You are on page 1of 15

Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya

Sastra Siswa di SD | 2016

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL


TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK KARYA
SASTRA SISWA DI SD

Oleh:
Dina Mardiana

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of the usage of
audio-visual media on the ability of students retell the contents of fairy
tales that he heard on Indonesian Lesson of Listening and Speaking
Skills in Class II-8 SDN Menteng Palangkaraya in academic year
2015/2016.
The results of this study indicate that there are significant use of audio-
visual media on the ability of students retell the contents of fairy tales
that he heard on Indonesian Lesson of Listening and Speaking Skills in
Class II-8 SDN Menteng Palangkaraya in academic year 2015/2016.

Keywords: audio-visual media, ability

Pendahuluan
Kegiatan bercerita pada anak (siswa) usia sekolah dasar dalam pembelajaran
sastra untuk materi keterampilan menyimak cerita sebaiknya dilakukan dengan
bertutur (bahasa lisan), artinya seolah-olah guru yang bercerita terlibat dalam cerita
tersebut. Dialog yang terdapat dalam cerita dilafalkan sesuai dengan peran masing-
masing tokoh dalam cerita. Dengan langkah ini guru sudah merambah pada
pengaktifan otak kanan, sehingga siswa dapat mengembangkan imajinasinya.
Dalam berimajinasi, siswa pun bisa diarahkan pada pengembangan empati,
penguasaan diri atau unsur kecerdasan emosi lain yang ingin dilatihkan.
Kegiatan bercerita ini dapat digunakan guru untuk menarik minat belajar
siswa di sekolah dasar, di samping juga memiliki tujuan yang luhur,
karena bermuatan pesan moral yang baik dan sangat berarti bagi
perkembangan jiwa mereka. Dengan kata lain, tujuan utama bercerita adalah
memperkaya pengalaman batin siswa dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan
pendidikan dengan cara yang paling sederhana dan menarik.
Kemampuan siswa dalam mendengarkan cerita guru tentang dongeng dan
kemampuan siswa menceritakan kembali dongeng yang didengarnya tersebut
membutuhkan keterampilan bercerita yang baik dari seorang guru agar siswa dapat

94 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

menyimak dengan baik isi dongeng tersebut. Namun, selama ini siswa tidak mampu
menyimak dengan baik dongeng yang dibacakan guru, sehingga cerita tentang
dongeng itu pun tidak bermakna dengan tepat dalam emosional siswa, akhirnya
siswa pun kurang mampu menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya
dengan baik dan menyenangkan.
Kemampuan menyimak pada siswa sekolah dasar di kelas rendah (I-III) dapat
dikembangkan dalam kegiatan mendengarkan atau siswa dilatih untuk selalu
mendengarkan cerita di masa awal kehidupannya. Hal tersebut agar perkembangan
kosa kata siswa dapat berkembang dengan sangat baik. Adapun salah satu jenis-
jenis menyimak cerita yang dapat dikembangkan di sekolah dasar menurut Bromley
(Tarigan, 2011) adalah menyimak kritis. Menyimak kritis adalah kemampuan untuk
menganalisis apa yang sudah disimak dan membuat sebuah keterangan tentang hal
tersebut berdasarkan hasil simakan. Ada beberapa kegiatan yang dapat
mengembangkan kemampuan menyimak kritis pada anak usia sekolah dasar, salah
satunya adalah menyimak cerita.
Kegiatan menyimak cerita tersebut dapat dilakukan dengan cara mengajak
para siswa untuk menonton cerita pada televisi atau VCD, lalu mintalah kesan
mereka tentang cerita tersebut. Guru pun dapat pula mengajukan pertanyaan yang
dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti: Kamu senang
tidak dengan cerita tadi?; Siapa tokoh dalam cerita tersebut? ; Bagaimana sifat-
sifat tokohnya?; Tokoh mana yang kamu sukai?; dan Mengapa menyukai tokoh
itu? (Dhieni dkk, 2011: 4.16).
Kegiatan menyimak cerita pada siswa sekolah dasar di kelas rendah tersebut
merupakan kegiatan mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta
apresiasi yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran di SD dengan metode
parafrase. Guru dapat membacakan atau memperdengarkan cerita kepada siswa
melalui bantuan media seperti media audio visual, kemudian siswa ditugaskan
menceritakan kembali cerita tersebut dengan kata-kata sendiri.
Kegiatan pembelajaran menyimak pada siswa sekolah dasar yang dilakukan
melalui kegiatan menyimak cerita kerap dilakukan guru melalui kegiatan bercerita
atau mendongeng. Salah satu cara melatih kemampuan menyimak cerita pada siswa

95 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

sekolah dasar di kelas rendah tersebut, serta untuk memperlancar kegiatan belajar
mengajar dan mempermudah tugas guru dapat digunakan media audio visual.
Melalui tayangan audio visual cerita tersebut, para siswa dapat mendengarkan cerita
menarik, sehingga daya imajinasi mereka dapat berkembang dengan baik.
Jadi, setelah menonton film cerita anak, diduga siswa sekolah dasar akan
terpicu untuk menggali lebih jauh isi cerita tersebut yang terdokumentasikan dalam
sebuah film cerita anak. Pada saat peneliti melakukan observasi pada siswa kelas II
SDN-8 Menteng Kota Palangkaraya, peneliti menemukan fakta yang terjadi bahwa
selama ini guru hanya menggunakan metode ceramah dalam mengajar materi
Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya. Guru hanya menjelaskan
apa yang harus dikerjakan siswa tanpa gaya bercerita yang menarik. Padahal, sudah
jelas metode ceramah tersebut tidak mampu meningkatkan kemampuan siswa, dan
hal itu juga sangat bertolak belakang dengan pendekatan pembelajaran yang
diterapkan dalam KTSP 2006. Dampak dari hal tersebut adalah hasil belajar pada
materi Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya di bawah standar
rata-rata yang ditetapkan (6,0) yaitu di bawah rata-rata 6,0.
Adanya kemajuan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan untuk
kegiatan pendidikan sekolah dasar dengan menggunakannya sebagai media
pembelajaran. Media audio visual dapat memberikan informasi karena dapat
menampilkan suara dan gambar secara bersamaan, sehingga pesan yang diterima
anak pun akan lebih kuat terekam dalam ingatannya. Selanjutnya ingatan ini
diharapkan akan membantu siswa untuk berbicara mengungkapkan pesan-pesan
yang telah diterimanya dengan baik tersebut (Dhieni, dkk, 2011:12.23). Oleh
karena itu dengan penggunaan media audio visual ini diharapkan akan dapat
meningkatkan kemampuan menyimak cerita atau dongeng anak di sekolah dasar.
Selaras uraian dalam latar belakang penelitian tersebut, maka masalah dalam
melakukan penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh penggunaan media audio
visual terhadap kemampuan siswa menceritakan kembali isi dongeng yang
didengarnya di Kelas II SDN-8 Menteng Kota Palangkaraya?

96 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

Landasan Teori
Di dalam penelitian ini digunakan beberapa teori para ahli sebagai kerangka
berpikir, yakni teori: (1) Media Pembelajaran; (2) Sastra Indonesia; dan (3)
Pembelajaran Sastra Indonesia di Sekolah Dasar: Keterampilan Menyimak Cerita
Anak. Kerangka berpikir yang mendasari penelitian itu dapat diuraikan seperti
deskripsi berikut ini.
Pertama: Media pembelajaran (Ibrahim dalam Sudjana 2002), yang secara
harfiah berarti segala sesuatu yang dapat menanggung pikiran,
perasaan, perhatian dan minat peserta didik sedemikian rupa sehingga
proses belajar berjalan dengan lancar. Lebih lanjut, dengan
menggunakan media pembelajaran guru akan lebih mudah menyajikan
materi pelajaran, menyampaikan suatu pengertian, gagasan ataupun ide.
Dengan media pula peserta didik akan bersemangat untuk belajar dan
mengembangkan kreativitasnya. Berkenaan dengan media audio visual,
merupakan suatu cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi
dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk
menyajikan pesan-pesan audio visual. Pengajaran melalui audio-visual
jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar,
seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang
lebar. Media audio visual adalah jenis media yang selain mengandung
unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, misalnya
rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya.
Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab
mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua. Media
audio visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan
pekerjaan tambahan untuk memproduksinya (Wina Sanjaya dalam
Eliyawati 2015: 28).
Kedua: Sastra Indonesia. Sastra merupakan karya seni yang mempergunakan
bahasa sebagai mediumnya. Genre sastra Indonesia terbagi atas tiga
bentuk, yaitu sastra bentuk prosa; puisi; dan drama. Bahasan dalam
penelitian ini difokuskan pada karya sastra berbentuk prosa (fiksi)

97 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

untuk menelaah unsur intrinsiknya. Fiksi atau juga biasa dikenal dengan
istilah prosa merupakan salah satu bentuk dari genre sastra (Indonesia).
Unsur intrinsik (intrinsic) adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra
itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai
karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang
membaca karya sastra. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur -
unsur yang (secara langsung) turut serta membangun cerita. Unsur
yang dimaksud, untuk menyebut sebagian saja, misalnya, peristiwa, cerita,
plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan, bahasa atau gaya
bahasa, dan lain-lain (Nurgiyantoro, 2000).
Ketiga: Pembelajaran Sastra Indonesia di sekolah dasar: Keterampilan
Menyimak Cerita Anak. Unsur-unsur pembangun sastra anak sama dengan
unsur pembangun karya sastra (prosa) pada umumnya. Unsur pembangun
sastra anak tersebut adalah sebagai berikut: tema (theme), cerita, plot, tokoh
dan penokohan, latar atau setting, sudut pandang/ point of view,
bahasa, stile, (style, gaya bahasa), moral. Seperti juga karya sastra untuk
kaum dewasa, karya sastra untuk anak juga dibagi dalam berbagai genre.
Genre sastra anak dalam bentuk prosa antara lain adalah: fantasi, cerita
tradisional, cerita realisme, fiksi ilmiah (science fiction), cerita non-fiksi,
puisi. Cerita-cerita anak yang terdapat dalam buku teks sekolah yang diteliti,
dapat dibagi dalam lima genre. Cerita-cerita tersebut dapat dikelompokkan
sebagai berikut: 1) Cerita Tradisional (Fabel dan Cerita Rakyat), 2) Cerita
Rekaan Anak, 3) Cerita Anak/ Real, 4) Puisi, dan 5) Drama. Tujuan utama
pembelajaran menyimak di sekolah dasar adalah melatih siswa
memahami bahasa lisan. Oleh sebab itu, untuk pemilihan bahan
pembelajaran menyimak di sekolah dasar harus disesuaikan juga
dengan karakteristik siswa sekolah dasar (SD). Penggunaan media
audio visual dalam pembelajaran menyimak karya sastra diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita atau dongeng anak
di sekolah dasar. Di dalam penelitian ini, media audio visual tersebut
akan disajikan pada pembelajaran di SDN-8 Menteng untuk siswa kelas
II sebagai upaya mencari pengaruhnya terhadap kemampuan

98 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya. Adapun media


audio visual yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran menyimak
tersebut adalah media audio visual VCD Film Animasi Sofia the First
2 seri untuk 2 treatment dan Upin & Ipin 2 seri untuk 2 treatment (total
treatmen adalah 4) dengan menggunakan alat audio visual berupa LCD.

Metode Penelitian
Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-
posttest design. Pada rancangan penelitian ini terlebih dulu dilakukan pretest
sebelum diberi perlakuan, dengan demikian hasil perlakuan tersebut dapat diketahui
lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi
perlakuan (Sugiyono, 2008: 110-111). Berikut ini gambaran rancangan desainnya:
O1 X O2
O1=nilai pretest (sebelum digunakan media audio visual)
X=perlakuan dengan menggunakan media audio visual
O2=nilai postest (sesudah digunakan media audio visual)

Penelitian ini dilaksanakan di SDN-8 Menteng, Jl. Temanggung Tilung


Kecamatan Jekan Raya Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya untuk tema
pelajaran Peristiwa dalam pembelajaran Sastra Indonesia pada materi
Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya di kelas II Sekolah Dasar.
Penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan, yaitu mulai bulan Maret sampai
bulan Juni 2016.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability
sampling-simpel sampling, yakni teknik pengambilan sampel yang memberikan
peluang yang sama bagi semua anggota (unsur) populasi untuk dipilih menjadi
anggota sampel (Sugiyono, 2008: 120). Oleh karena bentuk penelitian ini adalah
pre-eksperimental design dengan rancangan one-group pretest-posttest design,
maka penentuan sampel penelitian tidak dipilih secara random, hanya dengan
teknik probability sampling-simpel sampling dikarenakan tidak adanya variabel
kontrol (Sugiyono, 2008:109). Dengan demikian, sampel dalam penelitian ini
adalah siswa kelas II SDN-8 Menteng yang berjumlah 20 orang.

99 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui teknik


observasi terhadap tes kemampuan atau hasil belajar siswa setelah diterapkannya
strategi pembelajaran itu atau diberi perlakuan. Teknik pengumpulan data dalam
pelaksanaan penelitian ini adalah observasi terhadap pretest dan postest hasil
belajar siswa, yaitu tes kemampuan menceritakan kembali isi dongeng yang
didengarnya sebelum menggunakan media audio visual dan sesudah menggunakan
media audio visual.
Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh media audio
visual terhadap kemampuan siswa menceritakan kembali isi dongeng yang
didengarnya di Kelas II SDN-8 Menteng Kota Palangkaraya dilakukan dengan uji
t-test karena data yang diperoleh melalui instrumen tes hasil belajar perlu diuji
secara statistik. Uji coba secara statistik data yang terkumpul melalui instrumen
penelitian dilakukan dengan rumus statistik t-test berikut ini (Arikunto 2006: 306-
307).
Md
=
X2 d

N (N 1)

Keterangan:
T = Harga (nilai selisih pretest dan posttest)
Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest
Xd = deviasi masing-masing subjek (d-Md)
X d = jumlah kuadrat deviasi
2

N = subjek pada sampel


d.b = ditentukan dengan N-1

Hasil Penelitian dan Pembahasan


Data Hasil Penelitian
Kemampuan Siswa Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya
Sebelum Menggunakan Media Audio Visual

100 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

Sebelum diberi perlakuan dengan menggunakan media audio visual,


dilakukan observasi kemampuan awal berupa pretest kemampuan siswa
menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya sebelum menggunakan media
audio visual di Kelas II SDN-8 Menteng Kota Palangka Raya Tahun Pelajaran
2015/2016. Berdasarkan hasil observasi terhadap tes kemampuan awal siswa
menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya sebelum menggunakan media
audio visual di Kelas II SDN-8 Menteng Kota Palangka Raya Tahun Pelajaran
2015/2016 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat diketahui bahwa skor
observasi kemampuan awal mencapai ratarata sebesar 55.
Terdapat sebanyak 11 siswa atau 55% dari seluruh siswa yang memperoleh
nilai 4 dan 5, dan siswa-siswa ini masih dikategorikan belum menguasai
kompetensi dasar karena memperoleh nilai 6,0. Selain itu, jumlah nilai rata-rata
siswa yang sudah mencapai angka 6 (enam) atau lebih adalah hanya 9 siswa atau
45% dari seluruh siswa. Dengan melihat hasil yang diperoleh tanpa mengabaikan
faktor-faktor lain yang ikut menentukan pencapaian tujuan pembelajaran maka
secara ketuntasan belajar maupun rata-rata nilai hasil belajar siswa pada materi
Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya dapat disimpulkan bahwa
masih ada kendala bagi siswa dalam menguasai materi pembelajaran dimaksud.
Atas dasar data awal inilah, peneliti merasa perlu melakukan perbaikan
melalui penelitian eksperimen untuk pembelajaran menyimak dan berbicara pada
materi Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya dengan jenis
tindakan menggunakan media audio visual sebagai salah satu teknik peningkatan
mutu mata pelajaran Bahasa (Sastra) Indonesia.
Pretest dilaksanakan pada hari Senin, 2 Mei 2016 pada pukul 06.30 08.45.
Kegiatan pretest diberikan pada siswa Kelas II SDN-8 Menteng dengan tujuan
untuk mengetahui nilai hasil belajar siswa sebelum digunakannya media audio
visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk materi Menceritakan Kembali
Isi Dongeng yang Didengarnya. Pada kegiatan pretest ini seluruh siswa kelas II
SDN-8 Menteng yang berjumlah 20 orang hadir semua.

101 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

Kemampuan Siswa Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya Sesudah


Menggunakan Media Audio Visual
Kemampuan siswa menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya
sesudah diberi perlakuan (treatment) dengan menggunakan media audio visual
berupa posttest pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II SDN-8 Menteng.
Berdasarkan hasil observasi terhadap posttest kemampuan siswa menceritakan
kembali isi dongeng yang didengarnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
dengan menggunakan media audio visual tersebut dapat diketahui bahwa skor
observasi kemampuan siswa mencapai ratarata sebesar 77.
Posttest dilaksanakan pada hari Senin, 9 Mei 2016 pada pukul 06.30 08.45.
Kegiatan posttest diberikan pada siswa Kelas II SDN-8 Menteng dengan tujuan
untuk mengetahui nilai hasil belajar siswa sesudah digunakannnya Media audio
visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk materi Menceritakan kembali
isi dongeng yang didengarnya. Pada kegiatan posttest ini seluruh siswa kelas II
SDN-8 Menteng yang berjumlah 20 orang hadir semua.
Sebelum diberikan posttest, terlebih dulu siswa Kelas II SDN-8 Menteng
diberi perlakuan (treatment) pada pembelajaran Bahasa Indonesia untuk materi
Menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya dengan menggunakan
media audio visual. Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan sesuai indikator
yang telah dirumuskan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu (1)
menjawab pertanyaan tentang isi dongeng; (2) mengajukan pertanyaan kepada guru
tentang isi dongeng; dan (3) menjelaskan isi dongeng atau menceritakan kembali
secara lisan tentang isi dongeng yang didengarnya dengan gaya bercerita yang
menyenangkan pula. Dengan demikian, indikator pembelajaran pada materi
Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya tersebut dapat dicapai
siswa dengan baik. Berdasarkan hasil posttest terhadap kemampuan siswa
menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia dengan menggunakan media audio visual tersebut dapat diketahui bahwa
nilai rata-rata/ mean mencapai ratarata sebesar 77.

102 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan
media audio visual terhadap kemampuan siswa Menceritakan Kembali Isi
Dongeng yang Didengarnya di kelas II SDN-8 Menteng Kota Palangkaraya Tahun
Pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan analisis rumus statistik uji t atau t-test
(Arikunto 2006: 306-307) berikut ini:
Md
=
X2 d

N (N 1)
Berdasarkan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini diperoleh hasil thitung
sebesar 14,047 (lihat lampiran 5). Apabila thitung lebih kecil dari ttabel, maka Ho
diterima. Namun sebaliknya, bila t hitung lebih besar dari ttabel maka Ho ditolak.
Berdasarkan uji t diperoleh bahwa thitung > ttabel yaitu 14,047 > 1,729 maka Ho
ditolak.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini telah
teruji, yaitu terdapat pengaruh penggunaan media audio visual terhadap
kemampuan siswa Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya.
Kesimpulan yang diambil dari hasil analisis di atas adalah bahwa penggunaan
media audio visual memiliki pengaruh yang positif secara signifikan terhadap
kemampuan siswa Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya di
kelas II SDN-8 Menteng Kota Palangkaraya Tahun Pelajaran 2015/2016.

Pembahasan Hasil Penelitian


Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
penggunaan media audio visual terhadap kemampuan siswa Menceritakan
Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya di kelas II SDN-8 Menteng Kota
Palangkaraya Tahun Pelajaran 2015/2016 dan hipotesis dinyatakan dapat diterima.
Penerimaan hipotesis tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas II SDN-8 Menteng
yang diberi pembelajaran dengan menggunakan media audio visual memiliki
kemampuan Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya yang lebih
meningkat dibanding sebelum pembelajaran dengan media audio visual. Nilai rata-

103 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

rata kemampuan siswa setelah perlakuan mencapai 77, lebih tinggi dibandingkan
sebelum perlakuan yang hanya mencapai 55.
Rekapitulasi nilai rata-rata kemampuan siswa Menceritakan Kembali Isi
Dongeng yang Didengarnya tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1. Rekapitulasi Perbandingan Nilai Rata-rata Kemampuan Siswa
Kelas II SDN-8 Menteng pada Materi Menceritakan Kembali Isi Dongeng
yang Didengarnya (Pretest-Posttest)

No. Pelaksanaan Pembelajaran Nilai Rata-rata Kelas


1. Pretest (X1) 55
2. Posttest (X2) 77

Di dalam tabel 1 di atas dapat dilihat perbandingan nilai rata-rata kelas yang
dicapai pada data pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan yang
signifikan pada indikator kemampuan siswa Menceritakan Kembali Isi Dongeng
yang Didengarnya. Hal tersebut sesuai pendapat Tarigan (2011:250) bahwa
metode pembelajaran merupakan hal utama yang harus digunakan dalam sebuah
pelaksanaan pembelajaran, salah satunya pembelajaran bahasa dan sastra, baik yang
beroirentasi pada keterampilan maupun proses, pada dasarnya menginginkan hal
yang sama, yaitu agar siswa dapat membaca, berbicara, memahami,
menerjemahkan dan mengenali penerapan-penerapan pembelajaran bahasa dan
sastra yang dipelajari. Oleh karena itu, penggunaan metode dan media belajar
bahasa harus sesuai dengan struktur nilai dan kegiatan-kegiatan dalam urutan
belajar bahasa (sastra).
Kemampuan menyimak karya sastra pada siswa sekolah dasar di kelas rendah
(I-III) dapat dikembangkan dalam kegiatan mendengarkan atau siswa dilatih untuk
selalu mendengarkan cerita di masa awal kehidupannya. Hal tersebut agar
perkembangan kosa kata siswa dapat berkembang dengan sangat baik. Adapun
salah satu jenis-jenis menyimak cerita yang dapat dikembangkan di sekolah dasar
menurut Bromley (Tarigan, 2011) adalah menyimak kritis. Menyimak kritis adalah
kemampuan untuk menganalisis apa yang sudah disimak dan membuat sebuah
keterangan tentang hal tersebut berdasarkan hasil simakan. Ada beberapa kegiatan

104 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

yang dapat mengembangkan kemampuan menyimak kritis pada anak, salah satunya
adalah menyimak cerita.
Kegiatan menyimak cerita tersebut dapat dilakukan dengan cara mengajak
anak untuk menonton cerita pada televisi atau VCD, lalu mintalah kesan anak
tentang cerita tersebut. Guru pun dapat pula mengajukan pertanyaan yang dapat
mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak, seperti: Kamu senang tidak
dengan cerita tadi?; Siapa tokoh dalam cerita tersebut? ; Bagaimana sifat-sifat
tokohnya?; Tokoh mana yang kamu sukai?; dan Mengapa menyukai tokoh
itu? (Dhieni dkk, 2011: 4.16).
Kegiatan menyimak cerita pada siswa sekolah dasar di kelas rendah tersebut
merupakan kegiatan mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta
apresiasi yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran di SD dengan metode
parafrase. Guru dapat membacakan atau memperdengarkan cerita kepada anak
melalui bantuan media seperti media audio visual, kemudian anak ditugaskan
menceritakan kembali cerita tersebut dengan kata-kata sendiri. Kegiatan
pembelajaran menyimak yang dilakukan melalui kegiatan menyimak cerita kerap
dilakukan guru melalui kegiatan bercerita atau mendongeng. Salah satu cara
melatih kemampuan menyimak cerita pada siswa sekolah dasar di kelas rendah
tersebut, serta untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar dan mempermudah
tugas guru dapat digunakan media audio visual. Melalui tayangan audio visual
cerita tersebut, anak-anak dapat mendengarkan cerita menarik, sehingga daya
imajinasi anak dapat berkembang dengan baik.
Hal tersebut di atas ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata
kemampuan siswa Menceritakan Kembali Isi Dongeng yang Didengarnya dari
data nilai pretest yang hanya mencapai skor 55, menjadi sebesar 77 pada nilai
posttest. Dan berdasarkan hasil analisis uji hipotesis dalam penelitian ini diperoleh
hasil thitung sebesar 14,047 (lihat lampiran 5) dengan peluang kesalahan 0,05% dan
taraf kepercayaan 0,095% (Sugiyono 2008:209). Apabila thitung lebih kecil dari ttabel,
maka Ho diterima. Namun sebaliknya, bila t hitung lebih besar dari ttabel maka Ho
ditolak. Berdasarkan uji t diperoleh bahwa thitung > ttabel yaitu 14,047 > 1,729 maka
Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa penggunaan media audio

105 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

visual memiliki pengaruh yang positif secara siginifikan terhadap kemampuan


siswa menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya di kelas II SDN-8
Menteng Kota Palangka Raya Tahun Pelajaran 2015/2016.

Simpulan
Pembelajaran menyimak karya sastra dalam materi menceritakan kembali isi
dongeng yang didengarnya pada siswa di sekolah dasar dapat dilakukan dengan
beraneka teknik dan strategi, salah satunya dengan cara mengajak siswa untuk
menonton cerita pada televisi atau VCD, lalu mintalah kesan siswa tentang cerita
tersebut. Guru pun dapat pula mengajukan pertanyaan yang dapat mengembangkan
kemampuan berpikir kritis siswa, seperti: Kamu senang tidak dengan cerita tadi?;
Siapa tokoh dalam cerita tersebut? ; Bagaimana sifat-sifat tokohnya?; Tokoh
mana yang kamu sukai?; dan Mengapa menyukai tokoh itu?.
Kegiatan pembelajaran menyimak pada siswa kelas II SDN-8 Menteng yang
dilakukan melalui kegiatan menceritakan kembali isi dongeng yang didengarnya
kerap dilakukan guru melalui kegiatan bercerita atau mendongeng. Salah satu cara
melatih kemampuan menyimak cerita pada siswa tersebut, serta untuk
memperlancar kegiatan belajar mengajar dan mempermudah tugas guru dapat
digunakan media audio visual. Melalui tayangan audio visual cerita tersebut, siswa
sekolah dasar dapat mendengarkan cerita menarik, sehingga daya imajinasi mereka
dapat berkembang dengan baik.
Oleh karena itu, para guru SD hendaknya tidak lagi menerapkan strategi
pengajaran Bahasa (Sastra) Indonesia yang monoton dan tak variatif. Pihak sekolah
pun hendaknya memberikan perhatian pada ketersediaan alat dan perlengkapan
untuk memfasilitasi media pembelajaran bagi guru untuk menunjang metode
pembelajaran yang digunakan, jadi guru dapat menggunakan metode pembelajaran
yang variatif dan inovatif dengan didukung media yang inovatif pula. Tidak selalu
media pembelajaran itu mahal dan sukar digunakan, seperti media audio visual
hanya diperlukan kreasi guru dan dukungan dari pihak sekolah, tetapi hal tersebut
kembali kepada niat baik pihak sekolah (kepala sekolah) untuk mendukung guru-
guru kelas merancangnya. Dengan demikian, guru tidak mengalami kendala yang

106 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

serius dalam menjelaskan materi untuk siswa karena sudah didukung oleh metode
dan media yang relevan serta selaras untuk materi yang diajarkan.

Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Dhieni, Nurbiana. dkk. 2011. Metode Pengembangan Bahasa: Buku Materi Pokok
PGTK 2203/4SKS/Modul 1-12. Jakarta: Universitas Terbuka.
Daryanto. 2010. Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting dalam
Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Depdiknas Dirjen Dikdasmen. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Sekolah Dasar: Model Silabus Tematik Kelas II. Jakarta: BSNP.
Depdiknas. 2007. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007: Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta: Dirjen Dikti.
Eliyawati. 2015. Upaya Peningkatan Kemampuan Menyimak Pada Anak Usia Dini
Melalui Penggunaan Media Audio Kaset Cerita. Skripsi PTK. Medan:
Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Medan dalam gudangmakalah. blogspot.com/ skripsi/
digilib. unimed. ac. id. Upaya - meningkatkan kemampuan berbahasa -
anakusiadini diakses pada 14 April 2015.
Gunarwan, Asim. 2002. Pedoman Penelitian Pemakaian Bahasa. Jakarta: Pusat
Bahasa Depdiknas.
Mardiana, Dina. 2014. Modul Sastra Indonesia: untuk Mahasiswa Prodi PGSD.
Palangkaraya: PGSD-FKIP Universitas Palangkaraya.
Nurgiyantoro, Burhanudin. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia. Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.
Nurcholis, Hanif dan Mafrukhi. 2007. Saya Senang Berbahasa Indonesia untuk SD
Kelas II. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supriadi, Eddy. 2003. Srategi Belajar Mengajar. Jakarta: LPGTK Tadika Puri.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitif, Kualitatif,
dan R & D. Bandung: Alfabeta.

107 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526


Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Menyimak Karya
Sastra Siswa di SD | 2016

Tarigan, Henry Guntur. 1983. Berbicara: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.


Bandung: Angkasa.
Trianto. 2007. Model - Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi
Konstruktivisme. Jakarta: Prestasi Pustaka.

108 | Jurnal Pendidikan Dasar, Edisi VIII, ISSN: 2355-1526