlak. penulis mengambil judul tentang Peran K. Kitab Ilmu Bade’.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. beliau masih memiliki peninggalan atau pun berkas K. semangat dalam memberikan pengajaran yang lebih baik dan semangat dalam berkarya sendiri pada bidang keagamaan. Dan metode penelitian yang digunakan yaitu metode historis yang ditopang dengan beberapa metode antara lain: Metode Kepustakaan (Library Reseach) dan metode Lapangan (Field Reseach). dan adanya perluasan pesantren yang K. Alasan penulis memilih judul tersebut karena. Dan dari beberapa perannya beliau yang sangat kharismatik menjadi kaca berbandingan bagi kita saat ini. Kitab Ilmu Fiqh.H Ahmad Sanusi pada dunia pendidikan dan penerbitan K. Dari beberapa peran K. ABSTRAK Dalam penulisan skripsi ini. Adapun dalam teknik pengumpulan data penulis menggunakan tiga cara antara lain: Observasi. Kitab Ilmu Bayan. Penulisan skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif (qualitatif research). K.H Ahmad Sanusi adalah seorang ulama tradisional yang membentengi umat dan melahirkan pendidikan Islam yang maju pada masanya. Pertama: Para ulama sekarang ini kurang produktif dalam mengembangkan ilmunya pada suatu karya tulis.H Ahmad Sanusi semasa hidupnya dalam pendidikan Islam. tentang Peran K. Kitab Sejarah. Kitab Munadoroh. dll. diantaranya: Kitab Tafsir al-Qur’an. memiliki kesan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat pada umumnya dan masyarakat kota Sukabumi pada khususnya. Hasil penelitian yang penulis dapat. penulis merasa perlu untuk mengemukakan dari beberapa perjuangan seorang tokoh sekalipun ulama tradisional yang sangat gigih dari K.

Drs. selaku Ketua Jurusan Pendididkan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari orang tua dan para dosen.Ph.Ag. tak lupa panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Nurlena Rifa’i. yang selalu memberikan kesehatan. H. Bab demi bab terselesaikan sudah dalam sebuah bentuk karya ilmiah skripsi yang insya Allah berguna untuk penulis dan orang lain nantinya. maupun pengajar lain yang memiliki intensitas ilmu dibidang kelembagaan. 2. Drs. H. keluarganya. Penulis hanya bisa mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. 6.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam”. serta nikmat sehat sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada kita semua. selaku Sekertaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dr. Halangan serta tantangan dalam penulisan skripsi ini. kasih sayang. Dra. Allah SWT. sebagaimana kita telah diberikan nikmat iman dan islam. Sholawat serta salam.. beserta sahabatnya. KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan hidayah-Nya skripsi ini bisa terselesaikan. khususnya mengenai masalah “Peran K.Ag. selaku Dosen Pembimbing Skripsi terimakasih yang tak terkira atas kesediaannya berbagi ilmu dan meluangkan waktunya ii . 3.A.. teman-teman. Babeh Umar dan Umi Munati serta keluarga tercinta yang senantiasa memberi semangat.A. M. serta berbagai dorongan yang tak terhingga baik moril maupun materil. M. Ahmad Basuni. Orang tua saya. Sapiudin Shidiq. Abdul Majid Khon. doa. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada kedua beliau. kemudahan serta nikmat yang luar biasa. 5. M. M..

8. Kritik dan saran dari pembaca serta rekan-rekan mahasiswa senantiasa saya nantikan. memberikan saran. Jakarta. M. M. untuk membimbing dengan penuh kesabaran. Drs. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan. Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan saran. Akhir kata. Dr. namun demikian saya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan tingkat kemampuan dan pengetahuan saya. 10. Jakarta. motivasi baik serta bimbingan dalam penulisan karya ilmiah ini maupun dalam perkuliahan biasanya dari semester pertama sampai terakhir. calon pemimpin hidup saya yang selalu mensupport. Jakarta. Smoga Allah merestui kami dalam jalinan yang suci. yang turut membantu saya dalam mempermudah wawancara dan pencarian berkas- berkas terkait pada pembahasan. Husein Murtafi Said. H. dan teman- teman lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu tetapi tidak mengurangi rasa sayang saya pada kalian semua selama kuliah di UIN Syarif Hidayatullah. H. semoga skripsi ini dapat bermanfaat baik untuk masa sekarang maupun di masa yang akan datang. motivasi dan nasihat demi keberhasilan penulisan skripsi ini. 11. 7. S. serta kebahagiaan baik moril maupun materil. Prof. (NIM: 109011000291) iii . abadi selamanya.A. Abudin Nata. Dosen STAI Syamsul Ulum Sukabumi. Munandi Shaleh.Si. Segenap teman-teman PAI angkatan 2009 khususnya kelas G. dan selalu hadir dalam memberikan cinta dan kasih sayang. Segenap pimpinan dan staf perpustakaan baik perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan maupun perpustakaan utama UIN Syarif Hidayatullah. 2014 Penulis Maya Maryati.Kom. 9.

............. 20 B.......................................... 11 4................................................... Tokoh-tokoh (ulama) Pendidikan Islam di Indonesia .......................................................... i KATA PENGANTAR ................ Materi Pendidikan Islam ................................ DAFTAR ISI COVER LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN UJIAN MUNAQASAH SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ABSTRAK .. 9 3........ 28 3................................. 6 1........................................................................ 16 6..... 13 5........................................................................................ 31 C............................................................................. 33 D.... 6 2................... 36 B............................ Metode Penelitian ..... Pendidikan Islam di Indonesia. ii DAFTAR ISI .................................. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Islam ............................ Identifikasi Masalah ......... Metodologi Pendidikan Islam .......... Pengertian Pendidikan .............................................................. iv BAB I PENDAHULUAN A. Pembatasan dan Perumusan Masalah ............... Dasar-dasar Pendidikan Islam ................................................................ 1 B.......... 25 2. Pentingnya Peran Ulama . Organisasi Islam dan Pendidikan Islam di Indonesia ................................................................... Pembahasan Kajian yang Relevan ............................ 37 iv .............................. 4 BAB II KAJIAN TEORI A.............. Pengertian Pendidikan Islam ................................................................................................... 25 1.................................... 4 C......... Latar Belakang Masalah .................................................. Tempat dan Waktu Penelitian .............. 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.. 4 D....................................................................... Pendidikan Islam .... Tujuan Dan Kegunaan Penelitian ... Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia ..............

................................... 79 B........ 80 DAFTAR PUSTAKA ...................... 40 BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (PERAN K..H AHMAD SANUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM) A.................................... Teknik Penulisan ................................... 61 1...... 70 3................ Sejarah Sukabumi Pada Masa Abad Pertengahan Abad ke 19 Sampai Abad ke 20 .................. Teknik Pengelolaan Data .... 43 C................................ C........ Saran-saran .............................................................................. Dunia Pendidikan Dan Penerbitan K............ 61 2..... 41 B......... 39 D........... Teknik Pengumpulan Data ... Implikasi .........H Ahmad Sanusi .................................H Ahmad Sanusi ....................................... Prosedur ............................. 39 E...................................................................................................................................................................................................... Mendirikan Al-Ittihadiyatul Islamiyyah (AII) ........... Analisis Data ................................ 80 C............. 38 2...............................H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam ......... 75 BAB V PENUTUP A......... 38 1.................... Biografi K... Perluasan Pesantren K......................H Ahmad Sanusi Dan Latar Belakangnya .................. Peran K........................ 81 v ............ Kesimpulan .

Pustaka Setia. Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara. hlm. 1991). pendidikan adalah pemberi corak hitam putihnya perjalanan hidup seseorang. 3 Nur Uhbiyati. (Bandung:PT. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat diperlukan sebagai proses yang mampu membangun potensi manusia menuju kemajuan dalam segala aspek. Pengertian pendidikan Islam dengan sendirinya adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah. BAB I PENDAHULUAN A. hlm. 29 . hlm. 2002). Oleh karena Islam mempedomani seluruh aspek kehidupan manusia Muslim baik duniawi maupun ukhrawi.Remaja Rosdakarya. (Bandung:CV. Oleh karena itu. Paradigma Pendidikan Islam . cet 1.2 Manusia Muslim yang telah mendapatkan pendidikan Islam itu harus mampu hidup di dalam kedamaian dan kesejahteraan sebagai yang diharapkan oleh cita- cita Islam. Filsafat Pendidikan Islam. ajaran islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang wajib hukumnya bagi pria dan wanita.13. 1. dan berlangsung seumur hidup semenjak dari buaian hingga ajal datang.1 Menurut islam. dan berguna bagi setiap orang sehingga manusia tersebut mendapat kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Agar manusia menjadi bertaqwa. 1 Muhaimin. 1 . 1991). berakhlak.3 Dari itu bahwa pendidikan Islam sangatlah penting dalam kehidupan umat. 2 Zuhairini. (Jakarta: PT. karena manusia perlu adanya perubahan dalam diri dan pengetahuan serta bimbingan akhlak yang tidak keluar dari syariat Islam.

Desember 2003). (Jakarta: PT. seperti Indonesia. cit.29-30. Berbagai lembaga pendidikan telah dilahirkan oleh mereka baik dalam bentuk sekolah maupun pondok pesantren. Salah satu peran ulama sebagai tokoh Islam yang patut dicatat adalah posisi mereka sebagai kelompok terpelajar yang membawa pencerahan kepada masyarakat sekitarnya. hlm. cet. dan peradaban Islam dari generasi ke generasi.4 Sejarah bangsa telah mengukir berbagai peran yang dimainkan ulama. pewarisan dan pengembangan ajaran agama. Konsep operasionalnya dapat dipahami. sehingga kerukunan itu dapat mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi modal pembangunan negara dan bangsa selama ini. 2 Hakikat pendidikan Islam pada dasarnya dapat dipahami dan dianalisis serta dikembangkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. 5 Rosehan Anwar dan Andi Bahruddin Malik. op. ulama serta banyaknya peran seorang tokoh pendidikan Islam yang membawa pembaharuan dalam pendidikan 4 Muhaimin. Ulama dalam Penyebaran Pendidikan dan Khazanah Keagamaan. Semua itu adalah lembaga yang ikut mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terpelajar. Dalam menggerakkan pembangunan di negara-negara sedang berkembang. budaya. Ulama berperan melalui komunikasi interpersonal yang dilakukan melalui ceramah-ceramah agama dan khutbah Jum’at di masjid-masjid. Mereka telah berperan dalam memajukan ilmu pengetahuan. dianalisis dan dikembangkan dari proses pembinaan dan pengembangan (pendidikan) pribadi muslim pada setiap generasi dalam sejarah umat Islam. 1. khususnya Islam lewat karya-karya yang telah ditulis atau jalur dakwah mereka. Pringggondani Berseri. pemimpin tidak resmi (tokoh agama) dan pemimpin adat. paling tidak ada tiga kelompok pemimpin yang harus mengambil peranan. 1.. peran ulama dalam pengembangan pendidikan agama dan Khazanah keagamaan menjadi sangat penting untuk dilakukan. dianalisis dan dikembangkan dari proses pembudayaan. Sedangkan secara praktis dapat dipahami. Tiga kelompok itu adalah pemimpin resmi (pemerintah). hlm. Kerukunan umat beragama telah berhasil dan terbina dengan baik berkat dukungan ulama.5 Kita mengetahui bahwa adanya teori pengembangan pendidikan Islam itu diterapkan oleh upaya-upaya guru pendidikan Islam. Dari pengkajian ini. .

yang diterapkan dari kebanyakan para ulama saat ini hanya berceramah dan mengajar. penulis merasa perlu untuk mengemukakan dari beberapa perjuangan K.H Ahmad Sanusi yang berada di pesantren yang didirikannya di Sukabumi. Jika kita lihat kembali pada peran ulama di abad ke-20 dalam mengembangkan pendidikan Islam. dokumentasi atau pun masih adanya pihak keluarga dari K. Namun dalam penulisan ini. Kedua: Masih kurangnya pembahasan mengenai peran K. maka penulis perlu mencari kejelasan untuk mengetahui secara dalam .H Ahmad Sanusi dari Jawa Barat untuk mengetahui secara dalam tentang peran K.H Ahmad Sanusi dengan ulama-ulama masa kini yang kita ketahui bahwa para ulama sekarang ini kurang produktif dalam mengembangkan ilmunya pada suatu karya tulis. Ketiga: Minimnya kajian tokoh Islam di Indonesia atau minimnya kajian ulama tradisional di Indonesia. dan masih banyak lagi tokoh-tokoh pendidikan Islam di Indonesia yang lainnya.H Ahmad Sanusi adalah ulama tradisional yang sangat produktif. bahwa banyak peran para tokoh modern maupun tradisional dalam menterdepankan serta mengembangkan pendidikan Islam demi tujuan yang ingin mereka capai. penulis memilih K. sangat memberikan dampak positif. Imam Zarkasyi dari Jawa Timur.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. Dalam pendidikan Islam di Indonesia. Jawa Barat. Dari sini pula berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan. Dalam mengetahui peran K. Sehingga dapat memberikan perubahan pendidikan Islam yang baik di zaman tersebut. Dari sinilah. penulis memiliki referensi yang kuat yaitu beliau masih memiliki peninggalan. Dari itu kita dapat membandingkan sosok K. Pertama: Telah diketahui bahwa K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. Ulama pendidikan Islam tersebut di antaranya ialah Abdullah Ahmad dari Sumatera Barat. Abdul Halim dan Ahmad Sanusi dari Jawa Barat.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam.H Ahmad Sanusi pun. Dari beberapa tokoh tersebut. 3 Islam. terasa bahwa peran mereka tidak kalah penting dan hebatnya dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang hidup di abad klasik dan pertengahan. Alasan penulis memilihnya karena.

mengajar namun tidak membuat banyak karya tulisan 2.H. AHMAD SANUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM”. Bagaimana peran K. para ulama sekarang ini hanya berceramah. Apa saja peran K. B.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam D. di antaranya sebagai berikut: 1. Batasan dan Rumusan Masalah Dalam pembahasan ini batasan masalahnya adalah: 1.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan islam. penulis mengidentifikasikan beberapa permasalahan yang terkait dengan penelitian ini. Adapun Manfaat dari penelitian ini adalah: .H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam Adapun perumusan masalahnya adalah: 1. Lebih rinci tujuan itu dapat diungkapkan sebagai berikut: 1. Masih minimnya kajian tokoh Islam di Indonesia dan minimnya kajian ulama tradisional di Indonesia C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan utama penelitan ini adalah untuk menemukan jawaban kualitatif terhadap pertanyaan-pertanyaan utama yang tersimpul dalam rumusan masalah. Masih kurangnya pembahasan mengenai peran K. Untuk mengetahui peran K. Identifikasi Masalah Dalam uraian singkat di atas.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam 3. 4 yang kemudian penulis tuangkan dalam karya ilmiah yang berbentuk skripsi dengan judul berikut : “PERAN K. Kurang produktifnya ulama-ulama pada masa sekarang ini.

. agar pendidikan Islam dapat menjadi lebih baik lagi. 5 1. Dan secara praktis. Sebagai rujukan dalam mengembangkan pendidikan Islam untuk generasi- generasi muda. Secara Teoritis. dapat bermanfaat bagi masyarakat secara umum sehingga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan pada umumnya dan pendidikan Islam pada khususnya. 2. 4. dapat semakin memperkaya khazanah intelektual islam pada umunya dan bagi akademika Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam pada khususnya. dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya sehingga proses pengkajian secara mendalam akan terus berlangsung dan memperoleh hasil yang maksimal. 3. Selain itu.

Pendidikan Islam 1. Reformulasi Pendidikan Islam. BAB II KAJIAN TEORI A.1 Pendidikan bisa berarti pemeliharaan dengan penuh kasih sayang agar yang dipelihara dapat berkembang dengan baik dan memberi manfaat bagi manusia dan bagi alam itu sendiri. antara lain beliau telah membacakan ayat-ayat Tuhan kepada manusia.” Sedangkan orang yang tugasnya membimbing atau mendidik dalam pertumbuhannya agar dapat berdiri sendiri disebut paedagogos. 6 . hlm. Istilah paedagogos berasal dari kata paedos (anak) dan agoge (saya membimbing. Pada tingkat operasional pendidikan dapat dilihat pada praktek yang dilakukan oleh Rasulullah. membersihkan mereka dari kemusyrikan dan mengajarkan kepada manusia kitab dan hikmah (QS. air jika dipelihara dengan baik akan memberi manfaat bagi manusia tumbuh-tumbuhan. Misalnya. sedang mengajar tidak lain kecuali mengisi benak anak-anak dengan pengetahuan yang berkaitan dengan alam metafisika dan fisika. menurut M. Pengertian Pendidikan Istilah pendidikan adalah terjemah dari bahasa Yunani paedagogie yang berarti “pergaulan dengan anak-anak. Quraisy Shihab. dapat diidentikan dengan mendidik. binatang dan seterusnya. MA. (Jakarta: CRSD PRESS. Kata mensucikan pada ayat tersebut. memimpin). lantaran di antara satu alam dengan lainnya saling membutuhkan dalam ekosistem.17. 62:2). 1 Armai Arief. April 2005).

3 Menurut M. dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat. cit. cet. Berpijak dari istilah di atas. 1978). hlm.cit. 14 5 Abuddin Nata. dan alam sekitarnya. membentuk perilaku dengan adab sopan santun. (Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi. hlm. Ilmu Pendidikan Islam. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 dinyatakan bahwa pendidikan adalah “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spriritual keagamaan. (Jakarta: Kencana. Arifin bahwa “Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadiannya serta kemampuan dasar anak didik. 7 Berdasarkan pernyataan di atas. mendefinisikan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan tingkah laku individu. hlm. op.. pendidikan bisa diartikan sebagai “usaha yang dilakukan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk membimbing atau memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah 2 Armai Arief. 186-188 3 Abuddin Nata. baik dalam pendidikan formal maupun non formal. pada kehidupan pribadi. 5. MA.2 Menurut Omar Muhammad al-Toumy al-Syaibani.”4Dan menurut Hasan Langgulung bahwa “Pendidikanadalah suatu proses yang mempunyai tujuan yang biasanya diusahakan untuk menciptakan pola-pola tingkah laku tertentu pada kanak-kanak atau orang yang sedang di didik. masyarakat. 28. . 28. hlm.4. 6 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS.”5 Sementara itu. bahwa pendidikan adalah usaha sistematis dalam membimbing anak manusia yang berlandaskan pada proses individual dan sosialisasi dalam mengembangkan serta memberi pengetahuan ilmu dari segala bidang apapun terhadap seseorang yang belum mengetahuinya atau belum memahaminya. 4 M. hlm.loc. bangsa dan negara. September 2003). dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. Pertama. cet. (Jakarta: Bulan Bintang. pengendalian diri. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga. pendidikan berarti berkaitan dengan mensucikan. 2010). Arifin.”6 Dan menurut penulis. masyarakat. Sebagai Pola Pengembangan Metodologi.

Hal ini disebabkan oleh karena sifat pendidikan yang dinamis. Perbedaan itu secara prinsip dikarenakan tujuan pendidikan yang ingin dicapai berbeda-beda (beragam) pada setiap masanya. Meski berawal dari akar kata sama. Pengertian pendidikan di zaman Yunani akan berbeda dengan pengertian pendidikan di zaman Aufklarung. serta amat dipengaruhi oleh kondisi sosial politik dan geografisnya.” Atau dengan kata lain. John Dewey misalnya. Komisi Nasional Pendidikan mendefinisikan. Baru dan Era Reformasi akan berbeda. mengartikan pendidikan sebagai organisasi pengalaman hidup. Setiap individu diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan yang layak sebagai manusia. . apalagi.7 Di negara demokrasi. MA. pendidikan adalah usaha nyata menyeluruh yang setiap program dan kegiatannya selalu terkait dengan tujuan akhir pendidikan. cit. arti pendidikan di zaman Orde Lama. op. pendidikan merupakan sarana untuk membentuk warga negara menjadi diri sendiri. Individu 7 Armai Arief.” Definisi pendidikan di atas sepertinya hanya dimaksudkan untuk pendidikan anak-anak di lembaga persekolahan. hlm. Pertanyaan yang muncul kemudian. Pengertian pendidikan di zaman kemajuan Islam akan berbeda dengan pengertian yang diberikan para pakar pendidikan Islam di zaman kemundurannya. Sementara itu. para pakar pendidikan umat beragama dalam memberikan makna pendidikan. 17-18. Demikian juga dalam konteks Indonesia. baik jasmani maupun rohani agar berguna bagi diri sendiri dan masyarakatnya. pembentukan kembali pengalaman hidup. 8 kedewasaan. bagaimana kalau yang diajar atau dibimbing adalah orang yang telah dewasa atau orang tua. tetapi pemberian makna terhadap istilah pendidikan begitu beragam. apakah hal itu disebut juga pendidikan? Menanggapi hal demikian. pendidikan adalah “bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam pertumbuhannya. pendidikan adalah ilmu pengetauan yang bercorak teoritis dan praktis.

Lebih-lebih Islam merupakan agama ilmu dan agama akal. 9 Zuhairini. 98.10 Kata “Islam” dalam “Pendidikan Islam” menunjukkan warna pendidikan tertentu yaitu pendidikan yang berwarna Islam. Dengan pendidikan itu pula manusia akan mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk bekal dan kehidupannnya. baik duniawi maupun ukhrawi. MA. serta sejalan pula dengan misi ajaran islam. Apabila kita memperhatikan ayat-ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad. pendidikan yang Islami yaitu pendidikan yang berdasarkan Islam. demi untuk mencapai kesejahtraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. agar dengan demikian mereka dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. 24 . yaitu menciptakan kedamaian di muka dumi dengan cara mengajak manusia untuk patuh dan tunduk kepada Tuhan. 11 Ahmad Tafsir. (Jakarta: Bumi Aksara 2009) hlm. 2007). Karena menurut Islam ajaran Islam. kedamaian. 10 Abuddin Nata. dan dapat menyelami hakikat alam. dkk. sehingga terwujud keselamatan.11Salah satu di antara ajaran Islam tersebut adalah. mewajibkan kepada umat Islam untuk melaksanakan pendidikan.Agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan untuk umat manusia. 7. 19. pendidikan adalah juga merupakan kebutuhan hidup manusia yang mutlak harus dipenuhi.9Islam adalah damai. Yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai berbagai aspek kehidupan. hlm. maka nyatalah bahwa Allah telah menekankan perlunya orang belajar baca tulis dan belajar ilmu pengetahuan. Karena Islam selalu mendorong umatnya untuk mempergunakan akal dan menuntut ilmu pengetahuan. aman dan sentosa. (Bandung: PT. Pengertian Pendidikan Islam Agama Islam adalah agama yang universal. cet. 32. melalui RasulNyaMuhammad SAW. 8 Armai Arief. 9 juga diberi kebebasan sebesar-besarnya untuk mampu merealisasikan diri. Ilmu Pendidikan Islam Dalam Perspektif Islam. Filsafat Pendidikan Islam. cit. op. cit.. hlm.8 2. hlm. sentosa dan aman. Remaja Rosdakarya. Tujuan ajaran islam yaitu untuk mendorong manusia agar patuh dan tunduk kepada Tuhan. dan kemampuannya semaksimal mungkin. op.

jelaslah bahwa agama Islam mendorong umatnya agar menjadi umat yang pandai.Alaq: 1-5) Dari ayat tersebut. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 98-101. Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Al. Jadi Islam mewajibkan umatnya belajar dan mengajar.S. dimulai dengan belajar baca tulis dan diteruskan dengan belajar berbagai macam ilmu pengetahuan.. cit. yakni sesuai dengan harkat kemanusiaannya. hlm. Melakukan proses belajar dan mengajar adalah bersifat manusiawi. . Banyak ayat Al. dalam arti manusia itu sebagai makhluk yang dapat dididik dan dapat mendidik. (Q. diantaranya:12 Firman Allah dalam Surat Al.. . Al. Islam disamping menekankan kepada umatnya untuk belajar juga menyuruh umatnya untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain. op. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.Qur’an dan Hadits yang menjelaskan hal tersebut. sebagai makhluk Homo educandus. Bacalah. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. 10 Firman Allah dalam Surat Al-A’laq ayat 1-5: . . Sabda Nabi: 12 Zuhairini.Taubah ayat 122:   Artinya: “Apakah tidak lebih baik pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya.S.Taubah: 122).. dkk.

13 Samsul Nizar mendefinisikan bahwa pendidikan Islam sebagai rangkaian proses yang sistematis. (Jakarta: PT. sehingga terjadilah perubahan di dalam kehidupan pribadinya sebagai makhluk individual. serta berlaku lemah lembutlah kepada murid-muridmu”.14 Proses kependidikan merupakan rangkaian usaha membimbing. Arifin. Bina Aksara 1987). Filsafat Pendidikan Islam. serta rendahkanlah dirimu kepada guru-gurumu. 94. M. Kapita Selekta Pendidikan (Islam Dan Umum). yaitu nilai-nilai yang melahirkan norma-norma syariah dan akhlakul karimah. cet. 44.Qur’an dan Hadits) pada semua dimensi kehidupannya. mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan belajar.Thabrani). 2001). (H.A. Pada 13 M. Pengantar Dasar-Dasar Pemikiran Pendidikan Islam. dan sosial serta dalam hubungannya dengan alam sekitar dimana ia hidup. berilmu pengetahuan yang saling mempengaruhi dalam perkembangannya untuk mencapai titik optimal kemampuannya.R. (Jakarta: Bina Aksara. Dasar-dasar Pendidikan Islam Dasar atau pudamen dari suatu bangunan adalah bagian dari bangunan yang menjadi sumber kekuatan dan keteguhan tetap berdirinya bangunan itu. Al. 15 HM Arifin M. 13. 14 Samsul Nizar.ed. hlm. hlm. Arifin memandang pendidikan Islam sebagai proses mengarahkan dan membimbing anak didik ke arah pendewasaan pribadi yang beriman.l. M. hlm. sesuai dengan nilai-nilai illahiyah yang didasarkan pada ajaran agama (Al. (Jakarta: Penerbit Gaya Media Pratama. 1991). 11 Artinya: “Belajarlah dan kemudian ajarankanlah kepada orang-orang lain. . Proses tersebut senantiasa berada di dalam nilai-nilai Islami. mengembangkan potensi yang ada pada diri anak didik sehingga anak didik mampu melaksanakan tugasnya di muka bumi dengan sebaik-baiknya.15 3. terencana dan komprehensif dalam upaya mentransfer nilai-nilai kepada anak didik.

. Marimba juga berpendapat bahwa dasar pendidikan Islam itu adalah Firman Tuhan dan Sunnah Rasulullah SAW.. 4. (Bandung: Al-Ma’arif. hlm. serta tidak mudah berubah. 59. masyarakat dan bangsa. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan hadits. Al- Qur’an dan Hadits. Marimba. Kemudian dari dasar keduanya dikembangkan dalam pemahaman Ulama. Karena dasar menyangkut masalah ideal dan fundamental. Allah berfirman dalam surat Al. Inipun tidak dapat diragukan lagi. 1996). maka diperlukan landasan pandangan hidup yang kokoh dan komprehensif.A. 12 suatu pohon dasar atau pundamennya adalah akarnya.16 Yang dimaksud dengan dasar pendidikan adalah pandangan hidup yang melandasi seluruh aktivitas pendidikan. Kebenarannya tidak dapat diragukan lagi. Kemudian dasar tadi dikembangkan dalam pemahaman para ulama dalam bentuk qiyas syar’i. manusia. Marimba. 2005). (Jakarta: Gaya Media Pratama. Sedangkan Sunnah Rasulullah adalah prilaku. 37. hlm.cit.Syaibany dasar pendidikan Islam adalah identik dengan dasar ajaran Islam itu sendiri. 38.. (Jakarta: PT. hlm. 41.18 Dan Ahmad D. cet. 18 Jalaluddin dan Usman Said. Al-Qur’an adalah sumber kebenaran dalam Islam. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. RajaGrafindo Persada. ajaran-ajaran dan perkenan-perkenan Rasulullah sebagai pelaksana hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an. 17 Abuddin Nata. ijma’ yang diakui.Baqarah ayat 2 yaitu:           16 Ahmad D. op. 19 Ahmad D. 1980). ijtihad dan tafsir yang benar dalam bentuk hasil pemikiran yang menyeluruh dan terpadu tentang jagat raya. Filsafat Pendidikan Islam (Edisi Baru). Fungsinya yaitu mengkokohkan berdirinya pohon itu. Filsafat Pendidikan Islam konsep dan perkembangan. dengan merujuk kepada kedua sumber asal (al-Qur’an dan hadits) sebagai sumber utama.19 Dan identik dasar ajaran Islam itu sendiri berasal dari kedua sumber yaitu. M. hlm. pengetahuan manusia dan akhlak.17 Menurut al.

hlm. Raja grafindo Persada. Zakiah Daradjat bahwa tujuan pendidikan Islam secara keseluruhan. Menurut Omar Al-Toumy Al-Syaibani yang dikutip oleh Jalaluddin. Agar peradaban bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diinginkan.20 Telah dikatakan pula oleh Dr. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. cita-cita. 2002). peradaban dan kebudayaan manusia tumbuh dan berkembang melalui pendidikan. diharapkan tercermin dari sikap dan tingkah laku individu dalam hubungan dengan Allah. horizontal (dengan lingkungan) 20 Jalaluddin. dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT.S Al-Baqarah 2: 2). bahwa tujuan pendidikan Islam adalah untuk mempertinggi nilai-nilai akhlak hingga tercapai tingkat akhlak al-karimah. hlm. serta lingkungannya. (Jakarta: PT. Insan kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani. Artinya. Tujuan ini sama dan sebangun dengan tujuan yang akan diapai oleh misi kerasulan. 4. Pustaka Setia. yaitu “membimbing manusia agar berakhlak mulia” kemudian akhlak mulia dimaksud. Tujuan dan fungsi pendidikan Islam Setiap kegiatan yang dilakukan pasti mempunyai tujuan. diri sendiri. 92 21 Nur Uhbiyati. maka dalam konsep pendidikan harus didasari oleh nilai-nilai. 41 . (Bandung: CV. terlihat sangat besar dalam membangun peradaban manusia.21 Umar Tirta Raharja mengemukakan : “Bahwa yang dimaksud dengan manusia utuh adalah manusia yang sehat jasmani dan rohani. Teologi Pendidikan. Tujuan harus direncanakan agar sebuah rencana atau kegiatan dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan sesuatu. sesama manusia dan sesama makhluk Allah. (Q. Apakah kegiatan tersebut dalam proyek besar maupun kecil. manusia yang mempunyai hubungan vertikal ( dengan Tuhan ). Ilmu Pendidikan Islam. 1997). 13 Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) Ini tidak ada keraguan padanya. Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan Islam. yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil dengan pola takwa. dan falsafah yang berlaku di suatu masyarakat atau bangsa.

Al.. dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan di akhirat nanti. 2. 23 Nur Uhbiyati. hlm.L. yaitu manusia yang selalu beribadah setiap gerak hidupnya. 59 24 Ibid. 14 dan konsentris (dengan diri sendiri ) yang berimbang antara duniawi dan ukhrawi. . loc. 1995). (QS.”22 Karena telah dihasilkan dalam rumusan tentang Tujuan Pendidikan Islam menurut Kongres Pendidikan Islam se Dunia di islamabadtahun 1980.23 Sebagaimana firman Allah yang menyatakan:  Artinya: “Katakanlah. Tuhan semesta alam”. Dalam undang-undang Republik Indonesia No. 41. Pengantar Pendidikan.24 Dan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah perubahan yang diinginkan dan diusahakan oleh proses pendidikan. hlm.(Jakarta: Rangka Cipta. ibadahku dan hidup dan matiku hanya bagi Allah.. S. baik tingkah laku individu maupun kehidupan masyarakat. Sulo. menunjukkan bahwa pendidikan harus merealisasikan cita-cita (Idealitas) Islam yang mencakup pengembangan kepribadian muslim yang bersifat menyeluruh secara harmonis berdasarkan potensi psikologi dan fisiologis (jasmaniah) manusia yang memacuh kepada keimanan dan sekaligus berilmu pengetahuan secara berkeseimbangan sehingga terbentuklah manusia muslim yang paripurna yang berjiwa tawakkal (menyerahkan diri) secara total kepada Allah SWT. sesungguhnya shalatku.An’am: 162) Ini mengandung arti bahwa pendidikan Islam itu diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesamanya. cit.La. Jelaslah juga bahwa sesungguhnya tujuan pendidikan Islam identik dengan tujuan hidup seorang muslim.20 Tahun 2003 BAB II Pasal 3 disebutkan bahwa: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan 22 Umar Tirta Raharja.hlm.

2003). b) Dimensi makro (Eksternal). cakap. Seluruh aktifitasnya akan senantiasa bernuansa ibadah kepada sang Khaliq dan kepentingan seluruh umat 25 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS. 26 Samsul Nizar. maka sekaligus akan mampu menjadi alat kontrol bagi manusia dalam melaksanakan setiap kegiatannya di muka bumi. cet. hlm. yaitu: a) Dimensi mikro (Internal). cit. fungsi pendidikan Islam dapat dapat dilihat dari dua dimensi. hlm. Dengan upaya ini diharapkan pendidikan Islam mampu membentuk insani yang berkualitas dan mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya. mandiri. budaya suatu bangsa akan mati. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Maka dalam konteks ini.”25 Untuk mencapai itu. yaitu manusia sebagai subjek dan objek pendidikan. September. kreatif. yaitu perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia sebagai hasil akumulasi dengan lingkungan. 121-122. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia. Tanpa proses pewarisan tersebut. pendidikan yang dilakukan berfungsi memelihara dan mengembangkan fitrah (potensi) insani yang ada dalam diri anak didik seoptimal mungkin sesuai dengan norma agama. Biro Hukum dan Organisasi.. pendidikan yang dilakukan berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya dan identitas suatu komunitas yang didalamnya manusia melakukan berbagai bentuk interaksi dan saling mempengaruhi antara dengan yang lainnya. maka kesemuanya itu merupakan tanggung jawab yang dibebankan dalam pendidikan yang ada. baik sebagai pribadi maupun kepada masyarakat. sehat.26 Apabila kesemua fungsi tersebut mampu tertanam dan dihayati oleh peserta didik. Pada demensi ini. op. 15 dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. berilmu. (Jakarta. Oleh karena itu. 8. . pertama. pendidikan Islam harus mampu mengalihkan dan menginternalisasikan identitas masyarakat pada peserta didiknya sekaligus mampu mewarnai perkembangan nilai masyarakat yang berkembang dengan warna dan nilai Islami. Pada demensi ini.

ekonomi. pendidik dan sebagainya. ilmu hal ihwal. pendapat Shahabat dan Ijma’. fiqh.27 Dengan kata lain. 2). 1. nasikh dan mansukh.. dan biografi sejarah sahabat. hlm. kebudayaan. 123. 120. meliputi. Sunnah nabi. metode. cet. Ilmu Ushul. Rangkaian muatan kurikulum sebagai program pendidikan biasanya menyangkut tujuan. meliputi. meliputi. 2). maka tentu saja materi yang akan disajikan atau yang diperbincangkan sebagai bahan kajian adalah materi-materi yang diambil dari sumber ajaran Islam. Ilmu non syari’at dapat dibagi menjadi: 1). sihir. Materi pendidikan Islam Untuk bisa mencapai tujuan pendidikan Islam sebagaimana yang diharapkan. Fatah Yasin. baik yang nyata maupun yang tidak nyata. ilmu tafsir. Ilmu pelengkap. yaitu: materi tentang ilmu syari’at dan ilmu non-syari’at. sejarah dan puisi. seperti. Ilmu yang diperbolehkan. Mei 2008). Ilmu syari’at dibagi menjadi dua. meliputi. yang meliputi ilmu al-Qur’an. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. sastra. 3). ilmu tenun. dan akhlak. sebagai mata pelajaran yang diajarkan dalam proses pendidikan Islam. berhitung. yaitu: 1). hlm. Dalam bagian ini akan dijelaskan isi materi dalam kurikulum pendidikan Islam. ilmu qira’at. Ilmu yang tercela. fungsi pendidikan Islam adalah sebagai upaya menuju terbentuknya kepribadian insan muslim seutuhnya. Ilmu pengantar. ekonomi pembangunan. meliputi: ilmu bahasa dan gramatika. Dan Ibnu Khaldun juga menjelaskan bahwa materi yang diajarkan dalam dunia pendidikan dikelompokkan menjadi 3 macam. 4). Kurikulum dalam arti luas adalah serangkaian program pendidikan yang diperlukan dalam sebuah lembaga pendidikan yang digunakan untuk proses pendidikan. lafadz umum-khusus. op.. 3). Materi pendidikan ini biasanya dikemas dalam sebuah kurikulum yang lebih komplek dengan nama mata pelajaran. kedokteran. pertanian. . yaitu: 1). dan bagian tertentu dari filsafat. Ilmu terpuji. ekonomi pertenunan. sarana. gramatika dan sastra puisi. (Malang: UIN. 16 manusia di muka bumi. hati.Malang Press. dan politik. 2). 28 A. isi atau materi. Materi yang diambil dari sumber ajaran 27 Samsul Nizar. meliputi. cit. Kebiasaan. makhrij huruf.28 Menurut al-Ghazali materi pendidikan Islam itu menyangkut dua hal. 5. Ilmu Furu’.

meliputi. mengenai yang baik dan buruk yang harus diindahkan oleh manusia dalam kehidupan.Qur’an itu antara lain adalah: 1) Petunjuk mengenai akidah yang harus diyakini oleh manusia. op. meliputi. ilmu Tasawuf. Al. baik kehidupan individual maupun kehidupan sosial. al. hlm. Raja Grafindo Persada.30 Adapun isi al. 17 Islam (Kitab suci). ilmu Ta’bir al-Ru’ya.Qur’an adalah sumber agama (juga ajaran) Islam pertama dan utama. hlm. ulum al-Hadist. . ushul fiqh. 6) Benih dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan. 93. untuk menjadi pedoman atau petunjuk bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupannya mencapai kesejahteraan di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kelak. Menurut keyakinan umat Islam yang diakui kebenarannya oleh penelitian ilmiah. 3). hlm.Qur’an adalah kitab suci yang memuat firman-firman (wahyu-wahyu) Allah. 3) Petunjuk tentang akhlak. dijelaskan atau dirinci lebih lanjut oleh Rasulullah dengan sunnah beliau. 30 Muhammad Daud Ali. matematika (aritmatika. ulum al-Qur’an.29 Adapun penjelasan mengenai materi dalam pendidikan agama Islam adalah meliputi: a. mula-mula di Mekkah kemudian di Madinah. Pendidikan Agama Islam. al-Qur’an-Hadist.31 Hadits adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam. logika(mantiq). 4) Kisah-kisah umat manusia di zaman lampau. 29 A. metafisika. sama benar dengan yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Tujuannya. fisika.. geografi. astronomi. 103. aljabar. (Jakarta: PT. 2005). ilmu musik. Fiqh. 5) Berita-berita tentang zaman yang akan datang. 122-123.Qur’an/Hadits Al. Fatah Yasin.cit. Apa yang telah disebut dalam al-Qur’an di atas.. dan ilmu nujum). 31 Ibid. ilmu kalam. Materi diambil dari hasil berpikir manusia melalui indra dan akalnya. 7) Sunatullah atau hukum Allah yang berlaku di alam semesta. 2) Petunjuk mengenai syari’ah yaitu jalan yang harus diikuti manusia dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesama insan demi kebahagiaan hidup manusia di dunia ini dan di akhirat kelak.

Aqidah Akidah.. 5) Keyakinan kepada Qada’ dan Qadar Allah. 4) Keyakinan akan adanya Hari akhir.34 d. turut.Qur’an.Qur’an. artinya taat. 33 Ibid. 34 Ibid. Ibadah Ibadah menurut bahasa. 199-201. sangkutan. ikut. Syari’ah/syari’at Makna asal syari’at adalah jalan ke sumber (mata) air. 3) Keyakinan kepada para Nabi dan Rasul. ibadah dapat dibagi tiga.Qur’an. Dalam pengertian teknis artinya adalah imam atau keyakinan. hlm. hlm. adalah ikatan. yaitu ibadah yang merupakan perpaduan jasmani dan rohani. 18 Ada tiga peranan al-Hadits di samping al-Qur’an sebagai sumber agama dan ajaran Islam diantaranya: 1) Menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam al. 110-113. . yakni: 1) Ibadah jasmaniah-rohaniah. dan do’a. 235-236. 2) Sebagai penjelasan isi al. Tuhan Yang Maha Esa. yang wajib diikuti oleh orang Islam. menurut etimologi.. ditautkan dengan rukun iman yang menjadi asas seluruh ajaran Islam. seperti shalat dan puasa.32 b. tunduk. 2) Keyakinan kepada Malaikat-malaikat. Dilihat dari segi hukum. 3) Menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samar- samar ketentuannya di dalam al. karena itu. hlm.33 c. baik dalam berhubungan dengan Allah maupun dalam berhubungan dengan sesama manusia dan benda dalam masyarakat. Secara harfiah berarti jalan yang harus dilalui oleh setiap muslim. syari’at adalah norma hukum dasar yang diwahyukan Allah. Aqidah Islam (Aqidah Islamiyah). Adapun pokok-pokok keyakinan Islam yang terangkum dalam istilah Rukun Iman itu antara lain: 1) Keyakinan kepada Allah. Dilihat dari segi pelaksanaanya. 32 Muhammad Daud Ali.

Pengertian selanjutnya memberikan makna sejarah sebagai catatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian masa silam yang diabadikan dalam laporan-laporan tertulis dan ruang lingkup yang luas. Sejarah Pendidikan Islam.36Akhlak dalam pembagiannya di bagi menjadi 2. 35 Muhammad Daud Ali. 19 2) Ibadah rohiah dan maliah. syari’at. 38 Zuhairini dkk. 37 Ibid. tingkah laku atau tabi’at. yang menurut bahasa artinya ketentuan masa. Dalam bahasa Inggris sejarah disebut history. hlm. yang secara etimologi (bersangkutan dengan cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal usul kata serta perubahan- perubahan dalam bentuk dan makna) antara lain berarti budi pekerti. dibagi dua: akhlak terhadap manusia dan akhlak terhadap bukan manusia (lingkungan hidup).. Sedangkan menurut istilah berarti “keterangan yang telah terjadi dikalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada”.38 Dari penjelasan diatas dapat dikemukakan bahwa materi pendidikan agama Islam yaitu al. (Jakarta: Bumi Aksara.37 f. 1997). 346. Akhlak Perkataan akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab akhlak. sejarah. Tarikh Tarikh dalam bahasa Arab disebut sejarah. yaitu perpaduan rohani dengan harta. hlm. . Syari’ah (yang berisi tentang tingkah laku dan tabi’at). hlm. ilmu pengetahuan. yaitu: 1) Akhlak terhadap Allah. dan tarikh (yang berisi tentang sejarah pada masa lampau).35 e.Qur’an/hadits (isi dan kandungannya tentang akidah. 1-2. dll).. yang berarti “pengalaman masa lampau daripada umat manusia”. 356. bentuk jamak kata khuluq atau al-khulq. contohnya haji. 3) Ibadah jasmanish. seperti zakat. aqidah (yang berisi tentang keyakinan yang terangkum dalam rukun Islam). 2) Akhlak terhadap Makhluk. Kata Tarikh juga dipakai dalam arti perhitungan tahun. hlm.. 244-245. rohiah dan maliah (harta) sekaligus. perangai. seperti keterangan mengenai tahun sebelum atau sesudah Masehi dipakai sebutan sebelum atau mengenai tarikh Masehi. 36 Ibid.

. op.41 39 Arief Armai. 40 Jalaluddin dan Usman Said. Mohammad Athiyah al.. hlm. Sehingga dapat dipahami bahwa metode berarti suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran. Metode adalah rencana yang kita buat untuk diri kita sebelum kita memasuki kelas. 41 Jalaluddin dan Usman Said. (Jakarta: Ciputat Pers. hlm. jika dalam pelaksanaan pendidikan digunakan metode yang keliru.Abrasy mendefinisikannya sebagai jalan yang kita ikuti untuk memberi paham kepada murid-murid dalam segala macam pelajaran. Adapun Edgar Bruce Wesley mendefinisikan metode sebagai kegiatan yang terarah bagi guru yang menyebabkan terjadi proses belajar-mengajar. berasal dari Bahasa Yunani “Metodos”. hlm. Metodologi pendidikan Islam Dalam proses pendidikan Islam. Metode dapat diartikan sebagai cara untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik (peserta didik). Dapat saja materi kurikulum yang baik akan berakibatkan buruk bagi anak didik. Juli 2002). cit. . Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.Rahim Ghunaimah menyebut metode sebagai cara-cara yang diikuti oleh guru untuk menyampaikan sesuatu kepada anak didik. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. dalam segala mata pelajaran. hingga pengajaran menjadi berkesan. Abd Al. 53. Pengertian metode secara etimologi. 52-53. Bahkan metode sebagai seni dalam mentransper ilmu pengetahuan/materi pelajaran kepada peserta didik dianggap lebih signifikan dibanding dengan materi sendiri. op. metode mempunyai kedudukan yang sangat signifikan untuk mencapai tujuan. “metode” adalah: Cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud. dan kita terapkan dalam kelas selama kita mengajar dalam kelas itu. 20 6. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “Jalan” atau “cara”. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.40 Dan menurut Prof. cit.39 Materi yang baik bukan merupakan jaminan bagi keberhasilan pendidikan. 39-42. yaitu meta dan hodos. Dalam bahasa Arab metode disebut “Thariqat”.

Metode Dialog dan Perbincangan . tapi sebaliknya kurang tepat digunakan pada penyampaian materi yang berbeda dan suasana yang berlainan. yakni metode yang umumnya pernah digunakan dalam pendidikan Islam. kondisi dan keadaan anak didik. Metode Kuliah Metode ini digunakan untuk mendidik anak didik agar mereka dapat mengintisarikan materi yang diberikan secara benar. Suatu metode mungkin dinilai baik untuk materi dan kondisi tertentu. sesuai dengan kemampuan masing-masing. b. antara lain: a. Metode Perbandingan (Qiyasiah) Metode ini digunakan untuk mendidik agar anak didik dapat membandingkan kaidah-kaidah umum atau teori dan kemudian menganalisanya dalam bentuk rincian-rincian. Karena itu metode yang digunakan dapat bervariasi. d. dan (3) melalui cara itu diharapkan materi yang disampaikan mampu memberi kesan yang mendalam pada diri anak didik. 21 Barangkali masih banyak definisi-definisi tentang metode pendidikan yang dikemukakan para ahli pendidik. Makna pokok yang dapat disimak antara lain bahwa: (1) metode pendidikan adalah cara yang digunakan untuk menjelaskan materi pendidikan kepada anak didik. (2) cara yang digunakan merupakan cara yang tepat guna untuk menyampaikan materi pendidikan tertentu dalam kondisi tertentu. Metode induksi (pengambilan kesimpulan) Metode ini digunakan untuk mendidik agar anak didik dapat mengetahui fakta-fakta dan kaidah-kaidah umum dengan cara menyimpulkan pendapat. maka metode paling tidak harus disesuaikan dengan materi. Mengacu kepada kepentingan tersebut. Mohammad al-Toumy al-Syaibany menyodorkan pembagian metode dalam pendidikan Islam. c. namun yang penting kita tangkap adalah makna pokok yang terkandung dalam pengertian metode itu sendiri.

meliputi pertimbangan kebutuhan jasmani dan tingkat perkembangan usia anak didik. menolong anak didik mengembangkan kemampuan individunnya. (3). Metode Lawatan untuk Menuntut Ilmu. Metode Imla’ j. 4) Dasar sosial. minat. sikap. ada empat yang menjadi dasar pertimbangan penggunaan metode pendidikan Islam. 2) Dasar biologis. membantu anak didik bertindak efektif dan efisien. sunnat Nabi. Uraian ini menunjukkan bahwa metode . yakni: (1). (2). kesediaan. al-Syaibany juga mengemukakan dasar-dasar penyusunan metode pendidikan Islam. e. 22 Metode ini digunakan untuk mendidik anak agar mereka dapat mengemukakan kritik-kritik terhadap materi yang diberikan. Menurut penilaiannya. Selain dari ragam metode. Metode Mendengar h. Kritik dilakukan secara lisan melalui dialog antara guru dan anak didik. Metode Halaqoh f. Karena itu ungkap al-Syaibany selanjutnya bahwa metode pendidikan Islam merangkum empat tujuan pokok. emosi. membimbing aktivitas anak didik. (4). pelaksanaan pendidikan yang dilakukan oleh para sahabat dan para ulama shalaf. yaitu: 1) Dasar agama. bakat dan intelektual anak didik. Metode Membaca i. meliputi pertimbangan bahwa metode yang digunakan bersumber dari tuntunan al-Qur’an. Metode Riwayat g. Metode Hafalan k. membiasakan anak didik membentuk sikap diri. meliputi pertimbangan terhadap motivasi kebutuhan. meliputi pertimbangan kebutuhan sosial di lingkungan anak didik. Metode Pemahaman l. 3) Dasar psikologis. keinginan.

j) Umum dan sederhana. Instansi yang dipergunakan adalah antara lain: rumah. pengembangan metode pendidikan Islam memiliki tiga masa. sebab pertanyaan yang dilontarkan guru menuntut siswa merumuskan dan menjelaskan suatu pengetahuan.42 Menurut Armai Arief. op. . Pada masa ini Socrates mengemukakan metode dialektik atau metode penemuan. b) Hafalan. 42 Jalaluddin dan Usman Said. d) Tanya jawab. dan pondok sebagai tempat berlangsungnya pendidikan antara Nabi saw. surau. b) Hafalan. yaitu: 1) Masa Klasik (610-1258M) a) Ceramah. 2) Masa Pertengahan (1258-1800M) Pada masa ini metode yang dipergunakan antara lain: a) Ceramah. masjid. 23 pendidikan Islam memiliki sifat yang luwes. f) Cerita lewat buku. cit. i) Mudzakarah. g) Menulis al-Qur’an mulai ada titik. 53-55. g) Metode khusus. c) Membaca-menulis. para sahabat dan kaum muslimin. f) Menulis. hlm. d) Membaca-tadarus.. sesuai dengan kebutuhan anak didik dan lingkungan zamannya. e) Tanya jawab. c) Membaca tadarus. h) Keyakinan / pembenaran. e) Bercerita.

d) Murid bertanya dan menjawab. 3) Masa Modern (1800-sekarang) Metode berikut ini adalah pengembangan metode-metode di masa klasik dan pertengahan yaitu: a) Ceramah menggunakan media. maka didirikanlah al. dan John Locke menggunakan metode persepsi dan asosiasi dalam menekankan pentingnya pengalaman. l) Menyeluruh. Madrasah . h) Diskusi. menuntut adanya kelembagaan yang lebih teratur dan terarah. m) Pemberian contoh. c) Membaca dengan pemahaman. g) Sintesis analisis. 24 k) Metode khusus. e) Cerita lewat media. i) Deduktif. k) Komprehensif. l) Demonstrasi. n) Membimbing. f) Menulis al-Qur’an secara utuh. Memasuki abad modern Johan Amos menggunakan metode ilmiah dalam pendidikan. Karena lembaga al-Kuttab tidak mampu menampung aspirasi dan kebutuhan belajar yang lebih luas. Pada akhir abad ke-11 dan 12. Skulatisisme menyumbangkan suatu metode deduktif analisis logis yaitu doktrin yang didasarkan atas logika dan metafisika Aristoteles. maka dibentuklah madrasah atau sekolah. Seiring dengan makin berkembangnya jumlah umat Islam dan keinginan memperoleh pengajaran.Kuttab sebagai lembaga baru. j) Induktif. b) Hafalan mandiri.

majlis taklim dan pendidikan individual / private. karena tidak mungkin Islam baru masuk. dll. perpustakaan. lalu lahir orang-orang ahli dalam Islam itu. bahwa Islam telah masuk ke daerah Aceh sebelum abad keduabelas Masehi.43 B. hlm. Dalam mengetahui sejarah masuknya Islam. Hal itu menunjukkan. Apalagi dibanding dengan masa modern yang tidak hanya menggunakan media pengeras suara dan dalam ruangan tertentu. . Oleh 43 Armai Arief. Pada dasarnya antara zaman klasik. seperti radio. dengan periode pertengahan yang sudah menggunakan alat pengeras suara. 25 dilengkapi dengan perpustakaan. berbeda antara zaman klasik yang hanya mengandalkan suara dan tempat terbatas. TV. Setengah mereka berpendapat. dan siapa yang mula-mula memasukkan? Tidaklah dapat jawaban yang pasti dalam sejarah. karena pada abad ke duabelas itu telah banyak ahli-ahli agama yang termasyhur di Aceh. pertengahan.. Alasannya. Pendidikan Islam di Indonesia 1. bahwa Islam telah masuk ke daerah Aceh sebelum abad keduabelas. seperti metode ceramah.cit. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Sejarah pendidikan Islam di mulai sejak agama Islam masuk ke Indonesia. tanya jawab. seperti zawiyah. bahwa orang Arab atau Islam telah mengenal pulau Sumatera dalam abad kesembilan. bahwa agama Islam masuk ke daerah Aceh pada pertengahan abad kedua belas Masehi. hafalan. Namun hal membedakan antara ketiga periode tersebut adalah pengembangan dalam menggunakan metode dengan dibantu alat atau media yang semakin canggih. yaitu kira-kira pada abad keduabelas Masehi. Penggunaan metode ceramah misalnya. atau audio-visual. Internet dll. Pendapat ini dikuatkan lagi dengan keterangan setengah ahli sejarah. tetapi dapat dijangkau keseluruh pelosok dunia melalui media audio. bahwa agama Islam mula-mula masuk ialah ke pulau Sumatera bagian Utara di daerah Aceh. tahun berapa. op. Institusi pendidikan Islam berkembang lagi. diskusi. penggunaan metode pendidikan adalah sama. Ahli sejarah umumnya sependapat. 47-49. Setengah ahli sejarah mengatakan. dan modern.

di Perlak telah didapatnya rakyat yang beragama Islam. = 1325 M). Perlak.Malikuz-Zahir. kerajaan Islam di Minangkabau pada tahun 1500 M. dari sana ke Jawa Tengah dan ke Banten. Dalam perjalanannya pulang-pergi ke Tiongkok. dan kerajaan Islam Aeh pada tahun 1514 – 1904 M. sampai ke Lampung dan Palembang dan ke seluruh kepulauan Indonesia. pengembara Magribi yang masyhur (th. Jakarta: PT. bahkan berdiri pula beberapa kerajaan Islam di Indonesia. 26 sebab itu. Kemudian Islam tersiar ke Jawa Timur.Di Jawa berdiri kerajaan Islam Demak pada tahun 1500 – 1546 M. 1988. bahwa agama Islam mula-mula masuk ke Indonesia ialah dari daerah Aceh. Bukan saja agama Islam dianut dan didukung oleh rakyat umum. Dengan berangsur-angsur penduduk negeri tertarik kepada agama Islam. Di Sumatera berdiri kerajaan Islam di Pasei. Dengan keterangan tersebut ahli sejarah menetapkan dengan pasti. .Dan dari sanalah Islam memancarkan cahayanya ke Malaka dan Sumatera Barat (Minangkabau). 725 H.44 Adapun beberapa pendidikan Islam awal yang muncul di Indonesia. Ambon dan sampai ke Philipina. Umumnya ahli sejarah mempastikan masuk Islam ke daerah Aceh itu dengan perjalanan Marco Polo. ia singgah di Aceh pada tahun 1292 Masehi. hlm. banyak di antara mereka itu datang ke Sumatera dan ke pulau-pulau Indonesia yang lain untuk berniaga sekaligus mereka menyiarkan agama Islam kepada penduduk negeri. bahwa agama Islam telah masuk ke daerah Aceh sebelum abad keduabelas. 10- 11. dan kerajaan Islam Pajang pada tahun 1668 – 1586 M dan kerajaan Islam Mataram pada tahun 1575 – 1757 M. Begitu juga dengan perjalanan Ibnu Bathutha. Sebab itu tidak heran. lalu mereka memeluk agama itu. Pada masa itu Pase telah mejadi kerajaan Islam di bawah perintah Raja bernama Al. Dari Minangkabau Islam berkembang ke Sulawesi. Perlak adalah pelabuhan besar di Aceh pada masa itu. Menurut keterangannya. yang menghadap ke Selat Malaka. Dalam perjalanannya pulang dari Tiongkok. Sejarah Pendidikan Islam. Mutiara Sumber Widya. antara lain: 44 Mahmud Yunus. ia singgah di Pase. dan kemudian kerajaan Islam Banten pada tahun 1550 – 1757 M. Samudra dan Bersama pada tahun 1290 – 1511 M.

25-27. tempat tidur. Ilmu-ilmu agama yang terdiri dari berbagai cabang diajarkan di pesantren dalam bentuk wetonan. 27 1. 2004. Rangkang dan Dayah. ataupun musyawarah (muzakarah). Masjid dan Langgar. .46 3. tempat belajar atau sekolah. bukan untuk tempat shalat Jum’at. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. ada pendapat mengatakan bahwa pesantren telah tumbuh sejak awal masuknya Islam ke Indonesia. Dan Rangkang adalah tempat tinggal murid. Dan ada pula yang mengartikan bahwa pesantren adalah suatu lembaga pendidikan Islam Indonesia yang bersifat “tradisional” untuk mendalami ilmu agama Islam dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian. 20-21. belum ditemukan data sejarah. tempat pertemuan. hafalan. bentuknya lebih kecil dari masjid dan digunakan hanya untuk tempat shalat lima waktu ataupun untuk tempat pendidikan. Meunasah di samping tempat belajar. juga berfungsi sebagai tempat ibadah (shalat). Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Pada tahap awal pendidikan dipesantren tertuju semata-mata mengajarkan ilmu-ilmu agama saja lewat kitab-kitab klasik atau kitab kuning. 2007. musyawarah. hlm. pusat informasi. 2. berfungsi untuk tempat shalat yang lima waktu ditambah dengan sekali seminggu dilaksanakan shalat Jum’at dan dua kali setahun dilaksanakan shalat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. kata Zawiyah pada 45 Haidar Putra Daulay. sorogan. 46 Haidar Putra Daulay. Di lembaga inilah diajarkan dan dididikkan ilmu dan nilai-nilai agama kepada santri. yang dibangun disekitar masjid. kapan pertama sekali berdirinya pesantren. secara etimologi meunasah berasal dari perkataan madrasah. Pesantren. sementara yang lain berpendapat bahwa pesantren baru muncul pada masa Walisongo dan Maulana Malik Ibrahim dipandang sebagai orang yang pertama mendirikan pesantren. Selain dari masjid ada juga tempat ibadah yang disebut langgar. Meunasah. dan tempat menginap bagi musafir juga tempat pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. ditinjau dari segi sejarah. Bagi masyarakat Aceh meunasah tidak hanya semata-mata tempat belajar.45 Dan Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. hlm. Kemudian Dayah berasal dari bahasa Arab yaitu Zawiyah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. bagi mereka meunasah memiliki multifungsi.

justru berakibat sebaliknya makin menumbuhkan kesadaran tokoh-tokoh organisasi Islam untuk melawan penjajah Belanda. 28 mulanya merujuk kepada sudut dari satu bangunan. Para pemimpin pergerakan nasional dengan kesadaran penuh ingin mengubah keterbelakangan rakyat Indonesia. Dengan cara menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan rasa nasionalisme di kalangan rakyat dengan melalui pendidikan. Surau.47 2. Langkah pertama diwujudkan dalam bentuk kesadaran berorganisasi. hlm. di mana seorang syekh atau mursyid melakukan kegiatan pendidikan kaum sufi. . 23-26. Walaupun banyak cara yang ditempuh oleh pemerintah kolonial waktu itu untuk membendung pergolakan rakyat Indonesia melalui media pendidikan namun tidak banyak membawa hasil. mengaji. 4. menimbulkan perkembangan dan era baru di lapangan pendidikan dan pengajaran. op. Di sudut masjid itu terjadi proses pendidikan antara si pendidik dengan si terdidik.\. Selanjutnya zawiyah dikaitkan tarekat-tarekat sufi. yang ditopang oleh usaha-usaha swasta (partikelir) menurut istilah waktu itu yang berkembang pesat sejak awal tahun 1900 an. Dengan sendirinya kesadaran berorganisasi yang dijiwai oleh perasaan nasionalisme yang tinggi. dan sebagainya). dan sering dikaitkan dengan masjid. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia.cit. dalam kamus bahasa Indonesia. Dan dengan demikian lahirlah Perguruan-perguruan Nasional. Mereka insyaf bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bersifat nasional harus segera dimasukkan ke dalam agenda 47 Haidar Putra Daulay. surau diartikan tempat (rumah) umat Islam melakukan ibadahnya (bersembahyang. Organisasi dan Pendidikan Islam di Indonesia Lahirnya beberapa organisasi Islam di Indonesia lebih banyak karena didorong oleh mulai tumbuhnya sikap patriotisme dan rasa nasionalisme serta sebagai respon terhadap kepincangan-kepincangan yang ada di kalangan masyarakat Indonesia pada akhir abad ke 19 yang mengalami kemunduran total sebagai akibat eksploitasi politik pemerintah kolonial Belanda.

Maka lahirlah sekolah-sekolah pertikelir (swasta) atas usaha para perintis kemerdekaan. yang mula-mula didirikan di Yogyakarta.Khariyah Organisasi yang lebih dikenal dengan nama Jam’iat Khair ini didirikan di Jakarta pada tanggal 17 Juli 1905. 3) Ksatrian Institut. yaitu: 1) Sekolah-sekolah Serikat Islam. 4) Perguruan Rakyat. Sesuai dengan haluan politik. 29 perjuangannya. 2) Sekolah-sekolah Muhammadiyah 3) Sumatera Tawalib di Padang Panjang 4) Sekolah-sekolah Nahdatul Ulama 5) Sekolah-sekolah Persatuan Ulama Islam (PUI) 6) Sekolah-sekolah Al Jami’atul Wasliyah 7) Sekolah-sekolah Al-Irsyad 8) Sekolah-sekolah Normal Islam 9) Dan masih banyak sekolah-sekolah lain yang didirikan oleh organisasi Islam maupun oleh perorangan diberbagai kawasan kepulauan Indonesia baik dalam bentuk pondok pesantren maupun madrasah. Al. b. Umumnya anggota dan pipinnanya terdiri dari orang-orang yang berada. seperti: 1) Taman Siswa. 2) Sekolah Sarikat Rakyat di Semarang. yang didirikan oleh Dr. yaitu: a. yang berhaluan komunis. Douwnes Dekker (Dr. yang memungkikan penggunaan waktu mereka untuk perkembangan organisasi tanpa mengorbankan usaha pencaharian nafkah. Dan berikut ini adalah kilasan tentang organisasi-organisasi yang berdasarkan sosial keagamaan yang banyak aktivitas kependidikan Islam. Sekolah-sekolah itu semula memiliki dua corak. Al-Islah Wal Irsyad . Sesuai dengan tuntutan / ajaran agama (Islam). Anggota organisasi ini mayoritas orang-orang Arab. di Jakarta dan Bandung. b.Jam’iat Al. yaitu: a. tetapi tidak menutup kemungkinan untuk setiap muslim menjadi anggota tanpa diskriminasi asal usul. Setiabudi) di Bandung.

beberapa lama kemudian meninggalkan Jam’iat Khair dan mendirikan gerakan Agama sendiri bernama Al- Islah Wal Irsyad. yang kemudian disusul oleh beberapa sekolah dan pengajian lain yang sehaluan dengan itu. yang dimulai pada tahun 1911 atas inisiatif Kyai Haji Abdul Halim. seorang alim yang terkenal dalam agama Islam. Tahun 1951 berdirilah sekolah Al-Irsyad yang pertama di Jakarta. Abdul Wahab Hasbullah 3) K. d. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 bertepatan dengan tanggal 18 Dzulhijjah 1330 H. 30 Syeikh Ahmad Surkati. dengan haluan mengadakan pembaharuan dalam Islam (reformisme).H. yang terdiri dari golongan-golongan Arab bukan golongan Alawi. Kedua orang tuanya berasal dari keluarga yang taat beragama (ayahnya seorang penghulu di Jatiwangi). Persyerikatan Ulama Persyerikatan Ulama merupakan perwujudan dari gerakan pembaharuan di daerah Majalengka. kemudian terkenal dengan sebutan Al. Yang mendirikannya ialah alim ulama dari tiap-tiap daerah di Jawa Timur. Nahdatul Ulama Nahdatul Ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H. Di antaranya ialah: 1) K. c.Irsyad. Bisri Jombang . Pada tahun 1941 berdirilah perkumpulan Al. e. Muhammadiyah Salah sebuah organisasi sosial Islam yang terpenting di Indonesia sebelum Perang Dunia IIdan mungkin jugasampai saat sekarang ini adalahMuhammadiyah. sedangkan saudara-saudaranya mempunyai hubungan yang erat secara kekeluargaan dengan orang-orang dari kalangan pemerintah. lahir pada tahun 1887 di Ciberelang Majalengka.H. (33 Januari 1926 M) di Surabaya. yang sampai di Jakarta dalam bulan Februari 1912. Hasyim Asy’ari Tebuireng 2) K. oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan atas saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa orang anggota Budi Utomo untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen. Jawa Barat.H.Islah Wal Irsyad.

yang dibahas secara singkat : a. tapi juga bagaimana cara mudah dan cepat untuk bisa 48 Zuhairini dkk. Bandung kelihatan agak lambat memulai pembaharuan ini dibandingkan dengan daerah-daerah lain.M. Hadits. Mahmud Yunus.H.H. Doromuntaha Bangkalan 10) K.48 3. 210-215. Asnawi Kudus 7) K. Ia lebih menekankan pengajaran bahasa Arab karena bahasa ini adalah pintu masuk untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman. . Ridwan Semarang 5) K. R. Tokoh-tokoh (Ulama) Pendidikan Islam di Indonesia Inilah beberapa ulama Pendidikan Islam di Indonesia. Sumatra Barat. Nakhrawi Malang 9) K. Mahmud Yunus bukan hanya mengajarkan tentang kebahasaannya. Alwi Abdul Aziz 11) Dan lain-lain.H. 31 4) K.H. Kesadaran tentang keterlambatan ini merupakan salah sebuah cambuk untuk mendirikan sebuah organisasi.cit. sungguhpun Sarekat Islam telah beroperasi di kota ini semenjak tahun 1913. hlm.H. Nawawi Pasuruan 6) K. Batusangkar. f.H.R. Sejarah Pendidikan Islam. dan kitab-kitab fiqih. Hambali Kudus 8) K. seperti Al-Qur’an. Ia merombak pemikiran lama yang lebih menekankan pada pendalaman kitab-kitab fiqh dengan dituntun oleh guru daripada memberi ilmu alat dan selanjutnya para murid yang akan melaksanakannya.op. dilahirkan 10 februari 1899 di Desa Sunggayang. Mahmud Yunus adalah peletak dasar pengajaran dalam bahasa Arab. Persatuan Islam Persatuan Islam (Persis) didirikan di Bandung pada permulaan tahun 1920-an ketika orang-orang Islam di daerah-daerah lain telah lebih dahulu maju dalam berusaha untuk mengadakan pembaharuan dalam agama.

50 Baliau sempat belajar di Makkah selama empat tahun. Dalam hal ini. Tokoh-tokoh Islam Yang berpengaruh Adab 20. Dan meninggal dunia pada tanggal 30 Maret 1985. dilahirkan di Gontor. 32 menguasai bahasa Arab. Jakarta: Gema Insani Press. Abdullah Ahmad.49 b. Mahmud Yunus meninggal dunia di Jakarta. Ia adalah putera H. banyak karya-karya yang ditulisnya. Dan pada tanggal 16 Januari 1982. Dari sinilah beliau mulai mengajar dengan menggunakan cara tradisional yaitu sistem halaqah. Imam Zarkasyi. Dan beliau juga rajin menulis beberapa petunjuk teknik bagi para santri dan guru di Pondok Gontor dalam berbagai masalah yang berkaitan dengan pendidikan di pesantren tersebut. d. hlm. Imam Zarkasyi juga ternyata seorang ulama yang produktif dalam bidang tulis-menulis. 2001. . Abdul Halim. 195. beliau kembali ke kampung halaman untuk mengajar di Surau Jembatan Besi Padang Panjang. Jawa Timur pada tanggal 21 Maret 1901 M. dilahirkan di Ciberelang.. termasuk metode mengajar beberapa mata pelajaran. 2006. seorang ulama Minangkabau yang senantiasa mengajarkan agama di surau-surau. Majalengka pada tahun 1887 M. Jawa Barat. Raja Grafindo Persada. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam. Jakarta: PT. sosial dan politik negara. 51 Ibid. Buku-buku karangannya hingga kini masih dipakai di KMI Gontor dan pondok-pondok pesantren yang didirikan para alumni Gontor serta beberapa sekolah agama. beliau juga orang yang aktif dalam bidang pendidikan. Ahmad. beliau banyak sekali meninggalkan karya ilmiah yang hingga saat ini masih dapat dinikmati. Selain itu. di samping sebagai saudagar kain bugis. Abdullah Ahmad pernah diangkat sebagai asisten dari Syaikh Abdul Khatib. beliau juga seorang ulama yang produktif. dilahirkan di Padang Panjang pada tahun 1878. yang 49 Herry Mohammad dkk. Selain itu. berkat ketekunan dan kecerdasannya dalam pengetahuan agama.51 Beliau semasa hidupnya pernah menjadi Dewan PertimbanganMajelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. 157. 85-90. Dia adalah pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalengka. c. Kemudian di tahun 1899. hlm. hlm. Ia meninggalkan seorang istri dan 11 orang anak. 50 Abuddin Nata.

206-208. kata ulama sering digunakan. 33 kemudian berkembang menjadi persyerikatan Ulama.cit. Dalam bidang pendidikan K. yakni umat Islam. Pada umumnya K. Seorang ulama tumbuh dan berkembang dari kalangan umat agamanya. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh pendidikan Islam di Indonesia yang lainnya. Dikemukakan bahwa ia tidak pernah mengecam golongan tradisi ataupun orang lain atau organisasi lain yang tidak sepaham dengan dia. yang kemudian berubah menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) pada tanggal 5 April 1952 M / 9 Rajab 1371 H. orang yang tahu. dkk.H Abdul Halim semula menyelenggarakan pendidikan agama seminggu sekali untuk orang-orang dewasa. di Indonesia identik dengan fuqaha dibidang ibadah saja.52 e. atau orang yang meiliki pengetahuan. C. Oleh kalangan awam di Indonesia. Dan pada tanggal 7 Mei 1962 K. Pentingnya Peran Ulama Kata ulama berasal dari bahasa Arab. bentuk jamak dari alim. orang yang memiliki ilmu agama. Tablighnya lebih banyak merupakan anjuran untuk menegakkan etika di dalam masyarakat dan bukan merupakan kritik tentang pemikiran ataupun pendapat orang lain. untuk itu. meskipun untuk menunjuk orang yang dikategorikan sebagai alim. .. Sejarah Pendidikan Islam.H Abdul Halim berusaha untuk menyebarkan pemikirannya dengan toleransi dan penuh pengertian.H Abdul Halim pulang ke rahmatullah di Majalengka Jawa Barat dalam usia 75 tahun dan dalam keadaan tetap teguh berpegang pada mazhab Syafi’i. pengertian ulama kerapkali dikesankan berubah menjadi tunggal (mufrad). Hal ini terpengaruh dengan tradisi masa lalu yaitu 52 Zuhairini. Pelajaran yang diberikan adalah fiqh dan hadits. Dari segi istilah pengertian ulama juga sering disempitkan karena diartikan sebagai orang yang memiliki pengetahuan dalam bidang fiqih. dimulai pada tahun 1911. Secara terminologi ulama adalah orang yang tahu atau orang yang memiliki ilmu agama dan ilmu pengetahuan keulamaan yang dengan pengetahuannya tersebut memiliki rasa takut dan tunduk kepada Allah SWT. hlm. op.

yaitu menjadikan dirinya sebagai tauladan yang baik dalam pengalaman agama. Disamping itu. maka ulama harus mengacu beberapa tugas. hlm. baik yang bersifat kawniyyah (fenomena alam) maupun bersifat qur’aniyyah yang mengantarkan manusia kepada pengetahuan tentang kebenaran Allah. yaitu menjelaskan masalah-masalah agama berdasarkan referensi kitab suci secara lugas. Dari ungkapan di atas dapat disimpulkan bahwa ulama adalah orang yang memiliki pengetahuan agama Islam yang luas dan dengan bekal keilmuannya yang luas itu mereka sanggup memerankan diri sebagai pengayom. ulama adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan luas tentang ayat-ayat Allah. dalam penyampaiannya ulama memerlukan nalar yang jernih untuk dapat memaparkan ajaran agama secara jelas. (2). 15-16. untuk kemudian direalisasikan dalam bentuk tingkah laku perbuatan perbuatan sehari-hari. berkaitan dengan posisi ulama sebagai pewaris nabi pada fungsi tabligh. Uswatun hasanah. sederhana dan mudah dipahami. Sebagai pewaris nabi. Menurut Malik Fajar. Pringggondani Berseri. (3). 1. menjadi panutan dan pembimbing ditengah umat atau masyarakat. 34 pada akhir abad ke 19 atau awal abad ke 20 di mana ulama diidentikan dengan kyai di Pesantren yang kebanyakan keahliannya dalam bidang fikh. Tabligh. jelas dan tegas. Tibyan. cet. ketokohan seorang ulama ditentukan oleh peran dan fungsinya sebagai pengayom. merancang materi tabligh dan metode penyampaiannya yang dapat membangkitkan intensitas imaniah. Dalam menjalankan fungsi tibyan. Ulama dalam Penyebaran Pendidikan dan Khazanah Keagamaan. Selanjutnya. . kegiatan dan lingkup komunikasi. takwa. Kemudian sebagai Uswatun 53 Rosehan Anwar dan Andi Bahruddin Malik. ulama mengemban beberapa fungsi.53 Menurut Al-Munawar. yaitu: memberi ketenangan jiwa kepada pendengarnya. dan takut pada-Nya. yaitu menyampaikan pesan-pesan agama yang menyentuh hati dan memberi stimulasi bagi orang untuk melakukan pengalaman agama. antara lain: (1). (Jakarta: PT. Desember 2003). panutan dan pembimbing ditengah umat atau masyarakat. ukuran keulamaan yang diberikan masyarakat atau umat kepada seseorang ditentukan olah bidang keilmuannya. memberikan motivasi dengan ikhlas. tunduk.

H. op.54 D. hlm. (2).H Ahmad Sanusi tersebut. 54 Rosehan Anwar dan Andi Bahruddin Malik.Ahmad Sanusi dalampendidikan agama Islam pada semasa hidupnya untuk mengambil fungsi dari pada peran K. Karya-karya ulama yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan Islam dan buku-buku acuan keagamaan ulama. penyelenggaraan atau pengelolaan pendidikan.H Ahmad Sanusi yaitu Raudatul-Irfan Fi Ma-Rifatil. Keterlibatan mereka dalam pengembangan pendidikan agama (perencanaan pendidikan.. “Ajaran Tasawuf dalam Raudatul-Irfan Fi Ma-Rifatil. Pembahasan Kajian yang Relevan Pada penulisan tugas akhir yang membahas K.cit. ulama harus menjadi suri tauladan dan pemimpin yang baik bagi masyarakat. menurut Malik Fadjar. memiliki 1 kajian yang relevan yaitu di antaranya: 1. fungsi ulama dapat dipetakan menjadi dua: Pertama. melaksanakan pendidikan dan pengkaderan bidang ilmu pengetahuan dan keulamaan. di dalam skripsi ini lebih kepada mencari tahu dan membahas secaradalam tentang apa saja peran yang dilakukan K. 35 hasanah. Dilihat dari segi pendidikan. Kedua. maka fungsi dan peran ulama yang dimaksud adalah (1).H Ahmad Sanusi. 17-18. Namun. mempersiapkan saran kepada pendengarnya tanpa kenal lelah melaksanakan penelitian dan penyelidikan dalam bidang keilmuan dan keulamaan. dan pengontrol serta mengevaluasi pendidikan).Qur’an Karya Kiai Haji Ahmad Sanusi (Analisis Semiotik dan Resepsi)” (Tesis): dalam judul ini lebih membahas kepada isi dari ajaran Tasawuf dalam salah satu kitab karangan K.Qur’an. skripsi yang penulis buat ini berjudul “Peran K. Mengambil pelajaran dari uraian di atas.H Ahmad Sanusi dalam Pendidikan Islam”. . mempersiapkan sarana.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi dirikan yang bernama Syamsul Ulum Gunung Puyuh. serta sumber lain yang mendukung penelitian. pada bulan April 2013 penulis pertama kalinya berangkat ke Pesantren yang dibangun oleh K. penulis pun berangkat yang kedua kalinya ke Sukabumi guna mencari dokumentasi yang tersedia di Sukabumi sekaligus digunakan untuk penelitian dalam bentuk wawancara dengan salah seorang keluarga dari K. tahap persiapan dimulai pada tanggal 29 Maret 2013. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian yang berjudul “Peran K. Dan penulis juga memperoleh kutipan yang bersangkutan dari perpustakaan. Kedua.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam dari beberapa sumber sebagai sumber skunder. Sukabumi. tepatnya di kampung Gunung Puyuh. Pada awal tahun 2014. Sukabumi.H Ahmad Sanusi yaitu Syamsul Ulum Sukabumi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai sumber-sumber tertulis yang diperoleh dari lembaran ataupun buku yang ada dari beberapa dokumentasi atau buku karya K.H Ahmad Sanusi yang ada di Sukabumi. terutama yang berkaitan dengan peran K. yang memiliki jabatan di Pesantren K. Dan juga kepada salah seorang yang patut dipercayai oleh pihak keluarga K.H Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam” ini dilaksanakan di Pesantren Salafiyah Syamsul Ulum.H Ahmad 36 . Dan dalam proses pengumpulan data dibagi menjadi tiga tahap: Pertama. internet.

Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. waktu dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepotong-potong objek-objek yang diobservasi. B. 2 M.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. aktifitas sosial. (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2013). pemikiran orang secara individual maupun kelompok. 37 Sanusi dalam penyimpanan dokumentasi beliau tentang peran K. sikap. peristiwa. kepercayaan.1 Dalam penelitian ini. Metode Penelitian Penulis menggunakan penelitian kualitatif (qualitatif research) yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. persepsi. Kemudian menyimpulkan hasil observasi dan kemudian menafsirkan serta menyusun data dalam bentuk hasil penelitian (laporan) dari sumber-sumber yang telah ditemukan. Kemudian menyusun data dalam bentuk hasil penelitian (laporan) dari sumber-sumber yang telah ditemukan. Dan sebagian penyelesaian skripsi ini dilaksanakan di Perpustakaan Utama dan Perpusatakaan Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah. menggunakan tekhnik analisis historis. Analisis Historis adalah kegiatan penelitian untuk menggambarkan (mendeskripsikan) berbagai hubungan antara manusia. 1999). Adapun kegunaan penelitian dalam bentuk Wawancara ini dilakukan oleh penulis sebagai penguat dalam penulisan skripsi ini dan dapat memperoleh data yang relevan. Metode-metode 1 Pedoman Penulisan Skripsi. hlm. hlm. (Bandung. .:Pustaka Setia. Ketiga. 62. Jakarta. Subana dan Sudrajat. Metode utama tersebut akan ditopang dengan beberapa metode penelitian lain untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan mendalam.2 Penggunaan metode historis dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kenyataan- kenyataan sejarah dari riwayat perjuangan K. peristiwa. 88.

106 dan 161. untuk melakukan penelitian ini diperlukan metode penelitian yang tersusun secara sistematis. b. Observasi Observasi digunakan untuk mengamati kepribadian dan kejiwaannya. Penulis melakukan observasi terhadap data primer. Prosedur 1.3 Maka. 38 tersebut adalah Metode Kepustakaan (Library Reseach) dan Metode Lapangan (Field Reseach). Pustaka Setia. Wawancara Wawancara adalah interaksi bahan yang berlangsung antara dua orang dalam situasi saling berhadapan salah seorang. hlm. yaitu yang melakukan wawancara meminta informasi atau ungkapan tentang orang yang diteliti terhadap orang yang dapat dipercayai dalam pengetahuannya. Teknik pengumpulan data a. . Sedangkan metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk menemukan. Pada metode penelitian yang dipakai oleh penulis ini menunjukkan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang di perlukan bagi penggunaannya sehingga dapat mencapai objek atau tujuan pemecahan masalah.H Ahmad Sanusi. kemudian dianalisa. dengan menggambarkan permasalahan yang akan dibahas dengan mengambil materi-materi yang relevan dengan permasalahan yang akan dibahas. Sukabumi yang didirikan K. Wawancara ini dilakukan dalam bentuk dialog langsung dengan informan yaitu: kepada salah seorang keluarga dari K. (Bandung: CV. C. maka penelitian ini layak diuji kebenarannya dan wajib diketahui sebagai dasar ilmu pengetahuan ataupun wawasan pembaca. 2002).H Ahmad Sanusi. mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha itu dilakukan dengan metode ilmiah. Menjadi Peneliti Kualitatif. hal ini dilakukan langsung di pesantren Syamsul Ulum. yang 3 Sudarwan Danim. sehingga dihasilkan suatu kesimpulan. Dari itulah.

surat- surat pribadi atau catatan-catatan pribadi. 2. D. Teknik pengelolaan data Setelah data-data terkumpul lengkap. mempelajari. menyeleksi. Dan juga kepada salah seorang yang patut dipercayai oleh pihak keluarga K. data yang tersimpan di website. kliping. memilih berbagai pengertian hingga ditemukan pengertian yang relevan dengan fokus .H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam. untuk selanjutnya penulis analisis. Namun bagi yang tidak bisa bertemu langsung atau pertemuan tidak bisa melakukan wawancara langsung akan dilakukan wawancara secara tertulis dengan mengajukan lembaran pertanyaan tentang peran K. membandingkan. menggabungkan. Analisis Data Dalam menganalisis data. dan lain-lain. Bagi pihak-pihak yang bisa bertatap muka secara langsung dan tersedia kesempatan yang leluasa. Pada intinya metode dokumenter adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. Penulis menggunakan analisis isi (Content Analysis) merupakan proses memilih. Sukabumi. dokumenter adalah informasi yang disimpan atau didokumentasikan sebagai bahan dokumenter seperti otobiografi. berikutnya yang penulis lakukan adalah membaca.H Ahmad Sanusi dirikan yang bernama Syamsul Ulum Gunung Puyuh. maka wawancara akan dilakukan secara langsung. Dokumenter Metode dokumenter adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metolodogi penelitian sosial. dan mengklarifikasi data-data yang relevan dan yang mendukung pokok bahasan. 39 memiliki jabatan di Pesantren K.H Ahmad Sanusi dalam penyimpanan dokumentasi beliau. meneliti. simpulkan dalam satu pembahasan yang utuh. c. Sedangkan.

4 Maka. . kemudian dianalisis. (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semester. E. hlm. Teknik Penulisan Adapun teknik penulisan skripsi ini menggunakan buku Pedoman Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. sehingga dihasilkan suatu kesimpulan. 4 Amin Abdullah. tahun 2013. dipadukan. 226. Metodologi Penelitian Agama Pendekatan Multi Disipliner. di sini penulis menggambarkan permasalahan yang dibahas dengan mengambil materi-materi yang relevan dengan permasalahan. 2006). 40 penelitian.

Di antara gerakan-gerakan itu adalah gerakan missionari Kristen. gerakan Zionisme. Pada masa pergantian abad ke 19-20. 89-91. meragukan pemikiran dalam islam dan memerangi bahasa Arab yang merupakan media pokok untuk memahami sumber-sumber pokok ajaran Islam. 41 . Gerakan Missionari telah menjadi gerakan internasional semenjak tahun 1830M. gerakan kembali ke bahasa pasar (‘ammiyah) menggantikan bahasa baku (fusha) dan menggunakan huruf Latin menggantikan huruf Arab. Sejarah Sukabumi Pada Masa Pergantian Abad ke 19 . adanya gerakan pembaratan dan penyesatan fikiran dengan melakukan berbagai seruan dan gerakan untuk membaratkan. (Jakarta: Pustaka Al-husna. Kedua. Asas-asas Pendidikan Islam. melalui pendudukan.Abad ke 20. BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN “PERAN K. hlm. 1988).1 1 Hasan Langgulung. menyesatkan. Aktifitas-aktifitas Missionari ini ada dua jalan: Pertama. melalui usaha-usaha pendidikan.H AHMAD SANUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM” A. cet. baik militer maupun lain-lain. Ketika diakui oleh Paus dan direncanakan di biayai oleh negara-negara Eropa dengan modal yang begitu banyak.1.

Di Sukabumi telah berdiri dua buah Zendingschool dan sebuah sekolah partikelir yang bernama Hollandsch-Chineescheschool. Van Aendenburg dari Rotterdamsche Zendingsvereniging. dan pembangunan masjid yang cukup pesat. De Steurs (Residen Priangan) tanggal 2 Januari 1921. adapun dapat di ceritakan secara singkat yang pernah terjadi di masa itu. yang mendorong kalangan ulama Sukabumi untuk semakin menghidupkan kegiatan-kegiatan yang bernafaskan Islam. Keadaan tersebut. Pada akhir abad ke-19. Usaha itu dilakukan sejak pertengahan abad ke-19 oleh S. Cipoho. Gunung Puyuh. Pemerintah kolonial mengawasi secara ketat perilaku para kyai yang memiliki pengaruh yang sangat kuat di kalangan masyarakat. Sukamantri. . Oleh karena itu. jumlah pesantren yang semakin meningkat. Di Sukabumi. sebagaimana dilaporkan oleh L. mereka kemudian mendorong para santrinya yang telah selesai menimbah ilmu di pesantrennya untuk mendirikan pesantren baru di daerah-daerah. Keadaan tersebut diperkuat oleh kebangkitan gerakan kehidupan keagamaan yang terjadi di Pulau Jawa sejak akhir abad ke-19. Bahkan. Pemerintah Hindia Belanda berupaya agar nilai-nilai keislaman yang dipraktikkan oleh masyarakat Sukabumi tidak berkembang menjadi suatu gerakan keagamaan. Namun di pihak lain. Selain itu. Pemerintah Hindia Belanda pun berusaha untuk mengkristenkan penduduk pribumi. baik kalangan misi maupun zending menjadikan sekolah dan rumah sakit sebagai media penyebaran agama Kristen. kebangkitan kehidupan keagamaan tersebut ditandai dengan semakin banyaknya yang pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. kristenisasi itu berhasil mendirikan sebuah perkampungan Kristen pertama di Sukabumi yang terletak di daerah Pangharepan. tidaklah heran kalau sampai tahun 1921. 42 Dari sini. Babakan Cicurug. Untuk mendukung penyebaran agama Kristen. bahwa mayoritas masyarakat Sukabumi memeluk agama Islam sehingga kehidupan sosial budayanya pun di pengaruhi oleh nilai-nilai keislaman. namun Cantayan.Genteng. Meskipun hampir disetiap wilayah di Sukabumi terdapat pesantren.

43 Cibalagung.H Ahmad Sanusi merupakan seseorang yang sangat gigih dalam perjuangannya. pada tanggal 11 Februari 2014. 3.Si. R. Karena disatu sisi.S.7 Didalam buku karangan Miftahul Falah. A.6 Dilihat dari silsilah keluarga.Si. dan Cipanengah dipandang sebagai pusat pendidikan pesantren di Sukabumi. M. (Sukabumi: Ketua Umum MUI. Pimpinan Pondok Pesantren Cantayan) dengan ibu Empok. Jawa Barat (daerah tersebut dulunya bernama kampung Cantayan Desa Cantayan Onderdistrik Cikembar..H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan Nasional. Hasanudin M. M. 31No. . hlm.H Ahmad Sanusi masih keturunan Syaikh Haji Abdul Muhyi Pamijahan.4 Beliau adalah seorang yang membentengi aqidah umat dan melahirkan pendidikan yang membebaskan.cit. bahwa berdasarkan cerita yang berkembang di lingkungan keluarga dan masyarakat 2 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi dari Sukabumi di lahirkan pada tanggal 12 Muharram 1306H.H. 4 Munandi Shaleh. dari pasangan K. seorang Waliyullah yang berada di daerah Pamijahan Tasikmalaya. Munandi Shaleh. (Masyarakat Sejarawah Indonesia: Maret 2009). Kabupaten Sukabumi. hlm. K. 3. S. Afdeeling Sukabumi). Biografi K.com/2010/08/kh-ahmad-sanusi. 7 Munandi Shaleh.H Ahmad Sanusi Dan Latar Belakangnya K. Distrik Cibadak. Riwayat Perjuangan K. 6 Wawancara Drs. sedangkan disisi yang lain pendidikan Islam (non formal) yang ada waktu itu adalah penghulu yang menjadi ajang kepanjangan tangan pemerintah colonial.2 B.H. 3 Wawancara dengan Drs. hlm.H Ahmad Sanusi. 2-4. pada tanggal 11 Februari 2014. loc. Bertepatan dengan tanggal 18 September 1888 M(Daftar Orang-orang Indonesia Terkemuka di Jawa. 5 http://ahmadalim. Diakses pada tanggal 18 September 2013.html. Putra ketiga dari delapan bersaudara. 21 September 2011). dan tidak hanya di keagamaan beliau berperan namun di politik pun beliau aktif.blogspot.5 Dan K. K.Ag.3 Di kampung CantayanDesa Cantayan Kecamatan Cantayan. ia menyaksikan pendidikan Islam (pesantren) tertinggal jauh oleh pendidikan yang diselenggarakan oleh misionaris Kristen. 2119). K.H Abdurrohim (Ajeungan Cantayan.

Bidin Saefudin. yang masing-masing bernama Muhammad Mansyur. Sumber yang merupakan dokumen keluarga ini menunjukkan perbedaan dengan sumber sebelumnya dalam hal urutan adik-adik K. Ia dikenal juga dengan panggilan Dalem Sawidak karena memiliki anak sekitar enam puluh orang. Madjid. H. Ketika memegang jabatan sebagai Bupati Sukapura. nama istri kedua K. Dari sumber lain dikatakan bahwa K. K. Soleh. Raden Anggadipa dikenal dengan nama Raden Tumenggung Wiradadaha III. ia ditemani istrinya yang bernama Naisari. Ahmad Damanhuri. K.H Abdurrahim. Yasin masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Raden Anggadipa. penyebar agama Islam di daerah Tasikmalaya Selatan yang berpusat di Pamijahan. dan Iti.H Ahmad Sanusi. Selain itu.H Abdurrahim memiliki dua orang istri masing-masing bernama Empok (istri pertama) dan Siti Zaenab (istri kedua). K.H Abdurrahim berasal dari Sukapura (Tasikmalaya). Nahrowi. K. sedangkan dari istri keduanya dikaruniai sembilan orang anak. istri ketiganya. Kahfi. serta memiliki lima orang adik yang masing-masing bernama Ulan. Sementara itu. Eming Emot. Eming Ja’ud.H Abdurrahim sebagai anak ke enam.H Abdurrahim dengan Empok.Cerita lain menyebutkan bahwa H. dan Bidi Malakah. Muhammad Maturidi. Dadun Abdul Qohar.H Abdurrahim tidak dikaruniai anak. Adapun pernikahannya dengan Oyo. Dari perkawinannya itu. Konon diceritakan bahwa. Yasin merupakan keturunan Syaikh Haji Abdul Muhyi.H Abdurrahim mempunyai delapan orang anak. Coon. Lima orang kakaknya masing-masing bernama Sardan. empat orang adiknya masing-masing bernama Fatimah. H. Yasin memiliki sepuluh orang putra dan salah satunya bernama K.H Abdurrahim pun memiliki enam orang anak hasil pernikahannya dengan Eno. 44 sekitarnya. istrinya yang pertama.H Ahmad Sanusi merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara buah cinta K.H Abdurrahim yang bernama H. dan Rohman. istri keduanya. dan . ayah K. Dalam pengembaraan itu. Dan K. Yasin berangkat mengembara ke Sukabumi sampai ia memutuskan untuk menetap di Cantayan. K.H Ahmad Sanusi memiliki dua orang kakak yang masing-masing bernama Iting (Perempuan) dan Abdullah (Laki-laki). Maryam. dan Endah. Dari istri pertamanya.

12-15. Dipesantren ini. Dan K.H Abdurrahim. Sebagai gambaran. S. secara rutin digelar majlis taklim yang selalu dihadiri oleh para jama’ah dari berbagai daerah.H Ahmad Sanusi merupakan anak ke 3 dari istri pertama K. Sementara itu.H Ahmad Sanusi dilakukan secara langsung oleh orang tuanya yang pada waktu itu telah mendirikan sebuah pesantren yang bernama Pesantren Cantayan.H.H.. hlm.H Ahmad Sanusi EMPOK X K. ABDURRAHIM X SITI ZAENAB Iting Acun Manshur Abdullah Damanhuri Ahmad Sanusi Siti Munzah Endah Anfasiah Ulan Dadun Abdul Qohar Soheh Mamad Ma’turidi Hanafi Bidin Saefudin Nahrowi Ammatul Jabbar Abdul Malik Keterangan: Bahwa jumlah keturunan dari K. santri yang masantren di Cantayan juga tidak hanya berasal dari daerah setempat. baik yang seibu/sebapak maupun yang sebapak dapat dilihat dalam gambar silsilah K.S. . cit. Maret 2009) Proses pendidikan agama yang diterima K.H Abdurrahim yaitu ibu Empok.H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi) memiliki 17 keturunan dari 2 istri. 45 jumlah anak dari istri kedua K. saudara-saudara K. op. melainkan ada juga yang berasal dari Bogor dan Cianjur.H Ahmad Sanusi sebagai berikut8: Gambaran: Silsilah K. (Sumber: Buku karangan Miftahul Falah. 8 Miftahul Falah. Abdurrahim (Ayah dari K.

Para santri dan masyarakat sekitarnya akan memberikan perlakuan istimewah kepada anak-anak kyai dengan tujuan untuk menjaga nama baik kyai. Kyai merupakan kelompok sosial di masyarakat yang memiliki pengaruh sangat kuat sehingga dipandang sebagai salah satu kekuatan penting dalam kehidupan politik. 9 Miftahul Falah. melainkan ditujukan pula kepada keluarganya. sehingga apabila ia berbuat kesalahan atau kekeliruan banyak orang yang memperingatkannya atau mencegahnya. ditambah lagi ayahnya sebagaimana umumnya para kyai di tanah Jawa menginginkan anaknya menjadi seorang ulama yang baik dan dapat meneruskan cita-cita orang tuanya. karena menyalahi kaidah dan norma-norma agama.H. 46 Seperti halnya di daerah lain. dalam kehidupan sehari-harinya pun. . Ahmad Sanusi mendapat perlakuan istimewah dari para santri dan masyarakat sekitarnya. K.. dan sejak kecil ia terbiasa dengan lingkungan yang memiliki perhatian tinggi terhadap agama dan kehidupan beragama islam. Ini dilakukan bukan saja karena hal itu dianggap perbuatan dosa. dan karena pesantren Cantayan merupakan basis pergerakan kegamaan.Ahmad Sanusi di besarkan dalam lingkungan kehidupan yang agamis.9 Proses internalisasi masalah-masalah keagamaan tersebut telah terjadi sejak ia masih kecil. Sebagaimana umumnya anak seorang kyai yang terkenal saat itu. Tingkah laku Ahmad Sanusi senantiasa memperoleh perhatian dari masyarakat. Rasa hormat masyarakat kepada kyai tidak hanya ditujukan kepada dirinya sendiri. maka Ahmad Sanusi memperoleh perhatian dan perlakuan yang istimewa dari ayahnya ataupun dari santri-santri ayahnya dan juga masyarakat pada umumnya.H. sehingga proses sosialisasi pun sudah dimulai sejak kecil sampai ia dewasa. akan tetapi juga akan menjatuhkan nama baik dan wibawa orang tuanya yang sangat disegani oleh masyarakatnya. hlm. Hal tersebut disebabkan oleh rasa hormat mereka kepada kyai atau untuk istilah loakal dipanggil dengan sebutan ajengan. Rasa hormat yang begitu tinggi yang diberikan masyarakat kepada kyai atau ajengan karena didorong oleh kedalaman ilmu agamanya. op. S. K. terutama kepada anak- anaknya.S. 14-16. cit.

yang paling berkesan di hati K. hlm. Atas anjuran ayahnyauntuk lebih mendalami pengetahuan agama Islam. diantaranya: 1. Pesantren Gentur Warung Kondang (Cianjur) Pimpinan Ajengan Ahmad Syatibi dan Ajengan Qortobi. 3. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam.H. Adapun Pesantren yang pernah beliau kunjungi dengan perkiraan lamanya mesantren. Pesantren Cilaku (Cianjur) untuk belajar ilmu Tasawwuf. lamanya nyantri lebih kurang sekitar dua bulan. Ahmad Sanusi menimba pengetahuan dari ayahnya sendiri. . cet. Kesannya itu muncul karena K. Pesantren Selajambe (Cisaat Sukabumi) Pimpinan Ajengan Soleh/Ajengan Anwar.H. 4. 170. K.2. Sikap 10 Abuddin Nata. Kepada ayahnya ia belajar menulis dan menbaca huruf Arab dan latin serta ilmu-ilmu agama bersama-sama santri lainnya dipesantren Cantayan. lamanya nyantri lebih kurang sekitar enam bulan. Pesantren Sukamantri (Cisaat Sukabumi) Pimpinan Ajengan Muhammad Siddiq. 2001).H Ahmad Syatibi memiliki sikap terbuka dan toleran terhadap santrinya. (Jakarta: PT. beliau nyantri ke berbagai pesantren yang ada di Jawa Barat. 47 Sejak usia tujuh sampai limabelas tahun. menambah pengalaman dan memperluas pergaulan dengan masyarakat.10 Dari sinilah setelah menginjak usia 16 tahun kurang lebih pada tahun 1905. Pesantren Sukaraja (Cisaat Sukabumi) Pimpinan Ajengan Sulaeman/Ajengan Hafidz. Setelah cukup dewasa. untuk menambahkan pengetahuan dan pengalamannya. K. ia disuruh ayahnya untuk memperdalam ilmu agama di luar lingkungan pesantren ayahnya.H Ahmad Sanusi adalah ketika ia masantren di Pesantren Gentur ini. Ahmad Sanusi mulai belajar serius untuk mendalami pengetahuan agama Islam. Namun demikian. 5. 2. lamanya nyantri lebih kurang sekitar dua belas bulan. Raja Grafindo Persada. lamanya nyantri lebih kurang sekitar enam bulan. lamanya nyantri lebih kurang sekitar enam bulan.

Si.11 Namun.Si.Si. 48 tersebut diperlihatkan sang guru itu dengan tidak keberatan atas perbedaan pendapat antara dirinya dan santrinya itu dalam menafsirkan Ilmu Mantiq(Logika). loc.H Ahmad Sanusi kembali ke Sukabumi dan masuk ke Pesantren Babakan Selawi Baros Sukabumi. Ketika nyantri di Pesantren tersebut beliau bertemu dengan seorang gadis yang bernama Siti Djuwariyah putri Kyai Haji Affandi dari kebon Pedes.cit. M. 12 Wawancara dengan Drs. 7. Saat itu ia mempunyai pendapat yang berbeda dengan kyai dalam menafsirkan ilmu mantiq yang dipelajarinya. op. lamanya nyantri lebih kurang sekitar lima bulan. akhirnya beliau menikahi gadis tersebut.. lamanya nyantri lebih kurang sekitar empat bulan. lamanya mesantren seluruhnya hanya 4. ia tinggal antara dua bulan sampai satu tahun. lamanya nyantri lebih kurang sekitar tiga bulan. M. lamanya nyantri lebih kurang sekitar dua belas bulan. Pesantren Sumursari (Garut). Ia berani bertanya dan mengemukakan pendapatnya yang berbeda dengan gurunya. hlm. karena ilmu-ilmu yang ia pelajarinya di tiap pesantren pada umumnya sudah ia kuasainya dan sudah dipelajari di pesantren lainnya..13 11 Munandi Shaleh. 8. 5. 9. Pesantren Gudang (Tasikmalaya) Pimpinan K. hlm.cit. M. 10. pada tahun 1909.H Ahmad Sanusi pun tidak bersekolah hanya mesantren saja. .H. padahal tradisi pesantren pada saat itu sangat tabu untuk bertanya apalagi berdebat dengan guru.5 tahun. lamanya nyantri lebih kurang sekitar tujuh bulan.H. Pesantren Ciajag (Cianjur). K. karena ia yang sering menentang pendapat gurunya. Munandi Shaleh. Suja’i. Jadi.12 Setelah melanglangbuana ke berbagai pesantren. 4. Pesantren Keresek Blubur Limbangan (Garut). 6. pada tanggal 11 Februari 2014. Dari sekian banyak guru dan pesantren yang ia singgahi. Para santri menganggapnya sebagai santri kurang ajar. Pesantren Burniasih (Cianjur).R. 13 Munandi Shaleh. akhirnya K.

H Ahmad Sanusi mulai aktif di Sarikat Islam ketika bermukim menuntut ilmu di Makkah. hlm. Orang-orang yang beliau kunjungi sewaktu di kota Makkah al. Syeikh Saleh Bafadil b. Haji Muhammad Jawawi g. Ia tetap berpegang pada madzhab Syafi’i yang beraliran Ahlusunnah waljama’ah.H..H Ahmad Sanusi menikah dan pergi haji ke Mekah bersama istrinya serta bermukim di sana beberapa waktu lamanya sekitar 5 (lima) tahun untuk memperdalam pengetahuan agama Islam.cit. Dari kalangan Ulama: a. Dari kalangan kaum Pergerakkan: a.15 14 Munandi Shaleh. Syeikh Ali Thayyib d. M.op. Abdul Halim (Tokoh Pendiri PUI Majalengka) Dari sinilah pada tahun 1911 K. Dari hubungan itulah. kelak di kemudian hari lahir sebuah organisasi yang bernama Persatuan Umat Islam (PUI) yang merupakan organisasi masa hasil fusi antara PUI dan PUII. Haji Mukhtar 2. Syeikh Said Jawani e. 15 Miftahul Falah. . K. pada tahun 1910 terlebih dahulu K.H Ahmad Sanusi bertemu dengan K. Dan mereka pun mulai berusaha mengimplementasikan cita-citanya membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan melalui pendidikan.Mukarramah baik untuk ditimba ilmunya maupun untuk dijadikan teman diskusi dalam berbagai bidang. Mereka berasal dari satu daerah yang sama yakni Tatar Pasundan pertemuan tersebut menjadi sebuah persahabatan.H Abdul Halim dari Majalengka di kota Mekkah. hlm. S. seperti Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. 49 Dan pada tahun 1910 sampai tahun 1915 K.S. op. diantaranya14: 1. 5-6. Namun. Dalam kesempatan itu ia telah mengenal tulisan para pembaru.Si. 26.. Haji Muhammad Junaedi f.cit. Syeikh Maliki c.

karena terbukti bermula adanya sebuah surat kaleng yang beredar tanpa identitas dengan mengatakan kalau SI adalah organisasi yang bukan berlandaskan Islam.H Ahmad Sanusi untuk masuk organisasi Sarikat Islam.H Abdul Muluk yang memperlihatkan statuten atau anggaran dasar Sarikat Islam (SI) kepada K. Haji Abdul Muluk (Tokoh SI) Dari sini. dua orang ulama Indonesia yang bermukim di Mekkah.H Ahmad Sanusi sangat membela SI. Ahmad Sanusi untuk bergabung di Serikat Islam. Menurut K. Sukabumi. Namun. Setelah anggaran itu di diskusikan. K..H Ahmad Sanusi. Yang membicarakan tentang berbagai permasalahan umat pada kalangan yang satu mazhab maupun mazhab lain dengan K.H Ahmad Sanusi bertemu dengan K.H Ahmad Sanusi. 27-30. Menurutnya tujuan SI dipandang memiliki tujuan yang baik.H Moehammad Basri surat tersebut ditulis oleh Sayyid Utsman Betawi karena ada kemiripan dari gaya bahasanya.H Ahmad Sanusi melainkan kepada beberapa ulama yaitu Syaikh Achmad Khatib dan K. K. Akhirnya peristiwa tersebut menghantarkan K.cit.H.S. seiring K. 16 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi merasa terpanggil untuk menyelesaikannya dengan membuat karangan buku yang berjudul Nahratoeddarham yang berisikan tentang kebaikan-kebaikan sesuai dengan anggarannya.H Muchtar. K. Bahkan surat itu sampai kepada K.H Ahmad Sanusi berguru kepada para ulama di Mekkah. Denagn ini.op. pada tahun 1913 K.H. yaitu tujuan akhirat dan duniawi.H Moehammad Basri dari pesantren Babakan. Mas Mansyur (Tokoh Muhammadiyah). Beliau pun kontinyu melakukan diskusi dengan para santri atau mukminin lainnya.surat tersebut tidak hanya sampai ke tangan K. Ajakan tersebut pun di respon positif oleh K. K. K.16 c. antara lain mengenai tujuan didirikannya SI. hlm. S. .H.H Ahmad Sanusi untuk terlibat dalam bidang politik. Abdul Wahab Hasbullah (Tokoh Pendiri NU) d. Dari kegiatan inilah. Cicurug. 50 b.H Abdul Muluk mengajak K.

op.S. Santrinya tidak hanya berasal dari Sukabumi. perdebatan-perdebatan tersebut dapat dilakukan oleh K.H Ahmad Sanusi mendapat kesempatan untuk menjadi imam Shalat di Masjidil Haram. termasuk dengan orang tuanya.18 Tepatnya pada bulan Juli 1915 K. cit.H Ahmad Sanusi telah mendapat gelar dari 17 Miftahul Falah.Si. K.H Ahmad Sanusi dengan baik. K. hlm. 6-7. Oleh karena itu.. M. K. dalam waktu yang relatif singkat. gaya mengajar berbeda dengan para kyai lainnya. tetapi juga dari luar daerah dan luar Pulau Jawa. Beliau mengajar dengan bahasa sederhana dan menerapkan metode halaqoh. 51 Selain itu. S. .H Ahmad Sanusi ketika berdebat dengan para ulama Ahmadiyah. 18 Munandi Shaleh. di kalangan kaum mukminin di Mekkah ia dikenal sebagai ahli debat.H Ahmad Sanusi pulang ke kampung halamannya yaitu Cantayan yang telah ditinggalkannya sejak tahun 1910. hlm. op. untuk mendalami.. masalah kepercayaan dan mazhab pun menjadi tema perdebatan K. Bahkan. Dengan ilmu dan pengetahuannya yang begitu dalam serta wawasan yang begitu luas. sehingga menurut tradisi lisan yang berkembang di kalangan para Ulama Sukabumi. K.H Ahmad Sanusi langsung membantu orang tuanya mengajar agama di Pesantren Cantayan. ia tidak perlu pergi jauh-jauh ke Makkah karena di Sukabumi telah ada seorang guru agama yang ilmunya telah mencukupi untuk dijadikan sebagai guru panutan yang pantas diikuti. Ternyata pada saat itu berdampak positif karena materi pelajaran yang disampaikannya dapat diterima dengan mudah oleh para santri dan jama’ahnya. bahwa: Saking mendalamnya ilmu yang ia miliki. 32.17 Selama 5 (lima) tahun lebih bermukim di Makkah.Oleh karena itu.cit. maka sebagai wujud penghargaan dan pengakuan ketinggian ilmunya tersebut dari para Syeikh yang ada di Makkah. mengkaji dan memahami berbagai disiplin ilmu tentang ke-Islaman.H Ahmad Sanusi memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. salah seorang Syeikh sampai mengatakan bahwa jika seseorang yang berasal dari Sukabumi hendak memperdalam ilmu kegamaannya. Setibanya di Cantayan.

ia merasa dikhianati oleh pengurus Sarekat Islam Sukabumi karena persyaratan yang diajukannya ternyata sama sekali tidak dijalankan oleh pengurus Sarekat Islam Sukabumi. mereka tidaklah di susupkan oleh K. sekitar bulan Mei tahun 1916.10 jangan semuanya disetorkan kepada pengurus besar. cit. hanya 3 tahunan. K. 32-34.op.S.. Iuran anggota sebesar f 0. yaitu19: 1. Kiprah K. Selain itu.H Ahmad Sanusi mundur dari jabatannya karena dua hal yaitu: Pertama. ia merasa sudah tidak dapat mengerti lagi arah perjuangan Sarekat Islam. 2. 52 masyarakat dengan panggilan Ajengan Cantayan atau dalam sumber kolonial dipanggil dengan sebutan Kyai Cantayan. Tidak menerima perempuan sebagai anggota.H Ahmad Sanusi. Kedua.05 lagi harus dijadikan sebagai kas sebagai modal organisasi untuk memajukan anggotanya dalam urusan perdagangan atau urusan lainnya. Sebelum menerima penawaran itu. Karena K.H Ahmad Sanusi ke Sarekat Islam Sukabumi dengan tujuan untuk mengendalikan 19 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi di Sarekat Islam memang tidak terlalu lama.50 untuk pengurus besar dan f 0.H Ahmad Sanusi sebagai pengurus juga anggota. iuran itu harus dibagi menjadi dua. presiden Serikat Islam Sukabumi itu meminta K. K. selama 10 bulan K. hlm. karena banyak santrinya yang masuk menjadi anggota Sarekat Islam. hubungan personal dengan para anggota Sarekat Islam Sukabumi terus telah terjalin. 3. 4. namun mampu menunjukkan perhatian yang luar biasa terhadap Sarekat Islam. Para anggota harus secara mutlak patuh terhadap anggaran dasar (statuten).H Sirod hingga sejak Juli 1915.H Ahmad Sanusi untuk menjadi penasehat (adviseur) Serikat Islam di Sukabumi.H Ahmad Sanusi didatangi oleh H. Syarat tersebut diterima oleh K. Para anggota harus berpegang teguh kepada agama. Meskipun terbilang cepat. S. Namun.H Ahmad Sanusi memegang jabatan itu. K. Namun. perkembangan organisasi itu pun dapat dipantau oleh K. Sirod. Ditengah-tengah kesibukannya mengajar di Pesantren Cantayan.H Ahmad Sanusi mengajukan beberapa persyaratan. . masing-masing f 0.

H Ahmad Sanusi kemudian mendirikan sebuah pesantren di Genteng. . Wedana Patih Afdeeling Sukabumi. 34-36.H Ahmad Sanusi beserta keluarganya. Para santrinya masuk menjadi anggota Sarekat Islam karena keinginan sendiri. bahwa dirinya sudah tidak aktif lagi di Sarekat Islam Sukabumi. Sesuai dengan keinginan ayahnya. Dan pada tahun-tahun awal perkembangannya. S. Sementara itu.H Ahmad Sanusi masih sering diundang untuk menghadiri rapat-rapat terbuka Sarekat Islam. K. Metode halaqoh yang diterapkan K. Hal itu. 53 organisasi tersebut.H Ahmad Sanusi mendirikan sebuah masjid yang dikelilingi oleh beberapa bangunan. tidak dapat dipercayai begitu saja oleh Pemerintah Hindia Belanda. K. Distrik Cibadak. sebelah Selatan berdiri sebuah bangunan untuk belajar para santri (madrasah).H Ahmad Sanusi sangat menghargai perbedaan pendapat.H Ahmad Sanusi dalam mengajar santri begitu efektif. Di dalam buku karangan Miftahul Falah. disebelah Utara masjid dibuat sebuah kolam (kulah) tempat para santri dan jama’ah mengambil air wudlu. jumlah jama’ah semakin banyak karena kemampuan K. K. santrinya yang belajar di Pesantren Genteng tidak lebih dari 170 orang. Karnadibrata. di Pesantren Cantayan secara rutin digelar pengajian yang selalu dihadiri kaum muslimin dari berbagai daerah. Selain itu juga. hlm.H Ahmad Sanusi dalam berpidato dan ketenarannya semakin meluas ketika berpolitik. Gerak geriknya terus di awasi oleh Pemerintah kolonial karena mereka merasa terancam oleh kewibawaan Ajengan Cantayan itu. menurut R. pada tahun 1919 K. 20 Miftahul Falah. Dari sinilah. Afdeeling Sukabumi. Pandangan pemerintah kolonial itu semakin menguat karena K. dan sebelah Barat dibangun tempat tinggal K.. op. Di kompleks Pesantren Genteng itu.H Ahmad Sanusi kembali melakukan rutinitasnya sebagai seorang ajengan.S. cit. oleh pemerintah kolonial dipandang sebagai bentuk terselubung bagi aktivitasnya di organisasi tersebut. karena K.H Abdurrahim menyarankan kepada anaknya untuk mendirikan sebuah Pesantren. Hubungan baik dengan para pengurus dan anggota Sarekat Islam Sukabumi.20 Setelah lama. Di sebelah timur berdiri bangunan tempat pengajian masyarakat umum. bukan disuruh oleh gurunya itu. Dari sinilah.

H Ahmad Sanusi dan sebagian lagi dijadikan sebagai ruangan belajar (kelas) Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMPIT).H Ahmad Sanusi sudah berubah fungsi. Metode halaqoh diterapkan untuk santri yang sudah duduk tingkat atau kelas lanjut sedangkan metode sorogan dan bandungan diterapkan untuk santri yang baru duduk di tingkat dasar. Beliau berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya untuk menyebarkan pemikiran-pemikirannya itu. Dengan metode ini. Sebagian ruangannya dipakai sebagai kantor Yayasan Pendidikan Islam K. Meskipun 21 Miftahul Falah. Hasil diskusi itu dibahas bersama-sama dengan K. Sementara itu. Mereka mendiskusikan setiap permasalahan agama di masing-masing kelompok yang kemudian dibicarakan lagi dengan kelompok lainnya. bangunan tempat belajar para santri sudah tidak ada lagi karena memang Pesantren Genteng itu sendiri sekarang sudah tidak berjalan lagi.op.. Oleh karena itu. Ashar. para santri diajak untuk mendiskusikan setiap persoalan keagamaan. Pesantren Genteng merupakan sebuah alat bagi perjuangannya untuk menegakkan sebuah syariat Islam di Sukabumi. ia tidak bersikap pasif.H Ahmad Sanusi. melainkan juga dengan panggilan Ajengan Genteng. cit.H Ahmad Sanusi kepada santrinya tidaklah berbeda ketika beliau masih membantu ayahnya mengasuh Pesantren Cantayan. Dengan sangat lugas. dan Isya. S.H Ahmad Sanusi sehingga para santri akan memiliki pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan sistem sorogan dan bandungan. . Untuk metode bandungan. Oleh karena itu. para santri dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masjid Pesantren Genteng yang dibangun oleh K. Dzuhur. Metode yang diterapkan K. 38-39. Untuk mengefektifkan proses diskusi tersebut. Beliau tidak hanya mengajar santrinya dengan menggunakan metode tradisional yakni sorogan dan bandungan. masyarakat tidak hanya memanggil dirinya dengan sebutan Ajengan Cantayan. hlm.21 Bagi K. beliau menyampaikan pemikirannya itu kepada para jema’ah yang menghadiri dakwahnya itu.S. 54 Namun. beliau mengajar santrinya selama empat kali yakni setelah Shalat Subuh. tetapi lebih sering menggunakan metode halaqoh. tidaklah mengherankan kalau sejak awal tahun 1920-an. artinya hanya berdiam di pesantrennya menunggu kaum muslimin mendatangi dirinya.

S. Salah satu tugas dari ulama pakauman adalah menarik zakat fitrah dan zakat maal dari umat Islam yang dilakukan oleh para amil. Dapat dibayangkan bahwa zakat fitrah dan zakat maal yang terkumpul tidak sampai secara utuh kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Bahkan dalam aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sendiri. Namun ternyata.H Ahmad Sanusi adalah orang yang tegas dalam berdakwah mengakibatkan dirinya memiliki keberanian untuk menentang setiap hukum yang dipandangnya tidak sejalan dengan Al-Qur’an. hlm. tetapi beliau masih memberikan kesempatan bertanya kepada para santri..22 K..H Ahmad Sanusi mendidik para santrinya untuk berjuang menegakkan hukum Islam khususnya di Sukabumi.24 22 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi dan ulama pakauman. hlm.S. dan selamatan. 24 Ibid. zakat maal. urusan zakat tidak akan diatur oleh mereka karena pada dasarnya pemerintah tidak akan mencampuri urusan agama Islam. Hal ini sungguh membuat K. 23 Ibid. K. melainkan juga dengan kalangan tradisional.cit. sebesar 70 % disetorkan kepada hoofdpenghulu atau penghulu kepala yang berkedudukan di kabupaten. 55 sifatnya bandungan. 46. 51-52. . Dengan metode seperti itulah. 45-46. Masalah penulisan dan penerjemahan Al.Qur’an pun mengundang perdebatan dengan ulama dari kalangan tradisional.23 Pada tahun 1920-an. Beberapa masalah keagamaan yang krusial yang menjadi topik perdebatan antara lain masalah zakat fitrah. perdebatan masalah-masalah keagamaan tidak hanya terjadi dengan kalangan ulama. Sisanya yang 30 % menjadi milik para amil sebagai gajinya.. Beliau tidak akan melaksanakan fatwa yang dikaluarkan oleh ulama selama fatwa tersebut dipandang tidak memiliki landasan hukumnya. birokrat dan modernis. ada beberapa masalah keagamaan yang mengakibatkan terjadinya perdebatan antara K. hlm. pemerintah tidak bersikap konsisten.H Ahmad Sanusi menentang karena bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian. Zakat fitrah dan zakat maal yang berhasil dikumpulkan oleh mereka.op.

H. Karena pendapatan mereka dari hasil menarik zakat akan berkurang atau bahkan menjadi hilang.op. 56 K. dan seterusnya. Dengan prinsipnya beliau yang kuat. Zakat yang terkumpul kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya (mustahik) sesuai hukum yang telah diatur Al-Qur’an dan Sunnah. M. pendapat K. .H Hasanudin. Tentunya. Bagi K. bahkan sampai sekarang. Mereka memandang pendapat K. masyarakat yang menyerahkan zakat fitrah dan zakat maal kepada Amil yang ditunjukkan oleh pemerintah semakin berkurang.H Ahmad Sanusi siapa pun yang berpihak kepada Belanda itu dianggapnnya sebagai musuhnya. K. Ahmad Juwaeni.H Ahmad Sanusi tersebut ternyata sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Sukabumi.cit. Hal ini dapat dilihat dari suatu kenyataan bahwa setidaknya sampai awal 1928.H Ahmad Sanusi pun menolak acara selamatan bagi umat Islam yang telah meninggal dunia.S. K. masyarakat Sukabumi lebih menerima fatwa yang dikeluarkan oleh Ajengan Genteng tersebut daripada fatwa yang dikeluarkan oleh Ulama pakauman. Pada waktu itu.26 Ketika masalah zakat belum mendapatkan titik temu. Rupanya.. Amil yang bertugas mengumpulkan zakat fitrah dan zakat maal adalah amil yang ditunjuk oleh masyarakat bukan amil yang ditunjuk oleh pemerintah. upacara kematian tersebut merupakan 25 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi sebagai fatwa yang bukan hanya menyinggung dasar hukum masalah zakat.H Ahmad Sanusi tentang zakat ditentang keras oleh ulama pakauman yang dimotori oleh K.H Ahmad Sanusi berpendapat bahwa masalah zakat fitrah dan zakat maal adalah urusan umat Islam bukan urusan pemerintah. Lebih jauh mereka berpandangan bahwa fatwa tersebut merupakan suatu bentuk ancaman terhadap kewibawaan ulama pakauman di mata masyarakat.H Ahmad Sanusi yang begitu bijaksana dalam ketentraman umat jika dicermati. Hoofdpenghulu Sukabumi. dalam praktik keagamaan dikalangan masyarakat terdapat suatu tradisi yaitu upacara kematian hari ketiga. hlm. dan tidak adanya kemunafikan pada diri beliau. Pendapat K.H Ahmad Sanusi. R.25 Selain argumen K.Ag. bagi K. S. 53-54. hari ketujuh. 26 Wawancara dengan Drs. pada tanggal 11 Februari 2014.

Hoofdpenghulu Sukabumisekaligus sebagai pengasuh Pesantren Pabuaran. dengan kharismanya yang begitu kuat terpancar dari dirinya. S. Kyai Uyek berpendapat bahwa upacara tersebut tidak termasuk masalah Dhiafah dan hukumnya tidak haram.H Ahmad Sanusi memandang upacara kematian sebagai masalah dhiafah yaitu sedekah kematian. kalangan elite 27 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi dengan ulama pakauman menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya konflik dengan elite birokrasi. matang puluh. ia pun berkedudukan sebagai anggota Raad Igama Sukabumi dan menjadi Imam masjid Agung (Kaum) Sukabumi. tujuhna.R Uyek Abdullah sependapat bahwa upacara kematian boleh diselenggarakan sepanjang diniatkan untuk melakukan sedekah yang tidak terikat oleh ketentuan hari tertentu. baik K. hlm. Menyangkut upacara kematian. K.H. Upacara kematian dipandang sebagai salah satu bentuk sedekah bagi kaum muslimin sehingga hukumnya menjadi Wenang (diperbolehkan). Uyek Abdullah merupakan sosok ulama pakauman yang sangat keras menentang fatwa K. Oleh karena itu. Betapa tidak. 57 praktik keagamaan yang hukumnya makruh. natus. Apabila upacara kematian itu dikatakan sebagai suatu ketentuan agama Islam. 54-56.R Ahmad Juwaeni mempertemukan kedua kyai tersebut dalam suatu acara debat terbuka.27 Perdebatan K.H Ahmad Sanusi. cit. Dalam pandangan beliau. Ahmad Juwaeni. kembali mendapat reaksi keras dari ulama pakauman. H. K. R. Pendapat beliau tersebut. Selain itu.op. yaitu tiluna. dan seterusnya. R.. Dengan alasan menjaga ketentraman.S. Ia adalah saudara K. maka hukumnya menjadi haram karena tidak ada satupun ayat dalam Al-Qur’an yang mengatur upacara tersebut. bahwa upacara kematian tersebut merupakan sebuah warisan karuhun belaka yang tidak memiliki implikasi hukum agama apapun jika hal itu tidak dilaksanakan.H Ahmad Sanusi maupun K. H. Dua pendapat tersebut dari dua orang ulama berpengaruh mengakibatkan masyarakat Sukabumi menjadi kebingungan. . Dalam debat tersebut yang diselenggarakan tahun 1922.H. Bahkan sebaiknya hal itu ditinggalkan karena hubungannya dengan kemusyrikan sangat dekat. K.

H Ahmad Sanusi sebagai rongrongan dan ancaman terhadap kedudukan serta kewibawaan mereka. Bahkan lebih dari itu. Bupati bukanlah raja. tetapi umum terjadi di Pulau Jawa. tradisi tersebut bukanlah sebuah kewajiban. Oleh karena itu. tetapi yang dido’akan itu seorang pemimpin atau raja yang adil dalam konteks ibadah Islam. Oleh karena itu. 58 birokrasi merasa kewibawaannya di mata masyarakat menjadi tentram.H Ahmad Sanusi. namun titik pangkal konflik itu adalah perbedaan pandangan dalam tradisi mendo’akan bupati setiap hari Jum’at. Tradisi ini memang tidak hanya terjadi di Sukabumi. meskipun .H Ahmad Sanusi dan elite birokrasi sudah ada ketika dirinya dikaitkan dengan peristiwa Cimareme 1919 serta adanya dampak negatif atas perdebatannya dengan ulama pakauman yang dihembuskan oleh kalangan elite birokrasi. kalangan elite birokrasi berusaha dengan berbagai cara untuk menjauhkan K. Hal ini diperkuat dari pihak oleh penguasa karena seiring dengan adanya laporan yang menggambarkan pembangkangan masyarakat terhadap aparat desa sepulangnya mereka dari pengajian yang digelar oleh K. melainkan seorang pemimpin di suatu daerah yang dalam menjalankan kepemimpinannya itu tidak berdasarkan syariat Islam. Pandangan tersebut yang kemudian dikenal sebagai kasus Abdaka Maulana dianggap oleh para penguasa bahwa K. setiap khatib diwajibkan untuk memanjatkan do’a bagi bupatinya. Ia diangkat dan diberhentikan oleh pemerintah kolonial yang dikategorikan sebagai pemerintahan kafir. apalagi mendo’akan bupati.H Ahmad Sanusi. Konflik antara K. Mendo’akan raja atau pemimpin Islam yang dzalim hukumnya haram. Mendo’akan para pemimpin memang diwajibkan dalam syari’at Islam. bergeser menjadi konflik pribadi karena perbedaan pendapat tersebut berubah menjadi hasutan dan fitnahan. Dengan perkataan lain. mendo’akan mereka hukumnya haram karena tidak termasuk dalam konteks ibadah Islam. Bagi K. Oleh karena itu. dari perbedaan pendapat mengenai masalah-masalah keagamaan. ia bekerja bukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melainkan untuk menjaga kepentingan kolonialisme. malah menyarankan tradisi tersebut tidak perlu dilakukan. Dalam setiap pelaksanaan Shalat Jum’at.H Ahmad Sanusi dari masyarakat Sukabumi.

59 sudah tidak memiliki hubungan organisasi tersebut mempergunakan pandangan K. 29 Ibid.H Ahmad Sanusi terhadap berbagai sikap persoalan praktik keagamaan yang sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah kolonial. cit. beliau selalu Shalat Jum’at di masjid yang dikelola oleh ulama pakauman tersebut.H Ahmad Sanusi malah mengaitkan dirinya dengan peristiwa perlawanan Kyai Asnawi di 28 Miftahul Falah. hlm. pihak pemerintah kolonial tidak segera membebaskan K. Alasan yang dikemukakan oleh Pemerintah Hindia Belanda itu adalah salah satu jaringan kawat telepon yang dirusak itu lokasinya tidak terlalu jauh dari Pesantren Genteng. Namun.H Ahmad Sanusi. . S.. hlm. 59.S. Karena tidak ada bukti kuat yang dapat menangkap dan mengasingkan kyai kharismatik tersebut ke luar Sukabumi. kekhawatiran dan ketidaknyamanan kalangan elite birokrasi pribumi tidak dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintahan Hindia Belanda. jelas dibantah oleh K. K. Namun. sudah barang tentu dirinya tidak akan menginjakkan kakinya di Masjid Kaum. Mereka mengajukan berbagai sikap penentangan K. Sampai suatu ketika. 56-58.H Ahmad Sanusi mendekam di penjara selama sembilan bulan sampai pada bulan Mei 1928 beliau dipindahkan ke penjara di Kota Sukabumi. karena beliau tidak merasa ulama yang memiliki anti-pemerintah.op. Penuduhan itu. Dari itu.29 Meskipun demikian. terjadilah pengrusakan dua jaringan kawat telepon yang menghubungkan Sukabumi dengan Bandung dan Bogor..H Ahmad Sanusi merupakan seorang ulama yang memiliki anti-pemerintah. dapat dipahami bahwa permasalahan ini disimpulkan bahwa dari pihak elite birokrasi menginginkan K.28 Peristiwa tersebut kemudian menjadi kartu as bagi elite birokrasi yang menyudutkan K. Peristiwa tersebut terjadi pada Agustus 1927 dijadikan sebagai bukti awal bagi Pemerintahan Hindia Belanda untuk menangkap dan menahan K. Malah sebaliknya.H Ahmad Sanusi dalam berbagai kegiatan pengajian dan propagandanya. Mereka semakin gencar menuduh dirinya sebagai biang keladi dan mereka menyebarkan bahwa propaganda K. Karena seandainya beliau benci kepada Bupati beserta aparatnya.H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi untuk diasingkan ke luar Sukabumi.

Meskipun tidak bukti dan kesaksian atas keterlibatan K. Gubernur Jenderal B. Para jema’ah yang datang ke Tanah Tinggi. 61-64. 60 Menes.H Ahmad Sanusi dalam perlawanan Kyai Asnawi (1926) dan pengrusakan jaringan kawat telepon (1927).H Ahmad Sanusi ke Tanah Tinggi di Batavia Centrum.op. Para santri dan Jama’ah dari Sukabumi berdatangan ke Batavia Centrum untuk menjenguk kyai kharismatik tersebut. Pemerintah Hindia Belanda memandang perlu untuk mengasingkan K.H Ahmad Sanusi. Bahkan tidak hanya yang berasal dari Sukabumi. namun pemerintah kolonial tidak melarang dirinya bertemu dengan orang-orang yang sepaham dengan dirinya maupun dengan orang-orang yang bertolak belakang dengan dirinya. Untuk mencegah perkembangan potensi tersebut.S. Pengasingan tersebut justru telah membentuk watak dan kepribadiannya semakin kuat untuk berjuang menegakkan kebenaran.H Ahmad Sanusi dari lingkungan sosial budayanya. Batavia Centrum ternyata bukan hanya sekedar menjenguknya..30 Selama K. cit. Pemerintah Hindia Belanda mengatakan bahwa penahanan tersebut adalah untuk menjaga ketentraman umum (rust en order) karena pemikiran-pemikiran K. yakni menjenguk dan mengadukan berbagai persoalan keagamaan. Beliau terus berjuang melalui pemikirannya yang kemudian diterbitkan menjadi buku yang disebarkan kepada masyarakat sehingga pemikirannya pun menyebar di kalangan masyarakat. Puncak pengaduan para jama’ah itu terjadi seiring 30 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi tidak lantas berpangku tangan atau kemudian berubah pandangannya. . K. C. De Jonge mengeluarkan keputusan untuk mengasingkan K. para jama’ah yang mendatangi dirinya memiliki dua tujuan. Meskipun sedang mengalami pengasingan di tempat yang jauh dari kampung halamannya. Mereka selalu membawa permasalahan umat dan mendiskusikan dengan K. tidak sedikit juga Jama’ah yang menjenguknya berasal dari daerah luar Sukabumi.H Ahmad Sanusi memiliki potensi untuk menciptakan suatu masyarakat yang memiliki semangnat revolusioner.H Ahmad Sanusi menjalani pengasingan dari tahun 1928-1934 di Batavia Centrum itu. Banten yang terjadi tahun 1926. Dengan perkataan lain. Pengasingan itu sendiri resmi diberlakukan sejak November 1928. hlm. S.

Romli dari Pesantren Haur Koneng. Hasan..H Ahmad Sanusi merupakan kyai tradisional yang memiliki pikiran yang progresif. .H. 32 Ibid.S. Para Ajeungan tersebut semuannya berasal dari Garut. Oleh karena itu. tokoh Persis dari Bandung.H Ahmad Sanusi dengan menulis buku.H Ahmad Sanusi pun pernah melakukan debat soal keagamaan dengan A.. maka masyarakat akan mengalami kebingungan dalam menjalankan praktik-praktik keagamaannya. termasuk Sukabumi. Peran K. 31 Miftahul Falah. op. dan K. 67-68. Selama dipengasingan Batavia Centrum K. Perjuangan dalam menegakkan kebenaran dalam konteks ibadah Islam tidak hanya dapat dilakukan dengan cara berdakwah secara langsung. K. R. Ahmad Sanusi Dalam Pendidikan Islam 1. Dunia Pendidikan dan Penerbitan K.H Ahmad Sanusi. S. Jusuf Taujiri dari Pesantren Cipari. 66. K. hlm. K. Hal tersebut mudah dipahami karena sebagai orang yang sedang menjalani pengasingan.H Ahmad Sanusi menuliskan pemikirannya dengan menerbitkan berbagai buku. produktivitasnya dalam penerbitan buku menunjukkan bahwa K. Sementara itu. Muhammad Zakaria dari Pesantren Cilame. H. Pemikiran- pemikirannya yang sedikit banyaknya terpancing oleh adanya pengaduan dari para jama’ah dituangkan oleh K.32 C. R. Muhammad Anwar Sanusi dari Pesantren Biru Tarogong.cit.H Ahmad Sanusi menunjukkan dirinya sebagai ulama yang produktif dalam menulis buku. H. antara lain K. 61 dengan semakin gecarnya usaha yang dilakukan oleh para pembaharu Islam di wilayah Priangan Barat. H. K. Pengasingan yang dijalani oleh K. ketika ia telah mendirikan Al Ittihadul Islamiyah (AII).31 Terhadap permasalahan keagamaan itu. Beliau tidak hanya berdiam diri sambil memegang kuat keyakinan tradisionalnya. Selain itu. Bahkan K. jika tidak menanggapi pengaduan- pengaduan para jama’ah yang menyangkut masalah keagamaan.H Ahmad Sanusi memberikan dampak positif terhadap dirinya.H Ahmad Sanusi banyak melakukan perdebatan dengan beberapa orang ulama terkemuka dari kalangan pembaharu. hlm. H. ruang geraknya sangat dibatasi.

34 Buah karya Ahmad Sanusi berdasarkan pengakuan-nya sebagaimana yang tercantum dalam lampiran Pendaf-taran Orang Indonesia yang Terkemoeka yang ada di Djawa. Kitab Tafsir al-Qur’an/Ilmu Tajwid a. b. Dalam proses pembelajaran terhadap mereka pun tetap dapat dilakukan oleh dirinya. ada 125 judul kitab yang terdiri dari 101 judul kitab berbahasa Sunda dan 24 judul kitab berbahasa Indonesia. 31. hlm. Pegangsaan Timoer 36 Djakarta. Tamsjijjatoel Moeslimin (53 Boekoe dari 7 ½ Djoez Qoeran). M. seperti yang dilaporkan oleh dirinya kepada Pemerintahan Militer Jepang tahun 1942. e. Dari menulis buku inilah.). Tidjanul Gilman (Elmoe Tadjwied Qoeran).H Ahmad Sanusi dapat bertahan hidup selama pengasingannya di Batavia Centrum karena buku-bukunya itu banyak dibeli orang.A. K. Adapun judul kitab tersebut adalah sebagi berikut: 1. 74-75.H.S. K.H Ahmad Sanusi tidak meninggalkan dunia pendidikan. (R. Munandi Shaleh. Tafsir Maldjaoettolibien (Djoez Ama). 62 Beliau memberikan suatu pembelaan terhadap para ulama terdahulu yang menurut kaum mujadid pemikirannya tidak perlu dijadikan bahan rujukan untuk ber-taqlid.op. misalnya. K.33 Adapun materi-materi keagamaan yang disampaikan kepada para santri dan jama’ahnnya dilakukan melalui sebuah buku.Si. 2119.. S.H Ahmad Sanusi tetap melaksanakan proses mengajar tetapi dengan menggunakan media berbeda.H Ahmad Sanusi secara rutin menuliskannya ke dalam beberapa buku (buletin) yang secara rutin beliau terbitkan di Batavia Centrum. 33 Miftahul Falah. cit. No. f. Di dalam pengasingan beliau yang meninggalkan para santri dan jama’ahnya di Sukabumi. K. Raoedlotoel ‘Irfan (17 Boekoe dari 17 Djoez Qoeran). Maldjaoettolibien (24 Boekoe dari 100 Djoez Qoeran). pada tanggal 11 Februari 2014. d. Pada hakikatnya. 34 Wawancara Drs. Tafsier Maldjaoettolbien (1 Boekoe). untuk disampaikan kepada Gunseikanbu Tjabang I. c. . Kemampuannya dalam menerbitkan buku yang jumlahnya mencapai ratusan judul. Tafsir Qur’an.

b. o. i. Tafsier Soerat Doechon. Matan Sanoesi (Gantoeng Logat). p. h. j. Jasin Waqi’ah (di Gantoeng Loegat dan Keterangannja). Hiljatoellisan. Al loe loeoen nadid (Menerangkan Bahasan Ilmoe Taoehid). r. t. c. Silahoel Irfan (2 Boekoe dari 2 Djoez Qoeran). Jasin Waqi’ah. Kitab Hadits a. Hidajatoel Azkija (Tardjamah Azkija). Taoehidoel Moeslimien. g. 63 g. j. Tardjamah RisalahQoedsijah. m. . Tafsier Soerat Waqi’ah. u. e. k. d. q. i. Madjma’oel Fawaid (Tardjamah Qowaidoel Aqoid). Al-Moethohhirot (Bab Moesjrik). Miftahoel Djannah. Tafsier Soerat Tabarok. k. Ajjoehal Walad Gozalie (Tardjamah). 2. n. Tafsier Soerat Kahfi. Tafsier Boechorie. Al-Moefhimat (Menerangkan Pabid’ahan dan Idjtihad). Tafsier Soerat Jasin.. Hiljatoel Aqli (Bab Moertad). Sirodjoel Wahadj (Kitab Mi’radj). l. s. f. Matan Ibrohiem Badjoeri (Gantoeng Logat). Sirodjoel Moeminien (Doe’a Fadilah Jasin). Kitab Ilmu Tauhid/Aqidah a. b. Tardjamah Djauharotoettaoehid. h. Al Hidajah (Menerangkan Hadits2 Kitab Sapinah) 3. l. Loe Loeunnadies Ilmoe Taoehid. Hilaatoel Iman (Kaifijat Chatam Qoeran). Taoehidoel Moeslimien (Tentang Ilmoe Taoehied).

p. Targib Tarhib. Kitab Ilmu Fiqh a. k. Bab Kematian. Al Adwijatoessafiah (Bab Solat Hadjat dan Istihoroh). 64 m. . Hiljatoel Goelam (Bab Siam). Hidajatussomad (Tardjamah Zoebad). Silahoel Mahijah Firqoh 73. b. v. Oesoeloel Islam. l. d. n. Firqoh (8 Nomer). Qowaninoeddinijjah (Bab Zakat). 2 Boekoe). s. y. Bab Zakat dan Fithrah. Kitab Talqin. p. c. Tardjamah Fiqih Akbar (karangan Imam Hanafi). Al-Oehoed fil Hoedoed. q.. Bab Aer The. Assoejoefoessorimah (MenolakMatjam2 Bid’ah ). Noeroel Jakin (Penolakan Ahmadijah Qadian Lahore. n. Kitab Bab Tioeng. o. Dijafah dan Sodaqoh. Bab Taraweh. Al-Isjaroh (Membedakan antara Dijafah dan Sodaqoh). Al-Aqwaloel Moefidah (Tentang Adzan Awal). r. t. j. w. Bab Bersentoeh. h. Kasjifoel Aoeham (Tentang Menjentoeh Qoeran). f. e. Hoeljatoel A’qli (Bab Moertad). Mifathoe Darissalam. o. m. g. 4. Al Oekoedoel Fachiroh (Menerangkan Istiharoh Moetahadjdjiroh). Idjtihad Taqlied. x. Al Djaoeharotoel Mardijah (Fiqih Sjafe’ie). u. Bab Woedloe. i. q. Bab Nikah.

Daliloessairien (Menerangkan Keoetamaan Solawat). Fachroel Albab (Manaqib Wali2). g. Al-Madjama’atoelMoefidah (Menerangkan Tiga Kitab). 65 5. Kitab Asmaoel Hoesna. Asmaoel Hoesna (Dengan ma’nanja serta Choesoe-sijatnja). b. Manaqib Sjech Abdoel Qodie Djaelani. Tardjamah Kitab Hikam. Bab Istighfar. Kitab Ilmu Bahasa Arab a. Matan Sorof Bina (Dengan Segala Ketera-ngannya). j. Miftahoel Gina (Tentang Tasbeh). Tanwiroerribat (Sjarah Nadom Imriti). f. e. Fadoiloel Kasb i(Bab Kasab dan Ichtiar). Al-DjawahiroelBahijjah (Peradaban Istri). d. u. c. n. Sirodjoel Afkar (Wiridan Siang dan Malam). 7. v. Doeroesoennahwijjah (KeteranganAjurmijah). Matolioel Anwar (Bab Istigfar). e. r. Al Kawakiboeddoerrijjah (Do’a2 Nabi). a. l. Misabahoel Falah (Wiridan Sore dan Soeboeh). k. Kitab Akhlak/Tasawwuf/Tariqat/Do’a/Aurod. b. s. h. Kitab Ilmu Mantiq . f. c. i. p. Kasjfoenniqob (Tardjamah Qowai’doel Irob). t. Attamsjijjatoel Islamijjah (Manaqib Imam Ampat). Pengadjaran Istri (2 Nomer). 6. q. o. A’qoiduddoeror (Mema’nakan Kitab Barzandji). Tarbijatoel Islam (Menerangkan Adab2 Islam). Al Djawahiroel Bahijah (Tentang Adab-Adaban Istri). Bahasan Nadlom Jaqoeloe (Ilmoe Sorof). m. Mandoematurridjal (Tawasoel Kepada Aulija). Doe’a Nabi Ibrohiem. Bahasan Adjroemijah. d.

Lidjamoel Goeddar (Bab Ajah Boenda Nabi). g. Lain-lain a. c. Tahdziroel Afkar (Menolak Kitab Tasfijatoel Afkar). Sirodjoel Oemmah (70 Choesoesijat Djoemah). k. Tabligoel Islam (10 Nomer). . Mifatahoerrohmah (Bab Hadijah). Kitab Jum’ah a. Tanbihoettoelabah (Choetbah Djoemah). j. 13. n. Tolakan Kepada Foetoehat. Silahoel Basil (Menolak Kitab Tazahiqoel Bathil). Bab Djoemah. 8. Noeroel Iman (5 Nomer). e. f. Bab Adzan Awal. Tarich Ahli Soennah. b. 9. 11. 12. c. i. b. Kitab Ilmu Bade’ Al-Kalimatoel Moebajjinah (Ilmoe Badé). Mindoroh. Kitab Munadoroh Tardjamah Ilmoe Moenadoroh. l. m. d. Arroe’oedijjah (Menolak Dowabit Qontoerijah) d. c. Koerseos Al-Ittihad. Pengadjaran Al-Ittjihad (7 Nomer). Kitab Sejarah a. Addaliel (10 Nomer). Tahdziroel Awam (Menerangkan Kesetiaan Madjalah Tjahaja Islam). 10. h. Al-Hidajatoel Islamijjah (10 Buku Hrf Latin). b. Tasjqiqoel Aoeham (Menolak Madjalah Tjahaja Islam). Fathoel Moeqlatain (Tentang Pendirian Djoemah). Kitab Ilmu Bayan Kifajatoel Moebtadi (Bahasan Samarqondie Ilmoe Bajan). 66 Moethijjatoel Goelam (Tardjamah Manteq Soelam).

67

o. Hoedjdjatoel Qot’ijjah;
p. Al-Moefid (6 Nomer);
q. Al-Kalimatoel Moezhiqoh;
r. Tanwiroeddoelam fi Firoqil Islam;
s. Koerses Lima Ilmoe (10 Nomer);
t. Addaliel (10 Nomer). 35

Selain dari judul-judul kitab tersebut di atas, menurut pengakuan keluarga
masih ada karangan lainnya yang belum tercatat baik yang masih dalam bentuk
manuskrif (tulisan tangan), yang belum tercetak, maupun yang sudah tercetak
(print book), jumlahnya diperkirakan sekitar 400-an judul kitab, namunkitabnya
masih berada di tangan perorangan, atau di perpustakaan negeri Belanda, atau
tempat-tempat lain, yang tentunya memerlukan penelitian lebih lanjut.

Materi karya Ahmad Sanusi sebagaimana termaktub pada judul kitab di atas,
meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti tafsir al-Qur’an, tauhid, fiqh, tasawwuf,
nahwu/syorof, mantiq, bade’, bayan, dan lain-lain. Karya itu ia tulis sesuai dengan
kebutuhan masyarakat pada saat itu, sehingga hasil karyanya relatif mudah
dipasarkan bahkan dalam waktu singkat dicetak secara berulang-ulang.
Kedalaman ilmu yang ia miliki dapat terlihat dari buah karyanya, seperti dalam
kitab Tamsyiyyatu al-Muslimin fi Tafsiiri Kalaami Robbi al-‘Aalamiin. Kitab
tersebut ia tulis tidak hanya dengan menafsirkan kata perkata, akan tetapi ia
tafsirkan pula secara lengkap dengan disertai asbabunnuzul-nya dari ayat-ayat al-
Qur’an yang sedang ia bahas, serta dilengkapi pula dengan sumber kitab yang
dijadikan rujukan dalam penafsirannya.
Karya tulis Ahmad Sanusi ada pula yang menjadi bahan perdebatan diantara
kaum ulama pada saat itu, seperti halnya menuliskan al-Qur’an dengan huruf
latin. Hal yang menarik justru Ahmad Sanusilah orang Indonesia pertama yang
menuliskan al-Qur’an dengan huruf latin dan menjelaskan maksud yang

35
Munandi Shaleh, K.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan
Nasional, cet- 2, (Sukabumi, At-Tadbir: 2013), hlm. 67-71.

68

terkandung dalam al-Qur’an dikaitkan dengan pengetahuan umum dan sejarah
terutama ayat-ayat yang menyangkut masalah-masalah kauniyah.36
Dari kitab Raudhatul ‘Irfan karangan K.H Ahmad Sanusi inilah yang pada
waktu Pemerintah Belanda pada waktu itu melarang untuk dapat dikembangkan
dan disebarluaskan. Bagi Pemerintah Belanda, bahwa dari hadirnya kitab tersebut
membuat bahaya bagi Pemerintah Belanda di kota Sukabumi. Dari kitabnya yang
unik, namun bermanfaat yaitu kitab tafsiran Al-Qur’an yang di terjemahkan ke
dalam logatnya beliau (Sunda) yang lainnya pun tidak ada yang seperti beliau dan
pastinya tidak dibolehkan oleh Pemerintah Belanda. Bacaan kitab tersebut
diterjemahkan dengan bahasa yang lain, yang lebih enak didengar, difahami dan
lebih mendalam dalam menafsirkannya.37
Selain menulis berbagai buku keagamaan, K.H Ahmad Sanusi secara aktif
bergerak di bidang penerbitan. Beliau mengurus beberapa majalah yang isinya
membicarakan masalah-masalah keagamaan. Pada bulan Maret 1931, K.H Ahmad
Sanusi menerbitkan sebuah majalah bulanan yang diberi nama Al-Hidajatoel
Islamijjah. Majalah ini diterbitkan dalam satu bulan sebanyak tiga edisi, yaitu
bahasa Sunda dengan huruf Latin, bahasa Sunda dengan huruf Arab, dan bahasa
Indonesia dengan huruf Latin.Tujuan diterbitkannya majalah itu diperjelas oleh
K.H Ahmad Sanusi sebagai upaya memberikan pemahaman kepada umat Islam
bahwa membenci para ulama tradisional merupakan kesalahan besar, seperti
tercantum di halaman cover majalah tersebut.38
Penerbitan majalah Al-Hidajatoel Islamijjah rupa-rupanya disambut positif
oleh umat Islam. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya permintaan pembeli agar
tanggal terbit majalah ini diterapkan secara konsisten dan adanya harapan agar
majalah ini terbitkan lebih dari satu kali dalam satu bulan. Namun, kedua
permintaan dari pembaca itu tidak dapat langsung K.H Ahmad Sanusi lakukan.
Karena keterbatasan prasarana yang dimiliki K.H Ahmad Sanusi yaitu percetakan
merupakan penyebab ketidakmampuan Al-Hidajatoel Islamijjah terbit secara
konsisten tiap bulannya. Pada awal terbitnya, majalah ini dicetak dipercetakan
36
Munandi Shaleh, op.cit., hlm. 72-73.
37
Wawancara dengan Drs. K.H. Hasanudin M,Ag., pada tanggal 11 Februari 2014.
38
Miftahul Falah, S.S, op.cit, hlm. 86.

69

milik orang lain sehingga harus tepat tidaknya majalah terbit sangat bergantung
pada penuh tidaknya percetakan itu. Sebagai solusinya, K.H Ahmad Sanusi
mengusahakan akan mendirikan sebuah percetakan. Sehingga jika memiliki
percetakan sendiri, majalah dapat diterbit tiap bulannya pada tanggal yang sama.
Dan pada akhirnya dipertengahan tahun 1932, Al-Hidajatoel Islamijjah
diterbitkan dua kali dalam satu bulan.39
Sebagai majalah yang bertujuan hendak meluruskan ajaran Islam dari
pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dari majalah yang
disajikan K.H Ahmad Sanusi, mengupas persoalan-persoalan yaitu Baboel Ijtihad,
Azas Islam, keterangan Firqoh Islam, keterangan tentang Mazhab Ampat,
pelajaran Tauhid dan Fiqih, dan Bab Tarikh. Dan terkadang pembahasan dalam
majalah itu mengupas masalah-masalah khusus yang berbeda-beda, yaitu pada
penebitan bulan Agustus 1932 Al-Hidajatoel Islamijjah mengangkat masalah
Ahmadiyah Qodian. Intinya K.H Ahmad Sanusi menolak keberadaan Ahmadiyah
Qodian sebagai bagian dari agama Islam. Secara tegas K.H Ahmad Sanusi
menganjurkan kepada kaum muslimin untuk tidak berhubungan dengan mereka
karena dikhawatirkan mereka akan menjadi Kufur.
Selain menerbitkan Al-Hidajatoel Islamijjah, K.H Ahmad Sanusi pun
menerbitkan majalah yang berisikan tentang tafsir Al-Qur’an. Tafsir ini
diterbitkan secara berkala setiap bulan dan menggunakan bahasa Sunda sebagai
bahasa pengantarnya. Majalah ini kemudian dijadikan sebagai bahan pengajaran
oleh para kyai dan guru agama dalam mengajarkan tafsir Al-Qur’an kepada
santrinya. Dari terbitnya majalah inilah menunjukkan bahwa K.H Ahmad Sanusi
merupakan seorang ulama ahli Tafsir yang hasil pemikirannya menyebar di
sekitar Priangan Barat. Keahlian yang dimiliki K.H Ahmad Sanusi ini, kelak akan
menjadi salah satu rujukan ketika beliau dibebaskan dari Batavia Centrum oleh
Pemerintahan Hindia Belanda.40

39
Miftahul Falah, S.S,op.cit., hlm. 90-92.
40
Ibid., hlm. 93-94.

hlm.op. Batavia Centrum. K.41 Dan pada awal November 1931. S.H Ahmad Sanusi berupaya hendak menggugah kesadaran politik di kalangan para jama’ah dan anggota AII.H Ahmad Sanusi mendirikan organisasi AII inipun mengatakan bahwa organisasi ini bukan organisasi politik.H Ahmad Sanusi Mendirikan Al. Dan pada tahun 1931. Kedua tulisan itu berisi uraian yang bertujuan hendak menggugah bangsa Indonesia agar tidak bergantung dengan bangsa lain.Ittihadiyatul Islamiyyah (AII). . Salah satu tujuannya adalah memajukan pendidikan bagi kalangan bangsa pribumi. mereka merasakan perlu adanya wadah atau organisasi yang akan memayungi aktivitas mereka. Dan pada akhirnya. K. 97-98. Kramat. Mekipun demikian. 70 2.S. Tidak hanya masalah furu. tetapi juga mereka menyerang berkaitan dengan masalah nasionalisme. para ulama pengikut K.. Hasan Basri dengan membicarakan berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.H Moh. para kyai yang menghadiri pertemuan itu mencapai kesepakatan untuk membentuk sebuah organisasi yang akan diberi nama Al- Ittihadiat al-Islamiyah(AII). 191. Jawaban-jawaban mereka disampaikan secara lisan maupun tertulis sehingga terkesan sebagai jawaban perorangan.H Ahmad Sanusi menggelarkan pertemuan di Pesantren Babakan Cicurug yang di pimpin oleh K. Hal ini pun disepakati bahwa organisasi yang akan didirikan ini berasaskan Islam dan bertujuan mewujudkan kebahagiaan umat dengan menjalankan secara konsisten ajaran Islam berdasarkan atas mazhab Ahlus Sunnah Wal jama’ah. Sebagai sebuah komunitas yang memiliki keyakinan tertentu. Organisasi sosial-keagamaan.cit. K. Para kyai yang ada di Sukabumi sering menghadapi kritikan dari kaum mujadid. Bangsa Indonesia harus memperjuangkan nasibnya sendiri dan tanah airnya demi untuk harga diri 41 Miftahul Falah. K.H Ahmad Sanusi mengesahkan berdirinya Al-Ittihadiat al-Islamiyah (AII) di kantor pusat Tanah Tinggi No. melainkan. Hal tersebut dipertegas dengan dimuatnya tulisan yang berjudul Indonesia Iboe Kita dan Islam dan Politik Internasional dalam Soeara Moeslim Edisi Juli dan Agustus 1932.

H Ahmad Sanusi untuk mentransliterasi Al-Qur’an ke dalam huruf Latin mendapat respon negatif dari ulama Pakauman sehingga melahirkan perdebatan yang tidak kunjung usai. Mereka lebih merasa senang jika K. 71 sebagai sebuah bangsa. 44 Ibid.43 Di dalam kegiatan organisasi AII yang didirikan K.cit. 100. Gagasan K. Cianjur. Oleh karena itu isi ceramahnya yang dapat menggugah rasa nasionalisme dan disebarluaskannya artikel itu oleh Soeara Moeslim.H Ahmad Sanusi dengan ulama Pakauman.H Ahmad Sanusi dengan adanya kembali perdebatan antara K. hlm. Dan setelah itu K. . hlm.44 Dan pada suatu saat pun pernah terjadi permasalahan oleh pendiri organisasi AII yaitu K.H Ahmad Sanusi dengan para jama’ah atau anggota AII semakin meningkat. AII hanya memiliki sekitar empat belas cabang yang tersebar di daerah Sukabumi. Dalam pertemuan itu.H Ahmad Sanusi di asingkan di Batavia Centrum tahun 1927. nasionalisme. dan kemerdekaan. Sampai tahun 1934. persaudaraan. persamaan. K. Kedua hal itu merupakan salah satu faktor bagi tumbuhnya nasionalisme sehingga yang akan menjadi landasan bagi upaya mencapai kemerdekaan.op. frekuensi pertemuan K. 43 Ibid. perdebatan ini sudah terjadi sebelum K. dan Bogor. perkembangan AII pada tahun-tahun awal berdirinya berjalan lamban. 106.H Ahmad Sanusi dipindahkan 42 Miftahul Falah. Sebenarnya. Masalah-masalah tersebut sengaja dibahas oleh K. Islam merupakan agama yang mengakui adanya persamaan dan menganjurkan untuk memperkuat persaudaraan di kalangan mereka. Gubernur Jawa Barat menuduh AII terlibat dalam kegiatan politik.H Ahmad Sanusi tetap ditahan dan AII dibekukan.H Ahmad Sanusi memberikan dampak positif.42 Setelah AII dibentuk.H Ahmad Sanusi sering mengupas makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al. S. hlm.S.. 98 & 102-103. tidaklah heran jika aktivitas AII terutama di Sukabumi semakin meningkat sehingga melahirkan kekhawatiran mendalam dari kalangan birokrat. Padahal jika dibandingkan dengan organisasi sejenis.Qur’an yang berhubungan dengan harga diri.H Ahmad Sanusi sebagai upaya menyadarkan bangsa Indonesia bahwa perpecahan di kalangan mereka sengaja diciptakan oleh Belanda agar kekuasaan kolonialismenya di Indonesia dapat dilanggengkan..

perdebatan itu semakin memanas sehingga mendorong pejabat setempat untuk mempertemukan dua pihak yang berbeda pendapat. 126. Upaya ini merupakan cita-cita AII di bidang sosial untuk meningkatkan kesejahtraan para anggotanya.op. 45 Akhirnya perdebatan masalah boleh atau tidaknya penulisan Al-Qur’an dengan huruf latin yang dilakukan dari kumpulan pembela K. koperasi. . protes tersebut tidak ditanggapi pihak pemerintah. Namun.S. Sehubungan dengan itu. rumah sakit.000 kaum muslimin mengikuti debat terbuka. hlm. hlm.H Ahmad Sanusi dengan mengirim surat kepada pemerintah. dan baitul maal. hlm.H Ahmad Sanusi adalah mendirikan dan mengelola sekolah. mengingat posisi pemerintah yang mendukung ulama Pakauman. Pandangan tersebut direnpon dengan keras oleh K. pihak komite mengambil keputusan bahwa mentransliterasi Al-Qur’an ke dalam huruf latin itu hukumnya dibolehkan. Sesampai K.H Ahmad Sanusi dengan kumpulan ulama Pakauman itu ternyata tidak hanya dihadiri oleh kedua kelompok itu saja. yayasan anak yatim-piatu.H Uyek Abdullah merupakan pikiran yang mengundang rasa tidak aman sehingga menimbulkan kerusuhan.46 Dan upaya lain yang dilakukan K. Melainkan dari berbagai organisasi keIslaman dan kalangan pers serta 15. S. beliau meminta untuk segera mengambil keputusan..H Uyek Abdullah kemudian menulis sebuah buku yang isinya menetapkan bahwa orang yang menulis Al- Qur’an ke dalam huruf latin adalah kafir sehingga halal darahnya untuk dibunuh..H Ahmad Sanusi di Sukabumi. 129-130.H Ahmad 45 Miftahul Falah.47Dan pada tahun 1939 tepatnya pada tanggal 29 Februari.cit. K. Sampai akhirnya. 72 pengasingannya di Sukabumi dengan menjadi tahanan Kota. 47 Ibid. keputusan yang diambil oleh Komite mengundang ketidakpuasan kelompok ulama Pakauman. Mereka sependapat dengan K. 131. Tentunya.H Ahmad Sanusi bahwa tidak ada satu pun dalam A-Qur’an yang mengharamkan transliterasi itu. Surat yang dikirim tanggal 27 Februari 1937 itu mengatakan bahwa pandangan K. Setelah mendengar penjelasan masing-masing pendapat.. Gubernur Tjarda (seorang) mencabut status K. 46 Ibid. toko.

Dan juga sempat menemui K. bahwa menurut G.H Ahmad Sanusi merupakan seorang ulama yang memiliki kecerdasan luar biasa. AII sudah mendirikan sekitar 69 sekolah di bagian daerah. 152-154. . Dengan alasan.49 Sampai tahun 1940-an. Dalam pandangan Pijper. pimpinan Shumubu. S. hlm. 51 Ibid. 161. F. beliau tidak akan berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lainnya untuk memperluas pengaruhnya di kalangan masyarakat.H Ahmad Sanusi yaitu AII. mengutus beberapa stafnya untuk menemui sejumlah ulama terkemuka di Pulau Jawa salah satunya H. Sementara itu. terutama di daerah Priangan dan Bogor. 50 Ibid. hlm. L.. Karena menurut Pemerintah Militer Jepang. hlm. Kolonel Horie. 73 Sanusi sebagai tahanan kota.H Ahmad Sanusi dicabut statusnya sebagai tahanan kota.51 48 Miftahul Falah.. K. Pemerintah Militer Jepang pun akhirnya mendirikan Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia (Masjoemi) pada Oktober 1943.50 Dan pada saat Jepang berhasil menguasai Indonesia dengan adanya peperangan antar Jepang dan Pemerintahan Hindia Belanda.S.H Ahmad Sanusi di Pesantren beliau agar mau bekerja sama membangun Lingkungan Kemakmuran Asia Timur Raya. Abdul Muniam Inada. termasuk AII. Keahliannya di bidang Tafsir mengundang kecemburuan dari kalangan ulama Pakauman karena hasil penafsirannya mampu menggoyahkan tradisi yang telah dibangun oleh mereka. ormas Islam pun dibubarkan. dan MIAI. Tujuannya jelas untuk memobilisasi umat Islam membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. hlm.cit. Pijper yang menggantikan Gobee sebagai Adviseur Indlandsche Zaken mengirim surat kepada Gubernur Jenderal A. 131..op. di Non-aktifkan dan dibubarkan oleh penguasa Jepang. Tjarda. organisasi yang dibubarkannya dipandang tidak optimal dalam memobilisasi umat Islam.. Ia berpandangan bahwa ketakutan mendalam yang diperlihatkan oleh sebagian pejabat setempat merupakan sesuatu yang berlebihan dan tidak mendasar. pada awal tahun 1943 pendekatan Jepang terhadap golongan Islam gencar dilakukan. 49 Ibid. Semua kegiatan organisasi diIndonesia termasuk organisasi yang didirikan K. W. 152.48 Dan Pijper yakin bahwa seandainya K.

54 Sampai menjelang kemerdekaan republik Indonesia. S.53 Namun.H Abdul Halim diangkat menjadi wakil POII dan POI dalam Masjoemi. K. 54 Miftahul Falah. H. AII dihidupkan kembali bersama-sama dengan Persjarikatan Oelama Islam (POI) pimpinan K. 164. S.. loc. yakni meminta agar AII dihidupkan kembali. hlm. cit. Posisi K.H Ahmad Sanusi kembali ke Sukabumi 52 Miftahul Falah. Kemudian. Sejak tanggal 1 Februari 1944. beliau mengadakan konsolidasi dengan mengajukan syarat kepada Pemerintah Militer Jepang. Munandi Shaleh.H Ahmad Sanusimenjadi salah seorang pengajar latihan Kyai di Jakarta yang diselenggarakan untuk mengadakan konsolidasi politik Jepang terhadap umat Islam dan diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Daerah Bogor(Giin Bogor Shu Sangi Kai).H Ahmad Sanusi pada waktu itu sebagai ulama dan menurut kalangan Jepang.H Ahmad Sanusi dan K. hlm.H Ahmad Sanusi tercatat sebagai anggota panitia Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). 53 Wawancara dengan Drs. ulama sangat berpengaruh bagi umat Indonesia. K. K.H Ahmad Sanusi kemudian duduk di jajaran pengurus Masjoemi.S. Dan dengan selesainya Perang Kemerdekaan 1949.52Ketika beliau dimintai untuk bekerja sama dengan perorangan Jepang. Sejak akhir Mei 1944. 162-163.H Abdul Halim dari Majalengka.cit. Kemudian K.H Ahmad Sanusi yang diminta untuk bekerja sama membangun Lingkungan Kemakmuran Asia Timur Raya pun pada dasarnya tidak menolak tawaran kerja sama tersebut. namanya dicoret dari keanggotaan BPUPKI karena ia dianggap terlalu banyak memihak Islam.H Ahmad Sanusi bukan berarti beliau berposisi sebagai boneka Jepang. Sikap kooperatif yang diperlihatkan oleh K. Bahkan K. Pemerintah Militer Jepang tidak keberatan atas syarat terrsebut selama K. Kerja sama yang beliau perlihatkan semata-mata sebagai bentuk strategi dalam perjuangan membebaskan bangsa Indonesia dari penguasaan bangsa asing. .op.. pada tanggal 11 Februari 2014.H Ahmad Sanusi mau mengubah anggaran dasarnya dan mengubah nama organisasi tersebut menjadi Persatoean Oemat Islam Indonesia (POII).S. 74 K. Hal ini dilakukannya dengan tujuan agar kelak Indonesia merdeka menjalankan peraturan yang berdasarkan syariat Islam.

Pada saat itu. pada tanggal 11 Februari 2014. Dan mata pelajarannya pun menyangkut keislaman.55Sosok K. op. belum dimasukkan mata pelajaran yang memberikan pengetahuan umum pada siswanya. 57 Miftahul Falah. hlm. S.H Ahmad Sanusi dipanggil menghadap Illahi. salah satunya rencana mempersatukan POII dengan POI. 75 untuk membangun masyarakat Sukabumi di bawah naungan NKRI. S.H Ahmad Sanusi menerbitan Tamsyiyatul Islamiyah.H Ahmad Sanusi mempersiapkan prasarana. K. S. pesantren tersebut cukup diminati sehingga pada awal berdirinya cukup banyak santri yang masantren di Pesantren Gunung Puyuh. 201. Pada akhir tahun 1934.S.137-140.Ag.H Ahmad Sanusi berkeinginan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan.H Ahmad Sanusi mendirikan sebuah pesantren kecil yang kemudian dikenal dengan Pesantren Gunung Puyuh. 56 Wawancara dengan K. Meskipun demikian.H. Sementara itu. loc.cit. dalam perannya sangatlah aktif di keagamaan maupun politik.S. K. Karena beberapa pekerjaan menunggu untuk diselesaikan. Kurikulumnya telah dirancang yaitu seorang siswa akan dianggap berhasil menyelesaikan pendidikannya di pesantren tersebut setelah belajar selama 9 tahun.H Ahmad Sanusi Selain K.. beliau mendirikan masjid dan sebuah bangunan sederhana. itulah yang dinilai oleh saya dan masyarakat pada umumnya. hlm. Ahmad Sanusi adalah seorang ulama tradisional yang modern dan berkharismatik yang tinggi. Masa belajar yang sembilan tahun itu dibagi ke dalam tiga jenjang atau kelas sehingga tiap-tiap kelas akan diselesaikan selama tiga tahun. beliau pun mempersiapkan lembaga pendidikan dari aspek organisasi dan kurikulum. Beliau memutuskan akan memberi nama Syamsul Ulum terhadap lembaga pendidikan yang akan didirikannya. 55 Miftahul Falah. Tuhan berkehendak lain karena pada tahun 1950 K. 56 3. .H Ahmad Sanusi. cit.57 Selain K. Akan tetapi.H. Anwar Sanusi. Perluasan Pesantren K. Berita wafatnya Ajengan Sanusi begitu cepat menyebar dan dalam waktu yang sekejap ribuan umat Islam berkumpul di Pesantren Gunung Puyuh. K. ketika beliau menjadi tahanan kota di Sukabumi..

S. Pada tanggal tersebut. namun pada waktu itu belum tercatat di Kementrian Agama.H.59 Tepatnya perguruan Syamsul Ulum didirikan ini lantaran penuhnya santri yang belajar kepada beliau ketika di Pesantren Cantayan yaitu pesantren ayahnya K. Mengapa bisa rata dengan bangunan-bangunan ini? karena dari sinilah terlihat. dan kitab-kitab karagannya yang sangat bermanfaat sebagai acuan belajar santri 58 Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi dirikan tanpa beliau meminta bantuan materi sedikit pun hingga berdirilah lembaga salafiah. pada tanggal 20 Desember 1937 Perguruan Syamsul Ulum secara resmi mulai menjalankan program pendidikannya.58 Pada zaman kepemimpinan K. Hal ini disebabkan karena kebiasaan yang berkembang di masyarakat yang menamai sebuah pesantren disesuaikan dengan nama kampung tempat pesantren berdiri. bahwa tidak adanya dana sedikit pun dari pemerintah akan tetapi atas bantuan tenaga masyarakat sekitar yang memang gigih dan ikhlas membantu untuk mendirikan Pesantren Gunung Puyuh yang K.op.H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi.Ag..cit. karena pada waktu itu santri Syamsul Ulum tidak diperbolehkan untuk menjadi birokrat. lamanya belajar di Syamsul Ulum diubah menjadi 12 tahun dengan jenjang kelas tetap. dengan adanya metode-metode dalam mengajar. K.Meskipun pesantren Gunung Puyuh telah diperluas dan namanya diganti menjadi perguruan Syamsul Ulum. pada tanggal 11 Februari 2014 . 145-148. Aab Abdullah S. S. namun tetap juga bisa terlihat kali itu di belakang. Setelah dianggap cukup siap.H Ahmad Sanusi saat itu juga disekitar masjid pesantren Syamsul Ulum ini adalah kali seperti sungai kiranya. Dari kekharismatikan beliau pula masyarakat gigih bantu membangun dan banyak juga yang mengaji dengan beliau pada waktu itu.. namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama pesantren Gunung Puyuh. dan ‘Aliyah. hlm. M. Diadakannya sekolah pada waktu itu dengan tahapan I’dadiyah. 59 Wawancara dengan Drs. 76 Beberapa bulan kemudian. Tsanawiyah. Ip. Dengan pengajaran yang beliau terapkan berbeda dengan pesantren lain. jelaslah kiranya bahwa perguruan ini berdiri sebagai perluasan Pesantren Gunung Puyuh yang telah didirikan pada akhir tahun 1934 oleh K.

IPS. 61 Wawancara dengan Drs.60 Dan jika dilihat pada masa sekarang ini. Ahmad Sanusimenginginkan. Perbedaan kurikulum Syamsul Ulum pada masa kepeminpinan K. MTS. dan da’wah. perjuangan. dan kemudian digantikan oleh K. Aab Abdullah S.Ag. Pada saat K. MA. pada tanggal 11 Februari 2014. dll. K. pada tanggal 11 Februari 2014.H Ahmad Sanusi yang masih dipakai dari dulu hingga sekarang adalah kitab Tafsir(Raudhatul ‘Irfan) dan (Tamsyiyatul Muslimin). Ip. Namun.Ag. dan banyak kitab-kitab yang lainnya. santrinya tetaplah banyak. yang belajar di perguruan Syamsul banyak memakai karangan K. K. Ahmad Sanusi menerapkan tiga ajaran yang dijadikan pedoman para santrinyayaitu pendidikan.H. Qosidah. kini Syamsul Ulum memiliki beberapa jenjang. dan keagamaan. 77 Syamsul Ulum hingga saat ini. Dan juga lebih di perbanyak lagi dalam kegiatannya seperti adanya kesenian seperti Marawis. ilmu- 61 ilmu umum yang diajarkan.H Ahmad Sanusi di Pesantren Syamsul Ulum saat ini yaitu kitab Raudhatul ‘Irfan dan juga kitab Tamsyiyatul Muslimin. M. sampai STAI Syamsul Ulumnya pun ada.H Ahmad Sanusi. Dan kitab yang masih dipakai dari karangan K. Anwar Sanusi S. Sudah barang tentu pengajaran disini tidak akan ingin tertinggal jauh dari pada kemodernan saat ini. Dan jika dilihat di MA Syamsul memiliki jurusan IPA.H. dari mulai adanya TPA. Hingga banyaknya para santri yang masantren pada waktu itu mencapai 1000. agar kelak santrinya mendirikan pesantren jika sudah tamat belajar di Syamsul Ulum. tetap keagamaannya juga diutamakan. dan kitab lainnya.H. .H Aceh Zarkasyi. serta adanya Jumlah dari pada santri putra yang belajar di Syamsul Ulum adalah 200 santri.H Ahmad Sanusi meninggal pun. dari semua jenjang menggunakan dari beberapa kitab karangan K. K.H Ahmad Sanusi dengan masa sekarang ini adalah bahwa kurikulum yang diajarkan bercampur dengan kitab-kitab juga pendidikan umumnya juga diadakan.H. 60 Wawancara dengan K. MI. ditambah lagi dengan adanya pengajaran Tahfidz bagi santriwan dan santriwati atau pun yang sekolah di perguruan Syamsul Ulum.

H Ahmad Sanusi lainnya. Mereka bukan hanya kuliah. Hasanudin M.62 Namun di Pesantren Syamsul Ulum putri. Disini juga memakai organisasi layaknya OSIS. Dan jika di pesantren putri itu OSPI. K.H. Jika organisasi yang di Madrasah adalah OSIMA (Organisasi Madrasah). pada tanggal 11 Februari 2014. .H.Ag.H Ahmad Sanusi itu adalah ulama tradisional yang modern dan dipercayai kepandaian beliau dengan dilihat dari beberapa peran K. jumlah santrinya sebanyak 500an santriwati.H Ahmad Sanusi yang pertama kali menerapkan sekolah-sekolah mewah dengan adanya bangku. masyarakat sangat menyadari bahwa K. kursi dan metode yang diajarkannya pun berbeda dari pesantren-pesantren lain karena tujuan beliau ingin semata-mata menterdepankan pendidikan agar bangsa Indonesia ini tidak dikalahkan oleh negara lain yang ingin menguasainya pada saat itu. pada tanggal 11 Februari 2014. Adapun visi misinya dari Pesantren Syamsul Ulum adalah mencetak kader-kader ulama yang Tafaqu Fiddin. pada tanggal 11 Februari 2014. Namun. dari kebanyakan anak mahasiswa-wi dari STAI Syamsul Ulum sebanyak 35 orang. namun juga ikut mengaji di Pesatren Syamsul Ulum. 63 Wawancara dengan Drs.H. Dan beliau sangat berpegang teguh pada keagamaan walaupun aktifnya K. Dan yang bertugas untuk membantu ketua yayasan mengelolah Pesantren. Hasanudin M.63 K. Dari sini. Beliau sangat menyemangati muridnya untuk selalu bercita-cita yang tinggi karena tidak harus semua orang yang lulus dari Pesantren itu mesti menjadi Kyai. 78 Adapun saat ini Syamsul Ulum Putra menerapkan organisasi yang layaknya seperti OSIS.64 62 Wawancara dengan K. yaitu OSPA. Dan dengan itu beliau merasa ingin ada perubahan bahwa tidak semua orang yang belajar di Pesantren itu monoton. K.Ag.Ag. namun namanya berbeda yaitu Organisasi Santri Putri (OSPI). di putranya OSPA (Organisasi Snatri Putra). beliau juga mengharapkan untuk mendirikan pesantren yang sudah selesai belajar olehnya. Anwar Sanusi S.H Ahmad Sanusi dalam ruang lingkup politik. 64 Wawancara Drs.

H Ahmad Sanusi merupakan salah seorang ulama tradisional dan ulama yang produktif.H Ahmad Sanusi hingga seratus lebih. Distrik Cibadak. Kitab Ilmu Bayan. Kitab Sejarah. 2. Beliau dilahirkan pada tanggal 12 Muharram 1306 H. dll.H Ahmad Sanusi dalam Pendidikan Islam. Beliau aktif pada dunia pendidikan dan penerbitan. Kitab Ilmu Bahasa Arab. BAB V PENUTUP A. Kitab Hadits. Beliau 79 . Kitab Ilmu Mantiq. dengan banyaknya karya-karya K. Bertepatan dengan tanggal 18 September 1888 M. kursi dan metode yang diajarkannya pun berbeda dari pesantren-pesantren lain karena tujuan beliau ingin semata-mata menterdepankan pendidikan agar bangsa Indonesia ini tidak dikalahkan oleh negara lain yang ingin menguasainya pada saat itu. Kesimpulan Dari seluruh uraian yang telah di bahas pada bab sebelumnya. (2). Kitab Jum’ah. Beliau yang pertama kali menerapkan sekolah-sekolah mewah dengan adanya bangku. Afdeeling Sukabumi).H Ahmad Sanusi dalam Pendidikan Islam” yang telah penulis teliti. Dan.H Ahmad Sanusi pada organisasi yang didirikannya sendiri dengan nama Al-Ittihadiat al-Islamiyah (AII) yang merupakan organisasi masa hasil fusi antara PUI dan PUII. maka dalam bab ini penulis akan menarik kesimpulan secara umum dari pembahasan tentang “Peran K. diantaranya: Kitab Tafsir al-Qur’an. 3. Kitab Munadoroh. Keaktifan K. dan beliau tidak hanya berperan aktif dalam pendidikan Islam namun dalam politik pun beliau aktif. Kitab Ilmu Fiqh. Di kampung Cantayan Desa Cantayan Kecamatan Cantayan. Kitab Ilmu Bade’. diantaranya sebagai berikut: (1). Adapun kesimpulannya. Dan K. Adapun Peran K. (3). Kabupaten Sukabumi. Kitab Akhlak. K. Jawa Barat (daerah tersebut dulunya bernama kampung Cantayan Desa Cantayan Onderdistrik Cikembar.H Ahmad Sanusi adalah seseorang yang sangat gigih dalam perjuangannya. Kitab Ilmu Tauhid. sebagai berikut: 1.

H Ahmad Sanusi yang tidak hanya aktif pada segi pendidikan agama melainkan pada segi pertahanan negara. saran-saran yang dapat penulis kemukakan agar sekiranya bisa menjadi manfaat. Bahwa saat ini seorang ulama ataupun generasi-generasi selanjutnya dapat melihat dari sisi perjuangan K. 2. 2.H Ahmad Sanusi dan perannya dalam pendidikan Islam yang sangat gigih dalam perjuangannya. agar melahirkan umat Indonesia menjadi umat yang menterdepankan keagamaan (Beragama) dan berintelektual. C. diantaranya: 1. sebagai berikut: 1. Dan dapat terinspirasi pada semua umat untuk mendirikan lembaga pendidikan khususnya Pendidikan Agama Islam (Pesantren) di Indonesia seperti halnya K. . sebagai gambaran kehidupan seluruh manusia yang dapat membawa kebaikan bagi dirinya dan bagi orang lain di dunia maupun diakhirat kelak.H Ahmad Sanusi. Tidak hanya untuk mengetahui sosok K. B. 3. Dapat pula memotivasi untuk para ulama dan generasi selanjutnya agar menjadi orang yang produktif dalam membuat karya dari karangan sendiri pada bidang pendidikan Islam khususnya. Saran-saran Setelah penulis menguraikan hal-hal tentang peran K. namun juga dapat menjadikan kaca perbandingan dalam kehidupan umat generasi penerus dan dapat terus menterdepankan pendidikan Islam. Dan bagi umat seluruhnya dapat menjadikan K. Implikasi Dalam pembahasan ini tentunya memiliki beberapa implikasi. Maka.H Ahmad Sanusi sebagai sosok ulama tradisional yang tidak tergerus oleh zaman. 80 memperluas Pesantrennya dengan menjadikan suatu lembaga yang berdiri hingga saat ini.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam.

Asas-asas Pendidikan Islam. Falah.. Filsafat Pendidikan Islam. Teologi Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Pustaka Setia. Armai. Menjadi Peneliti Kualitatif. Jalaluddin. Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Jalaluddin dan Drs. Reformulasi Pendidikan Islam. 2006).H Ahmad Sanusi. (Jakarta: CRSD PRESS. (Jakarta: Pustaka Al-husna. DAFTAR PUSTAKA A.blogspot. Miftahul. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. (Jakarta: PT. (Jakarta: PT.1. Abdullah. 2004). Arifin. Bina Aksara 1987). Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. 1988).. Jalaluddin dan Drs. _______. Hasan. (Jakarta: PT.l. cet. Pendidikan Agama Islam. April 2005). (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semester. Arief. Daulay Putra.Malang Press. Diakses pada tanggal 18 September 2013. (Masyarakat Sejarawah Indonesia: Maret 2009). M. (Malang: UIN. Danim. cet. Amin. _______.. (Jakarta: PT. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Raja grafindo Persada. 2002).. Mei 2008). Usman Said.html. Sudarwan. Filsafat Pendidikan Islam konsep dan perkembangan Dr.. Muhammad. Daud Ali. http://ahmadalim.com/2010/08/kh-ahmad-sanusi. cet. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. RajaGrafindo Persada. 2007). Fatah.. Langgulung.. (Jakarta: Ciputat Pers. Haidar. Yasin.. 1. Riwayat Perjuangan K. 81 . Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. 1996). Juli 2002). Usman Said. (Bandung: CV. 2002). 2005). Metodologi Penelitian Agama Pendekatan Multi Disipliner.

2001). (Bandung:PT.2. 2001). Remaja Rosdakarya. _______. Andi Bahruddin Malik. 2007). _______. 1978). (Bandung.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan Nasional. cet.:Pustaka Setia. (Sukabumi: Ketua Umum MUI. Ahmad. Ulama dalam Penyebaran Pendidikan dan Khazanah Keagamaan. . Marimba D. (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2013). Muhaimin. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam.. Mohammad. Subana dan Sudrajat. 21 September 2011). 1999). 1980). Shaleh.4.. (Bandung: PT. Abuddin . K... 2006). (Jakarta: PT. Paradigma Pendidikan Islam . cet. (Jakarta: Kencana. (Jakarta: Gema Insani Press. Rosehan Anwar dan Drs. (Jakarta: Bina Aksara. (Jakarta: PT. (Sukabumi. 1. K. Nata. Tafsir. Ahmad. Raja Grafindo Persada. 2005). (Jakarta: Bulan Bintang. Munandi. Kapita Selekta Pendidikan (Islam Dan Umum). 7. At-Tadbir: 2013).. 82 _______. Pedoman Penulisan Skripsi. (Bandung: Al- Ma’arif. Nizar. Pringggondani Berseri. cet. _______. 1991). Pengantar Dasar-Dasar Pemikiran Pendidikan Islam. Samsul . Desember 2003). 4. Ilmu Pendidikan Islam. M.Remaja Rosdakarya.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan Nasional. Tokoh-tokoh Islam Yang berpengaruh Adab 20. cet. (Jakarta: Penerbit Gaya Media Pratama. _______. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta: Gaya Media Pratama. Ilmu Pendidikan Islam Dalam Perspektif Islam. Herry dkk. Sebagai Pola Pengembangan Metodologi. 2002). cet. Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. 2010).. Filsafat Pendidikan Islam (Edisi Baru).

(Jakarta: Bumi Aksara. M. Raharja Umar. Munandi Shaleh. 1997). Wawancara dengan Drs. (Jakarta: Bumi Aksara 2009). Filsafat Pendidikan Islam. Wawancara dengan Drs. M.H. Sejarah Pendidikan Islam. (Bandung: CV. Anwar Sanusi S. pada tanggal 11 Februari 2014. (Jakarta: Rangka Cipta.. September 2003). Uhbiyati.Ag. Pertama. pada tanggal 11 Februari 2014. 1995). Wawancara dengan K. 1997). (Jakarta: PT. (Jakarta: Biro Hukum dan Organisasi. Aab Abdullah S. Ilmu Pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. K.. Ip. H. pada tanggal 11 Februari 2014. Nur. Bumi Aksara. pada tanggal 11 Februari 2014. Filsafat Pendidikan Islam. Pengantar Pendidikan .H Hasanudin. cet 1. 1991). Mahmud. cet. 83 Tirta. dkk.. 1988). Wawancara dengan Drs.Ag. Mutiara Sumber Widya.Ag. . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS. _______. Pustaka Setia. Yunus. Zuhairini dkk. K.(Jakarta: PT. _______.H.

H Ahmad Sanusi Ket: Gambar ini pada tahun 1939 Ket: Gambar ini pada tahun 1942 2.H Ahmad Sanusi . Gambar K. Gambar Makam K. LAMPIRAN-LAMPIRAN 1.

4. Gambar Menuju Komplek Pesantren Syamsul Ulum.H Hasanudin M. Gunung Puyuh Sukabumi hingga saat ini. Gambar Drs. K. 5. Gunung Puyuh.Ag Keterangan: Beliau adalah yang penulis wawancarai dalam pembahasan Skripsi ini (Beliau menjabat sebagai ketua Yayasan Pesantren Syamsul Ulum Putri. Gunung Puyuh Sukabumi.H Ahmad Sanusi) . Gambar Masjid Pesantren Syamsul Ulum. Sukabumi (Masjid tersebut yang masih dipakai untuk belajar para santri).3. dan beliau juga merupakan menantu cucu K.

Gambar K.H Anwar Snusi S.Ag Keterangan: Beliau adalah yang penulis wawancarai dalam pembahasan Skripsi ini (Beliau menjabat sebagai ketua Yayasan Pesantren Syamsul UlumPutra. Gunung Puyuh Sukabumi hingga saat ini.Ip.H Ahmad Sanusi) .6. Gambar Drs. K. M.H Ahmad Sanusi) 7.Ag Keterangan: Beliau adalah yang penulis wawancarai dalam pembahasan Skripsi ini (Beliau juga merupakan Alumni dari Pesantren K. dan beliau juga merupakan Alumni dari Pesantren K.H Aab Abdullah S.

9. dan beliau juga seseorang yang dipercayai oleh keluarga K. .H Ahmad Sanusi dalam penyimpanan dokumentasi K.H Ahmad Sanusi serta beliau pula yang menulis ulang dari beberapa karangan K. Munandi Shaleh M. K.8. H. M. Dr.H.H Ahmad Sanusi dan dan beliau juga orang yang membuat tulisan terkait dari semua riwayat perjuangan K.H. Gambar Prof. Gambar Drs. Deddy Ismatullah S.H Ahmad Sanusi kemudian menerbitkanya kembali.Si Keterangan: Beliau adalah yang penulis wawancarai dalam pembahasan Skripsi ini (Beliau juga merupakan Alumni dari Pesantren Syamsul Ulum.

Dan Beliau juga Merupakan Cicit dari K.Keterangan: Beliau adalah Penerus Pimpinan Pesantren Syamsul Ulum.H Ahmad Sanusi. Gunung Puyuh Sukabumi dari 2006 sampai sekarang. 10. Gambar Lembaran Sistem Pengajaran Di Pesantren Syamsul Ulum Pada Masa Pimpinan K.H Ahmad Sanusi. .

2. Dan K. Beliau yang pertama kali menerapkan sekolah-sekolah mewah dengan adanya bangku.H Ahmad Sanusi mendirikan Pesantren pertamanya yang bernama Pesantren Genteng.H. hingga berubah perluasan pesantren menjadi Syamsul Ulum pada tahun 1930-1934 yang masih berdiri hingga saat ini. Hasanuddin M.. 1. Beliau sangat menyemangati muridnya untuk selalu bercita-cita yang tinggi karena tidak harus . Bagaimana sosok K. Wb. dan tidak hanya di keagamaan beliau berperan namun di politik pun beliau aktif. Dan dengan itu beliau merasa ingin ada perubahan bahwa tidak semua orang yang belajar di Pesantren itu monoton. Sehingga pada saat itu. kursi dan metode yang diajarkannya pun berbeda dari pesantren-pesantren lain karena tujuan beliau ingin semata-mata menterdepankan pendidikan agar bangsa Indonesia ini tidak dikalahkan oleh negara lain yang ingin menguasainya pada saat itu. K.H Ahmad Sanusi menurut Bapak.. dan masyarakat pada umumnya? Jawaban: K.H Ahmad Sanusi adalah seseorang yang sangat gigih dalam perjuangannya. atas dorongan ayahnya karena banyaknya anak murid yang diajarkan K.H Ahmad Sanusi pulang dari Makkah kurang lebih selama 5 sampai 7 tahun. Bagaimana sejarah berdirinya pondok pesantren Syamsul Ulum? Jawaban: Pada saat K.Kepada Yth.Ag Kepala Yayasan Syamsul Ulum (Putri) Di – Sukabumi Assalamu’alaikum Wr.H Ahmad Sanusi sempat mengajar terlebih dahulu di Pesantren Cantayan (Pesantren Ayahnya) setelah pulang dari Makkah selesai menunaikan haji dan menuntut ilmu disana. K.H Ahmad Sanusi. Dan memutus untuk mendirikan Pesantren sendiri. Drs.

H Ahmad Sanusi dalam Pendidikan Islam? Jawaban: Yang sangat saya kagumi dari beberapa peran K. Dan keaktifan beliau dalam berdebat di Makkah dengan para penuntut ilmu dalam masalah keagamaan sangatlah tidak diherankan. Dari kitabnya yang unik. Hingga kebiasaan berdebatnya.H Ahmad Sanusi.H Abdul Muluk di Makkah. bahwa dari hadirnya kitab tersebut membuat bahaya bagi Pemerintah Belanda di kota Sukabumi. Namun beliau juga mengharapkan untuk mendirikan pesantren yang sudah selesai belajar olehnya. masyarakat sangat menyadari bahwa K. beliau terapkan di kota sendiri yaitu Sukabumi sepulang dari Makkah. Beliau aktif debat dengan .H Ahmad Sanusi terhadap perjuangannya dalam pendidikan Islam? Dan apa saja peran K. 3. Akan tetapi. Dan beliau sangat berpegang teguh pada keagamaan walaupun aktifnya K. Yang pada waktu itu juga beliau mulai mengenal Sarikat Islam (SI) dan aktif didalamnya karena pertemuannya dengan K. Dari sini.H Ahmad Sanusi dalam ruang lingkup politik. dan banyak guru- guru yang belajar oleh beliau karena akibat buku tafsir karangan beliau tersebut.semua orang yang lulus dari Pesantren itu mesti menjadi Kyai. Sudah barang tentu keahlian beliau dalam menafsirkan itu Al-Qur’an sangat baik.H Ahmad Sanusi lainnya. Bagaimana peran K. Dengan banyaknya pengaruh keagamaan dari K. karena ilmu yang diterapkan itu dari ilmu para ulama-ulama Makkah. Karena dari kitab inilah Pemerintah Belanda pada waktu itu melarang untuk dapat dikembangkan dan disebarluaskan. beliau disana malah semakin aktif dalam peran keagamaannya. membuat Pemerintah Belanda Geram untuk menahan beliau hingga beliau dipindahkan di Jakarta dalam pengasingannya.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam bahwa kehebatan beliau yang membuat karangan kitab yaitu kitab Raudhatul ‘Irfan.H Ahmad Sanusi itu adalah ulama tradisional yang modern dan dipercayai kepandaian beliau dengan dilihat dari beberapa peran-peran K. Bagi Pemerintah Belanda. namun bermanfaat yaitu kitab tafsiran Al-Qur’an yang di terjemahkan ke dalam logatnya beliau (Sunda) yang lainnya pun tidak ada yang seperti beliau dan pastinya tidak dibolehkan oleh Pemerintah Belanda.

Organisasi Fusi yang berawal POI dan POII disatukan menjadi organisasi AII hingga masih aktif sampai saat ini. Dengan prinsipnya yang kuat. dan tidak adanya kemunafikan pada diri beliau. Bagaimana sistem organisasi yang dikembangkan oleh pesantren Syamsul Ulum pada saat ini? Jawaban: Disini memakai organisasi layaknya OSIS. namun kita juga masih memakai kitab dari karangan K.H Abdul Halim membuat oganisasi AII yang telah mereka rencanakan selama di Makkah akhirnya terwujud. difahami dan lebih mendalam dalam menafsirkannya. namun namanya berbeda yaitu Organisasi Santri Putri (OSPI).H Ahmad Sanusi selian Raudhatul ‘Irfan juga memakai kitab Tamsyiyatul Muslimin yang juga dari karangan beliau.H Ahmad Sanusi siapa pun yang berpihak kepada Belanda itu dianggapnnya sebagai musuhnya. kitabnya yang masih di pakai di Pesantren Syamsul Ulum saat ini adalah kitab Raudhatul ‘Irfan. yang lebih enak didengar. Karena menurut saya.H Ahmad Sanusi yang lain. adalah keproduktifan beliau dalam membuat tulisan. . menjadi adanya Perdebatan beliau dengan ulama Pakauman hingga membuat K. bagi K. K. kita memakai dari beberapa kitab yang tidak jauh berbeda dengan Pesantren lain. Mereka bukan hanya kuliah namun juga ikut mengaji di Pesatren Syamsul Ulum. 4. peran K. Yang bertugas untuk membantu bapak mengelolah Pesantren. 5.kalangan ulama Pakauman (ulama yang berpihak pada Belanda) dan kalangan Elite Birokrasi (orang yang memiliki jabatan di Sukabumi).H Ahmad Sanusi ingin dijauhi dari kampung halamannya oleh ulama Pakauman. Karena jika dicermat. Kurikulum apa saja yang dipakai oleh pondok pesantren Syamsul Ulum?(kitab2 yang dikaji) Jawaban: Untuk masalah itu. dari kebanyakan anak mahasiswa-wi dari STAI Syamsul Ulum sebanyak 35 orang. Dan inisiatif beliau dengan K.H Ahmad Sanusi yang tidak kooperatif terhadap Belanda. Dan tentunya. bacaan kitab tersebut diterjemahkan dengan bahasa yang lain.

Apa saran bapak terhadap pendidikan Islam. 8. dan apa pendapat bapak tentang hasil yang telah di capai oleh KH. Dan juga tidak sedikit yang mengajar di Pesantren Syamsul Ulum ini adalah dari para alumni. dan uliyyah serta ada juga Ma’had Ali (tingkah pengajian para orang tua). khususnya di kota Sukabumi.6. . metode pengajaran yang di terapkan menjadi berkembang pada saat itu. Awaliyah (Tingkat Satu). Sistem dan kegiatan apa saja yang masih dikembangkan dan dipertahankan oleh bapak untuk pondok pesantren Syamsul Ulum terhadap kontribusi K. Ahmad Sanusi dalam pengembangan pendidikan Islam pada semasa hidupnya? Jawaban: Dengan semangatnya beliau. Ahmad Sanusi? Jawaban: Yang jelas. Hingga sangat berbeda dengan Pesantren- pesantren yang lainnya. MA. bapak menginginkan agar pendidikan Islam tetap diterdepankan. Banyaknya semangat untuk mendirikan pesantren dan terus berkarya dalam karya keagamaan. sangat memberikan pengajaran yang baik kepada generasi-generasi sekarang dan perannya yang begitu kharismatik dapat menjadi kaca berbandingan bagi kita saat ini. Dan semangatnya pula dalam pemahaman umat terhadap makna Al-Qur’an. banyak yang mengajar di Pesantren Syamsul Ulum ini memiliki kegitan mengajar juga di Sekolah (MTS.H Ahmad Sanusi pada masa itu? Jawaban: Yaitu kegiatan mengajar dangan sistem Trapikal yaitu santri yang belajar disini harus melalui beberapa tahapan antara lain: I’dadiyah (Persiapan). Menurut bapak tentang hasilnya. Apa kontribusi KH. Ada berapa sumber tenaga pengajar 2013-2014? Jawaban: Sebanyak 35 orang. 7. 9. STAI) Syamsul Ulum. semanagat jiwa muda anak sekarang harus seperti jiwa orang zaman dulu.

Ada berapa jumlah santri pada tahun 2013-2014? Jawaban: Sebanyak 500-an murid 11. Salam Hormat. Menurut saya. 11 Februari 2014. Santri tidak perlu adanya kemewahan. sarana dan prasarana disini sudah cukup lumayan. . Jakarta. karena dari sinilah santri dapat bersungguh dapat menuntut ilmu Sukabumi. Maya Maryati. sengaja tidak dibuat mewah selain biaya yang masih kekurangan. di zaman dulu saja sangat miris jika dibandingkan dengan sarana dan prasarana sekarang.10. Apa saja sarana dan prasarana di pondok pesantren Syamsul Ulum? Jawaban: Sarana dan Prasarana disini biasa saja.

H Ahmad Sanusi hingga beliau rajin mengoleksi dan kemudian menjadikan buku terbitan baru untuk sekarang ini dari riwayat perjuangannya hingga karya-karya K. kurang lebih tahun 1933- 1934.H Ahmad Sanusi.. Assalamu’alaikum Wr. Diadakannya sekolah pada waktu itu dengan tahapan I’dadiyah. dan ‘Aliyah.Kepada Yth. Yang K. Kurikulum apa saja yang dipakai oleh pondok pesantren Syamsul Ulum?(kitab2 yang dikaji) . Munandi Shaleh yang dapat menjelaskan. dalam perannya sangatlah aktif di keagamaan maupun politik. 1.Ag Kepala Yayasan Syamsul Ulum (Putra). Karena beliaulah yang menyimpan dokumentasi-dokumentasi K. 2. H.H Ahmad Sanusi menurut Bapak.H Ahmad Sanusi. Bagaimana sejarah berdirinya pondok pesantren Syamsul Ulum? Jawaban: Dengan didirikan oleh K.H Ahmad Sanusi.H. Jika ingin lebih jelas lagi tentang sosok dan peran K. itulah yang dinilai oleh saya dan masyarakat pada umumnya.H Acep Zarkasyi. Sukabumi. 3. Yang berawal dari pesantren Genteng hingga pesantren Syamsul Ulum pada saat ini..H Ahmad Sanusi. bisa kepada bapak Drs.H Ahmad Sanusi meninggal dilanjutkan oleh anaknya yaitu K. Sehingga setelah pendiri pesantren Syamsul Ulum yaitu K. Wb. Bagaimana sosok K.H Ahmad Sanusi adalah seorang ulama tradisional yang modern dan berkharismatik yang tinggi.H Ahmad Sanusi pun ada. Anwar Sanusi S. dan masyarakat pada umumnya? Jawaban: Mengenai sosok K. K. Tsanawiyah. dan tepatnya pesantren Syamsul Ulum didirikan ini lantaran penuhnya santri yang belajar kepada beliau ketika di Pesantren Cantayan yaitu pesantren ayahnya K.

Jawaban: Kalau pada zaman K.H Ahmad Sanusi mengajar, kurikulumnya lebih
kepada kitab-kitab saja. Berbeda dengan saat ini, bahwa kurikulum yang diajarkan
itu bercampur dengan kitab-kitab juga pendidikan umumnya juga diadakan. Dan
kitab yang masih dipakai dari karangan K.H Ahmad Sanusi di Pesantren Syamsul
Ulum saat ini yaitu kitab Raudhatul ‘Irfan dan juga kitab Tamsyiyatul Muslimin,
dan banyak kitab-kitab yang lainnya.

4. Bagaimana sistem organisasi yang dikembangkan oleh pesantren Syamsul
Ulum pada saat ini? dan apa visi misi pesantren Syamsul Ulum saat ini?

Jawaban: Saat ini dipesantren Syamsul Ulum Putra menerapkan organisasi yang
layaknya seperti OSIS, yaitu OSPA. Jika di pesantren putri itu OSPI, di putranya
OSPA (Organisasi Snatri Putra). Dan organisasi yang di Madrasah adalah OSIMA
(Organisasi Madrasah). Dan visi misinya adalah mencetak kader-kader ulama
yang Tafaqu Fiddin.

5. Apa kontribusi KH. Ahmad Sanusi dalam pengembangan pendidikan Islam
pada semasa hidupnya?

Jawaban: Dengan cara pengajaran yang beliau terapkan berbeda dengan
pesantren lain, dengan adanya metode-metode dalam mengajar, dan kitab-kitab
karagannnya yang sangat bermanfaat sebagai acuan belajar santri Syamsul Ulum
hingga saat ini. Sampai membuat banyaknya para santri yang masantren pada
waktu itu mencapai 1000. Pada saat K.H Ahmad Sanusi meninggal pun dan
kemudian digantikan oleh K.H Aceh Zarkasyi, santrinya tetaplah banyak. Dan
K.H Ahmad Sanusi menerapkan tiga ajaran yang dijadikan pedoman para
santrinya yaitu pendidikan, perjuangan, dan dakwah. Dan beliau menginginkan
agar kelak santrinya mendirikan pesantren jika sudah tamat belajar di Syamsul
Ulum.

6. Sistem dan kegiatan apa saja yang masih dikembangkan dan dipertahankan
untuk pondok pesantren Syamsul Ulum terhadap kontribusi K.H Ahmad
Sanusi pada masa itu?

Jawaban: Yang masih dipertahankan dari kepemimpinan K.H Ahmad Sanusi
hingga sekarang adalah “pendidikan” yaitu sebagai penerus yang berilmu hingga
saat ini da sampai nanti , “perjuangan” yaitu amar ma’ruf nahi munkar serta tanpa
pamrih dan “dakwah” yaitu berlatihnya para santri untuk berdakwah dalam satu
minggu satu kali. Dan juga adanya barjanji, serta seninya pun ada disini seperti
marawis, qosidah, dan ada juga tahfidz, dll.

7. Apa saran bapak terhadap pendidikan Islam, khususnya di kota Sukabumi,
dan apa pendapat bapak tentang hasil yang telah di capai oleh KH. Ahmad
Sanusi?

Jawaban: Bahwasanya, masyarakat jangan samapai melebihi batas, yaitu terlalu
terpaku dengan keduniawian, harus di imbangi dengan keagamaan yang kuat.

8. Ada berapa sumber tenaga pengajar 2013-2014?

Jawaban: Tenaga pengajarnya hampir sama dengan yang di Putri, pengajar yang
di pesantren putri juga mengajar di putra. Bedanya, yang di putri pengajarnya
lebih banyak PR, dan di putra lebih banyak pengajar LK. Namun, jika pengajar
Tahfidz itu bisa campuran dari pengajar PR dan LK.

9. Ada berapa jumlah santri pada tahun 2013-2014?

Jawaban: Jumlah santri putra pada saat ini sekitar 200 santri.

10. Apa saja sarana dan prasarana di pondok pesantren Syamsul Ulum?

Jawaban: Layakya pesantren biasa, yang sederhana saja. Namun pasti adanya
peningkatan dari pada periode-periode masa lalu hingga saat ini.

Sukabumi, 11 Februari 2014.

Salam Hormat,

Jakarta,

Maya Maryati.

Kepada Yth.,

Drs. K.H. Aab Abdullah S. Ip, M.Ag.

Di –

Sukabumi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

1. Bagaimana sejarah berdirinya pondok pesantren Syamsul Ulum?

Jawaban: Sejarahnya yang dapat saya ceritakan, bahwa dahulu sebelum adanya
Syamsul Ulum itu K.H Ahmad Sanusi membangun pesantren Genteng, hingga
pada akhirnya berubah lebih diperluas tempatnya dengan dinamakan pesantren
Syamsul Ulum. Dan dahulu juga disekitar masjid pesantren Syamsul Ulum ini
adalah kali seperti sungai kiranya, namun tetap juga bisa terlihat kali itu di
belakang. Mengapa bisa rata dengan bangunan-bangunan ini? karena dari sinilah
terlihat, bahwa tidak adanya dana sedikit pun dari pemerintah akan tetapi atas
bantuan masyarakat-masyarakat sekitar yang memang gigih dan ikhlas membantu
untuk mendirikan Pesantren Syamsul Ulum yang K.H Ahmad Sanusi dirikan ini.
dari kekharismatikan beliau pula masyarakat gigih bantu membangun dan banyak
juga yang mengaji dengan beliau pada waktu itu.

2. Kurikulum apa saja yang dipakai oleh pondok pesantren Syamsul
Ulum?(kitab2 yang dikaji)

Jawaban: Kalau yang masantren disini banyak memakai karangan K.H Ahmad
Sanusi, dan jika dilihat di MA memiliki jurusan IPA, IPS, dan keagamaan. Sudah
barang tentu pengajaran disini tidak akan ingin tertinggal jauh dari pada
kemodernan saat ini. Namun, tetap keagamaannya juga diutamakan. Salah satu
kitab yang masih dipakai dari dulu hingga sekarang adalah kitab Tafsir karangan
K.H Ahmad Sanusi (Raudhatul ‘Irfan) dan (Tamsyiyatul Muslimin).

5. Minimnya sarana prasarana. 11 Februari 2014. Sukabumi.H Ahmad Sanusi yang ratusan dan tentunya manfaat dari kitab tersebut dapat dirasakan oleh para murid-murid beliau dengan terus memakai pedoman kitab karangan beliau dari periode ke periode selanjutnya.H Ahmad Sanusi pada masa itu? Jawaban: Di pesantren Syamsul Ulum ini.3. Jakarta. Salam Hormat. hal ini tentu terlihat tampil beda dari pada pesantren- pesantren yang lain. Sistem dan kegiatan apa saja yang masih dikembangkan dan dipertahankan oleh bapak untuk pondok pesantren Syamsul Ulum terhadap kontribusi K. namun tetap mencetak santri berkualitas yang baik. sistemnya seperti sistem klasikal adanya Tsanawiyah dan Aliyah namun belum tercatat di Kementrian Agama atau pun Departemen Agama. Maya Maryati. Apa saja sarana dan prasarana di pondok pesantren Syamsul Ulum? Jawaban: disini terlihat lumayan. Apa kontribusi KH. karena jika saya bandingkan dengan masa lalu itu sangat jauh berbeda. Ahmad Sanusi dalam pengembangan pendidikan Islam pada semasa hidupnya? Jawaban: Dari banyaknya karya K. . 4.

Mungkin jika ada yang berbeda.H Abdul Halim dan K. Dan pada tahun 1905. namun hanya berniat. argumen saya ini akan memberikan yang benar-benar otentik. Namun.Si. Di – Sukabumi Assalamu’alaikum Wr.H Ahmad Sanusi pernah diperlihatkan anggaran dasarnya. Ceritakan tentang profil K. Drs. 1. namanya langsung saja dimasukkan ke daftar nama-nama anggota SI. dan pada saat itu pula K. Apa saja peran K. namun beliau masuk SI tidak dibaiat.H Abdul Muluk mengajaknya masuk ke SI pada tahun 1913. K.H Ahmad Sanusi dalam pendidikan Islam yang bapak ketahui? Jawaban: K.H Ahmad Sanusi dan K. 2. M. Dan mulai berniat untuk mendirikan organisasi AII dan lembaga-lembaga sekolah. Pertemuannya dengan K. Dan organisasi pun didirikan ketika keduanya ... Yaitu pada tanggal 12 Muharram 1306 H bertepatan dengan tanggal 18 September 1888 M pada malam Jum’at. beliau tidak bersekolah hanya belajar di Makkah selama 5 tahun. Dari situlah. karena beliau sama-sama dari Jawa Barat.H Abdul Halim membuat kedua memiliki hubungan yang semakin erat.H Ahmad Sanusi banyak yang memiliki argumen yang berbeda.H Ahmad Sanusi sendiri di lampiran catatan orang terkemuka.H Abdul Halim sekitar tahun antara 1910/1911. saya disini bukan asal bicara. H. Munandi Shaleh. beliau mulai belajar di berbagai pesantren kurang lebih selama 4 setengah tahun. Tetapi. Wb.H Abdul Muluk di Makkah. saya menjawab ini berdasarkan apa yang ditulis oleh K.H Ahmad Sanusi ? Jawaban: Untuk masalah tanggal kelahiran K.H Ahmad Sanusi pernah bertemu dengan K.Kepada Yth. Dan K.

Sempat beliau diasingkan karena dakwah dan perannya dikeagamaan yang begitu mendalam. akhirnya beliau diasingkan dari kota yaitu ke Jakarta oleh pemerintahan Belanda pada saat itu. Tafsir Qur’an. Permintaan itu pun diterima asal berubah nama dan anggaran dasarnya. bahwa pada pemerintahan Jepang. jiwa keagamaannya semakin menjadi. Setelah pulang dari Makkah. hal tersebut dimintanya kembali aktif oleh K.H Ahmad Sanusi bahkan pihak Pakauman pun sangat mendukungnya. Dengan kekharismatikan beliau dan ketegasan beliau dalam berargumen menjadikan adanya perdebatan sengit terhadap pihak Pakauman. namun tetap sebagai tahanan kota.H Ahmad Sanusi dengan kalangan para pejabat seperti Gubernur. pihak pakauman adalah ulama yang berpihak pada Belanda.H Ahmad Sanusi tidaklah hanya berdiam diri. K. K. yaitu perdebatan K. ulama sangat berpengaruh bagi umat Indonesia. beliau mengarang banyaknya buku dari pemikirannya. Ketika beliau dimintai untuk bekerja sama dengan perorangan Jepang. Dengan banyaknya murid beliau.H Ahmad Sanusi pada waktu itu sebagai ulama dan menurut kalangan Jepang. beliau mengabdi di pesantren cantayan. kemudian beliau dirikan pensantren sendiri yang bernama pesantren Genteng.H Ahmad Sanusi dan K.H Ahmad Sanusi secara rutin menuliskannya ke dalam beberapa buku (buletin) yang secara rutin beliau terbitkan di Batavia Centrum. Bupati dll.H Ahmad . Hingga pada waktu itu sempat juga dipindahkan kembali ke kampung halamannya. Namun. Dari menulis buku inilah. karena membuat pihak Pemerintahan Belanda yang merasa bahaya dengan kehadirannya K.H Ahmad Sanusi diasingkan. namun beliau malah semakin meningkat dalam keaktifannya di dalam pendidikan agama Islam dan beliau menjadi ulama yang produktif. sehingga K.H Abdul Halim. Posisi K. Dipengasingan K. Dan perdebatannya dengan pihak Elite Birokrasi juga pernah terjadi.pulang ke kampungnya masing-masing. misalnya. Dari apa yang telah saya ketahui. AII itu sempat di non aktifkan oleh pihak Jepang. Dipengasingan. Adapun beberapa materi keagamaan yang disampaikan kepada para santri dan jama’ahnnya dilakukan melalui sebuah buku. Perdebatannya dengan pihak pakauman pun sering terjadi.

. Maya Maryati. 11 Februari 2014. Sanusi dapat bertahan hidup selama pengasingannya di Batavia Centrum karena buku-bukunya itu banyak dibeli orang. Salam Hormat. seperti yang dilaporkan oleh dirinya kepada Pemerintahan Militer Jepang tahun 1942. Kemampuannya dalam menerbitkan buku yang jumlahnya mencapai ratusan judul. Jakarta. Sukabumi.

Hubungan Timbal Balik PendidikanAgama di 7 L I t.April 2005). {- Desember2003). Prof. Y 1 0 . RosehanAnwar dan Drs. Reformulasi Pendidikan hlam. Ulatna dalam Penyebaran Pendiditan dan Khazanah 2 Keagamaan. Zuhairini.Ilmu PendidikanIslam.Pustaka I 4. 7 v . H. (Jakarta: Bulan Bintang. (Bandung: f a Setia.cet. (Iakarta:Kencana. (Bandung: PT.13. Dr. Ilmu PendidilcanIslam. l. MA. 14. AbuddinNat1 IImu PendidikonIslom.hlm.cet 1. 9. M.2002). hlm. 1978). @andung:PT. Filsafat Pendidikan Islam. 6 d- 7.cet. Paradigma Pendidikan Islam . I T Dra. Drs.H Ahmad SanusiDalam Pendidikanfshm"- No. Hj.28-29.hlm.4.Remaja Rosdakarya. 29. I 2 0 1 0 )h. 2 Y 5.2002). Armai Ariel MA. (Jakarta: PT. Andi BahruddinMalik.) Dra. BAB II 6.hlm.April 2005). Armai Arief. hlm. 2 8 . I Bumi Aksara. 186- 188. 7 t 8. (Jakarta:CRSD PRESS.199f. l m . Footnote& hal. Paradi$ma PendidikanIslan. hlm. Nur Uhbiyati. Dr. I { . (Jakarta:CRSD PRESS. CV. PringggondaniBerseri.v I LEMBAR UJI REFERENSI Nama : Maya Maryati I\IM : 109011000291 Jurusan : PendidikanAgama Islam Judul Skripsi 2 "Peran K. Lingkungan Sekolah dan Keluarga. Arifin.29-30. 1. Buku Halaman Paraf Skripsi Pembimbing BAB I Muhaimin.hlm.hlm.hlm. Abuddin Nata. RemajaRosdakarya.(Jakarta:Kencan4 2010). 17.(Jakarta:PT. l. Muhaimin. 1991). Reformulasi Pendidikan Islam. Sebagai Pola 7 PengembanganMetodologi. Prof.

Remaja Rosdakary4 2007). hlm.(Jakarta: 8 i- 1 3 . (Jakarta:Kencanao 9 L 2010). cet. Prof. Pengantar Dasar-Dasar 1l t- Pemikiran Pendidikan Islam. H.dkk Filsafat PendidiknnIslom.(Jakarta:CRSDPRESS. t2 hlm.hlm. Reformulasi Pendidikan CRSDPRESS. Armai Arief.hlm. hlm. HM Arifin l\Aed.(Jakarta:Bina Aksara l99l).7. Ahmad Tafsir.200l).44.BinaAksara1987). 98. t2 /- 22. Zuhairini. 5. Dra.24.April2005). 32. Zuhairini.UsmanSaid. Ahmad D.cet.cet.h1m. Filsafat Pendidikan Islam. t9.September { t 2 . Raja GrafindoPersada.April2005). Filsafat Pendidikon Islam. JalaluddindanDrs. Armai Ariel MA. l7-18. Dr.hlm. Prof. 13. 1 8 .A.hlm. Reformulasi Pendidikan Islam. {- 23. Dr. 38. Dr.(Bandung:Al-Ma'arif. Marimba" Pengantar Filsafat Pendidikan hlarm.98-101.(Jakarta:Biro Hukum dan 7 Organisasi. 2003). (Jakarta: Bumi Aksara2009)hlm. 1996). 19. Abuddin Nata.(Jakarta:PT. MA.FilsafatPendidikan Islam konsep dan perkembangan. M. Islam.t/I l1 Undang-undang Republik IndonesiaNomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS.hlm. hlm.4. Qakafia: GayaMedia Pratam4 2005)..hlm. 1 7 . Abuddin Nata.Pertama. dkk. Prof. (Jakarta: PT. Samsul Nizar. (Jakarta: 9 t BumiAksara2009). Dr. IImu Pendidikan Islam Dalam 9 t Perspektif Islam. M. (Jakarta: Penerbit Gaya 1l { Media Pratama. 94. 1 5 .l. 1 6 .cet. (Bandung: PT. Kapita Selelaa Pendidiknn (slam Dan 10 il- Umum). Arifin.A. Prof.37. Dr. t2 L . 20. Dr. ll 21. 9 q- 1 4 . Dra. 1980).hlm. M.Ilmu Pendidikanhlam. Filsafat Pendidikan IsIam @disi B aru).59.

.lt
I

24. Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan

25.
Islam,(Bandung:Al-Ma'arif, 1980),cet.4, hlm. 41.
A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam,
t3
I I
(Malang: UIN- Malang Press,Mei 2008), cet. 1, hlm. 66. t4
Y
26. A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam,
(Malang:UIN- MalangPress,Mei 2008),cet. 1, hlm. 68.
27. Drs. H. Hamdani Ihsan dan Drs. H. A. Fuad Ihsan,
l4

l4
+
_-t
t.
lt

Fitsafat PendidiknnIslam, (Bandung:CV. PustakaSetia,
2/-
1 9 9 8 )h, l m . 9 3 .
28. Drs. H. HamdaniIhsandan Drs. H. A. Fuad Ihsan,
Islam,(Bandung:CV. PustakaSetia,
FilsafatPendidikon t4
{-
1 9 9 8 h),l m.1 0 9 -1 1 0 .
29. e- Fitatr Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam,
(Malang:UIN- MalangPress,Mei 2008),cet. l, hlm' 85- 15
86.
30. ,q" fiiah Yasin, DimensiDimensiPendidikanIslam,
(Malang:UIN- MalangPress,
95.
Mei 2008),cet.1,hlm.94- t6
L
3 1 . A. fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam,
(Malang:UIN- MalangPress,Mei 2008),cet. 1, hlm. 95 t6 .t,
& 100.
a4
JZ. A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam,
(Malang: UIN- Malang Press,Mei 2008), cet. 1, hlm.
103-104.
l7
v I

Jalaluddin, Teologi Pendidikan, (Jakatta: PT. Raja
I
JJ.
I
grafindoPersad42002),hlm. 92. 18 n
Y
3 4. Dra. Hj. Nur Uhbiyati,IImu PendidiknnIslam. (Bandung: I
I
q
CV. PustakaSetia,1997),hlm.41. l8 tl./

3 5 . Umai Tirta Raharja,S.L.La. Sulo,PengantarPendidikan,
(Jakarta:RangkaCipta, 1995),hlm. 2. 18
3 6. Drs. Hj. Nur Uhbiyati,Ilmu PendidikanIslam. (Bandung:
Setia,1997),hlm.59.
CV. Pustaka 18
{,

F

I

a4
Jt. Drs. Hj. Nur Uhbiyati, Ilmu PendidikanIslam. (Bandung:
CV. PustakaSetia.1997\,hlm. 41. l9
{
3 8 . Undang-undangRepublik Indonesia Nomor 20 Tahun
2003 tentang SISDIKNA^S,(Jakarta, Biro Hukum dan t9
cet.pertama,September,2003),
Organisasi, hlm. 8. {
3 9 . Samsul Nizar, Pengantar Dasar-Dasar Pemikiran
_f
Pendidikan Islam, (Jakarta: Penerbit
Pratama,2001),hlm. I2l-I22 danhlm. 123.
Gaya Media 20
r
40. A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam,
(Malang: UIN- Malang Press,Mei 2008), cet. 1, hlm. 2l ,1.
120.
PendidikanIslam,
4 1 . A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi
(Malang:UIN- MalangPress,Mei 2008),cet. 1, hlm.
122-123.
42. Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam,
2l
t,
(Jakarta:PT. Raja GrafindoPersada,2}05),hlm. 93. 22
{-
43. Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam,
(Jakarta:PT. Raja GrafindoPersad42005),hlm. 103.
44, Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam,
22 +
(Jakarta:PT. Raja GrafindoPersad42005),hlm. 110- 22
I 13. {-

4 5 . Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam,
(Iakarta: PT. Raja Grafindo Persad4 2005), hlm. 199- 23
20r.
46. Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, t1
(Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2005), hlm. 235-
236.
23
vll

47. Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam,
(Jakarta:PT. Raja GrafindoPersad42005),hlm. 244'
245.
23
t
4 8 . Muhammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam,
4l
(Jakarta:PT. Raja GrafindoPersad42005), hlm. 346. ZJ q-

.l.rY
{
I

49. Muhammad Daud Ali, Pendidiknn Agama Islam,
(Jakarta:PT. RajaGrafindoPersada,2005)hlm. 356. 23
{
5 0 . Zuhaftini dk'k, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi
Aksara, 1997), hlm. 1-2. 24
*
5 1 . Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan
I
Islam, (l-akarta:Ciputat Pers, Juli 2002),h\m.39-42. 25
/lL/

52. Dr. Jalaluddindan Drs. Usman Said,Filsafat Pendidikan v
Islam konsepdan perkembanganDr. Jalaluddin dan Drs'
(JsmanSaid, (Jakarta:PT. RajaGrafindoPersada,1996), 27 /-
hlm.52-55.
5 3 , Armai Arief, Pengantarllmu dan MetodologiPendidikan
Islam, (Jakarta:CiputatPers,Juli 2002),hlm. 47-49. 29
{-
54. Mahrnud Yunus, Sejarah Pendidikon Islam, Jakarta: PT.
MutiaraSumberWidya,1988,hlm. l0'11. 3l
{-
I
5 5 . Haidar Putra Daulay, Seiarah Pertumbuhan dan
PembaharuanPendidikanIslam di Indonesia,Jakarta: 32 t{-
I
MediaGroup,2007,h1m.20'21.
Prenada
Kencana I
56. Haidar Putra Daulay, Pendidikan Islam Dalam Sistem
Pendidiknn Nasional di Indonesia, Jakatta: Kencana
PrenadaMedia Group,2004,hlm. 25'27.
32
Y-
57. Haidar Putra Daulay, Sejarah Pertumbuhan dan I

^l
Pembaharuan Pendidiknn Islam di Indonesia, (Jakarta: 32 v I
KencanaPrenadaMedia Group, 2007),hlm. 23'26.
5 8 . Herry Mohammad dkk, Tokoh-tokoh Islam Yang
36
I
GemaInsaniPress,2006,
Adab20, Jakarta:
berpengaruh
h l m.8 5 -9 0 .
l/
5 9 . Abuddin Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam,
Jakarta:PT. Raja GrafindoPersada,200l,hlm. 157.
60. Abuddin Nata, Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam,
36
v
l

Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada,2001, hlm. 195.

6 t . Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta:Bumi
37
t
Aksara.1997. hlm. 206-208. 38
{

Dr. dan 161. Dr. Riwayat Perjuangan K. Desember hlm. (MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).@akultas KeguruanUniversitasIslam NegeriSyarifHidayatullah 42 Jakarta20l3). Prof. Andi Bahruddin Malik. Prof. PustakaSetia. PringggondaniBerseri. (Bandung:CV.H Ahmad 46 d Sanusi. 63.h1m. 2002). H. 67.tf' 62. RosehanAnwar dan Drs. H. Pringggondani Berseri. 2002). Asas-asas Pendidikan Islam.2006). 62-63. Menjadi Peneliti Kualitatif. cet. Amin Abdullah.hlm. Munandi Shaleh. l.(FakultasIlmu Tarbiyahdan 64.cet. S.S. Hasan Langgulung.SudarwanDanim. @andung:CV.62.1988). (Jlama dalam Penyebaran Pendidikan dan Khazanah Keagamaan. RosehanAnwar dan Drs. (Jakarta: Al-husn4cet. 17-18. { BAB IV 69. hlm. WawancaradenganDrs.(Jakarta:PT. Pustaka 7 0 . (Jakarta: PT. Drs. 1.1. 42 66. 7 1 . 48 { . Sudarwan Danim.89-91. Pedoman KeguruanUniversitasIslam NegeriSyarifHidayatullah 42 hlm. Jakarta2013). PustakaSetia.H. Desember2003). BAB III 40 + PenulisanSkripsi.106 43 68. Andi BahruddinMalik. Miftahul Falah. Menjadi Peneliti Kualitatif.padatanggal 47 l- I I Februari2014. hlm. Pedoman Ilmu Tarbiyahdan PenulisanSkripsi. hlm. l5-16. Metodologi Penelition Agama PendekatanMulti Disipliner. { 65. Drs. 226.hlm. (Yogyakarta:Kurnia Kalam 45 Semester. 200-2).2-4.hlm.41. Ulama dalam Penyebaran Pendidikon dan Khazanah 39 Keagamaan.

Si. 3. padatanggall l I Februari2014.H.H Ahmad Sanusi [] Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan 53 c/l &. K. hlm. H.H.H.2. 21 September 20ll).M.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Periuangannya Dalam Pergolakan Nasional.H. M. PemikiranPara TokohPendidikan fl Islam. 21 September tI 20Il).Si.Si.S. Munandi Shaleh. pada u tanggalI I Februari2014. hlm. Drs.H Ahmad 48 I' { Sanusi. 14-16. Munandi Shaleh. 53 tL" t' 1l 8 1 . (Sukabumi:Ketua Umum MUI. 82. 4.. (Jakarta:PT.' I hlm. Drs. 51 7 8 . Miftahul Falah. 5-6.Si. 48 74.(Sukabumi:KetuaUmum MUI. KH Ahmad Sanusi 48 Y Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan Nasional. Munandi Shaleh.hlm.5. 170. M.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Periuangannya Dalam Pergolakan -{_-- 54 Nasional. S. 7 9 . 2l September 53 ^l- 20ll). Abuddin Nata.H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Perjuangannya Dalam Pergolakan 48 Nasional. 52 Y hlm. 76. Munandi Shaleh. WawancaraDrs. 3. M.Ag. I 80. hlm. 12-15. http://ahmadal I 0/08/kh-ahmad- im. Raja Grafindo Persada.H. Nasional.Si. 49 Y/ il. .html. K. Dr. Drs.H. cet.{ 72. S. Diaksespadatanggal18 September sanusi. WawancaradenganDrs. M. Miftahul Falah. Drs. M. Munandi Shaleh. 7 5 . (Sukabumi:Ketua Umum MUI. f I J. Munandi Shaleh.S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). hlm. HasanudinM. Drs. K.bloespot. hlm. K. 2l September ^/ r 2011). (Sukabumi:Ketua Umum MUI.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). K. Riwayat Periuangan K.Si. I 77. Riwayat Perjuangan K.H. 21 September I 20lr)..com/20 2013.(Sukabumi:KetuaUmum MUI.200I).

86.S.32-34. Miftahul Falah.H Ahmad 61 Y Sanusi. Miftahul Falah. Riwayat Periuangan KH Ahmad Sanusi. S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).S. Riwayat Periuangan K.S.S.S. Drs. Munandi Shaleh. S.27-30.. hlm. t 9 1 . 60 ^l r{ hhn.}v 1 8 3. Riwayat Periuangan KH Ahmad Sanusi. Miftahul Falah. Riwayat Periuangan K.S.(Sukabumi:KetuaUmum MUI.H Ahmad n Sanusi. Riwayat Periuangan K. Miftahul Falah. S. S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 20A9).H Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi. Riwayat Perjuangan K. Miftahul Falah.4 6 . I hlm.H Ahmad Sanusi. Miftahul Falah. 61 >l !t- .6-7.34-36. 57 hlm. Indonesia: Sejarawah 60 h l m.32. 93. Miftahul Falah. 58 f 89. S.5l-52. S. S.{- Nasional.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). 55 hlm.H. hlm.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).38-39. Miftahul Falah. M.45-46.RiwayatPeriuanganK.26.S.S. 92. 8 7 .S. K.S. S. Miftahul Falah. 59 { hlm. hlm.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Periuangannya Dalam Pergolakan 56 . Riwayat Perjuangan K.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). hlm.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). 8 8. 90. 56 {- hlm.Si. 8 5 . 55 t t 84. Riwayat PeriuanganK.(Masyarakat Maret2009). Miftahul Falah.S.H Ahmad Sanusi. . Riwayat Perjuangan KH Ahmad Sanusi.H Ahmad Sanusi.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).53-54. S.2l September 20ll).

S. Miftah"l Falah. 1 0 1 .(Masyarakat Maret2009)' Indonesia: Sejarawah 65 h l m.a dengan Drs.S. Maret2009)' Indonesia: Sejarawah 66 V 1 0 0 . Riwayat Periuangan K'H Ahmad i . t 9 6 . .S. Wawania.6 7 -6 8 .blm. Vtirunut Falah.59.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 64 a- I hlm.(Masyarakat h l m. 64 Y 98.S. 62 1* 9 5 .K. 1 0 4. WawancaiaDrs. Munandi Shaleh.RiwayatPerjuanganK. c et' 2.54-56.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 63 /-i--- hlm.H Ahmad Sanusi.'li tanggal1l Februari2014. Munandi Shaleh. 67 r hlm.74-75.H Ahmad Sanusi. 67'7 l.M. pada .H Ahmad l Sanusi. Riwqtat Periuangan K'H Ahmad \.H Hasanudin.S. trrtiftanutFalah.6 l -6 4 . Riwayat Perjuangan K. Miftahul Falih. 97. 99.RiwayatPeriuanganKH Ahmad Sanusi.S.(Masyarakat Maret2009)' Indonesia: Sejarawah 66 h l m.H.RiwayatPerjuanganK'H Ahmad Sanusi.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2049).l Sanusi. S. 72-73.H Ahmad Sanusi Pemikiran dan Perjuangannya Dalan Pergolakan Nasional.S.At-Tadbir:2013). S.hlm.M.Si.6 6 .At-Tadbir: 2013). cet' 2.56-58. pada tanggal 11Februari2014. 72 (Sukabumi. t02.S. 73 (Sukabumi.Ag.S. 67 1 0 3.S.v I I 9 4 .S. hlm. K.RiwayatPeriuanganK. Miftahut Fatah. Vtitatrtrt palah. Sanusi. Munandi Shaleh. S.H AhmadSanusiPemikirandan Perj uanganrrya D al am PergoIakan Nasi onal. K.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). tvtinatrutfaUn.

S. Miftahul Falah.S.S. trrtitatrutfafan. S. hlm. Miftahul Falah. r 0 8 . S.. S.S.(Masyarakat Maret2009)' Indonesia: Sejarawah 76 Y hlm. S. S. S.Ag.H Ahmad Sanusi. 106.RiwqtatPerjuangan I t' Sanusi.93-94. Miftahul Falah.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' ) hlm.H Ahmad Sanusi.S. Miftahul Falah. Riwayat Perjuangan K.l 3 l .(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 74 v /j-'' I hlm. S.RiwayatPeriuanganK. 1 0 5 . S.S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 76 cl hlm.H Ahmad I 1 0 .86.97-98. K. Indonesia: Sejarawah 77 hlm.S. Miftahul Falah.H Ahnad Sanusi. Rrwayat Periuangan K. Riwqtat Periuangan K'H Ahmad t Sanusi.S. Riwayat Perjuangan K'H Ahmad 73 t Sanusi. Wawancara padatanggal 1I Februari20l4.RiwayatPerjuanganK.sl tl Sanusi.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 78 { hlm.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 77 hlm. trrtiftanulFalah. Miftahul Falah.126.H Ahmad I 4 Sanusi.H.H Ahmad .ti l denganDrs. Riwayat Periuangon K. Lr4. MiftahulFalah. 75 T-' K. 129-130.H Ahmad I Sanusi.90-92.S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 78 c q_ h l m .S.102-103.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). Riwayot Periuangan K. HasanudinM. IJ r- 1 0 9 . 1 0 6 . 11 5 . I . l 107. Miftahul Falah.S. Riwayat Periuangon K. T- 1 1 1 . ft- I 112. 100.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009)' 74 \! /y I hlm. I 1 3 .H Ahmad r'tr Sanusi.S.988.(Masyarakat Maret2009).

H Ahmad .t:' t I 11 6 . hlm.S.H Ahmad Sonusi. Miftahul Falah. S. 120. 78 Y I 1 9 .RiwayatPerjuanganK. 79 il- 122. Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi. S.pada 124. h l m .1 3 1 . H.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).S. Rlilayat PerjuanganK. Miftahul Falah.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).S. l 3 71.H Ahmad I N Sanusi. I V 1 1 7 .S.l hlm. 78 r' I 1 8 .RiwayatPerjuanganK. WawancaradenganDrs.1 5 2 .152-154. 164.RiwayatPerjuanganK.S.20l. S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). Wawancara tanggalI I Februari 2014. h l m .162-163. RrwayatPerjuanganK. 81 -F-- rt h l m .(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).S.RiwayatPerjuanganK.Ag.S.H Ahmad Sanusi.1 6 1 .pada tanggal1l Februari2014. denganK. 79 h l m .H Ahmad Sanusi.S.H. 80 t 2 5 . Miftahul Falah. 79 hlm. 80 hlm.-l Sanusi. Riwayat Perjuangan K. Miftahul Falah. AnwarSanusi.RiwayatPerjuanganK. Miftahul Falah.S. Miftahul Falah.H Ahmad Sanusi. Munandi Shaleh.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).S. (MasyarakatSejarawah.H Ahmad I I Sanusi. . 80 vI 123. rzt. Miftahul Falah.Indonesia: Maret 2009).(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).S.S.S.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009). 78 .4 0 .S.

83 r denganK. padatanggal l1 Februari2014. 81 h l m . . HasanudinM. padatanggalI I Februari2014. 84 4- Mengetahui. 83 { 1 3 1 . denganDrs. Aab Abdullah S. K.pada tanggal1l Februari2014. 1 2 7 ..H.H Ahmad Sanusi. WawancaradenganDrs.H.Ag. AnwarSanusiS.H.1 4 8 . WawancaradenganDrs.Ag.H.H.S.Ag. K. Ip. Miftahul Falah. Aab AbdullahS. pada il tanggal1l Februari2014. K. cl' /4'- 82 t28. 83 tr 132.Ag.(MasyarakatSejarawahIndonesia:Maret 2009).Ag.1 4 5 . Wawancara I M. Anwar SanusiS.S. Wawancara tanggal1l Februari2014.RiwayatPerjuanganK. 82 't- I 129.Ag. WawancaraDrs. K.I 126. M.pada 1 3 0 . Ip.H. HasanudinM. l padatanggalI I Februari2014. WarvancaradenganK.

Revisi: : 01 FITK Jl.11 yang berjudul: "Peran KH Ahmad Sanusi dalam Pendidtkan Islam" mahasiswatersebut memerlukanobservasidenganpihak terkait.013 /. H. JuandaNo 95 Ciputat15412lndonesia Hal 1t1 SURATPERMOHONAN IZINOBSERVASI Nomor : Un.atasperhatiandanbantuanSaudarakami ucapkanterimakasih.Terbit : 1 Maret 2010 FORM(FR) No. t. Wassalamu'alailrumwr. Denganhormatkami sampaikanbahwa: Nama .OllFt./2014 Jakartu 13 Januai20l4 L a m p .wb.. Oleh karena itu.wb. Demikianlah.SvamsulUlum Di Tempat Assalamu'alaikumwr.297.: .r# : KEMENTERIANAGAMA No.Dokumen : FITK-FR-AKD-066 UINJAKARTA Tgl. . PondokPesantren. .Ag | 002 Tembusan: DekanFakultasIlmu TarbiyahdanKeguruan . Hal : Observasi KepadaYth. PendidikanAgamaIslam M. . . Maya Maryati NIM 1000291 10901 Jurusan/Prodi PendidikanAgamaIslam Semester IX (Sembilan) adalah benar mahasiswa pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif dengan penyefesaiantugas akhir kuliah (Skripsi) Hidayatullah lakarta dan sghubunga. Kepala Yayasan. kami mohon kesediaan ltrt Saudarauntuk menerimamahasiswatersebutdanrnemberikanbanfuanrrya. .A(M.

Blnvangrara *0.rf.!fJ J PONDOKPESANTREN "SYAMSUL'ULUM'' GUNUNGPUYUH .Ahmad sanusi dalam pendidlkan Islarn" .lJll-?H339$*o* *28faur Brrar STIRAT KETtrRANGAN Nomor : D-O32/O3.SH. I 2 Februari 2Ot4 Pimpinan Pondok Pesantren .#lHT'ffifr*T. w Sukabumi..Ot -OZ/SKe. Wassalamu'alaikum w. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. Bismillahinohmanirrohim Pimpinan pondok pesantren syamsul'ulum Gunungpuyuh sukabumi. Semester IX (Sembilan) \ Telah selesai melaksanakan penelitian di Pondok pesantren Syamsul'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi untuk penyelesaian rugas akhir kuliyah (Sl<ripsi) yang berjudul "Peran K. Dergan ini menemngkan bahwa : Nama Maya Maryati NIM l o90 I I ooo29 I . w.H. Sulai Tanggal l3 Januari s/d 12 Februanzot4.furusanzProdi Pendidikan Agama tslam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan LrINSyarif Hidayatullah Jakarta. .SUKABUMI t.M.Deddy Ismatullah Mahdi.Hum .88 *.tAI/2O | 4 '\ssalamu'aloikum w.