You are on page 1of 8

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN KOGNITIF DI PANTI SOSIAL

Oleh:
Maful Latifah
1120016008

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
TAHUN AJARAN 2017

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
Bidang Studi : Keperawatan Gerontik
Topik : Senam Otak
Sasaran : Lansia
Tempat : Ruang tamu wisma kemuning
Hari/Tanggal :
Waktu : 08.00-selesai

A. TUJUAN
1. Tujuan instruksional umum
Setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok (TAK) senam otak diharapakan
lansia dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia.
2. Tujuan instruksional Khusus :
a. Lansia mengetahui manfaat senam otak
b. Lansia mampu melakukan senam otak
B. MANFAAT
1. Memperlambat kepikunan
2. Menghilangkan stres
3. Meningkatkan konsentrasi
4. Membuat emosi lebih tenang
C. MATERI
Terlampir
D. METODE
1. Demonstrasi
E. MEDIA
Musik

F. SETTING
1. Setting Waktu
No. Fase Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu
1. Pra 1. Membuka kegiatan 1. Menja 5 menit
interaksi dengan wab salam
mengucapkan salam
2. Memperkenalkan
diri 2. Mende
3. Menanyakan ngarkan
perasaan lansia saat
ini 3. Menja
4. Menentukan kontrak wab tentang
waktu dan aturan perasaanya saat ini
main
5. Menjelaskan tujuan 4. Menyet
dan manfaat dari ujui kontrak dan
senam otak aturan main

5. Mempe
rhatikan
2. Pelaksanaan 1. Melakukan 1. Memperhatikan 15 menit
demonstrasi senam gerakan senam otak
otak 2. Menirukan gerakan
2. Melakukan re- senam otak
demonstrasi senam
otak
3. Evaluasi a. M 1. 5 menit
enanyakan perasaan Menjawab pertanyaan
lansia setelah
mengikuti senam
otak 2.
b. M Senang
emberikan pujian atas
partisipasi lansia
4. Terminasi 1. Mengucapkan 1. Mendengarkan dan 5 menit
terimakasih kepada menyetujui
peserta dan meminta
untuk melakukan
gerakan senam otak
setiap pagi.
2. Mengucapkan salam 2. Menjawab salam
penutup

2. Seting Tempat
G. PENGORGANISASIAN
Susunan pengorganisasian pada TAK senam otak
Leader :
Co-Leader :
Fasilitator :
Observer :
H. URAIAN TUGAS
1. Leader
a. Membacakan tujuan, manfaat dan peraturan kegiatan terapi aktifitas
kelompok sebelum kegiatan dimulai
b. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan
memperkenalkan dirinya
c. Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib
d. Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok permainan
2. Co-Leader
a. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas peserta
b. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
3. Fasilitator
a. Memfasilitasi peserta yang kurang aktif
b. Berperan sebagai instruktur senam otak
4. Observer
a. Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta selama kegiatan terapi
aktifitas berlangsung
I. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Peserta telah siap 15 menit sebelum pelaksanaan senam otak.
b. Penyelenggaraan senam otak dipimpin oleh fasilitator dari
mahasiswa profesi Ners UNUSA
c. Pengorganisasian dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap senam otak yang didemonstrasikan
b. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan senam otak selesai
c. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan senam otak.
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta dapat melakukan senam otak secara mandiri.
b. Ada umpan balik positif dari peserta seperti berkomitmen untuk
melakukan senam otak setiap pagi.
MATERI SENAM OTAK

A. Definisi
Senam merupakan salah satu tindakan yang jarang sekali dilakukan para
lansia,banyak lansia yang mengeluh badannya capek dan pegal itu semua
dikarenakan kurangnya pergerakan otot-otot. Kebanyakan lansia tidak mau
melakukan senam karena capek,males dan lain-lain, maka dari itu kita sebagai
perawat harus bisa mengajak para lansia untuk melakukan senam, salah satunya
yaitu senam otak.
Senam otak adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana.
Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan (dimensi lateralitas);
meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi
pemfokusan); merangsang sistem yang terkait dengan perasaan/emosional, yakni
otak tengah (limbis) serta otak besar (dimensi pemusatan).
B. Manfaat
1. Memperlambat kepikunan
2. Menghilangkan stress
3. Meningkatkan konsentrasi
4. Membuat emosi lebih tenang
Dengan diadakannya senam otak kita bisa mengetahui gerakan tubuh
sederhana yang digunakan untuk merangsang otak kiri dan kanan, merangsang
system yang terkait dengan emosional serta relaksasi otak bagian belakang
ataupun depan, itu bermanfaat bagi otak kita. Jadi senam otak sangat berfungsi
bagi para lansia maupun yang belum lansia. Senam otak tidak menyembuhkan
suatu penyakit tetapi dengan rutin melakukan senam otak, sel-sel tubuh akan
bekerja optimal, sehingga dapat mencegah datangnya penyakit.
C. Gerakan Dsar
1. Gerakan Silang
Cara : kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan, bisa kedepan, samping
atau belakang agar lebih ceria anda bisa menyelaraskan dengan irama musik.
Manfaat : merangsang bagian otak yang menerima informasi dan bagian yang
mengungkapkan informasi, sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal
baru dan meningkatkan daya ingat.
2. Gerakan Olengan Pinggul
Cara : Duduk dilantai posisi tangan di belakang menumpu ke lantai serta siku
ditekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan
dengan rileks.
Manfaat : mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, nelihat dari kiri ke
kanan, kemampuan untuk memperhatikan dan memahami.
3. Gerakan Pengisi Energi
Cara : Duduk nyaman di kursi, kedua lengan bawah dan dahi di letakkan
diatas meja, tangan ditempatkan diatas bahu dengan jari-jari menghadap
sedikit kedalam. Ketika menarik nafas, rasakan nafas mengalir ke garis tengah
seperti pancuran energy. Mengangkat dahi kemudian tengkuk dan terakhir
punggung atas diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks.
Manfaat : mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktifitas yang
melelahkan, mengusir rasa stress, meningkatkan konsentrasi dan perhatian
serta meningkatkan kemampuan memahami dan berfikir rasional.
4. Gerakan Menguap Berenergi
Cara : Bukalah mulut seperti hendak menguap lalu pijatlah otot-otot
persendian rahang lalu melemaskan otot-otot tersebut.
Manfaat : Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfungsi
secara efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan daya pengelihatan,
memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif serta meningkatkan kemampuan
untuk memilih informasi.
5. Gerakan Gravitasi
Cara : Duduk di kursi dan silangkan kaki, tundukkan badan dengan lengan
depan bawah, buang nafas ketika turun dan ambil nafas ketika naik, lakukan
dengan posisi kaki yang bergantian.
Manfaat : Mengaktifkan otak untuk ras keseimbangan dan koordinasi,
meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energy.
6. Gerakan Tombol Imbang
Cara : Sentuhkan 2 jari kebelakang telinga, pada lekukan dibelakang telinga
sementara tangan satunya menyentuh pusar selama kurang lebih 30 detik,
lakukan secara bergantian. Selama melakukan gerakan itu dagu rileks dan
kepala dalam posisi normal menghadap kedepan.
Manfaat : Mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan perhatian,
mengambil keputusan, berkonsentrasi, dan pemikiran asosiasif.
Untuk mengefektifkan manfaat senam otak, dapat dilakukan pada pagi hari
dalam kurun waktu 5 sampai 15 menit agar otak siap dan seimbang untuk
memulai aktivitas. Serangkaian latihan sederhana yang disebut senam otak
dapat membantu fungsi otak kita menjadi lebih baik dan tajam, cerdas dan
jauh lebih percaya diri.
DAFTAR PUSTAKA

Bruner & Suddarth. 2012. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi : 8 Volume 3.


Jakarta: EGC

Friedman. (2010). Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek.
Edisi ke-5. Jakarta: EGC

Hockenberry, Marlyn J & Wilson, David. 2011. Wongs Nursing Care Of Infants
and Childern. Ed. 9. St.Louis: Mosby Elsevier.

Luxner, K.L. (2015). Delmarss Pediatric nursing care plan. United States of
America: Thomson Delmar Learning.

Sjamsuhidjat, R. & Jong, W.D. (2015). Buku ajar ilmu bedah. Jakarta: EGC

Wong, Donna L. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong. Ed. 6. Jakarta:
EGC