Nama : Mirsa Herdiani

NIM : 1310015119

A. PENDAHULUAN

Judul : EFEK GEL EKSTRAK KULIT KODOK PADA FASE
INFLAMASI PENYEMBUHAN LUKA PASCA BIOPSI MUKOSA TIKUS
WISTAR

Nama Penulis : Hans Kristian Wibowo, Mega Denada Aldila, Afina Alfasia,
Bayu Anggoro Aji, Berilla Silsila Surbakti. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Jl. Denta No. 1, Sekip Utara, Bulaksumur


Latar Belakang : Biopsi adalah metode diagnostik dengan mengambil sampel
jaringan sehat dan patologis. Prosedur biopsi menyebabkan luka. Luka yang tidak
diobati dapat menimbulkan infeksi. Kulit kodok diketahui dapat membantu proses
penyembuhan luka karena mengandung senyawa bioaktif seperti saponin dan alkaloid
yang berperan sebagai agen antiinflamasi. Penelitian sebelumnya, ekstrak kulit kodok
dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar pada kulit.

B. RANGKUMAN

Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gel
ekstrak kulit kodok 70% dalam mempercepat fase inflamasi pada proses
penyembuhan luka pasca biopsi mukosa tikus. Dari hasil penelitian menunjukkan gel
ekstrak kulit kodok 70% secara signifikan mempercepat infiltrasi sel inflamasi ke arah
luka sehingga mempercepat fase inflamasi pada proses penyembuhan luka pasca
biopsi mukosa bukal tikus.

C. KRITIK

a. Gaya Penulisan

key word. f. namun penulis tidak mencantumkan genus kodok apa yang digunakan. c. Judul Pada judul jurnal “Efek Gel Ekstrak Kulit Kodok Pada Fase Inflamasi Penyembuhan Luka Pasca Biopsi Mukosa Tikus Wistar” sudah cukup jelas. d. serta hasil yang didapatkan serta terdapat key words serta disertakan juga abstract versi Bahasa Inggris sehingga memenuhi kriteria penulisan abstract. Penulis Penulis berasal dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi. metode. tujuan. nama penulis. kesimpulan dan daftar pustaka. hasil. Namun ada kata yang kurang tepat . pemecahan masalah namun peneliti tidak mencantumkan alternative yang dipilih dan juga tidak mencantumkan manfaat penelitian. Sistematika penulisan juga sudah sesuai dengan referensi dari buku. Universitas Gadjah Mada. mulai dari masalah. akurat dan tidak ambigu sehingga menggambarkan penelitian yang akan dilakukan. besaran masalah telah tercantum pada pendahuluan. Yogyakarta
yang memiliki kompetensi untuk melakukan penelitian tersebut. pembahasan. Abstract Abstact sudah menggambarkan isi dari penelitian. Pendahuluan Pendahuluan telah mencantumkan hal yang menjadi masalah pada judul penelitian. penulis telah mencantumkan tujuan. Bahan dan Cara Kerja Pada jurnal telah disebutkan secara jelas asal bahan yang digunakan serta cara mendapqtkan bahan tersebut. e. abstrac. metode. pendahuluan. Sistematika dari penulisan sudah tersusun cukup baik dari judul. b.

9%. l. digunakan untuk sebuah karya ilmiah.“. j. i. Pembahasan Pada pembahasan telah dijelaskan adanya pencocokan hasil penelitian peneliti dengan teori. Hasil penelitian telah digambarkan cukup jelas dan narasi yang digunakan pada hasil sudah menjelaskan hasil interpretasi penulis dari tabel dan grafik yang disajikan. g. Jurnal ini baik untuk dibaca oleh akademisi kesehatan khusunya para mahasiswa/i kedokteran gigi. k. Jurnal ini seharusnya dapat dikembangkan untuk penelitian lebih lanjut. Penelitian cukup memuaskan dalam menjawab permasalah dalam penelitian tersebut. Kesimpulan Meskipun terdapat sedikit kekurangan dari jurnal ini namun penelitian ini telah memberikan kontribusi positif dalam bidang ilmu pengetahuan kedokteran gigi. Laboratorium Farmasi unit VII UGM dan Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran UGM. Daftar Pustaka Terdapat banyak variasi atau sumber yang menjadi acuan peneliti namun sebagian kecil peneliti menggunakan referensi yang lama. h. Metodelogi yang dicantumkan telah menjelaskan cara yang dilakukan peneliti. Hasil Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang dilakukan di Laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Biologi UGM. Referensi . Laboratorium Farmasi Fakultas Farmasi UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak kulit kodok 70% secara signifikan mempercepat infiltrasi sel inflamasi ke arah luka sehingga mempercepat fase inflamasi pada proses penyembuhan luka pasca biopsi mukosa bukal tikus. Pengorbanan dilakukan dengan cara memotong leher tikus dengan gunting kemudian jaringan lunak bagian bukal di lokasi perlukaan diambil dan dibersihkan dengan NaCl 0. Kesimpulan Kesimpulan yang ada telah menjawab permasalahan yang ada pada latar belakang dan tidak mengulang tinjaun pustaka yang ada. misalnya “Sebelum dikorbankan. tikus dieutanasi.

(2014) “Ekstrak Haruan (Channa stiata) Secara Efektif Menurunkan Jumlah Limfosit Fase Inflamasi dalam Penyembuhan Luka. 13:3. 4:127. Maskoen AM. P. (2012). Buku Ajar Patologi Robbins (terj. (2013) “Respon Inflamasi Pulpa Gigi Tikus Sprague Dawley setelah Aplikasi Bahan Etsa Ethylene Diamine Tetraacetic Acid 19% dan Asam Fosfat 37%. J. . Yenny S.). Pratiwi D. J. “Peran Ekstrak Etanol Topikal Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.” Dentofasial. (2012). 39:6: 423-429.” CDK-194. BS. Jakarta: EGC. Handajani. Dewi N. L. Robbins S. Cotran R. “Berbagai Sediaan Topikal dalam Dermatologi. W.
 Izzaty A.Fatimatuzzahro N. (2013). 46:4. Haniastuti T. Sabirin I.I. Hernowo.” Dent. 
 Yanhendri.” MKB. S.) pada Penyembuhan Luka ditinjau dari Imunoekspresi CD34 dan Kolagen pada Tikus Galur Wistar.N. Kumar V.