You are on page 1of 4

Sari Pediatri, Vol. 4, No.

Sari Pediatri, Vol.2,4,September 2002: 502002
No. 2, September - 53

Hubungan Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan
Fungsi Ginjal pada Bayi Baru Lahir
Adrian Umboh

Asfiksia neonatorum merupakan problem kesehatan pada bayi baru lahir yang dapat
menyebabkan gagal ginjal akut jika tidak ditangani dengan baik.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara derajat asfiksia neonatorum dengan derajat
gangguan fungsi ginjal
Metoda: penelitian analitik observasional pada bayi baru lahir di bangsal Neonatologi
Bagian IKA/RSUP Manado antara bulan Agustus 1997-Februari 1998 yang memenuhi
kriteria dilakukan pengukuran kadar ureum dan kreatinin serum serta penentuan laju
filtrasi glomerulus (LFG). Data dianalisis dengan uji Anova dan Chi-Square.
Hasil: di antara 129 bayi baru lahir yang memenuhi kriteria terdiri dari 49 bayi sehat,
50 asfiksia ringan-sedang, dan 30 asfiksia berat. Terdapat perbedaan bermakna kadar
serum ureum dan kreatinin serta LFG antara kelompok bayi sehat dengan asfiksia berat
dan antara kelompok asfiksia ringan-sedang dengan asfiksia berat (p<0,01). Lima dari
30 kasus asfiksia berat mengalami gagal ginjal akut dan terdapat hubungan bermakna
antara derajat asfiksia dengan derajat gangguan fungsi ginjal (p<0,01).
Kesimpulan: terdapat perbedaan antara kadar ureum dan kreatinin serum serta LFG
antara bayi asfiksia berat dengan bayi sehat dan asfiksia ringan-sedang. Terdapat pula
hubungan antara derajat asfiksia dengan derajat gangguan fungsi ginjal.

Kata kunci: bayi baru lahir – asfiksia – gangguan fungsi ginjal

kedua pada kelompok bayi dengan berat lahir cukup.10

D
alam dua dekade terakhir ini teknik monitor
bayi ante dan intra partum sudah ber- Kematian akibat asfiksia neonatorum 17% dari seluruh
kembang pesat, namun risiko asfiksia pada bayi dengan asfiksia berat yang dirawat di Subbagian
bayi baru lahir tetap menjadi masalah.1,2 Neonatologi RSUD Dr. Sutomo Surabaya pada tahun
Asfiksia neonatorum merupakan salah satu problem 1993.11
kesehatan pada bayi baru lahir yang dapat menye- Gejala gangguan fungsi ginjal pada neonatus sangat
babkan hipoksemia, hiperkapnia dan asidosis, yang jika tidak khas dan sering merupakan bagian dari disfungsi
tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gagal multiorgan seperti pada sindrom gawat nafas
ginjal akut.3-9 neonatorum yang berat.3-6,10 Stapleton12 melaporkan
Di antara ke-empat penyebab utama morbiditas bahwa 9 di antara 15 kasus gagal ginjal akut (GGA)
bayi yang dirawat di Subbagian Neonatologi RSCM/ pada neonatus yang dirawat di ICU mempunyai
FKUI Jakarta, asfiksia neonatorum menempati urutan riwayat asfiksia perinatal dengan angka kematian akhir
GGA berkisar antara 37-78%.
Asfiksia neonatorum menyebabkan perfusi ginjal
Alamat Korespondensi: berkurang dan sering terjadi GGA setelah asfiksia berat.
Dr. Adrian Umboh, Sp.A. Hipoksia yang berlangsung lama akibat asfiksia berat
Kepala Subbagian Nefrologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FK-
UNSRAT/RSUP Manado. Jl. Raya Tanawangko. Manado 95263.
akan menyebabkan iskemia ginjal sehingga dapat
Telepon: 0431-821652. Fax.: 0431-859091. berlanjut menjadi GGA intrinsik.12-15 Carlowicz dan
Makalah telah dibawakan di KONIKA XI, Jakarta 1999 Adelman7 pada penelitian prospektif terhadap 33 bayi

50

9 22. Selama periode 1 Agustus 1997 sampai dengan 28 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Februari 1998 telah diteliti 129 bayi yang memenuhi antara derajat asfiksia neonatorum dengan beratnya kriteria inklusi.(Tabel 2) ringan (azotemia prerenal) bila LFG 50-75%.3%) glomerolus dan fungsi ekskresi ureum dan kreatinin.6 48. nilai Apgar 4-6 (asfiksia sedang) dan nilai (4.2 1. dengan gangguan fungsi ginjal ringan. Vol. Sedangkan dari Penilaian fungsi ginjal didasarkan pada kemam. LFG= 0.2 ± 1.01). panjang badan. Tabel 1. 51 . ureum dan kreatinin serum serta LFG menurut derajat asfiksia Sehat Asfiksia Asfiksia berat Keterangan Parameter (n=49) Ringan-sedang (n=30) (n=50) Berat lahir (g) 3. dan Dari perhitungan statistik terdapat hubungan yang gangguan fungsi berat bila LFG < 50%.2 ± 6.Sari Pediatri.9 41.9 ± 0.5670 Ureum serum (mg/dl) 28.4 p < 0.2 ± 0.6 ± 389. September 2002 cukup bulan dengan asfiksia berat. 30 kasus asfiksia berat didapatkan 12 kasus (40.1%) yang mengalami gangguan fungsi ginjal ringan Apgar 0-3 (asfiksia berat).3 ± 5.9 3. 50 bayi gangguan fungsi ginjal.9 ± 6. gangguan fungsi (16. plasma dari bahan yang tidak diperlukan oleh tubuh.9 28. kadar ureum asfiksia ringan-sedang didapatkan 9 kasus (18%) dan kreatinin serum serta penilaian fungsi ginjal.8 ± 7.6653 Panjang lahir (cm) 48.05.73 m2) 30. dengan nilai Apgar sebagai berikut: nilai Apgar 7-10 Di antara 49 bayi tanpa asfiksia hanya 2 kasus (normal). Pada setiap pasien dilakukan (azotemia prerenal). dan orang tua bersedia mengisi antara kelompok bayi sehat dengan asfiksia ringan- formulir persetujuan.272. No. mendapatkan 61% Hasil Penelitian mengalami GGA sedangkan pada 33 bayi dengan asfiksia sedang tidak ditemukan GGA.8 ± 0.7%) dengan GGA. 2. Derajat asfiksia ditentukan sedang.2 0.01 Dari Tabel 1 didapatkan distribusi berat lahir dan Bahan dan Cara panjang lahir ke-tiga kelompok tidak berbeda.5 p = 0.249 ± 418.9 p = 0. LFG dihitung bermakna antara beratnya asfiksia dengan beratnya dengan rumus: gangguan fungsi ginjal. terdiri dari 49 bayi normal.2 ± 1. 13 kasus (43. berat lahir sesuai masa kehamilan.01 LFG (ml/menit/1. Rerata distribusi berat badan dan panjang badan. namun tidak terdapat bulan. sedangkan dari 50 bayi dengan pengukuran berat badan.4 p < 0.0 ± 7.5%) puan ekskresi ginjal yang dinyatakan sebagai laju filtrasi mempunyai fungsi ginjal normal. tanpa perbedaan bermakna kadar serum ureum dan kreatinin kelainan kongenital. 4. asfiksia ringan-sedang dan 30 bayi asfiksia berat. Karakteristik bayi tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. dengan gangguan fungsi ginjal ringan dan 5 kasus Fungsi ginjal normal bila LFG >75%.2 31. Sementara itu setelah dilakukan pengujian dengan LSD Penelitian analitik observasional ini dilakukan di (beda nyata terkecil) diperoleh hasil bahwa: terdapat bangsal Neonatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak perbedaan bermakna kadar serum ureum dan kreatinin RSUP Manado sejak bulan Agustus 1997 sampai serta LFG antara kelompok bayi sehat dengan asfiksia dengan Februari 1998.01 Kreatinin serum (mg/dl) 0.8 3.5 48.8 ± 6.1 p < 0. Subyek penelitian adalah bayi berat dan antara kelompok asfiksia ringan-sedang baru lahir di RSUP Manado dengan kehamilan cukup dengan asfiksia berat (p<0.206 ± 322.5 x panjang badan (cm) serum kreatinin (mg/dl) Diskusi Data dianalisis dengan uji Anova dan Chi-square Fungsi utama ginjal adalah untuk membersihkan dengan tingkat kemaknaan p<0.1 ± 1.

52 . Hubungan asfiksia neonatorum dengan derajat gangguan fungsi ginjal Fungsi ginjal Sehat Asfiksia ringan-sedang Asfiksia berat Jumlah n % n % n % n % Normal 47 47.001).68 mg/dl. hasilnya hampir sama yaitu kadar ureum pada bayi Secara fisiologis suplai darah ke daerah juksta asfiksia berat >40 mg/dl.16. sedangkan tidak dapat dilakukan sehingga belum bisa dideteksi pada kelompok asfiksia ringan-sedang didapatkan hasil kemungkinan terjadinya GGA intrinsik.17 Asfiksia neonatorum akan menyebabkan 48.17 24 100 GGA 0 0. Mengingat panjang otak.9 ml/ kadarnya dalam darah akan meningkat seiring dengan menit/1. padahal Pada kelompok asfiksia berat terjadi peningkatan volume korteks 3 kali lebih besar dibandingkan medula bermakna kadar kreatinin serum yaitu 1.2 Gagal ginjal akut terjadi bila LFG <50% penurunan laju filtrasi glomerulus.6 prerenal yaitu kenaikan kadar kreatinin dan ureum mg/dl. September 2002 Tabel 2.2+1. 7 yang dalam keadaan normal diekskresi melalui Rerata panjang badan kelompok asfiksia berat ginjal. Ke lima pasien yang mengalami mg/dl dan asfiksia berat 41. Vol.8 mg/dl. maka dipengaruhi oleh perubahan kadar kreatinin. hal ini menggambarkan terdapat oleh Mawardi19 yaitu GGA ditentukan dengan LFG pengaruh asfiksia terhadap peningkatan kadar ureum.9+0.50 13 54.7% dari kasus terjadi gangguan fungsi ginjal berat yaitu terjadinya asfiksia berat. 2. sedangkan pemeriksaan urin telah berlangsung lebih lama dan lebih berat. Sari Pediatri.8+0. No. 4. Gagal ginjal akut pada penelitian ini didapatkan 5 Jika keadaan tersebut berlangsung lama maka akan kasus (3. Hasil ini hampir sama dengan hasil penelitian bermakna (p<0. Hal yang hampir sama dilaporkan oleh Anand serum akibat hipoperfusi di daerah korteks.00 12 12.73 Bila dibandingkan dengan penelitian Anand dkk 14 m2 dan kreatinin >1. Dari 30 kasus asfiksia berat didapatkan 5 pada tahap dini bersifat ringan dengan gejala azotemia kasus dengan nilai LFG <50% dan kadar kreatinin >1.00 5 100 x2 = 39. Hasil pengujian statistik mem.00 100 100 Azotemia prerenal 2 8. Nilai klirens kedua bahan tersebut akan menurun dan normal LFG pada penelitian ini adalah 30. yang pada penelitian ini didapatkan batas ini didapatkan rerata kadar ureum serum kelompok GGA adalah LFG <15.00 5 100. asfiksia ringan sedang 31.8 mg/dl.6 mg/dl.2+0.5cm (Tabel 1) secara statistik tidak berbeda hipoksia dan hipoksemia yang pada akhirnya akan bermakna dengan kelompok bayi normal dan bayi mengganggu perfusi organ vital terutama ginjal dan dengan asfiksia ringan.3 mg/dl. prerenal yang disebabkan hipoperfusi di daerah medula.4 ml/menit/1. Tahap dkk14 bahwa 14 kasus asfiksia berat dengan GGA nilai selanjutnya gangguan bersifat sedang yang disebut GGA kreatinin 1.18 Pada penelitian nilai normal. dan secara mikroskopis membran basal glomerolus bayi dibandingkan dengan bayi asfiksia ringan sedang tipis dan belum berkembang sempurna.73 m2 dengan bayi normal 28.4 mg/dl.643 df = 4 p = 0. ginjal pada bayi lebih mudah terganggu terutama pada perlihatkan adanya hubungan sangat bermakna antara keadaan stres yang dapat mempengaruhi proses beratnya asfiksia dengan peningkatan kadar kreatinin metabolisme dan homeostasis. 1 Bila terjadi gangguan pada nefron yang badan bayi relatif tetap maka nilai LFG hanya diakibatkan oleh hipoperfusi atau hipoksia.8% dari semua kasus) atau 16.01).73m.sedang.2 mg/dl.2 mg/dl dan pada kelompok bayi normal tidak menguntungkan tersebut menyebabkan fungsi 0. Perbedaan ini mungkin disebabkan penelitian ini hanya dapat dilakukan pemeriksaan kadar pada penelitian Carlowicz bayi menderita asfiksia yang ureum dan kreatinin serum.8+7.20 Gangguan fungsi ginjal (p<0. 15 Pada mengalami GGA.33 9 37. Rerata kadar GGA semuanya termasuk pada kelompok asfiksia ureum serum ketiga kelompok berbeda secara berat. <50% nilai normal adalah LFG <14.0 kreatinin >1.0000000513 Kreatinin dan ureum merupakan dua bahan utama yang sama yaitu tidak ada yang mengalami GGA.00 0 0.00 41 41.13 Kondisi yang 0. Carlowicz dan Adelman7 melaporkan 20 perubahan struktur ginjal berupa nekrosis di tubulus dari 33 bayi asfiksia berat yang dirawat di ICU atau korteks yang disebut GGA intrinsik.5 ml/menit/1. medular lebih banyak dibandingkan korteks.

Pusponegoro TS. Indian Pediatr 2000. 1:314-20. Masalah umum sindroma gawat nafas pada neonatus. September 2002 Kesimpulan acute renal failure. 37:381-5. J 2001. Pai PM. Pediatr gangguan fungsi ginjal. Mohan PV. 53 . Singh J. Green RS. 1994:1-6. 15. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Jakarta 1992:17-25. Medical management of Dalam: Brenner BM. Pusponegoro TS. Indian Pediatr 1999. Anand SK. Dalam: Marwoto Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa BW. 1976.73 m2 sedangkan nilai LFG 50% penanganan penderita gawat darurat bagi tenaga medis dan paramedis se-wilayah Indonesia Timur. Jain R. normal. 24:605-17. Monintja HE. 162:174-82. Arch Dis Renal function in respiratory distress syndrome. 11:17-19. Marenstein GB. Diakses dari http//www. Adelman RD.4 ml/menit/1. Perinatologi 2000. 2. Philadelphia: WB Saunders Co. J Pediatr 8. 14. Naskah Lengkap PKB IKA FKUI XXIII. Pediatr Clin N Am 1977. Crussi FG. Sindroma gawat nafas LFG pada bayi asfiksia berat juga berbeda bermakna pada neonatus. Dalam: Marnoto M. Gynecol 1990. Gangguan fungsi ginjal pada hipoksia neo- 7. Forum Ilmiah Tahunan serum bayi asfiksia berat dengan bayi sehat dan bayi V RSAB Harapan Kita. Penanganan terdapat perbedaan antara kadar ureum dan kreatinin gangguan nafas pada neonatus. etiology and outcome. torum. kemih di Bidang Perinatologi. Chair I. 12. Weerasinghe HD. ure in the newborn: Incidence and outcome. penyunting.htm. renal failure in asphyxiated term neonate. Rector FC. asfiksia ringan-sedang. Nilai LFG normal pada penelitian ini adalah 11. makin tinggi nilai ureum dan kreatinin. dengan kelompok asfiksia ringan-sedang dan bayi Jakarta. Mazouni SM.Sari Pediatri. dari nilai normal adalah 15. Dalam: topic149. penyunting. The Kid- birth asphyxia. Papale MR. Respiratory distress syndrome. neonatus. Jones DP. Dalam: Monintja HE. 3. Prakash J. renal tubular function in perinatal asphyxia. Acute renal failure.com/ped/ 16. Acute renal failure in the neonate. penyunting. Am J Obstet Perinatologi 2000. Sinha SK. edisi ke-4. Guignard YP. Torrado A.9 ml/menit/1. Vol. Clin Monintja HE. 10(4). Penurunan Boedjang RF. Epstein FH. Aminullah A. 88:845-5. 1995:1-20. Acute renal fail- Nephrol 1995. 4. Embriologi dan fisiologi saluran kemih 4. Pramanik A. Sabrine N. Bello M. Gawat nafas pada bayi baru lahir. ney. Pediatr 20. A hospital based study. perinaltal asphyxia: A scoring system. 13. penyunting. 1994:7-14. Widodo E.8±7. Kumar NS. Kumar H. Amir I. Bhatia BD. Indarso F. MDK 1992. 77:57-60. 92:985-8. Balai Penerbit FKUI 1991:1-13. Stapleton FB. J Pediatr 1978. Masalah ginjal dan saluran Pediatr (Phila) 1998. 18. Predicting neonatal morbidity after Masalah ginjal dan saluran kemih di Bidang Perinatologi. Rifai FB. penyunting. Nonoliguric and oliguric natorum. Long term progno. sis of acute renal failure in the full term neonate. Rosen S.com. 2(7). Diakses dari http://www. 17. Alatas H. 36:369-76. 19. Indian J Nephrol 2000. Acute renal failure Terdapat pula hubungan antara derajat asfiksia dengan in neonates: incidence.73 m 2. No. Polito C. Minutillo C. Brezis M. La Manna A. Balai Penerbit FKUI. Jakarta: 5. Summers J. Nephrol 1987. 37:1102-6. 33:246-9. 1. Resusitasi pada bayi baru lahir. 9:718-22. J Pediatr Child Fetal Neonatal Ed 1997. Renal insult in asphyxia neona. Pelatihan 30. eMedicine 1991:993-1039. Acute renal fail- Daftar Pustaka ure in newborn infants. Carlowicz GM.emedicine. Marnoto M. Penilaian fungsi ginjal pada neonatus.ijnephrol. 2. Kamarul I. makin berat asfiksia yang terjadi 10. Monintja HE. Mawardi H. Hewitt I. 9. Northway JD. Neonatal Child Health 1997. Gauntier E. Willis F. Airede A. Indices of 6.