Nama : Andika Putra Cipta

NIM : 14/365535/KU/17188
Kelompok : 53
Prodi : Pendidikan Dokter Reguler 2014

REFLECTION FORM
THE SHARED INFORMATION AND SHARED DECISION MAKING

Self-Assessment :

1. Details of what I’ve done :

Pada semester 5 ini, saya telah melakukan banyak hal yang mencakup kegiatan-kegiatan yang
harus dilakukan sesuai petunjuk CFHC. Pada kunjungan pertama, kami mengunjungi keluarga
binaan masing-masing. Kunjungan pertama dilakukan tujuannya untuk menggali faktor risiko
yang ada di keluarga binaan masing-masing mahasiswa. Kunjungan pertama dilakukan dengan
menanyakan kondisi kesehatan terkini dari anggota keluarga yang berpotensi menderita
penyakit. Dalam menggali faktor risiko di keluarga, kami menggunakan pendekatan dengan
menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan perilaku sehari-hari, kondisi lingkungan, pekerjaan,
keluarga, gaya hidup, dan lain-lain. Kami sekelompok menanyakan segala hal yang diperlukan
untuk mengetahui seberapa buruk kondisi keluarga binaan atau setidaknya yang paling rawan
terkena penyakit agar nantinya pada kunjungan berikutnya kami dapat menggali lebih dalam
tentang riwayat penyakit yang diderita oleh keluarga tersebut. Di akhir kunjungan, kami
sekelompok mengumpulkan data-data yang diperoleh dan berunding untuk menentukan
keluarga mana yang nantinya pada kunjungan berikutnya akan digali masalahnya lebih dalam
lagi.
Pada kunjungan kedua, kami sekelompok berkunjung ke tempat keluarga binaan yang
sebelumnya kami tentukan untuk kami gali masalah kesehatannya lebih dalam lagi. Keluarga
yang kami kunjungi adalah keluarga Pak Pupon yang mana Pak Pupon ini memiliki faktor risiko
yang rawan menimbulkan penyakit asam urat (Gout arthritis) pada sendi-sendi tubuh. Hal
tersebut kami lakukan selain karena Pak Pupon memiliki faktor risiko yang membuat beliau
rentan mengalami rekurensi penyakit asam urat adalah karena usia beliau yang sudah tua
sehingga selain menggali faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit asam urat, kami juga
dapat memantau kondisi penyakit beliau yang lain apabila ada. Faktor lain yang membuat kami
memilih keluarga Pak Pupon untuk dikunjungi adalah karena keluarga binaan yang lain dalam
kelompok kami rata-rata tidak memiliki kondisi penyakit yang cukup serius dan sudah memiliki
kesadaran yang cukup baik terhadap kondisi kesehatan di keluarga. Pada kunjungan kedua, kami
hanya ingin mengonfirmasi kembali terhadap informasi yang sudah kami dapatkan pada
kunjungan sebelumnya dan menanyakan beberapa hal yang lebih mendalam terkait dengan
faktor risiko yang dimiliki beliau terhadap penyakit asam urat. Selain itu, kami juga menanyakan

Hal tersebut setelah kami telusuri dikarenakan pengaruh dari orang-orang di sekitar juga yang mana lebih menyarankan mengonsumsi obat-obatan herbal. move. kami juga memberikan keluarga binaan sedikit saran yang kami tahu agar dapat mengurangi faktor-faktor maupun perilaku dan gaya hidup yang berisiko terhadap penyakit asam urat. feel. memeriksa hasil pemeriksaan lab. Untuk pemeriksaan laboratorium. Untuk manajemen dan edukasi. maka saya menggunakan metode untuk memeriksa anggota gerak tubuh yaitu look. Pada kesempatan tersebut. 2. pemeriksaan fisik. tujuannya adalah memberikan pemeriksaan maupun intervensi yang dapat dilakukan dan yang telah dipelajari sesuai dengan masing-masing prodi mahasiswa. Pada pemeriksaan fisik. sebelum kunjungan. The lessons learned from the activity :  Pada kunjungan ke keluarga binaan di semester 5 ini. hal-hal untuk memastikan apakah beliau dan keluarganya telah memiliki kesadaran yang cukup baik dalam mencegah timbulnya penyakit dan apa yang dilakukan apabila beliau mengalami kekambuhan pada penyakitnya. hal tersebut didasari dengan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu kadar asam urat yang tinggi. serta memberikan edukasi maupun manajemen sederhana sesuai dengan kompetensi saya. kebetulan hasil pemeriksaan kadar asam urat yang terakhir kali Pak Pupon lakukan hilang. dan measurement. Yang pertama. memberikan diagnosis dan diagnosis banding. saya diminta untuk melakukan anamnesis. Hal ini bisa dilihat pada saat saya melakukan kunjungan ketiga di mana pada saat saya menanyakan kepada Pak Pupon perihal obat yang dikonsumsi apabila mengalami kekambuhan asam urat. Pada saat anamnesis. dan anamnesis serta pemeriksaan fisik yang mendukung ke arah diagnosis saya. kami menyempatkan diri untuk menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan pemeriksaan dan mencari data. Oleh karena itu. saya menggali riwayat penyakit asam urat Pak Pupon menggunakan metode OLDCART serta menanyakan riwayat penyakit di keluarga dan gaya hidup serta pola makan. sementara saya hanya memberikan edukasi saja kepada Pak Pupon untuk mengubah gaya hidup dan pola makan beliau. Pada kunjungan kali ini.  Pembelajaran kedua yang saya dapatkan dari kunjungan ke keluarga binaan di semester 5 ini adalah masyarakat pedesaan masih memiliki kepercayaan yang lebih tinggi kepada pengobatan selain yang dianjurkan dokter. sementara untuk medikasi tidak saya utarakan karena saya sendiri tidak tahu apakah obat-obatan yang sesuai untuk mengatasi asam urat itu dapat ditebus di apotek tanpa resep dokter atau tidak. sehingga saya hanya mendapatkan data kadar asam urat melalui perkataan Pak Pupon saja bukan dengan bukti fisik. sesuai dengan petunjuk karena saya dari prodi pendidikan dokter. kami menggali informasi tentang faktor risiko di keluarga binaan menggunakan kuisioner. saya merasakan saya mendapatkan beberapa pelajaran bagus selama saya melakukan kunjungan. . Untuk diagnosis. karena masalah asam urat/Gout arthritis. saya mendiagnosis Pak Pupon dengan penyakit Gout arthritis. beliau menunjukkan kepada kami kalua beliau mengonsumsi obat herbal bukan menggunakan obat-oatan yang standard dari dokter. Kami merasakan bahwa dengan menggunakan kuisioner yang terstruktur ternyata cukup memudahkan kami dalam menggali informasi dibandingkan dengan bertanya spontan kepada anggota keluarga. Pada kunjungan ketiga.

sejujurnya saya menemui sedikit permasalahan yang sedikit banyak mengganggu saya dalam melakukan kunjungan. saya mengunjungi keluarga Pak Pupon bersama teman sekelompok saya. sehingga mungkin ada informasi mengenai faktor risiko lainnya yang tidak kami dapatkan selama kami bertanya kepada keluarga. Setting ruangan di rumah Pak Pupon sedemikian rupa sehingga menyulitkan saya dalam melakukan . saya hanya menggali informasi terkait anggota keluarga yang sedang pergi dengan menanyakannya kepada anggota keluarga yang lain. Sehingga. kami memiliki cukup banyak kendala. Pada kunjungan ketiga. The problem encounter during activity : Pada kunjungan ke keluarga binaan di semester 5 ini. Waktu pelaksanaan kunjungan sebenarnya saya dan beberapa anggota kelompok tidak dalam kondisi kesehatan yang bagus sehingga hal tersebut membuat kami sedikit banyak kehilangan performa saat melakukan kunjungan yang jauh. Hal tersebut tidak lain dikarenakan memang kondisi pedesaan yang mana masyarakatnya cenderung suka makan makanan seadanya yang mana tinggi asam urat. Kendala ketiga adalah sewaktu mengunjungi rumah keluarga Pak Pupon. lagi-lagi kami melihat hanya ada Pak Pupon sendiri di rumah. 3. Kendala pertama adalah mengenai waktu pelaksanaan kunjungan. Hasil penggalian informasi yang saya peroleh pada kunjungan pertama ini mungkin saja memiliki banyak bias. Mungkin satu-satunya kendala bagi saya selama kunjungan kedua adalah ketika menggali informasi. Pada kunjungan pertama. bahkan saya harus meninggalkan jam kuliah untuk dapat berkunjung ke keluarga karena jaraknya yang sangat jauh. Pada kesempatan kali inipun. ternyata anggota keluarga binaan saya yang paling berisiko terhadap permasalahan kesehatan malah sedang tidak ada di rumah. Pada kunjungan kedua. kami tidak dapat bertemu dengan anggota keluarga Pak Pupon yang lain. hanya ada Pak Pupon saja yang dapat dimintai keterangan terkait faktor risiko. Dan kendala terakhir adalah mengenai tempat tinggal Pak Pupon sendiri. pada saat kunjungan pertama. Sebenarnya kami tidak memiliki waktu yang pas untuk melakukan kunjungan ke keluarga binaan untuk melakukan intervensi. Hal tersebut saya pikir mungkin akan menimbulkan masalah karena anggota keluarga tersebut bisa saja tidak terlalu mengetahui permasalahan dan faktor risiko yang dialami oleh penderita. Hal tersebut bisa dilihat pada saat kami menggali informasi tentang pola makan Pak Pupon berkaitan dengan asam urat. lalu terkadang anggota keluarganya malah membawakan beliau makanan yang berisiko meningkatkan asam urat. Untuk kunjungan kedua ini. Kendala kedua adalah mengenai kondisi kesehatan di kelompok kami. Beliau mengatakan bahwa beliau sering kali kelupaan untuk tidak memakan makanan yang membuat beliau mengalami kenaikan kadar asam urat.  Pelajaran ketiga yang saya dapatkan dari kunjungan ke keluarga binaan di semester 5 ini adalah tidak mudah untuk mengubah perilaku berisiko yang ada. permasalahan yang saya temui adalah pada saat saya mengunjungi keluarga binaan saya untuk menggali faktor risiko. saya merasa tidak ada masalah yang berarti selama saya melakukan kunjungan. Alangkah baiknya apabila ada anggota keluarga lain yang dapat dimintai keterangan pada saat kami menggali informasi sehingga harapannya kami mendapatkan informasi tambahan yang tidak kami peroleh saat bertanya kepada Pak Pupon dan dapat menjawab apa informasi yang Pak Pupon lupa.

 Meninjau dari hasil kunjungan kedua dan dari segi permasalahan yang saya temui selama melakukan kunjungan. Plan of Action : 4. Plan of action for improvement (according to the problems mentioned before) :  Meninjau dari hasil kunjungan pertama dan dari segi permasalahan yang saya temui selama melakukan kunjungan. saya memiliki beberapa langkah yang mungkin dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yang kedua masalah kondisi kesehatan. Mungkin saya bisa mencoba dengan bertanya kepada tetangga sekitar sekiranya kapan anggota keluarga yang lain pulang.  Meninjau dari hasil kunjungan ketiga dan dari segi permasalahan yang saya temui selama melakukan kunjungan. Yang terakhir saya mungkin menyarankan Pak Pupon agar mempunyai handphone supaya kami dapat berinteraksi dan melakukan kontak dengan beliau apabila kami hendak melakukan kunjungan ke rumah beliau supaya kami dapat menemui seluruh anggota keluarga beliau secara lengkap dan utuh. ke depannya saya akan mencoba untuk mencari tau kapan waktu keluarga Pak Pupon yang lainnya ada di rumah. saya akan berusaha supaya ke depannya saya memilih waktu kunjungan yang tidak mendekati deadline pengumpulan tugas dan jadwal kuliah yang padat sehingga tidak akan terjadi kejadian tidak ikut kuliah lagi atau semacamnya. saya pikir mungkin ada sedikit bias pada hasil pemeriksaan yang saya dapatkan sewaktu melakukan kunjungan ketiga. yang pertama untuk masalah waktu kunjungan. Dikarenakan tempat untuk melakukan pemeriksaan yang kurang baik. Saya akan mencoba mengirim pesan beberapa hari sebelum kunjungan atau bila perlu menelepon keluarga binaan untuk menentukan hari dimana kami sama-sama memiliki waktu luang yang tepat untuk dapat bersilaturahmi secara utuh. saya memiliki beberapa langkah yang mungkin dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. saya mungkin akan berusaha untuk melakukan janjian terlebih dahulu dengan keluarga binaan sebelum saya datang melakukan kunjungan. Sehingga kedepannya. pemeriksaan fisik dan memperoleh data yang diminta. Masalah yang saya hadapi pada saat kunjungan kedua adalah saya tidak dapat menemui anggota keluarga Pak Pupon yang lain sehingga mungkin informasi yang kami gali saat kunjungan masih ada yang kurang. Saya juga bisa bertanya kepada tetangga tentang nomor handphone yang dimiliki oleh anggota keluarga Pak Pupon atau kepada Pak Pupon sendiri. tetapi karena usianya yang sudah sangat tua saya ragu apakah beliau bisa mengingat nomor handphone dari anggota keluarga yang lain karena Pak Pupon sendiri tidak memiliki handphone juga. Oleh karena itu. Masalah pada kunjungan pertama adalah saya tidak dapat menemui anggota keluarga binaan saya secara utuh dan lengkap bahkan lebih parahnya justru anggota keluarga yang paling berisiko yang tidak dapat saya jumpai di rumah keluarga binaan saya pada saat itu. saya akan berusaha ke depannya sebelum melakukan kunjungan agar mempersiapkan diri selain peralatan juga mempersiapkan fisik saya sendiri sebelum melakukan kunjungan dengan makan yang teratur . saya memiliki beberapa langkah yang mungkin dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Masalah yang saya hadapi pada saat kunjungan ketiga cukup banyak.

Karena kondisi cuaca akhir-akhir ini sering tidak menentu juga saya akan coba sebisa mungkin mengantisipasi keluar di waktu hujan supaya tidak sakit nantinya. saya melakukan pemeriksaan fisik dengan Pak Pupon menggunakan sofa di ruang tamu untuk berbaring. mungkin saya akan mencoba meminta izin untuk melakukan pemeriksaan di atas Kasur untuk lebih memudahkan atau bila perlu melakukan pemeriksaan di tempat lain yang lebih pas dan terstandard. Untuk masalah ketiga yaitu masalah tidak dapat menemui anggota keluarga Pak Pupon yang lain. tetapi di bagian move dan measurement. saya pikir solusinya saya akan berusaha melakukan hal yang sama di poin sebelumnya yaitu dengan cara mencoba menanyakan kapan waktu keluarga Pak Pupon yang lain berada di rumah atau dengan meminta nomor handphone anggota keluarga Pak Pupon yang lain kepada tetangga sekitar atau Pak Pupon sendiri. Pada saat saya melakukan look dan feel. sewaktu melakukan pengukuran. Attached Evidence : 5. dan banyak beristirahat. saya tidak memiliki ruang yang leluasa untuk melakukan pemeriksaan karena di depan sofa ada meja tamu. Dan karena posisi telapak kaki sangat di bawah (karena duduk di sofa). saya pikir ini cukup sulit untuk diperbaiki. The evidence of what I did for improvement (can be a note taken during expert discussion/paper read/article read/video recording of re-practice) : . mengenai setting untuk melakukan pemeriksaan fisik. Saat itu. Untuk masalah yang terakhir. memang tidak ada kesulitan berarti karena saya masih memiliki ruang untuk melakukan pemeriksaan. posisi mata saya sangat tidak pas untuk melihat pergeseran sudut gerak kaki menggunakan goniometer sehingga mungkin hasil pemeriksaan pengukuran range of movement dari Pak Pupon ini banyak biasnya. Ke depannya jika ada perintah melakukan pemeriksaan fisik lagi.