You are on page 1of 6

Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Penjaskes

Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung Tahun Ajaran 2015/2016 | 2016

STUDI TENTANG MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGIKUTI


PEMBELAJARAN PENJASKES KELAS VI SEKOLAH DASAR
NEGERI 5 PANARUNG TAHUN AJARAN 2015/2016

Oleh:
Ahmad Nurichsan dan Andi Tenri Abeng

Abstract: The purpose of this study is to determine how high motivation of


students of class VI SDN 5 Panarung towards learning physical sports
education and health. The results of the study showing very high
category amounted to 7.14% (3 students), high category amounted to
23.81% (15 students), medium category amounted to 23.81% (10
students), and category lower by 21.43% (9 students) and the very low
category amounted to 11.90% (5 students). So we can conclude that the
motivation of the sixth grade students of State Elementary School 5
Panarung high category.

Keywords: students' motivation, teaching physical education

Pendahuluan
Pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran dari sekolah yang
mulai diajarkan sejak pada tingkat Sekolah Dasar. Melalui pendidikan jasmani yang
diajarkan di tingkat sekolah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap
pertumbuhan, perkembangan dan derajat kesehatan anak, tidak hanya sekedar
mengembangkan kualitas hidup saja tetapi pendidikan jasmani juga diharapkan
dapat mengembangkan dimensi sosial lainnya.
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani
yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan
keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap
sportif, disiplin, jujur, dan kecerdasan emosional lainnya (Mikdar, 2014). Dengan
demikian, kesehatan jasmani dan kecerdasan emossional yang baik tentu akan lebih
mudah mengikuti setiap proses pembelajaran dengan lancer. Kesehatan jasmani dan
kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung
setiap aktivitas belajar.
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang
memanfaatkan aktivitas fisik (jasmani) dan olahraga, sehingga menghasilkan
perubahan holistik dalan kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental serta

21 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Penjaskes
Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung Tahun Ajaran 2015/2016 | 2016

emosional sehingga tercapaitujuan pendidikan nasional, yaitu menjadi manusia


Indonesia seutuhnya (Paturusi, 2012).
Menurut Hamlik (2005), motivasi adalah suatu perubahan energi dari dalam
diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai
tujuan. Motivasi mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan
yang diinginkan. Motivasi sangat penting karena merupakan konsep yang
menjelaskan alasan seseorang berperilaku. Motivasi juga menentukan tingkat
keberhasilan atau gagalnya kegiatan belajar siswa. Belajar tanpa motivasi sulit
untuk mencapai keberhasilan secara optimal.
Menurut Purwanto (1990), tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau
menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan
sesuatu sehingga dapat diperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Tindakan
memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan didasari oleh yang
dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Oleh karena itu,
setiap otang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami
benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan dan kepribadian orang yang akan
dimotivasi.
Dalam olahraga akan mendapat nilai positif, yaitu perkembangan minat,
bakat dan memupuk mental siswa dan mengisi waktu luangnya, seklah sebagai
wadah untuk kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani. Aktivitas jasmani sangat
penting bagi anak dalam masa pertumbuhan. Menurut Sukintaka (1992), bahwa
pertumbuhan, perkembangan dan belajar lewat aktivitas jasmani akan
mempengaruhi: (a) ranah ognitif yaitu kemampuan berpikir, memahami dan
menyadari gerak, (b) ranah psikomotorik yaitu kemampuan meningkatkan
keterampilan gerak, dan (c) ranah afektif yaitu kemampuan menyatakan dirinya dan
menghargai dirinya sendiri.

Metode
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitisn dasar (pure research) yang
berorientasi pada penjelasan suatu fenomena, kaidah, model atau postulat yang
mendukung pengembangan teori (Maksum, 2012). Penelitian ini termasuk dalam

22 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Penjaskes
Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung Tahun Ajaran 2015/2016 | 2016

penelitian deskriptif kuantitatif non eksperimen (ex post facto) dengan pendekatan
survey. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung tahun ajaran
2015/2016 yang dimulai pada bulan Oktober 2015 dengan sampel penelitian adalah
seluruh siswa kelas VI sebesar 42 siswa. Instumen penelitian yang digunakan
adalah kuisioner berupa angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif dengan persentase.

Hasil
Motivasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar 5 Panarung dalam mengikuti
pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan secara keseluruhan
diukur dengan angket kuisioner berjumlah 45 butir pernyataan dengan skor 0 dan
1, sehingga rentang skor 0 45. Hasil penelitian motivasi belajar diperoleh sebagai
berikut:
Tabel 1. Deskripsi Hasil Penelitian Motivasi Siswa
Interval Kategori Frek. Persent.
X > 97,19 Sangat Tinggi 3 7,14%
89,19 X < 97,19 Tinggi 15 35,71%
81,19 X < 89,19 Sedang 10 23,81%
73,19 X < 81,19 Rendah 9 21,43%
< 73,19 Sangat Rendah 5 11,90%
Jumlah 42 100%

40,00%
35,00%
30,00%
25,00%
20,00%
15,00%
10,00%
5,00%
0,00%
Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Gambar 1. Grafik Motivasi Siswa


Berdasarkan berdasarkan tabel dan gambar di atas bahwa motivasi belajar
siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung dalam mengikuti pembelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diperoleh pada kategori sangat tinggi
sebesar 7,13% (3 siswa), kategori tinggi sebesar 35,71% (15 siswa), kategori sedang

23 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Penjaskes
Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung Tahun Ajaran 2015/2016 | 2016

sebesar 23,81% (10 siswa), kategori rendah sebesar 21,43% (9 siswa) dan kategori
sangat rendah sebesar 11,90% (5 siswa).
Hasil penelitian masing-masing faktor dideskriptifkan sebagai berikut:
1) Faktor Intrinsik
Faktor intrinsik terdiri atas tujuh indicator yaitu kebutuhan fisiologis,
kebutuhan rasa aman, kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan social, perhatian, minat
dan bakat, diukur dengan angket yang berjulah 29 butir pernyataan dengan skor 0
dan 1. Diperoleh skor minimum sebesar 18 dan skor maksimum 29. Deskripsi hasil
penelitian faktor intrinsik dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini:
Tabel 2. Deskripsi Hasil Penelitian Faktor Instrinsik
Interval Kategori Frek. Persent.
X > 98,74 Sangat Tinggi 5 11,90%
91,15 X < 98,74 Tinggi 11 26,19%
83,56 X < 91,15 Sedang 11 26,19%
75,98 X < 83,56 Rendah 9 21,43%
< 75,98 Sangat Rendah 6 11,90%
Jumlah 42 100%

30,00%
25,00%
20,00%
15,00%
10,00%
5,00%
0,00%
Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Gambar 2. Grafik Faktor Instrinsik


Berdasarkan berdasarkan tabel dan gambar di atas bahwa motivasi belajar
siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung dalam mengikuti pembelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diperoleh pada kategori sangat tinggi
sebesar 11.90% (5 siswa), kategori tinggi sebesar 26,19% (11 siswa), kategori
sedang sebesar 26,19% (11 siswa), kategori rendah sebesar 21,43% (9 siswa) dan
kategori sangat rendah sebesar 14,28% (6 siswa).
1) Faktor Ekstrinsik

24 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Penjaskes
Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung Tahun Ajaran 2015/2016 | 2016

Faktor ekstrinsik terdiri atas empat indicator yaitu kebutuhan akan


penghargaan, metode mengajar, alat pelajaran dan kondisi lingkungan, diukur
dengan angket yang berjumlah 16 butir pernyataan dengan skor 0 dan 1 sehingga
diperoleh rentang skor ideal 0 16. Deskripsi hasil penelitian faktor ekstrinsik dapat
dilihat pada tabel 3 di bawah ini:
Tabel 3. Deskripsi Hasil Penelitian Faktor Ekstrinsik
Interval Kategori Frek. Persent.
X > 98,13 Sangat Tinggi 4 9,52%
86,88 X < 98,13 Tinggi 18 42,86%
75,63 X < 86,88 Sedang 8 19,05%
64,38 X < 75,63 Rendah 7 16,67%
< 64,38 Sangat Rendah 5 11,90%
Jumlah 42 100%

50,00%

40,00%

30,00%

20,00%

10,00%

0,00%
Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

Gambar 3. Grafik Faktor Ekstrinsik


Berdasarkan berdasarkan tabel dan gambar di atas bahwa motivasi belajar
siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung dalam mengikuti pembelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan diperoleh pada kategori sangat tinggi
sebesar 9,52% (4 siswa), kategori tinggi sebesar 42,86% (18 siswa), kategori sedang
sebesar 19,05% (8 siswa), kategori rendah sebesar 16,67% (7 siswa) dan kategori
sangat rendah sebesar 11,90% (5 siswa).
Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang bertujuan untuk
mengembangkan dan meningkatkan individu yang direncanakan secara sistematik
dalam mencapai tujuan pendidikan melalui aktivitas jasmani. Motivasi merupakan
kekuatan yang menyeakan seseorang terdorong untuk melakukan aktivitas tertentu
dalam rangka memenuhi kebutuhan. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani

25 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Studi Tentang Motivasi Belajar Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Penjaskes
Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung Tahun Ajaran 2015/2016 | 2016

olahraga dan kesehatan, motivasi merupakan salah satu pendukung agar siswa
mengikuti dengan sungguh-sungguh.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa kelas VI
Sekolah Dasar Negeri 5 Panarung dalam mengikuti pembelajaran pendidikan
jasmani olahraga dan kesehatan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik
berkategori tinggi. Dengan demikian, kedua faktor tersebut mengkontrak motivasi
tersebut harus saling mendukung dan tidak dapat berdiri sendiri.
Keberhasilan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di
SDN 5 Panarung harus didukung oleh siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam
mengikuti pembelajaran karena guru selalu memperhatian dan berusaha untuk
meningkatkan proses pembelajaran yang akan dilakukan. Metode mengajar yang
sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga motivasi intrinsic siswa dalam
mengikuti pembelajaran dapat dipertahankan.

Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dengan mengacu pada rumusan
masalah, maka dapat disimpulkan motivasi siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5
Panarung berada pada kategori tinggi.

Daftar Pustaka
Anonim. 2004. Kurikulum Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.
Hamlik, Oemar. 2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.
Jakarta: Bumi Aksara.
Mikdar, UZ. 2014. Isu-Isu Olahraga. Universitas Palangka Raya.
Purwanto, Ngalim. (1990). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukintaka. 1992. Teori Bermain. Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan
Menengah.

26 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526