BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penampilan merupakan sesuatu hal yang penting, senyuman yang indah
dengan deretan gigi yang rapih dan lengkap merupakan salah satu keinginan
setiap orang. Gigi merupakan salah satu komponen penting dalam tubuh manusia,
kehilangan gigi dapat menyebabkan berkurangnya kepercayaan diri seseorang,
dapat menyebabkan ekstrusi maupun rotasi, gangguan fungsi pengunyahan,
estetik, dan bicara (fonetik). Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh beberapa
faktor yaitu caries, kecelakaan, retak atau patah.Untuk mengatasi hal tersebut
dapat dibuatkan suatu Gigi Tiruan, salah satunya Gigi Tiruan Lepasan.
Gigi Tiruan Lepasan dibagi menjadi dua yaitu, Gigi Tiruan Lengkap
Lepasan dan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan adalah
gigi tiruan yang menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang
atas atau rahang bawah yang dapat di lepas maupun pasang oleh
pemakainya.1Bahan yang digunakan untuk membuat basis gigi tiruan sebagian
lepasan yaitu Acrylic resin, logam dan Nylon Thermoplastic.2 Pada kasus ini
penulis akan menggunakan bahan Nylon Thermoplastic.
Nylon Thermoplastic adalah golongan thermoplastic resin yang berasal dari
diamine dan dibacis acid. Bahan material Nylon Thermoplastic mempunyai
kelebihan yaitu tahan panas, karakteristik dan elastisitas yang baik, namun
kekurangan dari bahan Nylon Thermoplastic adalah tidak memiliki kekuatan yang
cukup digunakan pada bagian occlusal.3 Bahan Nylon Thermoplastic mempunyai
beberapa macam warna yaitu gusi, gigi dan transparan.4
Berdasarkan uraian diatas penulis ingin membahas mengenai “Prosedur
Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menggunakan Bahan Nylon
Thermoplastic Dengan Warna Cengkram Transparan Pada Rahang Bawah” yang
belum pernah penulis lakukan di laboratorium jurusan Teknik Gigi Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II.

1

1.2 Batasan Masalah
Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis hanya membahas
mengenai bagaimana cara pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan
bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang
bawah.

1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah
yaitu bagaimanakah Prosedur Pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan
menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada
rahang bawah?

1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini adalah :
1.4.a Tujuan umum
Tujuan umum dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini adalah untuk
memberikan gambaran tentang pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan
menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada
rahang bawah.
1.4.bTujuan Khusus
 Untuk menambah pengetahuan dan menambah ketrampilan dalam
pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon
thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang bawah.
 Untuk mengetahui tahapan prosedur laboratorium pembuatan gigi tiruan
sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna
cengkram transparan pada rahang bawah.

1.5 Manfaat Penulisan

2

1.5.a Manfaat bagi Mahasiswa Jurusan Teknik Gigi
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masiswa jurusan teknik
gigidalam pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon
thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang bawah.
1.5.b Manfaat bagi penulis
Dapat menambah pengalaman dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah serta
menambah pengetahuan dan kreatifitas penulis dalampembuatan gigi tiruan
sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna
cengkram transparan pada rahang bawah.

1.6 Metode Penulisan
Dalam penulisan metode penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penulis
menggunakan metode studi model yang diajukan berdasarkan beberapa sumber
referensi yang diperoleh dari beberapa literatur pendukung berasal dari
Perpustakaan Jurusan Teknik Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II,
Perpustakaan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Fakultas
Kedokteran Gigi Trisakti dan media internet.

3

meningkatkan fungsi fonetik.3 Tipe Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 2. 2. memulihkan fungsi estetik.1 Pengertian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Gigi tiruan sebagian lepasan adalah gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih. serta elemen gigi tiruan. cengkeram kawat. serta mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar tetap sehat. tetapi tidak semua gigi serta jaringan sekitarnya didukung oleh gigi atau jaringan dibawahnya.a Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Basis Akrilik Merupakan salah satu gigi tiruan sebagian lepasan yang terbuat dari akrilik dan ditunjang oleh mukosa. Gigi tiruan sebagian lepasan basis akrilik terdiri dari beberapa komponen yaitu basis akrilik. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Pada penulisan Karya Tulis Ilmiah ini khususnya bab tinjauan pustaka.5 Gambar 2.3.1 2.1 Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Basis Akrilik 6 4 .2 Fungsi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Fungsi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan adalah untuk memperbaiki fungsi mastikasi. penulisakan menjelaskan tentang Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menggunakan Bahan Nylon Thermoplastic dengan Warna Cengkram Transparan pada Rahang Bawah.1 2. dan dapat dikeluar masukan ke dalam mulut oleh pemakainya.

4 NylonThermoplastic Nylon Thermoplastic Resin adalah golongan thermoplastic resin yang berasal dari diamine dan dibacis acid.2 Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Basis Logam6 2.2. Bahan ini bebas cengkram logam serta mempunyai estetik yang unggul. yaitu nylon thermoplastic yang memiliki sifat fisik dan estetis yang khas.b Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Kerangka Logam Merupakan salah satu jenis gigi tiruan sebagian lepasan yang dibuat dari logam tuang yang mempunyai komponen terdiri dari basis atau sadel beserta elemen gigi tiruan.3. basis gigi tiruan yang bebas monomer.3 Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Nylon Thermoplastic6 2. indirect retainer.2. direct retainer.7 Gambar 2.2.Gigi tiruan ini memiliki fleksibilitas dan stabilitas yang sangat baik.3 5 .3.c Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Nylon Thermoplastic Gigi tiruan dengan basis yang biocompatibel. ringan dan tidak mudah patah.5 Gambar 2. fleksibel.. Bersifat hipoalergenik sehingga dapat menjadi alternatif yang berguna bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional dan logam. dan dapat dibuat lebih tipis dengan ketebalan tertentu yang telah direkomendasikan sehingga sangat fleksibel. konektor mayor dan konektor minor.

4.a Elemen Gigi Tiruan Elemen gigi tiruan merupakan bagian dari gigi tiruan sebagian lepasan yang menggantikan gigi asli yang hilang.b Kontra indikasi Nylon Thermoplastic Kontra indikasi dari Nylon Thermoplmastic yaitu:2.2. Elemen gigi tiruan dalam pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan ada bermacam-macam berdasarkan bahannya. flat ridge. elemen gigi porselen dan elemen gigi logam.4.5 Komponen Gigi Tiruan Sebagian Lepasan NylonThermoplastic 2.c Keuntungan Nylon Thermoplastic Keuntungan dari Nylon Thermoplastic yaitu:8.d Kerugian Nylon Thermoplastic Kerugian dari Nylon Thermoplastic yaitu:8  Tidak dapat dibuat menjadi tipis  Biaya lebih mahal 2.a Indikasi Nylon Thermoplastic Indikasi dari Nylon Thermoplastic yaitu:2.4.9. yaitu elemen gigi akrilik.8  Jarak interoklusal kurang dari 4 mm  Bila ada torus mandibula atau maksila serta bentuk ridge yang knife edge pada bilateral free-end.8  Pasien yang memerlukan factor estetik  Pasien alergi terhadap akrilik  Pasien rentan terhadap patahnya gigi tiruan 2.10  Biocompatible  Bahan bersifat tembus pandang  Lebih nyaman dipakai  Estetik baik 2.5. deep overbite 2.4.1 6 .

10 2.Translusensinya pada cengkram menjadi cengkram terlihat menyatu dengan jaringan sekitar gigi.2. Terbuat dari bahan fleksibel dan 100% bebas logam.6 Cengkram Visi Clear Bahan Visi Clear pada Gigi Tiruan Sebagian Lepasan dibuat untuk memiliki estetika yang sangat baik.5.c Cengkram Hal hal yang harus diperhatikan saat mendesain gigi tiruan sebagian lepasan dengan bahan nylon termoplastic yang baik.7 2.b Basis Gigi Tiruan Basis gigi tiruan merupakan bagian yang menggantikan tulang alveolar yang sudah hilang dan berfungsi mendukung gigi tiruan.5.1 2. seperti fungsi cengkeram yang digantikan oleh perluasan basis nylon termoplastic membentuk cengkeram pada gigi tiruan sebagian lepasan dengan bahan nylon termoplastic resin harus tetap sesuai dengan prinsip-prinsip desain gigi tiruan sebagian lepasan konvensional.4 Warna Nylon Thermoplastic9 7 .7 Macam – macam warna NylonThermoplastic Nylon Thermoplastic tersedia dalam 12 warna Gambar 2.

7.2.6 Warna Transparant12 8 . warna transparan pada cengkram terlihat menyatu pada jaringan sekitar gigi. Terbuat dari bahan fleksibel dan 100% bebas logam.11 Gambar 2.5 Warna TCL9.10  Gigi tiruan sebagian dengan warna cengkram TCL Gambar 2.a Warna Cengkram Transparan (Visi clear) Warna cengkram transparan pada gigi tiruan sebagian lepasan dibuat karna memiliki estetika yang baik..

BAB 3 PROSEDUR PEMBUATAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN MENGGUNAKAN BAHAN NYLON THERMOPLASTIC DENGAN WARNA CENGKRAM TRANSPARAN PADA RAHANG BAWAH (STUDY MODEL) Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini diangkat berdasarkan studi model yang dilakukan tentang Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menggunakan Bahan Nylon Thermoplastic Dengan Warna Cengkram Transparan Pada Rahang Bawah 3. Kehilangan gigi 6 5 4 5 6 Surat perintah kerja : Mohon dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan nylon thermoplastic dengan cengkeram transparan pada gigi 73 47 Warna gigi : A4 3. Reinaldi Usia : 30 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Keadaan Model Kerja : a. Model kerja RB 9 . Antagonis gigi tiruan b.2 Gambar Model Kerja Gambar 3.1 a.1 Data Pasien Nama : Tn. Model kerja RA b.

Gigi yang hilang basis gigi tiruan Nylon Thermoplastic 3. Cengkram transparan Nylon Thermoplastic b. adalah: 3.4 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan berbahan Nylon Thermoplastic.3.4. Desain a b v c Gambar 3.2 Desain Keterangan: a.a Alat  Pensil  Lecron  Pisau wax  Glassplate  Scalpel  Spattle  Chip blower  Rubber bowl  Okludator 10 .3.

Mandrill.b Bahan  Elemen gigi akrilik  Resin thermoplastic dengan merek dagang Thermosen  Alginate  Dental stone  Gips (Plater of paris)  Baseplate wax  CMS  Vaseline  Compound  Spiritus 11 . Round bur dll ) 3.4. Rubber.  Sendok cetak  Lampu spiritus  Sikat putih  Amplas  Kuas  Cuvet/Flask flexy  Kompor dan panci rebus  Selongsong  flexy furnace  Injection manual  Mesin poles  Mikromotor  Macam-macam mata bur (Frasser.

5.5. yaitu: 3.a Persiapan Model Kerja Model kerja yang diterima dari dokter gigi.4 Surveying 12 . Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Menggunakan Bahan Nylon Thermoplastic Dengan Warna Cengkram Transparan Pada Rahang Bawah Prosedur Pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan Nylon Thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang bawah terdiri dari beberapa tahap. kemudian bagian tepi dan dasar model kerja dirapikan dengan menggunakan mesin trimmer tanpa merusak anatomi gigi. Gambar 3. Gambar 3.3 Merapikan Model Kerja 3.3.b Surveying Surveying untuk mengetahui daerah undercut yang menguntungkan dan daerah undercut yang tidak menguntungkan. dirapikan dan dibersihkan dari nodul dengan menggunakan lecron tanpa merusak model tersebut.5. penulis melakukan survey dengan menggunakan pensil mekanik pada model kerja.

5. Setelah daerah undercut didapatkan selanjutnya dilakukan block out pada daerah undercut yang tidak menguntungkan dengan menggunakan wax yang telah dipanaskan. 13 .3. Waxing  Pada saat pembuatan waxing hal yang harus dilakukan surveying dimodel duplikat dengan menggunakan pinsil mekanik dan menentukan desain cengkram Kemudian base plate wax dipanasin menggunakan lecron lalu wax diletakan sesuai bentuk desain cengkram.d Duplikat model kerja Model kerja diduplikat menggunakan bahan cetak alginate dan dicor dengan dental stone.5 Block Out 3.5.e Pembuatan cengkram transparan nylon thermoplastic Adapun prosedur pembuatan cengkram nylon thermoplastic.c Block out Pertama dilakukan survey menggunakan pinsil mekanik.5. Gambar 3. model duplikat 3. model studi b. yaitu 1.6 a. a b Gambar 3.

permukan stone pada flask bagian bawah diulas separating medium. yaitu :.  Adonan dental stone dibuat kembali lalu dituangkan di bagian atas separating medium tersebut hingga mengisi flask.7 Waxing 2. 14 .  Setelah selesai pemasangan sprue. Flasking dan pembuatan sprue Berikut ini adalah prosedur flasking dan pembuatan sprue. Gambar 3. Sprue dibuat dengan ukuran 3 mm diletakkan pada bagian lingual pola malam. selanjutnya bagian-bagian dari model duplikat yang memungkinkan menjadi undercut pada tahap deflasking dipotong menggunakan bur frasser. Pemasangan sprue diusahakan dibuat secara landai dan tidak bersudut.  Adonan dibuat dengan dental stone lalu dituangkan ke dalam flask bagian bawah kemudian model duplikat ditanam pada flask yang berisi adonan dental stone tersebut.  Bagian dalam flask flexy diulasi dengan vaselin.  Flask bagian bawah ditutup dengan flask bagian atas. lalu flask dikencangkan dengan cara memasangan baut pengencang flask. Permukaan pada flask dirapihkan dan dibuat landai agar tidak menjadi undercut.  Selanjutnya dibuatkan sprue.

 Setelah itu separating medium/CMS diulasi pada permukaan mould space dan dental stone. Boiling Out  Pertama tama flask dimasukkan pada air mendidih sekitar ±5-10 menit. a b Gambar 3.9 Boiling Out 4. residu wax dibersihkan dengan air mendidih sampai tidak ada lagi wax yang tersisa sehingga mendapatkan mould space. Pemasangan sprue c.  Tepi mould space dirapihkan menggunakan scaple. Mould space harus bersih dari serpihan dental stone dan residu wax. 15 .  kemudian Flask dikeluarkan dari air mendidih lalu dibuka.8 b. Heat the cartridge Hal-hal yang dilakukan pada proses ini adalah:  Selongsong diulasi dengan vaselin. Flasking cuvet atas 3. Gambar 3.

Selongsong b.10 a.  Flask dibiarkan tetap pada injection manual selama ±10 menit agar bahan mengalir dengan sempurna. a b Gambar 3. Catridge sleeve dipisahkan dari flask.  Kemudian cartridge sleeve yang berisi nylon thermoplastic dikeluarkan dari catridge furnace. Cartridge furnace 5.  Lalu catridge sleeve tersebut diletakkan tepat diatas lubang flask lalu dilakukan injection manual dengan cara diputar. Proses injection Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah:  Flask disatukan kembali dengan mengencangkan kembali baut pada flask dan diletakkan tepat dudukan flask pada alat injection manual.  Kemudian flask dikeluarkan dari mesin injection manual.  Bahan nylon thermoplastic dimasukkan ke dalam Cartridge sleeve.  Cartridge furnace dinyalakan hingga temperatur 290oC kemudian Cartridge sleeve yang berisi bahan nylon thermoplastic dimasukkan selama 20 menit. 16 .

lalu cengkram transparan tersebut dibersihkan dari bahan yang tersisa.12 Deflasking 7. Kemudian model beserta cengkram transparan dikeluarkan dari stone menggunakan tang gips. Gambar 3. sehingga didapatkan cengkram trasparan.11 Proses Injection 6. Gambar 3. Cutting Sprue Sprue dipotong menggunakan disk. 17 . Deflasking Flask dibuka dengan cara memisahkan flask bagian atas dan bawah menggunakan palu diketuk secara perlahan.

14 Finishing a.5. Tahapan kerja pembuatan bite occlusal rims yaitu :  model duplikat dibasahi atau direndam dalam air. a b Gambar 3.f Pembuatan bite occlusal .  Kemudian cengkram diletakkan pada model duplikat lalu lunakkan base plate wax yang digunakan untuk basis dengan api dari lampu spiritus tetapi jangan sampai meleleh. Finishing Cengkram b. Finishing Cengkram Transparan Finishing cengkram transparan dilakukan menggunakan fresure bur hingga rapih dan diftting kembali ke model kerja. Fiting Cengkram pada Model Kerja 3. Gambar 3. tahap ini berguna agar wax tidak menempel pada model duplikat.13 Cutting Sprue 8. 18 .

Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyusunan gigi. untuk mendapatkan gigitan pasien.5. lalu dilakukan penanaman pada okludator.  Setelah pembuatan basis. Aplikasikan pada model duplikat sesuai dengan desain dan batas yang sudah dibuat. 19 . lalu bagian atas okludator ditutup. adonan gips yang sudah terletak di okludator dirapikan.  Tinggi galangan gigit kurang lebih sama dengan gigi tetangga atau gigi yang masih ada.  Setelah itu galangan gigit dikirim ke dokter. Satu lembar base plate wax yang telah dilunakkan diatas lampu spiritus. midline model duplikat harus sejajar dengan midline okludator dan bidang oklusal harus sejajar. jangan sampai meleleh dan dibuat beberapa gulungan.g Penanaman model pada okludator  Model duplikat yang telah dibuat bite rim dioklusikan. dilanjutkan dengan pembuatan galangan gigit.  Setelah itu adonan gips yang masih tersisa dituang ke atas model duplikat.15 Pembuatan Bite Occlusal Rims 3. Gambar 3. kemudian model duplikat diletakkan di atas adonan gips. Potong bagian yang berlebih.  Adonan gips dituangkan pada okludator bagian bawah.  Gulungan wax tersebut ditempelkan dengan basis yang sudah dibuat dan diletakkan pada daerah yang tidak bergigi kemudian dirapikan.

20 .16 Penanaman Model pada Okludator 3.5. sesuai dengan panduan tanda dari articulating paper saat dioklusikan agar mendapatkan oklusi maksimal pada gigi antagonis. sesuai dengan panduan tanda dari articulating paper saat dioklusikan agar mendapatkan oklusi maksimal pada gigi antagonis. sesuai dengan panduan tanda dari articulating paper saat dioklusikan agar mendapatkan oklusi maksimal pada gigi antagonis. Penyusunan gigi  Gigi 4 dilakukan pengasahan pada lereng dan puncak buccal cusp dan lingual cusp.  Gigi 5 dilakukan pengasahan pada bagian occlusal sesuai dengan panduan tanda dari articulating paper agar mendapatkan oklusi maksimal pada gigi antagonis. yaitu: 1.  Gigi 5 dilakukan pengasahan pada lereng dan puncak buccal cusp dan lingual cusp. Gambar 3.  Gigi 6 dilakukan pengasahan pada lereng dan puncak buccal cusp dan lingual cusp.  Gigi 6 dilakukan pengasahan pada lereng dan puncak buccal cusp dan lingual cusp.h Pembuatan gigi tiruan nylon thermoplastic Adapun pembuatan gigi tiruan nylon thermoplastic. sesuai dengan panduan tanda dari articulating paper saat dioklusikan agar mendapatkan oklusi maksimal pada gigi antagonis.

Flasking dan Spruing Prosedur flasking dan spruing terdiri dari beberapa tahap. yaitu:  Bagian dalam flask flexy diulasi dengan vaseline. yaitu 7 mm diletakkan pada bagian lingual pola malan. Sprue yang lain berukuran 3 mm diletakkan pada bagian lingual Pemasangan sprue diusahakan dibuat secara landai dan tidak bersudut. 21 .  Adonan dental stone dibuat kembali lalu dituangkan di bagian atas separating medium tersebut hingga mengisi flask.  Flask bagian bawah ditutup dengan flask bagian atas. Gambar 3.  Setelah selesai pemasangan sprue.  Adonan dibuat dengan dental stone lalu dituangkan ke dalam flask bagian bawah kemudian model duplikat ditanam pada flask yang berisi adonan dental stone tersebut.17 Penyusunan Gigi 2. lalu flask dikencangkan dengan cara memasangan baut pengencang flask. Sprue dibuat dengan 2 macam ukuran. Permukaan pada flask dirapihkan dan dibuat landai agar tidak menjadi undercut.  Kemudian dibuatkan sprue. permukan gips pada flask bagian bawah diulas separating medium. selanjutnya bagian-bagian dari model duplikat yang memungkinkan menjadi undercut pada tahap deflasking dipotong menggunakan bur frasser.

distal dan lingual gigi. Boiling Out Boiling Out yaitu tahap pembuangan pola malam untuk mendapatkan mould space .  Tepi mould space dirapihkan menggunakan scalpel. a b c Gambar 3. penanaman pada Flask Atas 3.  Setelah itu elemen gigi tiruan diberi retensi menggunakan bur fissure pada bagian mesial. penanaman pada Flask Bawah b.  Flask dikeluarkan dari air mendidih lalu dibuka.18 Flasking dan Spruing a. pemasangan Sprue c. 22 . Tahap yang dilakukan yaitu :  Flask dimasukkan air mendidih sekitar ±5-10 menit. residu wax dibersihkan dengan air mendidih sampai tidak ada lagi wax yang tersisa sehingga mendapatkan mould space. Mould space harus bersih dari serpihan dental stone dan residu wax.

Heat the Cartridge Hal-hal yang dilakukan pada proses ini adalah:  selongsong diulasi dengan vaselin.. Gambar 3.  Bahan nylon thermoplastic dimasukkan ke dalam Cartridge sleeve. kemudian flask diletakkan pada dudukan injection manual.  Kemudian separating medium/CMS diulasi pada permukaan mould space dan dental stone.  Cartridge furnace dinyalakan hingga temperatur 290oC kemudian Cartridge sleeve yang berisi bahan nylon thermoplastic dimasukkan selama 20 menit. Gambar 3. Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah:  Flask atas dan bawah disatukan. 23 .19 Boiling Out 4.20 Heat the Cartridge 5. Proses Injection Proses memasukan bahan nylon thermoplastic kedalam mould space penulis menggunakan mesin injection manual. lalu baut pada flask dikencangkan kembali.

lalu gigi tiruan tersebut dibersihkan dari dental stone yang tersisa. baut pengencang flask dibuka.  Kemudian cartridge sleeve yang berisi nylon thermoplastic dikeluarkan dari catridge furnace. Deflasking Deflasking yaitu mengeluarkan model kerja dari cuvet.21 Proses Injection 6. Gambar 3.  Model beserta gigi tiruan dikeluarkan dari dental stone menggunakan tang gips.  Flask dibuka dengan cara memisahkan flask bagian atas dan bawah menggunakan palu diketuk secara perlahan.  Flask dibiarkan tetap pada injection manual selama ±10 menit agar bahan mengalir dengan sempurna.  Setelah flask dikeluarkan.  Kemudian flask dikeluarkan dari mesin injection manual. baut pengencang flask dibuka. 24 . Catridge sleeve dipisahkan dari flask.  Lalu catridge sleeve tersebut diletakkan tepat diatas lubang flask lalu dilakukan injection manual dengan cara diputar. Flask dikeluarkan.

22 Deflasking 7. 25 . Lalu protesa diftting kembali pada model kerja di okludator. Cutting Sprue Sprue dipotong menggunakan disk. sehingga didapatkan protesa kasar. kemudian dilakukan pengasahan kembali menggunakan stone bur.i Finishing Finishing dilakukan menggunakan berbagai macam mata bur seperti frasser bur hingga protesa rapih. Gambar3. Gambar 3.23 Cutting Sprue 3. Kemudian protesa dihaluskan menggunakan mandril amplas kasar dan dilanjutkan dengan amplas halus.5. Cek kembali apakah ada peninggian gigit dengan menggunakan panduan articulating paper.

Poles dengan Menggunakan Felcone b. felcone menggunakan bahan pumice.5.Menghaluskan Protesa 3.24 Finishing a. serta sikat putih menggunakan bahan compound. a b Gambar 3.j Polishing Gigi tiruan yang telah dirapihkan dan telah fitting ke model kerja dipoles hingga bersih dan mengkilat menggunakan mesin poles dengan sikat hitam. Poles Dengan Sikat Putih Menggunakan Bahan Compound 26 . a b Gambar 3.25 Poleshing a.Protesa Kasar b.

1 Hasil Akhir Hasil akhir yang diperoleh dari pembuatan protesa gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang bawah sebagai berikut : 1. Tahap pekerjaan studi model ini dilakukan oleh penulis di laboratorium. Protesa bersih mengkilap dan transparansi bagus. Hasil Akhir Protesa pada Saat di Model 27 . Tidak porus. 6. Warna elemen gigi tiruan sesuai dengan SPK. Hasil Akhir Protesa b. dijelaskan dibawah ini berikut dengan permasalahan dan cara mengatasinya.1 Hasil Akhir a. Pada saat fitting protesa dapat masuk ke model dengan baik. 4. 4. 2. Cengram transparan terlihat sedikit celah pada bagian bukal gigi 7 Oklusi dengan gigi antagonis baik. 5. Lengan cengkram transparan pada bagian bukal cekat pada gigi 3. Hasil yang diperoleh penulis. a b Gambar4. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Studi model dengan judul ‘’prosedur pembuatan ggi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang bawah’’ yang dilakukan penulis dibuat berdasarkan model yang diterima dari dokter.

Untuk mengatasinya. selanjutnya terdapat peninggian gigit pada elemen gigi karena pada saat prosedur flasking menggunakan metode pulling the casting yang dimana terdapat kerugian terjadi peninggian gigit. Pada saat prosedur grinding cengkram transparan. hal ini karena protesa terdiri dua bahan yang berbeda warna sehingga memerlukan waktu dan tenaga yang lama. lalu tanda merah pada protesa digrinding sampai protesa masuk ke model. penulis menggunakan articulating paper untuk mendapatkan oklusi yang maksimal pada antagonis.2 Pembahasan Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini disusun berdasarkan studi kasus pada model kerja yang diberikan oleh dokter gigi. Pada saat prosedur fitting penulis mengalami beberapa kesulitan.4. Untuk mengatasi hal ini penulis melakukan prosedur grinding cengkram dengan hati-hati agar cengkram transparan tidak rusak. Pada saat prosedur deflasking penulis mengalami kesulitan yaitu. Sebelum model diduplikat. Berikut adalah kesulitan yang penulis alami dalam pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan. Yang pertama kurang masuknya protesa pada model kerja. Solusinya model kerja diberi tanda merah menggunakan lipstick pada bagian gigi yang berkontak dengan protesa. penulis mengalami kesulitan karena cengkram cukup kecil. seharusnya block out terlebi dahulu menggunakan wax pada daerah undercut supaya mudah pada saat protesa masuk kemodel duplikat. 28 . Untuk mengatasinya penulis membuang sisa-sisa bahan tanam menggunakan bur dan pisau malam. Dikarenakan proses injection dilakukan dua kali. Kemungkinan terjadi kesalahan kurangnya pengulasan CMS pada model. penulis memilih pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan karena belum pernah dikerjakan di laboratorium teknik gigi dan lahan PKL. masih adanya sisa-sisa bahan tanam yang menempel pada protesa. Selanjutnya penulis mengalami kesulitan pada saat injection .

29 .

3. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. Tujuan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan estetik. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. 30 . Dibutuhkan alat yang memadai pada laboratorium agar pembuatan protesa gigi tiruan lebih mudah dan hasil yang lebih maksimal.2 Saran 1. Dalam pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan ini harus dibuat retensi gigi antara basis nylon thermoplastic dengan cengkram transparan. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya. 2. 2. kampus teknik gigi poltekkes jakarta II seharusnya memberikan teori dan praktek mengenai nylon thermoplastic dan perkembangan tentang bahan tersebut. Dibutuhkan pengetahuan dalam pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan menggunakan bahan nylon thermoplastic dengan warna cengkram transparan pada rahang bawah agar mendapatkan hasil yang baik.

Widya Medika. Flexible Partial Dentures – A hope for the Challenged Mounth. 33. Jakarta. Buku Ajar Ilmu Gigi Tiruan Sebagian Lepasan. Battistuzi P. http://www.id/protesa/. Http://flexitecompany. Diunduh Pada Tanggal 19 Desember 2016 Pukul 20. http://www. dkk. People’s Journal of Scientific Research.dentaltown.44 7. Sormin FS. 016 Pukul 19.com/2011/06/20/aplikasi-valplast-pada-gigi-tiruan- sebagian-lepasan.com/partial-dentures.udelldental. 215 2.34 31 .tetradynamics.lynwooddentaldesign. Thakral R.M. Jakarta.com/uploads/PDF. Hipokrates.21 11.co. 1996:75 6.12 12.com/removable-prosthetics/visiclear- partial-dentures. Skripsi.wordpress. 2012: 57-59 9. Diunduh Pada Tanggal 19 Desember 2016 Pukul 22.com/visiclear/ Diunduh Pada Tanggal 2 Januari 2017 Pukul 16. Haryanto A. DAFTAR PUSTAKA 1. Jilid 1. 2009: 4-9 8.aspx?i=18&aid=387.htm Diunduh Pada Tanggal 10 Januari 2017 Pukul 20.27 3. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Titik Tolak Pada Diagnosa Dan Perawatan Dari Gigi-Geligi Yang Rusak.vertex-dental.C.com/pre/fabri-fabricated-claps/ Diunduh Pada Tanggal 20 Desember 2016 Pukul 22.G. http://www. Diunduh Pada Tanggal 4 Januari 2017 Pukul 23. Gunadi.html. Thakral GK. http://thewellmedical. dkk.1991: 12-16. Aeran H.49 5.F.com/dentaltown/article. Medan: FKG USU. Yadav B.53 13. Distribuusi Dan Desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Flesibel Di Unit Usaha Jasa Dan Industri Laboratorium Dental. Diunduh Pada Tanggal 20 Desember 2 10.30 4. http://www. http://dentosca. http://www. Diunduh Pada Tanggal 2 Januari 2017 Pukul 22.