Lbm 3 modul MP sgd 20

STEP I

Inklusi : kriteria sampel yg sesuai dg ketentuan yg diteliti ; dimiliki oleh populasi target dan
populasi terjangkau
Eksklusi : kriteria sampel yg tdk sesuai dg ketentuan yg diteliti ; kriteria yg menyebabkan
subyek penelitian dikeluarkan dr penelitian
Valid : dpt dipercaya atau sudah teruji dan dpt dipertanggungjawabkan
Reliable : ukuran yg menunjukkan sejauh mana pengukuran itu ttp konsisten bila dilakukan
pengukuran 2 x atau lebih thd gejala yg sama dan dg pengukuran yg sama

STEP II

1. Cara pengambilan sample yg tepat?
2. Langkah pengambilan sample ?
3. Fungsi pengambilan sample ?
4. Kesalahan yg bisa terjadi dlm pengambilan sample ?
5. Macam-macam validitas penelitian ?
6. Jenis desain penelitian ?
7. Bagaimana cara menentukan kriteria inklusi dan eksklusi ?
8. Cara uji validitas dan realibilitas ?
9. Faktor yg mempengaruhi pengambilan sample ?

STEP III

1. Cara pengambilan sample yg tepat dan jenis sampling ?
Cara pengambilan sampling :
 Probability sampling:
a. Simple random sampling: pengambilan sampel dari populasi dilakukan acak tanpa
memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Cara ini dilakukan jika
populasi homogen. Dilakukan dengan undian, bilangan, dll.
b. Proportionate stratified random sampling: digunakan jika anggota populasi tidak
homogen dan berstrata (kelas/tingkatan) secara proporsional
c. Disproporsionate stratified random sampling: digunakan untuk menentukan
jumlah sampel bila populasi berstrata tapi kurang/ tidak proporsional.
d. Cluster sampling (area sampling): digunakan untuk menentukan sampel bila obyek
yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Untuk itu penetapan sampelnya
dilakukan secara bertahap, mulai dari wilayah yang luas tersebut hingga wilayah
terkecil kemudian baru dipilih sampel secara acak.

maka disebut consecutive sampling. Metoda sampling berdasarkan equal chance Artinya setiap individu yang terdapat dalam populasi mendapat kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sample penelitian. Sampling sistematis: teknik sampling berdasarkan urutan anggota populasi yang telah diberi nomor urut. atau kelipatan. Representativitas sampel terhadap populasi Maksudnya ialah: bahwa pemilihan sampel benar-benar representatif menggambarkan populasi subyek penelitian. Sampling jenuh: teknik sampling yang dilakukan jika seluruh anggota populasi diambil sebagai sampel. 2 syarat pokok kerepresentatifan : a. Dilakukan jika populasinya kecil.  Non probability sampling: 1. Sampling purposive: teknik sampling dengan pertimbangan tertentu. misalnya pertimbangan keilmuan. Bisa nomor ganjil saja atau genap saja. 5. edisi 2 Sudigdo Sastroasmoro 2. Snowball sampling: teknik sampling yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar sesuai informasi dari responden. Kecukupan jumlah sample Artinya jumlah sample cukup besar untuk mewakili populasi yang menjadi sasaran penelitian. Sampling kuota: teknik sampling dari populasi yang mempunya ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan terpenuhi. siapa yang kebetulan bertemu maka akan dijadikan sampel  Jika mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel insidental: teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja. 4. dan kemungkinan ketepatan informasi yang akan disampaikan oleh subjek. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. b. dll. b. Lebh tepat untuk penelitian kualitatif yang tidak membutuhkan generalisasi. Syarat sampling yang baik? a.  Representatif :apabila ciri2 sampel yang berkaitan dengan tujuan penelitian sama/hampir sama dengan ciri2 populasinya. 2. Ketergayutan (relevansi) penetapan populasi terhadap inti permasalahan penelitian. 6. 3. .  Jika tidak mempertimbangkan kriteria inklusi eksklusi maka disebut convenient sampling.

Menentukan unit sampel yang diperlukan f. Memilih sampel . PT RajaGrafindo Persada. Pratiknya. 2003.1 Cet. (Azrul Azwar dan Joedo Prihartono. berarti sampel representatif. AW. (Pokok – Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Menentukan tujuan penelitian b. Apakah tiap kejadian atau perubahan yang terjadi pada subyek-subyek sampel (baik karena perlakuan maupun tidak). validitas. b. dan reliabilitas (konsisten). ”Dasar-dasar metodologi penelitian kedokteran” Ed. berarti sampel representatif. Ketergayutan (relevansi) data dengan jawaban yang dikehendaki. Menentukan jenis data yang diperlukan menentukan teknik sampling d.Ir. Menentukan besarnya sampel (sampel size) e. Menentukan populasi penelitian (sesuai hipotesis yg diteliti) c. Jakarta : Binarupa Aksara.M. 3. Langkah pengambilan sample ? Prosedur pengambilan sampel: a.Iqbal Hasan. Apakah karakteristik dari tiap kesatuan atau unit analisis dalam sampel panelitian identik denga semua karakteristik dalam populasi? Kalau ya.. Obyektivitas. Maksudnya ialah: seberapa jauh data penelitian yang diperoleh dapat memberi penjelasan secara kuat dan adekuat terhadap permasalahan penelitian yang dihadapi.MM) c. observasi atau pengukuran yang dilakukan d. 2003. Dua pertanyaan yang diajukan untuk mengetahui dan memahami bahwa sampel yang digunakan benar-benar representatif : a. juga identik dengan kejadian atau perubahan pada populasi? Kalau jawaban ya. Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. 5.) Memadai :apabila ukuran sampelnya cukup untuk menyakinkan kestabilan ciri2nya. Jakarta.

Memperoleh hasil yang lebih akurat Penelitian yang dilakukan terhadap populasi akan menyita sumber-sumber daya yang lebih besar termsuk usaha-usaha analisis. tenaga. dalam arti penelitian hanya dilakukan terhadap sebagian populasi sehingga biaya tersebut dapat ditekan atau dikurangi. Lebih spesifik (Sumber: Soedigdo Sastroasmoro) . Lebih murah b. Fungsi pengambilan sample ? a. Penentuan besarnya sampel (sampel size): Menetapkan besarnya atau jumlah sampel suatu penelitian tergantung kepada 2 hal: A. Hal tersebut berpengaruh terhadap keakuratan hasil penelitian. Dengan menggunakan sampel. Menghemat tenaga Penelitian yang hanya dilakukan terhadap sampel lebih menghemat biaya d. Kebutuhan dari rencana analisis yang menentukan batas minimal dari besarnya sampel Metodologi penelitian kesehatan oleh dr. Adanya sumber2 yang dapat digunakan untuk menentukan batas maximal dari besarnya sampel B. Mewakili populasi f. Lebih akurat e. Soekodjo Notoatmojo 4. Metodologi penelitian kesehatan. maka dengan usaha yang sama akan diperoleh hasil analisis yang lebih akurat Soekidjo Notoatmodjo. Lebih mudah c. dan biaya yang sama dapat dilakukan penelitian yang lebih luas ruang lingkupnya e. Mempercepat pelaksanaan penelitian Penelitian yang hanya dilakukan terhadap sampel (sebagian populasi saja) akan lebih cepat selesai c. Memperluas ruang lingkup penelitian Penelitian yang dilakukan terhadap sampel maka dengan waktu. Lebih cepat d.2002 a. b. Menghemat biaya Dengan sampling.

keterbatasan metodologik. Untuk menghindari kesalahan sistematis terhadap alat dan instrumen penelitian:  Dipilih alat yang sudah dibakukan  Dilakukan peneraan lebih dulu  Dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya  Kesalahan sampling Ialah kesalahan hasil pengukuran yang terjadi karena sampling pengukuran yang dilakukan tidak representatif. SUDIGDO. Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Pratiknya.  eksternal menunjukkan berapa baik hasil penelitian tersebut dapat diterapkan di kelompok yang lebih luas. dana. bias. dan factor perancu. maupu keterbatasan lain) dalam mencoba mengeksplorasi informasi dari semua subjek.2003.Yang menyangkut alat ukur ialah ketidakvalidan atau ketidakreliabelan alat ukur yang digunakan. Jakarta : Rajawali Pers 5. kemapuan. DR. Yang menyangkut pengukuran berupa kesalahan yang bersumber pada pengukur sendiri . Ahmad Watik Pratiknya 6.sampling disini dapat dimaksudkan terhadap obyek ukur sendiri atau terhadap subyek penelitian. Dasar – dasar metodologi penelitian kedokteran & kesehatan oleh : dr.2002 . pada suasana atau lingkungan pengukuran serta pada administrasi (pencatatan)pengukurannya. Ahmad Watik. DASAR-DASAR METODOLOGI PENELITIAN KLINIS. Untuk mengatasi keterbatasan peneliti (baik yang menyangkut waktu. Macam-macam validitas penelitian ?  internal suatu penelitian menunjukkan apakah hasil studi bebas dari kesalahan acak. Kesalahan yg bisa terjadi dlm pengambilan sample ?  Kesalahan sistematis Ialah kesalahan yang terjadi karena faktor alat dan pengukuran itu sendiri.

Validitas ini baik bila besar sampel cukup dan cara pengambilan sampel yang digunakan menggunakan metode probabilistik.A(K) Jenis penelitian kesehatan/ kedokteran:  Menurut teknik pengambilan sample:  Penelitian terhadap populasi Suatu penelitian yang melibatkan populasi yang jumlahnya tidak terlalu banyak . Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.  Penelitian terhadap sample Melibatkan hanya sebagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu. Validitas ini dapat diuji dengan uji statistic tertentu atau dengan meminimalisir angka drop out. peneliti pun mencari hubungan antar-variabel untuk menerangkan kejadian ataupun fenomena yang diamati. ♪ Validitas eksterna I adalah generalisasi sampel yang diperoleh terhadap populasi terjangkau. Sudigdo Sastroasmoro. Jenis desain penelitian ?  Penelitian deskriptif Peneliti melakukan eksplorasi fenomena kedokteran tanpa berusaha mencari hubungan antar-variabel pada fenomena tersebut.  Menurut timbulnya variabel:  Penelitian non-eksperimental  Penelitiann deskriptif  Penelitian historis  Penelitian filsafat  Penelitian eksperimental  Penelitian klinik . 2006 7. ♪ Validitas eksterna II adalah generalisasi dari populasi terjangkau terhadap populasi target. dr Sopiyudin Dahlan. Dr. Prof. DR. Sp. biasanya seluruh populasi diteliti. Besar Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. ♪ Validitas interna adalah generalisasi dari sampel yang diperoleh terhadap sampel yang diinginkan.  Penelitian analitik Di samping melakukan identifikasi serta pengukuran variabel.

 Riset operasi  Menurut model pengembangannya:  Penelitian cross sectional  Penelitian longitudinal Panduan penelitian oleh Sandjaja. Penelitian epidemiologik intervensi Adalah penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap masyarakat. Dikenal 3 macam survey analitik epidemiologik: a. baik yang berupa faktor risiko maupun efek.Peneliti memberikan perlakuan atau manipulasi pada masyarakat. Dikenal 2 macam penelitian epidemiologik . MSPH Dalam bidang kedokteran dikenal beberapa macam penelitian: a. antar faktor risiko . yaitu dengan melakukan analisis dinamika korelasi antar fenomena baik antara faktor risiko dengan efek . dibagi menjadi dua . baik secara individual maupun kelompok. Penelitian cross sectional .Penelitian intervensi mempunyai potensi mengungkap mekanisme sebab-akibat antara faktor risiko dengan efek . Penelitian epidemiologik Adalah jenis penelitian kedokteran yang mengikuti problema kesehatan dengan menggunakan pendekatan komunitas.  Survei analitik Peneliti mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan masyarakat yang terjadi. survei epidemiologik .deskriptif terhadap fenomena kesehatan masyarakat. maupun antar efek. yaitu :  Survei deskriptif Ialah suatu penelitian yang tujuan utamanya melakukan eksplorasi. kemudian efek perlakuan tsb diobservasi. yaitu: 1. Contoh : survei angka kematian dan angka kelahiran pada suatu daerah tertentu atau srvei tentang insidensi dan prevalensi penyakit tertentu di suatu daerah.

2. Berbeda dengan case control pada penelitian cohort yang diidentifikasi dulu justru individu yang tidak berpenyakit kemudian dai mereka dipilih subjek2 dengan faktor risiko tetapi kondisi lainnya diusahakan sama dengan kelompok kasus. b. Penelitian cohort Bukan efek yang dipegang dulu.Dikenal ada 2 macam penelitian evaluatif :  Reviu program  Tujuan: untuk menilai kelengkapan sarana atau upaya peningkatan kesehatan dalam masyarakat. Penelitian evaluatif Adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menilai tingkat kesehatan. melainkan mengobservasi program atau pelayanan penyehatan tertentu. . atau tindakan medik tertentu yang ada pada masyarakat maupun klinik. c. Merupakan penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor2 risiko dengan efek.  Tidak mengobservasi bagaimana tingkat kesehatan anggota masyarakat.Kedua kelompok diikuti perkembangannya sampai periode tertentu selanjutnya dibandingkan banyknya subjek yang kemudian menjadi berpenyakit antar kedua kelompok tsb. dengan model pendekatan atau observasi sekaligus pada suatu saat atau point time approach.Penetapan ada tidaknya kontribusi pengaruh faktor risiko terhadap terjadinya efek dilakukan dengan membandingkan adanya faktor2 risiko tsb pada subjek2 kontrol yang juga dilihat secara retrospektif. Penelitian case control Dilakukan dengan mengidentifikasi subjek2 yang merupakan kasus case adalah subjek dengan karakter efek positif kemudian diikuti secara retrospektif ada tidaknya faktor risiko yang diduga berperan. tetapi kausa (faktor risiko) diidentifikasi. kemudian diikuti secara prospektif sampai periode tertentu untuk kemudian ditentukan ada tidaknya efek (penyakit atau status kesehatan ttt yang diteliti). usaha penyehatan.Tiap subjek hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan.

Melakukan observasi 2.  Bukan suatu penelitian. survei. Instrumen penelitian ? (semua program.Penelitian laboratorium dapat merupakan suatu eksperimen. Penelitian klinik Dasar-dasar metodologi penelitian kedokteran & kesehatan oleh: Dr. dan reliabilitas merupakan hal yang mendapat prioritas utama.Ahmad watik Pratiknya 8. Wawancara . 4. alat bahan ) Jenis: Menurut jenis variabel yang akan diukur secara garis besar dapat dibedakan dua jenis instrumen yaitu: a.  Trial  Tujuan: menilai atau menguji suatu tindakan medik tertentu. 3. 2)yang ditujukan pada masyarakat disebut trial program. tetapi merupakan suatu observasi atau survei superfisial . baik yang dilakukan terhadap individu maupun terhadap masyarakat  Dikenal 2 macam trial: 1) yang ditujukan pada individu disebut trial klinik. Penelitian laboratorium Adalah penelitian yang pelaksanaannya (observasi dan pengukurannya) dilakukan dilaboratorium. Masalah obyektivitas. Instrumen untuk mengukur skala interval dan rasio (data kuantitatif) Menurut metode pengumpulan data .  Trial adalah suatu penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menilai kemanjuran dan meamanan suatu obat. Instrumen untuk mengukur variabel dengan skala nominal dan ordinal (data kualitatif) b. validitas. asal observasi utamanya dilakukan dengan mengunakan peralatan dan metode dalam laboratorium. instrumen penelitian dapat dibedakan menjadi alat untuk: 1. Mengumpulkan data melaluui dokumentasi 3. atau trial.

 Dengan cara manual : 1. Angket 5. alat pengukur hb darah . MSPH 9. 4. dapat pula diuji secar statistik. test paralel. Panduan Penelitian Dr. Hum Dikenal 2 teknik pendekatan : . Hambatan etis 4. B. seperti misalnya program Statistical Product and Service Solutions (SPSS). MSPH dan Albertus Heriyanto. Cara uji validitas dan realibilitas ? Alat ukur yang valid dan reliable ? Validitas dan reliabilitas di uji dengan uji statistik :  Dengan program komputer yang mampu menguji validitas dan reliabilitas kuesioner. Sandjaja . Bagaimana cara menentukan kriteria inklusi dan eksklusi ?  Kriteria inklusikarakteristik umum subyek penelitian pada populasi target dan populasi terjangkau  Kriteria eksklusisebagian subyek yang memenuhi kriteria inklusi harus dikeluarkan dari studi karena pelbagai sebab. edisi 2 Sudigdo Sastroasmoro  Dilihat di definisi operasional utk bisa menentukan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi 10. 2. Mengumpulkan data kuantitatif (misalnya timbangan . Terdapat keadaan atau penyakit lain yang mengganggu pengukuran atau interpretasi. Subyek menolak berpartisipasi Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Untuk uji validitas : Dengan mencocokan kuesioner dengan tujuan penelitian. Terdapat keadaan yang mengganggu kemampulaksanaan 3. antara lain: 1. Sandjaja. Split test. 2.M. B. barometer ) Panduan penelitian oleh : dr. Untuk uji reliabilitas :Uji ulang (test Retest).

A(K) .Dr. i. Sudigdo Sastroasmoro. Sofyan Ismail. Ahmad Watik Pratiknya 12.Uji coba dilakukan pada sekelompok obyek dengan : dua alat ukur dan dua kali pengukuran Sumber : dasar – dasar metodologi penelitian kedokteran & kesehatan oleh : Dr. Suatu populasi bukan merupakan suatu ukuran jumlah. akan tetapi merupakan suatu lingkup atau auatu himpunan yang menjadi suatu topik persoalan yang sedang dibicarakan.  Populasi target (merupakan sasaran akhir penerapan hasil penelitian): ditandai oleh karakteristik klinis dan demografi. teknik uji ulang prinsip : ialah melakukan uji coba instrumen pada sekelompok subyek dengan : satu alat ukur dan dua kali pengukuran ii.A(K). Dr. teknik uji paralel hasil pengukuran instrumen yang dicoba dibandingkan atau dikorelasikan dengan hasil pengukuran dengan instrumen yang telah baku atau relaibel. Sp. Sp.Ahmad watik Pratiknya 11. Prof.  Populasi terjangkau (bagian dari populasi target yang dapat dijangkau oleh peneliti): bagian dari populasi target yang di batasi oleh tempat dan waktu Dasar-Dasar Metodologi Penelitian klinis edisi ke-2 Prof.DR. Faktor yg mempengaruhi pengambilan sample ?  Homogenitas populasi  Jumlah (besar) sampel yang dipilih  Banyaknya karakteristik subyek yang akan dipelajari dan  Adekuatitas teknis pemilihan sampel Dasar – dasar metodologi penelitian kedokteran & kesehatan oleh : dr. perbedaan sample dan populasi ? kapan populasi bisa mjd sample ? Populasi: Populasi yaitu sekumpulan data atau objek yang sedang diteliti (keseluruhan obyek yang sedang diteliti).

dan terpilih sebagai subjek yang akan diteliti.  Subjek terpilih (eligible subjects) atau sampel yang dikehendaki (intended sample). yaitu kriteria inklusi dan eksklusi. dll.  Subjek yang benar diteliti Adalah subjek yang benar mengikuti penelitian sampai selesai. kelompok ini merupakan bagian dari subjek terpilih dikurangi dengan drop out. loss to follow up. Mereka adalah subjek yang memenuhi kriteria pemilihan. Merupakan bagian populasi terjangkau yang direncanakan untuk diteliti langsung. Sudigdo Sastroasmoro Populasi dg jumlah yg kecil bisa menjadi sample penelitian (sampling jenuh) Menentukan Desain sample penelitian STEP IV . Dasar-dasar metode penelitian klinis. Sample: Sampel yaitu sebagian dari populasi yang apabila diambil dengan benar maka dapat merepresentasikan dari populasi.

STEP V STEP VI STEP VII’s .