Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 4, No.

2 (Juni 2015)

EKSTRAKSI MULTI TAHAP KURKUMIN DARI TEMULAWAK
(Curcuma xanthorriza Roxb.) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL

Dwimas Anggoro, Rajian Sobri Rezki, Siswarni MZ
Departemen Teknik Kimia, FakultasTeknik,Universitas Sumatera Utara,
Jl. Almamater Kampus USU Medan 20155, Indonesia
Email: dwimas@hotmail.com

Abstrak
Kurkumin adalah zat warna pada temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) berupa kristal kuning oranye
yang sering digunakan sebagai pewarna. Metode yang biasa digunakan dalam ekstraksi adalah ekstraksi
satu tahap. Penelitian ini akan mempelajari ekstraksi multi tahap kurkumin dari temulawak. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui kondisi terbaik ekstraksi kurkumin dari temulawak sehingga dapat
digunakan untuk meningkatkan efisiensi prosesnya. Percobaan ini menggunakan pelarut etanol, dan
yang diamati adalah pengaruh dari berbagai variabel proses yaitu waktu ekstraksi, konsentrasi pelarut,
dan jumlah tahap ekstraksi. Waktu ekstraksi yang digunakan adalah 60 menit, 120 menit, dan 180 menit.
Variasi konsentrasi etanol yang digunakan yaitu 50%, 70%, dan 96%. Tahap ekstraksi yang digunakan
adalah ekstraksi dua tahap dan ekstraksi tiga tahap. Ekstrak kurkumin yang diperoleh dianalisa dengan
analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Rendemen maksimum yang diperoleh pada percobaan ini
adalah 16,35% dengan kondisi waktu 180 menit, konsentrasi etanol 70% dan jumlah tahap ekstraksi 3
tahap. Adapun kadar kurkumin tertinggi yaitu 2,617% dengan waktu 180 menit, konsentrasi etanol 96%
dan jumlah tahap ekstraksi 3 tahap. Kadar disini maksudnya adalah besar bagian terhadap rendemen
ekstrak. Hasil yang diperoleh pada penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu ekstraksi, jumlah
tahap dan konsentrasi pelarut meningkatkan perolehan rendemen ekstrak dan kadar kurkumin.

Kata kunci: kurkumin, ekstraksi, pelarut, rendemen, kadar

Abstract
Curcumin is a pigment in turmeric (Curcuma xanthorriza Roxb.), which has an orange-yellow crystal
appearance, and commonly being used as a colouring agent. Extraction method which is used in
extracting curcumin from turmeric is one stage extraction. This research will study a multi stage
extraction of curcumin from turmeric. The purposes of this research is to find the best condition in
extracting curcumin using multi stages extraction method to increase the efficiency rate in curcumin
extraction. This research used ethanol as a solvent, and effect from variables such as extraction time,
solvent concentration, and number of extraction stages are observed. Extraction times are 60 minutes,
120 minutes, and 180 minutes. Variations of ethanol concentration are 50%, 70%, and 96%. Stage
numbers of extraction are two stages extraction and three stages extraction. Extracts of curcumin are
examined with qualitative analysis and quantitative analysis. The best condition of multi stages
curcumin extraction is determined based on yield and content of curcumin. The maximum yield
obtained in this study was 16,35 % with conditions 180 minutes extraction time, 96% ethanol
concentration, and three stages extraction. The highest content of curcumin obtained is 2,617% with
conditions 180 minutes extraction time, 96% ethanol concentration, and three stages extraction. Content
means a fraction of yield. These results show that increase in the extraction time, the solvent
concentration and the stage numbers of extraction will increase the yield and content of curcumin.

Keywords: curcumin, extraction, solvent, yield, content.

Pendahuluan
Indonesia merupakan salah satu negara Kurkumin adalah pigmen fenolik berwarna
agraris yang sebagian besar penduduknya kuning, yang diperoleh dari rimpang tanaman
bertumpu pada bidang pertanian. Bumi Indonesia family Jahe (Zingiberaceae) [12]. Kurkumin
yang subur mampu memproduksi beraneka digunakan dalam berbagai obat, berpotensi
ragam tanaman yang bermanfaat seperti tanaman sebagai antioksidan, sifat anti inflamasi,
pangan, obat-obatan dan tanaman industri [2]. antibakteri, antivirus, anti jamur, antitumor,
Salah satu komoditas bahan alam andalan antispasmodik, hepatoprotektif dan memiliki
Indonesia yakni temulawak (Curcuma potensi pasar dan harga yang tinggi [11].
xanthorriza Roxb.), merupakan bahan yang Dewasa ini perkembangan penggunaan
sangat berpotensi untuk dikembangkan ekstrak kurkumin dari temulawak dalam
mengingat banyaknya manfaat yang ditunjukkan berbagai aspek cukup meluas ditandai dengan
oleh bahan aktif kurkuminoid [7]. adanya berbagai penelitian mengenai kurkumin

39

87−66. 120 dan 180 menit dengan jumlah tahap ekstraksi dua dan tiga tahap. ekstraksi multi Skema operasi multi tahap dengan aliran tahap dengan pelarut yang lebih sedikit akan cross-current ditampilkan pada Gambar 2. 6-heptadiene-3.73–1. klasifikasi botani temulawak [9] : Alat yang digunakan dalam penelitian ini Kingdom : Plantae yaitu penangas air. Pada penelitian ini menggunakan menggunakan metode ekstraksi satu tahap. Skema Ekstraksi Multi Tahap dengan tahap ekstraksi sehingga metode ini nantinya Aliran Silang [14] dapat dikembangkan untuk skala industri. Yusro melakukan ekstraksi padat atau zat cair [2]. menyebar ke seluruh dunia. di Bahan dan Alat Amerika Serikat dan negara Eropa [19]. hidroksi-3-metoksi temulawak ditiriskan. Gambar 1. waktu ekstraksi dan jumlah Gambar 2.54−1. lalu dikupas kulitnya. Atas dasar pemikiran yang telah dipaparkan. corong gelas. erlenmeyer. India. Suwiah Secara umum ekstraksi dapat didefinisikan melakukan ekstraksi rimpang temulawak dengan sebagai proses pemisahan suatu zat dari beberapa metode refluks dan didapatkan hasil rendemen campuran dengan penambahan pelarut tertentu sebesar 21. Berikut Adrich).) pelarut yang dilakukan dalam beberapa tahap merupakan tanaman obat berupa tumbuhan dimana rafinat yang diperoleh dari tahap yang rumpun berbatang semu. Struktur Kimia Kurkumin [18] 40 .58% [3]. pada suhu 35oC selama waktu 60. sedangkan menurut Muhiedin. refluks kondensor. 5-dion] adalah pigmen dikeringkan dan diblender hingga halus. lalu diekstraksi dengan menggunakan etanol 50%. Sub Divisi : Angiospermae selang. Rafinat yang diperoleh kemudian di distilasi [3][16]. Sebanyak 20 gram temulawak dimasukkan kedalam labu leher tiga. statif dan klem. 4. Saat ini tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di Metodologi Penelitian Cina. No. Pada operasi ekstraksi multi tahap dengan Teori aliran silang. lebih efektif dibanding ekstraksi satu kali dengan semua pelarut sekaligus [10]. etanol berarti kuning sedangkan xanthorrhiza berasal 96% (C2H5OH) dan aquadest (H2O). terjadi kontak antara padatan dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.94% [4]. Untuk dari bahasa yunani xantos yang berarti kuning analisa digunakan kurkumin standar (Sigma dan rhiza yang berarti akar [15]. ekstraksi multi tahap dengan aliran silang.74% dan kadar kurkumin untuk mengisolasi komponen campuran dari zat 0. Vol. Selanjutnya Kurkumin [1. Kelas : Monocotyledonae kertas saring dan oven. dipotong kecil-kecil lalu fenil)-1. satu tahap (single stage) dan operasi multi tahap Namun semua penelitian tersebut (multi stage). Adapun bahan yang digunakan dalam Curcuma berasal dari bahasa arab kurkum yang penelitian ini adalah rimpang temulawak. Kawasan Asia satu dikontakkan dengan pelarut baru pada tahap merupakan tempat dari mana temulawak ini berikutnya [14]. bersih. hot plate. 2 (Juni 2015) yang telah dilakukan sebelumnya. Struktur kimia Ekstraksi Kurkumin kurkumin dapat dilihat pada gambar 1. Divisi : Spermatophyta termometer. Barbados. Jurnal Teknik Kimia USU. kuning yang diekstrak dari tanaman rimpang family jahe (Curcuma sp) [6]. 70% dan 96% dengan perbandingan bahan baku : pelarut (1:4) b/v. kurkumin dari temulawak menggunakan metode Pada umumnya proses ekstraksi dilakukan maserasi dan diperoleh kadar kurkumin sebesar dengan beberapa metode. maka penulis ingin melakukan penelitian ekstraksi multi tahap kurkumin dari temulawak menggunakan metode refluks untuk mendapatkan informasi penting terkait konsentrasi pelarut. Jepang. diantaranya operasi 0. 7-bis (4. Korea. Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Persiapan Bahan Baku Temulawak Genus : Curcuma Temulawak segar dipilih dan dicuci hingga Spesies : Curcuma xanthorrhiza Roxb. gelas ukur. labu leher tiga.

1%). Gambar 4. karena air lebih polar daripada 20 50%. 2 (Juni 2015) Analisa Analisa yang dilakukan berupa analisa Pada gambar 3 dapat dilihat bahwa kualitatif dan analisa kuantitatif. 2 Tahap 96%.35%) 60 120 180 memberikan hasil rendemen ekstrak yang lebih Waktu (Menit) besar jika dibandingkan dengan etanol 50% (4. Pengaruh Konsentrasi Pelarut Analisa Kuantitatif Terhadap Rendemen Ekstrak Analisa Rendemen Ekstrak Pada gambar 4 dapat dilihat bahwa Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol Rendemen Ekstrak 70% cenderung memberikan hasil rendemen Pengaruh waktu ekstraksi terhadap ekstrak yang lebih besar jika dibandingkan rendemen ekstrak dapat dilihat pada gambar 3. 1 Penampilan Ekstrak kental 2 Warna Cokelat Pengaruh Konsentrasi Pelarut terhadap kekuningan Rendemen Ekstrak 3 Bau Berbau khas Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap 4 Kelarutan dalam air Sukar larut rendemen ekstrak dapat dilihat pada gambar 4. 5 Kelarutan dalam alcohol Larut 25 60 Menit. warna. 3 Tahap cokelat kekuningan. 10 Berdasarkan literatur.2- 11. Hal ini bisa saja Gambar 3. berwarna 0 kuning kecoklatan. 4. 2 Tahap Dari pengamatan yang dilakukan. berbau khas. 2 Tahap 70%. No. identitas ekstrak temulawak yaitu berupa ekstrak kental. bau.45-14. rasa pahit [13]. Hasil dan Pembahasan Hasil yang diperoleh memperlihatkan Analisa Kualitatif bahwa waktu ekstraksi selama 180 menit (9.20- Hasil Analisa Kualitatif Kurkumin dari 16. rendemen yang No Karakteristik Pengamatan diperoleh juga akan semakin banyak. Dari data Tabel 1. 3 Tahap 96%. semakin tinggi 25 konsentrasi etanol maka semakin rendah tingkat 50%. Jurnal Teknik Kimia USU.85-12. ekstrak dan kadar kurkumin menggunakan Semakin lama waktu ekstraksi.35%) dan 120 menit (8.55%). Konsentrasi Etanol (%) tapi larut dalam etanol [1].35%) menghasilkan rendemen ekstrak yang Temulawak dapat dilihat pada Tabel 1. yang pada akhirnya dapat meningkatkan Rendemen (%) 15 kemampuan pelarut dalam mengekstrak kandungan senyawa yang juga bersifat kurang 10 polar seperti kurkumin [17]. lebih banyak dibandingkan waktu 60 menit (4. Hasil yang diperoleh memperlihatkan 5 bahwa ekstraksi dengan menggunakan pelarut 0 etanol dengan konsentrasi 70% (4. rendemen spektrofotometer Uv-Visible pada panjang yang diperoleh pun akan meningkat. kurkumin sukar larut dalam air. jumlah ekstraksi cenderung meningkat dengan Analisa kuantitatif meliputi analisa rendemen peningkatan waktu. 3 Tahap 20 hasil penampilan berupa ekstrak kental berwarna Rendemen (%) 120 Menit. 3 Tahap 180 Menit. 2 Tahap 60 Menit. 2 Tahap 120 Menit. menurut buku 5 Farmakope Herbal Indonesia. 2 Tahap kepolarannya. 15 sukar larut dalam air tapi dapat larut dalam alkohol. 50% 70% 96% Menurut Ramdja.35-16. Hasil Analisa Kualitatif Kurkumin yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa semakin lama waktu ekstraksi. Analisa rendemen ekstrak yang dihasilkan untuk kualitatif meliputi penampilan.1%) dan 96% (8. 3 Tahap 70%. berbagai macam konsentrasi pelarut dan tahap kelarutan dalam air dan kelarutan dalam alkohol. didapat 180 Menit. hal tersebut gelombang 425 nm) dikarenakan semakin banyak senyawa yang terlarut ke dalam pelarut [5].2- 13. Vol. 3 Tahap etanol. mempunyai bau yang khas. Menurut Shadmani. dengan etanol 50% dan 96%. Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap terjadi karena disebabkan oleh adanya Rendemen Ekstrak komponen-komponen lain non kurkuminoid dari 41 .

021 dengan R2 = yang bersifat polar dan gugus alkil (-R) yang 0. 120 Menit 96%. Jurnal Teknik Kimia USU. Dengan bersifat non polar.147-2. 3 Tahap 70%.061%) dan 120 menit (0.617%) menghasilkan kurkumin dengan kadar Pembuatan Kurva Standar Kurkumin lebih tinggi dibandingkan waktu 60 menit Grafik Kurva Standar Kurkumin dapat (0.0 Gambar 5. 3 Tahap 2. dari grafik kurva standar etanol memiliki dua gugus fungsi yang berbeda kurkumin absorbansi vs konsentrasi. 180 Menit 96%. Hal ini kurkumin untuk berbagai macam konsentrasi disebabkan karena pemberian pelarut baru pada pelarut dan tahap jumlah ekstraksi cenderung setiap tahap akan menghasilkan driving force meningkat dengan peningkatan waktu.078- 2. rendemen yang diperoleh juga akan Hasil yang diperoleh memperlihatkan semakin besar. No. yaitu gugus hidroksil (OH) persamaan y = 0.000 1.5 50%. 20 Rendemen (%) 50%. waktu kontak antara sampel dan Hasil yang diperoleh memperlihatkan pelarut semakin lama sehingga jumlah senyawa bahwa ekstraksi 3 tahap (8. diperoleh tingkat kepolarannya.0212 0.8 semakin besar.9907 Absorbansi Pengaruh Konsentrasi Pelarut terhadap 0. 2 (Juni 2015) temulawak yang terlarut kedalam pelarut karena Pada Gambar 6. Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap rendemen ekstrak yang dihasilkan untuk Kadar Kurkumin berbagai macam konsentrasi pelarut dan waktu ekstraksi cenderung meningkat dengan Pada gambar 7 dapat dilihat bahwa kadar banyaknya jumlah tahap ekstraksi. 60 Menit 70%. 2 Tahap Kadar Kurkumin (%) 10 3. Rendemen Ekstrak Pengaruh jumlah tahap ekstraksi terhadap Analisa Kadar Kurkumin Temulawak rendemen ekstrak dapat dilihat pada gambar 5. 1 maka kadar kurkumin yang didapat juga akan 0. kesetimbangan antara konsentrasi senyawa di 13. 42 .2. Grafik Kurva Standar Kurkumin digunakan untuk mengekstrak kurkumin.4 Kadar Kurkumin 0. 2 Tahap 96%.35%) yang terekstraksi semakin banyak. 60 Menit 96%.067-2. Pengaruh Jumlah Tahap Terhadap 60 120 180 Rendemen Ekstrak Waktu (Menit) Pada gambar 5 dapat dilihat bahwa Gambar 7. ekstraksi. 4. 180 Menit 4. y = 0.0 0 1.5 5 2.238%). bahwa waktu ekstraksi selama 180 menit (0. Dari data yang diperoleh dapat diambil dalam bahan baku dengan konsentrasi senyawa kesimpulan bahwa semakin banyak tahap di pelarut [8].0 15 3. lebih besar yaitu kadar solut dalam larutan Semakin lama waktu ekstraksi yang menjadi lebih banyak [14]. peningkatan kadar Konsentrasi (ppm) kurkumin yang didapat juga dapat dilihat dari meningkatnya konsentrasi pelarut yang Gambar 6. Kondisi ini memberikan rendemen ekstrak yang lebih besar akan terus berlanjut hingga tercapai kondisi jika dibandingkan dengan ekstraksi 2 tahap (4.363x + 0. 2 Tahap 70%.0 Jumlah Tahap 0. digunakan.990 atau korelasi mendekati 1. menggunakan persamaan tersebut maka konsentrasi kurkumin untuk setiap percobaan Pengaruh Jumlah Tahap Ekstraksi terhadap dapat dihitung. 0.5-16. 3 Tahap 96%. 60 Menit 50%.363x + 0. 120 Menit kurkumin dapat dilihat pada gambar 7.2 Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap 0 kadar kurkumin dapat dilihat pada gambar 8. dilihat pada gambar 6. 120 Menit 70%.0 50%.4%).6 R² = 0.000 Dari gambar 8. Vol.000 3.000 2.5 2 3 1. Dari data yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa semakin lama waktu ekstraksi. 180 Menit 70%. Pengaruh Waktu Ekstraksi terhadap Kadar Kurkumin 25 Pengaruh waktu ekstraksi terhadap kadar 50%.5 0.

234-2.442% dari Kadar Kurkumin (%) 3 70%.94 96% (1.5 Kadar Kurkumin (%) 120 Menit. maka semakin tinggi pula penelitian sebelumnya (yang memakai metode kemurniannya.95% dari 4 ekstraksi dua tahap dan peningkatan kadar 50%.78-2.342%) ataupun etanol dengan Penelitian ini 3 16.5 jika dibandingkan dengan ekstraksi satu tahap 0 sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstraksi 2 3 multi tahap kurang efisien dan kurang ekonomis Jumlah Tahap dalam mengekstrak kurkumin dari temulawak. 60 Menit 50%. tinggi konsentrasi pelarut maka semakin banyak Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa kurkumin yang diesktrak. 120 Menit 96%. 3 Tahap 2. 2 (Juni 2015) Kurkumin merupakan senyawa kurang peningkatan jumlah tahap ekstraksi.5 bahwa penggunaan ekstraksi multi tahap 1 memberikan hasil yang tidak terlalu jauh berbeda 0.0 50% 70% 96% Konsentrasi Etanol (%) Tabel 2. 120 Menit kurkumin degan selisih sebesar 0. Dari data yang diperoleh dapat diambil 3. 1.65 1. ekstraksi 3 tahap (0. Vol.35 2. Pengaruh Konsentrasi Pelarut Tahap Rende Kadar Terhadap Kadar Kurkumin Peneliti Ekstrak men Kurkumin Dari percobaan yang dilakukan. Kadar kurkumin di sini maksudnya Pengaruh Jumlah Tahap Ekstraksi terhadap adalah kadar kurkumin dari rendemen ekstrak Kadar Kurkumin yang diperoleh dari hasil ekstraksi. ekstraksi tiga tahap. Pengaruh Jumlah Tahap Ekstraksi Terhadap Kadar Kurkumin Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari Dari gambar 9. tiga tahap mengalami peningkatan hasil rendemen dengan selisih sebesar 2.5 180 Menit. 2 Tahap kesimpulan bahwa semakin banyak tahap 3.0 Perbandingan Perolehan Kurkumin 0.5 Perolehan rendemen dan kadar kurkumin dapat dilihat pada tabel 2. Gambar 9. 2 Tahap ekstraksi. 3 Tahap 1.5 penelitian-penelitian sebelumnya yang 2 menggunakan ekstraksi satu tahap dapat dilihat 1.617%) memberikan kadar kurkumin yang lebih besar jika 4.88 yang lebih besar jika dibandingkan dengan Mujahid 1 . kadar kurkumin yang diperoleh juga 2. 180 Menit 70%.617 konsentrasi 70% (0. 120 Menit.34-2. ekstraksi si (%) (%) dengan menggunakan etanol dengan konsentrasi Suwiah 1 21. 120 Menit ekstraksi dua tahap. Dari data yang diperoleh dapat diambil Tabel 2 menunjukkan perbandingan kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi perolehan rendemen dan kadar kurkumin dari pelarut (etanol).175%). 3 Tahap 1. Jadi semakin menjadi lebih banyak [14]. 60 Menit 3.40 2.5 96%.0 180 Menit. terlihat bahwa ekstraksi kadar kurkumin dapat dilihat pada gambar 9. Hal ini polar yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam disebabkan karena pemberian pelarut baru pada alkohol [1].041%). Etanol 96% memiliki kadar etanol setiap tahap akan menghasilkan driving force lebih besar daripada air (96:4) jika dibandingkan lebih besar yaitu kadar solut dalam larutan dengan etanol 70% dan etanol 50%. Perolehan Rendemen dan Kadar Kurkumin Gambar 8. No. Pengaruh jumlah tahap ekstraksi terhadap Pada penelitian ini.54-1.17 menggunakan etanol dengan konsentrasi 50% Penelitian ini 2 13. peningkatan kadar penelitian yang telah dilakukan adalah : kurkumin yang didapat juga dapat dilihat dari 43 .175 (0. 4.0 dibandingkan dengan ekstraksi 2 tahap (0.617%) memberikan kadar kurkumin Bagem 1 16.87 0.413-2. sehingga semakin banyak ekstraksi satu tahap) terhadap penelitian ini kurkumin dari temulawak yang terekstrak (yang menggunakan ekstraksi dua tahap dan kedalam pelarut. 60 Menit 70%. dengan jumlah total pelarut sama). 0. Namun dengan 50%. 2 Tahap 2.5 60 Menit. Jurnal Teknik Kimia USU.067-0. 180 Menit membandingkan hasil penelitian ini dengan 2.0 akan semakin besar.067- 60 Menit.

Pengaruh Perlakuan Bahan Dan Masyarakat.35 % dengan waktu 180 menit. 44 . pelarut 96 % dan 3 tahap ekstraksi. Ekstraksi multi tahap kurang efisien dan Ekstraksi Multi Tahap. Nisbah Pelarut Pada Ekstraksi Kurkumin [14] Prasetyo. F. Hardjono. Prosiding Seminar Nasional [13] Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Hannan. Temulawak.M. Universitas Katolik Jenis Pelarut Yang Digunakan Pada Parahyangan. Ahmed. Pengaruh Waktu. Universitas Pembangunan Nasional dengan waktu 180 menit. Penelitian dan Pengabdian Kepada [4] A. [2] A. Institut Pertanian Bogor. 2009. A. Pengaruh Konsentrasi Etanol. 2010. 2 (Juni 2015) 1. Skripsi. Curcuma Longa and Sriwijaya. [6] Bagem Br. No. Bucharest. Universitas [17] Shadmani. Jurusan Ushmanghani.. 2004. Bogor. Institut Pertanian 2006. Jurnal Bul. Pada Ekstraksi Kurkumin Dari Temulawak konsentrasi pelarut 70 % dan 3 tahap (Curcuma Xanthorriza Roxb. Ekstraksi Kurkumin dari 2010. 2006. S. 17. [9] Dede Supriadi. Meriva Curcumin Extract Daftar Pustaka and Prostate Health. 2008. Azhar. Suhu. S. Optimalisasi [5] Ahmad Eka Ramadhan dan Haries Aprival Kondisi Ekstraksi Kurkuminoid Phaza. Bandung. I. hal. Mohiuddin Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas dan M. [12] M. Paper.. 2010. 2008. Analisa kualitatif kurkumin yang [7] Bambang Cahyono. A. Skripsi. Padat-Cair Multitahap. Suhu 2. John Zachariah. Asif. Shahab-Uddin. Kinetic Imanuel Ginting. Kunyit. Efisiensi Proses Ekstraksi tahap ekstraksi. Fakultas Teknik.M. [18] Villupanoor A. Departemen lamanya waktu ekstraksi. 16 (3). University Mulya. Optimalisasi Ekstraksi 3. konsentrasi Veteran Yogyakarta. Universitas tidak jauh berbeda. K. Prima K. Pengaruh Proses menunjukkan beberapa karakteristik yaitu Pengeringan Rimpang Temulawak penampilan berupa pasta berwarna cokelat (Curcuma Xanthorriza Roxb) Terhadap kekuningan dengan bau yang khas. Departemen Kimia. Curcumin. Akram. kurang Kandungan dan Komposisi Kurkuminoid. 2012. Pakistan Bahan dan Lama Ekstraksi Terhadap Mutu Journal of Pharmaceutical Sciences. 2009. Skripsi. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan [3] A. Hassan. Yusro. Rekayasa dan Proses. Farmakope Herbal Indonesia Edisi Pertama. New York. Vol.. larut dalam air tapi dapat larut dalam Jurnal Reaktor. Kimia. Susiana dan A.617% Kimia.W. Ekstraksi Kurkumin Dari Langone Medical Center. Diponegoro. Jurnal Teknik Kimia USU.. Suhu dan Nisbah. Chempakam dan T. Suwiah. Roxb). Temulawak dengan Menggunakan Etanol. hal 17-F-1 – 17-F-7. Brawijaya. and Shamim. Jurusan Teknik tertinggi yang diperoleh yaitu 2. Littro. 2004. Pengaruh Kehalusan Studies On Zingiber Officinale. Ma’mun dan Edi Usmanghani. Ahmed. A. E. [11] Geo Espinosa. 2011. Jurnal Teknik Kimia. Skripsi. hal 53 . F.. Jurnal Teknik Kimia. dan Jumlah Stage Pada Ekstraksi Oleoresin Skripsi.. Ramdja. Integrative [1] A. Rukmana. Oleoresin Lada Hitam dengan Metode 4. I. 1991. Suhu Temulawak : Waktu. Rendemen ekstrak dan kadar kurkumin Kurkuminoid Temulawak (Curcuma cenderung semakin meningkat dengan Xanthorrhiza Roxb). Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorriza 47-54. Kesetimbangan Minyak Biji Teh Normal Skripsi. Pradita Urological Center. K. R. [16] Rahmat Sulaeman Basalmah. M. XVII (2). Fakultas Rempah dan Obat. Kurva Dari Temulawak Dengan Pelarut Etanol. Jurusan ekonomis karena memberikan hasil yang Teknologi Industri Pertanian. Paper. Jurusan Teknik Institut Pertanian Bogor. M. Tanaman Rendemen Dan Mutunya. Pengaruh Waktu. Sembiring. Parthasarathy. Lembaga 2004. 2009. Rendemen ekstrak tertinggi yang diperoleh Dan Perbandingan Bahan Baku-Pelarut yaitu 16. Batch. Yogyakarta: Kanisius. Bhageerathy 58. besarnya Kimia. Pembuatan Temulawak Instan Terhadap [15] R. Fakultas Jahe (Zingiber Officinale Rosc) Secara Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. H. Malang. Fakultas Matematika dan Ilmu Heksana dan Aplikasinya pada Ekstraksi Pengetahuan Alam. Teknologi Pertanian. Army Aulia.) Dengan ekstraksi. konsentrasi pelarut dan banyaknya jumlah [10] Fuad Muhiedin. Ahmad. Mazhar.. 2006. alkohol.. Diah Khoriul Huda diekstraksi dari rimpang temulawak dan Leenawaty Limantara. [8] Bambang Srijanto. Sedangkan kadar kurkumin Pelarut Aseton. 4. Journal Plant Biol. Dan No 261/Menkes/SK/IV/2009.

4. 45 . 2006. UK. No. Vol. King’s Lynn. 2008. 2 (Juni 2015) Chemistry of Spices. Badan Riset dan Teknologi Indonesia. Jurnal Teknik Kimia USU. Biddles Ltd. [19] Warintek. Temulawak.