You are on page 1of 14

KONSEP ANTROPOLOGI SOSIAL DAN

ANTROPOLOGI KESEHATAN

OLEH:

KEPERAWATAN I.3

NI LUH LELA TIANA (P07120014068)

LUH PUTU MERTA TEJAYANTI (P07120014085)

NI MADE TITIN DEWI HANDAYANI (P07120014092)

NI WAYAN YUNITA MIRAYANI (P07120014100)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

TAHUN AJARAN 2014/2015


KONSEP ANTROPOLOGI SOSIAL DAN
ANTROPOLOGI KESEHATAN

A. Antropologi Sosial
1. Pengertian Antropologi Sosial
Antropologi social adalah salah satu cabang ilmu sosial yang
mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. sebuah ilmu
yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan
(cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga
setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. mempelajari
seluk-beluk yang terjadi dalam kehidupan manusia. Yang menghadirkan
orang lain baik secara nyata maupun imajiner dalam etnis kebudayaan
tertentu.
2. Macam-macam Antropologi Sosial
Macam-macam Antropologi Sosial adalah sebagai berikut
a. Antropologi fisik
Antropologi fisik mampelajari manusia sebagai organisme biologis
yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan
menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (species).
Keistimewaan apapun yang dianggap melekat pada dirinya yang
dimiliki manusia, mereka digolongkan pada binatang menyusui,
khususnya primata.
b. Antropologi budaya
Antropologi budaya memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan
manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. Menurut Havilan
cabang antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian,
yakni arkeologi, antropologi linguistik, dan etologi. Untuk
memahami pekrjaan para ahli antropologi budaya, kita harus tahu
tentang hakikat kabudayaan, menyangkut konsep kabudayaan, dan
karakteristiknya serta kebudayaan dan kepribadian.

c. Antropologi medis
Antropologis medis merupakan subdisiplin yang sekarang paling
populer di Amerika serikat, bahkan tumbuh pesat dimana-mana.
Antropologis medis ini banyak membahas hubungan antara penyakit
dan kebudayaan yang tampak mempengaruhi evolusi manusia,
terutama berdasarkan hasil-hasil penemuan paleopatologi. Beberapa
dokter yang menjadi ahli antropologi medis pada masa-masa awal
adalah W.H.R. Rivers yang merasa tertarik pada reaksi penduduk
pribumi terhadap penyakit, dimana para penduduk berkeyakinan
bahwa datangnya penyakit sebagai kejadian alam yang tidak
berhubungan dengan kebudayaan.
d. Antropologi psikologi
Antropologis psikologi bidang ini merupakan wilayah antropologi
yang mengkaji tentang hubungan antara individu dengan makna dan
nilai dengan kebiasaan sosial dari sistem budaya yang ada. Adapun
ruang lingkup antropologi psikologi tersebut sangat luas dan
menggunakan berbagai pendekatan pada masalah kemunculan dalam
interaksi antara pikiran, nilai, dan kebiasaan sosial. Kajian ini
dibntuk secara khusus oleh percakapan interdisipliner antara
antropologi dan ruang lingkup lain dalam ilmu-ilmu sosial serta
humaniora (Schawartz, 1992). Sedangkan fokus kajian bidang ini
terpusat pada individu dalam masyarakat makin mendekatkan
hubungan dengan psikologi dan psikistri dibanding dengan
mainstream antropologi. Namun, secara historis bidang antropologi
psikologi tersebut lebih dekat pada psikoalanisasi daripada psikologi
eksperimental.
e. Antropologi social
Antropologi sosial bidang ini mulai dikembangkan oleh James
George Frazer di Amerika serikat pada awal abad ke-20. Dalam
kajiannya, antropologi sosial mendeskripsikan proyek evolusionis
yang bertujuan untuk merekontruksi masyarakat primitif asli dan
mencatat perkembangannya melalui berbagai tingkat peradaban.

3. Ruang Lingkup Antropologi Sosial


Antropologi budaya mempelajari keseluruhan kebudayaan termasuk
perubahan, akulturasi dan difusi kebudayaan sebaliknya konsep kunci dalam
antropologi sosial adalah struktur sosial, bukan kebudayaan. Antropologi
budaya memfokuskan diri pada pelacakan sejarah dari unsur-unsur
kebudayaan, sedangkan antropologi sosial memfokuskan pada pencarian
hukum-hukum dan generalisasi tentang lembaga-lembaga sosial. Dengan
ringkas dapat dikatakan bahwa antropologi budaya lebih bersifat deskriptif
historik, sedangkan antropologi sosial lebih bersifat eksplanatori.

B. Antropologi Kesehatan
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita
Sarwono, 1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena
antropologi sendiri tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat dan
pengaruh unsur budaya saja. Koentjaraningrat mengatakan bahwa ilmu
antropologi mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial, budaya. Pengertian
Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan konsep yang
tepat karena termaktub dalam pengertian ilmu antropologi seperti disampaikan
Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson, Antropologi Kesehatan
mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang berbeda
yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.
Penelitian oleh drg. Yulia Maria dari pascasarjana UI, misalnya yang di
lakukan di daerah manggala, kabupaten Tulang Bawang, provinsi lampung
menunjukkan bahwa terdapat konstribusi yang sangat menentukan antara seorang
dukun beranak dan seorang petugas puskesmas dalam menangani proses kelahiran
seorang anak. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap peran
roh yang bersifat gaib di satu pihak yang masih melekat dan telah di terimanya
pemahaman penting kesehatan dan gizi di lain pihak .

Antropologi juga dapat memberi kepada para dokter kesehatan masyarakat


yang akan bekerja dan hidup di berbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan,
metode-metode, dan cara untuk mengerti serta menyesuaikan diri dengan
kebudayaan dan adat istiadat setempat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan adalah
disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya dari
tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya
disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan
penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).
1. Pengertian Antropologi Kesehatan
Beberapa pengertian antropologi kesehatan menurut beberapa ahli,
diantaranya :
Menurut Weaver, Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi
terapan yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit
(Weaver, 1968;1)
Menurut Hasan dan Prasad, Antropologi Kesehatan adalah cabang dari
ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan
kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan
untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-
historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran
(medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan
Prasad, 1959; 21-22).
Menurut Hochstrasser, Antropologi Kesehatan adalah pemahaman
biobudaya manusia dan karya-karyanya, yang berhubungan dengan
kesehatan dan pengobatan (Hochstrasser dan Tapp, 1970; 245).
Menurut Lieban, Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena
medis (Lieban 1973, 1034).
Menurut Fabrega, Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan:
- Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan
didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan
kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan
penyakit.
- Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan
terhadap pola-pola tingkah laku. (Fabrega, 1972;167).

Dari definisi-definisi yang dibuat oleh ahli-ahli antropologi mengenai


Antropologi Kesehatan seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa Antropologi Kesehatan mencakup:

1. Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam


masalah tentang hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku
manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan
penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari
pengetahuan tersebut;
2. Partisipasi profesional mereka dalam program-program yang bertujuan
memperbaiki derajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar
tentang hubungan antara gejala bio-sosial-budaya dengan kesehatan,
serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang diyakini akan
meningkatkan kesehatan yang lebih baik.

2. Ruang Lingkup Dan Peranan Antropologi Kesehatan


Penyakit muncul tidak bersamaan dengan saat munculnya manusia, tetapi
sebagaimana dikemukakan oleh Sigerit (Landy 1977), penyakit adalah bagian dari
kehidupan yang ada di bawah kondisi yang berubah-ubah.
Menurut Foster dan Anderson kesehatan berhubungan dengan perilaku.
Perilaku manusia cenderung bersifat adaptif. Terdapat hubungan antara penyakit,
obat-obatan, dan kebudayaan. Menurut Landy antropologi kesehatan adalah suatu
studi tentang konfrotasi manusia dengan penyakit serta rasa sakit, dan rencana
adaptif yaitu sistem pengobatan dan obat-obat yang dibuat oleh kelompok
manusia berkaitan dengan ancaman yang akan dating.
Batasan Dan Ruang Lingkup
Buku berjudul anthropology in Medicine menurut Foster dan Anderson
belum melahirkan disiplin baru dan hanya merupakan lapangan perhatian dari
antropologi terapan. Munculnya istilah Medicine Anthropology dari tulisan
Scotch dan Paul dalam artikel tentang pengobatan dan kesehatan masyarakat.
Atas dasar ini kemudian di Amerika lahirlah antropologi kesehatan.
Ahli-ahli antropologi tertarik untuk mempelajari faktor-faktor biologis,
dan sosio-budaya yang mempengaruhi kesehatan dan munculnya penyakit
pada masa sekarang dan sepanjang sejarah kehidupan manusia dipengaruhi
oleh keinginan untuk memahami perilaku sehat manusia dalam manifestasi
yang luas dan berkaitan segi praktis.

Akar Antropologi Kesehatan


Tipe kajian antropologi budaya yang menjadi akar antropologi kesehatan:
1. Kajian tentang obat primitif, tukang sihir, dan majik.
2. Kajian tentang kepribadian dan kesehatan di berbagai seting budaya.
3. Keterlibatan ahli-ahli antropologi dalam program-program kesehatan
internasional dan perubahan komunitas yang terencana.
4. Antropologi ekologi.
5. Teori evolusioner.

Akar dari Antropologi Kesehatan


a. Antropologi fisik
1. Ahli-ahli antropologi fisik, belajar dan melakukan penelitian di
sekolah-sekolah kedokteran (anatomi).
2. Ahli-ahli antropologi fisik adalah ahli antropologi kesehatan.
3. Sejumlah besar ahli antropologi fisik adalah dokter

Hasan dan Prasad (1959) menyusun daftar lapangan studi antropologi


kesehatan yang meliputi:
a. Nutrisi dan pertumbuhan (korelasi antara bentuk tubuh dengan variasi
yang luas dari penyakit-penyakit), misal radang pada persendian tulang
(arthritis), tukak lambung (ulcer), kurang darah (anemia) dan penyakit
diabetes).
b. Underwood (pengaruh-pengaruh evolusi manusia serta jenis penyakit yang
berbeda-beda pada berbagai populasi yang terkena sebagai akibat dari
faktor-faktorbudaya, misal: migrasi, kolonisasi dan meluasnya urbanisasi).
c. Fiennes (penyakit yang ditemukan dalam populasi manusia adalah suatu
konsekuensi yang khusus dari suatu cara hidup yang beradab, dimulai dari
pertanian yang menjadi dasar bagi timbulnya dan berkembangnya
pemukiman penduduk yang padat).
d. Kedokteran forensik, (suatu bidang mengenai masalah-masalah
kedokteranhukum yang mencakup identifikasi misal: umur, jenis kelamin,
dan peninggalan ras manusia yang didugamati karena unsur kejahatan
serta masalah penentuan orang tua dari seorang anak melalui tipe darah,
bila terjadi keraguan mengenai siapa yang menjadi bapaknya).
e. Dalam usaha pencegahan penyakit ( penelitian mengenai penemuan
kelompok-kelompok penduduk yang memiliki risiko tinggi, yakni orang-
orang yang tubuhnya mengandung sel sabit (sickle-cell) dan
pembawa penyakit kuning (hepatitis).

Para ahli ini telah memanfaatkan pengetahuan mereka


mengenaivariasi manusia untuk membantu dalam bidang teknik
biomedikal(biomedical engineering).

Ukuran, norma-norma dan standar yang berasal dari sejumlah studi


antropologi, digunakan dalam bidang-bidang kedokteran anak serta
kedokteran gigi, juga dalam berbagai survei tentangtingkatan
gizi serta etiologi penyakit dalam populasi yang berbeda-beda maupun dalam
suatu populasi.

b. Etnomedisin
Cabang dari etnobotani atau antropologi kesehatan yang mempelajari
pengobatan tradisional, tidak hanya yang berhubungan dengan sumber-sumber
tertulis (contohnya pengobatan tradisional cina) tetapi terutama pengetahuan
dan praktek yang secara oral diturunkan selama beberapa abad.
Dalam ilmu pengetahuan, etnomedisin pada umumnya ditandai dengan
pendekatan antropologi yang kuat atau pendekatan biomedikal yang kuat,
terutama dalam program penemuan obat.
Kepercayaan dan praktek-praktek yang berkenaan dengan penyakit, yang
merupakan hasil dari perkembangan kebudayaan asli dan yang eksplisit tidak
berasal dari kerangka kedokteran modern, merupakan urutan langsung dari
kerangka konseptual ahli-ahli antropologi mengenai sistem medis non-barat.
Rivers, (Medicine, Magic, and Religion). Sistem pengobatan asli adalah
pranata-pranata sosial yang harus dipelajari dengan cara yang sama seperti
mempelajari pranata-pranata sosial umumnya, dan bahwa praktek-praktek
pengobatan asli adalahrasional bila dilihat dari sudut kepercayaan yang
berlaku mengenai sebab-akibat.
Setelah antropologi kesehatan berkembang, terutama dalam bidang-bidang
yang luas, konsep kesehatan internasional dan psikiatri lintas budaya (psikiatri
transkultural), kepentingan pengetahuan praktis maupun teoritis mengenai
sistem pengobatan non-Barat semakin tampak. Pengakuan tersebut telah
memperbaharui perhatian dalam penelitian etnomedicine, dan mengangkatnya
sebagai salah satu pokok penting dalam antropologi kesehatan.

c. Studi-Studi Tentang Kebudayaan Dan Kepribadian


Sejak pertengahan tahun 1930-an, para ahli antropologi, psikiater dan ahli
ilmu tingkah laku lainnya mulai mempertanyakan tentang kepribadian orang
dewasa, atau sifat-sifat dan lingkungan sosial budaya di mana tingkah laku itu
terjadi.

d. Kesehatan masyarakat internasional


1. WHO
Petugas-petugas kesehatan yang bekerja di lingkungan yang
bersifat lintas budaya, lebih cepat menemukan masalah daripada
mereka yang bekerja dalam kebudayaan sendiri, dan khususnya
mereka yang terlibat dalam klinik pengobatan melihat bahwa
kesehatan dan penyakit bukan merupakan gejala biologik saja,
melainkan juga gejala sosial-budaya. Kebutuhan kesehatan di negara
berkembang tidaklah dapat dipenuhi dengan sekedar memindahkan
pelayanan kesehatan dari negara-negara industri. Kumpulan data
pokok mengenai kepercayaan dan praktek pengobatan primitif dan
petani yang telah diperoleh ahli antropologi kebudayaan pada tahun-
tahun sebelumnya, informasi mengenai nilai-nilai budaya dan bentuk-
bentuk sosial, serta pengetahuan mereka mengenai dinamika stabilitas
sosial dan perubahan, telah memberikan kunci yang dibutuhkan bagi
masalah-masalah yang dijumpai dalam program-program kesehatan
masyarakat awal tersebut.
Para ahli antropologi dapat menjelaskan pada petugas kesehatan
mengenai bagaimana kepercayaan tradisional serta prakteknya
bertentangan dengan asumsi pengobatan Barat, bagaimana faktor
sosial mempengaruhi keputusan perawatan kesehatan, dan bagaimana
kesehatan dan penyakit semata-mata merupakan aspek dari
keseluruhan pola kebudayaan, yang berubah bila ada perubahan sosial
budayanya yang mencakup banyak hal.

Batasan Antropologi Kesehatan


Antropologi kesehatan menurut Landy yaitu mengkombinasikan dalam satu
disiplin ilmu pendekatan-pendekatan ilmu biologi, ilmu sosial, dan humaniora
dalam menstudi manusia, dalam proses perkembanganya merupakan perpaduan
antara aspek biologi dan aspek sosio-budaya.
Foster dan Anderson mendefinisikan antropologi kesehatan adalah suatu
disiplin biobudaya yang memperhatikan aspek-aspek biologis dan budaya
berkenaan dengan perilaku manusia, khususnya bagaimana cara kedua aspek ini
berinteraksi sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan penyakit.
Selain itu Mc Elroy dan Townsend juga mendefinisikan antropologi kesehatan
merupakan studi bagaimana faktor-faktor sosial dan lingkungan mempengaruhi
kesehatan dan mengetahui tentang cara-cara alternatif untuk mengerti dan
merawat penyakit.
Definisi kerja secara singkat bahwa antropologi kesehatan adalah istilah yang
dipakai oleh ahli-ahli antropologi yang mendeskripsikan:
a. Secara luas dan interprestasi mengenai hubungan bio-budaya, antara
perilaku manusia di masa lalu dan di masa kini, dengan derajat
kesehatan dan penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada
penggunaan praktis dan pengetahuan tersebut.
b. Partisipasi profesional dalam program- program yang bertujuan
memperbaiki derajat kesehatan melalui pemahaman yang mendalam
mengenai hubungan antara gejala biososiobudaya dan kesehatan, dan
melalui perubahan perilaku sehat dalam arah yang dipercaya dapat
memperbaiki kesehatan dalam arah yang lebih baik.

Ruang Lingkup Kajian Antropologi Kesehatan


Menurut foster dan Anderson lapangan kajian antropologi kesehatan dibagi
menjadi dua:
a. Kutub biologis, perhatinya pada pertumbuhan dan perkembangan fisik
manusia, peranan penyakit dalam evolusi manusia, adaptasi biologis
terhadap perubahan lingkungan alam, dan pola penyakit di kalangan
manusia purba.
b. Kutub sosio-budaya perhatiannya pada sistem kesehatan tradisional yang
mencakup aspek-aspek etiologis, terapi, ide, dan praktik pencegahan
penyakit, serta peranan praktisi medis tradisional, masalah perawatan
kesehatan biomedik, perilaku kesehatan, peranan pasien, perilaku sakit,
interaksi dokter dengan pasien, dan masalah inovasi kesehatan.

Sumbangan Antropologi Terhadap Ilmu Kesehatan


Menurut Foster dan Anderson ada empat hal utama yang dapat disumbangkan
oleh antropologi terhadap ilmu kesehatan yaitu:
1. Perspektif Antropologi
Terdapat dua konsep dalam perspektif antropologi bagi ilmu kesehatan (a)
Pendekatan Holistik, pendekatan ini memahami gejala sebagai suatu
sistem. Pendekatan ini dimana suatu pranata tidak dapat dipelajari sendiri-
sendiri lepas dari hubungannya dengan pranata lain dalam keseluruhan
sistem. (b) Relativisme Budaya, Standar penilaian budaya itu relative,
suatu aktivitas budaya yang oleh pendukungnya dinilai baik, pantas
dilakukan mungkin saja nilainya tidak baik dan tidak pantas bagi
masyarakat lainnya.
2. Perubahan: Proses dan Persepsi (Perubahan Terencana)
Suatu perubahan terencana akan berhasil apabila perencanan program
bertolak dari konsep budaya. Bertolak dari itu, perencanaan program
pembaharuan kesehatan dalam upaya mengubah perilaku kesehatan tidak
hanya memfokuskan diri pada hal yang tampak, tetapi seharusnya pada
aspek psiko-budaya.
3. Metodologi Penelitian
Ahli antropologi menawarkan suatu metose penelitian yang longgar tetapi
efektif untuk menggali serangkaian masalah teoretik dan praktis yang
dihadapi dalam berbagai program kesehatan.
4. Premis
Premis atau asumsi atau dalil yang mendasari atau dijadikan pedoman
individu atau kelompok dalam memilih alternatif tindakan. Premis-premis
tersebut memainkan peranan dalam menentukan tindakan individu dan
kelompok.

Hubungan Antara Social Budaya Dan Biologi Yang Merupakan Dasar


Dari Perkembangan Antropologi Kesehatan
Anthropologi berkaitan dengan kebudayaan dan biologi, dimana keduanya
sama-sama meneliti berbagai obyek fisik kebudayaan yang tercipta baik di
masa sekarang maupun di masa lampau sebagai sebuah sarana pemahaman
nilai-nilai budaya.
Sejumlah sub bidang terletak multi bidang (interface) dalam berbagi divisi
di atas, sebagai contoh medical anthropology sering dipandang sebagai sub
bidang anthropologi social budaya ; namun banyak anthropolog yang
mempelajari topic kesehatan sering harus mengambil materi keragaman
biologis disamping harus memperhatikan berbagai interaksi antara budaya dan
biologi.
Biocultural anthropology adalah sebuah sub bidang yang digunakan untuk
mendeskripsikan sintesa antara perspektif cultural dan biologi.
Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante
dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah
buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan
sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho
socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor (3) yaitu :
a. Environment atau lingkungan
b. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan
dengan ecological balance
c. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi
penduduk, dan sebagainya.
d. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif,
promotif, kuratif, dan rehabilitative

Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan


faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya
derajat kesehatan masyarakat.

Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi
oleh faktor -faktor seperti kelas social, perbedaan suku bangsa dan budaya.
Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis),
bergantung dari variable-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang
berbeda di kalangan pasien.

Misalnya dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan


teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk
mikrobiologi, biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan
epidemiologi. Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan
biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-
faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu.

Contoh : penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa Tenggara


Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara anggota
keluarga.

Kegunaan Antropologi Kesehatan


Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya.
Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan
bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya,
dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan
serta lingkungan alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke
generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual
yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, hal-hal
tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola
pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan
pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut :
1. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan
termasuk individunya.
2. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan
proses sosial budaya bidang kesehatan.
3. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA

Akbar H, M. Ilham. 2014. Definisi, Tujuan, dan Ruang Lingkup Antropologi.


http://sosbud.kompasiana.com/2014/04/17/definisi-tujuan-dan-
ruang-lingkup-antropologi-648444.html. Diakses pada 4 Maret
2015 pada pukul 11.30 WITA.

Basri, mutmainnah. 2013. Antropologi Kesehatan.


http://mutmannah94.blogspot.com/ Diakses pada 4 Maret 2015
pada pukul 11.45 WITA.

Rinjani, Kim Dini. 2012. Antropologi Sosial.


http://kimdinirinjani.blogspot.com/2012/12/antropologi-
sosial.html. Diakses pada 4 Maret 2015 pada pukul 11.50 WITA.