JADWAL KEGIATANSTASEKKP DANPDAM

No Hari / Tanggal Topik Bimbingan Pembimbing
Melapor dan menyepakati waktu
Rabu,
1. bimbingan dan kunjungan Bpk. Angga Pangkarego
13 Juli 2016
lapangan di PDAM
Melapor dan menyepakati waktu
bimbingan dan kunjungan dr. Pingkan M. Pijoh
lapangan di KKP Laut Bitung
Tugas dan fungsi KKP
Pelayanan kesehatan pelabuhan
Bpk. Toni Rundengan,
Kamis, laut:
2. SKM
14 Juli 2016 Penyakit karantina
Buku Kesehatan (Healthbook)
Wabah
Pengelolaan, pengawasan, dan
pendistribusian air bersih di
Jumat, perkotaan
3. Bpk. AnggaPangkerego
15 Juli 2016 Syarat air bersih
Syarat air minum
Waterborne disease

14 Juli 2016 Jeniskegiatan : Bimbingan Pembicara : Bpk. Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW) dan Pengendalian risiko lingkungan (PRL) 2. PelabuhanLautBintauna  KKP Laut Bitung merupakan kantor kesehatan pelabuhan kelas III yang memiliki dua seksi : 1. Pelabuhan Laut Amurang 4. Toni Rundengan.KKP ( KantorKesehatanPelabuhan) LautKelas III Bitung Hari/tanggal : Kamis. KKP Udara (Manado)  Wilayah kerja KKP Laut Bitung meliputi: 1. KKP terdiri dari dua bagian: 1. Pelabuhan Laut Molibagu 7. KKP Laut (Bitung) 2. Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) . Pelabuhan Laut Kotabunan 5. PelabuhanLautSamudraBitung 8. SKM Ringkasan materi/bimbingan :  KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) merupakan unit pelaksanaan (vertikal) teknis pusat yang bertanggung jawab langsung dan dikelola oleh Menteri Kesehatan yang ditempatkan di daerah melalui direktorat jendral P2PL (Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan). Pelabuhan Laut Belang 2. MATERI BIMBINGAN (RINGKASAN) 1 . Pelabuhan Laut Labuan Uki 3. Pelabuhan Laut Kema 6.

 Pengendalian resiko lingkungan (PRL)terdiri dari: 1. kantin. pengendalian dampak kesehatan lingkungan. surveilans epidemilogi. pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali. tikus. kecoa. TBC iii. HIV AIDS b. Pengaturan tingkat kebisingan  Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW). Kesehatan matra. . seperti Malaria ii. Penyakit yang bersumber dari hewan. yang terdiri dari: 1. Ijin angkut orang sakit dan jenazah 5. pelayanan kesehatan. daerah industri sekitar pelabuhan) 3. Penyakit menular berdasarkan KepMenKes : i. Pelayanan kesehatan (poliklinik) 2. penyakit potensial wabah. unsure biologi. haji dan K3 4. lalat. Pengendalian penyakit menular dan tidak menular a. Imunisasi internasional 3. Pengendalian vektor (nyamuk. Kanker ii. pelabuhan dan lintas batas darat negara. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah iv. Pengawasan air bersih di wilayah pelabuhan 4. kekarantinaan. Bioterorisme. dan lain-lain) di wilayah pelabuhan 2. Pengawasan higiene dan sanitasi (kapal. Penyakit tidak menular berdasarkan KepMenKes : i. Gangguan Kecelakaan dan Tindakan Kekerasan  Tugas pokok : Melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya penyakit. kimia dan penanganan radiasi di wilayah kerja bandara. Diabeter Mellitus dan Penyakit Metabolik lainnya iii. Penyakit Kronik dan Degeneratif Lainnya v.

Makanan. dan Bahan berbahaya) 6. Sertifikat sanitasi kapal PHIEC i. Surveilans epidemiologi tujuannya untuk pengendalian penyakit 7. Melaksanakan cegah tangkal melalui karantina kapal / dokumen kesehatan kapal yang diatur dalam (International health regulation (IHR 2005)) a. International Health Regulation 2005 (IHR) . Melaksanakan omkaba (Obat. UU No. Kapal di pasang bendera karantina dan bisa berlabu apabila sudah mendapat sertifikat bebas berlabuh (Free Pratique). Ril emergine disease c. Healthbook b.  Fungsi: 1. P3K dan alat kesehatan 2. pengujian air. UU No. Kosmetik. New emergine disease ii. yaitu : 1. Kapal luar negeri atau tersangka harus berada dalam zona karantina yaitu 2 mil dari dermaga.2 tahun 1960 tentangKarantinaPelabuhanUdara 3. International certification of vaccination  Undang-undangKarantinadiaturdalam tiga bagian. Melaksanakan pengendalian resiko lingkungan 5. Kesehatan haji 8.1 tahun 1960 tentangKarantinaPelabuhanLaut 2. Sertifikat vaksinasi. Melaksanakan pelayanan kesehatan terbatas 4. 3. Prinsip : Melakukancegah tangkal penyakit menular yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa atau wabah.

tembaga (Cu). AIR MANADO (PDAM) Hari/tanggal : Jumat. Paal 2. chlorida (Cl). Proses Air baku dipengaruhi iklim baik secara kualitas maupun kuantitas. Flokulasi 6. mangan (Mn). total solid. CO2agresif. Tawas 4. 15 Juli 2016 Alamat : Jl. 2. Koagulasi 5. 2.Menurut WHO pH normal adalah 6. YosSudarso. flourida (F). kalsium (Ca). besi (Fe). tidak berbau dan tidak berasa. PT.2. Sulawesi Utara Pembimbing : BapakAnggaPangkerego Ringkasanmateri/bimbingan :  Sistem Pengawasan dan Pengelolan Air Sistem pengawasan dilakukan oleh Departemen Kesehatan kota Manado. Bak Pra Sedimentasi 3. kesadahan. . Proses pengelolaan air terdiri dari: 1. zat organik.5-9. Kimia yaitu Air bersih tidak boleh mengandung bahan-bahan kimia dalam jumlah yang melampaui batas. Intake berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Fisik yaitu air bersih harus tidak berwarna. nitrit. Sedimentasi 7. Filtrasi 8. serta logam berat. Reservoir  Kualitas air harus memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan: 1. seng (Zn). Intake. Beberapa persyaratan kimia antara lain adalah : pH. Manado.

Persyaratan bakteriologis ini ditandai dengan bakteriologi untuk setiap 100 ml sampel air tidak ada bakteri patogen +10. Mikrobiologi/bakteriologi yaitu Air bersih tidak boleh mengandung kuman patogen dan parasitik yang mengganggu kesehatan. Paal 2B  Instalasi D’Gremot (Paal 2. Pancuran 9 (Winangun I. Tikala. Instalasi Lota (Malalayang. Malalayang II) 6. Winangun. Wenang) 3. Malalayang (Malalayang I. Batu Kota) 5. Teling) 4.  MemilikiInstalasiyang terdiridari : 1. Pineleng.3. Sea . Paal 2A  Konvensional (Bagian utara: Tuminting) 2. Winangun II.

Kantor KesehatanPelabuhanKelas III Bitung . LAMPIRAN KKP BITUNG Gambar 1.

Toni Rundengan. PT. AIR MANADO Gambar 3. FotobersamadenganBpk. SKM (PenanggungJawab KKP Kelas III Bitung PT. FotobersamadenganBpk.Gambar2. Air Kota Manado Gambar 4. AnggaPangkarego .

Tahappertamapengelolaan air bersihdimulaidaridaerahaliransungai (DAS) Tondano Gambar 6. Tahapkeduapengelolaan airbersihdimanaterdapatempatpompa .Gambar 5.

Gambar 7. Tahapke-enampengelolaan air bersih “pengadukanlambat (flokulasi)” .

Gambar 8. Tahapke-delapanpengelolaan air bersih “bakfiltrasi” . Tahapke-tujuhpengelolaan air bersih “baksedimentasi” Gambar 9.

Gambar 10. Tahap terakhir pengeloaan air bersih “reservoir” sebelum air bersih didistribusikan kemasyarakat .