Penggunaan Obat Pelengkap dan Pengganti pada Pasien dengan Migrain

Pusat Penerapan dan Penelitian Universitas Baskent , Bagian Neurologi, Adana, Turki

ABSTRAK

Walaupun banyak pasien dengan keluhan migrain mendapat keuntungan yang positif dari
terapi konvensional untuk kasus migrain, namun kebanyakan terapi tersebut tidak
memberikan keuntungan yang memadai atau terdapat efek samping dari terapi tersebut.
Karena alasan tersebut, pasien diseluruh dunia cenderung mencari obat pelengkap dan/atau
pengganti. Secara umum, walaupun terapi pelengkap dan/atau pengganti tidak
direkomendasikan oleh dokter spesialis neurologi di Turki, sebagian besar pasien yang
menderita migrain yang tidak merespon terapi konvensional akhirnya mencari terapi
pengganti. Akupuntur, toksin botulinum, interversi pikiran, dan pilihan untuk melakukan
nutraceutical adalah terapi yang paling popular. Di dalam artikel ini, ketersediaan bukti
terkait terapi tersebut akan dibahas lebih lanjut. (Archives of Neuropsychiatry 2013; 50
Supplement 1:41-46)

Kata Kunci : Migrain, obat pelengkap dan pengganti, terapi perilaku nutraceutikal,
akupuntur, dan biofeedback.

Konflik pada artikel : Penulis tidak melaporkan terdapat konflik terkait dengan artikel ini.

Pendahuluan

Prevalensi dari penyakit migrain yang telah dilaporkan adalah sebesar 11,1% (1).
Sedangkan prevalensi penyakit migrain di Turki pada pasien usia 15-55 tahun adalah sebesar
16,4%. Terdapat 8 juta orang yang menderita penyakit sakit kepala migrain di Turki.(2)
Walaupun setiap tahun telah dikembangkan terapi terbaru ,terdapat 9 juta wanita, 3
juta pria menderita penyakit migrain derajat sedang sampai berat di US. Beban ekonomi
akibat penyakit migrain di USA mencapai 13 miliar. Terhitung 8 juta orang mengunjungi
dokter setiap tahunnya, dan 157 juta hari hilang setiap tahunnya akibat penyakit migrain. (3)
Walaupun terapi farmakologi merupakan pilihan pertama untuk terapi migrain, namun
terdapat efek samping dan keterbatasan efektifitas dari obat tersebut. Sehingga pasien
menaruh perhatian lebih pada obat pelengkap dan pengganti sebagai terapi untuk mencegah
dan mengatasi serangan sakit kepala.
Dalam beberapa tahun terakhir telah bertumbuh minat dan permintaan masyarakat
terhadap obat pelengkap dan pengganti. Karena alasan tersebut, terdapat kenaikan jumlah

case controlled studies. penelitian deskriptif. bukti didapatkan dari pendapat pakar ahli yang tidak bedasarkan penilaian secara kritis namun besadarkan pendapat yang didapatkan dari fisiologi. 18). 12. Sementara itu CAM menjadi semakin popular di seluruh dunia. Menimbang dari terjadinya kenaikan dalam penggunaan obat herbal yang tidak diresepkan. 13. berbagai bukti mengenai terapi CAM terhadap migrain akan dibahas lebih lanjut. tetapi penelitian ini belum pernah ada di Turki. Level II berarti bukti yang didapatkan berasal dari penelitian yang menggunakan metode yang menggunakan kontrol namun tidak diacak. Level III. Didalam penelitian ini.6). 20% di Inggris. atau laporan dari pakar ahli. 17. kanker. Level IV. dan 11. 16. yaitu bukti didapatkan paling tidak dari satu penelitian yang menggunakan metode RCT (Randomized controlled trial). dan yang terakhir Level V. 10. bedasarkan pengalaman klinis. Namun. 16. 17. 8. meningkatkan kualitas perawatan. Terdapat banyak penelitian mengenai hal ini di negara lain. dan juga untuk menyediakan suatu terapi yang terstandarisasi. 11. dan populasi kita saat ini mencari sedang pengobatan pengganti untuk mengatasi penyakit sakit kepala (15. . dan nyeri telah dilaporkan (7. dan yang lainnya). maka penulis memerlukan data yang objektif serta bukti terkait CAM.5. Namun.penelitian dengan metode Randomized controlled trial dan prospektif terhadap topik ini. Tujuan dari EBC ini adalah untuk meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien. Penggunaan modalitas CAM pada pasien dengan diabetes melitus. 9. bukti didapatkan dari pengamatan ( case series. yaitu bukti yang berasal dari opini penulis yang disegani. penggunaan pengobatan alternatif. 18). Dalam beberapa tahun terakhir. Level I. namun jumlah penelitian yang menggunakan metode Randomized controlled trial yang dirancang dengan baik jumlahnya sedikit (15. terutama pengobatan herbal meningkat penggunaannya di dalam masyarakat bahkan iklannya di sosial media. EBC (evidence-based classification) telah dilakukan pada praktek klinis. Dalam berbagai penelitian dinyatakan bahwa persentase populasi yang menggunakan CAM minimal satu kali pada tahun sebelumnya adalah 42% di US. 48% di Australia. terdapat beberapa konflik mengenai penggunaan modalitas CAM. Dokter di US mengarahkan pasien untuk menggunakan CAM (4. 14). Di Turki.6% di Italia. asma. penulis tidak menemukan penelitian mengenai penggunaan CAM pada pasien sakit kepala di Turki. penelitian. Meski ada beberapa laporan mengenai penggunaan modalitas CAM pada pasien migrain. atau didapatkan dari prinsip yang mendasari.

Terdapat beberapa persyaratan hukum untuk dapat melakukan praktek akupuntur di Turki. endorphin. Penyakit sendiri dijelaskan sebagai sebuah ketidakseimbangan energi yang mengalir didalam meridians. 21. 22). 22. 22). dan parestesi lokal telah dilaporkan terjadi pada 1% pasien (21. Menurut pengobatan tradisional Chinese. 25) . 23. namun terdapat beberapa teori bagaimana akupuntur itu bekerja. energi kehidupan yang diketahui sebagai Qi. Lebih dari 324 titik akupuntur dan 12 meridians terdapat didalam tubuh manusia (21. 14 diantaranya membandingkan akupuntur dengan akupuntur sham. Penyisipan jarum akupuntur menstimulasi serabut A-delta dan C. 24. tidak ada bukti yang menyatakan bahwa akupuntur lebih efektif dibandingkan akupuntur sham. 24). (25) Pandangan umum yang diterima adalah akupuntur “dapat menjadi terapi non farmakologis yang berarti pada pasien dengan episodik berulang atau sakit kepala tipe tegang (TTH) kronik. Efek samping serius dari akupuntur belum pernah dilaporkan sebelumnya. Akupuntur telah diterima sebagai pengobatan pengganti/alternatif untuk mengobati sakit kepala kronis (21. Penelitian ini menunjukkan bahwa akupuntur memberikan banyak manfaat dibandingkan dengan perawatan rutin atau perawatan akut saja. Sebuah penelitian meta-analisis mengenai akupuntur dan profilaksis untuk sakit kepala migrain menganalisis 4419 pasien dengan metode RCT (Randomized controlled trial). 23. Enam diantaranya membandingkan pengobatan akupuntur tradisional dengan tidak adanya pengobatan profilaksis atau dengan pengobatan profilaksis yang standar. Setelah kursus. Ketika stimulasi ini diterima oleh otak. Efek analgetik pada akupuntur mungkin terkait dengan mekanisme ini.I-Modalitas CAM IA-Akunpuntur Pengobatan tradisional Chinese menggunakan akupuntur lebih dari 2000 tahun. peserta harus berhasil dalam mengikuti ujian. Meskipun meridian yang diyakini pada pengobatan Chinese tidak dapat dijelaskan oleh penelitian yang modern. hematoma yang kecil. 22. (Level I) (20. enkephaline) diproduksi. Nyeri lokal. diyakini mengalir didalam tubuh melalui saluran atau meridians yang terhubung ke setiap organ satu sama lain. peptida opioid (dynorphin. Dokter harus mengikuti kursus dengan izin dari Kementrian Kesehatan Turki. Namun.

frontal. dan fonofobia. BTA digunakan untuk menginduksi terjadinya paralisis otot dan untuk mengobati fokal distonia. Tidak ada data positif yang cukup tentang BTA dalam kasus pasien dengan migrain yang episodik. 28). dan ptosis (29). toksin Onabotulinum A tidak dapat dianggap sebagai pengobatan standar pada kasus migrain kronik. BTA telah digunakan sejak tahun 2009 untuk mengobati migrain kronis. muntah. Terapi toksin Onobotulinum A telah mendapat persetujuan FDA untuk digunakan dalam mengobati migrain kronis pada bulan Oktober 2010. Terutama pada penelitian PREEMPT dengan metode pembutaan ganda dan acak (29) yang telah dilakukan pada 1384 pasien dengan hasil terdapat perbaikan yang signifikan pada kasus sakit kepala dengan gejala multiple jika dibandingkan dengan penggunaan plasebo. Sebuah penelitian komparatif pada toksin Onabotulinum A dengan Topiramate menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada frekuensi lamanya sakit kepala dan migrain serta terjadinya peningkatkan kualitas hidup pada masing-masing pengobatan. Daerah untuk dilakukannya injeksi BTA untuk kasus migrain adalah daerah temporal. Telah diketahui jika sakit kepala migrain merupakan inflamasi neurogenik sekunder dari pembuluh darah dural dan meningeal. dan daerah servikal. Toksin Onabotulinum A dapat digunakan pada pasien dengan migrain kronik dengan kondisi sebagai berikut: . telah ditemukan bahwa resiko dari diskontinuitas penggunaan Topiramate lebih besar. glabellar. dan meningkatkan fungsi. Selain itu. 27. BTA mencegah pelepasan substansi P dari ujung saraf trigeminal. Selain itu. vitalitas.IB-Toksin Botullinum Toksin Botulinum (BTA) adalah neurotoksin. peptida vasoaktif intestinal dan neuropeptida Y yang merupakan neuron parasimpatis akan dihambat kerjanya oleh injeksi BTA (26. Efek ini merupakan hasil dari pencegahan pelepasan asetilkolin dari ujung saraf menuju otot. Namun. oksipital. Beberapa penelitian dengan metode Randomized controlled trial menunjukkan bahwa BTA bermanfaat dalam mengobati sakit kepala dan gejala yang terkait. namun juga meringankan beberapa gejala lain seperti mual. Injeksi BTA tidak hanya meringankan sakit kepala. Dosis toksin Onabotulinum A sebanyak 155-195 unit tiap 12 minggu selama 24 minggu masih dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping paling umum dari injeksi BTA adalah nyeri daerah leher. bersamaan dengan terjadinya pengaktifan ekspresi substansi P di nukleus Raphe. dan juga memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi ketidakmampuan akibat sakit kepala. Efek analgesik dari BTA pada migrain tidak tergantung pada perubahan tonus otot. dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. 25-195 unit BTA telah digunakan untuk pasien migrain dalam beberapa penelitian. fotofobia.

Pada penelitian dengan metode Randomized controlled trial ini terdapat 72 pasien migrain. Yoga memiliki efek positif terhadap tekanan darah. Pijat mengurangi adesi dan fibrosis subkutan. Terapi pijat juga mengatur sirkulasi aliran darah dan limfe serta membantu mengatur pola tidur. kecemasan. sedangkan intensitas serangannya tidak berubah. Penelitian lain (31) pada 48 pasien (25 kontrol) menunjukkan bahwa frekuensi serangan migrain berkurang pada kelompok yang diberi terapi pijat dibandingakn dengan kontrol. Terkait dengan spasme leher dan rahang. Pada tahun 2008. kadar glukosa dalam darah. perhatian dan meditasi. tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan terapi pijat sebagai pengobatan primer. IC-Pijat Terapi pijat bermanfaat dalam mengurangi rasa sakit akibat ketegangan otot. . Pada kelompok dengan terapi pijat. Sebuah penelitian dengan metode Randomized controlled trial (20) yang meneliti efek dari terapi pijat pada 26 pasien dengan migrain kronik (12 pasien merupakan kontrol) mengungkapkan hasil bahwa terapi pijat memiliki efek yang signifikan terhadap intensitas nyeri bila dibandingkan dengan kontrol. Terapi konvensional merupakan kontraindikasi . dan skor depresi menurun secara signifikan pada kelompok yang melakukan yoga dibandingkan dengan kelompok yang melakukan perawatan secara mandiri. tekanan intraokular. intensitas nyeri berkurang 71% dan tidak terdapat perubahan pada kontrol. 31) ID-Yoga Yoga merupakan sebuah teknik kuno yang meliputi teknik pernafasan. 4 studi kasus dan 8 penelitian menyelidiki efek terapeutik dari latihan aerobik terhadap sakit kepala migrain. Sebagian besar penelitian . Intensitas sakit kepala. (20) Hanya ada satu penelitian yang menunjukkan keefektifan yoga pada pasien migrain. IE-Latihan Aerobik Pengetahuan mengenai efek dari latihan aerobik terhadap pasien migrain didasarkan pada laporan anekdoktal. Migrain adalah penyebab utama terjadinya ketidakmampuan . (Level IV) (20. indeks rasa sakit. dan regulasi pernafasan. konsumsi obat-obatan simptomatik. Penggunaan obat sakit kepala yang terlalu berlebihan . Adanya pasien yang mengalami episode berulang migrain/migrain kronik yang tidak merespon dengan terapi konvesional . Namun.

Penelitian lain (34) dari Turki menunjukkan bahwa latihan aerobik yang teratur dapat mengurangi derajat keparahan. Berbagai jenis BFB adalah. Teknik BFB lain adalah metode feedback pulsasi-volume darah yang merupakan metode feedback yang dibuat khusus untuk migrain. dan pulsasi-volume darah digunakan dalam BFB. EMG BFB digunakan untuk mendeteksi aliran balik aktivitas listrik pada otot. Penelitian meta- analisis ini telah mencangkup 55 penelitian. Jika pasien dapat rileks. Pada migrain. menunjukkan bahwa letiahn aerobik ( 3 kali perminggu . Thermal BFB memberikan feedback suhu dengan cara menempelkan alat pengatur suhu ke jari tangan. pulsasi-volume darah dan EMG BFB adalah jenis yang paling umum digunakan. dan hipnotis (15. Telah dilaporkan bahwa stres emosional akan meningkatkan suhu pada jari tangan. meliputi aliran darah ke otak. 36). BFB posisional.menunjukkan tidak adanya penurunan serangan sakit kepala ataupun durasi sakit kepala yang signifikan. meditasi. selama 40 menit) sama efektifnya dengan penggunaan Topiramate dan latihan relaksasi. memungkinkan pasien untuk dapat berperan aktif dalam mengelola rasa nyeri yang mereka alami. (Level II). . penelitian ini menunjukkan bahwa feedback pulsasi-volume darah menghasilkan efek yang lebih besar dibandingkan feedback suhu kulit perifer dan feedback elektromiografi (20. Baru-baru ini terdapat suatu penelitian prospektif dengan metode Randomized controlled trial terhadap 99 pasien migrain. thermal BFB. jari tangan akan mengahangat. Mereka menyimpulkan bahwa latihan tersebut sama dengan metode relaksasi yang dilakukan dengan baik dan penggunaan Topiramate dalam mengurangi frekuensi migrain. 20. EMG BFB. Thermal BFB mengatur aliran darah ke seluruh tubuh. thermal. 36. (37. 37. II-A Biofeedback Biofeedback (BFB) meliputi pemantauan dan kontrol yang disadari terhadap proses fisiologis. Pasien dilatih bagaimana cara memabatasi aliran darah arteri temporalis. elektrogoniometer BFB. 38) Sebuah penelitian dengan metode meta-analisis oleh Nestoriuc dan Marlin menunjukkan bahwa BFB sangat efektif terhadap pasien migrain (Level I). (35). EEG BFB. 38). tetapi hanya menunjukkan pengurangan intensitas nyeri pada pasien migrain dikarenakan olahraga yang teratur. frekuensi dan durasi dari migrain. terapi perilaku-kognitif. Selain itu. latihan relaksasi. II-Terapi Kognitif Terapi ini meliputi biofeedback.

IID-Latihan relaksasi Latihan relaksasi berfokus pada laju pernafasan. Awalnya hanya 16 kelompok otot yang terlibat. dan kontrol pada lokus interna. Di mana hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meditasi spiritual menunjukkan penurunan frekuensi migrain dan kecemasan lebih besar dibandingkan dengan kelompok lainnya. disamping itu. IIC-Meditasi Semua jenis meditasi memiliki efek untuk berfokus pada perhatian dan aktivitas mental. Telah dilaporkan terjadi perubahan pada aktivitas kelistrikan di cerebral dan neurotransmitter serta sistem imun ketika meditasi dilakukan. Beberapa analisis yang telah dilaporkan adalah latihan relaksasi efektif untuk menghilangkan sakit kepala migrain maupun sakit kepala tipe . Sekali situasi sakit kepala yang berkaitan dengan stres terjadi maka pasien dan terapis bekerja sama dengan berkolaborasi. di mana penelitian tersebut menunjukkan bahwa frekuensi sakit kepala berkurang 50% atau lebih pada 40%-50% individu (Level I) (20. Tujuan CBT meliputi keberhasilan pengembangan mengontrol diri pada pasien sakit kepala. Terapi perilaku-kognitif (CBT) meningkatkan kesadaran pasien terhadap sakit kepala. Pada penelitian ini 83 pasien berlatih meditasi spriritual. Teknik yang paling popular adalah latihan relaksasi yang progresif. Keterbatasan dari penelitian ini adalah penelitian dilakukan pada kelompok kecil dan waktu penelitian yang pendek (waktu pemantauan pasien adalah 1 bulan). pasien berfokus pada stimulasi kognitif. meditasi sekular atau relaksasi otot. afektif dan perilaku sakit kepala. termasuk pikiran dan perasaan mereka. kelompok otot digabungkan secara progresif dan pada akhir terapi akan dihasilkan 4 kelompok otot.IIB. 36). Pasien mengamati situasi ketika sakit kepala mereka terjadi. dan seiring dengan berjalannya pengobatan. Selain itu terjadi aktivasi pada korteks bagian frontal/prefrontal. metode yang digunakan untuk mendiagnosis migrain adalah ID-migrain screening tool (39).Terapi Perilaku-Kognitif Pada metode ini. Penulis hanya menemukan satu penelitian mengenai meditasi terkait dengan migrain (39). Dimana pasien tersebut menyadari kondisi di mana ototnya tegang dan relaksasi. ritme dan relaksasi otot. Latihan ini digunakan untuk menurunkan respon fisiologi tubuh terhadap stres dan respon simpatik. Teknik ini memakan waktu 20 hingga 30 menit setiap harinya. korteks bagian prefrontal dorsolateral dan korteks cingulum anterior selama meditasi dilakukan. Beberapa penelitian melaporkan bahwa CBT sangat efektif untuk migrain.

IIIA-Koenzim Q10 Koenzim Q10 adalah kofaktor enzim yang terdapat didalam mitokondria. 36. Setahun kemudian. Anderson dan kawan-kawan (42) menunjukkan bawah angka terjadinya serangan secara signifikan menurun pada kelompok yang menerima hipnoterapi dibandingkan dengan kelompok yang meneima prochlorperazine. Koenzim Q10 berperan sebagai antioksidan yang mungkin dapat menjadi profilaksis pada pasien migrain. penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata terjadi pengurangan frekuensi sakit kepala sebesar 50% atau lebih pada 43% hingga 55% individu (20. III-Terapi Natural dan Elemen.3% pasien. Teori inilah yang mendasari adanya penelitian terkait koenzim Q10 terhadap migrain (36). Terdapat dua penelitian mengenai penggunaan koenzim Q10 pada orang dewasa yang menderita migrain. pengacakan. ditemukan bahwa hipnoterapi ternyata lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan lainnya. 40. Hipnoterapi terdiri dari 6 interval per sesi selama 10 sampai 14 hari. Tidak ada catatan mengenai efek samping daripada penggunaan terapi ini. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut dan tidak terdapat cukup bukti untuk merekomendasikan hipnotis sebagai lini pertama dalam pencegahan sakit kepala (Level IV) (43). Penelitian lain (45) dilakukan pada 42 pasien dengan menggunakan metode pembutaan ganda. IIE-Hipnotis Hipnotis adalah sebuah metode yang berfokus pada perhatian dan konsentrasi dengan suspensi relatif dari kesadaran perifer. di mana rantai elektron tersebut memiliki peran didalam pernafasan aerob. Peneliti menemukan banwa secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan diantara dua kelompok tersebut. Resonansi magentik spektrofotometri dan analisis DNA menunjukkan bahwa adanya disfungsi pada mitokondria berkaitan dengan asal mula terjadinya migrain. Latihan selfhypnotis menunjukkan hasil yang lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunaan propanolol. Pasien tersebut menerima koenzim Q10 sebanyak 150mg/hari selama 3 bulan. 41). dan kontrol-plasebo. Dimana hasilnya adalah terdapat pengurangan jumlah hari terjadinya migrain sebanyak lebih dari 50% pada 61. bertugas mentransport rantai elektron. Salah satu diantaranya merupakan penelitian open-label yang dilakukan pada 31 pasien migrain (44).tegang (Tension Type Headache). Hasil yang teramati adalah penggunaan 100mg koenzim Q10 3 kali sehari menurunkan frekuensi .

Proporsi dari frekuensi sakit kepala yang dialami responden (mengalami penurunan sebesar 50% atau lebih). kadar magnesium menjadi rendah pada saat terjadi serangan migrain. Dosis 400mg Riboflavin untuk 3 bulan telah dibandingkan dengan beta blocker (47). Konsentrasi magnesium memiliki efek terhadap reseptor serotonin dan mediator inflamasi. Telah ditunjukkan bahwa konsumsi magnesium sitrat 600mg/perhari sangat berguna untuk menurunkan frekuensi serangan sakit kepala serta menurunkan derajat kepararahan sakit . serta pelepasan dan sintesis dari senyawa nitrit oxide. Pengobatan dengan menggunakan koenzim Q10 dapat dipilih sebagai pengobatan alternatif pada pasien anak-anak yang mengalami migrain (20.terjadinya serangan migrain. serta mual yang dirasakan setiap harinya secara signifikan. Pada tahun 1550. Defisiensi magnesium umum terjadi pada wanita yang mengalami migrain saat menstruasi. Dua efek samping minor yang akan terjadi pada penggunaan Riboflavin adalah diare dan poliuria (Level II) (48). Pasien dengan level koenzim Q10 yang rendah diobati dengan koenzim Q10 sebanyak 1 sampai 3 mg/kgBB perhari dalam bentuk kapsul. vitamin B12 juga berfungsi untuk menjaga stabilitas membran dan pemeliharaan energi terkait dengan fungsi seluler. Penelitian lain menunjukkan bahwa dosis 400mg Riboflavin perhari sangat efektif pada pengobatan migrain dibandingkan dengan menggunakan plasebo. Dosis koenzim Q10 pada 32. lamanya sakit. Hal ini serupa dengan beta-blocker (55%) dan kelompok Riboflavin (53%). Penggunaan suplemen koenzim Q10 frekuensi terjadinya sakit kepala dan indeks skor ketidakmampuan menjadi leih baik. Juga berfungsi untuk menjaga stabilitas membran dan fungsi cerebrovaskuler. Terapi dengan menggunakan konezim Q10 dapat digunakan secara efektif pada anak- anak yang mengalami migrain. namun pengukuran kadar magnesium yang terionisasi lebih penting dilakukan untuk mengevaluasi migrain.9% pasien berada dibawah kisaran referensi yang ada. Selain itu. IIIB-Riboflavin Riboflavin yang juga dikenal sebagai vitamin B12 adalah kofaktor pada transport rantai elektron pada siklus Krebs. dosis koenzim Q10 telah diperhitungkan pada pasien anak-anak dengan migrain yang sering mengalami sakit kepala secara berkala. Telah diketahui bahwa. 36) (Level II). IIIC-Magnesium Magnesium menghambat agregasi platelet dan mengakibatkan vasospasme. Biasanya pada saat pengecekan laboratorium secara rutin diukur kadar magnesium total.

feverfew juga menghambat prostaglandin dan sintesis fosfolipase A (36). Karena didapatkan hasil yang prokontra terhadap percobaan ini. dan kematian. Adanya “Sindrom post feverfew” yang meliputi kecemasan. Efek samping yang sangat umum dari konsumsi suplemen magnesium adalah diare. insomnia. sakit kepala. paralisis sistem pernafasan. Produk dari feverfew biasanya terdiri dari beberapa daun feverfew. Magnesium mungkin efektif sebagai profilaksis bedasarkan 2 penelitian yang positif pada Level II dan satu penelitian negatif pada Level III. Efek dari profilaksis ini mungkin terkait dengan penghambatan agregasi platelet dan juga pelepasan serotonin dari platelet serta sel darah putih. Pasien dengan gagal ginjal memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami toksisitas (36). IIID-Feverfew Feverfew (Tanacetum Parthenium) merupakan famili dari kelompok bunga aster. dan plasebo controlled mengungkapkan adanya manfaat dari feverfew pada migrain. Efek samping paling umum pada penggunaan feverfew adalah gangguan gastrointestinal. Terdapat beberapa penelitian dengan metode Randomized controlled trial yang meneliti khasiat dari feverfew ini sebagai profilaksis migrain. Baru- baru ini. Feverfew sendiri saat ini telah digunakan sebagai profilaksis migrain.kepala. melakukan penelitian dengan metode pembutaan ganda. Selain itu. Namun. Di sisi lain. dan kekakuan . dan luka pada mulut. maka magnesium bukanlah pengobatan lini pertama pada pasien migrain (51). Nama fevefew berasal dari bahasa latin yang berarti “mengurangi demam”. Namun. Daun ini telah digunakan sebagai agent antiiflamasi selama berabad-abad. hasil dari penelitian tersebut masih merupakan kontroversi. 49). Sebuah pusat penelitian. konsumsi magnesium sitrat 3×360mg/perhari pada saat siklus menstruasi terjadi menunjukkan hasil yang sangat efektif pada pasien yang mengalami migrain saat menstruasi (36. Toksisitas magnesium ditandai dengan hilangnya refleks tendon diikuti dengan kelemahan otot. Penelitian dengan metode pembutaan tunggal dan Randomized controlled trial menunjukkan bahwa magnesium sulfat 1 gram yang diberikan secara intravena lebih unggul jika dibandingkan dengan penggunaan plasebo pada 30 pasien dengan serangan migrain derajat sedang hingga berat (50). telah dibuat ekstrak feverfew baru yang lebih stabil (MIG-99). pengobatan dengan magnesium mungkin dapat disarankan pada pasien yang mengalami migrain saat menstruasi. Adanya perbedaan hasil ini mungkin karena adanya variasi dari kekuatan parthenolides dan perbedaan dalam stabilitas feverfew itu sendiri.

peradangan dan spasme otot. hal ini akan mempengaruhi cascade inflamatori dan karena mekanisme tersebut maka peradangan yang terjadi akibat sakit kepala migrain akan berkurang (20. Jahe telah digunakan sebagai agent anti inflamasi yang potensial dan antitrombolitik yang potensial akibat dari mekanisme penghambatan sistesis prostaglandin dan leukotrien. pasien harus diberitahu untuk menggunakan produk Butterbur yang telah diberi label “Bebas-PA”. IIIF-Jahe Jahe telah digunakan selama berabad-abad di negara Cina untuk mengurangi rasa sakit. 36). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 50 mg Petalodex yang dikonsumsi 2 kali sehari akan mengurangi serangan sakit kepala migrain dan jumlh hari yang dijalani akibat sakit kepala migrain secara signifikan dibandingkan dengan penggunaan plasebo (53). butterbur diketahui bekerja melalui kalsium channel blocker dan dengan cara menghambat biosintesis dari leukotriene peptida. 52). Sebuah penelitian prospektif dengan metode open-label yang dilakukan di pusat penelitian menunjukkan bahwa Petalodex dapat mengurangi frekuensi dari migrain pada 109 anak-anak dan remaja (54). Feverfew sebaiknya tidak digunakan untuk wanita hamil. Feverfew juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat antikoagulan karena adanya efek menghambat agregasi platelet dari feverfew itu sendiri (19). Karena alasan tersebut. Tanaman butterbur terdiri dari alkaloid pyrrolizide yang karsinogenik dan hepatotoksik.pada otot serta sendi mungkin terjadi pada penggunaan feverfew untuk jangka panjang (36. Butterbur telah tersedia di pasaran. . di mana yang dijual di pasaran tidak mengandung substansi tersebut. Meskipun mekanisme kerjanya tidak sepenuhnya dimengerti. Baru-baru ini sebuah pusat penelitian dengan penelitiannya yang menggunakan metode plasebo-kontrol mengungkapkan bahwa feverfew sublingual/jahe aman untuk digunakan dan efektif sebagai lini pertama pada penderita migrain yang sering mengalami sakit kepala ringan sebelum onset serangan sakit kepala derajat sedan hingga parah terjadi. IIIE-Butterbur (Petasites Officinalis) Butterbur telah digunakan untuk mengobati paling tidak kejang dan nyeri pada beberapa orang di negara bagian benua Eropa dan Asia. Beberapa laporan menunjukkan bahwa jahe juga efektif untuk mengatasi mual dan muntah.

Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa terapi ini berguna untuk mencegah terjadinya migrain (36). 13:147-157. home-based study in adults. 18:128-134. Appel S. Trends 2012. Saip S. yaitu lebih besar dari 1 atm dalam waktu singkat. 3. Davis RB. Telah diketahui bahwa terapi dingin dapat mengurangi rasa sakit sekitar 10-20% (12). tension-type headache in Turkey: a nationwide 5. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi penggunaan pengobatan alternatif ini sebagai lini pertama pada pengobatan migrain. Eisenberg DM. Ucler dan kawan-kawan melaporkan bahwa terapi dingin itu sendiri mungkin saja efektif pada penderita migrain. . Complementary Therapies in Medicine prevalence and the impact of migraine and 2010. Stewart WF. Orhan EK. Arch Epidemiology of headache in a general Intern Med 1999. Lipton RB. Baykan B. 36. Ettner SL. Burden of migraine in the United survey. Terapi dingin mungkin memiliki efek anestesi lokal yang dapat mengurangi rangsangan nyeri dan kontraksi. Kesimpulannya adalah terapi CAM dapat digunakan pada beberapa penderita migrain jika terapi farmokologi tidak efektif. One-year clinic. J Headache Pain Wilkey S. tidak banyak penelitian terkait terapi dingin pada penderita migrain. The use of complementary and alternative 2. CE. Lambert TD. Jensen R. Van Rompay M. Hal ini mengurangi pelepasan histamin dan substansi vasoaktif. Kessler RC. Morrison KE. Zarifoglu M. medicine by patients attending a UK headache Karli N. Hal ini bedasarkan hasil yang didapatkan dari 28 penderita migrain (12). Ertas M. States: disability and economic costs.Efek samping yang sering muncul akibat penggunaan jahe ini adalah mual dan mati rasa pada daerah mulut (20. Schroll M. Siva A. 44:1147-1157. 55). Hu XH. Edwards J. Olesen J. population--a prevalence study. Clarke Epidemiol 1991. 1990-1997: results of a follow up national Berger ML. Referensi 1. in alternative medicine use in the United States. Terapi Alternatif Lain Terapi Dingin Meskipun informasi pertama mengenai penggunaan terapi dingin pada penderita migrain telah dilaporkan bertahun-tahun yang lalu. Onal AE. J Clin 4. JAMA 1998. Teori “Gate” menunjukkan bahwa sensasi dingin meliputi dan memblok transimisi rangsangan nyeri ke korteks cerebral. Lima uji coba dilakukan untuk membandingkan penggunaan terapi oksigen hiperbarik dengan Sham akupuntur. Terapi Oksigen Hiperbarik Penggunaan terapi oksigen hiperbarik (HBOT) meliputi proses menghirup 100% oksigen pada tekanan lingkungan. Rasmussen BK. 159:813-818. Markson LE. 280:1569-1575.

Kanatli Y. Hayashino Y. Tezel A. White A. Sharma N. 9. Ting W. Henkel K. 24. ISBN F. Use of complementary and alternative and tension-type headache: how to choose and medicine in patients suffering from primary when to use. Herman PM. Neurology 2011. Kuriyama A. 33. 12:461-470. Nicholson RA. Curr Pain patients. Schiapparelli P. Gozum S. 34:21. 10. Diener HC. Acupuncture in southern Turkey. 1989. Shulman LM. The Neurologist 2003. chronic migraine. Linde 9. Karakurum B. Rabinstein AA. Complement Alternat Med 2006. Ucler S. Cancer Nurs 2003. Wieser T. 24:106-15. 26:9-41. Sahin N. Busch V. 6:460-469. Lipton RB. White AR. 2011. 11:1465-1472. Sun Y. . Sharma CM. Cady RK. alternative medicine in a pediatric population in 24. Swerdlow Complementary and alternative medicine 2005. Bulbul S. syndromes. BMC Complement Altern Med. J migraine and tension headaches in adults: a Clin Nurs 2010. 48:890-899.CD001218. Headache Rep 2002. Sezen K. Cold use of onabotulinumtoxinA (botulinum toxin Therapy in Migraine Patients: Open-label. Rolando S.6. Systematic assessment of the quality of Silberstein SD. Pilot Study. Curr Treat Options Neurol headache disorders. Aurora SK. Sheean G. massage therapy. Gözüm S. Karatas O. Evid Based 2012. 17:624-630. May A. Terzi MG. Blumenfeld complementary medicine use in the UK. Brinkhaus B. meta-analysis. 21. 107:2038-2047. Use of complementary and Clin J Pain 2008. type A) in migraine. Preventive Services Task 34. BMC 31.S. DIANE Publishing. Ucler S. Turkel CC. Nolan research studies of conventional and alternative ME. 32. Headache 2011. Schneider J. Ozcan E. controlled trial. 8:35-48. Gaul C. Allais G. Cephalalgia 2001: 21:813-817. A multi-center double-blind Complement Ther Med 2000. Bäcker M. effective? A systematic review. Dieter J. Farmer KU. Airola G. Craig BM. Zierz RB. report of the U. Leinisch 20. AM. migraine. 29:1069. Kankane A. Anesth Analg 2008. clinical neurology. Buse DC. 7. Acupunct Electrother Res 2010. Int J Neurosci 1998. Inan L. Acupuncture for migraine chronic neck pain--a randomized. Melchart D. DeGryse RE. 22:395-400. Acupuncture for the 8. Benedetto C. Pain Physician quality of life and reduces impact of chronic 2009. Narin SO. 14. The BBC survey of 30. pilot comparison of onabotulinumtoxin A and 17. Huynh MT. Niggemeyer C. Knoblauch N. Gaul C. Karaalin O. Caspi O. Lipton E. Guide to clinical preventive services: review. Freitag F. John PJ. Borgogno P. Efficacy of acupuncture in patients with Vickers A. 3:489-493. Inan LE. Varon SF. Jackson JL. 13. Tan L. Kav T. Migraine headache reduced by 5:11. p. McAllister 15. Balmaceda C. Headache 2007. Coskun O. sham prophylaxis. Gülcü N. 29. U. 96:1-11. H. cancer in eastern Turkey. Dora B. Content analysis of websites K. Diego M. 27. headache. 2009. Kepple A.S. Oz C. Is topiramate for the prophylactic treatment of complementary and alternative medicine cost. Grosberg B. Exercise in migraine therapy 19. Manheimer E. Pinar L. Grossman P. Critical analysis of the 12. Clin Invest Med 2011. Oztürk V. Andrasik F. changes in blood nitric oxide level on migraine headache. Use of complementary and alternative 28. Dodick DW. Okvat H. Acupuncture in directed to low back pain. von Peter S. Crawford CC. Clin Rehabil 2003. Idiman Force. Garza I. Schmidt T. 21. Gross M. The dry needle technique: Acupuncture in primary headache treatment. 16. Non. Issever 25. WB. Franz G. 307:1736-1745. B. 32 (Suppl 1):15-18. Porter JA. OnabotulinumtoxinA improves treatments of primary headache. Agri 2010. Neuropsychiatr Dis Treat controlled. Ernst E. Use of complementary and Botulinum toxin A for prophylactic treatment of alternative medicine by patients with arthritis. Dobos GJ. Schreiber CP. Gan TJ. Koc M. 19:1129-1138. Botulinum toxin for the treatment of medicine: a survey in Turkish gastroenterology musculoskeletal pain and spasm. Korkin E. 23. 11. 22. 51:21-32. 1078. JAMA 2012. Cephalalgia 2009. migraine: investigation of autonomic effects. 9:137-148. Nonpharmacologic treatments for migraine S. Cephalalgia 2002. Jonas PJ. Cochrane Database Syst Rev 2009. Hernandes-Rief M. 35:17-27. A. 8:32-36. intramuscular stimulation in tension type Neurol Sci 2011. Erbas D. Headache 2008. Survey Effectiveness of yoga therapy in the treatment on the use of complementary and alternative of migraine without aura: a randomized medicine among patients with headache controlled trial. 47:654-656. Bulut S. Coskun O. Evers S.13:28-40. Scrivani S. The effects of exercise and exercise-related 978-1-56806-297-6. Michalsen 26:230-236. Preventive Services Task Force (August is there any evidence for efficacy? A critical 1989). 22:68-72. 18. Field T. Allais G. 26. Robertson CE. Eisman R. Araz N. Linde K. Complementary management of chronic headache: a systematic alternative treatments used by patients with review.

Exercise as migraine prophylaxis: a randomized 47:73-80. 45:196-203. Neurology 2012. Mitchell R.70:2321-2328. Sun-Edelstein C. Goldstein J. Lecates feverfew and ginger (LipiGesic™ M) in the SL. Segers A. AR. 51:469-483. randomized. Agosti RM. 31:351-66 Efficacy of intravenous magnesium sulfate in 40. Coppola G. Evidence Report: Behavioral and Physical American Headache Society. 31:1428-1438. Migraines and magnesium. The first Q10 as a migraine preventive. McCrory DC. Headache 1991. Schoenen J. placebo- 23:48-58. 53. Evidence-based guideline update: NSAIDs and Available from the National Technical other complementary treatments for episodic Information Service. Goslin RE. controlled study. Magnesium prophylaxis of Neurology 2008. Des Moines IA: Foundation for 52. and physical treatments. Henneicke-von Zepelin HH. 22:137-141. Freitag F. Gray RN. Flach U. A. Fachinetti F. Di Clemente L. P. J Headache Pain 2009. Rozen TD. Ellinor PL. 64:713-715. Danesch U. 10. Open label trial of coenzyme 54. root extract for the prevention of migraine: 45. Oken BS.2. Int J Clin Exp Hypn. Nappi G. Penzien DB. 25:1031- 43. Varkey E. Headache 2005. Eur Neurol 2004. Gray American Academy of Neurology and the RN. Danesch U. February 1999 (Prepared Subcommittee of the American Academy of for the agency for Health Care Policy and Neurology and the American Headache Society. Wahbeh H. meditation: does spirituality matter? J Behav 50. Arbizzani A. Dodick Physical Treatments for Migraine Headache. 31:298-301. Pfaffenrath V. Oshinsky ML. Ashman E. Hasselblad V. U. Saenger reanalysis of efficacy criteria. Martin A. Rahlfs VW. in children and adolescents: results of an open 44. migraine prophylaxis: a randomized controlled Beach ME. and adolescent migraine. Holland S. Linde M. Treatments for Tension Type and Cervicogenic 24. an open study in a tertiary care centre. Boehnke C. Sándor PS. Vockell AL. Efficacy of coenzyme Q10 in 55. Migraine prevention Int J Clin Exp Hypn 2007. Headache 2011. Cephalalgia 2011. Quality Standards Technical Review 2.d. Young WB. Nestoriuc Y. Eur J 128:111-127. Neurology 2005. Basker MA. Nett R. Reuter U. Cady RK. Hammond DC. High-dose riboflavin 37. Demirkaya S. Mauskop A. study using relaxation and topiramate as 47. Behavioral and Physical Treatments Headache 2001. Kabbouche MA. multicentre. Silberstein SD. behavioral 10:361-365. DW. Headache. Cephalalgia placebo-controlled trial of a special butterbur 2002. Pothmann R. Cider A. 290-294-2025. Diener HC. 11:475-477. and response to supplementation in pediatric . Anderson JA. Goslin RE. Review of the efficacy of 1041. Elsas SM. safety of 6. Manning treatment of migraine. 2085) 2001. menstrual migraine: Effects on intracellular 39. Behavioral and 51. Cephalalgia 2005. migraine prevention in adults: report of the 127946. Friede Chiropractic Education and Research (Product M. McCrory DC. Alternative adolescent migraine. Argoff C. 1975. study with a special butterburroot extract. Seidel L. Pain 2007. Silberstein SD. Coenzyme Q10 deficiency 51:1078-1086. 41:171-177. Borella P. Migraine (MIG-99) in migraine prevention--a and hypnotherapy. placebo-controlled pilot study of sublingual 46. Quality Standards Subcommittee of the 41. feverfew CO2-extract 42. Carlsson J. Gebeline CA. Bradley KC. Sances G. Powers SW. Arnold G. Condò M. Topçuoğlu MA. Fumal A. Parmeggiani controls. Genazzani interventions: applications in neurology. clinical hypnosis with headaches and migraines. Riboflavin prophylaxis in pediatric and 36. Diener HC. Hershey AD. Mind-body 49. Med 2008. Gray RN. 51:89-97.1346-1353. Efficacy and No. 38. Wachholtz AB. Posar A. Research under contract No. Vural O. 55:207-219. Browning R.35. headache treatments: nutraceuticals. Dora B. A double-blind trial.25 mg t. Einhäupl KM. Dalton R. Schuh-Hofer S. the treatment of acute migraine attacks. Headache 2007. Magis D. Schnitker J. Efficacy of biofeedback treatment is efficacious in migraine prophylaxis: for migraine: a meta analysis. for Migraine Headache. Pargament KI. 48. Neurol 2004. Burdine D. double-blind. NTIS Accession No.i. Shechter AL. Headache 2011.