Perawatan

Pada waktu kejang
 Longgarkan pakaian, bila perlu dibuka.
 Hisap lender
 Kosongkan lambung untuk menghindari muntah
dan aspirasi.
Isolasi
 Hindarkan penderita dari rodapaksa (misalnya Mengurangi stimuli/rangsangan dari
jatuh). luar dan sebagai tindakan pencegahan
Terapi antimikroba
Bila penderita tidak sadar lama.
 Beri makanan melalui sonda.
Ampisillin
 Cegah dekubitus dan pnemunia ortostatik dengan Cloramphenicol
merubah posisi penderitasesering mungkin.
Bila alergi penicillin
 Cegah kekeringan kornea dengan boor water atau
saleb antibiotika. Tetrasiklin
Pemantauan ketat. Eritromisin
 Tekanan darah
Cloramfenicol
 Respirasi
Seftriaxon
 Nadi
 Produksi air kemih Perawatan
 Faal hemostasis untuk mengetahui secara dini Mempertahankan hidrasi, monitor
adanya DC. balance cairan
Kortikosteroid intramuscular

Daftar Pustaka
Corwin EJ. 2009. Buku Saku Patofisiolo- FAKULTAS KEPERAWATAN
gi. Jakarta: EGC. hal 708-718. UNIVERSITAS AIRLANGGA
Dipiro JT, Talbert R, Yee LG, Matzke RG,
Wells

Se-  Diabetes mellitus dangkan ensefalitis adalah radang  Thalasemia jaringan otak yang dapat disebab- kan oleh bakteri. virus.  Pengguna peminum alco- hol jamur  Penyalahgunaan narkoba  Cystic fibrosis  Hipoparatiroidsme  Splenectomy  Cedera kepala ringan sam- pai berat . cacing. protozoa.M eningitis adalah radang umum pada araknoid dan piameter  Kelainan lapisan otak yang disebabkan oleh bakteri.  Menggunakan prosedur tu- lang belakang seperti riketsia. atau protozoa yang dapat anestesi terjadi secara akut dan kronis.

Related Interests