You are on page 1of 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

POKOK BAHASAN : GAGAL JANTUNG


SUB POKOK BAHASAN : GAGAL JANTUNG DAN DIETNYA
HARI/TANGGAL : KAMIS 16 FEBRUARI 2017
WAKTU : 15.00 WIB - SELESAI
PENYAJI : ENDAH NURUL YULIANI S.Kep
SASARAN : NY. S.S ( ISTRI PASIEN )
TEMPAT : R. ICU RSUD DR. SOETIJONO BLORA

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang gagal jantung dan diet gagal jantung selama 30 menit di
R. ICU RSUD Dr. Soetijono Blora, diharapkan sasaran mampu memahami tentang penyakit
gagal jantung dan perawatannya di rumah
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan tentang gagal jantung dan diet gagal jantung selama 30 menit di
R. ICU RSUD Dr. Soetijono Blora diharapkan sasaran mampu mengerti tentang :
a. Pengertian gagal jantung
b. Penyebab gagal jantung
c. Tanda dan Gejala Gagal Jantung
d. Cara Perawatan dan Pencegahan
e. Diet Gagal Jantung

B. Materi
Terlampir
C. Kegiatan Penyuluhan
No. Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media dan Meotde
Alat Penyuluhan
Penyuluhan
1. Pendahuluan Diskusi
Memberikan salam dan Menjawab salam
(5 menit)
perkenalan
Memperhatikan
b. Menjelaskan kontrak waktu
yang dibutuhkan Memberikan
c. Apersepsi kepada ibu tanggapan dan
pendapat
2. Penyajian Menjelaskan materi Memperhatikan Leaflet dan Ceramah dan
dan penyuluhan secara berurutan Video Diskusi
demonstrasi Materi :
(15 menit) a. Pengertian gagal jantung
b. Penyebab gagal jantung
c. Tanda dan Gejala Gagal
Jantung
d. Cara Perawatan dan
Pencegahan
e. Diet Gagal Jantung

3. Penutup (10
a. Memberikan pertanyaan Memberikan Ceramah dan
menit) kepada ibu tentang materi tanggapan dan Diskusi
yang telah disampaikan pertanyaan
b. Menyimpulkan materi yang Memperhatikan dan
telah disampaikan memberikan respon
c. Menutup materi dengan Menjawab salam
ucapan salam dan terimakasih

D. Media Dan Alat Penyuluhan


1. Leaflet
2. Video

E. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
4. Evaluasi

F. Evaluasi

Materi

GAGAL JANTUNG
A. Pengertian Gagal Jantung

Gagal jantung adalah keadaan dimana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi

kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan.


B. Penyebab Gagal Jantung

Kelainan gerak jantung, seperti peningkatan beban tekanan, (hipertensi

sistemik), peningkatan beban volume, dan penyumbatan terhadap pengisian

ventrikel.

Kelainan otot jantung, primer

Kelainan non dinamik, seperti kekurangan oksigen, kelainan metabolic, inflamasi,

penyakit sisitemik, penyakit paru obstruktif menahun.

Berubahnya irama jantung, seperti henti jantung, fibrilasi, takikardi atau

bradikardi yang berat.

C. Tanda dan Gejala Gagal Jantung

perasaan sulit bernafas terutama saat beraktivitas dan atau berbaring

Mengi

Batuk tanpa dahak terutama pada posisi berbaring

Pembesaran hati

Tidak nafsu makan karena rasa penuh atau mual

Bengkak pada kaki, telapak kaki, dan perut

Diare atau kadang susah BAB

BAK menurun, BAK di malam hari

Kulit pucat dan dingin kadang terjadi kebiruan

Demam ringan dan keringat

Kelemahan dan keletihan terus menerus setiap hari

Penurunan berat badan

Nyeri dada dengan aktivitas

D. Cara Perawatan dan Pencegahan

Pembatasan aktivitas fisik

Hentikan olahraga dan kerja yang berat

Hentikan kerja purna waktu atau setara; mulai terapkan adanya fase

istirahat siang

Terbatas pada rumah

Terbatas pada tempat tidur atau kursi

Pembatasan asupan natrium


Hindari penambahan garam pada masakan

Diet rendah garam

E. Diet Gagal Jantung

Tujuan

1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung.

2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk.

3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air.

Syarat

1. Kalori rendah, terutama bagi penderita yang terlalu gemuk,

2. Protein dan lemak sedang

3. Cukup vitamin dan mineral

4. Rendah garam bila ada tekanan darah tinggi atau oedema

5. Mudah cerna, tidak merangsang dan tidak menimbulkan gas

6. Porsi kecil dan diberikan sering

Diit Jantung I

Diberikan kepada penderita dengan myocard infark (MCI) akut atau congestive cardiac

failure berat. Diberikan berupa 1-11/2 L cairan sehari selama 1-2 hari pertama bila

penderita dapat menerimanya.

Makanan ini sangat rendah kalori dan semua zat-zat gizi.

Diit Jantung II

Diberikan secara berangsur dalam bentuk lunak, setelah fase akut MCI dapat diatasi.

Menurut beratnya hypertensi atau oedema yang menyertai penyakit, makanan diberikan

sebagai Diit Jantung II Rendah Garam. Makanan ini rendah kalori, protein dan thiamin

Diit Jantung III

Diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Jantung II atau kepada penderita

penyakit jantung tidak terlalu berat. Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna

berbentuk lunak atau biasa.

Makanan ini rendah kalori, tetapi cukup zat-zat gizi lain. Menurut beratnya hypetensi atau

oedema yang menyertai penyakit, diberikan sebagai Diit Jantung III Rendah Garam.
Diit Jantung IV

Diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Jantung III atau penderita penyakit

jantung ringan. Diberikan dalam bentuk biasa. Menurut bertanya hipertensi atau oedema

yang menyertai penyakit, makanan diberikan sebagai Diit Jantung IV Rendah Garam.

Makanan ini