8.

Pedoman Cara Penulisan Resep Dokter:
1. Ukuran blanko resep (lebar 10-12 cm; panjang 15-18 cm)
2. Penulisan nama obat (bagian inscriptio) :
a. dimulai dengah huruf besar
b. ditulis secara lengkap atau dengan singkatan resmi (dalam Farmakope Indonesia
atau nomenklatur internasional), misal Ac. salic.; Acetosal
c. tidak boleh ditulis dengan nama kimia (misal Kalium chlorida dengan KCl) atau
singkatan lain dengan huruf kapital (misal Chlorpromazin dengan CPZ).
3. Penulisan jumlah obat
a. satuan berat : mg (mili gram), g (G) (gram)
b. satuan volume : ml (mili liter), I (liter)
c. satuan unit : UI / IU
d. Penulisan jumlah obat dengan satuan biji menggunakan angka Romawi
Misal : - Tab. Novalgin no. XII - Tab. Stesolid 5 mg no. X (decem) - m.f 1.a. pulv.
d.t.d. no. X
e. Penulisan alat penakar :
Dalam singkatan bahasa Latin dikenal :
C. = sendok makan (volume 15 ml)
Cth. = sendok teh (volume 5 ml)
Gtt. = guttae (1 tetes = 0,05 ml)
Catatan : Hindari penggunaan sendok makan & sendok teh rumah tangga, karena
volumenya tidak selalu 15 ml untuk sendok makan dan 5 ml untuk sendok teh.
Gunakan sendok plastik (5 ml) atau alat lain (volume 5, 10, 15 ml) yang disertakan
dalam sediaan cair paten.
f. Arti prosentase (%) : 0,5 % (b/b) → 0,5 g dalam 100 g sediaan
0,5 % (b/v) → 0,5 g dalam 100 ml sediaan
0,5 % (v/v) → 0,5 ml dalam 100 ml sediaan
g. Hindari penulisan dengan angka decimal (misal : 0,... ; 0,0.... ; 0,00....)
4. a. Penulisan kekuatan obat dalam sediaan that jadi (generik/paten) yang beredar di
pasaran dengan beberapa kekuatan, maka kekuatan yang diminta harus ditulis, misal
Tab. Primperan yang 5 mg atau yang 10 mg
b. Penulisan volume obat minum dan berat sediaan topikal dalam tube dari sediaan
jadi/paten yang tersedia beberapa kemasan, maka harus ditulis, misal :
- Allerin exp. yang volume 60 ml atau 120 ml

Harus ditulis secara benar Misal : s. Penulisan bentuk sediaan obat (merupakan bagian subscriptio) dituliskan tidak hanya untuk formula magistralis.d.d. Penjelasan kepada pasien ditulis pada kertas resep/lain dengan bahasa yang dipahami. R/) atau tanda pemisah di antara R/ (untuk > 2 R/) dan paraf/tanda tangan pada setiap R/. maka ditulis di bawah setiap resep yang diulang.r. Novalgin mg 250 No. atau s. tidak boleh ragu-ragu. (usus cognitus = pemakaian sudah tahu). 7. I . 8. Pengantar Pendidikan Farmasi Kedokteran. tetapi juga untuk formula officinalis dan spesialitis.Garamycin cream yang 5 g/tube atau 15 g/tube 5.c. tab.d. hapusan atau tindasan. 9. .p. Setiap selesai menuliskan resep diberi tanda penutup (untuk 1. Penulisan tanda Cito atau PIM Apabila diperlukan harus ditulis di sebelah kanan pada bagian atas kertas resep. pulv.d. gunakanlah tanda s.X Tab. Antalgin mg 250 No. hindari coretan-coretan. X Tab. Penulisan jadwal dosis/aturan pemakaian (bagian signatura) a. . t.n. Resep ditulis sekali jadi. Sumber: Suharmi. I b. misal : m.a.u. Untuk pemakaian yang remit seperti pemakaian "tapering up (down)". pulv. 2012. Penulisan tanda Iter Resep yang memerlukan pengulangan dapat ditulis tanda : Iter n X di sebelah kin atas dari resep untuk seluruh resep yang diulang. Sri. X 6. No. Yogyakarta: FK UGM. t.c. p. Bila tidak semua resep.fl.