You are on page 1of 16

LAPORAN PRAKTIKUM

BERANGKAI DAN PINDAH SILANG

Penyusun:

LEXI JALU AJI

15304241026

PENDIDIKAN BIOLOGI I

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

sedangkan alel resesif dari gen pertama dan alel dominan dari gen kedua terangkai pada kromosom homolognya (rephusion phase/trans) Gen-gen yang terangkai dibedakan atas terangkai sempurna dan terangkai tidak sempurna. 2011: 76). DASAR TEORI Kromosom oleh T. yaitu “memisah secara bebas”. sehingga gen-gen itu dapat mengalami perubahan letak yang disebabkan karena ada penukaran segmen dari kromatid-kromatid pada sepasang kromosom homolog. TUJUAN Mengetahui terjadinya berangkai dan pindah silang secara imitasi. Akan tetepi prinsip ini hanya berlaku pada gen-gen yang letaknya lepas satu sama lain dalam kromosom (Suryo. Peristiwa pindah silang sangat umum terjadi pada saat pembentukan gamet pada kebanyakan makhluk. Boveri dijelaskan sebagai bagian dari sel yang membawa gen-gen. Pindah silang . maka selama meiosis gen-gen itu tidak mengalami perubahan letak. 2012: 222). sehingga gen-gen itu bersama-sama menuju ke gamet. Pindah silang (crossing over) adalah peristiwa penukaran segmen dari kromatid-kromatid bukan saudara dari sepasang kromosom homolog. Sedangkan gen-gen yang terangkai tidak sempurna pada satu kromosom biasanya letaknya tidak berdekatan satu dengan lainnya. kemungkinan tersebut yaitu : 1. Gen dominan terangkai dengan gen resesif yang bukan alelnya pada suatu kromosom. 2012: 213). Menurut Henulili dan Suratsih (2003: 63-64) ada 2 kemungkinan gen terangkai. Dalam sebuah kromosom tertentu dapat dijumpai lebih dari sebuah gen. Peristiwa tersebut dinamakan pindah silang atau crossing over (Suryo. sedangkan alel resesif terangkai pada kromosom homolognya (coupling phase/susunan sis) 2. Gen-gen dominan terangkai pada satu kromosom. B. Gen-gen tersebut selama meiosis akan mempunyai kelakuan mirip dengan prinsip mendel. sedangkan fenomenanya disebut “berangkai” (linkage) (Susanto. 2017 Berangkai dan Pindah Silang A. Gen-gen yang terangkai sempurna yaitu apabila gen-gen yang terangkai letaknya amat berdekatan satu sama lain. Pindah silang terjadi pada akhir profase I atau awal metafase I yang terjadi pada saat kromosom telah mengganda menjadi dua kromatid. Gen-gen yang terdapat pada kromosom yang sama disebut gen-gen terangkai (linked genes).

Berhubung dengan itu gen-gen yang terletak di bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya ke kromatid sebelah (Suryo. Gamet tipe parental dibentuk lebih banyak daripada gamet tipe rekombinansi. Dua macam gamet memiliki gen-gen yang sama dengan gen-gen yang dimiliki induk atau parental. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid-kromatid yang lain (Campbell. kromatid- kromatid yang bersilang itu melekat dan putus pada bagian kiasma. Dua gamet lainnya merupakan gamet-gamet baru yang terjadi akibat adanya pindah silang. Pindah Silang Tunggal. merupakan pindah silang yang terjadi pada satu tempat. Dengan terjadinya pindah silang ini akan terbentuk 4 macam gamet. (Sumber: Cambell. sehingga dinamakan gamet tipe parental. Pindah Silang Ganda. 2012: 222). a. merupakan pindah silang yang terjadi pada dua tempat. 2008: 318). 2008: 318) Pada waktu kromosom hendak memisah (yaitu pada anafase I ). Menurut Suryo (2012: 222-223). b.umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah yaitu kromatid nomor 2 dan 3 dari tetrad kromatid. Jika pindah silang ganda (double crossing over) berlangsung di antara dua buah . pindah silang dibedakan menjadi pindah silang tunggal dan pindah silang ganda. kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik.

Angka yang menunjukkan besarnya persentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang disebut sebagai nilai pindah silang (%). 2016: 4) Peristiwa pindah silang diikuti oleh patah dan melekatnya kromatid pada waktu profase dalam pembelahan meiosis. Akibatnya keturunan dibedakan 2 jenis. jika di antara gen A dan gen B masih ada gen ketiga. Gamet tipe parental biasanya memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan tipe rekombinan. maka terjadinya pindah silang ganda ini tidak akan tampak pada fenotip. maka terjadinya pindah silang ganda antara gen A dan gen B akan nampak. yaitu individu-individu tipe parental (berasal dari gamet yang diharapkan) dan tipe rekombinan (berasal dari gamet yang mengandung kombinasi baru) (Pai. sebab gamet-gamet yang dibentuk hanya dari tipe parental saja atau dari tipe rekombinansi atau tipe parental dan tipe rekombinansi akibat pindah silang tunggal. . 1992: 49). Pindah silang mengakibatkan rekombinasi sehingga dihasilkan kombinasi parental dan rekombinasi pada fenotipenya. sehingga keturunan yang memiliki sifat seperti parental selalu berjumlah lebih (Tim Genetika. 2012: 16). gen yang terangkai. Akan tetapi. misalnya gen C. (Pindah Silang Tunggal (Kiri) Pindah Silang Ganda (Kanan) (Sumber: Faozatul.

Penyinaran dengan sinar X dapat memperbesar kemungkinan pindah silang 5. Jenis kelamin. Lilin tersebut terdiri atas warna yang berbeda. Alat Tulis (Bolpoint & Spidol) 2. berfungsi untuk membedakan asal gen. Cara Kerja . Nilai pindah silang merupakan jarak antargen. Zat kimia tertentu 4. terjadinya pindah silang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Untuk mempermudah dalam melakukan praktikum pindah silang ini. Alat dan Bahan i. Umur. NPS (nilai pindah silang) dapat dicari menggunakan rumus : Jumlah strand tipe rekombinan NPS= ×100 Jumlah strand total (Suryo. Kertas Label iii. METODE 1. semakin jauh letak suatu gen dengan yang lainnya maka kemungkinan pindah silang makin besar 6. makin tua individu makin kurang kemungkinan mengalami pindah silang 3. Jarak antar gen terangkai. Plastisin atau Lilin malam merupakan padatan yang bersifat lunak sehingga mudah untuk dibentuk sebagai imitasi strand dari sebuah kromatid. Nilai tersebut sama dengan nilai rekombinansi gen berpautan. digunakan instrumen Plastisin sebagai alat pembantunya. C. Menurut Suryo (2010: 223-225) faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan dari pindah silang yaitu : 1. Temperatur 2. sehingga ketika dilakukan proses pindah silang secara imitasi akan lebih mudah dalam membedakannya. Lilin (Plastisin) minimal 2 warna ii. Pindah silang akan terjadi jika 50% < KP < 100%. baik faktor internal maupun faktor lingkungan. 2012: 227) Pada pelaksanaanya.

2. berarti terdapat 4 kromatid Menentukan lokasi sentromer pada kromatid tersebut dengan menggunakan lilin yang warnanya sama Menandai plastisin dengan kertas label agar lebih mudah dalam pengamatan Membuat konfigurasi terjadinya pindah silang sesuai dengan ketentua(2- 3). (2-3. (2-3. 2-3). 2-4. 1-4) dan (1-3. masing-masing pasangan terdiri dari 2 benang lilin dengan warna sama yang berbeda dengan warna pasangan lainnya. (1-3. Membuat 2 pasang benang (strand) dari lilin lunak.4). HASIL PENGAMATAN . 2-4). Dari dua pasang benang. 2-3) D. (2-3.

2- 50% 3) PS 4/4 x Ganda 3 100% = (1-3. 2- 100% 4) PS 3/4 x Ganda 100% = 4 (2-3. 75% 4) . 2.Tabel Pengamatan Uji Pindah Silang Macam N Presentas Pindah Posisi Sentromer dan Kromatid Konfigurasi terjadinya Pindah Silang Gambar Kromosom dalam Gamet O e NPS Silang PS 2/4 x 1 Tungga 100% = l (2-3) 50% PS 2/4 x Ganda 2 100% = (2-3.

1- 100% 4) PS 4/4 x Ganda 6 100% = (1-3. PS 4/4 x Ganda 5 100% = (2-3. 2- 100% 4. 2-3) .

kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. dan strand 3 dan 4 memiliki kode genetik “abcd”. Berangkai adalah peristiwa terdapatnya dua atau lebih banyak gen pada sebuat kromosom yang sama. dimana masing-masing kromatid memiliki kode genetik yang berbeda. gen- gen yang terletak pada bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya ke kromatid sebelah. Strand 1 dan 2 memiliki gen “ABCD”. Pindah silang (crossing over) terjadi ketika peristiwa meiosis I (akhir profase I atau permulaan metaphase I).E. sehingga ketika dilakukan proses pindah silang secara imitasi akan lebih mudah dalam membedakannya. nantinya hal ini berfungsi untuk membedakan gen-gen yang letaknya terpisah atau terangkai pada kromosom yang sama. Langkah kerja yang dilakukan pada praktikum ini yang pertama adalah membuat 2 pasang bentuk benang (strand) dari lilin lunak. Lilin malam dipilih sebagai media karena memiliki sifat yang bersifat lunak sehingga mudah untuk dibentuk sebagai imitasi strand dari sebuah kromatid. dilaksanakan pada tanggal 30 April 2017 bertempat di laboratorium genetika Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. label. spidol dan bolpoint. Pada waktu kromosom- kromosom hendak memisah yaitu pada anaphase I. Alat dan bahan yang digunakan dalam prakatikum berangkai dan pindah silang ini adalah lilin malam dengan 2 warna yang berbeda. Gen-gennya dinamakan gen-gen terangkai (Suryo. Peristiwa pindah silang (crossing over) adalah proses pertukaran segmen dari kromatid-kromatid dari sepasang kromatid kromosom homolog atau bisa juga merupakan gen-gen yang menampakkan tautan karena gen-gen terletak sangat dekat satu sama lain pada kromosom yang sama. Selain itu. Praktikum bertopik berangkai dan pindah silang ini memiliki tujuan untuk mengetahui terjadinya pindah silang secara imitasi. praktikan menggunakan 4 macam kromatid. digunakan lilin malam sebagai media untuk melakukan praktikum. 2013). berfungsi untuk membedakan asal gen. Lilin malam yang digunakan terdiri atas 2 warna yang berbeda. Sehubungan dengan itu. yaitu pada saat kromosom telah mengganda menjadi dua kromatid. masing-masing pasangan terdiri dari 2 benang lilin dengan warna sama (orange) yang berbeda dengan warna . PEMBAHASAN Praktikum berikut ini bertopik “Berangkai dan Pindah Silang”. kromatid-kromatid yang bersilang itu melekat dan putus dibagian kiasma. diadakan perbedaan dalam penulisan genotip individu. Pada praktikum ini. Oleh karena itu.

dengan menggunakan lilin malam yang warnanya sama (sentomer belum membelah). 2-4) PS ganda (2-3. dilakukan kedua jenis pindah silang tersebut. Kromatid nomor 2 dan 3 disilangkan pada salah satu bagiannya.. masing-masing akan menghasilkan gamet yang kombinasi kromosomnya berbeda sekali dengan kromosom orang tua. Berikut ini langkahnya. 1-4) PS ganda (1-3. Ada dua macam pindah silang yaitu pindah silang tunggal dan pindah silang ganda. Plastisin berwarna orange keduanya di beri label huruf besar ”ABCD”. Sedangkan. NPS ini merupakan angka yang menunjukkan besarnya presentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya proses pindah silang. Pindah silang tunggal adalah pindah silang yang terjadi pada satu tempat . 2-4. Pada praktikum “Berangkai dan Pindah Silang” ini. yaitu hijau (dari 2 pasang benang berarti sudah ada 4 kromatid). NPS memiliki rumus: Jumlah strand tipe rekombinan NPS= ×100 Jumlah strand total Pindah silang adalah sebagai konsekuensi dari pemilahan kromosom secara bebas dalam meiosis. Langkah terakhir adalah praktikan menghitung Nilai Pindah Silang (NPS). 2-3). Dengan terjadinya pindah silang. yaitu pada kromatid nomor 2 dan kromatid nomor 3. 2-4) PS ganda (2-3. Lalu membuat konfigurasi terjadinya pindah silang. konfigurasi yang disarankan adalah: PS tunggal 2-3 PS ganda (2-3. Peristiwa pindah silang ganda terjadi dengan adanya pertukaran segmen antara 2 kromatid atau lebih dan membentuk lebih dari 1 kiasma. berikut ini pembahasannya : 1. Pindah Silang Tunggal Pindah silang yang hanya terjadi pada 1 tempat ini terjadi pada konfigurasi PS Tunggal (2-3). A B B C C B C C A B B C C B C C a B b C c B C C a B b C c B C C . Kromosom dari anak merupakan hasil kombinasi dari kromosom ayah dan ibu.. gamet yang terjadi akibat hasil proses pindah silang disebut gamet tipe rekombinasi (Suryo. Pindah silang ini dilakukan dengan menyilangkan salah satu bagian pada kromosom. maka akan terbentuk dua macam gamet yang memiliki gen-gen yang sama dengan gen yang dimiliki induk atau biasa disebut tipe parental. kemudian menentukan lokasi sentromer pada kromatid tersebut. Dalam buku petunjuk praktikum. 2010: 222). sedangkan yang berwarna hijau diberi huruf kecil “abcd”.pasangan lainnya. 2-3) PS ganda (1-3. sedangkan pindah silang ganda adalah pindah silang yang terjadi pada dua tempat.

1-4)... Kromatid 2 : Abc (Tipe Rekombinan) III. PS Ganda (2-3. Kemudian disilangkan lagi pada kromatid nomor 2 dan 3 namun denan bagian yang berbeda. Sehingga menjadi seperti berikut. Kromatid 3 : aBC (Tipe Rekombinan) IV. (Gambar ) Pindah silang tunggal diatas terjadi pada kromatid nomor 2 dan 3 dimana keduanya bukan merupakan sepasang kromatid (Sister Kromatid).2-3) a. Kromatid 1 : ABC (Tipe Parental) II. .2-3) Silang pindah ini dilakukan dengan menyilangkan kromatid pada 2 tempat..2-3)..2-4.. Sehingga menjadi sebagai berikut.. PS Ganda (2-3... Pindah Silang Ganda Pindah silang yang terjadi pada 2 tempat atau lebih ini terjadi pada konfigurasi PS Ganda (2-3. Dari pindah silang tunggal ini dihasilkan 4 macam gamet dengan 2 gamet tipe parental (Mirip dengan induknya) dan 2 gamet tipe rekombinan (hasil silang pindah) yaitu: I. Kromatid 4 : abc (Tipe Parental) Sehingga diketahui persentase Nilai Pindah Silang (NPS) nya yaitu : 2 NPS= ×100 =50 4 2. dan PS Ganda (1-3.2-4).. yaitu antara kromatid 2 dan 3 yang dilakukan 2 kali pada bagian yang berbeda.2-4). PS Ganda (1-3. Berikuti ini langkahnya : Kromatid nomor 2 dan 3 disilangkan pada salah satu bagiannya. PS Ganda (2-3.

Kromatid 1 : Abc (Tipe Rekombinan) II. Kromatid 4 : abc (Tipe Parental) Sehingga diketahui persentase Nilai Pindah Silang (NPS) nya yaitu : 2 NPS= ×100 =50 4 b. Dari pindah silang ganda diatas dihasilkan 4 macam gamet dengan 2 gamet tipe parental (Mirip dengan induknya) dan 2 gamet tipe rekombinan (hasil silang pindah) yaitu: I. baik kromatid 1. Yaitu sebagai berikut : I. dilanjutkan dengan menyilangkan kromatid pada nomor 2 dan 4 pada 1 bagian.2-4) Pindah silang ganda ini dilakukan dengan menyilangkan kromatid pada nomor 1 dan 3 pada 1 bagian. Berikut ini langkahnya : Sehingga menjadi sebagai berikut: Pindah silang ganda diatas terjadi pada semua kromatid.2. Kromatid 3 : aBc (Tipe Rekombinan) IV. Kromatid 1 : ABC (Tipe Parental) II. Kromatid 3 : aBC (Tipe Rekombinan) IV. Kromatid 2 : Abc (Tipe Rekombinan) III. PS Ganda (1-3. Pindah silang ganda diatas terjadi berturut-turut pada kromatid nomor 2 dan 3 pada 2 bagian yang berbeda. Kromatid 2 : AbC (Tipe Rekombinan) III. dimana kromatid yang saling bersilangan bukan merupakan sepasang kromatid (Sister Kromatid). dimana keduanya bukan merupakan sepasang kromatid (Sister Kromatid).3 maupun 4. Dari pindah silang ganda diatas dihasilkan 4 macam gamet dengan keempatnya ber-tipe rekombinan semua. Kromatid 4 : aBC (Tipe Rekombinan) Sehingga diketahui persentase Nilai Pindah Silang (NPS) nya yaitu : .

dimana kromatid yang saling bersilangan bukan merupakan sepasang kromatid (Sister Kromatid). dilanjutkan dengan menyilangkan kromatid nomor 1 dan 4. Berikut ini langkahnya: Sehingga menjadi sebagai berikut: . PS Ganda (2-3. yaitu kromatid nomor 2. Kromatid 4 : aBC (Tipe Rekombinan) Sehingga diketahui persentase Nilai Pindah Silang (NPS) nya yaitu : 3 NPS= ×100 =75 4 d. dilanjutkan dengan menyilangkan kromatid nomor 2 dan 4 pada 1 bagian. Berikut ini langkahnya : Sehingga menjadi sebagai berikut: Pindah silang ganda diatas terjadi pada 3 kromatid. Dari pindah silang ganda diatas dihasilkan 4 macam gamet dengan 1 tipe parental dan 3 tipe rekombinan. 3 dan 4.2-4) Pindah silang ganda ini dilakukan dengan menyilangkan kromatid pada nomor 2 dan 3 pada 1 bagian. Yaitu sebagai berikut: I. PS Ganda (2-3. 4 NPS= ×100 =100 4 c. Kromatid 1 : ABC (Tipe Parental) II. Kromatid 3 : aBc (Tipe Rekombinan) IV.1-4) Pindah silang ganda ini dilakukan dengan menyilangkan kromatid nomor 2 dan 3. Kromatid 2 : Abc (Tipe Rekombinan) III.

dimana kromatid yang saling bersilangan bukan merupakan sepasang kromatid (Sister Kromatid). dan dilanjutkan antara kromatid 2 dan 3.2-4. Kromatid 4 : aBC (Tipe Rekombinan) Sehingga diketahui persentase Nilai Pindah Silang (NPS) nya yaitu : 4 NPS= ×100 =100 4 e. berikut ini langkahnya: Sehingga menjadi sebagai berikut: Pindah silang ganda diatas terjadi pada keempat kromosom. yaitu pertama antara kromatid 1 dan 3. Kromatid 2 : Abc (Tipe Rekombinan) VII.3 maupun 4.2-3) Pindah silang ini dilakukan dengan menyilangkan kromatid pada 3 bagian. Kromatid 3 : aBC (Tipe Rekombinan) IV. PS Ganda (1-3. Yaitu sebagai berikut: V. baik pada kromosom nomor 1. Dari pindah silang ganda diatas dihasilkan 4 macam gamet dengan keempatnya memiliki tipe rekombinan.2. Dari pindah silang ganda diatas dihasilkan 4 macam gamet dengan keempatnya memiliki tipe rekombinan. Kromatid 4 : aBc (Tipe Rekombinan) Sehingga diketahui persentase Nilai Pindah Silang (NPS) nya yaitu : 4 NPS= ×100 =100 4 . Kromatid 1 : Abc (Tipe Rekombinan) II. baik kromatid 1. Kromatid 1 : AbC (Tipe Rekombinan) VI. Kromatid 2 : Abc (Tipe Rekombinan) III. dimana kromatid yang saling bersilangan bukan merupakan sepasang kromatid (Sister Kromatid).2.3 maupun 4. Kromatid 3 : aBC (Tipe Rekombinan) VIII. Yaitu sebagai berikut: I. Pindah silang ganda diatas terjadi pada kesemua kromatid. kemudian antara kromatid 2 dan 4.

Kemungkinan terjadinya pindah silang tertinggi yaitu pada suhu yang lebih rendah atau 22 0C. Hal tersebut sudah sesuai dengan teori yang ada. 2 – 3) dengan NPS: 100% termasuk pindah silang ganda. 2 – 4) dengan NPS: 75% . diantaranya yaitu temperatur atau suhu. G. Kapan peristiwa pindah silang terjadi? Mengapa bisa terjadi pindah silang? Jawab : Peristiwa pindah silang terjadi pada tahap akhir profase dan metaphase pada pembelahan meiosis I. PS Ganda (1 -3. 2. kebanyakan pindah silang yang terjadi pada kromosom diatas terjadi pada kromosom nomor 2 dan 3. dan jenis kelamin. 1 . KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum berangkai dan pindah silang dapat disimpulkan bahwa pindah silang dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu pindah silang tunggal dan pindah silang ganda. terjadi antara kromatid yang bukan pasangannya dari kromosom homolog dan berlangsung pada saat kromosom mengganda menjadi 2 kromatid berpasagan (bersinapsis) dan yang homolog bergandengan pada bidang ekuator.4) dengan NPS: 100% . yang jika semakin tua maka semakin kecil kemingkinan terjadinya pindah silang). Hal lain yang mempengaruhi pindah silang yaitu zat kimi. PS Tunggal (2 – 3) termasuk pindah silang tunggal dengan memiliki NPS sebesar 50%. 2 – 3) dengan NPS: 50% . Selain itu yang mempengaruhi adalah umur organisme. F. 2 – 4) dengan NPS: 100% . Peristiwa pindah silang terjadi karena ketika . Apa yang disebut pindah silang? Jawab : Pindah silang merupakan proses penukaran segmen dari kromatid. jarak antara gen-gen yang terangkai. PS Ganda ( 1 – 3. PS Ganda (2 – 3. 2 – 4. DISKUSI 1. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pindah silang pada kromatid-kromatid yang lain” Pindah silang dalam pelaksanaannya dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu pada Campbell (2008: 318) mengatakan bahwa “Pindah silang umumnya terjadi pada kromatid-kromatid tengah yaitu kromatid nomor 2 dan 3 dari tetrad kromatid. PS Ganda (2 – 3. Jika diperhatikan dengan seksama. sedangkan PS Ganda ( 2 – 3.

Jakarta: Penerbit Erlangga. Anna C. Jakarta: Penerbit Erlangga. H. 4.Biologi Edisi Kedelapan Jilid I. pindah silang tidak selalu menghasilkan tipe rekombinan karena terdapat tipe parental yang dihasilkan dalam jumlah yang lebih banyak pada pindah silang tunggal. Petunjuk Praktikum Genetika. Genetika Common Book Edisi Revisi. (Alih bahasa: Damaring Tyas Wulandari). FMIPA UNY. Tim Genetika. Pai. 2011. Yogyakarta: Graha Ilmu . 2008. 3. Neil A. Sedangkan pindah silang yang menghasilkan gamet dengan kesemuanya adalah tipe rekombinan terjadi apabila semua pindah silang terjadi pada kromatid yang terletak pada beda kromosom atau buka merukapakan sister kromatid. DAFTAR PUSTAKA Campbell. Susanto. Jurdik Biologi : FMIPA UNY Suryo. dkk. 2003. 1992. 2012. pembelahan meiosis kromosom akan terlepas secara bebas sehingga terjadi kemungkinan akan bergabung dengan bukan pasangannya. Genetika untuk Strata1. Kapan pindah silang itu akan menghasilkan gamet yang semuanya tipe parental dan kapan semuanya tipe rekombinan? Jawab : Pindah silang yang semuanya menghasilkan gamet tipe parental terjadi jika pindah silang tunggal atau pindah silang ganda yang terjadi pada sepasang kromatid pada kromosom yang sama (Sister Kromatid). Victoria dan Suratsih. Henuhili. Dasar-dasar Genetika edisi kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Agus Hery. 2012. Apakah pindah silang selalu menghasilkan tipe rekombinan? Jawab : Tidak. Genetika.