JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol. 7 No.

1, Juni 2013: 7-18
ISSN: 1978-8746

MODEL HUBUNGAN TINGGI DAN DIAMETER TAJUK DENGAN DIAMETER
SETINGGI DADA PADA TEGAKAN TENGKAWANG TUNGKUL PUTIH
(Shorea macrophylla (de Vriese) P.S. Ashton) DAN TUNGKUL MERAH
(Shorea stenoptera Burck.) DI SEMBOJA, KABUPATEN SANGGAU
Correlation Model Between Height and Crown Diameter with Diameter at Breast
Height on Tengkawang Tungkul Putih (Shorea macrophylla (de Vriese) P.S. Ashton)
and Tungkul Merah (Shorea stenoptera Burck.) Stand in Semboja, Sanggau Regency

Asef K. Hardjana1)
1)
Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda
Jl. A.W. Syahranie No.68 Sempaja, Samarinda; Telepon. (0541) 206364, Fax (0541) 742298
Email: asef_hardjana@yahoo.co.id
Diterima 18 Oktober 2012, direvisi 21 Mei 2013, disetujui 28 Mei 2013

ABSTRACT
Diameter measurement is a relatively easy job, cheap and can get an accurate size, while the measurement of height
and canopy tree is a relatively difficult and requires a lot of energy. Modeling the correlation between height and
canopy with tree diameter is one of the alternative technic that can make more efficient job to measure the height and
diameter of the canopy, and therefore it will provide sufficient data approaching to actual measurement results.
Inventory and identification results indicated that tengkawang tungkul is the most dominant tengkawang species in the
research area with the density ranging from 63-166 trees/ha, which consists of tungkul putih a total of 128 trees
(79,48%), and tungkul merah much as 47 trees (20,52%). Furthermore, regression equation of correlation model
between height and stem diameter (dbh) can be defined as Ttp = -2,2697 + 1,2711d - 0,0162d2 (n= 128; R2= 0,8177;
SE= 2,1271) for tungkul putih, and for tungkul merah is Ttm = -0,0803 + 0,9334d - 0,0072d2 (n= 47; R2= 0,8759; SE=
1,3891). Equation on the correlation between crown diameter and stem diameter (dbh) was not significantly different,
so regression equation models for tungkul putih can be defined as DTtp = 0,7174 + 0,4360d – 0,0045d2 (n= 128; R2=
0,5172; SE= 1,7739 ) and for tungkul merah is DTtm = 3,3287d0,2327 (n= 47; R2=0,0658; SE= 0,322).
Keywords: Crown diameter, Height, Stem diameter, Tengkawang

ABSTRAK
Pengukuran diameter merupakan pekerjaan yang relatif mudah, murah dan dapat menghasilkan ukuran yang akurat,
sedangkan pengukuran tinggi dan tajuk pohon merupakan pekerjaan yang relatif sulit dan membutuhkan banyak tenaga.
Penyusunan model hubungan antara tinggi pohon dan tajuk pohon dengan diameter pohon merupakan salah satu
alternatif teknis yang dapat mengurangi pekerjaan pihak pengguna dalam mengukur tinggi dan diameter tajuk pohon,
sehingga dapat memberikan data yang cukup mendekati dari hasil pengukuran yang sebenarnya. Dari hasil inventarisasi
dan identifikasi diketahui bahwa jenis tengkawang tungkul mendominasi jenis tengkawang di lokasi penelitian dengan
kerapatan tegakan berkisar 63 – 166 pohon/ha, yang terdiri dari jenis tungkul putih sebanyak 128 pohon (79,48%), dan
tungkul merah sebanyak 47 pohon (20,52%). Selanjutnya model regresi hubungan tinggi pohon dengan diameter batang
(dbh) yang dapat terbangun adalah Ttp = -2,2697 + 1,2711d - 0,0162d2 (n= 128; R2= 0,8177; SE= 2,1271) untuk tungkul
putih, sedangkan model regresi untuk tungkul merah adalah Ttm = -0,0803 + 0,9334d - 0,0072d2 (n= 47; R2= 0,8759;
SE= 1,3891). Persamaan hubungan diameter tajuk dengan diameter batang (dbh) tidak berbeda nyata, sehingga dapat
disusun pula model persamaan regresi untuk tungkul putih yaitu DTtp = 0,7174 + 0,4360d – 0,0045d2 (n= 128; R2=
0,5172; SE= 1,7739 ) dan tungkul merah yaitu DTtm = 3,3287d0,2327 (n= 47; R2=0,0658; SE= 0,322).
Kata kunci : Diameter tajuk, Tinggi, Diameter batang, Tengkawang

7

.. jumlah pohon dan luas bidang dalam mengukur tinggi dan diameter tajuk dasar merupakan penjabaran dari diameter yang pohon. diameter pohon atau data tajuk dan diameter penelitian ini bertujuan untuk menyusun model pohon. Oleh karena itu. agar dapat diameter. terutama yang berkaitan dengan disajikan. penelitian-penelitian tentang pertumbuhan dan merupakan lokasi yang tepat untuk dihidupkan hubungan karakteristik pohon masih terus kembali usaha pelestarian tengkawang ini. tumbuh) biasanya digambarkan oleh diameter Penyusunan model hubungan antara tinggi batang setinggi dada (dbh) dan tinggi pohon pohon dan tajuk pohon dengan diameter pohon yang merupakan gambaran penampilan individu merupakan salah satu alternatif teknis yang pohon. Huang et Kondisi tegakan di setiap tapak (tempat al. PENDAHULUAN lingkungannya (Husch et al. Pengukuran diameter merupakan batang dapat memprediksi diameter tajuk. termasuk di dalamnya pendugaan model tegakan tengkawang tersebut. diameter dan luas tajuk telah menjadi salah satu daerah penghasil biji banyak dilakukan. Sehubungan dengan kendala Dengan beberapa informasi dari penelitian tersebut maka perlu dicari teknik untuk serupa yang dilakukan pada jenis dan lokasi meminimalkan pekerjaan pengukuran tinggi yang berbeda. Hal ini dikarenakan setiap jenis atau terjadi pada bulan November. murah dan dapat Hipotesa yang dapat dinyatakan dalam menghasilkan ukuran yang akurat. tajuk dapat menggambarkan produksi buah dan diameter tajuk dan tinggi tajuk dengan diameter semai suatu tegakan (Sumarna. sedangkan penelitian ini adalah diameter batang (dbh) pengukuran tinggi dan tajuk pohon merupakan memiliki fungsi terhadap tinggi pohon dan pekerjaan yang relatif sulit dan membutuhkan diameter tajuk tegakan tengkawang. kelompok jenis pohon dapat mempunyai sedangkan hari hujan terendah selama 48 hari pertumbuhan dan ukuran batang yang berbeda pada bulan Juli.1. Buba (2012) menyatakan bahwa tajuk yang merupakan penjabaran dari diameter terdapat korelasi positif antara tinggi pohon. melalui kegiatan inventarisasi yang biasanya Sonmez (2009) juga menyatakan bahwa model dilaksanakan dengan membuat plot-plot sampel hubungan antara diameter batang (dbh) dan yang diletakkan tersebar merata pada setiap diameter tajuk memiliki nilai statistik yang blok tanaman ataupun tempat tumbuh bila di signifikan. sehingga dengan indikator diameter hutan alam.JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol. banyak tenaga. 2008). dan luas sebenarnya. Meskipun demikian. jika tersedia data tinggi dan konservasi jenis tengkawang. hubungan antara karakteristik individual pohon Kabupaten Sanggau yang dahulunya seperti tinggi. volume cukup mendekati dari hasil pengukuran yang tegakan mencerminkan massa kayu. 1972. sehingga dapat memberikan data yang mencerminkan kerapatan tegakan. pekerjaan yang relatif mudah. Jadi. Juni 2013: 7-18 I. maka informasi dari hasil dan tajuk pohon. tanpa mengurangi penelitian ini menjadi perlu untuk kelengkapan dan keakuratan data yang disebarluaskan. memberikan data akurat mengenai produktivitas Pengembangan metode pendugaan potensi pertumbuhan dan pendugaan produksi buah dari hutan. sehingga model yang dibentuk dari hubungan ini dapat digunakan untuk Segala informasi di atas dapat diperoleh mempredikasi ketiga parameter tersebut. 2000). maka dapat dirumuskan model hubungan tinggi pohon dan tajuk pohon dengan hubungan tinggi-diameter atau tajuk-diameter diameter pohon setinggi dada pada tegakan dimana tinggi dan tajuk merupakan fungsi dari tengkawang (Shorea spp. dilakukan karena belum ada model atau formula Dengan kondisi iklim secara umum sering turun yang dapat diaplikasikan untuk semua jenis hujan dengan rata-rata hari hujan tertinggi pohon.538 8 . pohon.). tengkawang terbesar di Kalimantan Barat. Peninggi merupakan indikator kualitas dapat mengurangi pekerjaan pihak pengguna tempat tumbuh. yaitu 106 hari. Angka curah hujan tertinggi sebagai akibat dari interaksi faktor genetik dan juga terjadi pada bulan November sebesar 2. 7 No.

distancemeter. clinometer. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini diameter tajuk. Model Hubungan Tinggi dan Diameter Tajuk Dengan Diameter Setinggi Dada Pada Tegakan Tengkawang … (Asef K. METODOLOGI PENELITIAN sebagai objek penelitian dipilih secara sengaja Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada (purposive) untuk memperoleh sebaran tegakan tengkawang di Semboja. sebagai sampel areal untuk melakukan pendataan terhadap objek yang diteliti. Kegiatan Indonesia dan Jerman melalui Proyek ini dilakukan untuk mengetahui sebaran dan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan (SFDP. tidak kondisi tajuk yang saling bertautan maupun semuanya terdapat tegakan tengkawangnya. GPS. dilakukan dengan menggunakan proyeksi Teknik survei yang digunakan adalah bentuk tajuk yang diukur dalam dua bagian dengan cara sensus. Data tersebut merupakan data primer hampir merata di sebagian besar wilayah dalam kegiatan penelitian ini. Diperkirakan luas areal  10 ha yang kerapatan tajuk didapatkan melalui pengamatan dahulunya ditanami jenis tengkawang. dilakukan setinggi 1.3 m dengan menggunakan galah berkait dan kamera digital. tinner. jarak antara tajuk. dahulunya adalah bekas areal tersebut. meliputi penyediaan peta kondisi pohon terlalu tinggi dilakukan kontour atau peta rupa bumi dengan skala pengukuran dengan alat clinometer yang 1:50. 2010). Hardjana) mm. Tegakan yang didominasi jenis ditetapkan sebanyak 2 petak ukur pada lokasi tengkawang ini. 2010). tinggi pohon. terhadap dimensi pertumbuhan (diameter dan Secara umum kondisi topografi relatif datar tinggi pohon) dari jenis tengkawang yang sampai berbukit dan berawa-rawa. keragaman jenis dari tengkawang di kawasan Social Forestry Development Project) pada tersebut. dan lebar areal yang disurvei kemudian dapat Selanjutnya untuk mengukur diameter tajuk dihitung banyaknya pohon yang akan diamati. Kabupaten diameter seluas mungkin dengan Sanggau. Petak ukur dibuat berbentuk bujur Sanggau. Jenis tanah menjadi objek penelitian dalam petak ukur podsolik merah kuning batuan dan padat yang tersebut. cabang dan kerapatan tajuk. Peralatan yang digunakan adalah phiband. baterai dan label. Kalimantan Barat. Kemudian dilakukan pendataan secara penanaman jenis-jenis tengkawang yang sensus untuk setiap pohon tengkawang yang merupakan hasil kerjasama teknis antara berada di dalam petak ukur tersebut. di mana kedepannya dapat menjadi sangkar dengan ukuran 100 m x 100 m yang hutan kota.000 . alat phiband. serta pengembangannya melalui yang ada dilakukan pembuatan petak ukur penelitian yang terpadu. tinggi bebas adalah peta lokasi. dimana setiap bagian areal pada proyeksi tersebut dengan menggunakan yang dijumpai tegakan tengkawang dilakukan tongkat atau pita meter. Data primer Kabupaten Sanggau (BPS Kab. Dalam kegiatan penelitian ini. Sanggau. dipadukan dengan alat digital distancemeter Peta lokasi penelitian menggambarkan panjang untuk mengukur jarak pengukur dan objek. dan curah hujan terendah sebesar 537 pada Dan areal yang berpotensi terdapat tegakan bulan Februari (BPS Kab. cat.000 atau skala yang tersedia. tahun 1991. Areal tegakan mempertimbangkan ketersediaan tegakan di tersebut masih berada dalam kawasan kota lapangan. Sanggau. sedangkan untuk data pendataan. Sehingga dengan keterbatasan buah. Lokasi pembuatan petak ukur tanaman II. Secara umum pengukuran diameter pita meter. tengkawang hanya berkisar 5 ha dengan Informasi ini menjadi sangat penting dalam beberapa variasi jenis tengkawang dengan mendukung proses pertumbuhan dari tegakan jumlah dan posisinya pada petak tanaman tengkawang tersebut hingga menghasilkan bervariasi pula. kemudian pengukuran tinggi Prosedur penelitian yang dilaksanakan pohon menggunakan galah berkait dan jika mulai dari persiapan. terdiri dari diameter setinggi dada (dbh). kompas.1:25. 9 . Pengumpulan data dilakukan dengan cara pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan April melakukan pengukuran dan pengamatan hingga Nopember 2011.

b1 Logarithmic 4.JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol. layar (S. Dari berbagai bentuk persamaan pada Dalam analisa vegetasi yang meliputi Tabel 1. 7 No. karena dalam hutan terjadi overlap dari tajuk Namun dari berbagai model dipilih model hutan. Data sekunder merupakan data pendekatan regresi.) dan pinang (S. Pada petak ukur 2 rambai (S. Namun kehadiran yang cukup merata dari setiap jenis dalam penelitian ini lebih difokuskan pada dan untuk tengkawang tungkul tingkat tegakan tengkawang tungkul putih dan tungkul kehadirannya sebesar 34. Berikut yang dibutuhkan meliputi data iklim makro model persamaan regresi yang dapat menjadi (curah hujan. y = b0eb1(dbh) Exponential Keterangan: y = tinggi pohon atau diameter tajuk (m). baik bentuk linear maupun diameter dan tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN tengkawang tungkul sebesar 93.). jumlah hari hujan selama periode acuan dalam penyusunan model hubungan 5 tahun). III. dimana tinggi dan diameter pendukung dalam kegiatan ini. dibandingkan petak ukur 1. Slooten). pinanga Scheff. Atau sangat erat dan berbanding lurus. Table 1. dimana hubungan antara diameter dan terbaik berdasarkan nilai keakuratan yang tinggi diameter tajuk (cover atau proyeksi tajuk) dan praktis penggunaannya di lapangan. Jenis- A. palembanica sebanyak 6 jenis tengkawang dengan tingkat Miq. Pada petak ukur merah. Data diameter digunakan non-linear.). x = diameter setinggi dada (cm). secara statistik dengan tujuan untuk Tabel 1. majau (S. Y = b0 + b1(dbh) + b2(dbh2) Quadratic 3. administrasi antara tinggi dan diameter tajuk dengan dbh wilayah dan topografi.24%.26%.).1. hal ini dikarenakan jenis tengkawang 1 hanya terdapat 4 jenis tengkawang dengan tersebut buahnya masih menjadi primadona tingkat kehadiran didominasi oleh jenis untuk dikonsumsi dan diperjualbelikan di 10 . diketahui bahwa model hubungan komposisi jenis dan bentuk atau struktur antara tinggi dan diameter tajuk dengan dbh vegetasi dan inventarisasi hutan untuk dapat disusun dengan berbagai bentuk menentukan potensi hutan digunakan data persamaan regresi. penggunaan lahan. Data sekunder tajuk merupakan fungsi dari diameter. Penyusunan model hubungan antara merupakan kegiatan untuk mendapatkan data dbh. Potensi dan Sebaran Diameter jenis tengkawang yang dijumpai di kedua petak Dari hasil inventarisasi pada kedua petak ukur tersebut meliputi tengkawang tungkul ukur penelitian diketahui bahwa petak ukur 2 (Shorea spp. y = b0 ln(dbh) . The equation used to develop the model of the correlation between height and crown diameter with diameter at breast height (dbh). seminis (de Viese) v. tinggi dan diameter tajuk dilakukan dengan sekunder. splendida). b1 = konstanta Sumber: Sonmez Turan (2009). memiliki keragaman jenis yang lebih besar terindak (S. Nomor Persamaan Bentuk (Number) (Equation) (Form) 1. y = b0(dbh)b1 Power 5. b 0. Juni 2013: 7-18 Sedangkan pengumpulan data yang mendapatkan model hubungan dari ketiga dilakukan dengan cara studi literature parameter. mecystopteryx Ridl. (Tabel 1). dapat juga dipilih berdasarkan dari nilai Data hasil pengukuran berupa dbh. Persamaan yang digunakan untuk menyusun model hubungan antara tinggi dan diameter tajuk dengan diameter setinggi dada (dbh). y = b0 + b1(dbh) Linear 2. keofisien diterminasi (R2) terbesar dan nilai diameter tajuk dan tinggi pohon dianalisis galat baku atau standard error (SE) terkecil.

stipula berwarna hijau Dengan keadaan topografi dan lingkungan keputihan dan permukaan batangnya lebih yang relatif sama. dimana pertumbuhan berkelas diameter 10-14. Tengkawang tungkul putih mendominasi penelitian lebih ditekankan pada jenis karena jenis tengkawang tungkul dalam lokasi hasil identifikasi jenis secara total penelitian ini dengan jumlah 128 pohon (penggabungan dari petak ukur 1 dan 2) dapat (79. merupakan salah satu parameter untuk yaitu kandungan nutrien mineral tanah. maka dilakukan pengelompokan kelas- memanjang. selain itu beberapa tegakan kedua jenis tengkawang ini. seperti respirasi. Sedangkan untuk tungkul putih Tabel 2. memiliki bentuk daun agak membulat.9 40-44. dengan jumlah total sebesar tegakan tengkawang tungkul di Semboja. sehingga pembahasan hasil mulus. tertentu di dalam petak ukur.9 10-14. 229 pohon. stipula kelas diameter dengan interval 5 cm. Secara umum diameter dari tengkawang tungkul putih dan tungkul merah memiliki bentuk daun merah. Ashton) dan tengkawang tungkul merah Untuk mengetahui potensi sebaran (Shorea stenoptera Burck). stenoptera) di lokasi penelitian. Distribution of diameter of tengkawang tungkul putih (S. Tungkul Merah 17 21 3 5 0 1 0 0 Sumber: diolah dari data primer. macrophylla (de Vriese) P. seperti berwarna merah dan permukaan batangnya yang tersaji pada Tabel 2.9 15-19. Jenis Jumlah Pohon Tiap Kelas Diameter (cm) (The number of trees of each diameter class) (N/ha) Nomor Tengkawang (Number) (Tengkawang 5-9. Setidaknya terdapat tiga faktor diameter tersebut menunjukkan bahwa lingkungan (tempat tumbuh) dan satu faktor pertumbuhan tengkawang tungkul putih lebih genetik (intern) yang sangat nyata berpengaruh cepat dibandingkan tungkul merah. 1987).. macrophylla) and tungkul merah (S.9 20-24. macrophylla) dan tungkul merah (S. serta disamping tinggi pohon.9 species) 1.9 35-39. Model Hubungan Tinggi dan Diameter Tajuk Dengan Diameter Setinggi Dada Pada Tegakan Tengkawang … (Asef K.9 30-34. Dimana kemudian tengkawang Kabupaten Sanggau berkisar antara 63 – 166 tungkul ini diklasifikasikan lagi menjadi dua pohon/ha dengan posisi tegakan tidak tersebar macam tengkawang tungkul yaitu tengkawang merata dan hanya terpusat pada beberapa titik tungkul putih (S. stenoptera) in research area. warnanya lebih tua. mendominasi keberadaannya di kedua petak Dapat diketahui pula bahwa potensi ukur penelitian. Table 2.S. kelembaban tanah dan cahaya matahari. sedangkan tengkawang tungkul diketahui bahwa jenis tengkawang tungkul merah hanya berjumlah 47 pohon (20. Pada Tabel 2 terlihat bahwa kedua jenis Pertumbuhan diameter dipengaruhi oleh tengkawang ini didominasi oleh pohon yang aktivitas fotosistesis.9 25-29. Tungkul Putih 35 61 46 19 12 3 5 1 2. penggantian daun. Hardjana) wilayah Kalimantan Barat (Winarni et al. Berdasarkan informasi lingkungannya. keseimbangan sifat genetik antara pertumbuhan 11 . kurang mulus. Diameter terhadap pertumbuhan diameter maupun tinggi. Oleh karena itu yang lebih banyak dibandingkan dengan perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada tungkul merah. dapat saja tungkul putih diameter pohonnya sudah dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor melebihi dari 35 cm. Selanjutnya dari sebaran yang terlihat bahwa pertumbuhan akar dan tinggi telah terpenuhi tungkul putih memiliki kelas sebaran diameter (Davis dan Jhonson.52%). 2005).48%). warnanya lebih muda.9 cm dan hanya sedikit diameter berlangsung apabila hasil fotosintesis yang mencapai kelas diameter di atas 30 cm. menentukan pertumbuhan suatu tegakan. Sebaran diameter tegakan tengkawang tungkul putih (S.

topografi. Pada Gambar 1 terlihat bahwa kurva pada sumbu X yang menyatakan bahwa hasil sebaran diameter tengkawang tungkul putih produksi yang diperoleh menjadi besar. memiliki kondisi dapat dikatakan menyerupai genta/lonceng. Hubungan Tinggi Pohon dan Diameter normal yang sempurna tapi masuk dalam Batang kondisi lognormal. stenoptera) in research area. Selain dari segi pertumbuhannya yang Kondisi sebaran kelas diameter ini juga lebih baik dari tengkawang tungkul merah.1. sehingga dapat dikatakan bahwa sebaran Dengan komposisi jenis didominasi oleh jenis diameternya belum normal. Curve of diameter distribution of tengkawang tungkul putih (S. Jadi jumlah total ini secara biometrika bentuk kurva sekitar titik keseluruhan pohon tengkawang tungkul putih puncak dapat bergeser ke arah sebelah kanan yang menjadi sampel berjumlah 180 pohon. namun belum bisa dikatakan B. tengkawang tungkul. merah. 7 No. Juni 2013: 7-18 tinggi dan diameter suatu pohon (Davis dan dibandingkan dengan jenis tengkawang tungkul Jhonson. Seperti yang telah tungkul putih juga lebih dominan di lokasi dinyatakan oleh Suyana dan Abdurachman penelitian. Pada tengkawang tungkul Kedua petak ukur yang menjadi sampel merah kurva sebaran diameternya masih belum dalam penelitian ini. Figure 1. baik itu dari tengkawang tungkul merah. tanah dan iklim yang relatif sama. 1987). macrophylla) dan tungkul merah (S. Kurva sebaran diameter tegakan tengkawang tungkul putih (S. 2011) bahwa kondisi sebaran diameter pada kondisi awal penanaman lebih banyak yang menyerupai genta atau lonceng merupakan ditanam jenis tengkawang tungkul putih salah satu ciri dari hutan tanaman. stenoptera) di lokasi penelitian. dapat digambarkan dari bentuk kurva. masih dapat dikatakan menyerupai genta/lonceng.JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol. 70 60 50 Tungkul Putih Jumlah Pohon 40 30 20 10 0 0 10 20 30 40 50 Kelas Diameter (cm) Sumber: diolah dari data primer. 12 . Gambar 1. sedangkan pada riap. Hal ini dapat terjadi mungkin karena (2006. Diharapkan petak ukur kedua ditemukan sebanyak 23 kondisi tegakan tengkawang pada areal bekas pohon tengkawang tungkul putih dan 40 pohon Proyek Pengembangan Hutan Kemasyarakatan tengkawang tungkul merah. macrophylla) and tungkul merah (S. seperti untuk sebaran dan jumlah pohon tengkawang yang tersaji pada Gambar 1. buah dan regenerasi alamnya. dimana pada petak ukur Untuk itu dalam pengelolaan selanjutnya pertama ditemukan sebanyak 157 pohon perlu dilakukan tindakan silvikultur agar dapat tengkawang tungkul putih dan 7 pohon memperoleh hasil yang maksimal.

Tungkul putih Tinggi (m) 12. maka dapat dihasilkan model = 2. Nomor Peubah Rataan Maksimum Minimum Variasi (Number) (Variable) (Mean) (Maximum) (Minimum) (Variance) 1. dihasilkan dari hubungan tinggi pohon dengan Disamping itu bila ditinjau dari nilai diameter batang untuk kedua jenis tengkawang koefisien korelasi (R) antara tinggi dan tersebut. Sebelumnya telah diketahui bahwa kondisi terlebih dahulu melakukan analisa statistik lingkungan lokasi penelitian yang relatif sama. Untuk berjumlah 47 pohon. yaitu dengan mencari sehingga dalam analisa model dilakukan nilai rataan. Tabel 3.0. macrophylla) and tungkul merah (S.6270 42.8759 dan SE = 1. stenoptera) in research location). dimana lebih dari 90% keragaman Ttm : Tinggi pohon tengkawang tunggul merah (m) diameter batang dapat menerangkan keragaman d : Diameter batang (dbh) (cm) tinggi pohon.1933 Sumber: diolah dari data primer.5 7 49.0.3891.8176 25 4 24. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara tinggi dimana : dengan diameter batang setinggi dada adalah Ttp : Tinggi pohon tengkawang tunggul putih (m) sangat nyata.3499 Diameter (cm) 15.1956 22 5 15. mínimum dan dengan menggabungkan data dari kedua petak variasinya seperti yang tersaji pada Tabel 3. persamaan regresi seperti pada Gambar 2 dan 3.1271 untuk jenis tengkawang tungkul putih. Hasil statistik pada Tabel 2 menunjukkan Model persamaan di atas merupakan model lebar rentang ukuran dari tinggi dan diameter yang terpilih dan terbaik dari kelima model pada kedua jenis tengkawang. Statistik tinggi pohon dan diameter batang (dbh) pada tegakan tengkawang tungkul putih (S. Hasil analisa memberikan indikasi adanya variasi yang besar model hubungan tinggi pohon dan diameter dalam tegakan tengkawang tersebut. dengan kedua jenis tengkawang mempunyai Selanjutnya bila ditinjau dari hasil analisa nilai koefisien determinasi (R2) yang cukup regresi hubungan tinggi pohon dengan diameter tinggi dengan nilai galat baku atau standard batang (dbh) untuk kedua jenis tengkawang error (SE) yang kecil. silvikultur pada kondisi tegakan tengkawang Persamaan hubungan kedua variabel tersebut. Statistics of height and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul putih (S.0942 Diameter (cm) 12. itu dalam mempertegas data yang dianalisa.9043 untuk Ttp = -2. untuk kedua variabel ini.0803 + 0.9359 untuk Ttm = -0.8177 dan SE tersebut.9334d . Model Hubungan Tinggi dan Diameter Tajuk Dengan Diameter Setinggi Dada Pada Tegakan Tengkawang … (Asef K. Table 3. adalah sebagai berikut : diameter batang adalah 0. tidak berbeda nyata antara tinggi pohon dengan menjadikan perlunya dilakukan perlakuan diameter pohon. sedangkan pada tengkawang tungkul merah Model persamaan regresi atau allometrik yang memiliki R2 = 0. nilai tersebut yang telah diuji dan di analisa. maksimum.0162d2 tengkawang tungkul putih dan 0. yaitu R2 = 0. Tungkul merah Tinggi (m) 10.4673 33 7 27.0072d2 tengkawang tungkul merah.2697 + 1. 13 .6837 2. stenoptera) di lokasi penelitian.2711d . macrophylla) dan tungkul merah (S. Hardjana) sedangkan tengkawang tungkul merah ukur tersebut berdasarkan dari jenisnya. Karena batang terpilih untuk kedua jenis tengkawang adanya perbedaan yang cukup besar antara menunjukan hubungan yang cukup erat atau rataan pada variabel kedua jenis tersebut.

Regression model of the correlation between height and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul putih (S. Figure 3. pendugaan yang menggunakan satu peubah seperti yang tersaji pada Tabel 4 berikut ini. Juni 2013: 7-18 30 25 20 Tinggi Pohon (m) 15 10 5 0 0 10 20 30 40 50 Diameter Pohon (cm) Sumber: diolah dari data primer. 7 No. 25 20 Tinggi Pohon (m) 15 10 5 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Diameter Pohon (cm) Sumber: diolah dari data primer. kedua maka galat baku maksimum yang dapat model ini cukup memenuhi syarat ketelitian ditenggang adalah 20% dan apabila dengan nilai masing-masing galat baku (SE) menggunakan dua peubah maka tenggangnya adalah 2. Ditinjau dari nilai galat baku (SE). Figure 2. stenoptera) in research location. 14 . Untuk menguji tingkat signifikansi Seperti yang telah dikemukakan oleh Prodan keeratan hubungan tinggi pohon dan diameter (1965) bahwa suatu persamaan regresi pohon dilakukan analisis varian (Anova). Model regresi hubungan tinggi pohon dengan diameter batang (dbh) tengkawang tungkul merah (S. Gambar 2. dan 1.39% pada tengkawang tungkul merah.JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol.1. macrophylla) in research location. Regression model of the correlation between height and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul merah (S. macrophylla) di lokasi penelitian. Gambar 3. Model regresi hubungan tinggi pohon dengan diameter batang (dbh) tengkawang tungkul putih (S. stenoptera) di lokasi penelitian.13% untuk tengkawang tungkul putih sebesar 25%.

stenoptera) di lokasi penelitian.0045d2 korelasi (R) antara diameter tajuk dan diameter DTtm = 3. Nilai galat baku (SE) tersebut diameter tajuk dengan diameter batang untuk dapat dikatakan bahwa kedua persamaan regresi kedua jenis tengkawang tersebut.2245 1. Model Hubungan Tinggi dan Diameter Tajuk Dengan Diameter Setinggi Dada Pada Tegakan Tengkawang … (Asef K.918 401. Hardjana) Tabel 4.1666  Sisa 44 84.7739 (1. seperti yang tersaji pada Gambar 1. Dengan demikian. stenoptera) in research location. tengkawang tungkul putih dan 0.764 Tengkawang Tungkul Merah  Regresi 2 599. Variabel Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Rataan Kuadrat Ftab Fhit (Variable) (Degree of Freedom) (Sum of Square) (Mean of Square) 95% Tengkawang Tungkul Putih  Regresi 2 3633.90395 1. adalah yang diperoleh cukup memenuhi syarat sebagai berikut : ketelitian.4360d – 0. dimana masing-masing sebesar regresi power. yaitu 0. macrophylla) and tungkul merah (S.7192 15 .52474  Jumlah 181 4443. C.929635  Jumlah 46 683.5518 6.5267 155. Analysis of variance on the correlation between height and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul putih (S. dapat hubungan diameter tajuk dan diameter batang juga ditinjau dari nilai galat baku atau standard (dbh) pada kedua jenis tengkawang adalah tipe error (SE).77%) untuk tengkawang tungkul 4 dan 5 berikut ini. Persamaan kehutanan dalam menghitung potensi tegakan hubungan kedua variabel dengan kedua jenis tengkawang dalam suatu unit tanaman hutan.8888  Sisa 179 809.0535 299. macrophylla) dan tungkul merah (S. Table 4.9285 4. dan diameter batang pada kedua jenis diharapkan kedepannya model persamaan tengkawang menunjukan hubungan yang cukup alometrik ini dapat membantu para praktisi erat atau tidak berbeda nyata.9574 Sumber: diolah dari data primer. Analisis varian hubungan tinggi pohon dan diameter batang (dbh) pada tegakan tengkawang tungkul putih (S. Model persamaan regresi putih dan 0.835 1816.5172 untuk pohon dari tegakan tengkawang tersebut. Hubungan Diameter Tajuk dan Selain itu tingkat ketelitian dari hubungan Diameter Batang antara diameter tajuk dan diameter batang dari Model regresi yang digunakan untuk kedua model persamaan regresi tersebut.2327 batang pada kedua model tersebut memiliki dimana : perbedaan yang cukup signifikan.0658 pada tengkawang tungkul merah. dimana d : Diameter batang (dbh) (cm) dengan bertambahnya diameter akan Dari Gambar 4 dan 5 menunjukan bahwa berpengaruh juga terhadap pertumbuhan dari analisa regresi hubungan antara diameter tajuk tinggi pohon tersebut. Walaupun bila ditinjau dari nilai koefisien DTtp = 0.3287d0.32%) pada tengkawang atau allometrik yang dihasilkan dari hubungan tungkul merah.7174 + 0. Hasil analisis varians dari kedua jenis DTtp : Diameter tajuk tengkawang tunggul tengkawang menunjukkan bahwa besarnya nilai putih (m) F hitung lebih besar dari F tabel 95% yang DTtm : Diameter tajuk tengkawang tunggul mengindikasikan bahwa keduanya memiliki merah (m) hubungan yang sangat signifikan. tengkawang mempunyai nilai koefisien tanpa kesulitan lagi untuk mengukur tinggi determinasi (R2) sebesar 0.322 (0.

Model regresi hubungan diameter tajuk dengan diameter batang (dbh) tengkawang tungkul merah (S. Model regresi hubungan diameter tajuk dengan diameter batang (dbh) tengkawang tungkul putih (S.256 untuk tengkawang tungkul merah. 16 14 12 Diameter Tajuk (m) 10 8 6 4 2 0 0 10 20 30 40 50 Diameter Pohon (cm) Sumber: diolah dari data primer. Hal ini tetap menunjukkan bahwa diameter batang dapat menerangkan keragaman hubungan antara diameter tajuk dengan diameter tajuk. Regression model of the correlation between crown diameter and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul putih (S. stenoptera) in research location. Gambar 5. Gambar 4. Regression model of the correlation between crown diameter and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul putih (S. Figure 5.JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol. di setiap unit hutan tanaman tengkawang dimana lebih dari 25% dan 70% keragaman tungkul (Shorea spp.1. Figure 4. 12 10 Diameter Tajuk (m) 8 6 4 2 0 0 5 10 15 20 25 30 35 Diameter Pohon (cm) Sumber: diolah dari data primer. macrophylla) di lokasi penelitian. stenoptera) di lokasi penelitian.). Hal ini mengindikasikan bahwa diameter batang setinggi dada adalah nyata. macrophylla) in research location. Juni 2013: 7-18 untuk tengkawang tungkul putih dan 0. keragaman diameter 16 . 7 No.

Variabel Derajat Bebas (Degree Jumlah Kuadrat Rataan Kuadrat Ftab Fhit (Variable) of Freedom) (Sum of Square) (Mean of Square) 95% Tungkul Putih  Regresi 2 603. terhadap potensi permudaan alam.9222  Sisa 179 563.14687  Jumlah 181 1166. tersebut.2711d . adalah DTtp = 0.3287d0. Sedangkan model persamaan regresi DAFTAR PUSTAKA yang dapat dipergunakan untuk menduga BPS Kab.328 3. tajuk dengan diameter pohon (dbh). macrophylla) and tungkul merah (S.103  Jumlah 46 4.2327 untuk jenis tengkawang tungkul Ratio of Parkia biglobosa in The Nigerian Guinea merah.90314 4. KESIMPULAN dalam kegiatan inventarisasi hutan tanaman Model persamaan regresi yang dapat tengkawang (Shorea spp) seperti pengukuran dipergunakan untuk menduga tinggi pohon pada tinggi dan diameter tajuk dapat dieliminir kedua jenis tengkawang adalah Ttp = -2. Crown Height and Crown = 3. Hardjana) tajuk pohon dapat diterangkan oleh keragaman Sumarna (2008) menyebutkan bahwa pada diameter batangnya.9334d - 0. Crown Diameter. T.654 0. 17 . Dengan Hasil analisis varian dari kedua jenis demikian. macrophylla) dan tungkul merah (S.7 No. maka IV. 27 Desember 2012.0072d2 untuk jenis tengkawang tungkul merah. Seperti yang telah dilaporkan oleh Tabel 5. Hal. 2012.6541-6543.0803 + 0. Prediction Equations for Estimating Tree Height.2697 + dengan hanya mengukur diameter pohon 1. Sanggau. Model Hubungan Tinggi dan Diameter Tajuk Dengan Diameter Setinggi Dada Pada Tegakan Tengkawang … (Asef K. tanpa mengalami kesulitan bertambahnya diameter akan berpengaruh juga lagi untuk mengukur luas atau diameter dari terhadap pertumbuhan dari tajuk pada pohon tajuk tegakan tersebut. dimana dengan unit hutan tanaman.328 0.7947 95.4360d – 0. Adanya hubungan yang erat atau saling Savanna.0162d2 untuk jenis tengkawang setinggi dada (dbh). Analysis of variance on the correlation between crown diameter and stem diameter (dbh) of tengkawang tungkul putih (S.879 Tungkul Merah  Regresi 1 0.0045d2 untuk jenis tengkawang tungkul putih dan DTtm Buba.0. African Journal of Agricultural Research signifikan antara tinggi pohon dan diameter Vol.982 Sumber: diolah dari data primer. Kabupaten Sanggau Dalam diameter tajuk pada kedua jenis tengkawang Angka 2010. Analisis varian hubungan diameter tajuk dan diameter batang (dbh) pada tegakan tengkawang tungkul putih (S. stenoptera) di lokasi penelitian. stenoptera) in research area. tungkul putih dan Ttm = -0.169 0. pohon induk gaharu hasil uji Anova dan hasil Untuk menguji tingkat signifikansi uji beda antar kelas diameter batang dengan keeratan hubungan diameter tajuk dan diameter luas tajuk mempunyai saling keterkaitan yang batang dilakukan analisis varian (Anova).49. diharapkan model persamaan tengkawang menunjukkan bahwa besarnya nilai alometrik ini dapat membantu para praktisi F hitung lebih besar dari F tabel 95% yang kehutanan dalam memprediksi produksi buah mengindikasikan bahwa keduanya memiliki pada setiap tegakan tengkawang dalam satuan hubungan yang signifikan. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sanggau. signifikan diantara keduanya dan berpengaruh seperti yang tersaji pada Tabel 5 berikut ini.5894 301. Table 5.7174 + 0. 2010.2897 3.082  Sisa 45 4.

11 No. Balai Litbang Prodan. W.5 No. Diameter at Breast Height . 2008. March 2009. Setyawan 2005.S. Development of karas (Aquilaria malaccensis Lamk).4 Beberapa Catatan Pohon Penghasil Biji. 2008. J. Perganon. D. 1965. Hal. Juni 2013: 7-18 Davis. Kondisi tegakan Husch.215-219.S and K. Samarinda. Diameter Prediction Models for Picea orientalis. 18 . Management Vol. Junal Penelitian Dipterokarpa Vol.1. Loka Litbang Satwa Primata.. 1987. Bogor. T. B.21-27. The Ronald Press jarak tanam di KHDTK Sebulu. Juni 2011. Titus. Pengaruh diameter dan luas tajuk Mc Graw-Hill Book Company. A. New York. pohon induk terhadap potensi permudaan alam tingkat semai tumbuhan penghasil gaharu jenis Huang.) di Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Selatan. M. N. Miller and T.1... Kalimantan Timur. dan Abdurachman. Siswanto. Forest Biometric. Sumarna. I. C. L. Kondisi tegakan Pendugaan Isi Pohon Agathis loranthifolia Salisb di meranti tembaga (Shorea leprosula Miq. 2009. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Timur. Jawa kawasan bekas kebakaran Samboja.129.JURNAL Penelitian Dipterokarpa Vol. E. 2011.Crown Samarinda. umur 13 tahun pada berbagai Mensuration.1. Info Hasil No. Beers. Imanuddin.3. dan R. Hal.V No. Forest Ecology and Hal. Jhonson. 1972. Bogor. A. Forest Management. 7 No.5 Hal. Bogor.V No.1 White Spruce in Boreal Forests. Price and S. Kabupaten Kutai Company. Kartanegara. Second Edition. London. dan Abdurachman.125-141. Alam Vol. 2006.E. African Journal of Agri5cultural Research Vol. Y. Balitbang Hutan Tanaman. Sumadiwangsa dan D.485-496. Forest Shorea leprosula Miq. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Puslitbang Hasil Hutan. S. New York. 2000. B. Kalimantan Tengah. 2008. Prosiding Seminar Bersama Hasil-hasil Penelitian. Hutan Vol. Model Suyana. Sonmez. Suyana. Winarni I. 2008. Oxford- Kehutanan Kalimantan. Jurnal Ecoregion-Based Height-Diameter Models for Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol.