You are on page 1of 12

TUGAS BEDSIDE TEACHING

Oleh:
Giovianto Ryelcius Riana Eka Emas Santi
Devin Chandra Vita Arya Utami
Dewangga Panji Mahardika Anggia Fabelita
Rian Doli Najogi Sihombing Pratika Dea Waryuni
Fitri Amaliah Syahnas Ya Rahma
Pembimbing:
dr. Muhammad Regan, Sp.PD.

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI MOHAMMAD HOESIN
2017
Nama : Giovianto Ryelcius
NIM : 04054821618092
Sumber: Sherwood, Lauree. 2011. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Ed.6. Jakarta: EGC.
Nama : Anggia Fabelita
NIM : 04054821719024
Nama : Rian Doli Najogi Sihombing
NIM : 04054821719234

Pemeriksaan Bunyi Usus


Pasien dalam posisi berbaring telentang. Auskultasi abdomen dilakukan dengan
meletakan diafragma stetoskop di atas mid-abdomen sementara pemeriksa mendengarkan bunyi
usus.
Bunyi usus normal timbul kira-kira setiap 5-10 detik dan bernada tinggi. Jika setelah 2
menit tidak mendengar bunyi usus, dapat dibuat pernyataan bahwa tidak ada bunyi usus. Tidak
adanya bunyi usus mengarah kepada ileus paralitik yang disebabkan oleh iritasi peritoneum
difus,kemungkinan adanya arus denting bernada tinggi yang disebut borborigmi, yang
berkaitan dengan hiperperistaltik. Ini sering dijumpai pada obstruksi usus akut dini.

Sumber: Buku Ajar Diagnostik Fisik (Mark H. Swartz)


Nama : Pratika Dea Waryuni
NIM : 04054821719220

Sumber : A. Chandrasekhar, MD. Abdomen: Auscultation. http://www.meddean.luc.edu/


lumen/meded/ medicine/pulmonar/pd/pstep41.htm. Diakses 26 April 2017.
Nama : Fitri Amaliah
NIM : 04054821618068

Bunyi usus setiap 2-5 detik artinya dalam satu menit 6-30 x.
Sumber : http://fk.unsoed.ac.id/sites/default/files/img/modul%20labskill/modul%20ganjil%20I/
Ganjil%20I%20-%20keterampilan%20pemeriksaan%20fisik%20abdomen.pdf.
Nama : Syahnaz Ya Rahma
NIM : 04054821719236
Nama : Dewangga Panji Mahardika
NIM : 04054821719221
Nama : Vita Arya Utami
NIM : 04054821719019

Bunyi bising usus normal adalah 5-34 kali per menit. Jika meningkat >34 kali per menit biasanya
didapatkan pada keadaan diare atau obstruksi dini intestinal. Jika berkurag dan kemudian tidak
terdengar biasanya pada ileus paralitik atau peritonitis. Sebaiknya sebelum memutuskan apakah
bunyi ussu tidak terdengar, duduk dan dengarkan di daerah yang diperlihatkan pada gambar
selama 2 menit atau lebih lama lagi.
Nama : Riana Eka Emas Santi
NIM : 04054821719015

Sumber: Hall, John E.. 2013. Guyton dan Hall Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed. 12. Jakarta:

ECG.
Nama : Devin Chandra
NIM : 04054821719021