BAB IV Persistensi gigi terjadi akibat gigi sulung yang belum tanggal pada

PEMBAHASAN waktunya, sehingga gigi tetap yang akan bererupsi mulai muncul keluar
kemudian gigi permanen ini akan mencari arah. Hal itu disebabkan benih
Perkembangan orofacial dimulai dari perkembangan wajah, gigi permanen tidak terletak persis dibawah gigi susu yang digantikannya
perkembangan labium oris superius, perkembangan palatum, perkembangan melainkan terletak didepan atau dibelakang gigi susu sehingga biasa timbul
dan erupsi gigi geligi, cartilago rangka wajah, lingua dan pipi (Dixon, variasi seperti ini. Perawatan yang dilakukan adalah dengan melakukan
1993). pencabutan pada gigi susu.
Organ pembentuk benih gigi terdiri dari organ enamel yang 1. Nervus Facialis (N. Cranialis VII)
berkembang seperti tombol, tumbuh di atas lamina gigi, dan berasal dari Saraf ini melekat ke batang otak pada ujung atas medulla
epitel. Dental papilla atau organ dentin, yang berkembang dari dasar dalam hubungan yang erat terhadap tepi bawah pons melalui redix
jaringan mesenkim yang berasal dari mesenkim dan akan membentuk sensori dan motoriknya. Kedua radix ini melintasi subarachnoidea di
dentin dan tinggal di sekitar ruang sentral dari dentin sebagai pulpa. atas n. Vestibulococlearis (n. Cranialis VIII) dan masuk ke meatus
Kantung gigi (organ periodontal), yang juga berkembang dari dasar jaringan acusticus internus. Di dalam meatus, kedua radix saraf bergabung dan
mesenkim dan akan membentuk struktur penyanggah gigi, sementum, pada bagiam dasar meatus, n facialis akan masuk ke canalis facialis
tulang alveolar dan selaput periodontal (Harshanur, 1991). dan berputar di sekitar os. Temporale, keluar dari foramen
Siklus kehidupan gigi dimulai dari tahap pertumbuhan, erupsi stylomastoideum pada basis cranii (Dixon, 1993).
Tepat di luar foramen stylomastoideum, n. facialis
intraoseus sampai tahap erupsi (Purba, 2004).
mengeluarkan 3 cabang motorik (Dixon, 1993):
Erupsi gigi adalah proses yang bervariasi pada setiap anak. Variasi
1) N. auricularis ke m. auricularis posterior dan m. occipitalis
ini masih dianggap sebagai suatu keadaan yang normal jika lamanya
kulit kepala.
perbedaan waktu erupsi gigi masih berkisar antara 2 tahun. Variasi dalam
2) Saraf ke venter posterior mm. digastrici.
erupsi gigi dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lokal (Harshanur,
3) Saraf ke m. stylomastoideum
1991).Faktor-faktor kegagalan erupsi dapat berasal dari gigi yang mencakup
N. facialis kemudian menembus selubung fascia dari glandula
kelainan dalam perkembangan benih gigi, kegagalan dalam pergerakan
parotidea dan masuk ke subtansu glandula, terbagi menjadi dua cabang
praerupsi dan prafungsional, dan letak benih yang abnormal. Sedangkan
yang besar. Dari cabang superior dikeluarkan rami temporales,
yang berasal dari sekitar gigi terdiri dari tulang yang tebal dan padat, tempat
zygomatici dan bucales; cabang inferior dikeluarkan n. bucalis
untuk gigi tersebut kurang, posisi gigi tetangga menghalangi erupsi gigi
inferior, ramus marginalis mendibulae dan colli. Cabang terminal
tersebut, dan adanya gigi susu yang persistensi (Purba, 2004).

embryonicum. dikenal sebagai celah wajah. 1993). processus mandibula dan maxilla pada bagian samping (Dixon. frontalis. terisi oleh processus yang kecepatan proses pertumbuhannya tidak sama. 5) Ramus colli mempersarafi m. Sel-sel crista pembentukan labium oris ini. Batas-batas processus facialis 4) Ramus marginalis mandibulae mempersarafi otot labium oris dipisahkan oleh sulcus-sulcus atau lipatan yang terletak diantaranya. auricularis anterior dan akan terpisah menjadi dua bagian.1. 1993). sedangkan perluasan posterior akan ikut membentuk mesoderma dari arcus 2) Rami zygomatici mempersarafi serabut luar orbicularis oculi. cavum oris primitivum (stomatodeum) akan berkembang neuralis. otot labium oris proliferasi mesoderma embryonicum yang berkesinambungan. ramus marginalis mandibulae. Pembesaran processus facialis embryonicum merupakan akibat 3) Rami buccales mempersarafi m. dan membentuk mesoderma embryonicum dari processus frontonasalis. mesoderma embryonicum (Dixon. 1) Rami temporales mempersarafi m. bagian atas orbicularis oculi. Pada saat bersamaan. menyebar memlalui neuralis akan bermigrasi dari posisi semula di bagian samping tubus wajah. Sulcus inferior dan mentalis. akan 2. Aliran sel-sel ke anterior akan masuk superior.2 Perkembangan Labium Oris Superius Processus mandibula dengan cepat akan meluas ke medial untuk Perkembangan labium oris superius pada manusia sampai sekarang membentuk rahang bawah primitif dan memisahkan stomatodeum dari ini masih belum diketahui dengan jelas dan bahkan ada dua pendapat yang pericardium. Salah satu pendapat tersebut diformulasi . bila sudah mencapai regio mata yang sedang berkembang. terjadi pembentukan tulang-tulang. dimana akan superius. 2. corrugator supercilli.1. 1993). membentuk plexus saraf dengan saraf yang lain dan dengan neuralis dan membentuk lembaran sel jauh di dalam ectoderma ujung terminal n. 1993). platysma pada leher dan menyebabkan terbentuknya wajah khas seperti yang biasa kita temukan mengeluarkan ramus communicans untuk bergabung dengan pada bayi (Dixon. m. beberapa keabnormalan pada tahap migrasi atau penggabungan sebagai suatu celah kecil yang dikelilingi oleh capsula otak di bagian atas. Celah Setelah ujung caput embrio membengkok di sekitar ujung anterior merupakan akibat terganggunya salah satu atau beberapa tahap notochorda dan mencapai panjang rata-rata 3mm (sekitar hari ke-25 setelah penggabungan processus. pharyngeus. capsula otak akan terpisah dari cavum saling berlawanan tentang apa peranan mesoderma maxillaris pada oris primitivum melalui pembentukan processus frontonasalis. buccinator. pericardium di bagian bawah. dimana melibatkan penggabungan Perkembangan Regio Orofacial atau penutupan selubung ectoderma yang berkontak dengannya. Kegagalan processus facialis untuk tumbuh dengan akurat dan untuk saling bergabung satu terhadap yang lain. termasuk induksi normal oleh sel-sel crista pembuahan). terlihat pada tepi anterior glandula parotidea.1 Perkembangan Wajah menimbulkan cacat perkembangan. trigeminus (Dixon. risorius dan otot hidung.

Cavum nasi dikelilingi di bagian bawah oleh perluasan ke posterior dari cavum nasi bergeser ke belakang. dua tahapan: Perluasan mesoderma embyonicum dari setiap sisi akan bertemu di garis a. dan cavum oris definitif yang terletak di bawah stomatodeum. mempunyai persarafan sensorik dari cabang-cabang n. bersama-sama dengan pakar embriologi tumbuh ke arah dalam dan ke bawah sebagai processus palatinus atau lereng lainnya pada abad tersebut. Dengan terjadinya perubahan orientasi dari 2. menganggap bahwa bagian sentral labium oris. ethmoidalis dan n. Pendapat lain yag sudah diterima segitiga yang meluas ke belakang sebagai palatum primer. 1993). berasal dari processus (Dixon. opthalmicus cabang kadang disebut sebagai segmen intermaxillaris. Septum nasi primer berasal dari processus frontonasalis. Pada sekitar kalangan luas tentang perkembangan labium oris manusia adalah minggu perkembanga keenam. dua perluasan processus maxillaris akan berdasarkan konsep klasik His. palatum primer median dan kemudian mulai meluas ke bawah sebagai processus septal. ikut membentuk regio n. 1993). Jadi melalui cara inilah akan terbentuk cavum nasi palatum. pertama palatum primer dan Bagian-bagian wajah yang terbentuk dari processus frontonasalis kedua palatum sekunder. 1993). Walaupun demikian mesenchyma maxillaris juga meluas ke medial Baik septum nasi maupun palatum tampaknya berkembang dalam di balik otak sedang berkembangan pada atap cavum oris primitivum. trigeminus (n. Sedangkan bagian philtrum dari labium oris superium. celah nasalis akan meluas ke belakang bagian: cavum nasi kiri dan kanan diatas palatum sedang berkembang pada dan membentuk orifisium posterior sekunder yang mengarah ke kedua sisi septum nasi. frontonasalis (Dixon. cavum oris primitivum akan terbagai menjadi tiga Pada tahap perkembangan ini. Processus septal ikut membentuk sebagian besar septum nasi jaringan processus maxillaris yang terletak di belakang processus definitif (Dixon. frontonasalis sedangkan bagian lateral berasal dari processus maxillaris Pada minggu kedelapan. 1993). akan bergabung tepat di bawah ujung bebas septum nasi. Bagian septum nasi lainnya dan palatum sekundder terbentuk dari frontonasalis.1. Pembentukan palatum ini biasanya mengakibatkan orifisium primitivum. 1993). yang nantinya akan terletak pada kedua sisi lingua yang sedang berkembang termasuk daerah cekungan yang disebut philtrum. terbentuk dari perluasan ke belakang processus frontonasalis berhubungan di bagian depan dengan septum nasi primer dari processus b. pharynx (nasopharynx) (Dixon. 1993). segmen premaxillaris yang yang terbentuk dari processus maxillaris mempunyai persarafan sensorik . saling berkontak satu sama lain. sehingga orifisium ini tidak mesial dari processus maxillaris dan juga oleh mesoderma frontonasalis lagi membuka ke cavum oris tetapi malahan membuka ke bagian atas (Dixon. processus palatinus akan menjadi (Dixon. horizontal.3 Perkembangan Palatum processus palatinus. Bagian bawah processus frontonasalis kadang. Palatum terbentuk dalam dua bagian.berdasarkan hasil penelitian klasik dari Frazer yaitu labium oris terbentuk mengandung empat gigi incisivus dan sebuah processus kecil berbentuk seluruhnya dari processus maxillaris. nasalis externa).

Di dalam kedua bagian Saraf yang keluar dari arcus secundus (n. Pada sulcus antara lingua dan processus mandibularis bagian luar cartilago Meckel. a. n. persarafan sensorik bagi serabut-serabut indra pengecap pada pars anterior 1993). dan pada saat ini lingua sudah mengisi sebagian bagian luar cartilago capsula nasalis dan mandibula berkembang pada besar cavum oris.5 Lingua Menurut Dixon (1993).1. infraorbitalis) (Dixon. Di bagian belakangnya hypobranchialis ini nantinya akan membentuk epiglotis.4 Cartilago Rangka Wajah mulut. Pars poterior (pharyngeus) tertius berasal terutama dari arcus Cartilago Meckel terbentuk di dalam arcus mandibularis dan meluas dari pharyngeus tertius dan akan tumbuh ke depan. Ketiga tonjolan ini terdiri dari tonjolan lingual lateral dan struktur garis median di dasar 2. trigeminus (n. berkembang akan membentuk rangka skeletal bagian luar dari cavum nasi. concha nasalis inferior yang sedang berkembang. n. 1993).1. facialis) ikut memberi septum nasi. 1993). terletak di dlam Sebelum pembentukan tulang dan juga selama tahap awal sulcus diantara arcus mandibularis dan arcus hyoideus pembentukan tulang. Vomer akan terbentuk dalam hubungannya akan terbentuk glandula sublingualis dan submandibularis yang merupakan dengan tepi bawah cartilago septal (Dixon. 2. glossopharyngeus – saraf dari arcus pharyngeus primus dan tertius (Dixon. ujung bebas bagian bawahnya akan membelok ke dalam sebagai suatu 1993). Daerah ini disebut juga sebagai copula Cartilago capsula nasalis terbentuk pada jaringan processus maxillaris dan atau aminentia hypobranchialis. Di dalam bagian cavum nasi Perbedaan daerah origo dari bagian-bagian lingua ini menyebabkan primer dan sekunder cartilago ini akan membentuk anyaman skeletal terjadinya perbedaan persarafan sensorik pada membrana mukosa dorsum primordial (Dixon. perluasan pertumbuhan ke bawah dari epitel yang menutupinya.6 Pipi . Bagian lateral capsula dari kedua sisi wajah yang sedang trigeminus. lingualis cabang n. 1993). Bagian belakang eminentia meluas ke depan menuju processus frontonasalis. yang sering disebut sebagai tuberculum impar. dua pertiga anterior lingua dipersarafi n. Otot-otot lingua mulai terbentuk diantara minggu perkembangan Pada tahap berikut akan terbentuk os maxilla dan premaxilla pada keenam dan kedelapan. nasalis. berasal dari tiga tonjolan mesoderma arcus nasopalatinus. mandibularis. berhubungan dengan cartilago dari basis cranii. yaitu: 2. lingua. belakang pars anterior lingua. processus ini akan membentuk cartilago septi nasi (Dixon. b. Ke atas arcus pharyngeus basis cranii sedang berkembang pada regio capsula optica ke garis median secundus (hyoideus) pada dasar mulut untuk bergabung dengan ujung bakal regio dagu. terletak tepat di dalam cavum oris. 1993). palatinus dan n.1. dan bergabung dengan cartilago dari sisi berlawanan. Pars anterior lingua (oral). lingua terbentuk dalam dua bagian. rangka wajah umumnya terbentuk dari cartilago. lingua.berupa cabang-cabang n. Glandula diperkirakan berasal dari jaringan endoderma embryonicum (Dixon. sedangkan sepertiga posterior lingua dipersarafi oleh n. maxillaris cabang n.

Batas luar dari kantung tersebut yang terletak pada kedua sisi wajah terletak pada epithelium cavum oris. meluas dari processus maxillaris ke processus mandibularis dan mengelilingi permukaan dalam pipi. terletak tidak terlalu jauh antara processus maxillaris di bagian atasnya dan processus mandibularis di bagian bawahnya. Pada kedua sisi cavum oris pada regio pipi terlihat adanya kantung kecil dari cavum oris yang meluas keluar. . Pipi terbentuk dari jaringan yang berasal baik dari processus mandibularis maupun processus maxillaris. 1993). Pada belakang regio vestibularis di kedua sisi cavum oris akan terbentuk glandula parotidea sebagai suatu proyeksi seperti gemma epitel cavum oris yang mengarah ke mesoderma di sekitarnya (Dixon. Baru kemudian. tinggi vertikal dari bagian cavum oris ini (vestibulum) akan makin meningkat.