BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Akuntansi dikelompokan dalam beberapa konsentrasi keilmuan, Baswir (1995)
mengelompokan akuntansi menjadi 3 bidang, yaitu : akuntansi perusahaan, akuntansi
nasional dan akuntansi pemerintahan. Sedangkan Kusnadi, dkk (1999) mengelompokan
akuntansi menjadi 11 bidang, yaitu : Akuntansi Keuangan, Pemeriksaan, Akuntansi Biaya,
Akuntansi Manajemen, Akuntansi Perpajakan, Sistem Akuntansi, Akuntansi Anggaran,
Akuntansi Internasional, Akuntansi Non Profit, Akuntansi Sosial, Instruksi Akuntansi.
Berapapun banyaknya pembagian konsentrasi akuntansi, sebenarnya hanya bermuara pada 2
kelompok akuntansi, yaitu akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan. Sebagian orang
mengelompokkannya sebagai akuntansi sektor publik, tetapi untuk konsistensi bahasa dalam
artikel ini penulis hanya akan menyebutnya dengan istilah akuntansi pemerintahan. Hawa
segar mulai muncul ketika akhirnya diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun
2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Berdasarkan hal-hal tersebut diatas,
tulisan ini mencoba membahas berbagai aspek yang berhubungan dengan akuntansi
pemerintahan.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasikan masalah-
masalah yang berkaitan dengan sistem pengendalian intern penggajian karyawan
adalah sebagai berikut :
a. Bagaimana sejarah akuntansi pemerintahan
b. Bagaimana ruang lingkup dan karakteristik akuntansi pemerintahan
c. Bagaimana menyelesaikan suatu kasus dalam sistem akutansi pemerintahan

1.3 Tujuan
a. Mengetahui pengertian Akuntansi Pemerintahan
b. Mengetahui ruang lingkup dan karakteristik Akutansi Pemerintahan
c. Mengetahui tujuan terhadap sistem akutansi pemerintahan
d. Mengetahui syarat-syarat akutansi pemerintahan
e. Mengetahui sistem akutansi pemerintahan di Indonesia

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Akuntansi Pemerintahan
Lembaga pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya memerlukan jasa
akuntansi, baik analisis maupun untuk meningkatkan mutu pengawasan, pendidikan, dan
pengelolaan keuangan untuk menghasilkan informasi yang akan digunakan. Akuntansi
demikian dikenal dengan akuntansi pemerintahan. Untuk dapat memahami pengertian yang
lebih jelas mengenai Akuntansi Pemerintahan, di sini penulis mengemukakan beberapa
definisi dari para ahli.
Adapun mengenai pengertian Akuntansi Pemerintahan menurut Revrisond Baswir
(1998,7) adalah sebagai berikut:
“Akuntansi Pemerintahan (termasuk di dalamnya akuntansi untuk lembaga-
lembaga yang tidak bertujuan mencari laba lainnya), adalah bidang akuntansi
yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga yang tidak
bertujuan mencari laba”.
Kemudian Indra Bastian (2001):6) menjelaskan tentang pengertian Akuntansi Sektor
Publik adalah sebagai berikut:
… mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan
dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen
di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, LSM dan yayasan sosial,
maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta.
Berdasarkan pengertian di atas Akuntansi Pemerintahan adalah akuntansi yang
digunakan dalam suatu organisasi pemerintahan / lembaga yang tidak bertujuan untuk
mencari laba, dan merupakan suatu bagian dari disiplin ilmu akuntansi sebagai yang utuh.

2.2 Ruang Lingkup dan Karakteristik Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi pemerintahan tidak hanya berisi tentang penjelasan mengenai persyaratan
yang diberikan pemerintah nasional tetapi diberikan juga oleh Perserikatan Bangsa-bangsa
(PBB). Menurut Muhammad Gade (2002, 13-14) persyaratan akuntansi pemerintahan yang
dibuat oleh PBB berdasarkan Departement of economic and Social Affairs, dari United
Nations, New York, yang termasuk di dalam A Manual Government Accounting dengan
rincian sebagai berikut:
a. Accounting system to be designed to comply with the constitutional, statuory and
other legal requirements of the country;

Accounting system must be maintened in a way that will facilitate audit by external review authorities. Accounting system must be developed in a manner that will permit effective adminstrative control of fund and operations. serta dapat menyediakan informasi-informasi yang diperlukan untuk pemeriksaan. d. . program management and internal audit and appraisal. Maksudnya adalah bahwa akuntansi harus dirancang untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang dasar. Accounting system must be related to the budget classifications. Maksudnya system akuntansi harus dikembangkan dengan cara yang memungkinkan dilaksanakan pengawasan secara administrative terhadap dana-dana dan pelaksanaanya. The accounts should be developed tha they efectively disclose the economic and financial result of program operations. e. indentifications of cost and determination of the operating result (the surplus and defisit position) of the government and its programs and organizations. Fungsi anggaran dan akuntansi merupakan unsur-unsur yang saling melengkapi dari pengurusan keuangan dan harus di integrasikan secara erat. b.. Undang-Undang dan peraturan lainnya dari Negara. Maksudnya sistem akuntansi harus diselanggarakan dengan cara yang memungkinkan pelaksanaan oleh lembaga pemerintah ekstern. including the measurement of revenues. managemen program dan serta penilaian dan pemeriksaan intern. Maksudnya Perkiraan-perkiraan harus diselenggarakan dengan cara yang dapat mengidentifikasikan obyek-obyek dan tujuan-tujuan untuk dana yang diterima itu digunakan serta dapat pula mengindentifikasikan para pejabat yang bertanggungjawab atas penyimpangan dan penggunaan dana-dana dalam pelaksanaan program. c. f. The Accounts must be maintaned in a manner the will clearly indentify the objects and the executive authorities who are responsible for custody and use of funds in program execution. The budgetary and accounting functionare complementary elements of finacial management and must be closely integrated. and readily furnish the information needed for executive audit. Maksudnya sistem akuntansi harus dikaitkan dengan klasifikasi anggaran.

indentifikasi biaya dan penetapan hasil operasi (posisi lebih atau kurang) dari pemerintah dengan program dan organisasinya. Di tipe 2 dan 3. Perjan dan Pemerintah / Lembaga Otonom) Organisasi yang sumber keuangannya diperoleh dari pendapatan penjualan barang dan jasa. serta membuat dalam penyusunan perkiraan naional. Berorientasi non-laba tipe B (Pemerintah dan Organisasi selain no 1 dan 2): Organisasi yang sumber keuangannya diperoleh dari selain penjualan barang dan jasa. The accounts should be maintened in a manner that will provide financial data useful for economic analysis and reclassification of governmental transaksion. Accounting system should be capable of serving the basic financial information needs of developmennt planning and programming. and the review and appraisal of performance in physic and financial terms.” Selanjutnya Indra Bastian (2001:118-119) menjelaskan tentang ketiga hal tersebut sebagai berikut: Di tipe 1. 2. Maksudnya adalah bahwa perkiraan-perkiraan harus dikembangkan agar dapat mengungkapkan hasil-hasil secara ekonomi dan keuangan dari pelaksanaan program- program. Perum. Maksudnya adalah sistem akuntansi harus mampu menyediakan informasi keuangan yang mendasar yang diperlukan dalam penyusunan rencana dan program serta menelaah dan penilaian terhadap pelaksanaan secara fisik dan keuangannya. Maksudnya adalah perkiraan-perkiraan harus diselengrakan dengan cara yang memungkinkan dapat tersedianya data keuangan yang berguna untuk analisa ekonomi dan reklasifikasi transaksi pemerintah. organisasi sektor publik biasanya mengikuti pengaturan akuntansi di sektor . 3. and assist in development of national accounts. Berorientasi non-laba tipe A (contoh: BUMN. h. g. Berorientasi Laba (contoh: BUMN) Organisasi yang bertujuan mencari laba. Ini berarti kecenderungan ke perilaku swasta amat tinggi. Sedangkan Indra Bastian (2001:118-119) menjelaskan tentang hubungan akuntansi dan organisasi sektor publik dapat dijelaskan sebagai berikut: “1. termasuk pengukuran pendapatan. organisasi sektor publik akan penuh mengikuti pola pasar.

Organisasi sektor publik bertanggungjawab kepada masyarakat. utang. 4. Sektor swasta bertujuan untuk memaksimumkan laba sedangkan sektor publik bertujuan untuk memberikan pelayanan publik. hierarkis lintas fungsional. kaku. aset negara dsb. labasendiri. Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban kepada masyarakat (publik)kepada pemegang saham dan parlemen (DPR/DPRD) dan kreditor Struktur Organisasi Birokratis. Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta Tujuan Organisasi Nonprofit motive Profit motive Sumber Pendanaan Pajak. Karakteristik Anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk publik Sistem Akuntansi Cash Accounting Accrual accounting Akuntansi pemerintahan (publik) dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan dengan akuntansi perusahaan (swasta). retribusi. piramid. publik. Dari penjelasan tersebut di atas akan mempengaruhi baik sistem akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintahan maupun prinsip-prinsip akuntansi yang akan diterapkan oleh suatu negara. penerbitan saham. . 3. danFelksibel: datar.Pembiayaan internal: Modal obligasi pemerintah. Struktur pembiayaan sektor publik berbeda dengan sektor swasta dalam hal bentuk. dan tingkat reisiko. Hal ini seperti yang dingkan Mardiasmo (2002:8) yang mengemukakan perbedaan sifat dan karakteristik organisasi sektor publik dengan sektor swasta sebagai berikut: Sumber: Mardiasmo (2002:8) Dari tabel tersebut Mardiasmo (2002:8-10) menjelaskan sebagai berikut: 1. Setiap organisasi memiliki tujuan yang spesifik dan unik 2. dsb. Di dalam berbagai diskusi tipe 1 disebut grey area antar sektor publik dan sektor swasta. jenis. organisasi sektor swasta bertanggungjawab kepada pemegang saham atau kreditor. Pembiayaan eksternal: utang bank obligasi. penjualanpenjualan aktiva.laba ditahan. BUMN/BUMD.

dan ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi 2. 2.dan hierarkis. dan pelaporan kinerja. efisien. yaitu penyediaan informasi. Struktur organisasi sektor swasta lebih fleksibel. informasi akuntansi digunakan dalam proses pengendalian manajemen mulai dari perencanaan strategic. Program dan penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya. Kesimpulan dari perbedaan utama akuntansi pemerintahan dan akuntansi perusahaan yaitu terletak pada kegiatan-kegiatan pemerintahan pada umumnya tidak tujukan untuk mencari laba sebagaimana halnya pada kegiatan-kegiatan perusahaan.” Akuntansi sektor publik terkait dengan tiga hal pokok. pembuatan program. Akuntanbilitas (Accountability) Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manager untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif. Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 184 ayat 3 mengatakan bahwa: “akuntansi pemerintah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah”. Pengendalian Manajemen (Manajemen Control) Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat. 2. 6.3 Tujuan Akuntansi Pemerintahan Tujuan akuntansi pada sektor publik oleh American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1933) dalam buku Akuntansi Sektor Publik yang dialihbahasakan oleh Mardiasmo (2002: 14) menyatakan: “1. Akuntanbilitas sektor publik merupakan alat informasi baik bagi pemerintah sebagai manajemen maupun alat informasi bagi public. 5.4 Syarat Akuntansi Pemerintahan . Pertanggungjawaban manajemen merupakan bagian terpenting untuk menciptakan kredibilitas manajemen. evaluasi kinerja. Struktur organisasi pada sektor publik bersifat biroktatis. dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada public atas hasil oeprasi pemerintah dan penggunaan dana publik. penganggaran. Bagi pemerintah. pengendalian manajemen dan akuntabilitas. kaku.

Memudahkan pemeriksaan oleh aparatur negara Sistem akuntansi pemerintah yang dikembangkan harus memungkinkan aparat pemeriksaan untuk melakukan tugasnya. 6. UU. Akuntansi pemerintahan dirancang untuk persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh UUD. Fungsi anggaran dan akuntansi harus saling melengkapi di dalam pengelolaan keuangan negara serta harus diintegrasikan. Apabila terdapat dua pilihan yaitu untuk kepentingan efisiensi dan ekonomis di satu sisi. Dikaitkan dengan klasifikasi anggaran Sistem Akuntansi Pemerintah harus dikembangkan sesuai dengan klasifikasi anggaran yang telah disetujui pemerintah dan lembaga legislatif. Sistem akuntansi harus terus dikembangkan Dengan adanya perubahan lingkungan dan sifat transaksi. dan Peraturan lain. 2. . Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintahan sesuai dengan karakteristik dan betujuan untuk memenuhi akuntabilitas keuangan negara yang memadai. sistem akuntansi pemerintahan harus terus disesuaikan dan dikembangkan sehingga tercapai efisiensi. 2002:9): 1. dan Peraturan lain. UU. UU atau Peraturan lainnya. Sistem harus dapat melayani kebutuhan dasar informasi keuangan guna pengembangan rencana dan program. Perkiraan-perkiraan yang dibuat harus dapat menunjukkan akuntabilitas keuangan negara yang andal dari sisi obyek dan tujuan pengguanaan dana serta pejabat atau organisasi yang mengelolanya. UU dan Peraturan lainnya. sedangkan disisi lain hal tersebut bertentangan dengan UUD. Perkiraan-perkiraan yang harus dikembangkan secara efektif Sistem akuntansi pemerintahan harus mengembangkan perkiraan-perkiraan secara efektif sehubungan dengan sifat dan perubahan lingkungan sehingga dapat mengungkapkan hasil ekonomi dan keuangan dari pelaksanaan suatu program. Perkiraan-perkiraan yang harus diselenggarakan Sistem Akuntansi Pemerintah harus mengembangkan perkiraan-perkiraan untuk mencatat transaksi uang terjadi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan suatu pedoman untuk akuntansi pemerintahan (A Manual Governmental Accounting) yang dapat diringkas sebagai berikut (dalam Bahctiar Arif dkk. 4. Dapat memenuhi persyaratan UUD. 3. 5. efektivitas dan relevansi. 7. maka akuntansi tersebut harus disesuaikan dengan UUD.

Pengadaan suatu perkiraan Perkiraan-perkiraan yang dibuat harus memungkinkan analisis ekonomi atas data keuangan dan mereklasifikasi transaksi-transaksi pemerintah baik pusat maupun daerah dalam rangka pengembangan perkiraan-perkiraan nasional. pelaksanaan. Akuntansi kas umum negara c. Akuntansi bagian anggaran XVI ( pembiayaan dan perhitungan) 2. Praktek sistem akuntansi pemerintah dikembangkan bukan untuk memenuhi tujuan pertanggungjawaban saja. Sistem akuntansi instansi yang diselenggarakan oleh departemen dan lembaga. 8. Sistem akuntansi instansi dibagi menjadi 5 sub sistem. Bank Dunia. rakyat (lembaga legislatif). Perkembangan yang menyangkut masalah tersebut adalah semakin meningkatnya tugas pemerintah dalam kegiatan pembangunan yang membawa transaksi pemerintah semakin meningkat. yaitu sebagai berikut : 1. pemantauan. Dalam pembahasan sistem ini. Tanggal 21 Mei 1999 tentang sistem akuntansi pemerintah pusat telah ditetapkan secara resmi hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan akuntansi pemerintah. tetapi juga harus dapat menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan untuk perencanan. Akuntansi Umum b. penggarapan. Gade (2000:86-87) dalam bukunya “Akuntansi Pemerintah“ mengemukakan bahwa sistem akuntansi pemerintah terdiri dari dua sistem utama yang mempunyai hubungan data informasi akuntansi timbal balik. pengendalian anggaran. yaitu pemerintah. Sistem akuntansi pemerintahan harus dikembangkan untuk para pengguna informasi keuangan. evaluasi pelaksanaan serta untuk perumusan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan. Sistem akuntansi instansi tingkat departemen atau lembaga. dan lain sebagainya.5 Akuntansi Pemerintahan di Indonesia Tahun 1991 merupakan saat mulanya perkembangan dalam bidang akuntansi pemerintah dengan keputusan mentri keuangan Republik Indonesia No 476/KMK/01/1991. “Sistem akuntansi pusat yang diselenggarakan oleh departemen keuangan sistem akuntansi pusat dibagi tiga sistem. lembaga dodnor. yaitu: a. . yaitu: a. 2.

6 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTANSI PEMERINTAHAN Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi akuntansi pemerintahan dikemukakan Bahtiar Arif (2002:6) adalah sebagai berikut : 1. terjadi negoisasi politik antara lembaga legislatif yang terdiri dari wakil politik dan pemerintah. Berbeda dengan akuntansi bisnis yang sumber dayanya terkait secara langsung dengan hasilnya seperti adanya dividen. anggaran diartikan sebagai alat politik. Didalam sistem monarchi atau kerajaan. misalnya ranah perbendaharaan dan penganggaran.Sinopsis studi kasus disajikan sebagai berikut . c. Sebagian pertanyaan terkait pada legalitas transaksi. BAB III STUDY KASUS Kasus akuntansi terjadi pada era PP 24/2005 dan tahun pertama era PP 71/2010. b. Politik Akuntansi pemerintahan sangat dipengaruhi oleh politik sebagai contoh adalah anggaran yang sarat aspek politik . Sistem akuntansi tingkat Eselon I. Sistem Pemerintahan Sistem pemerintahan sangat mempengaruhi akuntansi pemerintahan. 3. dan praktik atau realisasi anggaran. Seorang warga yang menyetorkan pajak tidak mengharapkan kontak prestasi langsung dan kontribusi tersebut. d. Sifat Sumber Daya Sumber daya akuntansi pemerintahan bersifat tidak berhubungan langsung dengan hasilnya. Sistem akuntansi tingkat wilayah”. sehingga dapat dikatakan seluruh masalah berada pada madzhab akuntansi berbasis kas menuju akrual. 2. maka dalam proses persetujuan anggaran. bukan ranah akuntansi.Sebagian masalah akuntansi termaktub pada surat-surat masuk berada pada ranah hulu akuntansi. kepatuhan terhadap sistem anggaran. 2. Sistem akuntansi tingkat kantor wilayah. akuntansi pemerintahan banyak dipengaruhi oleh raja jika dibandingkan dengan sistem demokrasi parlementer atau presidentil yang banyak dipengaruhi oleh lembaga eksekutif dan legislatif yang mengalami chek and balance.

bayar dianggarkan pada Pos kekurangan Bagi Hasil dari BBN-KB atas transfer adalah debet Dana yang Harus dana hasil Disediakan untuk Pembayaran pajak Utang Jangka Pendek. 2 15 Koreksi Pemerintah Perlakuan Jurnal penerimaan atas PSAP 10 Agustus kesalahan Provinsi Riau akuntansi atas kelebihan pembayaran dana Paragraf 7 2007 atas penerimaan kas bagi hasil adalah debet kas.Jurnal pengakuan kurang BBN-KB dan bagi hasil. serta kecukupan pembuatan Neraca Pemerintah Pusat tahun 2007 dan 2008 dan . kredit Utang Bagi Hasil BBN-KB. 2007 dan 2008 koreksi neraca awal 2004. 3 24 Aset Tetap Direktorat BMN Penjelasan tentang Hasil penilaian AT PSAP 07 Maret II DJKN keabsahan menggunakan nilai wajar Paragraf 28. sehingga para pembaca makalah ini sebaiknya membaca teks lengkap yang tersedia di KSAP. tidak mewakili ketepatan dan kelengkapan teks asli surat masuk dan surat jawaban. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n 1 30 April Akuntansi Dirjen Perlakuan Perlakuan penerimaan bagian PSAP 01 2007 penerimaan Perbendaharaan akuntansi & pendapatan pemerintah dari Paragraf 8 dan Kementerian pelaporan dalam PKPS diakui sebagai pengeluaran Keuangan NKRILK tentang kewajiban dengan judul kas Perjanjian Karya “Pendapatan Migas yang Production Ditunda” karena masih harus Sharing (PKPS) diselesaikan dengan (1)penerimaan unsur imbalan- jasa (fee) kegiatan hulu migas yang menjadi hak BP Migas dan (2) penerimaan unsur- unsur yang harus dibayar kembali (reimburse) kepada kontraktor PKPS. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. Jurnal pembayaran adalah debet Bagi Hasil Pajak Ke Kabupaten/Kota. 2008 Kementerian penggunaan hasil tahun 2007 dan tahun-tahun PSAP 10 Keuangan penilaian AT tahun selanjutnya merupakan Paragraf 20. pengembalian karena kelebihan kredit pendapatan lain- transfer pembayaran dana lain. kredit Kas.

5 22 Investasi Sekretariat Penyertaan Modal Kepemilikan 20 % ke atas PSAP Oktober Daerah Provinsi Pemerintah menggunakan metode ekuitas Nomor 6 2008 DKI Jakarta Provinsi DKI Paragraf 33. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. kredit Ekuitas Dana Investasi- Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang.Dividen diterima Pendapatan Hasil dalam bentuk saham tidak Pengelolaan perlu dicatat sebagai Kekayaan Daerah pendapatan atau pengeluaran yang pembiayaan.Peneri maan dividen saham dicatat sebagai debet Penyesuaian Modal Pemda. dicatat dengan 34 dan 37 Metode Biaya 6 22 Mei Aset Tidak Lembaga Akuntansi hasil Hasil kajian dan /atau PSAP 01 2009 berwujud Administrasi kajian dan /atau penelitian bermanfaat tentang Negara penelitian ekonomi dan/atau sosial masa definisi bermanfaat depan dikapitalisasi sebagai ATB. Bultek ekonomi dan/atau aset tidak berwujud (ATB) 01 (Neraca sosial masa depan dengan syarat kejelasan: Awal Penerima manfaat Pemerintah Aset digunakan oleh entitas Pusat) atau pihak lain . Dipisahkan. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n pengungkapan tentang koreksi penyesuaian hasil penilaian AT pada CALK atas AT yang diperoleh sebelum 31 Desember 2004. kredit Pendapatan. debet Kas di Kas mengkredit akun Daerah. 4 28 Mei Investasi DPKD Penerimaan Dividen diterima dalam PSAP 02 2008 Kabupaten dividen tunai bentuk tunai dicatat dengan Paragraf 8 Lumajang dicatat sebagai mendebet akun Kas.

Penggunaannya” dan mengkredit “Kewajiban Kontinjensi” 10 15 Juli Kas BPKD Provinsi Penggunaan kas Kas digelapkan bendahara PSAP 10 2010 DKI Jakarta secara pribadi oleh dijurnal dengan mendebet Paragraf 5 Bendahara Piutang Pemerintah dan dan 11 Pengeluaran mengkredit Kas sebesar penggelapan 11 1 Belanja. Lainnya di Bendahara Pengeluaran” dengan akun lawan “Pendapatan yang Ditangguhkan” atau “Kewajiban pada Pihak Lain”. Sidoarjo tenggelam. Paragraf 08. Persediaan di Kementerian pengelolaan Kas Persediaan dilaporkan sebagai PSAP 01 Bendahara Keuangan selain Kas berasal komponen kas dalam Neraca. 8 25 Konstruksi Direktur BMN Pencatatan tanggul Pembangunan tanggul dicatat PSAP 07 Novem Dalam II. penahan pencatatan bagian diakui dengan mereklasifikasi Bultek PSAP lumpur tanggul yang telah KDP sebagai AT sesuai PSAP Nomor 4 tenggelam.terjadi sebesar bagian Paragraf 08. Paragraf 15. karena itu tidak dikapitalisasi 9 7 April Penerimaan Sekretariat Akuntansi Penerimaan bagian hasil tanpa PSAP 01 2010 Kas Daerah penerimaan bagian landasan hukum kontraktual Paragraf 8 Kabupaten hasil dari kontrak dicatat dengan mendebet “ Lumajang bagi-hasil yang Kas yang Dibatasi tidak berlaku. Paragraf 8. Pemulihan bagian AT tanggul yang tenggelam melalui Belanja Pemeliharaan. nilai 07 Paragraf 16 dan PSAP 08 tanggul. Pengeluaran dari Uang misalnya di bawah judul “Kas 62 dan 63. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n Jangka waktu manfaat 7 28 Mei Kas Selain Direktorat APK Perlakuan Kas di Bendahara Pengeluaran Buletin 2009 Uang DJPBN akuntansi atas yang bukan berasal dari Uang Teknis 01. Persediaan.sesuai kontrak bagi-risiko. ber Kementerian program berbasis tanggung jawab pemerintah PSAP 02 2010 Keuangan bagi-risiko kredit. Pengerjaan. sesuai Buletin Teknis SAP Nomor 4. Dirjen Perlakuan Tagihan bank untuk risiko PSAP 01 Septem Piutang Perbendaharaan akuntansi kredit. macet dibayar melalui APBN dan Buletin . Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. PSAP 08 2009 bangunan penghapusan Serah terima AT tanggul Paragraf 15. ber Pengerjaan. Bapel-BPLS dalam proses sebagai Konstruksi Dalam Paragraf 16.

piutang dan dilaporkan dalam Paragraf 39- lain. 13 6 Okto.Piutang Uang.Uang Komisi Uang pengganti Pada saat uang pengganti Kerangka ber Pengganti Pemberantasan disajikan pada diputuskan hakim. PP dilunasi terpidana. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. status Uang Persediaan. ketika harta 24 tahun terpidana disita.teknis SAP . Uang Persediaan. diakui secara akrual pada saat debitur bank membayar bunga kepada bank. Bendahara Tambah Uang Persediaan Penerimaan dan bukan bagian KUD. Uang Konseptual 2010 Korupsi neraca KPK Pengganti dicatat sebagai (KK) sebagai aset lain. ketika 2005 terpidana telah terpenjara sebagai substitusi uang- pengganti. DKPKAD Penghapusan Hapus-tagih secara hukum Buletin ber Investasi. neraca. Paragraf 22 pengganti dihapus buku ketika dan 31. Nomor 4. Pendapatan bunga bagian pemerintah dicatat dengan debet piutang bunga. pisah batas Ganti Uang Persediaan. Kas Umum Daerah. PSAP 02 CALK. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n dicatat sebagai pengeluaran Teknis kas untuk belanja subsidi. PSAP. kredit pendapatan bunga bagi-risiko. diungkapkan pada 42.Piutang. 12 6 Kebijakan DPPKAD Penyimpangan 1. 14 6 Okto. Ganti Uang Persediaan. Oktober Akuntansi Kabupaten kebijakan harus berada dalam koridor PSAP 02 2010 Temanggung akuntansi dari PSAP. Kebijakan akuntansi entitas PSAP 01. Tambah Uang Persediaan pada Bendahara Pengeluaran. Kabupaten piutang tak perdata menyebabkan hapus.2. Pembayaran jaminan kredit macet diakui sebagai pengeluaran kas.

2010 Timur Pemda. buku piutang.PSAP penyusutan dan instansi berwenang. Anggaran SKPD bagi pembangunan AT pemerintah pusat masuk belanja hibah Pemda. Buletin Pengadaan Pemda / SKPD Teknis SAP untuk diserahkan kepada Nomor 04 masyarakat masuk belanja barang. BelanjaProvinsi Konsolidasi LAK LAK BLUD tidak PSAP 03 ber Kalimantan BLUD pada LK dikonsolidasi kepada LAK Paragraf 12. diungkapkan pula pada CALK. Pemda. 06 Paragraf penghapusan AT Dividen saham diterima tidak 37. 16 11 Investasi Ditjen KekayaanAkuntansi Penerimaan pendapat dividen PSAP Januari Negara. penilaian.PSAP 07 menambah nilai investasi. Revaluasi AT dilakukan untuk pembentukan neraca awal sesuai PSAP 07 Paragraf 58. Penerimaan kembali sisa PP 6 tahun dividen-saham dalam bentuk 2006 Pasal uang dicatat dengan mendebet 43(2) KUD dan mengkredit pendapatan. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. 15 21Okto. penerimaan atas investasi dengan Nomor 06 2011 Kementerian dividen BUMN & kepemilikan kurang dari 20% Keuangan PT berbasis metode biaya dicatat dengan mendebet Kas dan mengkredit Pendapatan . Paragraf 58. penerimaan Piutang TP/TGR berbasis PP 14 tahun dividen. Penghapusan AT sesuai substansi AT rusak berat atau hilang dengan atau tanpa surat keputusan penghapusan pengelola barang sesuai PP 6 Pasal 43 (2) tahun 2006.Pengakuan Nomor 06. SKTM atau surat ketetapan 2005. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n 2010 Aset Tetap Nganjuk tertagih.LAK.

Kepemilikan di atas IPSAS 07 20% menggunakan metode Paragraf 35 . dibangun di atas Buletin tapak tanggul pada Teknis 09 tanah dengan status kepemilikan yang belum ditetapkan. secara hukum dengan akta Paragraf 63 hibah atau Berita Acara Serah Lampiran II Terima adalah basis PP 71/2010 pengakuan AT. 17 8 Aset Tetap Bapel-BPLS Akuntansi terkait Tanggul dicatat sebagai Aset PSAP 07 Februa. sumbangan. Dividen berbentuk saham tidak menambah investasi. KasDPPKAD Kota Pengakuan AT Perolehan jenis AT dengan Buletin Februa. Penerimaan pendapat dividen atas investasi berbasis metode ekuitas dicatat dengan debet Kas dan kredit Investasi. 19 18 Aset Tetap. BPKD Provinsi Akuntansi Transfer hak tanpa syarat PSAP 07 Februa. 18 10 Investasi. Sidoarjo status kepemilikan Tetap (AT) dan disajikan pada Paragraf 20 ri 2011 tanggul yang neraca BPLS dan 22. perpindahan hak 18. Selatan bawah batas kapitalisasi tidak diakui Aset Tetap minimal sebagai AT. dengan kredit Pendapatan.PSAP 02 Fasos Fasum dll. sebagai komponen neraca. ekuitas atau biaya ekuitas.AT diperoleh dari kontrak Bangun-Kelola- Serah (BKS) atau Bangun- Serah-Kelola (BSK) diakui sebagai aset lain. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. Barang rampasan berjenis aset tetap diakui saat perampasan sebagai debet AT.di Bendahara Tangerang dengan nilai di nilai di bawah batas minimal Teknis 09 ri 2011 Pengeluaran. Hibah.Pendapatan DKI Jakarta penerimaan aset adalah AT berasal dari Paragraf ri 2011 dari PKS. diungkapkan pada CALK. tidak disajikan kapitalisasi. 20 14 April Investasi Pemerintah KotaAkuntansi Penyertaan modal Pemda PSAP 06 2011 Bandung penyertaan modal dengan pengaruh signifikan Paragraf dengan metode Pemda menggunakan metode 33(b). Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n Investasi.

PSAP 01 2011 Berwujud perolehan dan manfaat lebih dari 12 bulan Lampiran II perpanjangan dikapitalisasi sebagai ATB dan PP 71 tahun . Paragraf 8. Kerugian bagian investasi pemerintah dapat menyebabkan nilai investasi negatif sepanjang pemerintah mempunyai kewajiban hukum / konstruktif terhadap investee. PP 58 tahun 2005. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. Daerah.bila pemerintah sebagai investor tidak mempunyai kewajiban hukum atau konstruktif terhadap investee. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n ekuitas. Kerugian bagian investasi pemerintah dapat menyebabkan nilai investasi negatif dilaporkan nihil pada neraca –sampai bagian laba tahun-tahun selanjutnya menutup nilai negatif investasi tersebut. sisa dilakukan pada saat Paragraf 31 Tenggara Barat Rekening Kas penerbitan/ penyerahan SP2D dan 56. pemberian pinjaman/kredit Buletin Teknis SAP Nomor 07 23 29 Juli Aset Tidak PPATK Akuntansi Perolehan lisensi ber-masa. 22 31 Mei Investasi Non Kementerian Investasi non Investasi non permanen dana PSAP 06 2011 Permanen Dalam Negeri permanen dana bergulir dicatat sebagai Paragraf bergulir pengeluaran pembiayaan atau 16(c) dan 21. 21 27 April Kas Biro Keuangan Akuntansi SP2D. dan kepada bank untuk langsung PSAP 01 perbedaan saldo dicairkan. Jurnal pengeluaran kas PSAP 02 2011 Setda Nusa transfer. kas PSAP 03 Paragraf 8. dan 36 Kepemilikan nonpermanen dengan metode nilai-realisasi- bersih.

barang atau jasa 27 18 Investasi Direktorat APK Klasifikasi Klasifikasi transaksi PSAP 06 Agus. Buletin Teknis 01. risiko dan informasi lain diungkapkan pada CALK. PSAP 06 Paragraf Deposito berjangka waktu 12 12 Lampiran bulan dan/atau dapat II PP Nomor diperpanjang secara otomatis 71 tahun dicatat dan dilaporkan sebagai 2010. Setda Nusa pihak ketiga yang ketiga yang telah tus Tenggara Barat telah melaksanakan melaksanakan tugasnya 2011 tugasnya dianggarkan sebagai belanja modal. sebagai transaksi non anggaran. Paragraf 8. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No.71 Dalam Pengerjaan.71 tahun 2010 26 10 Belanja Biro Keuangan Kewajiban kepada Kewajiban kepada pihak Agus. Cilegon Jamkesos dan dengan metode ekuitas. investasi jangka pendek. pengeluaran pengerukan PSAP 10 sungai selanjutnya tak perlu Paragraf 20 diakumulasi dalam akun KDP.Jangka DJPBN transaksi pembelian/penjualan SBN Paragraf 10 tus Pendek Kementerian pembelian/ dalam rangka stabilisasi SBN PP 71 tahun 2011 Keuangan penjualan SBN sebagai transaksi non 2010 dalam rangka anggaran tergolong investasi Lampiran II stabilisasi SBN jangka pendek. Lampiran II PP No. tetap. Sidoarjo sungai dibiayai dan agitasi endapan untuk Paragraf 16 tus belanja modal dan mempertahankan tanggul Lampiran II 2011 masuk Konstruksi tidak dapat diakui sebagai aset PP No. (A). Paragraf 34. 25 10 Aset Tetap Bapel-BPLS Pengerukan lumpurPengerukan lumpur sungai PSAP 07 Agus. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n lisensi diamortitasi sepanjang umur 2010 ekonomis lisensi.KDP harus dihapus tahun 2010. . PSAP 01 Paragraf 39 24 10 Investasi DPPKD Kota Akuntansi dana Investasi Jamkesos dicatat PSAP 06 Agus. buku. tus deposito CALK menjelaskan manfaat PSAP 06 2011 ekonomi & sosial dari Paragraf 20 investasi Jamkesos.

disimpan pada beberapa bank pelaksana dengan rekening atas nama UPP. Paragraf 16 ber Bergulir Kementerian KP pengeluaran dana bergulir PP 71 tahun 2011 tergolong pengeluaran 2010 pembiayaan c. meningkatkan manfaat ekonomis masa depan dengan peningkatan kapasitas. Dana Budidaya pada investasi non permanen. 29 28 Aset Tetap Direktorat APK Akuntansi overhaulOverhaul aset tetap KKKS PSAP 07 Septem DJPBN (reparasi besar dapat dikapitalisasi sepanjang Paragraf 50- ber Kementerian berkala) aset tetap. Akuntansi Kalimantan tetap dan Pemda diakui sebagai AT PSAP 07. barang atau jasa kepada masyarakat berisiko sosial.q. adalah transfer uang. DPM dikembalikan pembudidaya penerima. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. Lampiran II. reklasifikasi SBN berdasar perubahan fungsi SBN 28 28 Bantuan Ditjen Perikanan Dana bergulir dikelompokkan PSAP 06 Septem Sosial. lalu digulirkan kembali kepada pembudi daya lain. kualitas produksi & standar kerja. karena itu DPM bukan bantuan sosial namun adalah dana bergulir. dilaporkan Buletin dalam neraca sebagai piutang Teknis 10 yang ditagih lalu disalurkan tentang (digulirkan) kembali. Okto. 30 19 Kebijakan Provinsi Akuntansi aset AT telah diterima & dikuasai PSAP 06. memperpanjang masa 55 2011 Keuangan manfaat. dan memenuhi syarat minimum kapitalisasi entitas yang bersangkutan. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n akuntansi opsi perpanjangan SBN.Bansos Bansos. pinjaman/kredit. . Dana Penguatan Modal (DPM) adalah jaminan atas kredit anggota Unit Pelayanan Pengembangan (UPP).

Aset pada neraca awal yang masih bernilai Rp. Investasi berbasis metode ekuitas mencakup seluruh ekuitas termasuk cadangan umum. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n ber Barat inventaris. 12. 11. kepemilikan aset dan neraca akuntansi tak memedulikan kelengkapan pemeliharaan. Rumah dinas terjual dikeluarkan dari catatan kepemilikan aset dan neraca tak memedulikan pelunasan atau cicilan. aset lain. DBH. akuntansi dikeluarkan dari catatan UYHD. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. Sisa UYHD belum disetor sampai tahun selanjutnya dicatat sebagai kas di Bendahara Pengeluaran. aset Aset diperoleh untuk Teknis 04 diterima. Kelebihan/kekurangan Dana . Bagian AT tak digunakan sendiri tergolong aset lain. akuntansi piutang. koreksi nilai aset neraca Aset telah diserahkan awal. dihibahkan dicatat sebagai investasi berbasis persediaan tanpa metode ekuitas. memedulikan jadual hibah. surat serah-terima. 10. Pemeliharaan jalan tidak dikapitalisasi sesuai Bultek 04. Buletin 2011 terjual. persediaan. aset Pemda. Pedoman sistem & prosedur Pemda mencakup akuntansi AT termasuk inventaris Pemda dan akuntansi persediaan. Piutang tak tertagih tetap tercatat sebagai piutang.00 dinilai dengan nilai wajar sebagai koreksi neraca awal.1.

Investasi negatif merujuk negeri 17 hak paten. surat pelunasan hutang KSAP S- PDAM melalui 22/K. 33 20 Aset Tetap. disajikan sebagai komponen Investasi Jangka Panjang Non Permanen dalam neraca Kementerian Koperasi dan UKM. ditagih. DPPKAD Pencatatan AT tak Aset disajikan dalam neraca Peraturan Desemb ATB. lisensi. PDAM dan 14 April 2011 kepada PP 71 Tahun akuntansi Walikota Bandung. investasiIPSAS 07 dan Jawaban KSAP tahun 2007. disalurkan kembali Lampiran II harus dicatat sebagai Dana Bergulir. aset. Sekretariat bantuan sosial Merah Indonesia dan Akademi Teknis SAP ber Negara Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 10 2011 tidak dapat dialokasikan pada akun belanja Bantuan Sosial 32 8 Dana Kementerian Akuntansi bantuan Akuntansi bantuan perkuatan PSAP 6 Desemb Bergulir Koperasi dan perkuatan bagi kepada koperasi. ketentuan SAP tentang Dalam software. Tangga Rujukan l dan Sumber Tahun Pertanyaan atau No. usaha mikro Paragraf 16 er 2011 UKM usaha mikro dan dan kecil dalam bentuk PP 71 Tahun Kecil disalurkan kepada masyarakat. 31 20 Belanja Kementerian Akuntansi belanja Bantuan APBN kepada Palang Buletin Okto.1/KSA APBD Kabupaten P/IV/2011 Nganjuk. tanggal. 2010. . Kabupaten mempunyai nilai sepanjang memenuhi Menteri er 2011 Investasi Nganjuk ekonomis. 2010. Jenis Kasus Pengirim Jawaban KSAP Jawaban Surat Masalah dan Jawaba Keterangan n Bagi Hasil dicatat pada akun Piutang Dana Bagi Hasil / Utang Dana Bagi Hasil. 14 April 2011.

Nganjuk. akuntansi dividen saham (kasus Nganjuk dan Ditjen Kekayaan Negara-Kementerian Keuangan). Ditjen Kekayaan Negara- Kementerian Keuangan. Investasi non permanen dalam bentuk dana bergulir (kasus Kementerian Dalam Negeri). anggaran. dan masalah koreksi kesalahan akuntansi. antara lain tentang basis akuntansi penyertaan modal (kasus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah Kota Bandung). Nganjuk). penerimaan kembali sisa dividen-saham dalam bentuk tunai (kasus Kab. piutang. aset tetap berwujud dan tidak berwujud. BAB IV PEMBAHASAN Dari study kasus di bab III tentang akutansi pemerintahan yang terjadi beberapa tahun lalu bahwa para pelaku akuntansi kepemerintahan pada umumnya menemukan masalah praktik berakuntansi pada investasi. dividen. Pemerintah Kota Bandung). investasi negatif (kasus Kab. subsidi. investasi Jamkesos (kasus DPPKD Kota Cilegon). Terdapat sekitar 9 kasus akuntansi terkait investasi. bantuan sosial. dan .

namun tidak langsung dicairkan pada bank (kasus Setda Nusa Tenggara Barat). piutang TP/TGR (kasus DKPKAD Kabupaten Nganjuk). Nganjuk). akuntansi kehilangan kas (kasus Provinsi DKI Jakarta). Terdapat sekitar 8 buah kasus akuntansi terkait aset tetap tentang koreksi nilai AT pada neraca awal 2004 yang dilakukan pada tahun buku 2007 dan 2008 (kasus Direktorat BMN II DJKN Kementerian Keuangan). perbedaan saldo bank dan saldo kas pemerintah karena jurnal pengeluaran kas dilakukan pada saat penerbitan SP2D. Revaluasi AT. AT dibangun di atas tanah belum milik entitas pelaporan LK dan kapitalisasi biaya pengerukan lumpur pada KDP (kasus Bapel-BPLS Sidoarjo). Terdapat sekitar tiga buah kasus piutang berupa pendapatan bagian bunga kredit- program berbasis bagi-risiko (kasus Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan). Terdapat sekitar 5 buah kasus akuntansi terkait kas berlatar belakang akuntansi anggaran dan anggaran berbasis kas. anggaran belanja modal. software. dan kapitalisasi biaya overhaul AT yang memenuhi syarat kapitalisasi (kasus Direktorat APK DJPBN Kementerian Keuangan). lisensi dan hak paten (kasus DPPKA Kabupaten Nganjuk). terkait pendapatan migas yang ditunda dan masih harus diselesaikan. .klasifikasi investasi untuk stabilisasi SBN (kasus Direktorat APK DJPBN Kementerian Keuangan). dana bergulir (kasus Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian KP) dan bantuan APBN kepada Palang Merah Indonesia serta Akademi Ilmu Pengetahuan (kasus Kementerian Sekretariat Negara). syarat pengakuan AT berasal dari sumbangan atau hibah (kasus BPKD Provinsi DKI Jakarta). akuntansi investasi jangka panjang nonpermanen bagi dana bergulir (kasus Kementerian Koperasi dan UKM). akuntansi kas selain Uang persedian pada Bendahara Pengeluaran. Lumajang). Terdapat sekitar tiga buah kasus akuntansi terkait akuntansi aset tetap tidak berwujud (ATB) berupa kapitalisasi hasil kajian dan/atau penelitian (kasus LAN). piutang Uang Pengganti (kasus KPK). akuntansi perolehan dan perpanjangan (kasus PPATK). barang atau jasa untuk melunasi kewajiban kepada pihak ketiga yang telah membereskan tugasnya (kasus Biro Keuangan Setda Nusa Tenggara Barat). Terdapat sekitar dua buah kasus tentang dana bantuan sosial. akuntansi penerimaan kas tanpa landasan hukum atau kontrak (Kasus Kab. penyusutan dan/atau penghapusbukuan AT (kasus Kab. Terdapat sekitar dua kasus belanja terkait belanja subsidi untuk pengeluaran kas pemerintah untuk memenuhi kontrak kredit-program bagi-risiko kasus Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan).

dikarenakan organisasi pemerintahan kesejahteraan masyarakat.1 KESIMPULAN a. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi akutansi dalam pemerintahan adalah sistem pemerintahan. Terdapat sebuah kasus akuntansi terkait koreksi kesalahan yaitu kasus kesalahan atas pengembalian transfer BBN-KB dan kekurangan atas transfer dana hasil pajak (kasus Pemerintah Provinsi Riau). dan merupakan suatu bagian dari disiplin ilmu akuntansi yang utuh. KSAP telah menerbitkan beberapa buku tentang kasus-kasus akuntansi.sumber daya manusia dan suatuasi politik dalam negara. b. Akuntansi Pemerintahan adalah akuntansi yang digunakan dalam suatu organisasi pemerintahan / lembaga yang tidak bertujuan untuk mencari laba. d. dalam buku Bunga Rampai Studi Kasus periode-periode tertentu. BAB V KESIMPULAN V. c. sistem akutansi pemerintahan di atur dalam suatu undang-undang yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan Indonesia . Ruang lingkup dari akutansi pemerintahan adalah semua yang berhubungan dengan sektor publik pemerintahan.

Jakarta : Salemba Empat. 2002. Bahtiar Arif. 2002.blogspot. Bandung : Citra Aditya Bakti. DAFTAR PUSTAKA Kustadi Arinta. Yogyakarta: BPFE. Revrisond Baswir. Akuntansi Pemerintahan Indonesia.id/2014/01/bunga-rampai-studi-kasus-akuntansi.co. Akuntansi Pemerintahan.html . 2000. Muchlis. Pengantar Akuntansi Pemerintahan. 1996. Akuntansi Sektor Publik. http://akuntansi-pemerintah. Jakarta : Salemba Empat. Iskandar. Abdul Halim.