You are on page 1of 2

Hasil Pengukuran Hubungan Trafo Bintang-Bingtang (Y-y)

Tabel 1. Pada saat belum terhubung

Keterangan HV() Keterangan LV() Keterangan


Fasa Fasa
Kontinuitas Keseimbangan

Fasa R-netral 2,0 r-r 0,9 Tidak


R Seimbang

FasaS-netral S 0,9 s-s 0,8 Tidak


Seimbang

FasaT-netral T 1,2 t-t 0,9 Tidak


Seimbang

Tabel 2.Pada saat sudah terhubung

Keterangan HV() Keterangan LV() Keterangan


Fasa Fasa
Kontinuitas Keseimbangan

R-N 0,35 r-n 1,87 Tidak


Seimbang

S-N 1,5 s-n 2,18 Tidak


Seimbang

T-N 1,5 t-n 3,17 Tidak


Seimbang

Analisa :
Pada hubungan Yy sisi HV lebih besar dari pada sisi LV saat belum dihubungkan
sehingga besarnya tahanan belitan pada sisi HV lebih besar dibanding pada sisi
LV.Jika hambatan besar maka tegangan juga besar hal ini sesuai dengan hokum
ohm : V=I x R
Besarnya tegangan output pada trafo sebanding dengan jumlah belitan sekunder
.Besarnya tegangan output pada trafo berbanding terbalik dengan jumlah belitan
primer pada trafo .Besarnya tegangan output pada trafo berbanding terbalik dengan
arus yang mengalir pada sisi sekunder
Pada saat dihubungkan sisi LV lebih besar dari pada sisi HV dari data tersebut trafo
tidak bias dikatakan seimbang karena nilai tahanannya tidak sama maka rugi rugi
yang terjadi ketika kumparan dialiri arus tidak sama

Kesimpulan :

Sisi LV lebih besar dari pada sisi HV apabila panjang lilitan pada masing-masing
kumparan berbeda maka terjadi ketidaksamaan nilai tahanan dan tegangan. Pada
dalam sistem 3 fasa, ketidakseimbangan beban transformator sangat sering terjadi.
Hal ini merupakan akibat beban listrik yang tidak sama maupun karena banyaknya
penambahan beban-beban listrik yang tidak memperhatikan ketidakseimbangan
beban sistem. Pada saat perencanaan pembagian beban transformator pada sisi R,
S, T pada umumnya dirancang secara seimbang. Akan tetapi pada kenyataan yang
terjadi, pembagian bebannya tidak dapat seimbang. Apabila tidak diperhatikan
dengan baik, beban listrik yang mengakibatkan ketidakseimbangan beban pada
transformator dapat juga menngakibatkan beban lebih pada sistem kelistrikan serta
rugi-rugi pada jaringan tegangan rendah. Bila hal ini terjadi kerja transformator
menjadi tidak handal. Perhitungan besarnya ketidakseimbangan beban
transformator dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya beban lebih pada
transformator akibat penambahanbebanlistrik yang tidak memperhatikan
ketidakseimbangan.Karena rangkaian tidak terputus atau short maka trafo dianggap
kontinu