You are on page 1of 14

LAPORAN PBL

SISTEM KEDOKTERAN KOMUNITAS


PENYAKIT AKIBAT KERJA

KELOMPOK 5
MODUL 2
Skenario 2

TUTOR: dr. Pitut Aprilia


Anggota

Firman Nur Alam 2009730019


Insan Rizkilla 2009730137
Maulana Akbar 2009730094
Nadia Resha 2009730100
Adriana Virani Jeumpa 2009730005
Mega Agung Raskosa 2009730031
Clara Agustin 2009730130
Desi Khorunnisa 2009730010
Fitriani Cuthi 2009730079
Yuli Adiyanti 2009730120

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADYAH JAKARTA
2011/2012
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

BAB I

1.1 KATA PENGANTAR


1.2 LATAR BELAKANG
1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH

BAB II

1.2 SKENARIO

2.2 KLARIFIKASI ISTILAH

2.3 PEMBAHASAN

BAB III

KESIMPULAN

SARAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah Tabaraka wa Taala, dialah yang telah
menurunkan Al-Quran dengan membawa kebenaran dan keadilan. Shalawat &
salam semoga senantiasa tercurah kepada penutup para nabi dan rasul,
Muhammad SAW. Serta rahmat dan kesejahteraan semoga Allah limpahkan
kepada beliau, keluarganya, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti jejak
mereka dalam kebajikan hingga akhir zaman.

Pada semester 6 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran


dan kesehatan Universitas Muhammadiyah, kami mendapatkan mata kuliah Ilmu
Kedokteran Komunitas dan Kegiatan PBL. Dalam PBL Modul 1 kesehatan
masyarakat tentang PENYAKIT AKIBAT KERJA, kami dituntut untuk bisa
memahami, menguraikan, serta menjelaskan berbagai komponen serta fungsi
seorang dokter dalam ilmu kedokteran kerja. Semoga Laporan yang kami buat
dapat memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kedokteran Komunitas Program studi
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas
Muhammadiyah.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan kepada


Tutor kami yang banyak memberi arahan dan masukan: dr. Pitut Aprilia , serta
materi dari dokter-dokter yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, mohon
maaf kiranya apabila dalam Laporan ini masih banyak kesalahan serta kekurangan
dapat kiranya bapak dan ibu memberi kami masukan dan arahan.

Akhir kata kami panjatkan shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW
berserta keluarga dan para sahabatnya
1.2 LATAR BELAKANG

Pada Semester 3 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran


dan kesehatan Universitas Muhammadiyah, kami mendapatkan mata kuliah ilmu
kedokteran komunitas . Dalam Modul 2 mata kuliah ilmu kedokteran komunitas
kami mempelajari bagaimana cara menangani pasien-pasien yang ada di tempat
kerja . Dimana pada modul ini ada beberapa skenario dengan persoalan penyakit
di suatu tempat kerja yang berbeda-beda. kelompok kami mencoba menganalisa
tentang kejadian penyakit akibat kerja berdasarkan skenario yang kami dapatkan,
Penyebab-penyebab penyakit penyakit akibat kerja yang tujuannya adalah kita
mampu memperbaiki kondisi lingkungan di tempat kerja serta kemungkinan
factor resiko agar menjadi sehat dan mencegah factor resiko lain.
BAB II

2.1 SKENARIO 1 LOW BACK PAIN

Seorang pekerja wanita, Nn.AA, 25 tahun, pekerjaan: beutician pada


perusahaan kecantikan XX. Keluhan Utama: Nyeri pinggang sejak 1 minggu lalu.
Os merasakan nyeri pada pinggangnya. Nyeri timbul terutama setelah bekerja.
Nyeri lebih terasa saat membungkuk. Bila nyeri timbul, Os merasa sangat
terganggu karena harus berbaring agar merasa lebih nyaman. Nyeri yang timbul,
tidak menjalar ke paha maupun tungkai bawah. Telah diobati dengan obat
penahan sakit, yaitu Asam Mefenamat 500mg. Tetapi, menurut pengakuannya,
rasa sakit hanya berkurang sedikit saja. Sebelumnya gejala ini hilang timbul sejak
sekitar 1 tahun terakhir. Saat itu, gejala timbul setelah bekerja, tetapi bila istirahat
dirumah atau libur, Os dapat pulih kembali tanpa perlu minum obat. Dalam 1
tahun terakhir, gejala sudah sering dirasakan.

Gejala terutama dirasakan timbul pada akhir jam kerja. Sebelumnya,


setelah istirahat dirumah, keesokan harinya keluhan berkurang dan seringkali
menghilang bila keesokan harinya adalah hari libur. Namun dalam 1 minggu,
terakhir keluhan tidak membaik walau sudah beristirahat di rumah/libur. Bahkan,
baru melayani 1-2 pelanggan saja, keluhan sudah dirasakan sangat mengganggu.

Tidak ada riwayat trauma fisik. Tidak ada riwayat penyakit dalam keluarga
yang berhubungan dengan penyakit yang diderita pasien. Pasien tidak memiliki
kebiasaan minum minuman beralkohol maupun merokok. Juga tidak terbiasa
memakai sepatu berhak tinggi ataupun pakaian dan celana ketat. Os tidak
memiliki kebiasaan olah raga. Bekerja sebagai Beutician selama 6 tahun 3 bulan
di perawatan kecantikan. Tidak ada pekerjaan sebelumnya, maupun pekerjaan lain
yang dilakukan oleh Os selain pekerjaan ini.

Alat kerja yang digunakan adalah tempat tidur klien, bangku, sarung
tangan, masker, Ekstraktor Komedo, Berbagai cairan kimia untuk perawatan,
Probe sterilisasi, lampu meja, Needle G-24, Tissue, Kapas, Alkohol 70%. Uraian
tugasnya: Os bekerja selama 6 hari seminggu dengan 1 hari off. Os berangkat
kerja dari tempat tinggalnya dengan menumpang bis kota, setelah sebelumnya
berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai halte bis. Sebagai Beutician, Os
memiliki tugas rutin utama untuk melayani facial (Perawatan kulit wajah), akan
tetapi juga dapat mengerjakan perawatan dada maupun punggung. Tugas
tambahan yang tidak rutin dilakukan dalah membereskan status pasien harian
bersama dengan 3 orang rekannya. Dalam 1 hari kerja shift pagi, rata-rata Os
dapat melayani 4-5 pelanggan. Sedangkan bila shift sore, pada umumnya hanya 3-
4 pelanggan saja. Dalam bekerja, pasien wajib mempergunakan sarung tangan dan
masker penutup mulut dan hidung dan kebanyakan pasien duduk di bangku.

Urutan tugasnya: Pemeriksaan awal dilakukan untuk memeriksa keadaan


kulit wajah pasien. Waktu yang dibutuhkan sekitar 5-10 menit. Cleansing:
membersihkan wajah pasien dari debu maupun makeup yang digunakan pasien.
Peralatan dan material yang dipergunakan adalah busa/spons pembersih, cairan
pembersih, air bersih dan handuk kain. Cairan pembersih adalah bahan kimia
serupa sabun. Membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit. Chemical Peeling:
mengoleskan cairan kimia ke tubuh atau wajah pasien. Peralatannya adalah wadah
cairan kimia berupa mangkuk melamin, kuas, kapas, bahan kimia seperti asam
susu, asam glikolat dan sebagainya, cairan kimia penetralisir. Proses ini
berlangsung sekitar 5-10 menit. Ekstrasi: proses ini berlangsung 30-45 menit,
terkadang bisa berlanjut sampai 1 jam. Peralatan yang digunakan adalah Ekstrator
Komedo, lampu meja, tissue, needle. Komedo maupun jerawat pasien dikeluarkan
dengan menggunakan ekstrator. Penerangan saat proses ini cukup baik.
Sterilisasi: berlangsung 5-10 menit. Menggunakan sterilisator, alkohol 70%,
kapas. Dalam proses ini, wajah atau tubuh pasien yang telah di ekstrasi,
dibersihkan dan dihentikan perdarahannya. Massage: berlangsung 10-15 menit.
Tidak ada peralatan yang dipergunakan dalam proses ini. Pasien bekerja dengan
proses berdiri untuk proses ini. Masker: proses pemasangan masker berlangsung
sekitar 5 menit. Namun, kemudian dibiarkan sampai 15-30 menit baru diangkat.
Material yang dibutuhkan adalah masker wajah dengan kandungan sulfur, kolagen
dan sebagianya. Setelah proses ini, pasien boleh ditinggal sampai masker akan
diangkat. Dalam pengamatan, sering kali pasien melakukan gerakan memutar
pada pinggang untuk mengabil peralatan atau material yang dibutuhkan.
Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum baik, kesadaran kompos mentis,
tekanan darah 120/70mmHg, Nadi 88X/menit, isi cukup, irama teratur, frekuensi
napas 20X/ menit, suhu aksila 36.5C. Berat badan 60kg, Tinggi badan 156cm,
indeks massa tubuh 24.65(Overweight). Pemeriksaan fisik lain: normal.
Pemeriksaan khusus Regio Lumbosakral: Range of motion: normal. Gerakan
memutar: normal, nyeri (-), Gerak membungkuk: nyeri (+) disekitar tulang
belakang L2-L3/L3-L4. Pemeriksaan jongkok dan berdiri: nyeri (-). Pemeriksaan
berjalan dengan tumit: nyeri (-). Pemeriksaan berjalan dengan ujung kaki: nyeri
(-). Pengamatan tempat kerja: tempat tidur klien dan bangku kerja tidak dapat
dirubah ukurannya tinggi-rendahnya, sehingga relatif kurang sesuai, dan
menjadikan pasien bekerja dengan kondisi yang tidak ergonomis yaitu
membungkuk.

Posisi kerja pasien: tulang belakang tidak tegak menyangga tubuh, terutama pada
3 titik yaitu pada leher, torakal dan tulang duduk. Akibatnya lengkung leher dan
lengkung pada torakal membetuk sudut lebih dari 30 derajat dari sumbu tubuh
berdampak menjadikan beban pada vetebra menjadi bertambah, khususnya pada
lumbal yang merupakan penumpu berat tubuh, dan juga menjadikan struktur
vetebra tidak stabil. Posisi duduk seperti itu menjadikan otot-otot dan struktur
penyangga tulang belakang, khususnya pada scarum dan koksigis mendapat beban
berlebihan

Diagnosis klinis pada kasus ini: Nyeri pinggang bawah sederhana

Diff.Diagnosis: -

Diagnosis Okupasi: ICD-10: M. 54-5: Low Back Pain

2.2 KLASIFIKASI ISTILAH


Beautician menurut M.G Setiyani (1997 : 35) adalah Seseorang yang
disiapkan untuk menjadi tenaga ahli kecantikan.

2.3 PEMBAHASAN
ANALISA MASALAH
IDENTITAS PENDERITA
Nama : Nn. AA

Umur : 25 thn
Jenis kelamin : Perempuan
Agama :-
Pendidikan :-
Pekerjaan : Beautician
Perusahaan : Perusahaan kecantikan XX
Status perkawinan : -
Suku/bangsa : -

AUTOANAMNESA
Keluhan utama : Nyeri pinggang sejak 1 minggu yang lalu

Riwayat penyakit sekarang : Nyeri timbul terutama setelah bekerja, nyeri


lebih terasa saat membungkuk,agar merasa nyaman dia harus berbaring,
nyerinya tidak menjalar ke paha ataupun tungkai bawah, telah diobati
dengan obat penahan rasa sakit ( asam mefenamat ) tapi rasa sakitnya
hanya berkurang sedikit. Sebelumnya gejala hilang timbul sejak 1 tahun
terakhir. Saat itu gejala timbul setelah bekerja, tetapi bila beristrahat di
rumah/libur, dapat pulih kembali tenpa perlu minum obat. Dalam 1 tahun
terakhir gejala sudah sering dirasakan. Gejala terutama dirasakan pada
akhir jam kerja dan dalam 1 minggu terakhir keluhan tidak membaik
walau sudah beristrahat di rumah/libur.
Riwayat penyakit dahulu

Trauma fisik (-),Pernah merasakan keluhan yang sama 1 tahun yang lalu
Riwayat penyakit keluarga

Tidak ada riwayat penyakit dalam keluarga yang berhubungan


dengan penyakit yang diderita pasien.
Riwayat pengobatan
Minum asam mefenamat 500 mg, tidak sembuh.
Riwayat psikososial

Pasien tidak memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol, juga


tidak terbiasa memakai sepatu ber hak tinggi ataupun pakaian dan celana
ketat, pasien tidak memiliki kebiasaan olahraga.
SIKLUS PEKERJAAN

\
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik, kesadaran kompos mentis
Tanda Vital : - Tekanan darah : 120/70 mmHg
- Frekuensi nadi : nadi 88 x/mnt, isi
cukup, irama teratur
- Frekuensi nafas : 20 x/mnt
- Suhu : 36,50 C
Keadaan Gizi : - Berat badan : 60 kg
- Tinggi badan : 156 cm
- BMI : 24,65%
Pemeriksaan fisik lain : Baik
PEMERIKSAAN KHUSUS REGIO LUMBROSAKRAL
Range of motion : Normal
Gerak memutar : Normal, nyeri (-)
Gerak membungkuk : Nyeri (+), di sekitar L2-L3/L3-L4
Pem. Jongkok & berdiri : Nyeri (-)
Pem. Berjalan dgn tumit : Nyeri (-)
Pem. Berjalan dgn ujung kaki : Nyeri (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG LBP


X-ray
Myelografi
CT-scan dan MRI

NILAI AMBANG BATAS ( NAB )


Atau Treshold Limit Value (TLV) adalah tingkat pajanan yang
direkomendasikan dapat melindungi sebagian besar tenaga kerja terhadap
gangguan kesehatan yang mungkin timbul selama terpajan 8 jam sehari.

Nilai Ambang Penerangan : Standar berdasarkan PMP NO. 7 / 1964


Perbedaan membedakan barang halus dengan kontras sedang dan dalam
waktu lama antara 500-1000 lux

7 LANGKAH DIAGNOSA PAK


Langkah 1 : Low Back Pain
Langkah 2 : Posisi kerja yang tidak ergonomis
Langkah 3 : Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan nyeri
pinggang
Langkah 4 : Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang
Langkah 5 : IMT Overweight
Langkah 6 : tidak ada faktor resiko lain diluar pekerjaan
Langkah 7 : ICD-10 = M.54-5 = Low Back Pain At Causa PAK

DIAGNOSA PENYAKIT AKIBAT KERJA


Diagnosa kerja : nyeri pinggang bawah sederhana
Diagnosa difrensial :
Diagnosa Okupasi : ICD-10 : M.54-5 : Low Back Pain
PENATALAKSANAAN PASIEN LOW BACK PAIN
Medikamentosa
Parasetamol atau NSAID
Obat anti-nyeri diberikan interval biasa dan digunakan hanya jika
diperlukan
Jika tidak ada perbaikan, kombinasi parasetamol dengan opioid
Pertimbangkan tambahan muscle relaxant tetapi hanya untuk jangka
pendek
Non Medikamentosa
Terapi konserfativ :
Bed Rest
Medikamentosa
Traction
Fisioterapi
- Terapi panas
- Elektro stimulus:
Akupuntur
Ultra sound
Radio frequency lesioning
- Spinal endoscopy
- PENS
- Elektro Thermal Disc Decompressio
- TENS
Massage
Alat Bantu
- Back Corsets
- Tongkat
Latihan fisik
PROGNOSA
1. Ad vitam ad bonam
Ad Sanasionam ad bonam
Ad Fungsionam ad bonam
2. Okupasi dubia ad bonam
3. Fit To Work

BAB III

KESIMPULAN
Kemungkinan tempat tidur klien dan kursi kerja ukuran tinggi-rendahnya
tidak dapat diatur
Kondisi tidak ergonomis membungkuk
Posisi kerja :
Tulang belakang tidak tegak menyangga tubuh (leher, torakal, tulang
duduk)
Lengkung leher & torakal membentuk > 30 0 beban pada vertebra
bertambah (tdk stabil)
Sacrum & koksigis mendapat beban berlebihan

SARAN
1. Penjemputan dan pemulangan pekerja dengan mobil kantor.
2. Shift kerja selang seling.
3. Memberikan kesempatan istirahat setiap selesai satu pasien.
4. Mengganti kursi dan tempat perawatan dengan yang bisa diatur posisinya
supaya ergonomis.
5. Mengganti meja peralatan dengan meja dorong agar meminimalisir gerakan
memutar pinggang secara berulang-ulang.
DAFTAR PUSTAKA

Modul mata kuliah Kedokteran Kerja

Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit


dan Penyuluhan Lingkungan 2005
Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Pedoman Bagi
Rumah Sakit Rujukan tingkat pertama di kabupaten/kota.
Informasi pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.
DIREKTORAT JENDRAL PENGENDALIAN PENYAKIT & PENYEHATAN
LINGKUNGAN DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2009