BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Persalinan adalah serangkaian proses dimana jalan lahir disiapkan untuk

memungkinkan bayi bisa keluar dari rongga rahim ke dunia luar. Dalam

proses ini biasanya bisa terlaksana dengan persalinan pervaginam baik

secara spontan, instrumental, dan section caesarean ( Capogna, 2015).

Menurut Rohani (2011) persalinan merupakan proses pergerakan keluarnya

janin, plasenta, dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir karena

adanya kontraksi yang dapat mengakibatkan rasa nyeri. Nyeri persalinan

merupakan suatu kondisi fisiologis yang berasal dari kontraksi uterus dan

dilatasi serviks yang dapat memengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan dan

menimbulkan stres. Semakin bertambahnya kontraksi uterus yang ibu alami,

nyeri yang dirasakan pun akan bertambah kuat.

Klomp T, et al (2014) dalam penelitiannya yang berjudul “What do

midwives need to know about approaches of woman toward labour pain

management?” yang dilakukan wawancara mendalam kepada 15 responden,

dapat menyimpulkan bahwa ada 3 faktor yang memengaruhi tingkat nyeri

ibu bersalin, yakni persepsi persalinan, pengetahuan, dan penanganan nyeri

terencana. 10 dari 15 responden beranggapan bahwa persalinan merupakan

hal normal yang menyebabkan nyeri. Dengan dukungan dan manajemen

nyeri yang tepat oleh bidan, mereka tidak memerlukan lagi tindakan

1

yang berkembang ketika dilakukan bentuk sentuhan yang penuh perhatian dan empatik. Mengingat pentingnya manajemen nyeri pada ibu bersalin. Teknik ini menurut Forrel dalam Andarmoyo dan Suharti (2013) dianggap mampu “menutup gerbang” untuk menghambat perjalanan rangsang nyeri pada pusat yang lebih tinggi pada sistem saraf pusat. Selanjutnya. rangsangan taktil dan perasaan positif. maka tenaga kesehatan perlu mempelajari berbagai metode penurunan nyeri persalinan. Menurut Maryuani (2010) salah satu metode non farmakologi yang dapat diterapkan adalah masase. . Oleh sebab itu. meskipun tidak mengubah karakteristik dan lokasi. 2 farmakologis untuk megurangi nyeri persalinan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gallo S. et al (2013) menunjukkan bahwa masase atau pijat dapat mengurangi keparahan nyeri persalinan. Namun. penting bagi seorang penolong persalinan untuk melakukan pengontrolan nyeri persalinan secara non farmakologis yang tepat dan efektif agar ibu bisa merasakan kepuasan persalinan. pada kenyataannya sebagian besar rumah sakit dan tempat pelayanan persalinan banyak menggunakan metode relaksasi. bertindak memperkuat efek masase untuk mengendalikan nyeri. Penelitian ini dilakukan pada 46 ibu bersalin kala I fase aktif dengan pembukaan 4-5 cm dengan memberikan “lumbar massage” atau pijat lumbar oleh therapits pada kelompok intervensi. Salah satu teknik pijat yang efektif menghilangkan sakit punggung akibat persalinan menurut Danuatmaja dan Meilasari (2008) adalah pijat counterpressure.

Tujuan Penelitian A. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalahnya yaitu. “Apakah masase counterpressure efektif terhadap penurunan tingkat nyeri ibu bersalin ?” C. 7 ibu dengan persalinan sungsang. 67 ibu bersalin spontan dengan oksitosin drip. Sehingga. Tujuan Umum Mengetahui efektifitas masase counterpressure terhadap penurunan tingkat nyeri ibu bersalin. dan 65 ibu bersalin secara SC. manajemen nyeri yang dilakukan RSUD Jombang hanya berupa metode relaksasi sesuai Asuhan Persalinan Normal. . 3 Dalam hal ini perlu kiranya diteliti efektivitas masase counterpressure terhadap penurunan tingkat nyeri ibu bersalin. Dari total keseluruhan persalinan tersebut. Dengan rincian 27 ibu bersalin spontan normal. 1 ibu bersalin dengan vakum. berdasarkan fenomena diatas. B. penulis ingin melakukan penelitian “Efektifitas Masase Counterpressure terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Ibu Bersalin”. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD Jombang pada tanggal 03 Januari 2016 diperoleh data 167 ibu yang melakukan persalinan di RSUD Jombang pada bulan November tahun 2016.

Manfaat Institusi Pendidikan Berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai tambahan pengetahuan serta informasi dalam penerapan proses manajemen nyeri pada ibu bersalin. Manfaat Penelitian A. 4 B. Menganalisis efektifitas masase counterpressure terhadap penurunan tingkat nyeri ibu bersalin D. 3. Tujuan Khusus 1. Mengetahui tingkat nyeri ibu bersalin yang tidak mendapatkan masase counterpressure. Manfaat bagi RSUD Jombang Sebagai bahan informasi dan masukan bagi tenaga rumah sakit untuk memberikan masase counterpressure sehingga dapat memberikan pelayanan manajemen nyeri persalinan yang baik. 2. Mengetahui tingkat nyeri ibu bersalin yang mendapatkan masase counterpressure. B. .