You are on page 1of 2

2.

1 Anatomi Tonsil

Gambar 2.1 Anatomi Tonsil

Tonsil mulai berkembang umumnya pada awal kehamilan bulan ketiga, berasal dari
endoderm, kantong faring kedua, dan mesoderm membran faring kedua. Epitel dari kantong
kedua berproliferasi membentuk endodermal buds, tumbuh di atas mesoderm. Kelak endodermal
buds akan menjadi stroma tonsilar. Bagian tengah dari endodermal buds akan mati dan meluruh,
membentuk kripta yang diinfiltrasi oleh jaringan limfoid. Mulai usia 5 atau 6 kehidupan, tonsil
akan membesar secara signifikan dan mencapai ukuran akhirnya pada masa pubertas berukuran
20-25 mm x 10-15 mm.

Tonsil dibagi menjadi 3 menurut letak anatomisnya yaitu tonsila palatina, tonsila lingualis
dan tonsila faringeal. Pada sisi lateral, tonsil dilapisi kapsul tipis yang dibentuk dari kondensasi
fasia faringobasilar yang memanjang menuju tonsil dan membentuk septa yang memungkinkan
adanya jalur untuk nervus dan pembuluh darah.

Tonsila palatina terletak antara m. palatoglossus (pilar anterior) dan m. palatopharyngeus


(pilar posterior) dan berukuran paling besar dari tonsil lain. Tonsila faringeal (adenoid) terletak
pada aspek posterior nasofaring. Pada lateralnya terdapat tuba eustachius.

Suplai vaskular tonsil berasal dari tonsillar artery, ascending pharyngeal artery, tonsillar
branch of the facial artery, dorsal lingual branch of the lingual artery dan ascending palatine
branches of the facial artery. Aliran vena pada tonsil melalui peritonsillar plexus menunju
lingual dan pharyngeal vein, menuju internal jugular vein. Sedangkan untuk adenoid suplai
vaskular berasal dari ascending pharyngeal artery, ascending palatine artery, tonsillar branch of
the facial artery, pharyngeal branch of the maxillary artery, artery of the pterygoid canal, dan
basisphenoid artery. Aliran vena pada adenoid menuju pharyngeal plexus yang berkomunikasi
dengan pterygoid plexus yang menuju vena fasialis dan vena jugularis interna.

Tonsil dipersyarafi melalui cabang tonsilar dari nervus maxilliaris dan nervus
glosofaringeal, sedangkan adenoid dipersyarafi pleksus faringeal.

Limfatik eferen tonsil mengalir menuju node jugulodigastrik dan upper deep cervical
lymph node dan limfonodus retrofaringeal. Limfatik adenoid mengalir menuju retropharyngeal
dan pharyngomaxilliary space lymph nodes.

2.2 Anamnesis

Pasien tonsillitis kronik umumnya merupakan remaja usia pubertas dan dewasa
muda. Keluhan utama yang sering dialami biasa berupa nyeri tenggorok yang terus
menerus, bau mulut dan letih lesu. Gejala sulit menelan, nyeri menelan, perubahan suara,
rasa sesak yang menetap serta mendengkur saat tidur juga dapat ditemukan. Yang penting
juga untuk ditanyakan adalah riwayat menderita tonsillitis dan riwayat pengobatan
tonsillitis. Gejala akut seperti demam umumnya tak ada pada pasien namun gejala dapat
muncul terutama pada awal perjalanan penyakit pasien. Riwayat pengobatan tonsillitis
ditanyakan bertujuan untuk melihat efektivitas pengobatan sebelumnya. Riwayat kejang
demam sebelumnya (sebagai bagian dari perjalanan penyakit) juga perlu ditanyakan.