You are on page 1of 2

Archaebacteria dan Eubacteria

Monera berasal dari bahasa yunani Moneres yang berarti tunggal. Jadi, Monera adalah
makhluk hidup bersel tunggal yang bersifat prokariotik, yaitu sel yang tidak memiliki membran
inti. Berddasar klasifikasi sistem enam kingdom Monera dibedakan Menjadi Archaebacteria dan
Eubacteria.

A. Archaebacteria

Archaebacteria merupakan kelompok mikroorganisme yang dapat hidup beradaptasi pada


lingkungan yang ekstrim, seperti kadar gaam yang tinggi, suhu yang tinggi, asam, dan
menghasilkan gas metan.

1. Ciri-Ciri Archaebacteria

a. bersifat prokariotik dan uniseluler,


b. memiliki ukuran 0,1-15 mikrometer,
c. berbentuk batang, spiral, kokus, dan berbentuk tidak tetap,
d. dinding sel mengandung lipid tidak mengandung peptidoglikan,
e. terdiri dari satu sel, berkoloni, atau berbentuk filemen,
f. hidup pada lingkungan ekstrim, seperti dasar laut, gunung berapi.

2. Klasifikasi Archaebacteria

Berdasarkan habitatnya Archaebacteria dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :

a. Halofil, hidup dilingkungan dengan kadar garam tinggi, seperti laut mati, contoh
Halobacterium dan Holococcus.
b.Termoasidofil, hidup dilingkungan yang bersuhu tinggi dan bersifat asam, contoh Sulfolobus
yang hidup pada mata air yang panas Yellow Stone National Park dan Thermoplasma hidup pada
kadar asam tinggi
c. Metanogen, hidup di lingkungan anaerobik yang ekstrim seperti rawa dan danau,
menghasilkan gas metana atau biogas, contoh Methanobacterium.

3. Peranan Archaebacteria

Peranan Archaebacteria tercantum sebagai berikut :

a. Berperan sebagai pegurai yang dapat menguraikan limbah-limbah penyebab pencemaran.


b. Menghasilkan gas metana atau biogas sebagai bahan bakar alternatif.
c. Menghasilkan enzim yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam deterjen.
B. Eubacteria

Eubacteria dibedakan menjadi dua macam, yaitu bakteri dan Cyanobacteria.

1. Bakteri

a. Ciri-Ciri Bakteri
Hbitat berbagai lingkungan baik air, tanah, udara maupun makhluk hidup lain
Bersifat uniseluler dan hidup secara sendiri (soliter) dan berkoloni.
Cara hidupnya adan yang bersifat heterotrof maupun autotrof.
Bersifat prokariotik, yaitu tidak mempunyai membran inti.
Dinding sel tersusun atas peptidoglikan, sehingga bentuk selnya relatif tetap.
Pada kondisi lingkungan yang buruk membentuk endospora, yaitu spora yang memiliki
dinding tebal untuk melindungi diri bakteri pada lingkungan yang buruk.
Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Secara sksual yang disebut pada
seksual melalui rekombinasi gen (pertukaran materi genetik), yaitu transformasi
(spontan), transduksi (bantuan virus), dan konjugasi.
b. Klasifikasi Bakeri