VOLVULUS KOLON

Definisi :

Volvulus kolon digambarkan sebagai puntiran atau rotasi segmen mobil kolon sekitar
mesenteriumnya.

Derajat rotasi dapat bervariasi dari 180 derajat sampai sebanyak empat sampai lima revolusi
lengkap. Tergantung pada derajat rotasi, maka dihasilkan obstruksi sebagian atau lengkap yang
bisa berlanjut ke iskemia usus dan gangren. Kolon sigmoideum merupakan tempat tersering, yang
membentuk sekitar 80% dari yang terlibat. Sekum adalah tempat tersering kedua yang
menyebabkan sekitar 15% obstruksi. Volvulus mungkin merupakan tempat terlazim obstruksi
kolon strangulata.

Volvulus Sekum :

Volvulus sekum terjadi karena kelainan bawaan kolon kanan yang tidak terletak retroperitoneal,
tetapi tergantung pada perpanjangan mesenterium usus halus. Jadi ada faktor mesenterium yang
panjang dan sekum yang mobile karena tidak terfiksasi. Sumbu rotasi volvulus terletak sekitar
a.ileokolika. Rotasi bisa mencapai 720 derajat, torsio yang paling mungkin dalam arah sesuai
jarum jam, oblik ke arah kuadaran kiri atas dan rotasi 360 derajat bersifat khas. Biasanya dimulai
oleh distensi mendadak sekum oleh trauma, tekanan, konstipasi atau obstruksi kolon distal
terhadap sekum. Volvulus sekum jarang ditemukan dibandingkan volvulus sigmoid hanya 10%.

Gambaran klinis :

Gejala klinis sama dengan obstruksi usus halus. Serangan nyeri perut yang bersifat kolik makin
hebat disertai mual dan muntah yang timbul lebih cepat daripada gejala obstipasi. Nyeri biasanya
ditemukan di sekitar pusat. Distensi abdomen tidak mencolok, tetapi gambaran hiperperistalsis
amat jelas dan terdengar borborigmi. Gambaran klinis ini berlangsung singkat.

Bisa terjadi tiga komplikasi besar. Dengan puntiran ketat mendadak pada mesenterium, volvulus
bersifat akut dan dapat menyebabkan gangren dini dengan gambaran yang tak berbeda dari
gambaran kedaruratan abdomen lain manapun. Jenis obstruksi volvulus tanpa gangren dini bisa
menyebabkan obstruksi gelung tertutup yang ditandai oleh distensi jelas sekum. Akhirnya
volvulus sekum berulang atau intermiten serta kolon kanan, bermanifestasi sendiri dengan
berulangnya serangan nyeri, nyeri tekan dan distensi kuadran kanan bawah.

Pasien merasa lebih nyaman dengan mengambil posisi menungging atau menggunakan enema.
Nyeri abdomen kronis timbul dalam banyak pasien karena kecenderungan volvulus sekum
sembuh spontan, tetapi kemudian kambuh dimasa yang akan datang.

Diagnosis :

terdapat dilatasi usus halus dengan permukaan air yang jelas. Jika sekum gangrenosa maka perlu dilakukan hemikolektomi kanan. sehingga operasi dini umumnya dilakukan. berbentuk ovoid di tengah perut. tempat volvulus mungkin bertanggung jawab bagi kurang dari 1% obstruksi usus. Keadaan usus dan keadaan pasien menentukan tindakan bedah. dan gambaran kolon sama sekali tidak terlihat. sedangkan di eropa timur dan afrika seperlima dari semua pasien obstruksi menderita volvulus sigmoideum. Terapi : Reposisi volvulus oleh barium enema dan kolonoskopi telah dilaporkan. Reseksi ini dianjurkan untuk mencegah kekambuhan. yang secara klasik timbul dari kuadran kanan bawah abdomen. Jika sekum tegang dan ruptura tampak mengancam. seperti dinyatakan oleh robekan serosa. (à) gambaran paruh burung Pada gambar diatas. Terapi lain biasanya adalah reseksi ileosekal dengan ileokolostomi terminolateral. Volvulus sekum dapat dikenali pada foto abdomen oleh distensi hebat pada sekum.Foto polos perut dapat memberikan gambaran patognomonis berupa gambaran segmen sekum yang amat besar. colon sigmoid yang dilatasi amat besar ini terjadi karena adanya volvulus. maka detorsio dan fiksasi sekum di kuadran bawah bisa dicapai. Jika sekum dapat hidup dan tidak terdistensi tegang. Volvulus Sigmoid : Volvulus sigmoid kurang lazim di amerika serikat dan eropa barat. sering dengan suatu striktur yang terlihat dan akhirnya seluruh colon dilatasi. Disamping itu kolonoskopi bisa membahayakan usus iskemik yang terdistensi. Usus amat teregang sehingga pola haustra yang normal menghilang. tetapi melibatkan resiko bahwa usus yang gangren akan terbuka puntirannya. Volvulus colon sigmoid merupakan jenis obstruksi usus besar yang paling sering dijumpai. selain itu. bagian yang teregang naik dan keluar dari pelvis. Jika operasi tertunda lama maka mortalitas 30% – 60%. Salah satu alasan . Dengan Ba Enema memperlihatkan gambaran penyempitan klinis pada puntiran yang disebut deformitas paruh burung. maka dekompresi dengan jarum atau trokar harus dilakukan sebelum dilakukan detorsio.

maka bisa timbul obstruksi tertutup. Mual dan muntah kadang timbul lambat sekali. yang mencakup penyakit psikiatri. telah terlihat dalam pasien dari negara ini. yang disebut gelung omega. tetapi bila tidak. juga menjadi keadaan penyerta. yaitu sekitar 90%. Pasien volvulus sigmoideum memperlihatkan distensi jelas pada abdomen. Jika valva ileosekalis kompeten. sindrom otak kronis. parkinsonisme. Nyeri perut volvulus bersifat intermitens disertai kejang perut bagian bawah yang berlangsung cepat disertai obstipasi total. Volvulus juga ditemukan pada orang dengan gangguan vaskuler. Gejala akut lebih mungkin timbul dalam pasien yang lebih muda. Gejala dan tanda ini hilang setelah penderita flatus berulang kali. Volvulus sigmoid sering mengalami strangulasi bila tidak dilakukan dekompresi. Sehingga keadaan ini timbul dengan indeks sangat tinggi dalam lembaga seperti barak dan lembaga perawatan kronis bagi orang tua. Diet tinggi serat juga jelas mempredisposisi ke perkembangan volvulus sigmoideum. walaupun kadang-kadang segmen berdilatasi yang infark bisa dapat dipalpasi sebagai massa timpani. Kelainan ini terutama ditemukan pada orang yang lebih tua dan lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan. Gelung ini mudah terpuntir dan bila gelung atas turun di depan gelung bawah. Distensi abdomen . karena mesenterium sigmoideum yang panjang hampir selalu berlebihan. Pada anamnesis umunya penderita sudah berulang-ulang mengalami serangan nyeri perut yang samar dengan kolik usus dan perut gembung. Volvulus terjadi karena faktor predisposisi mesenterium yang terlalu panjang dengan basis yang sempit. yang sering dikelirukan dengan karsinoma yang mengobstruksi. penyakit serebrovaskular dan distrofi otot. Volvulus sigmoid ditemukan jauh lebih banyak daripada volvulus sekum. bentuk penyakit progresif subakut bisa menyebabkan gejala kronis dalam beberapa bulan dan gangren usus yang berkembang pelan-pelan bersama gejala yang menggambarkan obstruksi kolon kiri kronis. penyalahgunaan laksatif kronis dan kehamilan.mengusulkan hal ini adalah perbedaan anatomi dalam sigmoideum. pengaruh obat neuroleptik. Kebiasaan buang air besar diabaikan bersama konstipasi kronis. Gambaran klinis : Volvulus sigmoideum timbul bila gelung sigmoideum berlebihan dan mempunyai basis sempit. tak ada gambaran bermakna yang terlihat. Pada orang yang lebih tua. Konstipasi yang kronik berat sebagian besar dialami penderita vovulus sigmoid. maka timbul obstruksi gelung tertutup ganda. dan gangguan kardiovaskuler. Gelung sigmoideum bisa dapat dipalpasi dan nyeri tekan akut. Banyak pasien dalam lembaga ini juga menerima transkuilizer dan obat bagi penyakit parkinson yang bisa merupakan faktor penyebab. penyakit paru kronik yang berat. Sebanyak 40% kasus sigmoideum timbul bersama berbagai penyakit saraf. Gejala tidak dapat dibedakan dari obstruksi usus lain dan bisa akut atau subakut. Tak ada pemeriksaan fisik atau data laboratorium yang biasanya membedakan vovulus dari akut abdomen lain.

Sering gambaran ini cukup untuk membuat diagnosis. yang disebut gambaran paruh burung atau bentuk sekop pada kartu as. Pada perkusi terdengar timpani karena sigmoid yang besar sekali. satu terletak dalam tiap batas gelung yang terobstruksi. yaitu konfigurasi obstruksi akibat torsi. Biasanya kontur sigmoid tampak di dinding perut seperti ban mobil yang juga kelihatan pada foto perut bersama dengan tanda paruh burung pada dasar volvulus. Sigmoidoskopi harus mendahului pemeriksaan barium dan sering puntiran khas terlihat pada ujung sigmoidoskop. Pemeriksaan rektum biasanya menunjukkan usus kosong atau terisi feses cair. Tanda vital dan parameter klinis sperti hitung leukosit dan elektrolit dapat bervariasi luas. Hitung leukosit bisa normal atau meningkat sedang dalam pasien tanpa strangulasi. Tetapi jika diperlukan. Diagnosis : Banyak pasien menghubungkan episode distensi abdomen sebelumnya yang telah dihilangkan dengan enema atau posisi menungging yang diikuti oleh pengeluaran banyak flatus dan feses.berlangsung lebih cepat karena distensi sigmoid berlebihan. Pada foto polos perut terlihat jelas distensi usus besar yang berjalan diagonal mengisi separuh perut kiri dari pelvis dengan efek pembengkokan ”tuba dalam”. Syok dan tanda toksis lain juga sangat mendukung adanya strangulasi sigmoid. tempat bayangan gas terlihat dibengkokkan dengan sendirinya dengan dua batas cairan. tetapi bisa normal. terutama tanpa sepsis. Diagnosis volvulus sigmoid : – Biasanya pada orang lanjut usia – Nyeri kolik – Antara serangan kolik terdapat nyeri perut menetap – Perut besar sekali karena distensi sigmoid – Kadang mual dan muntah – Gambaran Foto rontgen khas : Ban mobil karena belokan besar . Dari pemeriksaan fisik tampak adanya distensi perut yang mencolok. dengan kedua ujung segmen usus pada dasarnya berbentuk tapal kuda atau paruh burung. enema barium harus dilakukan dan akan memperlihatkan penyempitan pada tempat yang terpuntir.

endoskop.Kalau dekompresi berhasil. baru dilaksanakan anastomosis kolokolostomi dengan meniadakan kolokutaneostomi. maka pipa kolon dimajukan dari bawah dan diteruskan ke dalam gelung sigmoideum untuk mencegah kekambuhan pasca bedah. Prosedur Hartmann ini terdiri dari reseksi sigmoid dan kolokutaeostomi ujung kolon oral dan penutupan ujung kolon anal. kemudian dilakukakan fiksasi sigmoid (sigmoidopeksi). Angka kambuh tinggi juga terjadi pada dekompresi dengan rektoskop. Kemudian pipa yang sudah dilumasi dimasukkan ke dalam sigmoidoskop dan diteruskan ke dalam gelung sigmoideum. Gambaran strngulasi mencakup mukosa hemoragik atau berwarna ungu kebiruan.Dengan bubur barium rektal terlihat tanda paruh burung volvulus sigmoid Terapi : Sigmoidoskopi harus dilakukan untuk menilai apakah ada strangulasi. dapat dilakukan prosedur Hartmann. atau pipa fleksibel. Setelah keadaan umum pasien mengizinkan. Tindakan bedahnya berupa sigmoidektomi dengan anastomosis termino-terminal. cukup dilakukan detorsi. diharapkan terjadi detorsi atau reposisi spontan dengan setelah usus menjadi menjadi kempes kembali. Bila keadaan umum atau keadaan lokal pasien tidak mengizinkan untuk melakukan anstomosis primer. maka harus . Reposisi sigmoidoskopik yang berhasil pada volvulus dapat dicapai dalam sekitar 80% pasien. Tindakan semacam ini menimbulkan kekambuhan 90%. dianjurkan sigmoideskopi elektif setelah beberapa minggu untuk mencegah kekambuhan. Setelah gelung ini tidak terpuntir. Tetapi jika ada bukti layak bahwa tidak ada strangulasi. Kadang- kadang bila reposisi sigmoidoskopi tak berhasil maka barium enema bisa mereposisi volvulus dan pipa kolon harus dipasang untuk mencegah kekambuhan. cairan berdarah dalam rektum serta ulserasi jelas dan nekrosis usus pada titik puntiran. Pada waktu ini bisa timbul pelepasan feses dan flatus yang projektif masif. Sigmoidoskop dimajukan ke titik obstruksi serta dimasukkan secara lembut dan cermat ke dalam gelung yang terobstruksi. Jika strangulasi dicurigai atau jika reposisi sigmoidoskopi tak mungkin dilakukan. kolonoskop. atau pipa lentur yang besar. Yang paling penting dalam penatalaksanaan volvulus sigmoid adalah dekompresi lengkung sigmoid yang dapat dilakukan dengan rektoskop. sebaiknya direncanakan sigmoidektomi elektif setelah keadaan umum pasien membaik. Keadaan klinis pasien juga harus dievaluasi dengan akurat. Bila keadaan umum tidak mengizinkan. Dengan dekompresi ini. Dekompresi cara ini berhasil pada 80% penderita bila belum ada strangulasi. Gelung ini bertindak sebagai stent untuk mencegah kekambuhan volvulus serta secara kuat diamankan dan dibiarkan ditempatnya selama beberapa hari. maka reposisi sigmoidoskopi pada sigmoid harus diusahakan. Oleh karena itu.

intisari prinsip-prinsip ilmu bedah. Sjamsuhidajat R. Pdb. Buku ajar ilmu bedah edisi 2. DAFTAR PUSTAKA Sabiston. 1994 Schawrtz. Tetapi mortalitas akibat volvulus strangulata dengan gangren adalah tinggi. mendekati 50%. dilakukan reseksi gelung sigmoideum gangrenosa yang disertai dengan kolostomi double-barrel atau kolostomi ujung bersama penutupan tunggal rektum (kantung hartman) harus dilakukan. jakarta. A Text book of medical imaging (3-volume set). Jakarta. Pdb. Pembentukan kembali kesinambungan usus bisa dicapai dikemudian hari. Diagnostic radiology. Shires. buku ajar bedah bagian 2.dilakukan laparotomi. Juhl-paul and juhl’s essentials of radiologic imaging 7th. Penerbit buku kedoteran EGC. . Jakarta. Spencer. Penerbit buku kedokteran EGC. 1994 De jong Wim. Penerbit buku kedokteran EGC. 1997.