You are on page 1of 22

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Batubara

3.1.1 Pengertian Batubara

Batubara (coal) adalah sedimen organik yang mudah terbakar (dengan komposisi utama
karbon, hidrogen, oksigen), terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan selama periode waktu
yang panjang (puluhan tahun sampai ratusan tahun). Sisa-sisa tumbuhan dapat berasal
antara lain dari lumut, ganggang, kayu, buah, dan dedaunan yang merupakan sumber
senyawa organik (selulosa, karbohidrat, lignit, protein, dan lemak). Selain terbentuk dari
senyawa-senyawa organik, juga disertai senyawa-senyawa anorganik terutama unsur
mineral yang berasal dari lempung, pasir kuarsa, batukapur, dan sebagainya. Akibat
pengaruh tekanan dan mikroba disertai beberapa peristiwa kimia dan fisika ataupun
keadaan geologi, sisa-sisa tumbuhan ini akan hancur, mengumpul, bersatu dengan
lainnya yang akhirnya membentuk lapisan batubara (Aladin, 2011).

3.1.2 Proses Pembentukan Endapan Batubara

Tanpa memandang perbedaan antara batubara yang satu dengan batubara yang lainnya,
dapat dikatakan bahwa semua batubara merupakan hasil suatu proses dasar yang sama.
Kebanyakan batubara di dunia tenbentuk beberapa juta tahun yang silam yang menurut
para ahli geologi disebut Zaman Batubara (Coal Age). Ada dua periode Zaman batubara
tersebut terbentuk. Yang pertama Zaman pra-Tersier, dimulai 345 juta tahun yang silam
(selama periode karbon) dan berakhir 280 juta tahun yang silam. Zaman batubara yang
kedua, Era Eosen – Miosen, dimulai sekitar 100 juta tahun yang silam dan berakhir 45
juta tahun yang silam.

Adapun proses pembentukan endapan batubara terbagi menjadi 5 tahap antara lain :

3.1.2.1 Tahap Pertama : Pembentukan Gambut

Iklim bumi selama Zaman Batubara adalah tropis dan berjenis-jenis tumbuhan tumbuh
subur di daerah rawa membentuk suatu hutan tropis.Setelah banyak tumbuhan yang
mati dan menumpuk di atas tanah, tumpukan itu semakin lama semakin tebal
menyebabkan bagian dasar dari rawa terun secara perlahan-lahan dan material

14

tumbuhan tersebut teruraikan oleh bakteri dan jamur.Tahap ini merupakan tahap awal
dari rangkaian pembentukan batubara (coalification) yang ditandai oleh reaksi biokimia
yang luas. Selama proses penguraian tersebut, protein, kanji dan selulosa mengalami
penguraian lebih cepat bila dibandingkan dengan penguraian material kayu (lignit) dan
bagian tumbuhan yang berlilin(kulit ari daun, dinding spora, dan tepung sari) . Karena
itulah, dalam batubara yang muda masih terdapat ranting, daun, spora, bijih, dan resin,
sebagai sisa tumbuhan.

3.1.2.2 Tahap Kedua : Pembentukan Lignit

Dengan berubahnya topografi daerah di sekelilingnya, gambut menjadi terkubur di
bawah lapisan lanau (silt) dan pasir yang diendapkan oleh sungai dan rawa.Semakin
dalam terkubur, semakin bertambah timbunan sedimen yang menghimpitnya sehingga
tekanan pada lapisan gambut bertambah serta suhu naik dengan jelas. Tahap ini
merupakan tahap kedua dari proses pembentukan batubara atau yang disebut tahap
metamorfik.

3.1.2.3 Tahap Ketiga : Pembentukan Batubara Subituminus

Tahap selanjutnya dari proses pembentukan batubara ialah pengubahan batubara
bitumen rank rendah menjadi batubara bitumen rank pertengahan dan rank tinggi.
Selama tahap ketiga, kandungan hydrogen akan tetap konstan dan oksigen turun.

3.1.2.4Tahap Keempat : Pembentukan Batubara Bitumen

Dalam tahap keempat atau tahap pembentukan batubara bitumen (bituminous coal),
kandungan hydrogen turun dengan menurunnya jumlah oksigen secara perlahan-lahan,
tidak secepat tahap-tahap sebelumnya.Produk sampingan dari tahap ketiga dan keempat
ini ialah CH4, CO2, dan mungkin H2O.

3.1.2.5Tahap Kelima : Pembentukan Antrasit

Dalam tahap ini, oksigen hampir konstan, sedangkan hydrogen turun lebih cepat
dibandingkan tahap-tahap sebelumnya. Proses pembentukan batubara terlihat
merupakan serangkaian reaksi kimia. Kecepatan reaksi kimia ini dapat diatur oleh suhu
dan atau tekanan. Suatu diagram yang menunjukkan proses dekomposisi (penguraian),

15

pengendapan dan tekanan yang menyebabkan adanya kenaikan rank batubara yakni menjadi antrasi.Untuk mengetahui bagaimana suatu endapan terbentuk (terakumulasi). bagaimana penyebaran dan bentuk (geometri) endapan tersebut di alam. Gambar 3. dkk (2000). 2006). serta bagaimana tingkat (nilai) keekonomian endapan tersebut. Tanda-Tanda 16 .(Muchjidin. Adanya proses perpindahan (migrasi/transportation) c. Konsep cebakan suatu endapan di kerak bumi dapat disederhanakan menjadi tiga faktor utama yaitu: a.1 Proses Pembentukan Batubara 3. berapa banyak endapan tersebut yang dapat diambil.2 Filosofi Eksplorasi dan Endapan Bahan Galian Notosiswoyo Sudarto. Adanya tempat/wadah/perangkap dimana bahan berharga dapat terbentuk/terkumpul (place). Adanya sumber (source) b. maka pemahaman filosofi akumulasi suatu cebakan endapan menjadi sangat penting. Karena sangat erat dengan pengetahuan keberadaan suatu cebakan endapan.

Analisis Lab.Inderaja .Literatur . Galian (Langsung/Tak Langsung) .Geokimia . Sumber Fakta Perpindahan/ Transportasi Cebakan Wadah/Perangkap Sumber (a) (b) Gambar 3. Geologi Tanda-tanda Mineralisasi . Genesa Bahan f. (Mikroskopi/ Kimia) 17 Model Genetik Cebakan .Geofisika .Pemetaan Model Geologi .2 (a) Peroses utama dalam pembentukan bahan galian.Pemetaan .Pemboran Mineralogi .Sampling . (b) Proses Penemuan Target Eksplorasi Teknologi Eksplorasi .Pengetahuan d.e.Peta Geologi .

Lingkungan) Cadangan Tertambang Gambar 3.Perhitungan Sumber Daya Terukur Studi Kelayakan (Teknologi.Sebaran . pengukuran dan sampling terhadap objek yang dianalisis(Notosiswoyo.Dimensi . 3. dkk 2000). dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti. kedudukan unsure struktur geologi dan hubungan antara satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. terhadap endapan yang dicari. penyebaran batuan.3 Metode Tahapan Eksplorasi Langsung Metode eksplorasi langsung mempunyai pengertian bahwa pengamatan dapat dilakukan dengan kontak visual dan fisik dengan kondisi permukaan/ bawah permukaan.3. .1 Pemetaan Geologi/Altrasi Peta geologi merupakan suatu sarana untuk menggambarkan tubuh batuan. Manfaat dan kegunaan peta geologi sebagai berikut: Peta geologi sebagai peta yang menggambarkan sebaran berbagai jenis batuan dan struktur geologi dalam suatu peta dan merupakan sumber informasi geologi dari suatu wilayah akan bermanfaat bagi para perencana maupun pelaksana dalam bidang: 18 . serta dapat dilakukan deskripsi megaskopis/mikroskopis. Peta geologi juga merupakan gambaran teknik dari permukaan bumi dan sebagian bawah permukaan yang mempunyai arah.Kadar .3 Pendekatan (Proses) kegiatan eksplorasi secara umum ( Notosiswoyo. Ekonomi. unsur- unsurnya yang merupakan gambaran geologi. dkk 2000) 3.

maka float ini ditransport ke tempat-tempat yang lebih rendah (ke arah hilir). dengan melakukan kombinasi kegiatan antara pemetaan geologi. Akibat adanya gaya gravitasi dan aliran air. tracing float. Perminyakan (potensi sumberdaya Gas dan Minyakbumi) 5. penyusuran (pencarian) lokasi endapan bijih dapat juga dilakukan dengan tracing float. Pertambangan (potensi bahan galian yang ekonomis) 4. Industri (potensi Sumberdaya Air dan Mineral) Peta geologi ini juga bermanfaat bagi penentuan karakter tanah yang merupakan hasil dari pelapukan batuan (Noor 2009). Gambar 3. float ini banyak terdapat pada aliran sungai-sungai.4 Sketsa proses terbentuknya float (Notosiswoyo. 3. dkk 2000) 19 .3. dll) 2. puritan. Trenching.2 Tracing Float. jalan raya.3. maka lokasi endapan dapat diketahui (ditemukan). Pada umumnya. dan Test Pit Selain pemetaan geologi melalui pengamatan (pendiskripsian) singkapan. Perencanaan wilayah dan kota 3.2. dan sumur uji dengan mengumpulkan petunjuk-petunjuk kea rah bijih. 1. puritan atau sumur uji. 3.Secara teoritis. Keteknikan (pembangunan pondasi bendungan.1 Tracing Float Float adalah fragmen-fragmen atau pecahan-pecahan (potongan-potongan) dari badan bijih yang lapuk dan tererosi.

Tracing (penjejakan ≈ perunutan ) float ini pada dasarnya merupakan kegiatan pengamatan pada pecahan-pecahan (potongan-potongan) batuan serukuran kerakal s/d boulder yang terdapat pada sungai-sungai.2.3. 3. dan bentuk butiran float yang mengandung mineralisasi (termineralisasi) dapat digunakan sebagai indicator untuk menduga jarak float terdapat sumbernya. dapat juga dilakukan tracing dengan pendulangan (tracing with panning). maka sumbernya adalah pada suatu tempat di bagian hulu dari sungai tersebut. Selain itu tracing float .Pada tracing float. material yang menjadi panduan berukuran kasar (besar).5 Sketsa konseptual pengerjaan metode tracing float dan tracing with panning (Notosiswoyo. sedangkan dengan menggunakan dulang ditujukan untuk material-material yang berukuran halus (pasir s/d kerikil).2 Trenching (pembuatan puritan) Trenching (pembuatan puritan) merupakan salah satu cara dalam observasi singkapan atau dalam pencarian sumber (badan) bijih/endapan. atau limpasan juga dapat menjadi faktor pendukung. Selain itu sifat dan karakteristik sungai seperti kuat arus. Dengan berjalan kea rah hulu. ukuran.Secara konseptual tracing dengan pendulangan ini mirip dengan tracing float. Intensitas. Gambar 3. banjir. dengan asumsi bahwa jika terdapat pecahan- pecahan yang mengandung mineralisasi. 20 . maka diharapkan dapat ditemukan asal dari pecahan (float) tersebut. dkk 2000).

. Informasi yang diperoleh antara lain . Pada pengamatan (observasi) singkapan. Pembuatan trenching (paritan) ini dilakukan dengan kondisi umum sebagai berikut : 1. zona mineralisasi. jurus bidang perlapisan. puritan uji dilakukan dengan cara menggali tanah penutup dengan arah relative tegak lurus bidang perlapisan (terutama pada endapan berlapis).6 Sketsa lokasi pembuatan puritan pada garis singkapan batubara (Notosiswoyo. Terbatas pada overburden yang tipis\ 2. ketebalan lapisan.3 Test Pit (sumur uji) Test Pit (sumur uji) merupakan salah satu cara dalam pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan dalam arah vertikal. Kedalaman penggalian umumnya 2-2.3. Pembuatan sumur uji ini dilakukan jika dibutuhkan kedalaman yang lebih (>2. Pada kondisi lereng (miring) dapat dibuat mulai dari bagian yang rendah.5 m). sehingga batas zona bijih tersebut dapat diketahui. adanya zona alterasi. kemiringan lapisan. parit uji dibuat berupa series dengan arah puritan relative tegak lurus terhadap jurus zona badan bijih. Sedangkan pada pencarian sumber (badan) bijih. karakteristik perlapisan (ada split atau sisipan). dkk 2000) 3. Dengan mengkorelasikan series paritan uji tersebut diharapkan zona bijih/mineralisasi/badan endapan dapat diketahui. Pada umumnya suatu deretan (series) 21 .2. serta dapat sebagai lokasi sampling. Informasi yang dapat diperoleh antara lain .5 m (dapat dengan tenaga manusia atau dengan menggunakan eksavator/back hoe) 3. sehingga dapat terjadi mekanisme self drainage (pengeringan langsung) Gambar 3. serta dapat sebagai lokasi sampling. arah relatif (umum) jurus dan kemiringan. .

H2S) . ketebalan masing-masing zona. zona lateritic). ketebalan lapisan. dan karakteristik variasi endapan secara vertical. Pada endapan berlapis. Biasanya sumur uji dibuat dengan kedalaman sampai menembus keseluran lapisan endapan yang dicari. sumur uji dibuat dengan besar lubang bukaan 3-5 m dengan kedalaman bervariasi sesuai dengan tujuan pembuatan sumur uji. serta dapat digunakan sebagai lokasi sampling. . variasi litologi atap dan lantai. Pada endapan yang berhubungan dengan pelapukan (lateritic atau residual). serta pada deretan sumur uji dapat dilakukan pemodelan bentuk endapan. Kemungkinan munculnya gas-gas berbahaya (CO2. pembuatan sumur uji ditujukan untuk mendapatkan batas-batas zona lapisan (zona tanah.Pada endapan lateritic atau residual. Pada umumnya. Ketebalan horizon B (zona laterit/residual) . Sumur uji ini umum dilakukan pada eksplorasi endapan-endapan yang berhubungan dengan pelapukan dan endapan-endapan berlapis. misalnya batubara dan mineralisasi beruapa urat(vein). zona residual. Dalam pembuatan sumur uji tersebut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : . kedalaman sumur uji dapat mencapai 30 m atau sampai menembus batuan dasar. sumur uji dibuat searah jurus. pembuatan sumur uji ditujukan untuk mendapatkan kemenerusan lapisan dalam arah kemiringan. . sehingga pola endapan dapat dikorelasikan dalam arah vertikal dan horizontal. Kekerasan batuan dasar 22 . Ketinggian muka airtanah . variasi vertikal masing-masing zona. Kekuatan dinding lubang dan .

Pengambilan endapan batubara yang dilakukan secara ekonomis menuntut digunakannya secara intensif beberapa disiplin ilmu sejak mulai dari tahap penyelidikan umum sampai pada saat dilakukan pengambilannya. Suatu usaha pertambangan dikatakan berhasil apabila dapat dilakukan konversi dari suatu keadaan yang bersifat alamiah menjadi keadaan dan situasi yang dapat dikendalikan dan terencana serta dapat diperkirakan sebelumnya. Dalam eksplorasi batubara dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Gambar 3. penyebarnnya tidak merata. 3.4 Teknik Eksplorasi Batubara Batubara terdapat dalam batuan sedimen klastik. Tahapan Penyelidikan Umum 23 .7 Sketsa pembuatan sumur uji (Notosiswoyo.Penyebaran dan pengendapan batubara yang mempunyai nilai ekonomi sangat dipengaruhi oleh keadaan geologi daerah yang bersangkutan. Tahapan Penyelidikan a.Keberhasilan eksplorasi sangat menentukan dalam perencanaan eksploitasi. dkk 2000). Besarnya cadangan dan keadaan geologi dari endapan batubara tersebut akan sangat mempengaruhi besaran produksi yang akan dicapai serta berapa besar investasi yang diperlukan.

Penyelidikan umum diawali dengan studi pustaka atau disebut pula sebagai desk study. Maksud penyelidikan umum adalah untuk memperoleh informasi dan menentukan batasan luas daerah.Dengan melakukan korelasi terlebih dahulu dari titik-titik pemboran dapat diketahui arah dan bentuk penyebaran lapisan batubara. . . struktur. dilakukan penelitian lapangan dengan tujuan pengecekan lapangan hasil studi pustaka.Untuk mengetahui kedudukan stratigrafi lapisan-lapisan batubara dilakukan pemboran dangkal ataupun pemboran dalam di beberapa tempat. Pada akhirnya program ini. Studi ini menyangkut mengenai keadaan geologi regional . Laporan tentang sumber cadangan secara lengkap untuk studi pemasaran dan financial. Disamping itu sudah dapat ditentukan pula : 24 .Di samping itu diperoleh pula data pendahuluan tentang kualitas batubara. tektonik dan yang berkaitan dengan paleogeograpihic setting suatu daerah penyelidikan. Interpretasi tentang geometri dan struktur endapan. Hasil perhitungan cadangan sampai tingkat indikatif. Perkiraan tentang kualitas. baik dengan pemetaan topografi maupun dengan foto udara dengan tujuan mendapatkan peta yang benar dan baik sebagai dasar penyelidikan selanjutnya.Dalam penelitian lapangan diusahakan pula mencari kemungkinan adanya singkapan batubara.Setelah itu selesai. maka akan diperoleh data sebagai berikut : . mengambil contoh batuan dan contoh batubaranya. Tahap berikutnya melakukan pemetaan geologi dengan menggunakan peta permukaan dan foto udara dimaksudkan untuk melakukan interpretasi keadaan singkapan. Penyelidikan Pendahuluan Penyelidikan eksplorasi pendahuluan dilakukan dengan memetakan daerah penyelidikan. . dan kedudukan stratigrafi dari batubara. apabila sekiranya daerah tersebut mempunyai nilai ekonomis yang potensial. b.Tujuannya untuk mendapatkan data tentang ketebalan dan kedudukan formasi batubara.

kualitas dari lapisan batubara dan kemungkinan adanya anomali geometri geologi yang mungkin akan menimbulkan kesulitan dalam proses penambangan yang akan dilaksanakan. . Tingkat selanjutnya akan dilakukan pengumpulan data mengenai penambangan dan masalah yang menyangkut bidang-bidang yang bersifat engineering seperti masalah 25 . Bilamana data yang telah dikumpulkan tersebut dan pada kenyataannya sudah konprehensif maka berarti pengembangan sumber cadangan batubara tersebut telah memperoleh prioritas yang tinggi untuk dapat diajukan ketingkat yang lebih lanjut. Apabila diperlukan dapat pula dilakukan penyelidikan geofisika dengan tujuan untuk mengetahui secara rinci keadaan geologi bawah permukaan yang meliputi keadaan stratigrafi dan struktur geologi yang tidak terekam dari kegiatan pemboran. Pengumpulan dan pendokumentasian semua data yang telah diperoleh berikut peta-peta yang telah dibuat serta rencana penambangan akan dipergunakan sebagai dasar dan rencana kerja aktivitas penambanganan yang akan dating. c. data yang menyangkut batuan ikutan. . Perhitungan cadangan sampai tingkat yang dapat diambil recoverable reserve. Alternatif cara penambangan baik secara tambang terbuka atau tambang dalam. . . Pada akhirnya kegiatan program ini akan dihasikan hal-hal sebagai berikut : . Penyelidikan Detail Pada tingkat ini kegiatan eksplorasi lebih terpusat pada kegiatan pemboran yang bertujuan untuk lebih mengetahui bentuk geometri endapan batubara. Keadaan geologi endapan batubara dan perkiraan struktur bawah permukaan. Data yang menyangkut tentang pencucian batubara (washability test). Data tentang penggunaan batubara dan laporan tentang hasil test pembakaran baik dalam skala laboratorium maupun dalam skala komersial di sektor industri. baik secara statistic dan variasi yang terdapat secara regional. Data lengkap mengenai kualitas. sedang ketepatan perkiraan perhitungan batubara yang dapat dijual sudah mendekati 20%. .

Pekerjaan eksplorasi ini dikenal sebagai commercial exploration programme. menyangkut pula pekerjaan pemboran produksi (production drilling) yang bertujuan untuk lebih meningkatkan ketelitian cadangan yang dapat diambil (recoverable reserve) sampai pada tingkat 5 % (Sukandarrumidi. Memetakan daerah kegiatan . Penyelidikan Umum . Batasan luas daerah kerja . hal yang menyangkut pengangkutan dan penimbunan batubara. Sudi pustaka . Keadaan geologi regional . Keadaan “paleogeograhy setting” . 2004). Mancari singkapan batuan dan batubara . Keadaan tektonik . Pemetaan topografi . Pemetaan foto udara .geoteknik. Pengecekan dilapangan . Pekerjaan eksplorasi akan tetap dilakukan terus selama masa umur tambang tersebut berjalan. Semua data tersebut dikompilasi dan dijadikan bahan untuk membuat studi kelayakan pengembangan endapan batubara tersebut kearah pembukaan tambang. Mengambil contoh batubara Penyelidikan Pendahuluan . Interpretasi keadaan geologi 26 . hidrologi dan perencanaan proses pencucian. Mengambil contoh batuan .

Perkiraan kualitas Penyelidikan detail . Sifat batubara . Kualitas batubara . Pemboran . Pemboran . Hasil perhitungan cadangan . . Stratigrafi kedudukan batubara struktur geologi . Analisa laboratorium . Geofisika .8 Kegiatan eksplorasi batubara (Sukandarrumidi. Bentuk geometri endapan batubara lebih teliti dan Perhitungan cadangan . Penentuan metode penambangan Commercial Exploration Programme . Struktur geologi . Anomaly geologi . Pemboran lanjutan Gambar 3. 2004) 3. Bentuk geometri cadangan . Bentuk endapan batubara .5 Pemboran Eksplorasi 27 . Korelasi . Stratigrafi kedudukan batubara lebih teliti . Sesar .

Spasi pemboran . Peralatan dan onderdil yang dibutuhkan .5.Pada mekanisme rotary drilling terdapat tiga macam penggerak atau pemutar stang bor yaitu spindle. Mata bor yang sering digunakan umumnya berupa tricone untuk pemboran openhole (non coring) ataupun diamond bit untuk pemborang inti atau coring (Notosiswoyo. Topografi dan geologi (keadaan medan. Dalam melakukan perencanaan pemboran hal-hal yang perlu diperhatikan dan direncanakan dengan baik adalah: . Juru bor . Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan alat pemboran : . dan top drive. Pelaksana (kontraktor) pemboran. Alat transportasi . 3. dll. dan . Tipe pemboran yang akan digunakan . antara lain: . rotary table. Konstruksi peralatan pemboran. dkk 2000). Selain itu aspek logistik juga harus dipikirkan dengan cermat. Tujuan (open hole-corring) .Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mineralisasi dari permukaan sebaik mungkin.Mesin penggerak yang digunakan dapat bekerja secara mekanis (dengan bahan bakar) maupun elektrik. Waktu pemboran. namun demikian kegiatan pemboran dapat dihentikan jika telah dapat mengetahui gambaran geologi permukaan dan mineralisasi bawah permukaan secara menyeluruh. sumber air) . Peralatan dan keterampilan Umumnya mekanisme pemboran dibagi menjadi tiga jenis. Biaya dan waktu yang tersedia . percussive drilling. Kondisi geologi dan topografi . dan rotary percussive drilling.Pelaksanaan pemboran sangat penting jika kegiatan yang dilakukan adalah menentukan zona mineralisasi dari permukaan.Salah satu keputusan penting di dalam kegiatan eksplorasi adalah menentukan kapan kegiatan pemboran dimulai dan diakhiri. Litologi dan struktur geologi (kedalam pemboran dan pemilihan mata bor) . rotary drilling.1 Perencanaan dan Pola Pemboran 28 .

b. Pola pemboran Pemboran dilakukan untuk dapat menentukan batas (outline) dari beberapa endapan dan juga kemenerusan dari endapan tersebut yang berfungsi untuk perhitungan cadangan.Metode pemboran yang digunakan bergantung kepada asumsi letak dan ketebalan target yang akan dibor berdasarkan pada informasi strip data permukaan yang diperoleh. Pada daerah yang tidak mengalami kendala akses pemboran yang digunakan adalah persegi panjang dengan bentuk teratur. batubara dan borat lubang pengamatan dapat dibuat pada jarak 10 km dari formasi sedimen yang diamati. a. maka dapat dievaluasi kembali konsep dan prediksi geologi (interpretasi) yang telah ada sebelumnya. Lubang bor pertama digunakan untuk proyeksi dip dari anomaly bawah permukaan atau interpretasi pusat anomaly geosifika (anomaly geokimia) dibawah permukaan. Penentuan pola pemboran secara normal dilakukan dengan grid yang teratur yang teratur pada suatu zona endapan hal ini akan memberikan data statistik yang baik dan penampang geologi dengan proyeksi endapan pagaran sangat baik dibuat pada jarak 200-400 m dengan interval lubang antara 100-200 m.Charles. Pada tahap pengenalan dimana seorang geologis belum mengetahui secara jelas lokasi tersebut maka lubang bor pertama dapat digunakan untuk orientasi. Metode pemboran yang akan digunakan bergantung pada akses permukaan. geokimia. Keputusan Pemboran Diakhiri 29 . Pada pemboran dalam kegiatan eksplorasi bergantung dari data yang diperoleh. Letak lubang khususu sangat penting dan biasanya dibor dengan sudut siku-siku terhadap kemiringan rata- rata. geofisika. Pada tahap awal dari pemboran dibutuhkan seorang engineer disamping alat bor sehingga kegiatan pemboran dapat berjalan dengan cepat. Namun demikian spasi pemboran dapat juga ditentukan dari peta geologi. Lubang berikutnya terletak beberapa km dari target dengan spasi 100-200 m. c. Monitoring Kegiatan Pemboran Monitoring geologi dan endapan yang dipotong selama pemboran sangat penting dalam rangka pengontrolan harga/biaya. Untuk eksplorasi endapan uranium. sehingga memberikan luang untuk pengisian kembali. dkk (2006). dan hasil geostatistik. Dengan melakukan pemboran.

Percussive Drilling pada dasarnya alat ini menggunakan kompresor udara dan ukurannya bervariasi dari kecil (bor tangan) sampai alat bor besar dengan rata- rata kedalaman pemboran ratusan meter (Moon. Pengangkutan dan mobilisasi kembali peralatan bor. dan batuan beku (Rauf & Taufik. Mineralisasinya dapat dilokalisasi tetapi tidak ekonomis tau terlalu dalam . Metode pemboran ini tidak memuaskan dalam kondisi tanah basah seperti adanya kontaminasi. Tidak dipakai pada evaluasi badan bijih. Rotary drilling dihindarkan dari kegiatan pemukulan dan penghancuran serta biasanya hasil sample-nya mengandung abu. Rotary Drilling istilah metode pemboran ini melibatkan semua metode pemboran dalam kegiatan pemotongan atau pengikisan. c. Auger Drilling adalah metode pemboran yang memuaskan untuk kondisi lunak. shales. Tidak ada sample yang hilang dari aliran atau pemboran. Tatanan lokasi dan pergerakan antar lubang bor . dangkal dan kuat seperti pada tambang open pit dalam material oksida pada vein kuarsa yang lebar. Perolehan inti bor (%) jika diguanakn pemboran inti . Beberapa hal yang harus diperhatika dalam pengambila keputusan adalah: . casing. Kontrak Pemboran Beberapa hal yang penting dari kontrak pemboran adalah: . dkk 2006). Biaya pemboran sudah habis d. 1992). Biaya konstruksi lubang (penyemenan.5. 30 . Mobilisasi dan transportasi peralatan kelokasi bor . Tubuh kadar yang ekonomis sudah diketahui pasti . Auger drilling tidak dapat ditempuh pada kondisi tanah yang keras (Rauf & Taufik. Metode pemboran ini dipakai pada pemboran lunak sampai setengah keras seperti sandstone. Harga satuan tiap meter lubang yang akan dibor . Pemboran yang dilakukan menghasilkan beberapa zona endapan yang ekonomis tetapi penyebaran kadarnya terbatas . 3. b. Tidak ada mineralisasi yang dijumpai .2 Beberapa Jenis Metode Pemboran a. dan survey) . 1992).

permukaan mata bor dan kemudian dikeluarkan lewat celah antara dinding lubang bor dan stang bor. Tujuan sirkulasi ini juga untuk memberi pelumasan pada mata bor. tetapi metode yang lebih teliti adalah pengambilan sample dengan diamond drill(Rauf & Taufik. sedangkan mata bor intan tunggal digunakan untuk batuan yang lebih halus seperti batu gamping. b. rotary atau percussive drilling. Air dapat dikombinasikan dengan lempung atau bahan editif lainnya untuk memberikan daya angkat bagi material yang dibor. Pada umumnya keseluruhan mata bor ini dugunakan untuk batuan yang sangat keras seperti rijang.5-3 namun dapat pula mencapai 6 m. dkk 2006). 1992). mata bor dan core barrel dihubungkan kepermukaan dengan tali baja yang juga digunakan untuk menurunkan mata bor dan core barrel kedalam lubang. d. a. Drill bit. Sirkulasi. Hal ini sering digunakan untuk eksplorasi emas.3 Pemboran Inti Pada pemboran dengan metode ini sampel diambil dari target dengan diamond bit. Percussive drilling adalah metode drilling yang murah dan dapat diterima dalam pengambilan sample dan tahap awal kegiatan eksplorasi.5. bentuk mata bor ini terdiri dari butiran sintetik halus dengan kadar intan tanpa semen metalik yang dimiliki karatan tertentu. c. 3. air disirkulasikan pada bagian dalam dari stang bor dengan tujuan untuk mencuci sludge. Core barrel dapat diklasifikasikan sesuai panjang inti bor yang ditampung biasanya 1. inti bor diperoleh dari perputaran mata bor dan kemudian didorong ke core barrel oleh perputaran tabung. Core barrel. mendinginkannya dan melepaskan hancuran batuan yang menempel pada permukaan mata bor. Reverse Circulation digunakan pada pertengahan tahun 70-an dan biasanya digunakan untuk material sedimen yang tidak terkonsolidasi seperti endapan alluvial. 31 . Hal ini mengakibatkan conto yang diperoleh pada tabung dari core barrel berbentuk silinder. Kegunaan alat bor ini adalah untuk mengumpulkan kepingan batuan yang lebih dari auger. Conto dapat dikumpulkan dengan cepat dan kadar kontaminasinya sedikit(Moon.

Kecepatan dan biaya pemboran. Casing dilengkapi dengan tabung baja sehingga tali baja dapat dioprasikan dengan aman. besarnya perubahan putaran dan pemilihan mata bor yang benar (Moon. mesin bor yang digunakan dalam eksplorasi memiliki kapasitas smpai 2000 m dan dapat diletakan horizontal atau vertical.Bentuk mud cake 5 Water Loss .Casing . tipe batuan.WOB .RPM << 32 .Casing Lanjutan Tebel 3. Casing.Kecepatan << 4 Runtuhan Dinding . Tabel 3. dkk 2006). d. Seorang juru bor harus mempertimbangan seberapa besar volume fluida yang akan digunakan.Mesin yang sesuai .Jalan transportasi 1 Lokasi .Viskositas . kedalaman dan keahlian juru bor. diameter lubang. Rata-rata penggunaanya bergantung kepada tipe alat bor.Logistik .RPM . Casing dan mata bor telah serukuran sehingga ukuran yang lebih kecil dari itu (diameter kecil) akan melewati ukuran besar pada lubang yang akan dibor. digunakan untuk menutupi atau menguatkan permukaan lubang bor.BJ >> .Fluida bor : .1 Beberapa permasalahan dalam pemboran dan perkiraan solusinya 6 Bit Leleh .Bit yang cocok 3 Batuan Keras .Pemanfaatan tenaga dan waktu . mata bor. e. besar tekanan yang akan dipakai.1 Beberapa permasalahan dalam pemboran dan perkiraan solusinya NO Masalah dalam pemboran Perkiraan solusi .Efesiensi kerja 2 Biaya dan Waktu .Alat transportasi .

Putaran rendah dan kuat .casing cukup .Tenaga cukup . 33 .Fiskositas fluida bor diperbesar . Pada tipe endapan ini. termasuk endapan batubara. yaitu Channel sampling. Mempunyai kontak yang jelas dengan batuan samping.Fluida > .WOB << . Dalam penyelidikan/pencarian atau pembukaan tambang. yang mempunyai karakteristik sebagai berikut : . 1992). gypsum. dalam pemilihan metode sampling perlu diperhatikan karakteristik endapan yang akan diambil contonya.Fluida bor tersedia 8 Benda jatuh/rod putus . atau pengumpulan sample broken ore dan kegiatan bulk sampling dan dalam tambang bawah tanah untuk mengendalikan kadar hari ke hari. (Abdul Rauf & Taufik. potash. broken ore sampling dan bulk sampling. ironstones.Fishing tools . Ada empat metode Manual Sampling.6 Manual Sampling Manual sampling mengandung arti pengumpulan sample dengan metode handling seperti potongan pada chanel sample atau chip sample. Chip sampling. Secara umum.Tarik pakai hoist . Dalam kegiatan tambang channel dan chip sample diadakan pada pra penambangan untuk memperkirakan kadar dimana broken ore sampling diadakan diukur pada kadar produksi. Bentuk keterdapatan dan morfologi endapan akan berpengaruh pada tipe dan kualitas sampling. . dan garam. Salah satu aspek karakteristik endapan dalam pengambilan sample yaitu pada endapan sedimen.Debit dan tekanan pompa cukup . Mempunyai fluktuasi perubahan indikator kualitas yang bersifat gradual.rod cukup 7 Kedalaman .Tekanan fluida >> 9 Terjepit . dkk 2000) 3. .Dibantu dengan dongkrak (Notosiswoyo.

Inti bor dikumpulkan dalam berbagai tujuan. 3. sehingga interval sampling lebih bersifat ply per ply. . dkk 2000). geofisika bawah permukaan .Jika CR kurang dari 85-90% maka inti bor tersbut maasih diragukan nilainya. b. sehingga anomali- anomali yang ditemukan dapat diprediksi lebih awal. setengah untuk essay dan investigasi lain. Perubahan (variasi) ketebalan lapisan yang cenderung gradual. bukan untuk digunakan sebagai deskripsi geologi saja..6 Interpretasi dan Kompilasi Data 34 . biasanya dinyatakan dalam persen volume. sehingga pola dan kerapatan sampling disesuaikan dengan variasi yang ada. Sampling sering dikontrol oleh keberadaan sisipan atau parting dalam batubara. dkk 2006). inti bor atau sludge. biasanya digunakan juga untuk analisis metalurgi dan essay. Pemboran Inti (coring) Core recovery (CR) atau perolehan inti sangat penting. dan informasi dari hasil pemboran. Pemboran Non-Coring Dalam pemboran non coring kepingan (chips) batuan dapat diperoleh pada selang 1-2 m dalam keadaan kering dan dikumpulkan pada sisi lokasi bor. setelah dicuci conto tersebut dapat juga didulang untuk memperoleh mineral berat dan kemudian diberi perekat dan disusun sesuia interval untuk memberikan gambaran lubang bor tersebut (Moon. hal ini berarti terjadi loss selama pemboran dan inti bor tersebut tidak menunjukan conto yang sebenarnya. setengahnya lagi disimpan dalam core boks untuk tujuan lainnya. plastic atau logam yang dapat memudahklan orang untuk memindahkannya. Rekomendasi pola sampling /(strategi sampling) adalah dengan interval teratur secara vertikal atau jika relative homogeny dapat dilakukan secara komposit(Notosiswoyo. Inti bor biasanya disimpan dalam boks kayu. Pada bagian ini akan lebih ditekankan pada pengamatan geologi. .7 Informasi Dari Pemboran Informasi dan lubang bor dapat diperoleh dari beberapa sumber : batuan. 3. a. Untuk kedua tujuan tersebut inti bor biasanya dibagi kedalam dua bagian dengan gergaji intan.

Data-data dari uji sumuran dan puritan umumnya digunakan untuk melengkapi data penyebaran singkapan. misalnya pada endapan batubara (Notosiswoyo. dkk 2000). 35 .Hasil kompilasi data pemetaan geologi atau alterasi tentu saja berupa peta penyebaran batuan/ struktur atau alterasi.Interpretasi dan kompilasi data hasil eksplorasi langsung secara umum dapat berupa peta-peta atau penampang (profil). Sedangkan kompilasi data tracing float berupa peta penyebaran endapan yang mengarah ke sumber primer. serta penampang geologi/ struktur atau alterasi.