2.

Profil Koperasi Wanita (Kasus)
Pada bagian ini dijelaskan 6 koperasi yang menjadi responden dan sebagai
profil/model bagi koperasi wanita dalam menumbuhkan dan mengembangkan koperasi wanita.

PROFIL KOPERASI INDUSTRI KERAJINAN
(KOPINKRA)
SULAMAN DAN KONVEKSI
Berdiri Tahun 1985
Badan Hukum : N0.1702/XVII Tgl 2-1-1988
Alamat: Jln. Panorama No 9 Bukittinggi
Sumatera Barat
Telp. 0752-22976

Koperasi Industri Kerajinan (Kopinkra) Sulaman dan Konveksi berdiri pada tahun
1985 atas inisiatif para pengusaha/pengrajin bordir, sulaman dan konveksi yang ada di
Bukittinggi. Pada Tahun 1986 diadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pertama dan
memperoleh Badan Hukum pada tahun 1988. RAT dilaksanakan setiap tahun dan pada tahun
buku 2005 telah memasuki RAT yang ke 20.
Perkembangan Kopinkra sejak berdiri sampai saat ini banyak mengalami pasang naik
dan surut. Usaha yang dijalankan pada mulanya adalah unit simpan pinajam, unit pertokoan
untuk penyaluran bahan baku kepada anggota dan unit produksi. Sampai tahun 1997 semua
unit usaha tersebut berkembang dengan baik. Pada periode tersebut atas kerja keras
pengurus dan anggota nama Kopinkra telah mampu terangkat ke permukaan sampai ke
tingkat nasional antara lain: (1) temu wicara dengan Bpk. Presiden, (2) Mandapat Bantuan
donasi dari berbagai pihak sampai berjumlah Rp 26.555.000, yang antara lain berasal dari
Bpk. Menteri Koperasi, Bpk. Gubernur Sumatera Barat, Bpk. Ketua Pengendalian Mutu
Nasional, (3) Unit produksi Kopinkra pernah mendapat kuota ekspor ke Kanada bekerjasama
dengan PT Maimun Bali, (4) Mendapat pinjaman lunak dari Bank Bukopin sebesar Rp.
200.000.000, (5) Mendapat pinjaman KKPA dari Bank Indonesia sebesar Rp. 400.000.000, (6)
Membuka Toko di Seremban Malaysia.
Pada Tahun 1977 terjadi kebakaran di Pasar Atas Bukittinggi yang ikut
menghanguskan unit perkotaan Kopinkra dan beberapa unit pertokoan anggota. Dan
melumpuhkan ekonomi anggota Tahun 1977-1999 adalah masa berbenah diri kembali bagi

30

Kopinkra. Atas kesediaan anggota yang tetap mau dan berupaya membayar hutangnya,
pelan-pelan Kopinra bangkit kembali walupun usaha Koperasi hanya usaha simpan pinjam,
tapi usaha inilah yang dibutuhkan anggota dan sampai sekarang keadaan koperasi mulai
membaik dan berkembang cukup pesat. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras, kebersamaan,
kedisiplinan semua unsur yang ada dalam Kopinkra yakni pengurus, pengawas, anggota dan
karyawan.

Pengelolaan Kelembagaan
Jumlah anggota per Oktober 2006 sebanyak 143 orang terdiri dari para pengusaha/
pengrajin bordir, sulaman dan konveksi. Perkembangan jumlah anggota dari tahun 1987
sampai tahun 2006 sebesar 17 % rata-rata per tahun hanya 1,7%. Jumlah Kepengurusan 8
orang terdiri dari Pengurus 5 orang dan 3 orang pengawas. Pengurus meliputi Ketua, Wakil
ketua, sekertaris, wakil sekertaris dan Bendahara sedangkan pengawas terdiri dari satu orang
ketua dan 3 orang karyawan. Kekhususan Koperasi ini terletak pada jumlah karyawan hanya
satu orang. Mengapa hanya satu orang karena Pengurus dan Pengawas sama-sama bekerja
secara bergotong royong. Pelaksanaan manajemen pembukuan organisasi dan keuangan
secara harian dilaksanakan oleh karyawan dengan kontrol oleh Pengurus dan Pengawas.
Pengelolaan Usaha
Kegiatan usaha dikelola KSP ini adalah Usaha Simpan Pinjam (USP). USP ini
dikelola per sub unit menurut sumber permodalan sebagai berikut: (1) USP yang berasal dari
koperasi (anggota) kegiatannya diselenggarakan setiap tanggal 21 setiap bulan. Semua
anggota telah memanfaatkan dana ini dengan jumlah maksimal pinjaman kepada anggota
sebesar Rp. 35.000.000,- (tiga kali jumlah simpanan yang dipinjam). Sampai tahun 2005
koperasi ini telah merealisasi pinjaman sebesar Rp. 3.392.000.000,- kepada 162 orang, (2)
USP berasal dari dana bergulir BBM, kegiatannya diselenggarakan tanggal 9 setiap bulan.
Realisasi pinjaman ini kepada 72 orang dengan jumlah Rp. 348.000.000.- Karena dana ini
bernama dana bergulir maka sistem penyalurannya dilakukan secara bergulir yaitu : tahap
pertama disalurkan kepada anggota yang meminta (membutuhkan) pinjaman, kemudian
setelah pinjaman pertama diterima pokok dan bunga maka pinjaman berikutnya dicairkan
kepada peminjam berikutnya, demikian sistem penyaluran dana bergulir di KSP ini (3) USP
yang berasal dari dana bergulit ABT APBD TK I Sumatera Barat, kegiatannya
diselenggarakan tanggal 9 setiap bulan. Realisasi kredit kepada 17 orang anggota dengan
jumlah Rp. 85.000.000.-. Laba usaha dari tiga kegiatan tersebut sebesar Rp. 157.705.196.-
Jumlah dana yang dibagikan kepada anggota pada tahun 2005, sebesar Rp.135.170.000.-

31

pembayaran kewajiban lalai dan harus ditelepon lebih dahulu dan pembayaran tidak pada waktunya dan pernah menunggak. (f) tunggakkan pembayaran pinjaman dikenakan denda sebesar 5% pokok pinjaman setiap bulan pinjaman.dengan perincian (1) bagian anggota berdasarkan simpanan sebesar 25 %. Kerjasama Dengan Pihak Lain Sebagaimana disebut diatas kopinkra ini bekerjasama dengan anggota dan pihak ketiga seperti dengan (1) Pemerintah setempat dengan Bpk. (3) ketentuan pemberian pinjaman kepada anggota adalah sebagai berikut (a) pinjaman diberikan sebesar 3 kali jumlah simpanan. (4) kesejahteraan karyawan 5 %. Gubernur Sumatera Barat. (5) mendapat pinjaman KKPA dari Bank Indonesia dan (6) membuka Toko di Seremban Malaysia. (5) dana pendidikan 2. (e) setiap pinjaman dikenakan biaya administrasi 1% dari jumlah pinjaman.5 %. 40. dampak usaha simpan pinjam bagi anggota sangat nyata antara lain (1) anggota dapat mengembangkan usaha melalui modal yang diterima dari koperasi. (2) anggota dapat menyekolahkan anak –anak nya sampai ke Perguruan Tinggi bahkan sekarang ada beberapa keluaga yang anaknya telah lulus dan mereka sudah bekerja. Dalam hal ini tidak semua anggota diberi 3 kali simpanan dilihat kondite anggota. (c) jasa pinjaman dipungut 0. (5) dana sosial sebesar 2.(empat puluh juta rupiah) tidak semua anggota dapat walaupun simpanan mencukupi (realisasi pinjaman tergantung keputusan Pengurus).000. (3) pengusaha berkembang dari usaha keliling menjadi pengusaha yang mempunyai toko bahkan ada yang sudah kerjasama dengan pasar Tanah Abang di Jakarta.5 %. 32 . (d) jangka waktu pengembalian pinjaman minimal 10 bulan. (4) mendapat pinjaman lunak dari Bank Bukopin. Dampak Koperasi terhadap Anggota dan Lingkungan Sejak koperasi ini menangani usaha simpan pinjam. (b) maksimal pinjaman sebesar Rp. Pelayanan simpan pinjam pada Kopinkra ini dilaksanakan sebagai berikut: (1) pelayanan dilaksanakan setiap tanggal 1 dan tanggal 21 setiap bulan. (3) dana pengurus 10 %. (2) Pengendalian Mutu Nasional.000.. (3) dengan Kanada bekerjasama dengan PT Maimun Bali melaksanakan ekspor. Kondite anggota dilihat dari dari pembayaran kewajiban tepat waktu. (2) bagian anggota berdasarkan jasa sebesar 25 %.5% tiap bulan dan dibayar dimuka sekaligus untuk jangka waktu pinjaman. (2) setiap pertemuan dibuka mulai jam 9 sampai jam 15 WIB.

Sekertaris dan Bendahara).9/VIII/1995 Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Koperasi kesejahteraan kaum ibu telah mengalami pasang surut sejak berdiri tahun 1929. Pengelolaan Organisasi Struktur organisasi kepengurusan dengan Badan Hukum terakhir terdiri dari 2 orang penasehat. Koperasi ini dibentuk oleh ibu-ibu kelompok masak dan arisan kemudian Kopwan ini berkembang menjadi kelompok simpan pinjam dengan nama (Credit Cooperative Kaum Ibu Bendungan Jago). Kredit Kaum Ibu (KKKI). Anggota kelompok antara 20 sampai 45 orang Tugas ketua kelompok menarik kewajiban simpanan wajib dan cicilan anggota. Kepengurusan baru dengan anggota baru yang diseleksi secara ketat merubah anggaran dasar terakhir dengan nomor 979/12/67. 4 orang pengurus (KetuaI. Jumlah anggota 892 orang Pembinaan Anggota dilakukan melalui kelompok 892 anggota dikelompokkan kepada 22 kelompok. Badan Pengawas tiga orang terdiri dari Ketua. dan Badan Pengawas. Sekertaris. Kedua pengurus ini membentuk kepengurusan baru yang bebas dari Gerwani. Bendahara. Ketua kelompok pada koperasi ini cukup kuat perannya dalam membina anggota dan membesarkan. Kepengurusan yang baru terdiri dari 7 orang semuanya perempuan . Pada peristiwa ini ada beberapa pengurus yang terlibat dalam kegiatan Gerwani sehingga pengurus hanya tinggal 2 orang untuk meneruskan kegiatan perkoperasian. Sekertaris dan Anggota. Tahun 1982 koperasi berubah lagi menjadi Koperasi Kesejahteraan Kaum Ibu (K3I) dengan BH seperti pada box tulisan ini. Sturktur pengurus terdiri dari Ketua I. Ketua II.30 S. Ketua kelompok rata-rata berperan sebagai voluntir karena mereka sangat mengabdi bagi koperasi. Kemudian pada tanggal 22 Desember bertepatan pada hari ibu atas inisiatif pengurus dibentuk kepengurusan baru. Kemudian tahun 1954 karena alasan-alasan tertentu CCKIB berubah dengan Koperasi. Pelaksanaan RAT mulai 33 . Untuk mendapatkan pinjaman diproses melalui kelompok dan bisa langsung kepengurus. KOPERASI KESEJAHTERAAN KAUM IBU (KT3I) JAKARTA PUSAT Berdiri : Tgl 22 Desember 1950 BH :134/BH/PAD/KWK. Pada tahun 1965 koperasi ini kembali mengalami perubahan karena adanya kevakuman karena peristiwa G. Ketua II.

Aturan sistem tanggung renteng pada kelompok adalah jika salah satu diantara anggota kelompok menunggak maka anggota yang ada dalam kelompok otomatis ikut bertangung jawab untuk 34 .tahun 1982 dilaksanakan setiap tahun. Pinjaman ini dikembalikan selama 10 kali mencicil. Jasa administrasi sebesar 2 % flat.5 % per bulan menurun.10 – Rp. pinjaman dana produktif dari koperasi cepat dicairkan antara 1 sampai 2 hari dari usulan pinjaman dan tanpa agunan. Sumber dana untuk pinjaman berasal dari koperasi sendiri dan bantuan pemerintah seperti bantuan dana subsidi BBM. USP produktif adalah pinjaman anggota yang diperuntukkan bagi penambahan modal usaha. 15 juta. Mekanisme penyetoran cicilan dapat dilakukan melalui ketua kelompok atau langsung ke koperasi. Bagi kelompok yang menganut sistem tanggung renteng pinjaman diberikan sama besar dan dicairkan serentak.kesehatan dan pembelian barang-barang konsuntif. Besarnya jasa adminsitrasi yang ditetapkan pengurus dibawah bunga bank. Cara yang pertama dengan sistem konvensional dan sistem tanggung renteng. Pengelolaan Usaha Usaha Koperasi wanita ini adalah usaha simpan pinjam dikelompokkan dalam dua bentuk. Ketentuan tersebut disepakati dalam RAT. wajib dan sukarela yang disimpan anggota di dalam koperasi. Usaha konsumtif adalah usaha yang diperuntukkan untuk kebutuhan keluarga. Sistem penyaluran danpengembalian pinjaman dalam koperasi in dilaksanakan denga dua cara. Kekayaan anggota yang dimaksud disini adalah : simpanan pokok.pendidikan. Pinjaman produktif dikembalikan 10 kali cicilan. Untuk kelompok yang sudah saling mengenal dan saling bersama mengadobsi cara sistem tanggung renteng sedangkan bagi kelompok yang interaksinya kurang dan kekompakannya kurang pada umumnya melaksanakan cara konvensional. Tidak ada jasa tambahan yang diberikan anggota koperasi walupun harus menyetorkan cicilan melalui ketua kelompok. Tingkat bunga yang dikenakan sebesar 1. Selain itu. Kelompok pertama adalah usaha simpan pinjam konsumtif dan kelompok kedua usaha produktif. Jasa administrasi lebih besar dari jasa administrasi usaha konsumtif karena asumsinya jika digunakan untuk usaha dana tersebut produktif dan menghasilkan keuntungan. Proses RAT dilakukan melalui kelompok kemudian dilanjutkan ke rapat RAT paripurna. Besarnya pinjaman yang dapat dinikmati anggota adalah 1 kali besarnya kekayaan anggota di dalam koperasi. Besarnya pinjaman berkisar antara Rp. Jika anggota menyelesaikan pinjaman tahap pertama dengan lancar tanpa tunggakan maka selanjutnya anggota dapat meminjam sebesar 2 kali kekayaan yang dimiliki di koperasi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Republik Indonesia Nomor : 180/BH/PAD/KWK/12/IV/1997 tanggal 30 April 1997 tentang pengesahan perubahan anggaran dasar koperasi kredit Kartini. Dampak Terhadap Anggota Lingkungan Koperasi wanita ini telah memberikan dampak posistif bagi anggota. Menindaklanjuti kegiatan tersebut. Keuntungan lain adalah anggota dalam kelompok bertanggung jawab penuh dalam urusan pengembalian pinjaman. koperasi kredit Kartini telah berubah nama menjadi Koperasi Simpan Pinjam Kartini disingkat KSP Kartini. Kepada ibu-ibu PKK. Sedangkan bagi kelompok konvensional peminjam bisa individu dan yang bertanggung jawab adalah individu. karyawan maupun anggotanya. semula bernama Koperasi Kredit Kartini dan baru dapat pengesahan badan hukum Nomor : 1741/BH/XI tanggal 26 Juli 1994. Proses terjadinya KSP Kartini pada tahun 1982 tidak terlepas dari peranan Foster Parent Plan yang aktif melakukan kegiatan di kecamatan Pakem telah memberikan pendidikan dasar koperasi. Selain itu koperasi wanita ini juga berdampak sebagai wadah pembelajaran dan lahirnya pemimpin non formal dari koperasi ini. Sengaja dipilih nama 35 . PROFIL KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) KARTINI Berdiri tanggal 20 Februari Tahun 1982 Ketua : Ibu CR Sujunah Alamat : Jalan Kesehatan 107 Kaliurang Hargobinangun Pakem Kabupaten: Sleman. Pada akhirnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) KARTINI. Pada tahun 2004. Keuntungan sistem tanggung renteng adalah membantu pengurus dalam tugas pengawasan dan memberikan tanggung jawab pada kelompok. Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan modal. kemudian dalam perkembangannya telah dilakukan perubahan Anggaran Dasar. DI Yogyakarta KSP KARTINI berdiri tanggal 20 Februari 1982 atau 22 tahun yang lalu.menyelesaikan tunggakan tersebut. maka disepakati oleh semua anggota PKK yang terdiri dari 115 orang ibu diketuai oleh ibu CR Sujinah untuk membentuk satu wadah koperasi yang diberi nama koperasi kredit “KARTINI”. volume usaha juga berdampak posistif bagi sumber daya manusia: baik pengurus.

warung. warung. Tujuan pembentukan KSP ini adalah untuk dapat memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat yang pada akhirnya diharapkan upaya pengentasan kemiskinan untuk menuju kesejahteraan lahir batin suatu saat akan terwujud. karena kebutuhan akan modal usaha mereka telah dimanfaatkan oleh para pelepas uang yang banyak beroperasi untuk mengambil keuntungan sampai 20% perbulan. untuk melakukan upaya tersebut. dan sebagainya banyak diusahakan oleh mereka. yaitu koperasi KARTINI Berangkat dari kenyataan ekonomi yang memprihatinkan tersebut.000. Tujuan pembentukan KSP Kartini sangat jelas yaitu memperbaiki tingkat kehidupan anggota dan masyarakat yang pada akhirnya diharapkan terjadi pengentasan kemiskinan untuk menuju kesejahteraan lahir batin para anngotanya dapat terwujud. dibalik nama Kartini terkandung bahwa pada suatu saat lembaga koperasi yang pengurusnya semuanya wanita ini akan menjadi wadah kaum perempuan yang mampu mengambil peranan aktif dalam masyarakat luas dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Akibatnya kerja keras ibu-ibu menjadi percuma karena keuntungan yang didapat akan jatuh pada para rentenir. bakul buah. Angka tersebut memang kecil tetapi itulah 36 . maka dibentuklah sebuah wadah koperasi.000 dengan anggota 115 orang dan 8 orang pengurus yang semuanya wanita.-. 200. berbagai usaha dagang kecil-kecilan seperti bakul jadah tempe. Modal pertama untuk operasional koperasi dikumpulkan sebesar Rp 225. Namun faktor permodalan menjadi hambatan yang sangat tidak menguntungkan bagi usaha mereka. mendorong pengurus perkumpulan wanita ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) berjuang dengan kerja keras untuk menjadikan KSP Kartini menjadi Bank untuk melepaskan masyarakat dari jepitan pelepas uang dan ternyata usaha tersebut telah dirasakan oleh anggota dan masyarakat setempat saat ini. Keberadaan Kaliurang sebagai kawasan wisata ternyata juga dapat memberikan keuntungan dan peluang bagi ibu-ibu. Hal ini dapat terjadi karena di satu pihak belum ada lembaga keuangan yang dapat melayani masyarakat dan di lain pihak sebagian besar masyarakat belum mengetahui akan fungsi lembaga keuangan seperti bank. Keberadaan Kaliurang sebagai kawasan wisata ternyata dapat memberikan keuntungan dan peluang bagi ibu-ibu. simpanan wajib Rp. bakul buah..per bulan.KARTINI disamping nama tersebut adalah nama yang tidak asing lagi bagi orang Indonesia. Ibu CR Sujinah yang tidak mengenal lelah dan selalu konsisten membantu para ibu. dan sebagainya banyak diusahakan oleh mereka. untuk melakukan upaya tersebut sehingga berbagai usaha dagang kecil-kecilan seperti bakul jadah tempe. 1. Simpanan pokok ditetapkan Rp.

melaksanakan perencanaan dan mengendalikan secara konsisten dan loyal. jasa. pensiunan. Pembinaan anggota dilakukan secara individu dan kelompok di pedusunan. rumah makan. Anggota aktif mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahun. Sekertaris dan Bendahara) Pengawas 3 orang terdiri dari ketua. dan Barat. pelajar. RT/RW. kerajinan. dan Staf diarahkan bekerja mencapai tujuan organisasi. PNS. Penyelenggaraan RAT selalu dilaksanakan tepat waktu dan berjalan lancar. Pondok Wisata. wakil. Materi pembinaan anggota meliputi : perkoperasian. hak dan kewajiban anggota. Jumlah kelompok sampai saat penelitian sebanyak 13 kelompok meliputi kelompok: bakul. usaha lain dan warung. 37 . Kegiatan RAT ini diselenggarakan setiap tahun sebagai pertanggungjawaban pengurus dan pengawas atas hasil kinerjanya kepada seluruh anggota. Dlam pengambilan keputusan selalu berpedoman pada anggaran dasar atau anggaran rumah tangga dan peraturan-peraturan yang berlaku pada KSP Kartini. Timur. Daerah pelayanan pada waktu itu masih dalam lingkup daerah Kaliurang Selatan. dan kini kantor tersebut sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang cukup representative dan nyaman. sekertaris dan anggota. swasta. Pengelolaan Kelembagaan Keberhasilan KSP Kartini terletak pada kemampuan Pengurus membuat perencanaan. Kekhususan KSP Kartini terletak pada pembinaan anggota selalu mengikuti perkembangan usaha dan mengukuti kebutuhan anggota. Namun. Pelaksanaan perencanaan disusun mengarah kepada tujuan. Sarana perkantoran meliputi bangunan kantor yang terletak di atas tanah seluas 400 m2. Setelah koperasi berumur 4 tahun. peternak. petani. sejalan dengan meningkatnya ekonomi masyarakat. Anggota KSP Kartini sampai saat penelitian tercatat sebanyak 1.090 orang terdiri dari perempuan sebanyak 686 orang dan laki-laki sebanyak 404 orang ditambah anggota penabung sebanyak 525 orang. Semua karyawan yang terdiri dari Manajer. Pengurus membuat Panduan Kerja sebagai pedoman bagi Pengurus Dalam pedoman perencanaan telah diatur fungsi dan tugas masing-masing. kebijakan pelayanan dan materi sesuai dengan masalah yang dihadapi anggota. maka simpanan wajib dan simpanan pokok sudah disesuaikan dengan kemampuan anggota.kemampuan sebagian besar anggota pada waktu itu. tahun 1986 KSP Kartini mulai membuat kantor sederhana di atas tanah milik pemerintah desa. dengan tetap menjaga semangat kebersamaan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan asas musyawarah mufakat. Jumlah Kepengurusan sebanyak 4 orang (Ketua.

dan menekankan kejujuran.20 %. Sibuhar dan sijaka simpanan ini mendapat jasa simpanan setiap akhir bulan.57 %. Dampak Koperasi Terhadap Anggota dan Lingkungan Koperasi Kartini sangat bermanfaat bagi anggota. (2) Simpanan non Saham terdiri dari Sisuka. (5) Pendapatan rata- rata 23. Keberadaan koperasi melalui pelayanannya telah memberikan manfaat kepada kemajuan dan perkembangan usaha anggota. Sumber permodalan berasal dari : (1) Simpanan Saham. Pertumbuhan usaha selama tiga tahun (2002-2004) ditunjukkan oleh pertumbuhan indikator kinerja per tahun adalah (1) aset rata-rata 25. profesional. Kemudian simpanan tersebut dipinjamkan kepada anggota dengan persyaratan yang telah ditentukan. jika selama ini anggota meminjam dari pelepas uang setelah ada koperasi mereka dilayani oleh koperasi. sehingga faktor ini selalu diupayakan agar terus lestari.73 %. yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib yang akan mendapat deviden pada akhir tutup buku. Faktor Pendukung Faktor yang dominan pendukung keberhasilan operasional koperasi adalah kepercayaan anggota kepada pengurus.40 % dan pertumbuhan anggota rata-rata 21. (6) SHU rata-rata 31. jujur mengembangkan koperasi sehingga masyarakat disekitarnya tertarik menjadi anggota koperasi. (7) Cadangan rata-rata 22.70 %. gigih. yang dengan tekun. yang senantiasa memiliki hubungan yang serasi. selama koperasi 38 . khususnya melalui usaha koperasi dalam memberikan pinjaman modal. Usaha Simpan Pinjam di modifikasi dalam beberapa bentuk.7 % . (3) Simpanan Non Saham 18. Pengelolaan Usaha KSP Kartini Usaha KSP Kartini adalah usaha Simpan Pinjam. Kinerja lain dari keberhasilan KSP Kartini dapat dilihat dari penilaian tingkat kesehatan KSP Kartini oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman setiap tahun. (3) Simuda (Simpanan Pemupukan modal) adalah simpanan yang berasal dari 3-5% dari pinjaman khusus yang dicairkan. akan mendapat bunga pada akhir tahun. baik pengurus dan pelaksana. (2) Simpanan Saham rata-rata 27 %. Selain itu selama ini telah tercipta iklim yang kondusif bagi usaha pengelolaan koperasi yang tercipta melalui team work pengelola. (4) Pinjaman beredar 27 %. dinyatakan sehat. demikian juga hasil financial audit pada akuntan publik setiap tahun dengan opini : unqualified opinion (wajar tanpa catatan).

000. KSP Kartini menghubungi anggota yang memiliki dana lebih untuk disimpan di KSP Kartini. 1. Selain melayani kebutuhan modal bagi anggota Kopwan juga berperan sebagai penyuluh usaha bagi anggota. 100. Bank Rakyat Indonesia (BRI). untuk dipinjamkan kepada anngota dan masyarakat.Kartini eksis boleh dikatakan Koperasi ini berperan sebagai Bank di wilayahnya.500.(satu milyar) pada akhir Desember 2003. Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) dan Penanaman Nasional Madani (PNM)..000..000. Sebelum ada koperasi wilayah ini dikenal sebagai basis penduduk miskin namun dengan keberadaan Kopwan wajah kemiskinan sudah mulai terhapus.(satu juta lima ratus ribu rupiah) pada tahun 1985.000. misalnya ketika musibah gempa dan gunung Merapi. 39 . 1. Kerjasama dengan anggota sudah lama dilaksanakan. Dampak lain yang dirasakan masyarakat antara lain jika ada hari besar Kopwan tampil sebagai sponsor mengadakan perlombaan dan kegiatan-kegiatan sosial di daerah ini.(seratus juta rupiah) pada akhir Desember tahun 2000. KSP Kartini kehabisan modal.000.000. Fasilitas -FasiltasYang Pernah Diterima Dari Pemerintah Fasilitas yang diterima KSP Kartini untuk mendukung usaha diterima berupa : (1) Dana hibah dari Menteri Negara Perumahan Rakyat sebesar Rp.. (2) Dana bergulir BBM sebesar Rp. Kerjasama KSP KARTINI dengan Anggota dan Pihak Ketiga Dalam rangka untuk memperkuat permodalan dan kelembagaan KSP Kartini mengadakan kerjasama dengan anggota sendiri dan dengan pihak ketiga yaitu lembaga keuangan perbankan diantaranya adalah : Bank Pembangunan Daerah (BPD). dan (3) Dana bergulir Agribisnis dari Kantor Menteri Koperasi dan UKM Jakarta sebesar Rp.

Tahun 1978 bulan Mei kumpulan kelompok ini menjadi organisasi yang disebut Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita (KSBW) diresmikan Departemen Koperasi Kodya Surabaya dengan wilayah kerja Kecamatan Gubeg Dua tahun kemudian. setiap bulan kelompok ini pindah dari satu rumah ke rumah yang lain seperti arisan biasa.yang diangsur 5 kali. Kelompok-kelompok inilah yang menjadi embrio Koperasi Setia Bhakti Wanita. pada saat ini anggota kelompok arisan sudah bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp. Karena individu didalam kelompok 35 anggota pertama telah mulai merintis perluasan kelompok dalam pola arisan yang serupa dengan kelompok pertama. Dalam proses.. usaha simpan pinjam ini berkembang. Visi itu dijabarkan kepada misi yang menjadi petunjuk operasional organisasi yaitu meningkatkan pelayanan koperasi dan kualitas sumber daya manusia untuk dapat menumbuhkan kehidupan yang lebih bertanggung jawab (mandiri) dan berkesinambungan. Pada tahun 1975 kelompok ini telah melaksanakan usaha simpan pinjam dan telah memupuk modal melalui usaha simpan pinjam.000. 40 . tepat tanggal 15 Januari 1980 koperasi ini mendapat Badan Hukum dengan No: 4362/BH/80. 5. Anggota pertama terdiri dari 35 orang.000. Surabaya Jawa Timur Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita tumbuh dari kelompok arisan yang dimotivasi oleh Ibu Syafril. Nilai arisan pertama kali sebesar Rp. PROFIL KOPERASI WANITA SETIA BHAKTI WANITA SURABAYA JAWA TIMUR Berdiri : Tanggal 30 Mei 1978 BH: 4362/bh/II/80 Alamat: : Jln Panglima Sudirman. Tahun 1977 Ibu Syafril mulai memperkenalkan konsep koperasi dalam rangka perluasan usaha kelompok. 2. Visi Kopwan adalah : meningkatkan Koperasi Wanita “Setia Bhakti Wanita” sebagai organisasi yang handal dan tangguh dengan dukungan sumberdaya manusia yang profesional serta penerapan sistem tanggung renteng yang efektif melalui pemberdayaan anggota sehingga dapat meningkatkan ekonomi mereka. Sebagai organisasi yang sudah dikenal masyarakat Kopwan mempunyai visi dan misi sebagai arah atau pegangan dalam menjalankan roda organisasi.

41 . 100 ribu hingga Rp.000 per-kelompok. Untuk kelompok besar bisa diwakili beberapa orang tergantung dari jumlah kelompok dengan memakai proporsional sebesar 5 persen total anggota. Pertumbuhan anggota yang cukup pesat dari jumlah 35 orang menjadi 2.832 orang terdiri dari 348 kelompok. 300 ribu per bulan dan setiap kunjungan mendapat transport Rp. koperasi teladan. Pada Kopwan ini RAT dilakukan 2 kali setahun. Pada koperasi ini berproses sebagaimana teori kelompok dibangun menjadi suatu organisasi yang anggotanya mempunyai satu kepentingan melalui usaha simpan pinjam. Perkembangan koperasi wanita ini cukup alamiah dengan modal semangat. Tahun 1996 tanggal 6 Pebruari diadakan perubahan anggaran dasar. sedangkan PPL bertugas untuk menghadiri pertemuan kelompok yang dibawahinya . koperasi teladan utama dan koperasi berprestasi.Pengelolaan Organisasi Sebagaimana telah dijelaskan diatas Kopwan ini tumbuh dari kelompok-kelompok arisan. Setiap manajer membawahi tugas-tugas tertentu. jumlah anggota mencapai 9. koperasi berprestasi. Satu kelompok diwakili oleh satu orang. koperasi andalan. Seorang PPL membawahi maksimal 13 kelompok. dari tanggal 2 sampai tanggal 13 PPL berkunjung ke kelompoknya dan pada saat tengah minggu PPL membuat laporan ke Pengurus. ketekunan dan saling percaya antar anggota dan kelompok serta antar kelompok dengan organisasi koperasi. Koperasi ini juga menjadi tempat koperasi lain untuk studi banding dan rata-rata koperasi yang datang juga behasil mendirikan koperasi simpan pinjam yang dimodifikasi sesuai dengan keadaan lingkungan setempat seperti koperasi di Maluku dan koperasi lain di Indonesia. Seiring dengan perkembangan tersebut wilayah kerja juga mengalami perluasan ke Kecamatan Surabaya Timur pada tahun 1988. Status PPL adalah honorer mendapat honor Rp. Untuk menjadi PPL seseorang harus melalui prosedur mulai dari perekrutan dan penyaringan. Dalam menjalankan tugas Pengurus dibantu oleh manajer dan Pembimbing Penyuluh Lapangan (PPL). pada saat itu wilayah kerja diperluas lagi hampir mencakup Kota Surabaya.431 orang terbagi dalam 270 kelompok. Kemudian digabung dalam oganisasi koperasi wanita. Prestasi yang dicapai koperasi ini meliputi : koperasi klasifikasi A (sangat mantap). Pada saat itu jumlah anggota sudah mencapai 3.913 orang Tahun1984. Disinilah kepiwaian ibu-ibu membangun dirinya menjadi suatu organisasi besar yang dikenal di Indonesia. karena jumlah anggota cukup banyak maka RAT dilakukan dengan sistem perwakilan. Setiap bulan. 75. PPL merupakan kepanjangan tangan dari pengurus. Proses Badan Hukum dan anggaran dasar telah dilakukan berkali-kali mengikuti perkembangan jumlah anggota dan usaha.

Tanda tangan itu sebagai bukti setuju. Pengelolan Usaha Usaha Kopwan ini cukup spesifik yang dikenal dengan usaha simpan pinjam system tanggung renteng. ketika anggota meminjam anggota lain mengetahui dan jika semua setuju semua anggota kelompok harus menanda tangani surat pengajuan pinjaman (SPP).000. sehingga tunggakan dalam kelompok 42 . Setelah diketahui semua anggota kelompok sepakat untuk menalangi utang tersebut dari uang kas kelompok dan yang bersangkutan diminta mencicil berapa bulan. Inilah alat kontrol yang ampuh dalam usaha simpan pinjam. Bagaimana jika ada anggota kelompok yang lalai terhadap kewajibannya. Jumlah karyawan full time sebanyak 80 orang yang bekerja dari jam 8. pracangan hingga intektual. Sistem Tanggung Renteng Sistem tanggung renteng yang dikembangkan pada koperasi ini dilaksanakan sebagai berikut : (1) anggota dikelompokkan sesuai dengan jenis usaha meliputi kelompok bakul jamu. sehingga antar kelompok harus saling mengenal kalau tidak si peminjam tidak akan mendapat pinjaman. Jadi. permasalahan diajukan pada waku pertemuan kelompok disana dia menjelaskan masalah.16. Melalui kelompok ini terjadi transaksi pinjaman dan pembayaran kewajiban kemudian kelompok menyetor ke koperasi (5) semua kesepakatan dalam kelompok diputuskan melalui musyawarah. Dengan demikian beban dan tunggakan jarang terjadi. (2) syarat pengajuan pinjaman dari kelompok (anggota kelompok) ini merupakan syarat boleh tidaknya seseorang meminjam. Jumlah pengurus 6 orang terdiri dari 3 orang berpendidikan D1. Sistem kerja pengurus memakai sistem KOLEGA artinya suatu permasalahan akan dibicarakan secara menyeluruh oleh pengurus . 2 orang lulusan S1 dan 1 orang lulusan S2 (Master Humaniora). (3) jumlah kelompok minimal 15 orang dan maksimal 30 orang. Musyawarah dalam kelompok dilakukan untuk menentukan pinjaman. (4) setiap kelompok wajib mengadakan pertemuan setiap bulan. Suatu keputusan paling tidak sudah dikomunikasikan kepada semua pngurus jika ada keputusan yang sulit dibicarakan dengan cara voting.000. hasil musyawarah inilah adalah kesepakatan bersama yang menjadi rambu- rambu aturan yang diberlakukan. Dengan demikian kedekatan dan saling mengenal serta saling memperhatikan terjadi di dalam kelompok. Perkembangan usaha ini mendorong tumbuhnya unit usaha baru seperti usaha unit swalayan dan unit usaha untuk Usaha Kecil dan Menengah. Di dalam pertemuan inilah anggota membahas semua kebutuhan dan memecahkan masalah dan pada saat inilah pencairan pinjaman dan pembayaran dilakukan.

saling percaya dan saling mengenal anggota dalam kelompok.000 per bulan dan bagi anggota yang memiliki toko atau pracangan juga diberi pinjaman sebesar Rp. musyawarah dan kebersamaan .rata-rata nihil. Intinya adalah kebersamaan. Karena untuk usaha. 300. Untuk penumbuhan koperasi Contoh tumbuhnya koperasi wanita Panggayo Maju di Ambon. (3) Dampak Kopwan secara ekternal sudah sangat meluas yaitu Kopwan telah berhasil menjadi wadah belajar bagi koperasi lainnya yang berusaha dalam usaha simpan pinjam. Jadi dalam Kopwan yang menjadi focus pembinaan adalah kedisplinan. Dampak Koperasi Terhadap Lingkungan Dampak Kopwan terhadap lingkungan antara lain : (1) Kopwan telah berhasil memenuhi kebutuhan sosial anggotanya maupun untuk sumbangan temporer sebagai bentuk kepedulian bagi sesama.5 juta. Sampai bulan Desember 2006 telah dikucurkan kredit sebesar Rp. Inilah hakekat sistem tanggung renteng. sedangkan (2) Kepedulian sosial terhadap masyarakat miskin. 43 . Untuk anggota yang menggunakan kredit diberi plafon Rp. 588 juta per bulan.5 %. Anggota bebas berbelanja secara tunai maupun kredit sebaigamana di swalayan lainnya. pinjaman diberi persyaratan memberikan jaminan atau agunan. Omzet swalayan ini rata-rata Rp.6 milyar untuk 338 UKM. 1. pinjaman seperti ini diberikan kepada individu. Upaya ini dilakukan melalui penyisihan 3 % dari SHU. saling percaya. kesepakatan. menumbuhkan koperasi lain dan pengusaha baru sebanyak 338 unit. Pemberian pinjaman diprioritaskan kepada anggota yang memiliki usaha yang sudah berjalan. 1 juta sampai Rp. Unit Peminjaman Untuk Usaha Kecil dan Menengah Selain usaha simpan pinjam dan swalayan Kopwan juga mengembangkan usaha pinjaman bagi anggota yang mau dan berusaha. pendidikan anak-anak anggota diupayakan melalui beasiswa di tingkat SD hingga SMU. Tingkat bunga sebesar 2 % flat per bulan. Unit Swalayan Setelah 5 tahun Kopwan berjalan telah berhasil mendirikan unit Swalayan untuk melayani anggota maupun masyarakat sekitarnya.. disisihkan melalui SHU sebesar 2. Inilah kunci-kunci dasar dari organisasi ini. 2.

. Untuk mengatasi ekonomi yang semakin memburuk ibu-ibu berjuang untuk mengembangkan koperasi dengan semangat yang tinggi Pengelolaan Organisasi Kepengurusan koperasi Dian Wanita pada periode tahun 2003 sampai 2007 terdiri dari 4 orang pengurus meliputi : Ketua. yaitu kebiasaan ibu-ibu meminjam di Bank Ciwulan Harian (BCH) dengan bunga tinggi dan pada waktu itu kehidupan masyarakat Prigen semakin memburuk karena tidak mampu membayar jasa bunga pinjaman yang tinggi. sekertaris. Pendirian koperasi ini di latarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang memprihatinkan. Bendahara II.. Semua anggota dikelompokkan kedalam 23 kelompok. Ketua : Ny Sulistywati Heri Koperasi Dian Wanita bermula dari perkumpulan ibu-ibu arisan Badan Kontak Organisasi Wanita Indonesia (BKOWI) yang berjumlah 38 orang. 2 orang petugas pertokoan dibantu satu orang juru buku. Anggota dikelompokkan menurut kesamaan usaha misalnya anggota sebagai pedagang. pembantu juru buku. juru buku. Pengaturan tugas dalam koperasi ini tidak bebeda dari koperasi lain seperti Pengurus bertugas untuk membuat kebijakan-kebijakan dalam organisasi serta melakukan kegiatan evaluasi melalui rapat rutin antar pengurus. sekertaris. Peningkatannya hanya 5 persen atau dari 810 orang menjadi 852 orang. Kelompok pada koperasi ini 44 . Bendahara I. PROFIL KOPERASI DIAN WANITA PASURUAN JAWA TIMUR Berdiri Tahun 1980 No Badan Hukum : 5560/BH/II/1983 Tgl 5 Nopember 1983 Alamat komplek Pasar Indah No 9 Taman Wisata Pecalukan Kecamatan Prigen Pasuruan. Pengawas terdiri dari 2 orang ketua dan penasihat.satu orang penjaga (satpam) dan satu orang sopir. Jumlah karyawan tetap 9 orang meliputi : kasir.rapat pengurus dengan PPL dan rapat pengurus dengan pengawas. Pengaturan tugas diatur dalam anggaran dasar koperasi. Dari tahun 2001 sampai 2005 pertumbuhan jumlah anggota relatif stabil. Pelaksanaan RAT diatur melalui perwakilan kelompok bagi anggota yang masuk dalam kelompok sedangkan anggota yang tidak masuk dalam kelompok wajib menghadiri RAT. bakul.

Unit usaha ini di laksanakan dengan plafon pinjaman 4 kali dengan besaran Rp 10 juta. Unit simpan pinjam produktif di kembangkan unuk usaha bisnis sedangkan unit usaha simpan pinjam konsumtif dikembangkan untuk kegiatan pendiidikan.-... 800.- sedangkan SHU kotor sebesar Rp. Sampai Tahun 2005 modal sendiri sebesar Rp. 4. dana partisipasi. Unit usaha simpan pinjam di bagi menjadi dua bentuk yaitu unit simpan pinjam produktif dan unit usaha konsumtif. 41.000.302 juta terdiri dari simpanan pokok.688.799. Untuk lebih mngoptimalkan pembinaan kepada anggota Pengurus dibantu oleh dua orang PPL (Pengurus Penyuluh Lapangan).omset usaha pertokoan sebesar Rp.440. Sekertaris maupun Bendahara. Usaha simpan pinjam yang dikembangkan pada koperasi ini dilaksanakan dengan dua pola yaitu pola sistem tanggung renteng dan konvensional. 1 juta perbulan dan jumlah ini rata antara Pengurus. Bagi anggota yang meminjam lebih dari plafon tersebut diberikan dengan syarat adanya kesepakatan dari kelompok. PPL adalah kader- kader yang terpilih dari anggota yang ada pada kelompok dan merupakan kepanjangan tangan dari pengurus untuk melakukan pembinaan kepada anggota. PPL diangkat melalui Surat Keputusan Pengurus.dan tertinggi Rp.800. 45 . Pengelolaan Usaha Modal koperasi ini bersumber dari modal sendiri dan modal luar. Pola tanggung renteng mengunakan sistem kelompok yang dibagi pada 23 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 617 orang sisanya sebanyak 235 orang menggunakan pola konvensional.658. 2.011.. Besarnya gaji karyawan terkecil Rp. Untuk usaha pertokoan pembinaan dilakukan langsung oleh pengurus. 686.000. Dari tiga usaha tersebut yang menjadi unit usaha dominat adalah usaha simpan pinjam dan usaha inilah yang pertama dikelola Kopwan.. (2) unit pertokoan. dana cadangan. 461.merupakan wadah saringan untuk menetapkan anggota didalam kelompok. Jenis usaha yang dikembangkan : (1) usaha simpan pinjam. Pada tahun 2005 volume usaha simpan pinjam tercatat Rp.551. donasi dan SHU sedangkan modal luar pada tahun yang sama sebesar Rp.volume usaha persewaan Rp.979.perbulan Pengurus mendapat gaji Rp.236.000.540 juta. (3) Katering. 500. Sistem penggajian sangat bervariasi tergantung pada lama kerja dan kinerja karyawan. simpanan khusus. Dilihat dari struktur permodalan tersebut Kopwan ini cukup bagus karena modal sendiri dengan modal luar hampir berimbang. wajib.

Berikutnya dengan semakin berkembangnya jumlah anggota pada tanggal 18 Maret 1991 wilayah kerja Kopwan ini diperluas dari Kotif menjadi Kabupaten Lombok Barat bahkan saat penelitian (akhir 2006) wilayah kerja mencakup seluruh wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan Kopwan sangat mulia yaitu meningkatkan kesejahteraan Anggota dilakukan melalui pemberian modal usaha bagi anggota pengusaha. katering dan usaha persewaan. Perkembangan berikutnya atas inisiatif anggota KSM berubah menjadi koperasi dengan badan hukum seperti pada box . KOPERASI WANITA ANNISA Berdiri Tahun 1989 BH 790/BH/XXII. 46 . Simpan pinjam telah berperan memenuhi kebutuhan anggota dalam pendidikan kesehatan dan menambah unit usaha katering dan persewaan. Tgl 4 Maret 1989 Alamat : Jalan Ade Irma Suryani No. pertokoan. ketiga kelompok bersepakat menggabungkan diri dalam kelompok usaha bersama yang disebut dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). 54//B Kota Mataram NTB Koperasi Wanita Annisa berdiri dari 3 kelompok arisan yang beranggotakan 53 orang wanita berada di satu kampung disebuah kelurahan yang ada di Kotif Mataram (saat ini Kota Mataram). Keberadaan kelompok ini cukup menarik perhatian masyarakat terutama kaum ibu terbukti dengan meningkatnya jumlah anggota menjadi 32 orang pada tahun 1989. Dengan bertambahnya dua unit usaha ini maka koperasi wanita telah mampu menambah jumlah tenaga kerja pada koperasi. Kekhususan Kopwan ini adalah dalam melayani anggota dan masyarakat setempat karena lokasinya di permukiman.Dampak Koperasi Terhadap Anggota dan Lingkungan Dampak koperasi wanita sudah dirasakan anggota diwilayah kerjanya (kecamatan Prigen dan Pandaan) melalui usaha simpan pinjam. memberikan modal bagi anggota yang memerlukan untuk pendidikan dan untuk keperluan kesehatan . Anggota terbagi dalam 18 kelompok tersebar tidak hanya di satu kelurahan tetapi menyebar dikelurahan lain di Kota Administratif Mataram yaitu Ampenan. Mataram dan Cakranegara. Pada tahun 1984.

Pelaksanaan RAT dilakukan melalui perwakilan.000. Semua anggota dikelompokkan pada 115 kelompok. diskusi rutin secara berkala dengan tema-tema yang berhubungan dengan kewanitaan.226. 10. pelatihan. membangun swadaya masyarakat. Jika dihitung secara 47 . pendampingan konsultasi dan advokasi Pelaksanaan Usaha Modal koperasi sebagaimana koperasi lainnya terdiri dari modal sendiri dan modal luar. Simpanan wajib Rp.037.289. Wakil ini digilir setiap tahun jika pada tahun ini telah mengikuti tahun berikutnya digannti dengan anggota lain yang belum pernah mengikuti.468. Upaya koperasi dalam pembinaan anggota dilakukan melalui pendidikan. 2. mengadakan pelatihan secara rutin. Total modal sendiri yang bersumber dari anggota sampai bulan Desember 2006 sebesar Rp. anggota pada koperasi ini adalah pengusaha yang sudah memiliki usaha produktif dan orang yang ingin berusaha.Pengelolaan Organisasi Pengembangan organisasi dan anggota dilakukan melalui kiat-kiat yang cerdas yaitu pendekatan-pendekatan tradisional. jumlah modal luar sebesar Rp. pengembangan kepemimpinan. Jumlah anggota 5. wakil sekretaris. 1. penguatan ekonomi lokal.000 orang meliputi 4. 92. Kewajiban anggota lainnya harus bergabung pada kelompok terdekat dimana mereka berdomisili dan menerima . Modal sendiri bersumber dari simpanan pokok besarnya Rp.321.846. Struktur organisasi yang dikembangkan pada Kopwan ini terdiri dari jumlah pengurus 5 orang (Ketua. lokakarya. Persyaratan keanggotaan dalam Kopwan ini sama dengan persyaratan keanggotaan pada koperasi lain perbedaan.000 dan jumlah modal setelah berputar selama 14 tahun telah mencapai Rp. mengorganisasikan masyarakat kedalam kelompok.78. seminar. sekretaris.500 per bulan dan simpanan sukarela.500 orang perempuan dan 500 orang laki-laki. Wakil yang ditunjuk menghadiri RAT adalah wakil yang sudah ditunjuk dan disetujui semua anggota pada kelompok. pengawas 3 orang) Jumlah karyawan tetap sebanyak 14 orang dan jumlah karyawan tidak tetap berjumlah 100 orang.melaksanakan sistem tanggung renteng berikut konsekwensinya. wakil ketua.-. bendahara. mengadakan pendampingan secara rutin. Pelaksanaan RAT dilakukan pada bulan Januari jadi lebih cepat dari pelaksanaan RAT koperasi pada umumnya pada bulan Pebruari. Artinya perputaran modal selama ini 6 kali lipat.

- Dampak Koperasi terhadap Anggota dan Lingkungan Dampak Kopwan terhadap anggota antara lain dalam memenuhi permodalan.011. program kegiatan belajar paket B dan paket C. pinjaman untuk biaya pengobatan.sosial dan pendidikan Selain berusaha. Pendampingan Program Keaksaraan Fungsional NTB (2004-2005). program peningkatan pendapatan masyarakat dan proyek pengembangan kredit candak kulak (P3KCK) tahun 2005. Program Gramen Bank (2003). (4) lain 48 . Masuk dalam Tim Program Life Skills (2002- 2006). Bunga pinjaman bervariasi. reproduksi. Upaya yang dilakukan antara lain : pendidikan. Program Magang Keluarga Berwawasan Gender (2004-2005). Jumlah SHU pada akhir tahun 2005 Rp. 36. (3) Plan Internasional. busung lapar. Depdiknas RI dan Dikpora NTB dalam Life Skills (2000-2003).ekonomis perputaran dana ini tidak terlalu aktif namun dana yang ada bisa dimanfaatkan oleh semua anggota. Sehingga tunggakan juga jarang terjadi. Usaha koperasi yang dominan adalah usaha simpan pinjam.759. Selain itu masalah yang ditangan koperasi ini cukup besar terhadap ketidak adilan gender. Fasilitator TOT tutor keaksaraan Fungsional di NTB (2003-2006). kesehatan. Depnaker RI dalam Program Penanggulangan Pekerja Trampil (P3T) (1998). perdagangan dan konveksi. Kegiatan diatas dilaksanakan dengan membangun jejaring bersama badan internasional seperti (1) New Zaeland Embassy (2) UNICEF.5 persen. kegiatan koperasi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar adalah perhatian dan memberikan bantuan kepada sesama yang miskin dalam arti luas termasuk ketertindasan dalam hal biologis dan sosial. pendampingan dan memberikan advokasi. Program Konsultasi Keungan Mitra Bank (2004). mengadakan kursusu kewirausahaan bagi anggota pengusaha. Program Pendidikan dan Penanganan Kasus Gizi Buruk di Kecamatan Lingsar. konsultasi. Inilah kekhususan Kopwan ini. penyakit menular dan sanitasi Kerjasama Dengan Pihak Luar Untuk mewujudkan program-program tersebut diatas Kopwan ini bekerjasama dengan pihak lain sebagai berikut: dengan Bank Indonesia dalam Program Kredit Mikro (1999). Program Pengadaan Pangan (1999). pemeliharaan kesehatan bayi dan saat hamil besarnya 3 persen sedangkan untuk bungan pinjaman pendidikab hanya 2. Kenapa demikian? para anggota mengatakan menyimpan dan meminjam pada Kopwan sudah kebiasaan dan harus dibayar. Prosedur simpan pinjam diusahakan sederhana tidak berbelit.

(6) Canadian Cooperative (CCA) . (5)Word Food Program. Struktur organisasi Kopwan dalam kepengurusan terdiri : ketua. Dalam istilah sosiologi perkotaan helong adalah sub urban Ambon dimana gaya hidup masyarakat lebih dipengaruhi kota Ambon daripada desa (Lawang. KOPERASI WANITA PANGGAYO MAJU AMBON MALUKU Berdiri : 30 September 2005 BH : 51°/76/BH/DK. (10) Land O Lakes . Dari sana mereka dengan ikatan kebersamaan saling percaya. Kopwan berada di Helong. jahit menjahit. sekretaris dan bendahara. saling memperhatikan membentuk koperasi dengan jumlah anggota sebanyak 23 orang kemudian sekarang anggota Kopwan ini sudah 35 orang naik 34 persen. setelah melihat keberhasilan Kopwan Setia Bhakti Wanita (KSBW) di Surabaya dan Kopwan Kartika Candra Pandaan di Pasuruan. juru buku dan petugas lapangan. buka warung dan palele. (6) Fund Canada. Dalam perjalanan selama satu tahun 49 . (11) Usaid. (8) CUSO. Bima NTB. Panggoyo artinya berdayung maju ke depan. Kekuatan ini disebut ikatan sosial gadong. (7) FES/WSO. Selain itu kebiasaan atau keeratan hubungan dengan saudara- saudara yang berlaianan agama.kegiatan usaha seperti membuat kue.UKM Alamat: Jln Wolter Mongunsidi. (12) UNDP dan (13) ACESS. Tujuan Kopwan ini sangat spesipik yaitu saling membantu antar sesama.Indonesia.Malong Baru RT. 2006). Basis ini dianggap cukup kuat untuk membentuk koperasi. Semua keputusan dirembuk bersama. Pengelolan organisasi yang diterapkan adalah demokrasi dan keterbukaan. Sikka NTT. tenaga pelaksana meliputi manajer. Pengelolaan Organisasi Latar belakang pembentukan organisasi koperasi dimulai dari semangat mengunjungi dua koperasi di Jawa Timur. (9) Unisco. 001/RW. Artinya yang satu menganggap dirinya menjadi bagian dari yang lain dalam ikatan gadong. Helong merupakan satu desa yang masuk dalam wilayah administratif Kota Ambon. 01 Propinsi Maluku Koperasi Wanita Panggayo Maju berdiri tanggal 30 September Tahun 2005. Kopwan ini muncul dari sutu komunitas pemukiman yang saling mengenal. Warga desa Helong mempunyai kebiasaan dan pengalaman dalam bidang organisasi arisan.

50 juta. agar Pengurus ikut terlibat dalam manajemen dan juga selama berdiri Pengurus terlibat dalam masalah sehari-hari dan ikut memecahkan masalah yang muncul. Alasannya. 50.. Pnjaman dikembalikan selama 40 kali dengan pembayaran Rp. 50 .-.750. Dampak internal yang dirasakan adalah para pengurus dan manajer/karyawan dari tidak mendapat honorarium sekarang menerima penghasilan yang tetap. Kelancaran usaha ini sangat dirasakan anggota peminjam. 89 juta. mengapa pengurus diberi honor.000. Kebijakan pengurus dalam organisasi/memanej organisasi adalah dengan memberikan insentif/honorarium kepada pengurus dan para karyawan (manajer dan staf). 3. simpanan wajib anggota Rp.kemudian Kopwan ini mendapat pinjaman dana bergulir dari Dinas Koperasi Kota Ambon sebesar Rp. Ini merupakan indikator bahwa Kopwan ini mampu mengelola koperasinya. Sebanyak 50 persen dari dana tersebut dipinjamkan kepada anggota.Pengurus mendapat persentasi dari SHU. mitra pertama koperasi ini adalah Kopwan Setia Bhakti Wanita (KSBW) di Surabaya dan Kopwan Kartika Candra Pandaan di Pasuruan dengan Bank BNI setempat. Dalam proses belajar yang seadanya jumlah uang yang dikelola mereka sekarang sudah menjadi Rp.000.-. 1. Tingkat pengembalian pinjaman lancar..000. Selama satu tahun Kopwan berjalan dampak yang dirasakan adalah dampak internal dan dampak eksternal.000. Sehingga total yang harus dikembalikan sebanyak Rp. Bagi anggota dampak nyata dari koperasi adalah memenuhi kebutuhan permodalan Sedangkan dampak eksternal yang sangat dirasakan adalah tumbuhnya pengusaha baru dari anggota Kopwan. Kebijakan dalam Kopwan ini diputuskan secara bersama antara pengurus dengan manajer Pengelolaan Usaha Usaha Kopwan ini dimulai dari usaha simpan pinjam dengan kemampuan seadanya. Dampak Koperasi Terhadap Anggota dan Lingkungan.70. Modal awal diperoleh dari simpanan pokok sebesar Rp. Rencana berikutnya Kopwan mulai mendiversifikasi usaha kepada usaha waserda yang berfungsi sebagai grosir bagi para penjaja yang dapat mengambil dan menjual dengan harga grosisi agar anggota dapat memperoleh insentif. Kemitraan Karena Kopwan ini masih muda usianya belum bermitra dengan pengusaha maupun koperasi lain yang jelas.per-orang.0000.

42 391.572 107.758 29.24 Biaya 152.262.475 36.222.27 Cadangan 89.64 Simpanan Saham 61.03 Keanggotaan 734 736 0.37 472. Tabel 2.248 17.074.19 216.578 63.48 51 .63 2.170 6.050 46.787.997.806.213.010.090 32.503 20.005.702.43 3.840.27 1.099 192.650 116. Pertumbuhan Koperasi Wanita Kartini Uraian 2002 2003 Pertumbuhan 2004 Pertumbuhan (%) (%) Asset 988.653 31.341 162.11 1.581.992.60 Saham Pinjaman Beredar 778.823 10.686 50.181 60.68 Pendapatan 172.000 981.100 34.680 16.875 19.570 1.871 58.975.145.109.500 60.700 774.705.795.182.660.69 176.495.83 81.23 Simpanan Non 626.818.408.40 SHU 20.449 59.711.756.415.399.448.