You are on page 1of 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan sebagai pelayanan asuhan professional bersifat humanistik,
menggunakan pendekatan holistik, dilakukan berdasarkan ilmu dan kiat
keperawatan, berorientasi kepada kebutuhan objektif klien, mengacu pada srandart
professional keperawatan dan menggunakan etika keperawatan sebagai tuntutan
utama ( Nursalam, 2002 ).
Keperawatan komunitas merupakan kesatua yang unik dari praktek
keperawatan dan kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada pengembangan dan
peningkatan kemampuan kesehatan baik diri sendiri sebagai perorangan, maupun
secara kolektif sebagai keluarga, kelompok khusus

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Konsep dasar keperawatan komunitas


Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai
persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan
batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga
(Sumijatun dkk, 2006). Misalnya di dalam kesehatan dikenal kelompok ibu hamil,
kelompok ibu menyusui, kelompok anak balita, kelompok lansia, kelompok masyarakat
dalam suatu wilayah desa binaan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok
masyarakat ada masyarakat petani, masyarakat pedagang, masyarakat pekerja,
masyarakat terasing dan sebagainya (Mubarak, 2006).
Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan
prpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health) dengan dukungan
peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif
secara berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan kuratif dan rehabilitative secara
menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok serta
masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui proses keperawatan (nursing process) untuk
meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mampu mandiri dalam
upaya kesehatan (Mubarak, 2006).
Proses keperawatan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan yang
bersifat ilmiah, sistematis, dinamis, continue dan berkesinambungan dalam rangka
memecahkan masalah kesehatan klien, keluarga, kelompok serta masyarakat melalui
langkah-langkah seperti pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi
keperawatan (Wahyudi, 2010).

B. Tujuan dan fungsi keperawatan komunitas


1. Tujuan keperawatan komunitas
Tujuan proses keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan
kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut:
a. Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap individu, keluarga
dan kelompok dalam konteks komunitas.
b. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general
community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan
masyarakat yang dapat memengaruhi individu, keluarga dan kelompok.
Selanjutnya secara spesifik diharapkan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat mempunyai kemampuan untuk:
1) Mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami
2) Menetapkan masalah kesehatan dan memprioritaskan masalah tersebut
3) Merumuskan serta memecahkan masalah kesehatan
4) Menanggulangi masalah kesehatan yang merekahadapi
5) Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yang mereka hadapi, yang
akhirnya dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara
mandiri (self care).

2. Fungsi keperawatan komunitas


a. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi kesehatan
masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan
keperawatan
b. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan
kebutuhannya di bidang kesehatan
c. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah,
komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat
d. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan permasalahan
atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang cepat
dan pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan (Mubarak, 2006).
C. Ruang lingkup keperawatan komunitas
Ruang lingkup praktik keperawatan komunitas meliputi upaya-upaya pemingkatan
kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), pemeliharaan kesehatan dan pengobatan
(kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitative) dan mengembalikan serta memfungsikan
kembali ke lingkungan social dan masyarakat (resosialisasi).
1. Upaya promotif
Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat dengan jalan memberikan:
a. Penyuluhan kesehatan masyarakat
b. Peningkatan gizi
c. Pemeliharaan kesehatan perseorangan
d. Pemeliharaan kesehatan lingkungan
e. Rekreasi
2. Upaya preventif
Upaya preventif ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan
terhadap kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat melalui kegiatan :
a. Imunisasi misal terhadap bayi, balita dan ibu hamil
b. Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui Posyandu dan Puskesmas
c. Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui
3. Upata kuratif
Upaya kuratif ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota keluargaatau
masyarakat yang menderita penyakit atau maalah kesehatan melalui kegiatan :
a. Perawatan orang sakit di rumah
b. Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis
c. Perawatan payudara
d. Perawatan tali pusat bayi baru lahir
4. Upaya rehabilitative
Upaya rehabilitative merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita yang
dirawat di rumah maupun terhadap kelompok tertentu yang mengidap penyakit yang
sama, dilakukan melalui kegiatan:
a. Latihan fisik baik yang mengalami gangguan fisik maupun kelainan bawaan
b. Latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu
5. Upaya resosialitatif
Adalhupaya untuk mengembalikan individu, keluarga dan kelompok khusus ke dalam
masyarakat, diantaranya adalah kelompok yang diasingkan oleh masyarakat karena
menderita suatu penyakit seperti kusta, AIDS, wanita tuna susila dan lainnya.

D. Proses keperawatan komunitas


Asuhan keperawatan yang diberikan kepada komunitas atau kelompok adalah (Mubarak,
2006)
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis
terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan yang
dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga atau kelompok yang menyangkut
masalah pada fisiologis, psikologis, social ekonomi maupun spiritual dapat
ditentukan.
a. Pengumpulan data
Hal yang perlu dikaji pada komunitas atau kelompok antara lain:
1) Inti (core) meliputi: data demografi kelompok atau komunitas yang terdiri dari
usia yang berisiko, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, agama, nilai-nilai,
keyakinan, serta riwayat timbulnya kelompok atau komunitas.
2) Mengkaji 8 subsistem yang mempengaruhi komunitas antara lain:
a) Perumahan, bagaimana penerangannya, sirkulasi, bagaimana
kepadatannya karena dapat menjadi stressor bagi penduduk
b) Pendidikan komunitas, apakah ada sarana pendidikan yang dapat
digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat
c) Keamanan dan keselamatan, bagaimana keselamatan dan keamanan
tempattinggal,apakah masyarakat merasa nyaman atau tidak, apakah
sering mengalami stress akibat keamanan dan keselamatan yang tidak
terjamin
d) Kualiti dan kebijakan pemerintah terkait kesehatan, apakah cukup
menunjang
e) Pelayanan kesehatan yang tersedia, untuk melakukan deteksi dini dan
merawat atau memantau gangguan yang terjadi
f) System komunikasi, serta komunikasi apasaja yang dapat
dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan yang
terkait dengan gangguan penyakit
g) System ekonomi, tingkat social ekonomi masayarakat secara
keseluruhan, apakah pendapatan yang di terima sesuai upah minimum
regional (UMR) atau sebaliknya
h) Rekreasi, apakah tersedia sarana rekreasi, kapan saja dibuka, apakah
biayanya dpat dijangkau masyarakat
b. Jenis data
Jenis data secara umum dapat diperoleh dari data subjektif dan data objektif
(Mubarak, 2005).
1) Data subjektif
Yaitu data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh
individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang diungkapkan secara
langsung melalui lisan.
2) Data objektif
Data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan dan pengukuran.
c. Sumber data
1) Data primer
Data yang dikumpulkan oleh pengkaji dariindividu, keluarga, kelompok dan
masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan atau pengkajian.
2) Data sekunder
Data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya:
kelurahan, catatan riwayat kesehatan pasien atau medical record.
3) Cara pengumpulan data
o Wawancara yaitu: kegiatan timbal balik berupa Tanya jawab
o Pengamatan yaitu: melakukan observasi dengan panca indera
o Pemeriksaan fisik : melakukan pemeriksaan pada tubuh individu
d. Analisa data
Kemampuan untuk mengkaitkan data dan menghubungkan data dengan
kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui tentang kesenjangan
atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu masalahkesehatan atau
masalah keperawatan.
e. Perumusan masalah kesehatan
Berdasarkan analisa data dapat diketahui maslah kesehatan dan masalah
keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat sehingga dapat dirumuskan masalah
kesehatan.
f. Prioritas masalah
Prioritas masalah dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan Abraham H
Maslow:
o Keadaan yang mengancam kehidupan
o Keadaan yang mengancam kesehatan
o Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan
2. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan ialah respon individu pada masalah kesehatan baik yang actual
maupun potensial. Diagnosa keperawatan komunitas akan memberikan gambaran
tentang masalah atau status kesehatan masyarakat baik yang nyata dan yang mungkin
terjadi. Diagnosa ditegakkan berdasarkan tingkat reaksi komunitas terhadap stressor
yang ada. Selanjutnya dirumuskan dalam tiga komponen yaitu:problem/masalah (P),
etiology atau penyebab (E) dan symptom atau manifestasi/data penunjang (S)
(Mubarak, 2005).
o Problem : merupak penyimpangan dari kesenjangan atau penyimpangan dari
keadaan normal yang seharusnya terjadi.
o Etilogi : penyebab masalah kesehatan atau keperawatan yang dapat memberikan
arah terhadap intervensi keperawatan
o Symptom : tanda atau gejala yang tampak menunjang masalah yang terjadi.
3. Perencanaan atau intervensi
Perencanaan keperawatan merupakan penyususnan rencana tindakan keperawatan
yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosis
keperawatan yang sudah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien.
Perencanaan intervensi yang dapat dilakukan berkaitan dengan diagnosa keperawatan
komunitas yang muncul diatas adalah (Mubarak, 2005):
a. Lakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit
b. Lakukan demonstrasi ketrampilan cara menangani penyakit
c. Lakukan deteksi dini tanda-tanda gangguan penyakit
d. Lakukan kerja sama dengan ahli gizi dalam menentukan diet yang tepat
e. Lakukan olahraga secara rutin
f. Lakukan kerja sama dengan pemerintah atau aparat setempat untuk memperbaiki
lingkungan komunitas
g. Lakukan rujukan ke rumah sakit bila diperlukan
4. Implementasi keperawatan
Pelaksanaan merupakan tahap realisasi dari rencana asuhan keperawatan yang telah
disusun. Dalam pelaksanaannya tindakan asuhan keperawatan harus bekerja sama
dengan anggota tim kesehatan lain dalam hal melibatkan pihak Puskesmas, bidan desa
dan anggota masyarakat (Mubarak, 2005). Perawat bertanggung jawab dalam
melaksanakan tindakan yang telah direncanakan yang bersifat (Efendi, 2009) yaitu:
a. Bantuan untuk mengatasi masalah gangguan penyakit
b. Mempertahankan kondisi yang seimbang dalam hal ini perilaku hidup sehat dan
melaksanakan upaya peningkatan kesehatan
c. Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah gangguan penyakit
d. Advokat komunitas yang sekaligus memfasilitasi terpenuhiny kebutuhan
komunitas
5. Evaluasi
Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan.
Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan
pedoman atau rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat
dengan membandingkan tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan
sehari-hari dan tingkat kemajuan masyarakat komunitas sengan tujuan yang sudah
ditentukn atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak, 2006). Adapun tindakan dalam
melakukan evaluasi adalah:
a. Menilai respon verbal dan non verbal komunitas setalah dilakukan intervensi
b. Menilai kemampuan oleh komunitas setelah dilakukan intervensi
c. Mencatat adanya kasus baru yang dirujuk kerumah sakit