ANALISIS DAN PEMANTAUAN GROUND VIBRATION AKIBAT

PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG DI PT. KASONGAN
BUMI KENCANA MIRAH GOLD, PALANGKARAYA KALIMANTAN
TENGAH

I. LATAR BELAKANG

Kegiatan peledakan sangatlah penting dalam kegiatan pertambangan
dikarenakan terdapat material yang memiliki tingkat kekerasan batuan yang
tinggi sehingga batuan tersebut tidak dapat dipisahkan hanya dengan
menggunakan alat pengeruk. Dalam melakukan kegiatan peledakan
diperlukan rancangan untuk menentukan pola pemboran serta geometri
peledakan sehingga material dapat terberai secara optimal. Peledakan yang
tidak optimal dapat mengakibatkan tidak terpenuhinya target produksi yang
telah ditetapkan. Salah satu hasil dari kegiatan pengeboran dan peledakan
adalah getaran tanah atau Ground Vibration yang sangat berpengaruh terhadap
kondisi lingkungan seperti lereng.

Ground vibration adalah getaran tanah yang terjadi akibat hasil
peledakan. Getaran ini pada tingkat level tertentu apabila telah melampaui
ambang batas dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitar.
Tingkat getaran peledakan bervariasi tergantung pada rancangan peledakan
dan kondisi geologi dari batuannya. Untuk itu penerapan metode peledakan
harus benar dan sesuai dengan kondisi batuan yang akan diledakkan. Getaran
peledakan yang dihasilkan harus berada pada kondisi aman bagi keadaan
sekelilingnya. Hal ini berarti bahwa pengaruh dari getaran peledakan yang
berada di luar standar ukuran peledakan yang diijinkan akan menimbulkan
gangguan terhadap kenyamanan, kesehatan manusia, dan keamanan
bangunan-bangunan atau lereng-lereng tambang di sekitarnya. Dalam

1

kegiatan penambangan bahan galian, khususnya yang dilakukan secara
tambang terbuka, untuk membongkar batuan yang keras biasanya dilakukan
dengan peledakan. Peledakan pada kegiatan penambangan, selain
menimbulkan hancurnya batuan (pemberaian) juga akan menimbulkan
rambatan seismik yang menggambarkan perjalanan energi melalui bumi dan
mengakibatkan getaran pada massa batuan atau material di sekitarnya. Oleh
karena itu perlu dilakukan control terhadap ground vibration untuk
menghindari dampak-dampak negative yang dapat timbul akibat kegiatan
pemboran dan peledakan terhadap lingkungan dan sekitar.

II. PERUMUSAN MASALAH

Adapun yang menjadi rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana pengaruh rancangan geometri peledakan terhadap tingkat
getaran tanah?
2. Bagaimana pengaruh getaran hasil peledakan terhadap kestabilan lereng?
3. Bagaimana batas jarak aman peledakan antara lereng dengan lokasi
peledakan?

III. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Menganalisa geometri pengeboran dan peledakan yang digunakan oleh
PT. KBK.
2. Menganalisa hasil getaran tanah akibat peledakan di PT. KBK
3. Mengetahui batas jarak yang aman terhadap lereng pada kegiatan
peledakan

IV. MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat dilakukan penelitian ini adalah:

2

Excel. 4. METODELOGI PENELITIAN 1. Observasi Lapangan Melakukan pengamatan secara langsung sehingga memperoleh data yang akurat dan sesuai dengan kenyataan dilapangan. Pengolahan Data Pengolahan data dilaksanakan dengan menggunakan perhitungan dan penggambaran yang selanjutnya dapat disajikan dalam bentuk grafik atau rangkaian perhitungan dalam penyelesaian proses tertentu dengan menggunakan MS. 2. informasi dari penelitian serupa yang telah dilakukan sebelumnya yang dapat membantu kegiatan penelitian 2. 3.  Data Primer : Geometri peledakan dan getaran tanah  Data Sekunder : Peta lokasi. Word. Data diperoleh dari proses observasi lapangan dan pengambilan dari data-data literatur yang berkaitan dengan permasalahan. Dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang mengambil penelitian yang serupa.dll atau dapat menggunakan software sebagai alat bantu untuk melakukan perhitungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kegiatan pemboran dan peledakan pada PT. peta topografi dan morfologi. Studi Literatur Diperoleh dari bahan-bahan pustaka. 1. Pengambilan Data Data yang diambil harus akurat dan relevan dengan masalah yang ada. V. iklim dan curah hujan. kegiatan perkuliahan. 3 . Kasongan Bumi Kencana. MS. data geotek.

6. Analisa Hasil Pengolahan Data Melakukan analisa terhadap data yang didapat di lapangan maupun sumber yang lain. Kesimpulan dan Saran Mengambil kesimpulan dari analisa hasil pengolahan data dan memberikan saran kepada perusahan terkait hasil penelitian. 5. Studi Literatur Tinjauan Lapangan Pengambilan Data Data Primer : Data Sekunder :  Geometri peledakan  Peta Topografi dan morfologi  Getaran tanah  Peta dan lokasi penambangan  Iklim dan curah hujan  Bahan peledak  Data geotek 4 .

Perhitungan.1 5 . LOKASI PENELITIAN Lokasi dari penelitian tugas akhir ini akan dilaksanakan di PT Kasongan Bumi Kencana. WAKTU PENELITIAN Penelitian dilakukan selama 2 (dua) bulan.1 Diagram Alir Penelitian VI. dan Pemilihan Geometri Peledakan Percobaan Peledakan Pengukuran getaran Tidak peledakan Ya Pengolahan dan Analisa hasil getaran Kesimpulan dan Saran Gambar 5. Palangkaraya Kalimantan Tengah. dengan jadwal sebagai berikut: Table 7. VII. diharapkan dapat dilaksanakan pada bulan maret-mei 2016. Analisa.

TINJAUAN PUSTAKA VIII. terdapat tiga pola pemboran yang ada pada tambang terbuka. jenis batuan. Dalam pemilihan alat bor untuk tambang terbuka yang memakai metode peledakan jenjang faktor ukuran dan kedalaman lubang ledak.1 Teknik Pemboran Sebelum dilakukan kegiatan peledakan terlebih dahulu disediakan lubang tembak pada lapisan tanah penutup untuk mendapatkan lubang tembak tersebut terlebih dahulu dilakukan pemboran. yaitu : 1. 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Studi Pustaka 2 Orientasi Lapangan 3 Pengambilan Data 4 Analisa Data Pembuatan Laporan 5 dan Presentasi Jadwal Penelitian VIII. yaitu jarak burden dan spasi sama 2. Pola bujur sangkar (square pattern). Februari Maret April Mei Jenis Kegiatan NO Kampus Perusahaan Minggu ke. Pola pemboran pada tambang terbuka. yaitu jarak spasi dalam satu baris lebih besar dibanding burden 6 . Pola persegi panjang (rectangular system). dan kondisi lingkungan serta harus selalu diperhatikan.

yaitu pola peledakan yang arah runtuhan batuannya ke salah satu sudut dari bidang bebasnya. yaitu antara lubang bor dibuat zigzag yang berasal dari pola bujur sangkar maupun persegi panjang Gambar 8. Pola zig-zag (staggered pattern). 7 .1 Macam – Macam Pola Pemboran VIII. Berdasarkan arah runtuhan batuan. Corner cut. 2. pola peledakan diklasifikasikan sebagai berikut : 1. ataupun antara lubang bor yang satu dengan lubang bor yang lainnya. yaitu pola peledakan yang arah runtuhan batuannya ke depan dan membentuk kotak. Pola peledakan ini ditentukan berdasarkan urutan waktu peledakan serta arah runtuhan material yang diharapkan. Box Cut.2 Teknik Peledakan Pola peledakan merupakan urutan waktu peledakan antara lubang- lubang bor dalam satu baris dengan lubang bor pada baris berikutnya. 3.

yaitu pola peledakan yang arah runtuhan batuannya kedepan dan membentuk huruf V. b) Pola peledakan beruntun. yaitu suatu pola yang menerapkan peledakan secara serentak untuk semua lubang ledak. V cut. Bidang Bebas BOX CUT 2 1 1 1 1 2 1 1 3 2 2 2 2 3 8 Bidang Bebas 2 1 0 1 2 . yaitu suatu pola yang menerapkan peledakan dengan watu tunda antara baris yang satu dengan baris lainnya. 3. Berdasarkan urutan waktu peledakan. pola peledakan diklasifikasikan sebagai berikut : a) Pola peledakan serentak.

3 2 1 2 3 4 3 2 3 4 Keterangan : 1. tanpa terdapat adanya bongkah. Ash (gambar 3. karena jika geometri peledakannya baik akan menghasilkan fragmentasi batuan yang sesuai dengan ukuran alat peremuk. stemming. dan pecah. Burden (B) 9 . mengembang.2 pola peledakan berdasarkan arah runtuhan Pola peledakan berdasarkan arah runtuhan batuan Setiap lubang ledak yang akan diledakkan harus memiliki ruang yang cukup kearah bidang bebas terdekat agar energi terkonsentrasi secara maksimal sehingga lubang tembak akan terdesak. spacing. … = Nomor urutan peledakan = Arah runtuhan batuan Gambar 8.3 Geometri Peledakan Geometri peledakan sangat berpengaruh dalam mengontrol hasil peledakan. panjang kolom isian dan tinggi jenjang. 2. Dalam operasi peledakan ada tujuh standar dasar geometri peledakan yaitu : burden. 2. subdrilling. Cara yang diterapkan untuk menentukan geometri peledakan adalah dengan metode yang dikemukakan RL.5) adalah sebagai berikut : a. VIII. kondisi jenjang yang lebih stabil. serta keamanan alat – alat mekanis dan keselamatan para pekerja yang bekerja lebih terjamin. … = Nomor urutan peledakan = Arah runtuhan batuan Bidang Bebas ECHELON CUT 5 4 3 2 1 6 5 4 3 2 Keterangan : 7 6 5 4 3 1. kedalaman lubang ledak.

dan retaknya batuan pada batas akhir jenjang Flyrock Boulder 10 . bongkah. Burden merupakan jarak tegak lurus terpendek antara lubang tembak yang diisi bahan peledak dengan bidang bebas atau ke arah mana batuan hasil peledakan akan terlempar Gambar 8.3 Geometri Peledakan Jarak burden yang baik adalah jarak dimana energi ledakan bias menekan batuan secara maksimal sehingga pecahnya batuan dapat sesuai dengan fragmentasi batuan yang direncanakan dengan mengupayakan sekecil mungkin terjadinya batu terbang.

Apabila jarak spasi terlalu kecil akan menyebabkan batuan hancur menjadi halus. Spasi (S) Spasi adalah jarak terdekat antara dua lubang tembak yang berdekatan di dalam satu baris (row). tetapi bila spasi lebih besar daripada ketentuan akan menyebabkan banyak terjadi bongkah dan tonjolan diantara 2 lubang ledak setelah diledakkan. kecepatan detonasi 12000 fps. Tetapi jika batuan dan bahan peledak yang akan diledakkan tidak sama dengan ukuran standard maka harga Kb standard itu harus dikoreksi menggunakan faktor penyesuaian (adjustment factor).4 Pengaruh Burden Terhadap Hasil Peledakan Batuan standard mempunyai bobot isi 160 lb/ft3. Untuk penentuan burden digunakan rumus CJ Konya seperti di bawah ini : KbxDe B = 12 b.2. bahan peledak standard memiliki berat jenis 1. Untuk penentuan spasi digunakan rumus CJ Konya seperti di bawah ini : S = Ks x B Dimana : 11 . dan Kb standard (burden ratio) yaitu 30. Gambar 8.

Ks = spacing ratio (1.00) S = spasi (meter) B = burden (meter) c. Untuk penentuan tinggi stemming digunakan rumus CJ Konya seperti di bawah ini : T = Kt x B Dimana : Kt = stemming ratio (0.75 – 1. Stemming yang cukup panjang dapat mengakibatkan terbentuknya bongkah apabila energi ledak tidak mampu untuk menghancurkan batuan di sekitar stemming tersebut. Fungsi stemming adalah supaya terjadi keseimbangan tekanan dalam lubang tembak dan mengurung gas – gas hasil ledakan sehingga dapat menekan batuan dengan energi yang maksimal. Sub-Drilling (J) 12 .00 – 2.00) T = stemming (meter) B = burden (meter) d. yang letaknya di atas kolom isian bahan peledak. Sedangkan stemming yang terlalu pendek dapat mengakibatkan timbulnya batuan terbang (flying rock) dan pecahnya batuan akan menjadi kecil. Stemming (T) Stemming adalah tempat material penutup di dalam lubang bor.

2 – 0. Subdrilling merupakan bagian dari panjang lubang tembak yang terletak lebih rendah dari lantai jenjang. Kedalaman lubang ledak biasanya disesuaikan dengan tingkat produksi (kapasitas alat muat) dan pertimbangan geoteknik.5 . Untuk penentuan Sub drilling digunakan rumus CJ Konya seperti di bawah ini : J = Kj x B Dimana : Kj = subdrilling ratio (0. Untuk penentuan kedalaman lubang tembak digunakan rumus CJ Konya seperti di bawah ini : H = Kh x B Dimana : Kh = hole depth ratio (1.3) J = subdrilling (meter) B = burden (meter) e. Kedalaman Lubang Tembak (H) Kedalaman lubang ledak merupakan jumlah total antara tinggi jenjang dengan besarnya subdrilling.4. sehingga tonjolan – tonjolan pada lantai jenjang dapat dihindari.0) 13 . Subdrilling diperlukan agar batuan dapat meledak secara keseluruhan dan terbongkar tepat pada batas lantai jenjang.

H = kedalaman lubang tembak (meter) B = burden (meter) f. dan getaran tanah. Panjang kolom ini merupakan kedalaman lubang tembak dikurangi panjang stemming yang digunakan. ledakan udara. Untuk penentuan panjang kolam isian digunakan rumus CJ Konya seperti di bawah ini : PC =H–T Dimana : PC = panjang kolom isian (meter) H = kedalaman lubang tembak (meter) T = stemming (meter) g. Panjang Kolom Isian (PC) Panjang kolom isian merupakan panjang kolom lubang tembak yang akan diisi bahan peledak. maka akan diketahui hasil dari peledakan tersebut seperti tabel di bawah ini. 14 . batu terbang. Berdasarkan perbandingan ketinggian jenjang dengan jarak burden yang diterapkan (Stiffness Ratio). Tinggi jenjang berpengaruh terhadap hasil peledakan seperti fragmentasi batuan. Tinggi Jenjang (L) Secara spesifik tinggi jenjang maksimum ditentukan oleh peralatan lubang bor dan alat muat yang tersedia.

atau campuran keduanya. Kekuatan dinyatakan dalam persen (%) dengan Straigth Nitroglycerin Dynamite sebagai bahan peledak standard yang mempunyai bobot isi (spesific gravity) sebesar 1. sifat gas beracun. atau cair. tekanan detonasi. kecepatan detonasi. a) Kekuatan (Strength) Kekuatan suatu bahan peledak adalah ukuran yang dipergunakan untuk mengukur energi yang terkandung pada bahan peledak dan kerja yang dapat dilakukan oleh bahan peledak tersebut. benturan. ketahanan tehadap air.4 Sifat Bahan Peledak Bahan peledak adalah suatu rakitan yang terdiri dari bahan – bahan berbentuk padat. L = 5 x De Dimana : L = tinggi jenjang minimum (ft) De = diameter lubang tembak (inchi) VIII. dan sebagainya akan bereaksi dengan kecepatan tinggi. b) Kecepatan Detonasi 15 . membentuk gas dan menimbulkan efek panas serta tekanan yang sangat tinggi. yang apabila terkena suatu aksi seperti panas. kepekaan. gesekan. bobot isi.000 fps. Pada umumnya semakin besar bobot isi dan kecepatan detonasi suatu bahan peledak maka kekuatannya juga semakin besar. Sifat – sifat bahan peledak yang mempengaruhi hasil peledakan yaitu kekuatan.2 dan kecepatan detonasi (VOD) 12.

namun bahan peledak yang mudah penyebaran reaksinya dan tidak peka adalah lebih menguntungkan dan lebih aman. Bahan peledak yang sensitif belum tentu bagus. Kecepatan detonasi bahan peledak komersial adalah antara 1. c) Kepekaan (Sensitivity) Kepekaan adalah ukuran besarnya impuls yang diperlukan oleh suatu bahan peledak untuk memulai beraksi dan menyebarkan reaksi peledakan ke seluruh isian. yaitu bobot isi bahan peledak. ukuran butir. bobot isi. Bobot isi biasanya juga dinyatakan dengan istilah Spesific Gravity (SG). dinyatakan dengan kilobar (kb). e) Tekanan Detonasi Tekanan detonasi adalah penyebaran tekanan golombang ledakan dalam kolom isian bahan peledak. pengaruh kandungan air. Untuk peledakan pada batuan keras digunakan bahan peledak yang mempunyai kecepatan detonasi tinggi sedangkan pada batuan lunak digunakan handak dengan kecepatan detonasi rendah. Kepekaan handak tergantung pada komposisi kimia. yang dinyatakan dalam meter/detik. ataupun loading density (de).500 – 8000 m/s. Stick Count (SC). 16 . ukuran partikel dari bahan penyusunnya dan bahan – bahan yang terkandung dalam bahan peledak. derajat pengurungan. Kecepatan detonasi suatu handak tergantung pada beberapa faktor. Kecepatan detonasi (Velocity of Detonation = VOD) adalah kecepatan gelombang detonasi yang melalui sepanjang kolom isian bahan peledak. dan temperatur. d) Bobot Isi Bahan Peledak Bobot isi bahan peledak adalah perbandingan antara berat dan volume bahan peledak. diameter bahan peledak. dinyatakan dalam gr/cm3.

Hal yang berpengaruh dalam pengisian bahan peledak dalam lubang tembak yaitu : 1. sebab untuk sebagian besar jenis bahan peledak. yaitu smoke atau fumes. Sedangkan fumes bewarna kuning dan berbahaya karena sifatnya beracun. Fumes terjadi karena tidak terjadi kesimbangan oksigen dalam pembakaran. g) Sifat Gas Beracun (Fumes) Bahan peledak yang meledak menghasilkan dua kemungkinan jenis gas. VIII. Tekanan akibat ledakan di sekitar dinding lubang ledak intensitasnya tergantung pada jenis bahan peledak (kekuatan. air dapat melarutkan sebagian kandungan bahan peledak sehingga menyebabkan bahan peledak rusak.5 Pengisian bahan peledak Jumlah pemakaian bahan peledak sangat mempengaruhi terhadap hasil peledakan. Ketahanan ini dinyatakan dalam jam. mengurangi. yang terdiri dari karbon monoksida (CO) dan oksida nitrogen (NOx). Sifat ini sangat penting dalam kaitannya dengan kondisi kerja. f) Ketahanan Terhadap Air (Water Resistance) Ketahanan terhadap air suatu bahan peledak adalah kemampuan bahan peledak itu dalam menahan rembesan air dalam waktu tertentu tanpa merusak. terutama dengan tingkat fragmentasi yang dihasilkan. VOD). bobot isi. derajat pengurungan. Smoke tidak berbahaya karena hanya mengandung uap air (H2O) dan asap berwarna putih (CO2). hal ini dikarenakan bahan peledak tersebut dalam keadaan rusak. merubah kepekaannya. jumlah dan temperatur gas hasil ledakan. Disamping itu. adanya air dalam lubang ledak mengakibatkan ketidakseimbangan kimia dan memperlambat reaksi pemanasan. Konsentrasi Isian (loading density) 17 .

Konsentrasi isian merupakan jumlah isian bahan peledak yang digunakan dalam kolom isian (PC) lubang tembak. Powder Factor (PF) 18 . Untuk menghitung loading density dapat digunakan rumus sebagai berikut : de = 0.508 De2 (SG) Dimana : de = loading density (kg/m) De = diameter lubang tembak (inchi) SG = specific gravity bahan peledak yang digunakan Sehingga jumlah bahan peledak yang digunakan dalam satu lubang tembak dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut : E = de x PC Dimana : E = jumlah bahan peledak tiap lubang ledak (kg) de = loading density dari bahan peledak yang digunakan (kg/m) PC = panjang kolom isian (m) 2. Untuk menghitung lubang tembak maka harus ditentukan dulu jumlah isian bahan peledak tiap meter panjang kolom isian (loading density).

19 . Bila pengisian bahan peledak terlalu banyak akan mengakibatkan jarak stemming menjadi kecil sehingga menyebabkan terjadinya batuan terbang (flyrock) dan ledakan tekanan udara (airblast). geometri peledakan. Berat bahan peledak per volume batuan yang diledakkan (kg/m3) b. struktur geologi. yaitu : a. Sedangkan bila pengisian terlalu kecil maka jarak stemming menjadi besar sehingga menimbulkan bongkah dan backbreak di sekitar dinding jenjang. Powder factor atau specific charge merupakan perbandingan antara jumlah bahan peledak yang digunakan terhadap jumlah batuan yang diledakkan. dan karakteristik massa batuan itu sendiri. Berat bahan peledak per berat batuan yang diledakkan (kg/ton) Nilai powder factor dipengaruhi oleh jumlah bidang bebas. Pf =E/W Dimana : Pf = powder factor (kg / ton) W = berat batuan yang diledakkan (ton) E = berat bahan peledak yang digunakan (kg) Dalam menentukan powder factor ada 2 macam satuan yang dapat digunakan. diketahui hubungan powder factor dengan beberapa jenis batuan.

maka akan terjadi rekahan–rekahan primer (primary failure cracks) disebabkan karena tegangan tarik (tensile stress) dari gelombang yang dipantulkan. 2. Apabila mencapai bidang bebas akan dipantulkan. Gelombang tarik (tensile wave) ini merambat kembali di dalam batuan. Oleh karena batuan lebih kecil ketahanannya terhadap tarikan daripada tekanan. kemudian berubah menjadi negatif dan timbul gelombang tarik. Fase II Tekanan sehubungan dengan gelombang kejut yang meningkatkan lubang ledak pada proses pemecahan tingkat I adalah positif. Fase I Pada saat bahan peledak meledak. tekanan akan turun dengan cepat. Secara teoritis energi 20 . Dalam proses pemecahan tingkat I dan tingkat II fungsi dari gelombang kejut adalah menyiapkan batuan dengan sejumlah rekahan–rekahan kecil. Gelombang kejut (shock wave) yang meninggalkan lubang ledak merambat dengan kecepatan 3000 – 5000 m/det. yaitu : 1.6 Mekanisme Peledakan Proses pecahnya batuan akibat peledakan terjadi dalam 3 fase. Apabila tegangan tarik cukup kuat akan menyebabkan slambing atau spalling pada bidang bebas.VIII. tekanan tinggi menghancurkan batuan di daerah sekitar lubang ledak. akan mengakibatkan tegangan tangensial yang menimbulkan rekahan yang menjalar (radial crack) dari daerah lubang ledak. Rekah pertama menjalar terjadi dalam waktu 1 – 2 ms.

21 . Jadi gelombang kejut menyediakan kesiapan dasar untuk proses pemecahan tingkat akhir. Efek dari terlepasnya batuan (unloading) adalah menyebabkan tegangan tarik tinggi dalam massa batuan yang akan melanjutkan pemecahan hasil yang telah terjadi pada proses pemecahan tingkat II. Rekahan hasil dalam pemecahan tingkat II menyebabkan bidang–bidang lemah untuk memulai reaksi–reaksi fragmentasi utama pada proses peledakan. Fase III Dibawah pengaruh takanan yang sangat tinggi dari gas–gas hasil peledakan maka rekahan radial primer (tingkat II) akan diperlebar secara cepat oleh kombinasi efek dari tegangan tarik disebabkan kompresi radial dan pembajian (pneumatic wedging). gelombang kejut jumlahnya antara 5 – 15 % dari energi total bahan peledak. 3.

Sumber: R. 1977 Gambar 8. karakteristik batuan.6 Proses Pemecahan Batuan VIII. Biaya dan daerah titik pengukuran juga menjadi pertimbangan utama.7 Getaran Peledakan Tingkat getaran dari peledakan tergantung dari jarak antara ledakan dan gelombang seismic yang dihasilkan. sensor dan muatan tertentu pada kondisi transmisi. Ash. Khususnya muatan peledak (pengisian bahan peledak). L. akurasi pengeboran dan rekah alam di massa batuan yang mempengaruhi tingkat getaran pada peledakan 22 . jarak ke objek kritis.

Gelombang Seismik Gelombang seismik ditimbulkan oleh peledakan biasanya digambarkan sebagai goncangan. Gelombang P juga disebut gelombang kompresi. besarnya nilai Peak 23 . 2. Percepatan (a) : perubahan percepatan partikel (mm/s2) 3.A. Gelombang P Gelombang P adalah gelombang yang menghasilkan getaran. Analisa PPV terhadap Scale Distance Peak Particel Velocity (PPV) adalah kecepatan partikel ketika melewati posisi kesetimbangan. getaran atau getaran yang disebabkan oleh peledakan. Tekanan ini disebarkan kearah gelombang. tegangan. Peak Particel Velocity (PPV) : kecepatan partikel ketika melewati posisi kesetimbangan. 2. tekan dan geser stress. Gelombang menginduksi tegangan geser ke dalam material geologi. kecepatan perpindahan partikel batuan yang diciptakan oleh getaran. Dalam kata lain. Frekuensi (F) : jumlah getaran per satuan waktu Hz (S-1) C. Parameter Getaran 1. Jenis gelombang ini adalah: 1. Gelombang S Gelombang S adalah gelombang geser yang bergerak tegak lurus terhadap arah gelombang. kecepatan perpindahan partikel batuan yang diciptakan oleh getaran (mm/s). Dalam kata lain. B. Amplitudo (A) : perpindahan maksimum dari posisi nol (0) (µm = 10 -6 m = 1/1000 mm) 4.

Nilai peak partikel velocity yang digunakan adalah peak partikel velocity longitudinal. Hal ini disebabkan karena jenis gelombang longitudinal paling berpengaruh terhadap kestabilan lereng menyebabkan jenis ini dapat mempengaruhi kestabilan lereng. Perhitungan nilai PPV yang dipengaruhi oleh jarak area peledakan dengan jumlah muatan bahan peledak dapat dihitung dengan rumus: PPV = k x ( √RW ) -b = k x (SD)-b Dimana: PPV = Peak Particle Velocity (mm/s) k.Particle Velocity yang diperoleh di lapangan dapat digunakan secara langsung untuk mendapatkan grafik hubungan antara peak partikel velocity terhadap scale distance tetapi penggunaannya harus memperhatikan factor frekuensi. b = Koefisien (site factor) R = jarak dari lokasi peledakan (m) W = jumlah bahan peledak yang meledak bersama (kg) 24 .

Jakarta.IX. PENUTUP Demikian proposal Tugas Akhir ini saya buat sebagai penjelasan dan pertimbangan bagi pihak perusahaan agar dapat menerima saya untuk melaksanakan Tugas Akhir. 20 Februari 2016 Fika Ardianty 081290615456 fikaardianty@yahoo. Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.com 25 . Untuk itu saya berterima kasih dan mengharapkan bantuan semua pihak demi terselenggaranya Tugas Akhir ini.

070 JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2015 26 . KASONGAN BUMI KENCANA MIRAH GOLD. ANALISIS DAN PEMANTAUAN GROUND VIBRATION AKIBAT PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG DI PT.12. PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH Proposal ini dibuat sebagai salah satu syarat Tugas Akhir dalam menyelesaikan Studi Strata Satu Oleh Fika Ardianty 073.

tips/documents/analisa-getaran-peledakan. 1977. “The Innfluence of Geological Discontinuites on Rock Blasting” Michigan: University Microfilms. http://dokumen. DAFTAR PUSTAKA Ash. 2012.15) 27 . R. “Analisis Ground Vibration pada Peledakan Overburden di Panel 4 Pit J PT. Kalimantan Timur”. KPC sangatta. Rudini. L.html (diunduh 25 februari 2016 22. Yogyakarta: Universitas Veteran.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.