You are on page 1of 8

REFRESHING

PEMERIKSAAN FISIK PADA MATA


Diajukan untuk memenuhi penilaian kepaniteraan klinik
Bagian Ilmu Penyakit Mata di RSUD Sekarwangi

Disusun Oleh
Fitriya
2011730134

Pembimbing
dr. Hj. Riana Azmi,Sp.M

Program Pendidikan Profesi Dokter


Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2016

I. PENDAHULUAN
Pemeriksaan mata pada klien yang datang dengan keluhan yang dirasakan pada
mata mempunyai peranan penting dalam menentukan perjalanan penyakit dan
penyembuhan penyakit.
Deteksi dini kelainan mata secara tepat sangat penting untuk mencegah kebutaan
akibat penyakit yang tidak terdiagnosa dengan tepat atau terlambat dirujuk, sehingga
diperlukan pemeriksaan mata dasar untuk menegakkan kemungkinan penyebab dan
membantu ketepatan waktu dalam merujuk klien.
Dalam pelayanannya, paramedis merupakan ujung tombak untuk menngetahui
decara dini dan tepat serta dapat memberi gambaran dan informasi kepada penderita
tentang pencegahan, pengobatan serta pemahaman tentang kelainan mata yang dijumpai
serta tindakan pertolongan pertama yang diberikan kepada klien.

II. ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA

Secara anatomi mata terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :


1. Suprasilia (alis mata)
Terletak ditepi atas rongga orbita, yang berfungsi sebagai penahan kotoran dan
kosmetik.
2. Palpebra (kelopak mata)
Terdiri dari palpebra superior dan inferior (kelopak mata atas dan bawah)
yang berfungsi sebagai pelindung dari bola mata dimana dapat membuka dan
menutup.
Muskulus orbikularis dapat menyebabkan mata berkedip yang juga
menyebabkan sekresi glandula lakrimal (kelenjar air mata) yang membasahai
mata. Muskulus levator palpebra menyebabkan kelopak mata dapat membuka
dan menutup.
Kelenjar Meibom berfungsi sebagai penghasil cairan lapisan air mata,
selain itu terdapat kelenjar Zeiss dan Molle yang bermuara di folikel pada
bulu mata.
3. Konjungtiva (selaput lendir mata)

1
Merupakan lapisan transparan yang terdiri dari konjungtiva tarsalis superior
dan inferior yang menutupi kelopak mata atas dan bawah, konjungtiva forniks
serta konjungtiva bulbi yang menutupi bagian depan bola mata.
Terdiri dari lapisan tipis yang banyak mengandung sel Goblet menghasilkan
zat yang menjadi lapisan dari air mata.
4. Bulbus okuli (bola mata)
Merupakan bagiain yang terltak di rongga orbita yang dapat diperikda dari
luar dengan bantuan lampu senter yaitu bagian bagian sebagai berikut :
Kornea, Sklera bagian depan, Bilik mata depan (kamera okuli anterior), Pupil
dan iris (Teling mata) dan Lensa.
Sedang pemeriksaan badan kaca, retina dan Nervus II dapat dilakukan dengan
oftalmoskop, dengan Slit lamp dan Gonioskpi dapat diperiksa sudut bilik mata
depan.
Kornea (selaput bening mata) :
Merupakan lapisan yang jernih /transparan yang merupakan media
refraksi yang terdepan dari bola mata yang berfungsi sebagai jendela
masuknya cahaya. Persarafan sensorisnya didapat dari serabut N VII
untuk sensai rasa nyeri.
Sklera (selaput putih mata)
Merupakan lapisan paling luar dari dinding bola mata yang akan
melanjutkan diri ke bagian belakang bola mata yang terdiri dari 3
(tiga) la[pisan yaitu sklera, koroid dan retina.
Uvea terdiri dari :
Iris terletak melingkar membentuk pupil : terdiri dari otot sfingter
untuk gerakan miosis (pupil mengecil) dan otot dilatator unytuk
gerakan dilatasi atau midriasis, berfungsi mengatur jumlah cahaya
yang masuk ke dalam bola mata.
Badan siliar merupakan lanjutan iris di bagian belakang dan
memproduksi humor akuos yang memberi nutrisi untuk mata
Di badan siliar terdapat otot otot yang berfungsi untuk akomodasi lensa
yang penting untuk melihat dekat.

2
Retina : lapisan yang meliputi 2/3 bagian dalam dari dinding bola
mata, terdiri dari lapisan sensoris yang secara dapat terlepas dari
lapisan di bawahnya sehingga terjadi apa yang disebut ablasio retina.
Akuos humor :
Merupakan cairan dalam bola mata yang berfubgsi selain sebagai
cairan nutrisi juga untuk mempertahankan tekanan intra okular antara
10-20 mm Hg. Sirkulasi Humor akuos adalah dari bilik mata belakang
melalui celah antara iris dan lensa masuk ke bilik mata depan.
Selanjutnya ke saluran Schlemm yang terdapat disudut bilik mata
depan . Bila sirkulasi tehgambat, tekanan intra okular (TIO) akan
meninggi terjadi apa yang disebut glaukoma.
5. Lapisan airmata :
Terdiri dari 3 (tiga) lapisan yaitu lapisan lemak dari kelenjar Meibom, air
dari kelenjar lakrimal dan musin dari sel Goblet. Berfungsi untuk membasahi
kornea , bersifat anti mikroba. Air mata kan disalurkan ke kanalikuli superior
dan inferior kemudian ke sakus lakrimalis, selanjutnya melalui duktus
nasolakrimalis akan masuk ke rongga hidung.
6. Otot otot penggerak bola mata berfungsi untuk menggerakan bola mata ke
madial, lateral, superioir dan inferior serta oblik. Masing masing mendapat
persarafan sebagai berikut.
a. Rektus medial - N III - ke medial
b. Rektus lateral - N VI - ke temporal
c. Rektus superior - N III - ke atas
d. Rektus inferior - N III - ke bawah
e Oblikus superior - N IV
f. Oblikus inferior - N III

III. PEMERIKSAAN MATA

3
Seperti pemeriksaan yang lain, pemeriksaan mata pun dimulai dari :
1. Keluhan utama .
2. Anamnesa : Riwayat perjalanan penyakit a.l. keluhan utama,sejak kapan,
bagaimana, dimana dan riwayat pengobatan sebelumnya
3. Pemeriksaan Umum Mata :
Keadaan umum dan pemeriksaan dasar mata

Pemeriksaan dasar :
Alat pemeriksaan : Snellen Chart,E Chart
Lampu senter
Loupe (Magnifier loupe atau Loupe Monokuler)
Funduskopi direk (Diagnostik set)
Pemeriksaan Visus :
Membandingkan ketajaman penglihatan penderita (yg diperiksa) dgn ketajaman
penglihatan orang normal, cara pemeriksaan sebagai berikut :

Penderita duduk 5 m atau 6 m atau 20 feet didepan E Chart/Snellen Chart yg


diletakkan sejajar mata dan mendapat penerangan yg cukupl
Pemeriksaan dilakukan pada masing-masing mata (mata kanan kemudian kiri),
menutup mata jangan ditekan.
Orang normal 6/6 atau 5/5
Bila tidak bisa melihat Chart :
Hitung jari, Lambaian tangan atau Cahaya

PENULISAN VISUS

4
Tajam penglihatan/Visus dinyatakan dgn angka :

Jarak penderita dgn Snellen/E Chart


-------------------------------------------
Jarak huruf tersebut seharusnya dpt dibaca

Contoh : Visus 6/30 berarti


Pada jarak 6 m penderita dapat membaca huruf-huruf seharusnya dapat dibaca pada
jarak 30 m
Bila tidak dapatmembaca/melihat huruf terbesar Snellen/E Chart, penderita
diminta menghitung jari mulai jarak 6 m atau 5 m , Visus di tulis sbb:
6/60, dst4/60 3/60 , 2/60, 1/60

Bila tidak dapat menghitung jari, pemeriksa menggerakan telapak tangannya dan
penderita menyebutkan arah gerakan, bila menjawab dgn benar maka Visus :
1/300

Bila tidak dapat melihat gerakan telapak tanagn, sinari dengan senter pada jarak 1
m, bila dapat melihat maka Visus : 1 /

Tajam penglihatan/Visus Normal adalah 6/6 atau 5/5


Visus 0 - 3/60 = buta ( WHO )
3/60 - 6/60,5/60 = buruk
6/60,5/60 - 6/18,5/15 = sedang
6/18,5/15 - 6/6 ,5/5 = baik

Setelah dilakukan pemeriksaan visus kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaaan bagian-


bagian mata yang dilakukan mulai dari :
- Palpebra superior dan inferior.

5
- Konjungtiva tarsalis superior dan inferior
- Konjungtiva bulbi.
- Sklera.
- Kornea
- Bilik mata depan
- Pupil/iris
- Lensa
- Funduskopi

Palpasi : Untuk memeriksa tekanan bola mata, bila mungkin dapatr dilanjutkan
dengan pemeriksaan dengan tonometer Schiotz
Posisi primer bola mata : yaitu posisi bola mata pada pemeriksaan dimana pada
orang normal disebut ortoforia, sedang bila terdapat kelainan dapat terjadi
exotropia (juling ke arah luar/lateral),esotropia (juling kearah dalam/medial),
hipertropia ( letak lebih kearah superior /atas) atau hipotropia. (letak lebih ke arah
bawah/inferior)
Pergerakan bola mata : versi dan duksi .
Skema pemeriksaan dasar mata :
Visus

Normal Menurun
(1.0, 6/6, 5/5)
Status oftalmologis Tes lubang jarum
(Pin hole)

Diagnosa :

T.a.k. . Blefaritis/Hordeolum Visus ber(+) : Visus tetap


Emetrop . Konjungtivitis
. Skleritis Kelainan Refraksi Non Refraksi
. Perdarahan sub . Miopia . Kornea
konjungtiva . Hipermetropia . Glaukoma

6
. Astigmat . Hifema
. Presbiopia .
Iritis/Uveitis
. Lensa(katarak)
. Vitreus
. Retina
. N. Optikus
.Xeroftalmia