Hukum Islam Mengenai Penculikan Anak dan Pedofilia di Indonesia

Anastasya Amalia O.P/1606885656/MPK Agama E

Maraknya kasus pedofilia yang menyasar anak-anak sebagai target
korban, nampaknya semakin meresahkan. Di Indonesia, jumlah kasusnya terus
meningkat. Diera digital modern kini cara yang mereka lakukan untuk menggaet
korban sangat beragam, bahkan mulai merambah bebas di dunia maya. Negara
dengan sistem Demokrasi yang berpondasi kebebasan merupakan lahan subur
berkembangnya kekerasan, termasuk pada anak. Pendidikan sekuler yang tidak
mampu mencetak pribadi yang sesuai dengan tujuan pendidikan (membentuk
manusia menjadi sosok yang beriman dan bertakwa), media liberal yang masif
mengedukasi masyarakat dengan berita atau tontonan yang tidak layak, serta
keadaan ekonomi yang membuat orang menghalalkan segala cara untuk mencari
materi, adalah sedikit pemicu yang memunculkan peluang untuk melakukan
kejahatan. Berbagai kondisi tersebut menjadi kombinasi sempurna untuk
melahirkan sosok-sosok yang tidak segan untuk melakukan apa saja guna
memenuhi hawa nafsunya.

Menerapkan berbagai hukuman yang menyasar pelaku saja, tidak akan
menyelesaikan permasalahan kejahatan dengan tuntas. Karena pemicu yang
memberi peluang munculnya pelaku lain tidak diberantas. Sehingga, untuk
menyelesaikan beragam darurat persoalan generasi seperti pedofil dan penculikan
anak, mau tidak mau harus memberantas sumber pemicunya. Pendidikan sekuler,
media liberal dan ekonomi tidak sehat yang bersumber dari sistem Demokrasi harus
diganti. Maka mengganti sumbernya (sistem Demokrasi) menjadi pilihan satu-
satunya untuk meminimalisir peluang munculnya predator anak (pedofil) sekaligus
mengakhiri karir mereka secara tuntas.

Sistem Islam sebagai satu-satunya sistem yang tidak menerapkan peraturan
buatan manusia terbukti mampu menyelesaikan setiap problematika umat. Selain
memiliki peraturan lengkap, hukum Islam yang bersumber dari Sang Pencipta
(Allah) memiliki keunggulan dibandingkan dengan hukum sekuler yang ditawarkan

Maktabah Dar Urubah. Masuk penjara karena mencuri sepeda motor. al-Uqubat fi al Fiqh al Islami. hanya terjadi 200 kasus tindak kriminal. kairi. 1961. Dalam rentang sejarah ratusan tahun penerapan hukum Islam. sehingga konotasi penghukuman adalah ukhrowi. jika hukum Islam diterapkan maka pasti akan efektif menekan angka kriminalitas dan penyimpangan hukum. Zawajir berfungsi untuk menyadarkan si pelaku jarimah agar tidak mengulangi kembali perbuatan kejahatan yang ia lakukan dan hukuman tersebut menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak berani melakukan tindakan yang sama. karena tidak semua pelaku kejahatan dipidana penjara. hlm..oleh sistem Demokrasi. Selain itu. seperti kisahnya al-Ghamidiyah yang justru meminta dirajam karena telah berbuat zina.com/detailpost/mengakhiri-karir-pedofil 2 Ahmad Fathi Bahansi.1 Ulama mengemukakan fungsi pidana Islam yaitu zawajir dan jawabir. keluar dari penjara mencuri mobil. Penerapan sanksi dalam Islam pun akan menciptakan efektifitas dan efisiensi besar-besaran. penjara juga merupakan beban tersendiri. Sungguhpun demikian berbeda pandangan sebagian mereka lebih menonjolkan sisi zawajirnya sementara yang lain lebih pada sisi jawabirnya. Dengan dalih kemanusiaan. dengan kata lain untuk terhapusnya dosa si pelaku. Jawabir pemidanaan yang berfungsi menyelamatkan terpidana dari siksa diakhirat kelak. Diantara keunggulan sistem Islam adalah keefektifannya dalam menekan angka kriminalitas. Sebagai contoh. Hal ini tentu berbeda dengan hukum sekular. Hukum Islam juga akan efektif menghukum pelaku maksiat karena mereka malah akan terdorong mendatangi aparat meminta dihukumi dengan hukum Islam. dengan harapan agar dosa-dosanya Allah hapuskan. 13 . yaitu zawâjir dan jawâbir. semua pelaku kejahatan dipidana penjara. Saat ini pun. Padahal penjara boleh jadi merupakan ‘sekolah’ kejahatan. belum lagi besarnya anggaran 1 http://dakwahkendari. kapasitas penjara sudah tidak lagi mampu menampung narapidana. orang yang terbukti mencuri– di atas seperempat dinar dan bukan karena untuk memenuhi kebutuhan mendesak— dikenakan sanksi potong tangan dan langsung dipulangkan. Hal ini dikarenakan penerapan sanksi dalam hukum Islam memiliki filosofi yang tidak dimiliki hukum sekuler.2 Dengan demikian.

3 3 http://hizbut-tahrir. tentu sangatlah besar. dengan diterapkan dua hal tersebut maka akan diharapkan masyarakat menjadi aman tentram damai dan penuh keadilan.id/2010/01/01/efektifitas-hukum-islam/ .or. Hukum pidana Islam yang ditegakan dalam syariat Islam mempunyai dua aspek yaitu pencegahan dan pembalasan.yang dikeluarkan pemerintah untuk membiayai operasional dan kebutuhan para narapidana.