TERPENOID

FITOKIMIA
ISTN 2016
BOTANI

FITOKIMIA
FITOKIMIA
ilmu yang mempelajari seluk-beluk
kandungan kimia dalam tumbuhan atau
bagiannya.
KANDUNGAN KIMIA
• TERPENOID
• FLAVONOID
• ALKALOID
• GLIKOSIDA
Pengeringan

TERPENOID
FLAVONOID Destilasi
KLT/KOLOM
ALKALOID
GLIKOSIDA

ekstrak
TERPENOID
• Istilah lama: Isoprenoid
• Nama lain : Terpen atau terpenoida
• Salah satu kelompok Metabolit
Sekunder terbesar.
• Berperan dalam hampir semua aspek
interaksi tumbuhan-hewan; tumbuhan-
mikroorganisme; tumbuhan-tumbuhan.
TERPENOID
Monoterpen
Seskuiterpen

Minyak
atsiri
TERPENOID
Pengelompokan Senyawa Metabolit Sekunder
(Croteau et al. 2000)
LETAK DAN PERANAN TERPENOID
• Didalam Sitoplasma Sel tumbuhan
• Dalam bentuk Minyak Atsiri dikelenjar
khusus permukaan daun, di daun bunga
• Pengatur Tumbuh seskuiterpen absisi
dan giberelin
• Monoterpen dan seskuiterpen bau dan
wangi khas pada tumbuhan
Metabolit Primer
• Penting untuk ketahanan membran,
perlindungan dari cahaya, serta berperan
serta dalam fungsi biokimia terhadap sistem
membran spesifik.
• Contoh: sterol, karotenoid, growth regulator,
serta
Metabolit Sekunder
• Interaksi penting antara tumbuhan dan
lingkungannya: interaksi antar tumbuhan-
tumbuhan, tumbuhan-serangga, tumbuhan-
patogen.
• Contoh: Monoterpen, sesquiterpen, dan
diterpen.
Pemerian :
Cairan jernih ; bau seperti bagian tanaman asalnya.
Bau periksa dengan meneteskan 1 tetes minyak dengan 10 ml air;
rasa diperiksa air dengan mencampurkan 1 tetes minyak dengan
2 g gula
Ekstraksi Terpenoid
• Destilasi uap  pemisahan monoterpena
& seskuiterpena dari minyak atsiri
• Ekstraksi dengan pelarut : eter, eter
minyak bumi (PE) & kloroform
• Ekstraksi bertingkat (pe↑ polaritas solven)
• Partisi cair-cair dari ekstrak awal aseton
atau metanol
• KLT preparatif + KG
• KG preparatif + KLT
Analisis Terpenoid
• KG atau KG-SM (GC-MS)
• KCKT atau KCKT-SM (LC-MS)
• Spektofotometer IM (IR)
• KLT (TLC).
KG
• Analisis kualitatif & kuantitatif
• Kuantitatif  umum u/ kemotaksonomi
• Kolom :
– Non Polar : Apiezon L & Silikon SE 30
– Polar : poliester dietilena glikol adipat &
Carbowax 400
• Suhu : isotermik & gradien
KLT
• Metode terpilih u/ terpena yg kurang atsiri
• Fase diam :
– Silika gel  umum.
– Silika gel-AgNO3  Σ ikatan rangkap terpena
Lempeng diaktifkan dulu, kecuali u/ analisis terpena
yg mgd atom O
• Eluen :
– Benzena atau Benzena-kloroform (1:1)
– Benzena-etil asetat (19:1)
– Metilen klorida-klorofom-etil asetat-n-propanol
(45:45:4,5:4,5)  Σ ikatan rangkap terpena
KLT
• Deteksi umum :
– Lar. KMnO4 0,2 % dalam air
– Antimon klorida dalam kloroform
– H2SO4 atau vanilin-H2SO4
Lempeng dipanaskan pada 100-105oC  ad
warna sempurna
• Pereaksi selektif :
– Ikatan rangkap : uap brom
– Gugus keton : 2,4-dinitro fenil hidrazin (DNP)
Minyak Atsiri
(Mono dan Seskuiterpen)
Minyak Atsiri
Suku tumbuhan yang kaya minyak
atsiri: Compositae, Matricaria,
Labiatae(Mentha spp.), Myrtaceae,
Eucalyptus, Pinaceae, Pinus, Rosaceae,
bunga mawar, Rutaceae, Citrus, dan
Umbelliferae, Pimpinella anisum,
Carvum carvi, Cuminum cyminum,
anethum, dll.
TERPENOID
 Golongan terpena minyak atsiri :
1. Monoterpena
 Berupa isoprrenoid C10
 Titik didih 140 – 180 oC
 Berdasarkan struktur kimianya :
 Asiklik misalnya geraniol
 Monosiklik misalnya limonena
 Bisiklik misalnya - dan -
pinena
Monoterpen
 Dalam setiap golongan
monoterpen dapat berupa
hidrokarbon tak jenuh
misalnya limonena

 Dapatmempunyai gugus fungsi
dan berupa alkohol misalnya
mentol, aldehid, atau keton
misalnya menton, karvon.
Monoterpen
 Monoterpena lakton (iridoid) dan tropolon
 Termasuk monoterpena karena alasan biosintesis.
 Contoh monoterpena lakton :
 Nepetalakton  kandungan bau utama Nepeta
cataria, Labiatae yang mempunyai daya tarik
istimewa bagi kucing peliharaan.
 Loganin  senyawa antara pada biosintesis
alkaloid indol.
 Contoh tropolon : -tujaplisin  dalam jamur
tertentu dan sebagai kandungan kayu pada
Cupressaceae.
Seskuiterpen
Isoprenoid C15
Titik didih >200 oC

Berdasarkan kerangka karbonnya:
Asiklik misalnya farnesol
Monosiklik misalnya bisabolena
Bisiklik misalnya -selinena, karotol
Seskuiterpen
 Turunan seskuiterpenoid:
 Asam absisat
 Suatu asam seskuiterpena
karboksilat yang strukturnya
berkaitan dengan struktur karotenoid
violasantin.
 Dikenal sebagai hormon utama yang
mengendalikan dormansi pada
biji tumbuhan terna dan pada
kuncup tumbuhan berkayu.
 Xantinin
 Peranan xantinin dalam Xanthium
pennsylvanicum sebagai antagonis
auksin dalam fisiologi tumbuhan.
 Rasanya pahit atau pedas dan
kemampuan sebagai alergen.
METODE PEMISAHAN
Mono-Seskuiterpenoid
 Isolasi minyak atsiri dari jaringan
tumbuhan :
 Cara klasik : penyulingan uap.
 Mono dan seskuiterpena : ekstraksi
memakai eter, eter minyak bumi atau
aseton.
 Pemisahan terpena :
 Kromatografi gas cair (KGC)
 Untuk mengidentifikasi terpena atsiri,
dapat digabung dengan KLT atau MS
Kromatografi lapis tipis (KLT)
Fase diam : silika gel
Fase gerak : benzena, kloroform, benzena-
kloroform (1:1), dan benzena-etil asetat
(19:1).
Terpena yang mengandung oksigen (karvon)
lapisan silika gel jangan diaktifkan dulu
sebelum dipakai karena air yang ada
membantu pemisahan.

Myristica fragrans
Deteksi Monoterpen pada KLT
Tanggapan terhadap uji*
Terpena
UV Brom 2,4-DNP H2SO4 pekat
Limonena - + - Coklat
-Pinena - + - Coklat

Pulegon + + + Kuning

Geraniol - + - Lembayung

Karvon + + + Merah jambu

P-Simena + - - -

-Terpineol - + - Hijau
1,8-Sineol - - - hijau
*Keterangan : UV: periksa dengan sinar UV pendek; brom: semprot dengan larutan fluoresein
0,05% dalam air, pelat diuapi brom, bercak kuning pada latar belakang merah; 2,4-DNP:
semprot dengan larutan 2,4-DNP 0,4 g dalam 100 ml HCl 2 M, bercak kuning pada latar
belakang putih; H2SO4 pekat: semprot dengan H2SO4 pekat dan panaskan pelat pada 100 oC
selama 10 menit.
 Tropolon:
 Dipisahkan dengan kromatografi kertas atau KLT
pada pelat selulosa.
 Kertas dijenuhkan dengan asam fosfat dan
pengembang yang digunakan iso-oktana – toluena.
 Kertas dijenuhkan dengan etilenadiamina tetra asetat
dan pengembang eter minyak bumi.
 Pendeteksi: larutan FeCl3 1%.
 Iridoid:
 Dalam tumbuhan terikat kepada gula sebagai
glikosida
 Analisis dengan KKt dan uji warna.
• Seskuiterpen Lakton
ekstrak yang diperoleh dikeringkan, diuapkan,
dianalisis KLT dan RMI
Untuk memantau kemurnianya digunakan
KCKT dan KLT
lakton diidentifikasi dengan menggunakan
titik leleh, putaran optik, RMI, dan spektrum
warna
• Asam Absisat
Ekstrak diasamkan dan diekstraksi dengan eter,
sisa di kromatografidan dielusi dengan metanol.
Identifikasi paling sederhana dengan KGC
Terdahulu dengan spektropolarimetri sekarang
dengan KCKT.
 Terpena alkohol baik dipisahkan memakai pelat
yang direndam dengan farafin, dengan
pengembang metanol 70%.
 Dapat juga digunakan fase diamnya silika gel-
AgNO3 dengan pengembang metilen klorida-
kloroform-etil asetat-n-propanol (45:45:4,5:4,5)
 Pendeteksi:
 Larutan KMnO4 0,2% dalam air
 Antimon klorida dalam kloroform
 H2SO4 pekat
 Vanilin- H2SO4 (dibuat segar dengan
menambahkan 8 ml etanol, sambil didinginkan,
ke dalam 0,5 g vanilin dalam 2 ml H2SO4 pekat.
Setelah disemprot, pelat dipanaskan pada 100 –
105 oC.
 Uap brom untuk terpena yang ada ikatan
rangkapnya.
 2,4-dinitro-fenilhidrazin untuk terpena yang
mempunyai gugus keton.
2. ALKOHOL
Golongan Alkohol yang OH

terdapat pada minyak
atsiri
1. Asiklik alkohol :
Geraniol
geraniol, linalool,
sitronelol.

2. Terpena alkohol :
Borneol
Mentol, borneol.

3. Seskuiterpena
alkohol :
2.1 Cardamomum (Kapulaga)

Tanaman Asal : Elettaria cardamomum (Linne)
Suku : Zingiberaceae
Simplisia : Biji masak yang telah dikeringkan.
Buah dikumpulkan Bln Okt.-Desember. Dikeringan.
Penyebaran : Ditanam di Guatemala, New Zeylan,
sepanjang pantai Malabar.

Kandungan kimia biji : - m. atsiri
- m. lemak
- amilum

Minyak disuling dari biji mengandung :
- terpena alkohol : borneol
- terpena
- limonen

Kegunaan : - Penambah rasa
- Karminativum
- Perangsang karena bau harum
- Bumbu
2.2 Coriandri Fructus (ketumbar)
T.A. : Coriadrum sativum
Suku : Umbelliferae

Simplisia : Buah masak kering
Dari 100 g simpisia :
mengandung tidak kurang dari
0,25 ml minyak Coriander

Kandungan kimia :
- m. atsiri
- tanin
- m.lemak
- Ca Oksalat

Kegunaan :
- Karminativum
- Penambah rasa makanan
Oleum Coriandri (Minyak Coriander)

• Minyak coriander merupakan hasil destilasi
uap buah yang masak kering.
• Minyak tidak berwarna, bau dan rasa khas.

• Kegunaan : - karminativum
- penambah rasa
- pengharum
2.3 Santali Lignum (Kayu cendana)
T.A. : Santalum album Linne
Suku : Santalaceae

Tanaman : Berupa pohon berasal
dari India, tinggi sampai 10 m,
daun selalu hijau.

Simplisia : Santali Lignum berupa
kayu yang dipanen dari pohon
yang berumur 20 sampai 40
tahun.

Penyebaran :
banyak diperkebunkan di Asia
Tenggara, umumnya berasal
dari India , kemudian dieksport
melalui Bombay ke Cina, Eropa
dan Amerika. Kegunaan :
Kandungan kimia : - Pengharum
m. atsiri 1,5 – 6 % - Penambah rasa makanan
Oleum Santali (Minyak Cendana)
Nama asing : Santali Oil
Sandelwood Oil

Minyak cendana :
Merupakan hasil destilasi kayu, batang kecil dan ranting kering.
Minyak berwarna kuning pucat, bau dan rasa khas aromatik

Kandungan kimia minyak :
- seskuiterpen alkohol  santalol : α –santalol
β- santalol
- ester
- keton
- alkohol lainnya dan aldehida

Kegunaan : - karminativum
- penambah rasa
- pengharum
2.4. Daun Permen (Peppermint )

T.A. : Mentha piperita Linn
Suku : Labiatae

Simplisia : Daun kering
 Menthae piperitae Folium

Penyebaran : Berasal dari Eropa,
ditanam di Asia Bag. Utara &
Canada di A.S. seluruhnya
diambil dari Mentha piperita,
Di Jepang dari Mentha Arvensis
var. piperascencs.

Kandungan kimia : - m. atsiri
- tanin
- resin
Oleum menthae piperitae (minyak permen)
Nama asing : Peppermint Oil

Minyak permen diperoleh dari destilasi air pucuk berbunga yang masih
segar.
Pemerian : Berupa cairan tak berwarna  kuning muda
Bau aromatik , Rasa pedas, kemudian dingin.

Kandungan kimia : 70-80% mentol bebas.
5-28 % dalam bentuk ester

Minyak permen Jepang : Kadar mentol lebih besar, rasa kurang enak.
Karena kadar mentol lebih besar, karena itu digunakan sebagai
sumber mentol

Kegunaan : karminativum
stimulan
penambah rasa dan bau

Pemalsuan : Dengan alkohol dan gliseril asetat, dapat dilihat dari angka
ester, bila lebih besar dari aslinya  palsu
Preparat :
• Mentol = 3p-Mentanol : adalah suatu gol. alkohol yang
diperoleh dari Oleum menthae piperitae atau diperoleh secara
sintetis.
• Mentol biasanya dibuat dari M. permen Jepang .

• Mentol dapat berupa l-mentol yang dibuat secara alami atau
bentuk (dl-mentol) dibuat secara sintetik dengan refrigerasi
(-22o C ) mentol akan mengkristal, kemudian bagian yang cair
dituangkan .
Mentol kristal dipres diantara kertas saring, kemudian
direkristalisasi sampai diperoleh kristal murni.

• Mentol rasemik dapat diperoleh secara sintetis dengan
hidrogenisasi timol.

• Penggunaan : Mentol digunakan sebagai antiseptik untuk kulit
Secara internal mempunyai efek stimulan.
2.5. Rosae Flos (Bunga Mawar)
T.A. : Rosa gallica Linn.
Suku : Rosaceae

Simplisia : Rosae Flos
Bunga dikumpulkan bulan Mei, Juni
dan Desember

Dalam perdagangan : R. Damascena Miller
R. alba Linne
R. centifolia Linne

Penyebaran : Kebanyakan dihasilkan dari
Bulgaria, Perancis Selatan, Turki &
Maroko

Oleum Rosae yang paling tinggi
mutunya berasal dari R. Damascena
yang berasal dari Eropa & Bulgaria
Oleum Rosae
Oleum Rosae diperoleh dari destilasi air pucuk berbunga yang segar.
Minyak terdapat pada bagian atas destilat dan dipisahkan.
Air yang tinggal  air mawar disuling kembali.
Dari ± 3 ton petalumnya dihasilkan 1 kg Minyak Mawar

Pemerian : Berupa cairan tak berwarna/kuning
Rasa dan bau spesifik
Pada suhu kamar (25oC) cairan kental
Dengan pendinginan yang teratur  Kristal bening

Kandungan kimia :
- steareoptena, tidak berwarna (15-20 %), pada suhu kamar padat.
- geraniol dan sitronelol (seskuiterpena alkohol)
- Nerol 5-10 %  menentukan bau dari minyak mawar
- l-linalool, eugenol,

Kegunaan :
- sebagai zat pengharum,
- merupakan bahan penting untuk parfum.
Preparat
 Stronger Rose Water = Aqua Rosae Fortior (USP)
merupakan larutan jenuh zat pengharum dari bunga Rosae centifolia
Linneyang dibuat dengan cara destilasi air bunga segar;
Bagian minyak atsiri dipisahkan dari bagian airnya.
Agar baunya awet disimpan dalam wadah kedap udara.

 Air mawar yang diperoleh merupakan hasil sampingan dari Oleum
Rosae sebagai hasil utama.

 Air Mawar (Rose Water ) : diperoleh dengan mencampur Stronger
Rose Water dengan aqua murni volume sama.

 Air Mawar sisa destilasi tidak sama dengan Aq. Rosarum (NP V) 
Ol. Rosae yang dilarutkan dalam spiritus, diencer kan dengan air.
Pemalsuan :
 Penambahan geraniol /sitronelol sintesis
Perhatikan : B.J naik, T.B turun
 Penambahan pelarut2 organik spt Alkohol, parafin. Liq./Solid
atau setasium T.B. tinggi
 Dengan Ol. Geranii (dari Geranium & Pellargonium).
2.6. Orange Flower Oil ( Neroli Oil)
TA : Citrus aurantium Linne
(var. Vulgaris / Bigarade/ amara)
Suku : Rutaceae

Minyak diperoleh dengan destilasi bunga segar.

Bunga segar berwarna putih sedangkan bunga
yang dikeringkan berwarna kekuningan. Bau
berkurang dibandingkan dengan yang segar.

Kandungan kimia
Bunga segar : minyak atsiri 0,9-1 %
Minyak : Campuran terpena spt :
l-pinena kamfena
dipentena limonena
Terpena alkohol dan asetatnya :
l-linalool d-terpineol
geraniol nerol
2.7 Juniper Oil
T.A. : Juniperus communis Linne
Suku : Pinaceae
Tanaman : Berupa pohon kecil yang selalu
menghijau, duduk daun melingkar, buah bulat.

Simplisia : Juniperi Fructus

Minyak Diperoleh dengan cara destilasi uap buah
masak kering Juniperus communis Linne.

Penyebaran : Tanaman berasal dari Amerika Utara,
Eropa dan Asia. Kemudian etrsebar ke Italia
Hongaria, Jerman Timur.
Dalam perdagangan kebanyakan berasal dari Itali

Kandungan kimia :
Buah : 0,5-1,5 % minyak atsiri, resin 10 %,
dekstrosa 10-30 %, zat warna kuning.
Pemerian
• Minyak Hampir tidak berwarna
• Berupa cairan yang mempunyai rasa dan
bau khas buah Juniper.

• Kandungan Kimia :
terpineol, pinena,
Kadinena dan kamfor juniper.

• Kegunaan : diuretika
emmenagogue
antiseptik sal.urin
2.7 Savin Oil
T.A. : Juniperus sabina Linne.
Suku : Pinaceae
Nama asing : Savin/ Sabina

Simplisia : Cabang dan ranting tanaman
Minyak : diperoleh dari hasil destilasi uap dari
cabang dan ranting tanaman.

Kandungan kimia :
Savin mengandung 4-6 % minyak atsiri
Minyak mengandung : alkohol sabinol, pinena,
cadinena, dan lain-lain gol. aldehid.
Juga mgd resin dan sedikit tanin.

Kegunaan : Reumatik (topikal)
Stimulan uterus : Sabinol  oksitoksik
Emmenagogue ( dekokta dari daun)
Abortivum (dekokta dari kulit batang)
DITERPENOID
 Kimia dan penyebaran
 Berupa isoprenoid C20
 Fitol satu-satunya diterpena yang tersebar semesta, yang
terdapat sebagai bentuk ester dalam molekul klorofil -asiklik
 Tiga kelas diterpenoid :
 Diterpena damar
 Asam abietat (gimnospermae, Pinus) dan asam hardwikat
 Fungsi: pelindung sebagai eksudat dari kayu pohon atau getah tumbuhan
herba.
 Diterpena racun ialah grayanatoksin
 Cth. Grayanatoksin-1 (daun Rhododendron dan Kalmia)- senyawa racun
fitol, asam abietat, asam agatat, asam hardwikat, asam giberelat
 Giberelin : hormon yang merangsang pertumbuhan.
 Giberelin yang terkenal : asam giberelat.
 Pemisahan : KGC-SM.
Diterpen dan Gibrelin
 Cara analisis :
 Diterpena
 Pemisahan dengan KLT dan KGC
 Identifikasi IR dsn MS
 KLT :
 Fitol (RF 35), isofitol (RF 50), geranil-linalool (RF
44), fitil-asetat (RF 66).
 Fase diam : silika gel
 Fase gerak: n-heksana – etil asetat (17:3).
Waktu Retensi Nisbi Diterpenoid
dengan KGC

Diterpena RRt*
Rimuena 16,0
Kupresena 17,8
Isofilokladena 20,9
Isokaurena 23,0
Filokladena 25,0
kaurena 26,3
*SE301 pada kolom embacel pada kolom 350 cm x 4 mm, suhu 160oC.
Giberelin
 Giberelin
 Hormon tumbuhan.
 62 giberelin yang sudah diketahui.
 Pemisahan :
 KLT :
 Fase diam : silika gel G
 Fase gerak : benzena – butanol – asam asetat (70:25:5),
BAW (50:19:31, lapisan atas).
 Deteksi: larutan H2SO4 – air (7:3), lalu panaskan 120oC, sinar
UV tampak bercak berfluoresensi hijau kuning.
 KGC :
 Giberelin diubah dulu menjadi ester metil atau eter trimetilsilil.
 Kolom SE-30 5%, SE-52 5% dan OV-22 5%, memakai
Chromosorb W.
 KGC-MS dan KCKT.
Triterpenoid dan Steroid
 Triterpenoid adl senyawa yang kerangka
karbonnya berasal dari enam satuan
isoprena dan secara biosintesis diturunkan
dari hidrokarbon C30 asiklik (skualena).
 Struktur siklik, berupa alkohol, aldehida,
atau asam karboksilat.
 Senyawa takberwarna, berbentuk kristal,
titik leleh tinggi dan aktif optik.
 Uji dengan reaksi Lieberman-Burchard
(anhidrida asetat-H2SO4 pekat)  hijau-
biru.
Triterpenoid dan steroid
 Triterpenoid dipilah menjadi empat golongan:
 Triterpena sebenarnya
 Steroid
 Saponin
 Glikosida jantung
 Contoh senyawa triterpena:
 Triterpena pentasiklik -amirin dan -amirin, serta
turunannya yaitu asam ursolat dan asam oleanolat.
 Terdapat dapam lapisan malam daun dan dalam
buah (apel), damar, kulit batang dan getah.
 Berfungsi sebagai pelindung untuk menolak
serangga dan serangan mikroba.
Triterpen dan Steroid
 Triterpena :
 Limonin :
 Senyawa pahit yang larut dalam lemak. Terdapat dalam buah
jeruk, Citrus.
 Deret triterpena pentasiklik yang dikenal sebagai limonoid
dan kuasinoid.
 Terdapat dalam Rutaceae, Meliaceae dan Simaroubaceae.

 Kukurbitasin :
 Terdapat dalam Cucurbitaceae, dan Cruciferae.
 Sterol:
Dahulu senyawa satwa-”fitosterol” (sitosterol, stigmasterol,
kampesterol)
 Saponin: 90 suku tanaman-seperti sabun,
 Glikosida jantung: (kardinoleda): Digitalis, Nerium, Asclepias.
Pemisahan Triterpenoid dan Steroid
Cara analisis Umum :
 Pemisahan dengan KLT dan KGC.
 Identitas dengan menentukan titik leleh, putaran optik,
KGC-SM, spektrum inframerah, dan RMI.
 Skrining triterpenoid dengan pereaksi Carr-Price
(larutan antimon klorida 20% dalam kloroform) dengan
pemanasan 10 menit pada 100oC, menghasilkan
berbagai warna.
 Pereaksi Lieberman-Burchard { H2SO4 + anh. Asetat +
CHCl3 (1:20:50)} dengan pemanasan 15 menit pada 85
- 95oC, menghasilkan berbagai warna.
Triterpen
 Simplisia diekstraksi dengan eter, kemudian ampasnya
diekstraksi dengan metanol panas.
 KLT
Pemisahan Terpenoid dan Steroid
 KGC :
 Fase cair : SE – 30, OV – 1 (polimer metilsiloksan), QF – 1
dan DEGS (dietilena glikol suksinat).
 Penyangga : Chromosorb W
 Suhu nisbi tinggi : 220 – 250oC
 Laju aliran gas : 50 – 100 mL/menit.

 Steroid
 KLT :
 Fase diam : silika gel yang dibacem dengan lar. AgNO3
 Fase gerak : kloroform
 Pendeteksi : H2SO4 – air (1:1)
 KGC :
 Fase cair : SE – 30
 Penyangga : Chromosorb P
 Suhu nisbi tinggi : 240 – 255oC
 Laju aliran gas : 50 – 100 mL/menit.
• Fitosterol
cara KLT dan KGC
serupa dengan cara terpenoid

Mis. Sitosterol, kolesterol, dan stigmasterol tidak
mudah dipisahkan secara bersama, tetapi
dengan kromatografi akan terpisah
 Saponin dan Sapogenin
 Dengan pengocokan ekstrak alkohol – air akan timbul
busa stabil
 Berdasarkan kemampuannya menghemolisis sel darah.
 KLT :
 Fase diam : silika gel
 Fase gerak : aseton – heksana (4:1), kloroform –
karbon tetraklorida – aseton (2:2:1)
 Pendeteksi : antimon klorida dalam HCl pekat dan
dipanaskan pada 110oC selama 10 menit, diperoleh
bercak merah jambu sampai ungu.

 Glikosida jantung
 KLT :
 Fase diam : silika gel
 Fase gerak : etil asetat – piridina – air (5:1:4)
 Pendeteksi : antimon klorida.
Karotenoid
 Karotenoid adalah senyawa yang kerangka
karbonnya berasal dari delapan satuan isoprena
 Merupakan golongan pigmen yang larut lemak.
 Fungsi dalam tumbuhan adalah sebagai pigmen
pembantu dalam fotosintesis dan sebagai
pewarna dalam bunga dan buah.
 Contohnya :  - karotena,  - karotena,  -
karotena,  - karotena.
 Mis. Likopen-tomat, Capsicum
Karotenoid
 Cara analisis :
 Ekstraksi dan pemurnian
 Tahap pertama tumbuhan segar diekstraksi dengan metanol
atau aseton, kemudian disaring.
 Tahap kedua karotenoid diekstraksi dengan eter, kemudian
ekstrak diuapkan.
 Kromatografi kolom
 Fase diam : sukrosa
 Fase gerak : n-propanol 0,5% dalam eter minyak bumi.
 Pendeteksi : sinar UV 254 dan UV 366
 Daerah pigmen diperoleh kembali dengan:
 Mengeluarkan penjerap dari kolom, lalu dipotong-potong dan
potongan dielusi.
 Dengan mengelusi pigmen dari kolom secara berturutan.
POST TEST
• Sebutkan 3 perbedaan monoterpen dan
seskuiterpen?
• Sebutkan 3 manfaat dari diterpenoid?
• Jelaskan yang dimaksud dengan karotenoid?
Dan berikan contoh tanamanya?
• Sebutkan 4 golongan triterpenoid?
Biosintesis Terpenoid
Biosintesis Isopenteniol Difosfat (IPP)
Biosintesis Terpenoid (lanjutan)
Biosintesis
Terpenoid
Abbreviations:
IPP: isopentenyl
diphosphate;
GPP: geranyl
diphosphate; FPP:
farnesyl
diphosphate;
GGPP:
geranylgeranyl
diphosphate;
HMG-COA : 3-
hydroxy-
3-methylglutaryl
coenzyme A;
HMGR: HMG-COA
reductase
Distribusi
Terpenoid