BLOK 20 LBM 3

STEP 1

 Fraktur oblique : fraktur pada gigi yang posisinya miring, fraktur yang garis patahannya
membentuk sudut pada tulang
 Fragmen gigi : pecahan gigi

STEP 2

1. Apa saja pemeriksaan yang dilakukan dan apa diagnosa dari fraktur ?
2. Perawatan apa saja yang dilakukan? Apa saja indikasi, kontraindikasi, keuntungan dan
kekurangan dari masing-masing perawatan? Apa saja tahapan perawatannya?
3. Apa prognosa dari kasus tersebut?
4. Apa saja komplikasi yang terjadi dalam perawatan tersebut dan bagaimana cara mengatasi
komplikasi pasca perawatan?
5. Rasa sakit apa yang di rasakan pasien menunjukkan apa ?
6. Indikasi dan kontraindikasi dari perawatan yg akan dilakukan?

STEP 3

1. Apa saja pemeriksaan yang dilakukan dan apa diagnosa dari fraktur ?
- Pemeriksaan :
a. Subjektif : anamnesis
b. Objektif :
Intra oral
o dilihat frakturnya sudah sebatas mana(inspeksi)
 dilihat fraktur  terdapat fraktur oblique, fraktur sudah mengenai pulpa,
mengenai CEJ , adanya laserasi
 inflamasi di jaringan periodontalnya  tidak ada
o tes vitalitas dengan CE  masih vital
o perkusi  kemungkinan (+)
o palpasi untuk memeriksa jaringan periodonsiumnya  nyeri (+)
o tes mobilitas pada kerusakan jaringan pendukung  mobilitas (-)
o vital sign

ekstra oral

o adanya cedera pada wajah
c. Penunjang :
o Radiologi :
 rontgen panoramik
o tes laboratorium : chek gula darah

diagnosa : fraktur kelas III oblique et causa trauma

2. Perawatan apa saja yang dilakukan? Apa saja indikasi, kontraindikasi, keuntungan dan
kekurangan dari masing-masing perawatan? Apa saja tahapan perawatannya?
a. Pulpektomi vital

 Indikasi : a. Onlay porselen  untuk anterior d. Mahkota inti pasak  Pengertian : Suatu restorasi yg terdiri dari pasak yang dalam pembuatannya di cocokkan dengan saluran akar dan inti pada kamar pulpa .sistemik :  DM tidak terkontrol  jaringan periodontal . asal tahapan benar. gigi goyang. Baik. dilihat bagaimana penyembuhannya dari faktor usia .  One visit LI yaaa  b. Rasa sakit karena frakturnya sudah sampai CEJ dan pulpa sudah terbuka . kesembuhan lama.pasien tidak boleh dilakukan PSA dan harus menghilangkan rasa sakitnya dahulu. Porselen fused metal 3. Rasa sakit pada gigi yang di rasakan pasien menunjukkan apa ? a. Kemungkinan baik. Apa saja komplikasi yang terjadi dalam perawatan tersebut dan bagaimana cara mengatasi komplikasi pasca perawatan? a. Rasa sakit kemungkinan dari jaringan periodontal terdapat peradangan c. Gigi vital maupun non vital b. Mengapa menggunakan mahkota inti pasak ? . b. Rasa sakit akibat laserasi 6. Apa prognosa dari kasus tersebut? a. b. jika kontrol pasca kontrol ( 1hari) LI 4. Mahkota inti pasak porselen  paling kuat c. Ada tidaknya penyakit sistemik  Bila tidak ada peny. Gigi antagonis masih bagus sehingga tidak menyebabkan iritasi pada mukosa palatal  Kontra indikasi :  Tahapan perawatan 7.sistemik :  Infeksi pada jaringan periodontal Penatalaksanaan : Pemberian antibiotik  Muncul lesi periapikal  adanya peradangan pada periradikuler yang disebabkan oleh kesalahan prosedur PSA Penatalaksanaan : PSA ulang  LI  Bila ada peny. b. bila di beri mahkota pasak akan goyang giginya . 5.

OH buruk .untuk gigi nonvital .Untuk akar gigi yang terlalu pendek dan tipis .Fragmennya besar .Bad habbit c. b. Apa diagnosa dari kasus sesuai skenario?  Fraktur Ellis kelas 8 (fraktur mahkota sampai akar) et causa traumatic  alesannya : karena sudah melewati CEJ  Fraktur Ellis kelas 3 et causa traumatic  alesannya : hanya sampai batas CEJ (tidak mengenai akar) 2. Pemeriksaan penunjang : o Pemeriksaan radiografi oklusal dan periapikal 3.Pasien muda dengan akar terbuka b. Indikasi dan kontraindikasi dari perawatan yg akan dilakukan ? a.retensi mahkota yang tidak cukup  Kontraindikasi : . Pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan sesuai kasus? a. Perawatan Saluran Akar  Indikasi : . a.perubahan warna dan kemungkinan gigi fraktur setelah perawatan endodontik . selain itu bila terkena tekanan saat oklusi cukup kuat .2/3 panjang akar masih ada  Kontraindikasi : . Estetis 8. Pemeriksaan objektif : o Pemeriksaan jaringan lunak o Pemeriksaan fraktur email pada gigi o Pemeriksaan kegoyahan gigi o Pemeriksaan vitalitas pulpa c. Pemeriksaan subjektif : o Anamnesa b. PASAK  Indikasi : . STEP 4 1.gigi kehilangan banyak mahkota . Penyambungan fragmen  Indikasi : . Karena inti pasak dapat digunakan sebagai retensi mahkota gigi tiruan .

Fragmennya dalam bentuk serpihan - . Kontraindikasi : .

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi komplikasi tersebut? Kalau mempunyai penyakit sistemik o Sembuhnya lama o Kegoyahan gigi lebih meningkat o Terjadi kerusakan jaringan periodontal Kalau tidak mempunyai penyakit sistemik o bisa terjadi adanya lesi periapikal saat prosedur psa salah. Secara umum apabila hasilnya kurang baik : symtomatik. pada gigi yang msh berkembang akarnya dapat bertumbuh lagi b. untuk gigi vital. Psa multivisit atau onevisit ?? Li Onevisit  tanpa sterilisasi. o infeksi periodontal .4. adanya tanda-tanda dari periodontitis apikal. Menghilangkan keluhan utamanya terdahulu (rasa sakit akibat pulpa terbuka) dengan cara memberi medikamen analgesik b. kalo kita sudah yakin tidak ada kontaminasi bakteri. Prognosa dan komplikasi perawatan yang dilakukan? a. pada gigi yang sedang berkembang akarnya tidak tumbuh lagi 6. Perawatan yang dilakukan sesuai kasus dan tahapan perawatan yang dilakukan? a. Psa+penyambungan fragmen : i. Jika ada perdarahan yang hebat dihentikan perdarahannya c. Secara umum apabila hasilnya baik : asymtomatik. Psa+crown atau Psa+pasak+crown atau penyambungan fragmen atau psa+penyambungan fragmen ???? Li d. Untuk keadaan darurat biasanya menggunakan stabilisasi Untuk pasien muda  vitalitas pulpa diperhatikan (pulp capping / pulpotomi partial) Untuk pasien dewasa bisa dilakukan perawatan saluran akar Stabilisasi dari fragmen yang lepas dari gigi yg berdekatan? Tujuannya untuk mengurangi tereksposenya pulpa dengan keadaan luar 5. respon dari tes pulpa (+). respon dari tes pulpa (-).