You are on page 1of 43
MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA SALINAN KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat a. bahwa dalam rangka meningkatkan nilai pemasaran destinasi pariwisata Indonesia, perlu menetapkan logo branding destinasi__pariwisata Bali, Bandung, Banyuwangi, Jakarta, Bunaken-Wakatobi-Raja Ampat, Jogyakarta-Solo-Semarang, Lombok, Makassar, Medan, dan Kepulauan Riau; b. bahwa berdasarkan pertimbangan —_sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pariwisata tentang Logo Branding 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Indonesia; 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4966); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5262); MENETAPKAN KESATU MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -2- 3. Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2015 tentang Kementerian Pariwisata (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 20); 4. Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 545); 5. Keputusan Menteri Pariwisata Nomor KM.30/UM.001/MP/2016 tentang Logo Wonderful Indonesia dan Logo Pesona Indonesia; MEMUTUSKAN: KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA. Menetapkan Logo Branding 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Indonesia sebagai logo pariwisata Bali, Bandung, Banyuwangi, Jakarta, Bunaken-Wakatobi-Raja Ampat, Jogyakarta-Solo-Semarang, Lombok, Makassar, Medan, dan Kepulauan Riau yang berlaku secara nasional dan internasional sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, Lampiran Il, Lampiran Ill, Lampiran IV, Lampiran V, Lampiran VI, Lampiran VII, Lampiran VIII, Lampiran IX, dan Lampiran X, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini. KEDUA KETIGA KEEMPAT KELIMA ing sesuai dengan aslinya MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- Logo Branding 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dipergunakan pada setiap kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata Bali, Bandung, Banyuwangi, Jakarta, Bunaken-Wakatobi-Raja Ampat, Joglosemar (Jogyakarta- Solo-Semarang), Lombok, Makassar, Medan, dan Kepulauan Riau di dalam dan luar negeri baik secara mandiri oleh Pemerintah Daerah maupun bersama dengan instansi Pemerintah dan/atau swasta. Logo Branding 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Indonesia dalam penggunaannya wajib ditampilkan bersama logo “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Setiap penggunaan Logo Branding 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Indonesia harus mengacu pada Keputusan Menteri ini dan Panduan Penggunaan Logo Branding 10 (Sepuluh) Destinasi Pariwisata Indonesia yang diterbitkan oleh Deputi yang menangani bidang pemasaran pariwisata. Keputusan Menteri ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Februari 2017 MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA ‘US KUSWARA 1217 198603 1 001 MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA BALI é>bah the island of gods Gambar a, Gambar terdiri dari elemen Meru, Bunga Kembang Sepatu, serta Siluet Pulau Bali dan Pulau Nusa Penida. Secara keseluruhan gambar menggambarkan pesona yang dimiliki Bali. Bali dikenal sebagai Pulau Seribu Pura atau Meru yang melambangkan the Island of gods serta falsafah hidup masyarakat Bali yang religius. Meru adalah suatu bentuk salah satu bangunan di Pura sebagai tempat suci umat Hindu Bali. Bangunan ini bernuansa megah, monumental, dan suci. Arsitektur Meru disetiap detailnya memiliki makna dan dibangun tahan gempa serta bersahabat dengan lingkungan (environmentally friendly). Bunga Kembang Sepatu melambangkan persembahan, kecantikan, serta merupakan sarana penting bagi umat Hindu dalam persembahyangan dan berbagai ritual adat masyarakat Bali. Siluet Pulau Bali menjadi landasan kokohnya simbol- simbol yang digunakan serta dengan jelas menggambarkan pulau Bali sebagai eksitensi geografis Bali. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -2- b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Bir : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga _: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Bali, the island of gods” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “the island of gods’ mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Bali” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Bali” dibuat lebih besar daripada “the island of gods’ untuk menegaskan dan memperkuat Bali sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “the island of gods” yang digunakan dalam logo “Bali, the island of gods” dimaksudkan sebagai sebuah narasi tunggal identitas brand Bali yang sarat dengan hubungan harmonis antara insan Bali dengan Tuhan, lingkungan dan sesama manusia (Trihita Karana). 3. Gaya Sebagai sebuah logo turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Bali, the island of gods” memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4, Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Bali, the island of gods” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- b. Logo destinasi pariwisata “Bali, the island of gods” memiliki dua komponen, gambar dan tulisan. Untuk aplikasianya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Bali, the island of gods’. d. Tampilan logo destinasi pariwisata “Bali, the island of gods” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan later belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik untuk penampilan yang lebih dinamis. ¢. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. . Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung brand. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. Supergraphic ini juga digunakan dalam pemakaian logo destinasi pariwisata “Bali” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, MENTERI PARIWISATA. REPUBLIK INDONESIA a 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan bersama logo destinasi pariwisata “Bali, the island of gods” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan Bali yang megah. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan Bali. 3) Foto jarak dekat warga Bali digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4) Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di Bali. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN IL KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA BANDUNG stunnin bandung ‘arash wonder of et J ae 1. Gambar a. Gambar merupakan paduan bunga dan kujang sebagai simbol keindahan dan otentisitas Bandung dan Jawa Barat yang berbeda dari banyak sisi dibandingkan daerah lain di tanah jawa. Kecantikan dan megahnya alam pegunungan, bukit, sungai, air terjun dan pantai adalah kekayaan wisata Bandung dan Jawa Barat, yang dengan segala keluhurannya telah menciptakan masyarakat sunda yang ramah, halus tutur bahasa, otentik dan kreatif dalam segala hal. Keragaman warna di bagian kelopak mahkota dan tangkai putik bunga yang digambarkan dengan grafis sulur menjuntai indah, melambangkan keceriaan, keindahan dan petualangan penuh sensasi yang berpadu serasi. Grafis sulur membentuk Kujang melambangkan kekhasan masyarakat Sunda yang dinamis, kreatif, berani, unik namun tetap memegang teguh keluhuran adat dan budaya. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -2- b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Biru : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga __: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu laya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Stunning Bandung” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Stunning” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Bandung” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Bandung” dibuat lebih besar daripada “Stunning” untuk menegaskan dan memperkuat Bandung sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Pemilihan kata “Stunning” yang mempesona diharapkan dapat meninggalkan kesan yang positif dan memorable bagi masyarakat. Stunning juga meggambarkan keselarasan dengan Bandung dan Jawa Barat yang memiliki keindahan alam, budaya, dan masyarakatnya yang dapat memberikan kesan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Bandung diangkat sebagai penamaan karena Bandung diharapkan menjadi gerbang utama untuk pariwisata Jawa Barat. Bandung, Where the wonders of West Java begin tagline - Keindahan Jawa Barat tidak hanya berhenti pada kota Bandung. Kota dan kabupaten seperti Bandung Raya, Priangan dan Cirebon Dermayon juga memiliki hal yang tentunya tidak kalah mempesona. 3. Gaya Scbagai sebuah turunan, gaya dari logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung” memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- 4, Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung” memiliki dua komponen, gambar dan tulisan “Stunning Bandung’. Untuk aplikasinya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung’ d. Tampilan logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik “Stunning Bandung” untuk penampilan yang lebih dinamis. ¢. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya 5. Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung brand. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. Supergraphic i dalam pemakaian logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia, juga digunakan MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan bersama logo destinasi pariwisata “Stunning Bandung” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1)Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan kota Bandung yang megah. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan kota Bandung. 3)Foto jarak dekat warga Bandung digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4)Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di kota Bandung. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya TERIAN PARIWISATA RI Kementeridn, MENTERI PARIWISATA. REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN IIL KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA BANYUWANGI &. majestic banyuwangu 1. Gambar a. Logo branding destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” terdiri dari elemen gunung, ombak laut, mentari, bluefire, motif batik gajah oling, dan gaya khas tari gandrung. Secara keseluruhan logogram menggambarkan pesona alam dan budaya Banyuwangi. Mentari yang bersinar juga dimaksudkan untuk menggambarkan Banyuwangi sebagai Sunrise of Java. Paduan elemen-elemennya secara keseluruhan memberi kesan penuh warna dan ceria, dan secara imajinatif memberi kesan ramah dan bersahabat. b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. 1) Biru : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga _: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu —_: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Majestic Banyuwangi” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Majestic” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Banyuwangi” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Banyuwangi” dibuat lebih besar daripada “Majestic” untuk menegaskan dan memperkuat Banyuwangi sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “Majestic dimaksudkan bahwa Banyuwangi merupakan destinasi Indonesia yang ” yang digunakan dalam logo “Majestic Banyuwangi” memiliki keindahan alam yang agung serta kebudayaan yang mempesona, menawarkan pengalaman wisata yang memukau jiwa. Banyuwangi sebagai sebuah destinasi dengan anugerah alam yang megah, agung dan magis merupakan suatu keajaiban alam Banyuwangi. Dinamika seni budaya yang khas dan elok adalah keajaiban budaya Banyuwangi yang khas dan mempesona. Seni budaya Banyuwangi adalah warisan leluhur yang agung. 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” memiliki kesamaan dengan logo induknya ‘Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus menunjukkan nilai keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4, Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” dapat MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” memiliki dua komponen, gambar dan tulisan. Dalam pengaplikasiannya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi”. d. Tampilan logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik “Majestic Banyuwangi” untuk penampilan yang lebih dinamis. e. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung brand. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia’. Supergraphic ini juga digunakan dalam pemakaian logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia. re. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4. 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan bersama logo destinasi pariwisata “Majestic Banyuwangi” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1)Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan Banyuwangi yang megah. 2)Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan Banyuwangi. 3) Foto jarak dekat warga Banyuwangi digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4)Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di Banyuwangi. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PARIWISATA RI 198603 1 001 MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA. 4 enjoy ——— Jakarta S 1. Gambar a. Gambar Tugu Monas yang dimaknai sebagai icon Jakarta dan direpresentasikan dengan bentuk api yang berada di atas lima buah garis yang melambangkan 5 (lima) wilayahnya (Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur) yang hidup, bergerak lincah, dan cepat sebagai simbol kemajuan. Hal tersebut juga menggambarkan kehidupan urban Jakarta yang memiliki energi tanpa henti, Jakarta sebagai tempat bersatunya beragam ras, budaya, serta sebagai kota yang berkembang dengan cepat. b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Biru : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga __: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 2. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Enjoy Jakarta” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Enjoy” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Jakarta” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Jakarta” dibuat lebih besar daripada “Enjoy” untuk menegaskan dan memperkuat Jakarta sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “Enjoy” yang digunakan dalam logo “Enjoy Jakarta” yang baru dimaksudkan untuk mempertahankan logo lama yang sudah melekat dan dikenal masyarakat luas terhadap Jakarta sebagai sebuah destinasi. “Enjoy Jakarta” menggambarkan Jakarta yang menawarkan berbagai pengalaman unik dalam berwisata, seperti belanja, wisata modern, serta budaya yang khas dan beragam. Pembaruan “Enjoy Jakarta” juga ditujukan untuk mengembangkan brand identity Jakarta sebagai kota yang selalu hidup dan tidak pernah berhenti bergerak. 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Enjoy Jakarta” memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus menunjukkan nilai keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4. Penggunaan Logo a, Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia’, logo “Enjoy Jakarta” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Enjoy Jakarta” memiliki dua komponen, gambar Tugu Monas dan tulisan “Enjoy Jakarta”. Dalam pengaplikasiannya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata "Enjoy Jakarta”, d. Tampilan logo "Enjoy Jakarta” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik "Enjoy Jakarta” untuk penampilan yang lebih dinamis. e. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. . Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung logo. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari clemen sayap logo dan “Pesona Indonesia”. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo destinasi pariwisata “Enjoy Jakarta” sebagai bagian dari ‘Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. . Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo destinasi pariwisata “Enjoy Jakarta” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan kota Jakarta yang megah. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan kota Jakarta. 3) Foto jarak dekat warga Jakarta digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4) Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di kota Jakarta. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd, ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PARIWISATA RI Sekretaris Kementerian, MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA. LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA BUNAKEN, WAKATOBI, DAN RAJA AMPAT bunaken %S) ay wakatobu es We > Taja armpat 1. Gambar a, Logo destinasi pariwisata Coral Wonders terdiri dari logo destinasi pariwisata di Bunaken, Wakatobi, dan Raja Ampat yang memiliki penggambaran akan kombinasi harmonis antara bentang alam dengan kehidupan di bawah permukaan laut yang memamerkan segala keindahan dan keragaman di dalamnya sebagai bentuk kekayaan alam yang nyata. MENTERI PARIWISATA. REPUBLIK INDONESIA -2- b. Ketiga gambar berbeda untuk setiap destinasi wisata memaknai keragaman karakteristik, kekayaan dan keunikan yang dimiliki oleh masing-masing destinasi, Hal ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan membedakan ketiga destinasi wisata tersebut. c. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Bir : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga _: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Bunaken”, “Wakatobi”, dan “Raja Ampat” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Bunaken”, “Wakatobi”, dan ‘Raja Ampat” memiliki kadar warna hitam dan dibuat dengan ukuran yang besar untuk menegaskan dan memperkuat Bunaken, Wakatobi, dan Raja ‘Ampat sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah yang digunakan dibagi menjadi tiga macam untuk menggambarkan keunikan masing-masing destinasi yang tercakup di dalamnya. 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Coral Wonders” memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- 4, Penggunaan Logo a, Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia’, logo destinasi pariwisata “Coral Wonders” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Coral Wonders” memiliki dua komponen, yaitu gambar dan tulisan “Bunaken”, “Wakatobi’, serta “Raja Ampat”. Dalam pengaplikasiannya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo branding destinasi pariwisata “Coral Wonders’. d. Tampilan logo utama “Bunaken”, “Wakatobi” dan “Raja Ampat” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik untuk penampilan yang lebih dinamis. ¢. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. 5. Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung logo. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo destinasi pariwisata “Coral Wonders” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia’. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo destinasi pariwisata “Coral Wonders” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: a. Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan keindahan alam yang indah. b. Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan destinasi. c. Foto orang-orang digunakan untuk merepresentasikan wisatawan yang sedang menikmati keindahan dan kekayaan alam serta budaya destinasi. d. Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di destinasi wisata. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya Kus fay TARA \Wipy 19391217 198603 1 001 MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA JOGLOSEMAR Java cultural wonders 1. Gambar ‘a. Logo destinasi pariwisata Joglosemar (Jogjakarta, Solo dan Semarang) adalah Candi Borobudur sebagai signature product diwujudkan dalam bentuk siluet candi. Bentukan yang berada di bawah siluet Candi Borobudur merupakan adaptasi dari sulur-sulur Burung Garuda yang terdapat pada logo induk “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” merupakan manifestasi dari konsep Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu; mencerminkan tingkatan kehidupan manusia yang beragam. b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Bir : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga __: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -2- 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta : keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Java: Cultural Wonders” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Cultural Wonders” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Java” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Java” dibuat lebih besar daripada “Cultural Wonders” untuk menegaskan dan memperkuat Java sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “Cultural Wonders” yang digunakan dalam logo “Java: Cultural Wonders” dimaksudkan untuk digunakan sebagai logo name karena dianggap mampu menyatukan seluruh potensi wisata yang ada di kawasan Joglosemar; bersifat “search engine friendly” dan relatif diketahui oleh dunia internasional. Tagline “Cultural Wonders’ digunakan untuk merepresentasikan kekuatan wisata yang ada dan dimiliki oleh destinasi Joglosemar, yang berlokasi di “Jantung Pulau Jawa”, yang berbasis utama pada daya tarik wisata budaya 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Java: cultural wonders” memiliki kesamaan dengan logo induk “Wonderful Indonesia’ dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus menunjukkan nilai keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4. Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Java Cultural Wonders” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Java: cultural wonders’ memiliki dua komponen, gambar Borobudur dan tulisan ‘Java: cultural wonders’. Dalam pengaplikasiannya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA “3. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Java: cultural wonders”. d. Tampilan logo branding destinasi pariwisata “Java: cultural wonders” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik Java: cultural wonders untuk penampilan yang lebih dinamis. ¢. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. . Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung brand, Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic ‘spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo branding destinasi pariwisata “Java: cultural wonders” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. (CL )~ MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo destinasi pariwisata “Java: cultural wonders” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan Jogyakarta, Solo, dan Semarang yang megah. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan kota Jogyakarta, Solo, dan Semarang. 3) Foto jarak dekat warga Jogyakarta, Solo, dan Semarang digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4) Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di Jogyakarta, Solo, dan Semarang. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN VIT KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA KEPULAUAN RIAU A wonderful Sy Tiau islands 1. Gambar a. Gambar merupakan Perahu layar Jong digunakan sebagai master brand identity untuk identitasdestinasi_ Kepulauan Riau arena merepresentasikan salah satu unsur tradisional budaya khas Melayu melalui pendekatan kultur, serta juga dapat merefleksikan impresi jelajah pulau yang ditekankan pada esensi brand strategi. Perahu layar juga merepresentasi kuatnya jelajah wisata kepulauan dimana Kepulauan Riau juga merupakan pintu wisata bahari. Sementara itu, ombak merepresentasi dari dinamika kehidupan masyarakat kepulauan. Ombak berjumlah tujuh menggambarkan 7 (tujuh) wilayah kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Riau merupakan destinasi Indonesia yang kaya akan keragaman bahari dan seni budaya khas Melayu dan lainnya yang menawan sehingga menjadikannya destinasi yang menawarkan pengalaman multi faset yang memikat. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -2- b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna Wonderful Indonesia sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Bira : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga __: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “wonderful Riau Islandss” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “wonderful” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan ‘Riau Islands” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Riau Islandss” dibuat lebih besar daripada “wonderful” untuk menegaskan dan memperkuat Riau Islandss sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah ‘wonderful’ yang digunakan dalam logo “wonderful Riau Islandss” dimaksudkan untuk menggambarkan kekayaan dan keindahan alam yang memukau dengan pesona di setiap sudut Riau Islands. Rangkaian budaya khas Melayu yang penuh warna serta ragam budaya lainnya juga tak luput dalam memikat khalayak luas. 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Wonderful Riau Islands? memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4. Penggunaan Logo a. Sebagai brand turunan dari brand Pariwisata Indonesia ‘Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Wonderful MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA hy Riau Islands” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Wonderful Riau Islands” memiliki dua komponen, gambar perahu Jong dan tulisan “Wonderful Riau Islands’. Dalam pengaplikasiannya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Wonderful Riau Islands”. d. Tampilan logo destinasi pariwisata “Wonderful Riau Islands” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik “Wonderful Riau Islands” untuk penampilan yang lebih dinamis. e. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. . Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung logo. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia’. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo destinasi pariwisata “Wonderful Riau Islands” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” MENTERI PARIWISATA. REPUBLIK INDONESIA -4- 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo branding destinasi_pariwisata “Wonderful Riau Islands’ memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan Kepulauan Riau yang megah. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan Kepulauan Riau. 3) Foto jarak dekat warga Kepulauan Riau digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4) Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di Kepulauan Riau. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PARIWISATA RI ir s Kemente1 ON Ee “NIP! 9: 17 198603 1 001 MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA LOMBOK QU lombok 1. Gambar a. Gambar terdiri dari elemen gunung, ombak laut, dasar laut dan mentari yang bersinar ceria. Secara keseluruhan logogram menggambarkan pesona dan keindahan alam Lombok. ‘Tingginya gunung tuk didaki, dalamnya laut tuk diselami tergambar dalam logogram tersebut, selain ‘mandi matahari’ dan asosiasi indahnya matahari tenggelam yang menjadi salah satu pesona wisata Lombok. Mentari yang bersinar juga dimaksudkan untuk menggambarkan harapan Lombok sebagai sebuah tujuan wisata akan lebih bersinar di masa datang, Sembilan bilah cahayanya (empat dan lima bilah) yang berbinar melambangkan semangat nasionalis serta komitmen para pemangku kepentingan pariwisata. Lombok dalam mengembangkan industrinya. Paduan clemen-elemennya secara keseluruhan memberi kesan penuh warna dan ceria, dan secara imajinatif memberi kesan ramah dan bersahabat. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, 2. b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna Wonderful Indonesia sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Biru : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga __: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta: keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Friendly Lombok” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Friendly” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Lombok” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Lombok” dibuat lebih besar daripada “Friendly” untuk menegaskan dan memperkuat Lombok sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “Friendly” yang digunakan dalam logo “Friendly Lombok” dimaksudkan bahwa Lombok sebagai sebuah destinasi kaya dengan kenyamanan dari aspek fasilitas, pelayanan maupun manusianya. Lombok sebagai sebuah destinasi, ramah dan bersahabat kepada seluruh wisatawan mancanegara maupun domestik termasuk bagi yang muslim. Seperti halnya positioning Lombok sebagai Halal Tourism, yang sering disebut juga Moslem Friendly Tourism. 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya “Friendly Lombok” memiliki kesamaan dengan logo induk “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4, Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo “Friendly Lombok” dapat ditampilkan bersamaan MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -3- dengan logo “Wonderful Indonesia’ dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Friendly Lombok” memiliki dua komponen, gambar dan tulisan. Untuk aplikasinya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. cc, Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Friendly Lombok’. d. Tampilan logo destinasi pariwisata “Friendly Lombok” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik “Friendly Lombok" untuk penampilan yang lebih dinamis. ¢. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. . Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung logo. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo destinasi pariwisata “Friendly Lombok” sebagai logo dari Wonderful Indonesia. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo destinasi pariwisata “Friendly Lombok” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan Lombok yang megah. 2)Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan Lombok. 3)Foto jarak dekat warga Lombok digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4)Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di Lombok. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PARIWISATA RI MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA MAKASSAR Ay Sy explore LS maassar 1. Gambar a. Kapal Phinisi adalah simbol jati diri, budaya dan kejayaan bangsa bahari, sejarahnya melekat erat dengan Makassar. Kapal Phinisi merupakan simbol konektivitas dengan dunia internasional, keterbukaan ini membuat Makassar siap | menyambut tamu = manca_— negara dengan keramahtamahannya. Phinisi juga merupakan simbol perimbangan yang tepat, seperti halnya sejarah dan kehidupan modern yang ada di Makassar. b. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Bira : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau __: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga _: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta : keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 2: 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Explore Makassar” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” ‘Tulisan “Explore” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Makassar” memiliki kadar warna hitam dengan huruf K diganti menjadi Pulau Sulawesi yang bermakna “Key” yang menggambarkan Makassar sebagai kunci (gerbang) pintu masuk sulawesi. Tulisan “Makassar” dibuat lebih besar daripada “Explore” untuk menegaskan dan memperkuat Makassar sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “Explore” yang digunakan dalam logo “Explore Makassar” dimaksudkan bahwa Makassar sebagai sebuah destinasi yang memiliki beragam pesona, baik pesona alam, budaya, kuliner, dan modernisasi 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Explore Makassar” memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. 4, Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Explore Makassar” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Explore Makassar’ memiliki dua komponen, gambar dan tulisan. Dalam pengaplikasiannya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Explore Makassar”. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA “3+ d, Tampilan logo destinasi pariwisata “Explore Makassar” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik “Explore Makassar” untuk penampilan yang lebih dinamis. e. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. 5. Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung brand. Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings’ diambil dari elemen sayap logo “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia’. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo “Explore Makassar” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo destinasi pariwisata “Explore Makassar” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan kota Makassar yang megah. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan kota Makassar. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA “4. 3) Foto jarak dekat warga Makassar digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4) Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di kota Makassar. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PARIWISATA RI Sek€taris Kementerian, x \UKUS KUSWARA 119591217 198603 1 001 MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR KM.38/UM.001/MP/2017 TENTANG LOGO BRANDING 10 (SEPULUH) DESTINASI PARIWISATA INDONESIA LOGO BRANDING DESTINASI PARIWISATA MEDAN 1. Gambar a. Logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” terdiri dari dua elemen, yaitu elemen logogram (Gambar) berupa sehelai kain bermotif dan membentang membentuk huruf “M”, dan elemen logotype berupa tulisan “Colorful Medan”. b. Kain bermotif yang membentang dan membentuk huruf M ini dirancang untuk mengkomunikasikan dua hal penting yang merupakan intisari daripada pesan yang akan disampaikan kepada wisatawan mancanegara : 1) Kain merupakan salah satu hasil tenun bangsa Indonesia yang membawa identitas kota atau wilayah asalnya. Sehelai kain yang digambarkan sebagai logogram destinasi Medan ini memiliki corak dan warna yang mengacu pada lima warna dasar dari brand Wonderful Indonesia, sekaligus menggambarkan keberagaman suku dan etnis masyarakat Medan yang menjadi salah satu potensi wisata dan keunikan daripada ibukota Sumatera Utara. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA -2- Kain ini membentang dan membentuk huruf M mewakili kata Medan. Bentuk dinamis kain ini juga menggambarkan dinamisme pariwisata kota Medan yang tidak hanya dikenal sebagai kota kuliner penggugah selera, namun juga kota wisata yang memiliki keberagaman suku, budaya dan kekayaan potensi alam. c. Ragam warna yang dipergunakan menyelaraskan dengan skema warna “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk. Kelima warna berbeda tersebut memiliki arti masing-masing, yakni: 1) Biru : universalitas, kedamaian, dan konsistensi; 2) Hijau _: kreativitas, ramah lingkungan, dan keselarasan; 3) Jingga __: inovasi, hasrat perubahan, dan keterbukaan; 4) Ungu _: daya imajinasi, iman, dan kesatuan jiwa raga; 5) Magenta : keseimbangan, kepekaan, dan pemikiran praktis. 2. Tulisan Pewarnaan tulisan logo “Colorful Medan” mengikuti pewarnaan tulisan “Wonderful Indonesia.” Tulisan “Colorful” mempunyai kadar warna abu-abu, sedangkan “Medan” memiliki kadar warna hitam. Tulisan “Medan” dibuat lebih besar daripada “Colorful” untuk menegaskan dan memperkuat Medan sebagai pusat perhatian dan destinasi yang unggul. Istilah “Colorful” yang digunakan dalam logo “Colorful Medan” dimaksudkan bahwa Medan menawarkan pengalaman wisata ‘penuh warna’ dan ‘semarak’ yang diharapkan dapat membangkitkan keinginan untuk berkunjung. 3. Gaya Sebagai sebuah turunan, gaya logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” memiliki kesamaan dengan logo induknya “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” yang dimaknai luwes, serba lengkung, tanpa sudut persegi ataupun garis lurus memaknakan arti keseimbangan dan keselarasan manusia dengan alam dan serta sesama manusia di bumi. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA “3. 4, Penggunaan Logo a. Sebagai turunan dari logo Pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” dapat ditampilkan bersamaan dengan logo “Wonderful Indonesia” dan/atau “Pesona Indonesia” dalam setiap komunikasi. b. Logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” memiliki dua komponen, gambar kain bermotif membentuk huruf M dan tulisan “Colorful Medan”. Untuk aplikasinya pada berbagai media, kedua komponen logo ini tidak boleh dipisah. c. Ruang kosong minimal di sekitar logo serta batas ukuran minimal logo pada penggunaan setiap bidang harus diperhatikan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan di panduan logo destinasi pariwisata “Colorful Medan’. d. Tampilan logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” berada di atas latar belakang putih. Penerapan logo dapat juga menggunakan latar belakang gradien warna yang diambil dari skema warna tematik “Colorful Medan” untuk penampilan yang lebih dinamis. ¢. Tidak diperkenankan mengubah, memanipulasi, maupun menghiasi logo. Penggunaan logo hanya diproduksi dari digital master artwork. Logo yang sudah merupakan satu kesatuan, tidak boleh dipisahkan ataupun dikomposisi ulang setiap bagiannya. 5. Elemen Pembatas Sesuai dengan ketentuan yang dimiliki “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” sebagai logo induk, Supergraphic adalah suatu alat visual yang unik untuk mendukung brand, Alat ini adalah bagian kunci dari sistem identitas visual. Supergraphic “spreading wings” diambil dari elemen sayap logo Wonderful Indonesia. Supergraphic ini juga digunakan untuk logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” sebagai bagian dari “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesi MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA 4 6. Penggunaan Foto dan Imagery Gaya fotografi yang digunakan pada logo destinasi pariwisata “Colorful Medan” memiliki arahan yang dibagi dan disesuaikan berdasarkan beberapa tipe: 1) Foto pemandangan atau bentang alam digunakan untuk menggambarkan kota Medan yang megah. 2) Fotografi objek digunakan untuk menggambarkan detail dari kekhasan kota Medan. 3) Foto jarak dekat warga Medan digunakan untuk merepresentasikan kepribadian warga yang ramah dan hangat. 4) Foto berbagai aktifitas menarik digunakan untuk menggambarkan pengalaman unik dan tak terlupakan selama berada di kota Medan. MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF YAHYA Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN PARIWISATA RI 7 198603 1 001 .