KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan dalam
menyusun makalah untuk mata kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam dengan
judul "Anak dalam Perspektif Islam" tepat pada waktunya.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini.

Namun demikian, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat
kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, dengan lapang dada
kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pembaca yang ingin memberi
saran maupun kritik demi upaya memperbaiki makalah ini.

Akhir kata, penyusun berharap semoga dari makalah sederhana ini dapat
bermanfaat bagi khazanah keilmuan di Indonesia dan dapat menginspirasi para
pembaca untuk mengangkat permasalahan lain yang relevan pada makalah-
makalah selanjutnya.

Cimahi, 15 Maret 2017

Penyusun

1

.............. Anak Sebagai Zinah (Perhiasan).........7 2...........................................................................2................................................................................ Anak Dalam Perspektif Islam............4 2......................1......1................................................................. Rumusan Masalah......................... Kesimpulan......2....................1 1..........................................ii BAB I PENDAHULUAN................................... Anak sebagai Amanah (Titipan)........................................................3 2.......................................................1......13 3.................................2..............................................2 BAB II PEMBAHASAN...........................10 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN.1.......3........................ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...2........................... Anak Sebagai Fitnah (Cobaan)...............................4..................................................................................1.......................... Tujuan Pembahasan.1 1............9 2...............3 2...........1......................15 2 ...............13 DAFTAR PUSTAKA................. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak...........................................13 3.................................. Latar Belakang.....3.......i DAFTAR ISI.............................................1................................... Fitrah Beragama Bagi Anak................................................................. Anak sebagai Dzuriat (Keturunan).....3 2.................6 2..........1 1...........................................1..........................................3.......... Saran................................................

entah karena terhambatnya komunikasi atau minimnya pengetahuan kita selaku orang tua tentang bagaimana Al Islam memberikan tuntunan dan pedoman tentang memperlakukan anak sesuai dengan proporsinya. BAB I PENDAHULUAN 1. yaitu: 1 . Rasulullah saw mengajarkan bahwa ada dua hal potensial yang akan mewarnai dan membentuk kepribadian anak yaitu orang tua yang melahirkannya dan lingkungan yang membesarkannya. Latar Belakang Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Alloh SWT kepada setiap orang tua.2.1. Hal ini dapat berdampak buruk pada fitrah sang anak dalam beragama. Muslim ) Fenomena yang terjadi saat ini. maka kedua orang tuanyalah yang membuat dia (memiliki karakter) yahudi. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini. perlu pula mengetahui kapan saja waktu yang dapat digunakan selama fase perkembangan sang anak untuk mengajarkan mereka tentang agama. 1. tanpa memilki landasan ilmu dan makna arahan keberadaan anugerah anak. selain harus mengenal bagaiman pandangan islam menganai keberadaan sang anak. Namun seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Seringkali keluarga yang hanya memiliki filosofi bahwa kehadiran anak semata-mata akibat logis dari hubungan biologis kedua orang tuanya. Berbagai cara dan upaya dilakukan orang tua agar dapat melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. tidak sedikit keluarga yang memiliki filosofi keliru tentang eksistensi anak. Untuk itu.” ( HR. atau (memiliki karakter) nasrani atau (memiliki karakter) majusi. Rasulullah saw bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah.

Memahami fitrah beragama bagi seorang anak. 2 1. Mengetahui bagaiman fase perkembangan anak dalam pandangan Islam. Tujuan Pembahasan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Fitnah (ujian) . Fitnah (ujian) . 2. 3. Bagaimana fitrah seorang anak dalam beragama? 3. dan Zinah (perhiasan)? 2. . Memahami kedudukan anak sebagai amanah (titipan).3. dan Zinah (perhiasan). Bagaimana fase perkembangan anak dalam pandangan Islam? 1. Bagaimana kedudukan anak sebagai amanah (titipan). dzuriyat (keturuana) . dzuriyat (keturuana) .

keras. ‫ه‬ ‫جاهرة ة ع هل يهيهها‬ ‫ح ه‬‫س وهٱيل ح‬ ‫ها ٱلننا ة‬ ‫سك ة يم وهأ هيهحليك ة يم هناررا وهةقود ة ه‬ ‫ف ه‬‫مةنوا ا قةووا ا هأن ة‬ ‫ن هءا ه‬ ‫ي وهيأي يهها ٱل ن ح‬ ‫ذي ه‬ ‫ه‬ ٦‫ن‬ ‫مةرو ه‬ ‫ما ي ةيؤ ه‬ ‫مهرهة يم وهي هيفعهةلو ه‬ ‫ن ه‬ ‫ما أ ه‬ ‫ه ه‬ ‫ن ٱلل ن ه‬‫صو ه‬‫دادد نل ي هيع ة‬ ‫ش ه‬‫ة حغهلدظ ح‬ ‫مل وهيئ حك ه ة‬ ‫ه‬ “Hai orang-orang yang beriman.1.R. rohaninya." (H. moralnya. dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa 3 . BAB II PEMBAHASAN 2. baik dalam persoalan jasmani sang anak. finansialnya juga kehidupan sosialnya kelak. serta perhiasan yang menghiasi kehidupan keluarga. Bukhari 844) Salah satu ayat dalam Al-Qur’an mengingatkan kepada manusia untuk senantiasa memelihara dirinya dan keluargamnya. Oleh karena itu orang tua dituntut harus mempersiapkan diri sejak kehamilan hingga mereka dewasa. Pada hari kiamat nanti setiap orangtua akan dimintai pertanggungjawaban berkenaan dengan anak yang dianugerahkan dan diamanahkan kepadanya. 2. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. tak hanya menjadi keturunan sebagai generasi penerus keluarga atau bangsanya. Anak Dalam Perspektif Islam Dalam pandangan islam anak tak hanya sebagai titipan atau amanah bagi orang tuanya.1. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. mentalnya.1. Dalam cuplikan sebuah hadis diriwayatkan bahwa: "Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Islam juga memandang anak sebagai sebuah ujian bagai para orang tuanya. emosionalnya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya. Anak sebagai Amanah (Titipan) Anak adalah amanah Allah Swt. dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut.

S. Olehh karena itu. Di antaranya ayat berikut: ‫ه‬ ‫خللاةفوا ا ع هل يهيهحلل يم فهيلي هت ن ة‬ ‫قللوا ا ٱلل نلل ه‬ ‫فا ه‬ ‫ضللعيه ف‬ ‫خيل ح‬ ‫فهح يم ذ ةرري نلل ر‬ ‫ة ح‬ ‫كوا ا ح‬ ‫مين ه‬ ‫ن ل هيو ت ههر ة‬ ‫ذي ه‬ ‫وهيلي هيخ ه‬ ‫ش ٱل ن ح‬ ‫دا‬ ‫دي ف‬ ‫قوةلوا ا قهيورل ه‬ ‫س ح‬ ‫وهيلي ه ة‬ "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang khawatir akan meninggalkan keturunan berupa anak-anak yang lemah. namun dapat tumbuh dewasa menjadi generasi yang shaleh yang dapat mengantarkan orang tuanya kepada pintu surga kelak. Hal ini dilakukan agar mereka tidak menjadi anak-anak yang lemah iman dan lemah kehidupan duniawinya.” (At-Tahrim:6) Dengan demikian. an-Nisa: 9).1. Dengan hadirnya anak. setiap muslim khususnya para orang tua yang telah diberi amanat berupa anak maka mereka wajib untuk mengasuh dan mendidik anak-anak mereka dengan baik dan benar." (Q.2. demi masa depannya maupun demi orang tua itu sendiri. Selain itu Allah juga memerintahkan manusia untuk senantiasa berdoa untuk kedua orangtuanya serta untuk keturunannya. 2. hendaklah mereka senantiasa bertakwa kepada Allah dan selalu mengucapkan perkataan yang benar. 4 yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. sebagaiman diterangkan dalam ayat berikut: ‫ووصيينا ٱيلإنسن بول حدييه إيحسناا حمل يهت ة‬ ‫هۥ‬ ‫ه ك ةيرهراا وه ه‬ ‫حيمل ة ة‬ ‫ضعهيت ة‬‫ها وهوه ه‬ ‫هۥ ك ةير ر‬ ‫م ة‬ ‫هأ ي‬ ‫ه ه ن ه ح يه ه ح يه ه ح ح يه ف ه ه ة‬ ‫ه‬ ‫ذا ب هل هغه أ ه ة‬ ‫ب‬‫ل هر ر‬ ‫ة هقا ه‬ ‫سن ه ر‬ ‫ن ه‬ ‫شد نه ةۥ وهب هل هغه أيرب هحعي ه‬ ‫ى إح ه‬ ‫شيهفراا ه‬ ‫حت ن وي‬ ‫هۥ ث هل يهةثو ه‬ ‫ن ه‬ ‫صل ة ة‬ ‫وهفح يه‬ . penting bagi orangtua untuk memperhatikan keturunannya. Anak sebagai Dzuriat (Keturunan) Anak adalah keturunan atau generasi penerus bagi orang tua dan bangsanya. Salah satu ayat dalam Al-Qur’an menyeru kepada manusia untuk berhati- hati dalam persoalan masa depan anak keturunannya. Oleh sebab itu. yang dikhawatirkan kesejahteraannya. para orang tua akan merasa ada pihak yang akan meneruskan garis keturunannya.

2014. komitmen dan integritas moral orang tua. tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai.”( QS. Mereka merupakan jejak. sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku. simpanan. Doa itu merentang dari orang tua kepada keturunan agar para generasi bertaut dalam ketaatan kepada Allāh. Baik fisik maupun non fisiknya. mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. 5 ‫ه ه‬ ‫ك ٱل نت ح ه‬ ‫أ يهوزيعن ح ه ه‬ ‫حا‬ ‫صل ح ر‬ ‫ل يه‬ ‫ى ويهل حد هين وهأين أيع ه‬ ‫م ه‬ ‫ه‬ ‫ي وهع هل ي‬‫ت ع هل ه ن‬ ‫ي أينعهيم ه‬ ‫و‬ ‫ي أين أيشك ةهر ن حيع ه‬ ‫مت ه ه‬ ‫و‬ ‫ح‬ ١٥ ‫ن‬‫مي ه‬ ‫ن ٱيل ة‬ ‫ميسل ح ح‬ ‫م ه‬ ‫ك وهإ حرني ح‬‫ت إ حل يهي ه‬ ‫صل حيح حلي حفي ذ ةرري نت حايي إ حرني ت ي ةب ة‬ ‫ه وهأ ه ي‬ ‫ت هير ه‬ ‫ضى ي ة‬ “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. T. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri. Keturunan yang saleh merupakan dambaan hamba yang saleh. Aam Abdussalam memaparkan.hlm). berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. dan perbendaharaan dirinya yang lebih bernilai bagi qalbunya daripada segala perhiasan dunia. ibunya mengandungnya dengan susah payah. Seperti sifat semangat dan malasnya orang tua. dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Dengan demikian. . kedudukan anak sebagai żuriyyah berfungsi untuk memberikan kebahagiaan qalbu kepada orang tuanya jika anak berada dalam ketaatan kepada Allāh demi mencari keridhaan-Nya. bahwa menjadi kepastian bagi anak ketika berada di lingkungan rumahnya untuk membaca dan menangkap penampilan orang tua secara keseluruhan. Al-Ahqāf: 15) Sayyid Quthb (2004. 323) memaparkan bahwa kalimat “berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku” merupakan permohonan keinginan hati seorang mukmin agar amal salehnya sampai kepada keturunannya dan agar qalbunya merasa senang jika keturunannya beribadah kepada Allāh dan mencari keridhaan-Nya. hlm. sehingga apa yang ditampilkan oleh orang tua di hadapan anaknya akan ditangkap dan tentu saja akan menjadi warisan untuk anak (Rumah Cahaya.

penerus nilai-nilai yang dibawakan oleh rasulullah saw.” (Q. . sejauh mana dirinya mampu memelihara amanah Allah Swt.” (Q. dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. sebagaimana yang diterangkan dalam ayat berikut: ‫جك ة يم وهأ يهول يهد حك ة يم ع هد ةرووا ل نك ة يم فهٱيحذ هةروهة ايم وهحإن ت هيع ة‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫فوا ا‬ ‫مين أيزويه ح‬ ‫ن ح‬ ‫من ةووا ا إ ح ن‬ ‫ن هءا ه‬ ‫ذي ه‬ ‫ي وهيأي يهها ٱل ن ح‬ ١٤ ‫م‬ ‫حي ة‬ ‫فودر نر ح‬ ‫ه غه ة‬ ‫ن ٱلل ن ه‬ ‫فةروا ا فهإ ح ن‬ ‫حوا ا وهت هيغ ح‬ ‫ف ة‬‫ص ه‬‫وهت ه ي‬ “Hai orang-orang mukmin. kedudukan anak dalam pandangan Islam merupakan cobaan atau fitnah dari Allah Swt.S. Dengan demikian warisan yang berharga dan terpenting dari orang tua bukan warisan materi melainkan warisan pendidikan dan nilai/akhlak. sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. agar sang anak tidak menjadi fitnah yang amat berat bagi orang tuanya suatu hari nanti. Sehingga anak memiliki posisi untuk mengembangkan ajaran agama. anak harus diarahkan kepada kehidupan yang positif dan agamis. 6 Anak sebagai żuriyyah dimaksudkan juga anak sebagai pewaris nilai. At-taghobun:15) Seperti halnya harta. Oleh sebab itu. Anak Sebagai Fitnah (Cobaan) Di samping sebagai amanah Allah telah memperingatkan bahwa seorang anak bisa saja menjadi musuh bagi orang tuanya. Seperti ketawadhuan orang tua dan kegigihan orang tua dalam membela kebenaran. At-taghobun:14) Di ayat berikutnya Allah menerangkan: ‫ه‬ ‫ا‬ ‫ه‬ ‫ه‬ ‫عند هه ةيۥ أيجةر ع ه ح‬ ١٥ ‫ظيدم‬ ‫ما أيموهيل ةك ة يم وهأيول يهد ةك ة يم فحيتن هدة وهٱلل ن ة‬ ‫ه ح‬ ‫إحن ن ه‬ “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu).1. Anak adalah ujian bagi orang tua. Jangan sampai terjadi salah asuhan dalam mendidiknya. 2.S.3.

” ( Q. termasuk di dalamnya adalah harta dan anak- anak. binatang-binatang ternak. Yakni . kebanggaan orangtua dan sekaligus perhiasan dunia serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi.4. yaitu: wanita-wanitadan anak-anak. Ali Imran:14) Di lain ayat Allah berfirman : ‫واربا‬ ‫عند ه هرب ر ه‬ ‫ك ثه ه‬ ‫خييةر ح‬ ‫ت ه‬ ‫ح ة‬ ‫صل ح يه‬ ‫ت ٱل ين‬ ‫حي هويةح ٱلد ييني هاا وهٱيلب يه ح‬ ‫قي يه ة‬ ‫ة ٱيل ه‬ ‫ل وهٱيلب هةنو ه‬ ‫ن حزين ه ة‬ ‫ما ة‬ ‫ٱيل ه‬ ٤٦ ‫مرل‬ ‫ه‬ ‫خييةر أ ه‬ ‫وه ه‬ “ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan- amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. jauh dari akhlak mulia.”(QS. Anak Sebagai Zinah (Perhiasan) Allah SWT menjadikan segala sesuatu yang ada di pemukaan bumi sebagai perhiasan bagi kehidupan. Yang paling utama dan efektif dalam menjauhkan dari ‘fitnah’ adalah menanamkan pendidikan agama sejak dini. 7 seperti diarahkan pada budaya permisif: buka aurat. perak. kuda pilihan.1. Allah SWT berfirman: ‫ن‬ ‫م ه‬ ‫قنط ههرةح ح‬ ‫م ه‬‫طيرح ٱيل ة‬‫قن يه ح‬‫ن وهٱيل ه‬ ‫ي‬ ‫ساحء وهٱلب هحني ه‬ ‫ن ٱلن ر ه‬‫م ه‬ ‫ت ح‬ ‫شههويه ح‬ ‫ب ٱل ن‬ ‫ح ي‬ ‫س ة‬ ‫ن حللننا ح‬ ‫ةزي ر ه‬ ‫ه‬ ‫مت يهعة ٱيل ه‬ ‫حي هويةح ٱلد ييني هاا‬ ‫ث ذ يهل ح ه‬ ‫ك ه‬ ‫حير ث ث‬‫مةح وهٱيلأينعيهم ح وهٱيل ه‬ ‫سون ه‬ ‫ل ٱيل ة‬ ‫م ه‬ ‫خيي ح‬‫ضةح وهٱيل ه‬ ‫ب وهٱيل ح‬ ‫ف ن‬ ‫ٱلذ نهه ح‬ ١٤ ‫ب‬ ‫ما ح‬‫ن ٱيل ‍ه‬‫حيس ة‬‫عند هه ةۥ ة‬‫ه ح‬‫وهٱلل ن ة‬ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini.S. berpola konsumerisme. Al Kahfi : 46 ) Anak merupakan karunia dan hibah dari Allah SWT sebagai penyejuk pandangan mata. dan sebagainya. Perhiasan yang dimaksud adalah bahwa orangtua merasa sangat bangga dan senang atas beragai prestasi yang diperoleh anak-anaknya sehingga dia pun akan terbawa baik di depan masyarakat. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik (surga). dan sawah ladang. harta yang banyak dari jenis emas. 2.Anak juga bisa menjadi nikmat yang mendatangkan kebahagiaan bagi orang tuanya.

ilmu yang bermanfaat. Cukuplah sebagai tanda jasa dan pujian bagi pendidik bahwa seorang hamba akan meraih pahala yang besar setelah wafatnya dan masa umurnya telah habis dan habis masa hidupnya. ‘bagaimana mungkin aku mendapatkan derajat ini?’ maka dijawab. Dalam firmanNya: ‫ه‬ ‫وٱل نذين هءامنوا ا وٱتبعيته يم ذ ةريتهم بإيم ه‬ ‫ما أل يهتن يهةهم ر‬ ‫مين‬ ‫ن أيل ه‬ ‫حيقهنا ب حهح يم ذ ةرري نت ههة يم وه ه‬ ‫ه ن ه ه ة ر ن ة ة ح ح يه ن‬ ‫ه ة‬ ‫ه ح ه‬ ٢١ ‫هيدن‬ ‫ب هر ح‬ ‫س ه‬‫ما ك ه ه‬ ‫شيي ءاء ك ة ي‬ ‫ل ٱيمرح يييث ب ح ه‬ ‫من ه‬ ‫مل ححهم ر‬ ‫عه ه‬ “Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucunya mereka mengikuti mereka dalam keimanan. seorang pendidik akan meraih derajat yang tinggi. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersada: “Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga. kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka. maka terputuslah amalannya. Ibnu Majah) Begitu pula dia akan dikumpulkan di surga bersama para kekasih dan kerabatnya sebagai karunia alasan yang baik dari Allah SWT. (Ath-Thur: 21) . kecuali tiga perkara: Shadaqah jariyah. 8 anak yang bisa mendatangkan manfaat bagi orang tuanya baik di dunia maupun di akhirat. dan anak shalih yang mendoakannya. Seorang yang bijak. dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” Jadi. Orang tua adalah sebaik-baiknya pendidik bagi anak. ‘hal ini lantaran anakmu telah memohon ampun(istighfar) untukmu. jika sudah mengetahui bahwa anak merupakan perhiasan. lalu ia berujar. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. pahala yang berlipat ganda dan meninggalkan pusaka yang mulia di dunia bagi anak cucunya.” (HR. Yakni dengan membekali pendidikan yang baik. Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia meninggal. tentu ia akan menjaga perhiasan tersebut dengan sebaik-baiknya.

memiliki naluri untuk beragama. Padahal Allah telah menciptakan manusia dengan fitrahnya untuk bergaman kepada agama Allah(Islam).” (Q. Ar-Rum:30) Maka dari itu. Namun mengenai arah dan kualitas perkembangannya sangat bergantung kepada proses pendidikan yang diterimanya (faktor lingkungan). sebagaiman firman Allah SWT. Seorang anak.2. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. nasrani atau majusi. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Fitrah beragama ini merupakan kemampuan dasar yang mengandung kemungkinan atau peluang untuk berkembang. orang tua haruslah membimbing anak-anaknya sedini untuk senantiasa beragama kepada agama Allah. Dalam ayat berikut: ‫ق‬ ‫ل لح ه ي‬ ‫خل ح‬ ‫س ع هل يهيههاا هل ت ي هب ح‬ ‫دي ه‬ ‫ت ٱلل نهح ٱل نحتي فهط ههر ٱلننا ه‬ ‫ححني ر ي‬ ‫فاا فحطهر ه‬ ‫ن ه‬ ‫دي ح‬‫ك حلل ر‬ ‫فهأ هقح يم وهيجهه ه‬ ‫س هل ي هيعل ه ة‬ ‫م وهل يهك ح ن ه ي‬ ‫ن ٱيل ه‬ ‫ٱلل ناثه ذ يهل ح ه‬ ٣٠ ‫ن‬‫مو ه‬ ‫ن أكث ههر ٱلننا ح‬ ‫قي ر ة‬ ‫دي ة‬‫ك ٱل ر‬ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. dengan memberikan pendidikan agama sebaik dan sedini mungkin. Fitrah Beragama Bagi Anak Fitrah dalam pembahasan ini memiliki arti sesuatu yang telah melekat pada diri manusia dan terbawa sejak lahir. fitrah beragama seorang anak bisa saja berkahir pada agama selain agama yang telah diridhai Allah (Islam). tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. hanya karena orang tuanyalah anak itu menjadi yahudi. karena beragama merupakan suatu fitrah baginya. 9 2.” Menilik hadits diatas. walaupun anak tersebut lahir di keluarga beragama islam.S. Hal ini sebagaimana telah dinyatakan oleh Rasululloh SAW dalam salah satu haditsnya. . seorang manusia. yaitu: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. (Itulah) agama yang lurus.

dewasa. tua. Pertumbuhan dan Perkembangan Seorang Anak (Individu) menurut Al-Quran Pertumbuhan dan perkembangan anak menurut islam berlangsung fase demi fase.3. Secara biologis pertumbuhan itu digambarkan oleh tuhan dalam Al- Qur’an sesuai firmannya pada surat Al-Mu’min ayat 67 sebagai berikut : ‫جك ة يم ط حيفرل ث ة ن‬ ‫م‬ ‫م ي ةيخرح ة‬ ‫مين ع هل ه ه‬ ‫قءة ث ة ن‬ ‫م ح‬ ‫من ن ييط ه‬ ‫فءة ث ة ن‬ ‫ب ثة ن‬ ‫م ح‬ ‫من ت ةهرا ء‬ ‫كم ر‬ ‫ق ة‬ ‫خل ه ه‬ ‫ذي ه‬ ‫هةوه ٱل ن ح‬ ‫ه‬ ‫ل حت ي هبل ةغةووا ا أ ه ة‬ ‫جرل‬‫من قهيبالل وهل حت ي هبل ةغةووا ا أ ه‬ ‫ى ح‬ ‫من ي ةت هوهفن ي‬‫كم ن‬ ‫من ة‬‫خاا وه ح‬ ‫شةيو ر‬‫كوةنوا ا ة‬‫م ل حت ه ة‬‫شد نك ة يم ث ة ن‬ ٦٧ ‫ن‬ ‫قةلو ه‬ ‫مى وهل هعهل نك ة يم ت هيع ح‬ ‫س رو‬‫م ه‬ ‫ي‬ “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani. Masa bayi (0 hingga 2 tahun) Pada fase ini orang tua anak perlu untuk mengembangkan kasih sayang secara dua arah dimana ibu memberikan kasih sayangnya dan dalam waktu bersamaan juga mengembangkan kemampuan anak memberikan respon terhadap kita. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 2. Ini seperti yang sering kita perhatikan dalam fase pertumbuhan anak secara umum dimana kita memang . dan akhirnya meninggal – meski sebagian dari manusia ditakdirkan meninggal sebelum tua.2. kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua. terus tumbuh hingga remaja. di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. 2. kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa). kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak.3.3. Fase Perkembangan Anak Menurut Konsep Islam 1. 10 2. bahkan remaja.1. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).” Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa fase perkembangan seorang anak (individu) telah dimulai sejak dalam kandungan. sesudah itu dari segumpal darah. kemudian lahir sebagai anak.

Masa Taklif (15-18 tahun) Pada masa ini anak seharusnya sudah sampai pada titik bernama taklif atau bertanggung jawab. Masa anak-anak (2-7 tahun atau disebut dengan fase thufulah) Pada fase inilah merupakan fase penting memberikan pondasi dasar tauhid pada anak melalui cara aktif agar anak terdorong dan memiliki tauhid aktif dimana anak mau melakukan sesuatu yang baik semata menurut Allah. Fase ini fase penting penanaman pondasi bagi anak. Salah satu yang menjadi tuntutan bagi anak kemudian adalah kepandaiannya dalam mengatur harta yang dimulai dengan kemampuan mengatur anggaran untuk dirinya sendiri. 11 diharapkan mengajarkan dan memperhatikan anak untuk dapat memberikan respon terhadap kita. 5. Bagi lelaki setidaknya fase ini paling lambat dicapai di usia 18 tahun dan bagi anak perempuan paling lambat dicapai di usia 17 tahun. Masa Amrad (10-15 tahun) Fase ini adalah fase dimana anak mulai mengembangkan potensi dirinya guna mencapai kedewasaan dan memiliki kemampuan bertanggung jawab secara penuh. 2. Masa Tamyiz (7-10 tahun) Di fase ini anak sudah mulai mampu membedakan baik dan buruk berdasarkan nalarnya sendiri sehingga di fase inilah kita sudah mulai mempertegas pendidikan pokok syariat. 4. 3. Dalam islam. Tanggung jawab yang dimaksud selain pada diri . fase ini juga merupakan fase dimana anak mencapai aqil baligh sehingga sudah semakin pandai menggunakan akalnya secara penuh.

12 sendiri juga tanggung jawab terhadap keluarga. . masyarakat sekitar dan masyarakat secara keseluruhan.

Kesimpulan 1. membimbing dan mendidik anak-anak demi masa depan mereka dan masa depan orangtua sendiri.2. masa anak-anak (2-7 tahun atau disebut dengan fase thufulah). 3. 13 . Dan di masa tamyiz anak sudah bisa diperkenalkan pokok-pokok syariat Islam. Oleh sebab itu. Allah telah memfitrah kepada setiap umat manusia Agama yang telah diridhainya (Islam).bagi orangtuanya. Saran 1. Namun selain itu anak juga merupakan sebuah cobaan dari Allah SWT. 3. maka disarankan untuk para orang tua untuk senantiasa mengingat. keturunan yang akan meneruskan garis keturunan keluarganya. serta perhiasan yang menghiasi dan membanggakan kehidupan keluarga. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. masa tamyiz (7-10 tahun). Fitrah beragama bagi anak merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua. Mengingatkan pentingnya kedudukan anak dalam pandangan Islam. sudah menjadi tugas orang tua untuk bisa mendidik dan membina sang anak menjadi seorang insan yang terbaik. Hal ini dilakukan agar mereka tidak menjadi anak-anak yang lemah iman dan lemah kehidupan duniawinya. Fase perkembangan dan pertumbuhan anak dimulai dari masa bayi (0 hingga 2 tahun). 2. namun dapat tumbuh dewasa menjadi generasi yang shaleh yang dapat mengantarkan orang tuanya kepada pintu surga kelak. masa taklif (15-18 tahun). Dalam pandangan islam kedudukan anak adalah sebgai amanah yang harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin. tugas orang tualah yang memastikan agar sang anak tetap berada dalam fitrah beragamanya di setiap masa perkembangannya. masa amrad (10-15 tahun).1.

maka dari itu untuk para orang tua diharapkan dapat senantiasa membimbing anaknya untuk tetaplurus di agama Allah. 3. . dengan memperkuat iman diri. Fitrah beragama dapat saja melenceng dari apa yang telah allah berikan. Dalam perkembangan sang anak terdapat masa-masa cocok untuk mengajarkan satu hal tertentu. memperluas ilmu. 14 2. untuk disarankan pada orang tua untuk mengetahu setiap karakteristik disetiap masa perkembangan anak dan menyesuaikan pendidikan yang mest di berikan. dan menularkannya pada sang anak.

blogspot.html.html. Dari http://tasaqu.blogspot. Dani (2010). Anak dalam Perspektif Islam. Dari http://robbinadani. Makalah Perkembangan Anak Menurut Konsep Islam.id/2015/05/makalah-perkembangan- anak-menurut. Kedudukan Anak dalam Al-Quran. diakses pada tanggal 14 Maret 2017 Robbina.id/2010/12/anak-dalam-perspektif- islam.co.id/2016/05/anak-dalam- perspektif-islam. Dari http://dewiyaniani. diakses pada tanggal 14 Maret 2017 .html. Audrey (2016). 15 DAFTAR PUSTAKA Tatia. Anak dalam Perspektif Islam. Dari http://inspirasikaryaku.co. diakses pada tanggal 14 Maret 2017 Dewiyani (2010).co.com/keluargaqu/kedudukan-anak-dalam-al-quran/. diakses pada tanggal 14 Maret 2017 ______________ (2010).blogspot.

Related Interests